Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 79 dari 342

deskripsi minat baca pada siswa kelas IV-A di SD Negeri 050 Tarakan

JESICA CELIN
2024 · Book · Open Access

Penguasaan keterampilan membaca dianggap sebagai prasyarat yang esensial bagi pelajar guna mengeksplorasi hingga memahami wawasan baru dan informasi terkini. Studi ini bertujuan menjelajahi aspek minat baca pada populasi siswa kelas IV-A di SD Negeri 050 Tarakan, dengan menggunakan pendekatan penelitian berbasis kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian metode, termasuk observasi, kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen, dengan partisipasi 28 siswa yang dipilih 6 siswa terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 3 siswi perempuan. Pengolahan data dilakukan menggunakan model analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Kajian ini menyelidiki korelasi antara minat membaca siswa dengan teori motivasi belajar Herzberg, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan kepuasan belajar. Ditemukan bahwa faktor-faktor tersebut dapat digolongkan sebagai faktor higiene, yang melibatkan kondisi fisik dan lingkungan belajar, serta interaksi sosial dengan guru dan teman sekelas. Disamping itu, faktor motivator juga turut berperan, yang melibatkan aspek seperti prestasi, pengakuan, tantangan, pertumbuhan pribadi, dan tanggung jawab. Temuan atas riset ini menunjukkan adanya kecenderungan rendahnya minat membaca di kalangan siswa, yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang menarik, kurangnya dukungan dari lingkungan rumah, dan dinamika internal dalam proses membaca. Dalam konteks ini, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan sumber daya yang memadai menjadi sangat penting.

DESKRIPSI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI ASESMEN DIAGNOSTIK PADA SISWA KELAS I SDN 014 TARAKAN

DJUNI DANIANTI
2024 · Book · Open Access

Tes asesmen diagnostik pada awal siswa memasuki sekolah dasar telah dilakukan sebanyak satu kali. Akan tetapi guru hanya melakukan tes diagnostik membaca huruf, dan tidak melakukan tes membaca suku kata, kata, paragraf, dan pemahaman. Sehingga ditemukan masih banyak siswa mengalami permasalahan dalam membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan melalui asesmen diagnostik pada siswa kelas I SDN 014 Tarakan yang ditinjau dari lima aspek kemampuan membaca permulaan yaitu membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata, membaca paragraf, dan memahami informasi dari bacaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh informasi yaitu aspek membaca huruf rata-rata dari 55 siswa diketahui 34 siswa lancar dan 21 siswa tidak lancar. Aspek membaca suku kata rata-rata dari 55 siswa diketahui 27 siswa lancar dan 28 siswa tidak lancar. Aspek membaca kata rata-rata dari 55 siswa diketahui 21 siswa membaca lancar dan 34 siswa tidak lancar. Aspek membaca paragraf rata-rata dari 55 siswa diketahui 15 siswa mampu membaca lancar dan 40 siswa tidak lancar. Dan aspek menemukan informasi rata-rata dari 55 siswa diketahui 16 siswa yang dapat memahami isi bacaan dan 39 siswa mengalami kesulitan memahami informasi yang disampaikan. Siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan dikarenakan siswa kurang hafal terhadap bentuk huruf yang dibacakan, sering melakukan kesalahan dengan mengganti huruf, menghilangkan huruf, menyelipkan huruf, kesulitan menghadapi huruf yang terlalu panjang atau kata terlalu panjang dan kesulitan memahami kosakata baru serta kurang konsentrasi pada saat membaca. Diagnostic assessment tests for students entering elementary school were conducted once, focusing solely on letter reading. However, teachers did not assess syllable, word, paragraph, or reading comprehension, leading to ongoing issues in early reading ability among students. This study aimed to describe the early reading ability of the first-grade students at SDN 014 Tarakan through diagnostic assessment in terms of five key aspects: reading letters, reading syllables, reading words, reading paragraphs, and comprehending information from reading. A qualitative descriptive approach was employed in this study. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings revealed that in the letter reading aspect, 34 out of 55 students were fluent, while 21 were not. In the syllable reading aspect, 27 students were fluent, and 28 were not. In the word reading aspect, 21 students read fluently, while 34 did not. In the paragraph reading aspect, 15 students read fluently, and 40 struggled. In the comprehension aspect, 16 students could understand the content, whereas 39 had difficulties with comprehension. The study also identified several challenges faced by students with reading difficulties. These included poor memorization of letter shapes, frequent errors such as changing, omitting, or misplacing letters, difficulty with long words, limited vocabulary, and lack of concentration while reading.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PERKALIAN PINTAR MATEMATIKA UNTUK SISWA KELAS II B SDN 034 TARAKAN

APRILIANTI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran media papan perkalian dan mengetahui kelayakan yang ditinjau dari ahli validasi dan tingkat kelayakan yang ditinjau respon kemenarikan siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan pada pembelajaran matematika materi perkalian kelas II B SDN 034 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan menghasilkan produk dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penggunaan model penelitian tersebut bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran yang layak. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, lembar validasi, dokumentasi, lembar angket respon kemenarikan siswa. Produk media papan perkalian yang dikembangkan berbentuk persegi panjang yang terdiri dari dua warna yaitu biru dan kuning dengan tambahan hiasan berbentuk pohon dan dilengkapi dengan wadah gelas, kantong angka dan stik es krim yang digunakan sebagai alat menghitung. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94%, ahli materi 96% dan ahli praktisi 92%. Hasil angket respon kemenarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 91% dan hasil uji coba lapangan sebesar 96,7%. Hasil validasi ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi menujukkan bahwa media papan perkalian sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket respon kemenarikan siswa mengenai media pembelajaran pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media yang ditinjau oleh respon siswa mengenai media papan perkalian sangat tertarik.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN 003 MENTARANG

NORHAYANI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode jarimatika dalam meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa pada kelas II SDN 003 Mentarang dan untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa dengan menggunakan metode jarimatika pada kelas II SDN 003 Mentarang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 003 Mentarang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 003 Mentarang, yaitu sebanyak 12 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes kemampuan berhitung perkalian. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklusnya. Penerapan metode jarimatika berikut langkah-langkah penggunaan metode jarimatika yaitu: 1) mengenalkan lambang-lambang metode jarimatika, 2) memperagakan lambang-lambang metode jarimatika, dan 3) mengimplementasikan jarimatika ke dalam contoh soal. Berdasarkan hasil evaluasi siklus I dan siklus II, ada beberapa hal yang ditambahkan dalam pembelajaran menggunakan metode jarimatika agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, yaitu: a.) Memperbanyak contoh soal beserta implementasinya. Berdasarkan hal tersebut, siswa akan lebih cepat memahami jarimatika dikarenakan dengan memberikan soal-soal tersebut, siswa akan terbiasa dalam menggunakan metode jarimatika. b.) Mengadakan asesmen formatif dengan memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengukur kemampuan berhitung perkalian siswa menggunakan metode jarimatika. c.) Mengadakan perlakuan khusus bagi siswa yang belum mampu menguasai jarimatika dengan mendatangi ke tempat duduk siswa untuk membimbing siswa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa pada kelas II SDN 003 Mentarang. Hal ini dapat dibuktikan jumlah siswa yang memperoleh nilai tes kemampuan berhitung perkalian siswa dengan minimal kategori baik pada siklus I adalah 9 siswa atau 75%. Kemudian terjadi peningkatan pada siklus II dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai tes kemampuan berhitung perkalian siswa adalah 11 siswa atau 92%. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung perkalian siswa kelas II SDN 003 Mentarang. Kata Kunci : Kemampuan Berhitung Siswa, Metode Jarimatika

Pengembangan Media Pembelajaran PPKn Berbasis PowerPoint Interaktif Pada Kelas IV SDN 013 Tarakan

INDRI SEKAR PUTRI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran PPKn berbasis PowerPoint interaktif pada kelas IV SDN 013 Tarakan. Serta untuk mengetahui bagaimana kelayakan yang diperoleh dari hasil validasi ahli media, ahli bahasa, dan ahli praktisi, untuk mengetahui ketertarikan diambil dari angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, lembar wawancara, lembar validasi, angket respon siswa, dan dokumentasi. Hasil validasi yang diperoleh pada validasi ahli media yaitu 95%, ahli bahasa diperoleh persentase 88% dari persentase tersebut dikategorikan sangat layak. Sedangkan validasi ahli praktisi diperoleh sebesar 85% dari persentase tersebut dikategorikan sangat layak. Serta uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 91,6% dan untuk uji coba lapangan diperoleh persentase sebesar 93, 6% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil persentase dari validasi dan angket respon siswa pada uji coba terbatas dan uji lapangan, maka media pembelajaran PPKn PowerPoint interaktif pada kelas pada IV SDN 013 Tarakan dinyatakan sangat layak dan manarik untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Dampak Bermain Game Online Dalam Interaksi Sosial Pada Siswa Kelas III SD Alam Binari Tarakan

ALIF HIDAYAT
2024 · Book · Open Access

Game online adalah sebuah permainan online yang dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai sebuah misi dan tujuan tertentu sehingga meraih poin tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja dampak bermain game online dalam interaksi sosial siswa dan faktor apa saja yang menjadikan siswa kecanduan dalam bermain game online pada siswa kelas III SD Alam binari Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 4 siswa dimana dipilih berdasarkan siswa yang bermain game online dan siswa yang tidak dalam gangguan belajar serta bukan siswa spesial. Pengumpulan data dilakukan tes angket dan dikonfirmasi dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dampak positif bermain game online dalam interaksi sosial pada siswa kelas III SD Alam binari Tarakan adalah dapat meningkatkan kerja sama dan mampu melatih fokus serta konsentrasi siswa. (2) Dampak negatif bermain game online dalam interaksi sosial pada siswa kelas III SD Alam binari Tarakan adalah dapat membuat siswa menjadi acuh terhadap lingkungan sekitar dan dapat membuat siswa mengeluarkan kata kata yang tak pantas dalam berteman. (3) Faktor internal yang membuat siswa kecanduan dalam bermain game online adalah keinginan sendiri yang diakibatkan oleh rasa candu dalam bermain game online juga karena rasa bosan ketika berada di rumah. (4) Faktor eksternal yang membuat siswa kecanduan dalam bermain game online adalah lingkungan sekitar dan tidak adanya teman sebaya ketika berada dirumah.

Analisis Kemampuan Literasi Membac Siswa Kelas V DI SD Negeri 004 Lumbis

CHATRIN MULYANI
2024 · Book · Open Access

Kemampuan literasi membaca adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melafalkan kata, menemukan informasi serta memahami setiap makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD Negeri 004 Lumbis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi membaca yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 8 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan literasi membaca, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan literasi membaca untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori tinggi mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan dengan baik. (2) subjek dengan kategori sedang mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan dengan baik, namun subjek kurang memahami isi bacaan, tidak berhati-hati dalam memilih jawaban, dan tidak dapat menentukan gagasan utama dalam bacaan. (3) subjek dengan kategori rendah belum mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan. Kesulitan yang dialami subjek dengan kategori rendah adalah kesulitan dalam membaca.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA MAHASISWA DAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DI FKIP UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

RAFLI MUSTAMIN
2024 · Book · Open Access

Komunikasi Interpersonal merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak agar mencapai tujuan yang diinginkan, Komunikasi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya harus intens tapi juga harus berjalan dengan baik maka perlu adanya komunikasi interpersonal agar komunikasi antara dosen pembimbing akademik dan mahasiswa yang diasuh tidak mengalami hambatan, kendala atau bisa juga untuk membantu mahasiswa dalam hal seperti perjadwalan mata kuliah, bimbingan memperbaiki nilai akademik serta tujuan lainya. tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Komunikasi interpersonal antara dosen pembimbing akademik dan mahasiswa di bimbingan dan konseling fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas borneo Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei deskriptif. Penelitian ini menggunakan subjek sebanyak 146 mahasiswa bimbingan dan konseling disemua kelas angkatan 2022. sampel penelitian menggunakan jenis non probability sampling dengan teknik sample jenuh. insturmen penelitian menggunakan skala komunkasi interpersonal yang diadaptasi dari Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pi yang menggunkan teori Devito (2015), Analisis data menggunakan teori Sugino (2015) dan Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi interpersonal anatara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik di jurusan bimbingan dan konseling secara keseluruhan tergolong baik. Hal ini terlihat dari hasil presentasi terdapat 73,8 dari 146 subyek, dan 4 dari 5 indikator komunikasi interpersonal tergolong baik termasuk indikator keterbukaan, empati, sikap positif dan kesetaraan, sisanya hanya terdapat 1 indikator yang cukup baik yaitu indikator dukungan.

Deskripsi Gerakan Literasi Sekolah Pada Tahap Pembiasaan dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Kelas III-A di SDN 007 Mamburungan

RISDAYANTI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat baca siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 007 Mamburungan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi wali kelas III-A, kepala sekolah, pustakawan, dan bidang kurikulum. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan telah diterapkan di kelas III-A dengan cukup baik. Penerapan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan terlihat pada kegiatan membaca lima belas menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan siswa bertambah. Bahan bacaan yang disedikan juga telah di sesuaikan dengan tingkat pemahaman, kemampuan dan minat siswa, dalam kegiatan ini juga guru kelas berperan aktif dalam mendampingi siswa. kemudian, sarana dan prasana literasi tertata dengan baik. Lingkungan sekolah juga kaya akan literasi, dan adanya lingkungan yang kaya akan teks baik di dalam maupun di luar kelas. Hal ini memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca. Selain itu adanya pelibatan publik, contohnya kerja sama antar orang tua siswa dalam penyumbangan buku bacaan untuk di pojok baca kelas.

ETNOMATEMATIKA PADA UKIRAN PETI MATI SUKU TORAJA

YOSEA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep matematika apa saja yang terkandung dalam ukiran-ukiran yang terdapat pada Peti Mati Suku Toraja. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam hal penentuan subjek lokasi, sampel serta sumber data dalam penelitian ini digunakan Teknik purposive sampling. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Setelah melakukan pengumpulan data maka dilakukan analisis data dengan cara penarikan kesimpulan. Adapun temuan penelitian yaitu terdapat beberapa konsep matematika yang terkandung dalam ukiran peti mati suku Toraja antara lain: lingkaran, segitiga, dan belah ketupat pada motif ukiran (Pa'barre Allo), dan persegi pada motif ukiran (Pa'doti Siluang II). Selain itu terdapat juga konsep garis seperti garis lengkung pada motif ukiran (Pa'erong) dan konsep simetri lipat pada motif ukiran Pa'doti Langi.

IDENTIFIKASI MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 TARAKAN

JUNI ALSON CRISTIVEN
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat belajar matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 menggunakan teknik Slovin. Tenik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument angket. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif menggunkan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan berada pada kategori sedang. Persentase pada kategori tinggi adalah (31,8%) persentase pada kategori sedang (43,47%) dan persentase pada kategori rendah (24,64%).

DESAIN PEMBELAJARAN MATEMATIKA ONLINE BERBASIS GOOGLE CLASSROOM SISWA KELAS X MAN TARAKAN

ACHMAD SABILAL AMRUH
2024 · Book · Open Access

Pada zaman pembelajaran saat ini ada berbagai macam cara dan upaya berlangsungnya pembelajaran, salah satunya yaitu menggunakan media Google Classroom. Penelitian ini bertujuan mengembangkan upaya dalam memudahkan mendesain pembelajaran matematika online berbasis Google Classroom yang layak untuk siswa kelas X MAN Tarakan. Jenis penelitian ini, menggunakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menurut Borg & Gall yang dimana penilitian ini dilaksanakan pada sekolah MAN Tarakan. Pembelajaran matematika dilakukan menggunakan media pembelajaran Google Classroom oleh 15 (lima belas) siswa kelas X yang berbeda. Penelitian ini menunjukkan hasil tahap validasi media yang memperoleh rata-rata skor sebesar 3,52 dengan kategori Sangat Baik dan persentase kelayakan yang diperoleh sebesar 90,62% yang berada pada kategori Sangat Layak. Pada tahap validasi materi diperoleh rata-rata skor 3,2 dengan kategori Baik dan nilai persentase sebesar 80% yang berada pada kategori Sangat Layak. Dan pada tahap uji coba lapangan yang telah dilakukan yang menunjukkan rata-rata skor yang diperoleh sebesar 3,45 dengan kategori Baik dengan nilai persentase sebesar 86,27% yang berada pada kategori Sangat Layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa desain aplikasi google classroom layak sebagai media pembelajaran matematika siswa kelas X MAN Tarakan.

PENGARUH SELF REGULATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 5 TARAKAN

KULING
2024 · Book · Open Access

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi pada penelitian ini sebanyak 263 siswa kelas 8 dan teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik proportinal random sampling (pengambilan sampel dari tiap-tiap sub populasi yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah anggota dari masing-masing sub populasi secara acak) sehingga diperoleh sampel sebanyak 158 siswa. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner (angket) dan dokumentasi. Untuk angket yaitu angket self regulated learning yang telah divalidasi dan dokumentasi yaitu hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji T didapatkan hasil t hitung yaitu untuk self regulated learning sebesar -0,911. Jika dibandingkan t tabel dengan sampel sebanyak 158 dan taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 1,654 yang berarti -0,911 1,654 atau t hitung lebih kecil dari t tabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa H_0 ditolak dan H_1 diterima sehingga terdapat pengaruh antara self regulated learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Tarakan.

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPK FRATER DON BOSCO TARAKAN

LUSIA LISNAWATI LITO TUKAN
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPK Frater Don Bosco Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPK Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 33 siswa yang diambil dengan menggunakan tekning sampling jenuh. Data penelitian diperoleh menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner, dianalisis dengan Uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPK Frater Don Bosco Tarakan dengan r = 0,227 dan berada pada tingkat korelasi lemah. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, diketahui bahwa hubungan kebiasaan belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPK Frater Don Bosco Tarakan sebesar 5,15% dan 94,85% ditentukan oleh variabel lain.

PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 5 TARAKAN

AMELIA OKTAVIANI MARTINUS
2024 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar dan motivasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto. Sampel penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 152 orang siswa yang diambil dengan teknik Simpel Random Sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner, dianalisis dengan Uji Rank Spearman. Hasil analisis data menunjukan bahwa: (1) Tidak terdapat pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan dengan persamaan nilai signifikansi 0,777 > 0,05 (2) Tidak terdapat pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan dengan persamaan signifikansi sebesar 0,226 > 0,05.

Identifikasi Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan Ditinjau Dari Adversity Quotient

DESI AGUSTRIANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari adversity quotient. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi penelitian 120 siswa pada Kelas VIII MTs Negeri Tarakan Tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling, dimana 60 siswa sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan representasi matematis berbentuk uraian dan angket adversity quotient. Teknik analisis data yang digunakan ialah statistika deskriptif. Kemudian data tes diidentifikasi berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis, dan data angket diidentifikasi berdasarkan tingkat Adversity Quotient (AQ). Data yang telah diidentifikasi kemudian diklasifikasikan berdasarkan kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan didominasi oleh siswa yang memiliki kemampuan representasi matematis yang kurang dan memiliki Adversity Quotient (AQ) camper. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik dimana siswa climber menunjukkan kemampuan representasi matematis yang baik dan mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan representasi matematis dibandingkan siswa camper dan quitter. Siswa climber mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan mampu menyajikan permasalahan dengan kata-kata. Sedangkan siswa camper belum mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, belum mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan belum mampu menyajikan permasalahan dengan kata-kata. Adapun siswa quitter belum mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, belum mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan tidak memiliki kemampuan dalam mengolah informasi dengan kata-kata.

Analisis Pemahaman Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas VIII SMPN 13 Tarakan

RIZAL PARDIANSYAH
2024 · Book · Open Access

Pemahaman matematika merupakan suatu kompetensi dasar pada pelajaran matematika yang meliputi kemampuan siswa yang menyerap materi, mengingat rumus terhadap konsep matematika, serta mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan sejumlah data secara empiris berdasarkan fakta dilapangan atau secara alamiah. Dengan tujuan analisis pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada siswa kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Peneliti mengambil data dengan cara melakukan wawancara, observasi, maupun dokumentasi kepada empat subjek yang telah dipilih sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan dari segi kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika pada materi SPLDV. Pada subjek laki-laki (LK1) dan (LK2) didapatkan bahwa dari ketiga indikator pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin masih rendah terutama pada indikator yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yang ditanyakan. Berbeda dengan tingkat pemahaman siswa perempuan (PR1) dan (PR2) diantara ketiga indikator yang telah ditentukan siswa perempuan mampu menyelesaikan soal pada materi SPLDV dengan memiliki pemahaman yang baik. Maka dapat disimpulkan kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika siswa perempuan lebih unggul dari siswa laki-laki.

Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas IX dalam Menyelesaikan Soal Persaman Kuadrat

NURUL ATIKAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi memiliki persentase 14,44% dengan jumlah siswa 13 orang, siswa kategori sedang memperoleh persentase 34,44% dengan jumlah siswa 31 orang dan siswa kategori rendah memperoleh persentase 51,11% dengan jumlah siswa 46 orang.

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE PISA MENGGUNAKAN KONTEN QUANTITY KELAS VIII SMP NEGERI 9 TARAKAN

MUHAMMAD IQBAL PRIANDANA
2024 · Book · Open Access

Literasi matematika merupakan kemampuan memahami dan menggunakan konsep dasar matematika dalam berbagai konteks untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten quantity. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa di kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesulitan yang dialami oleh siswa dalam menyelesaikan soal PISA. Siswa dengan kategori rendah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal quantity sedangkan kategori sedang mengalami sedikit kendala dalam menyelesaikan soal quantity dan kategori tinggi tidak mengalami kesulitan sama sekali.Temuan tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan matematika siswa dengan hasil literasi matematika siswa. Dengan demikian, untuk meningkatkan literasi matematika siswa dapat dilakukan dengan guru merancang program pembelajaran yang sesuai dengan siswa, memberikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa, dan membiasakan siswa untuk menyelesaikan soal-soal bertipe PISA.

ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

WULANSARI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.