ANALISIS NILAI CBR TANAH LEMPUNG LUNAK DENGAN STABILISASI SEMEN DAN PASIR DENGAN VARIASI KADAR AIR
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
.
.
.
.
.
.
EFEKTIVITAS INVESTASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pitria Ema Lencang Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui seberapa besar nilai efektivitas Investasi terhadap PDRB diKabupaten/Kota Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2010-2023. Penelitian ini ialah penelitian data panel dengan objek penelitian yaitu Investasi Modal Tetap Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR sebesar 3,77. Artinya untuk meningkatkan 1 unit output dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.3,77. Yang berarti bahwa untuk memperoleh pembentukan PDRB Rp.100 Miliar maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 377 Miliar. Nilai ICOR sebesar 3,77 menunjukkan investasi dalam angka yang efektif terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga kemungkinan investasi telah menghasilkan output secara optimal atau bisa dikatakan investasi yang diberikan telah efektif terhadap pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci : Investasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
-
Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah salah satu keadaan malnutrisi yang dapat terjadi baik bagi ibu hamil maupun wanita usia subur yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) 23,5 cm. Untuk mengatasi KEK pada ibu hamil diperlukan asupan nutrisi yang cukup. Adapun asupan nutrisi tambahan yang dapat diberikan yaitu dengan memanfaatkan kearifan lokal dari kalimantan yaitu biji buah tarap yang memiliki kandungan nutri seperti protein, karbohodrat, lemak, dan vitamin C bagi kesehatan serta kombinasikan dengan kurma yang akan menciptakan sebuah inovasi Sutarma yaitu susu biji tarap dan kurma yang diharapkan efektif untuk meningkatkan LILA pada ibu hamil trimester II dan III. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari pemberian minuman padat gizi Sutarma “Susu Tarap Kurma” dapat meningkatkan LILA Pada Ibu Hamil di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 15 ibu hamil . Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja Puskemas Karang Rejo. Penelitian ini memberikan intervensi Sutarma selama 15 hari dengan frekuensi pemberian sebanyak 1 kali dalam sehari. Dan berdasarkan analisis deskriptif, diperoleh nilai rerata pada pretest LILA sebelum pemberian Sutarma pada ibu hamil adalah 21.7 cm dan post-test LILA sesudah pemberian Sutarma selama 15 hari adalah 23.1 cm , dan kenaikan rata-rata LILA pada ibu hamiil adalah sebesar 1.3 cm. Berdasarkan uji statistik menggunakan paired samples t-test pada tabel output hasil uji t, diperoleh nilai signifikan P-Value. 0.000, yang berarti p-value 0,05. Dengan demikina, Ho ditolak dan H1diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian minuman padat gizi Sutarma “Susu Tarap Kurma” efektiv secara signifikan terhadap peningkatan LILA pada ibu hamil di Puskemas Karang Rejo.
Membuang sampah sembarangan merupakan tindakan yang dilarang. Secara hukum pidana tersebut merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanski administratif maupun sanski pidana sesuai hukum undang-undang yang digunakan. Pemerinta daerah kota tarakan dalam upaya menjaga lingkungan dan menertipkan masyrakat, telah menerbitkan peraturan daeah kota tarakan No 10 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penegakan sanski pidana terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan dikota tarakan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan empiris, dengan pendekatan kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sanski pidana terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan oleh dinas lingkungan hidup dan satpol pp kota tarakan belum optimal. Penerapan sanski pidana belum terlaksana dengan baik karena masih terkendala oleh berbagai faktor penegakan hukum. Koordinasi antara dinas lingkungan hidup dan satpol pp kota tarakan dalam penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran pembuangan sampah sembarangan sangat diperlukan agar penegakan hukum terhadap pelanggran sampah dikota tarakan dapat dilaksanakan dengan efektif dan ketertiban masyrakat dan dapat tercapai.
Ttt
Kecanduan pornografi sering dikaitkan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Remaja merupakan fase masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal termasuk seksualitas. Dukungan orang tua, teman sebaya, pengaruh pacar, serta lingkungan menjadi faktor yang penting dalam pencegahan perilaku menyimpang pada remaja khususnya terkait pornografi dan perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat kecanduan pornografi dengan tingkat perilaku seksual pranikah pada remaja di pesisir Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Survey Analitik. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 385 siswa SMA/SMK yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik Multistage Cluster Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecanduan pornografi dengan tingkat perilaku seksual pranikah pada remaja di pesisir Kota Tarakan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memperbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan tingkat kecanduan pornografi maupun perilaku seksual pranikah pada remaja.
Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang yang masih rendah memiliki faktor yang memepengaruhi yaitu masih kurangnya pengetahuan terkait kontrasepsi jangka panjang. Pengetahuan merupakan suatu informasi yang diketahui oleh seseorang, dengan memberikan pengetahuan melalui penyuluhan adalah untuk memberikan informasi terkait berbagai jenis alat kontrasepsi, tingkat efektifitas, manfaat dan kerugian dari setiap jenis alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penyuluhan menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Metode penelitian: quasi eksperimental (pre-posttest design one group). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 Akseptor KB di wilayah puskesmas karang rejo dengan Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan kuesioner pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan p- Value= 0,000 (p- Value 0,05) maka pemberian penyuluhan menggunakan lembar balik memiliki pengaruh pada tingkat pengetahuan. Kesimpulan ada pengaruh dari penelitian pada tingkat pengetahuan dalam pemberian penyuluhan menggunakan lembar balik.
.
.
A
AAAA
Abstrak Pendahuluan: Pernikahan usia dini memberikan risiko pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas serta berpotensi menurunkan kualitas outcome kehamilan. Jika kehamilan usia dini sudah terjadi maka penggunaan kontrasepsi menjadi penting untuk mengatur kehamilan dan memulihkan kesehatan ibu. Data menunjukan masih terdapat pernikahan usia dini yang cukup banyak di Malinau dan terkonsenrasi di 3 Puskesmas. Sehingga perlu analisis untuk mengatasi masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pernikahan usia dini dalam pemilihan metode kontrasepsi di kabupaten malinau. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di 3 Puskesmas yaitu Malinau Kota, Malinau Seberang, dan Long Loreh. Sampel pada penelitian ini sejumlah 62 orang. Variabel independen pada penelitian ini adalah tingkat pendidikan, pengetahuan, umur, dukungan suami, ekonomi, sedangkan variabel dependen adalah pemilihan untuk menjadi akseptor kontrasepsi. Analisis statistic menggunakan chi square. Hasil: Analisis menunjukan faktor yang berhubungan signifikan dengan partisipasi pernikahan usia dini dalam pemilihan metode kontrasepsi di Kabupaten Malinau adalah umur (p value 0.028 0.05) dan dukungan suami (p value 0.001 0.05), sedangkan factor Pendidikan, pengetahuan dan ekonomi tidak berhubungan dengan partisipasi pernikahan usia dini dalam pemilihan metode kontrasepsi di Kabupaten Malinau. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan signifikan dengan partisipasi pernikahan usia dini dalam pemilihan metode kontrasepsi di Kabupaten Malinau adalah umur dan dukungan suami. Abstract Introduction: Early marriage poses risks to pregnancy, childbirth and the postpartum period and has the potential to reduce the quality of pregnancy outcomes. If early pregnancy has occurred, the use of contraception is important to manage the pregnancy and restore the mother's health. Data shows that there are still quite a lot of early marriages in Malinau and they are concentrated in 3 Community Health Centers. So analysts need to solve this problem. The aim of this study was to analyze factors related to early marriage participation in choosing a contraceptive method in Malinau district. Subjects and Methods: This research is a type of quantitative descriptive analytical research with a cross sectional design. The research was conducted at 3 Community Health Centers, namely Malinau Kota, Malinau Seberang, and Long Loreh. The sample in this study was 62 people. The independent variables in this study are education level, knowledge, age, husband's support, economics, while the dependent variable is the choice to become a contraceptive acceptor. Statistical analysis uses chi square. Results: Analysis shows that factors that are significantly related to early marriage participation in choosing a contraceptive method in Malinau Regency are age (p value 0.028 0.05) and husband's support (p value 0.001 0.05), education, knowledge and economic factors are not related to participation in early marriage in choosing a contraceptive method in Malinau Regency. Conclusion: Factors that are significantly related to early marriage participation in choosing a contraceptive method in Malinau Regency are age and husband's support.
AAAA