Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 70 dari 342

ANALISIS PENGARUH INFLASI, FOREIGN DIRECT INVESTMENT DAN NILAI KURS RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2015-2022

MUHAMMAD RIZKY ADRIAN
2024 · Book · Open Access

Tujuan dari penelitian in untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh inflasi, foreign direct investment, dan nilai kurs rupiah terhadap indeks harga saham gabungan IHSG di bursa efek Indonesia tahun 2015-2022 dalam hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per kuartal dalam rentang waktu mulai tahun 2015 hingga 2022 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Bank Indonesia, dan bursa efek Indonesia. Dalam penelitian in menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 12 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial). Bahwa inflasi(X1) dan FDI(X2) secara jangka pendek tidak berpengaruh signifikan namun nilai kurs rupiah(X3) berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan, Sedangkan jangka panjang inflasi(X1) dan nilai kurs rupiah(X3) tidak berpengaruh signifikan namun FDI(X2) berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Selanjutnya berdasarkan hasil f (simultan) bahwa variabel inflasi(X1), foreign direct investment(X2) dan nilai tukar rupiah(X3) secara bersama sama berpengaruh secara signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dengan tingkat signifikan α = 5% terhadap variabel dependen indeks harga saham gabungan(Y).

PENGARUH MINAT MEMBACA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS IV SD NEGERI 016 PANTAI AMAL TARAKAN

MIEYA OCTAVIYANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif survei, dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 siswa, dengan sampel 30 siswa. Sampel diambil dengan teknik Stratified Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Data hasil penelitian diolah dengan Software SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara minat membaca terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan. Dengan signifikansi pengaruh ditunjukan oleh t hitung 7.641 > t tabel 2,048. Koefesien korelasi sebesar 0,822 menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Koefisien determinasi menunjukan pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila sebesar 67,6% sedangkan 32,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain seperti kesehatan, bakat, dan motivasi sebagai faktor internal, serta keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai faktor eksternal.

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP SOPAN SANTUN PADA SISWA KELAS IV-C DI SD NEGERI UTAMA 2 TARAKAN

MEDIANISA AYUNI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru wali kelas dan 26 siswa kelas IV-C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan sudah diterapkan dengan baik melalui peran guru sebagai pendidik dan peran guru sebagai penasihat dimana guru sebagai pendidik dalam memberikan contoh sudah melakukan perannnya seperti guru melakukan pendekatan personal kemudian menjadi teladan siswa tentang baik buruknya berbicara kepada guru. Dalam melatih siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru memberikan arahan membiasakan siswa mengucapkan kata tolong, maaf dan terimakasih, menyapa teman dengan sopan dan membudayakan senyum, salam, sapa, sopan dan santun (5S). Dalam membimbing siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru mengamati perilaku yang tidak pantas dan tidak dapat diterima kemudian membimbing siswa. Dan peran guru sebagai penasihat ialah guru sudah memberikan masukan pada siswa yang kurang sopan saat berbicara dengan guru bahwa siswa harus menghargai perbedaan dan menghormati yang lebih tua. Guru juga memberikan masukan pada siswa yang menggunakan kata-kata kasar ketika berbicara dengan teman sebaya. Guru sudah memberikan layanan pada siswa yang membutuhkan bantuan dalam penyelesaian masalah seperti guru memahami masalah, kemudian merencanakan pemecahan dan penyelesaian masalah serta memeriksa kembali hasil yang di peroleh.

Analisis penanaman budaya sopan santun di kelas 1-B SDN 015 Tarakan

NOVI KRISTIANI
2024 · Book · Open Access

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school

KARAKTERISTIK KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

SITI NURHAFIDAH
2024 · Book · Open Access

Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.

PENYELESAIAN MASALAH OPERASI HITUNG PECAHAN BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS PADA SISWA YANG BERPIKIR KREATIF

NIRWANA
2024 · Book · Open Access

Berpikir kreatif merupakan proses berpikir dari berbagai gagasan dalam menyelesaikan suatu persoalan dan menghasilkan suatu produk dalam memecahkan masalah matematika yang memenuhi aspek kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan pada siswa yang berpikir kreatif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 25 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan, yang kemudian dipilih yang memenuhi indikator berpikir kreatif. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang memenuhi indikator berpikir kreatif untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hanya memenuhi 2 indikator yaitu kefasihan dan fleksibilitas. Pada tahap preparasi siswa dapat menuliskan informasi awal baik hal yang diketahui maupun yang ditanya pada soal dengan benar. Tetapi dalam hal menjelaskan maksud soal cenderung merasa kesulitan menyusun kata-kata. Pada tahap inkubasi siswa cenderung diam dengan memperhatikan informasi yang ada pada soal dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Pada tahap iluminasi, siswa mendapatkan ide atau strategi untuk memecahkan masalah yang dituangkan langsung pada kertas yang disediakan. Pada tahap verifikasi siswa memeriksa kembali ide yang diperolehnya atau jawaban yang sudah dituliskan.

DESKRIPSI PENERAPAN NILAI SILA KE DUA “KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB” PADA SISWA KELAS III-B SD NEGERI 031 TARAKAN

ROSSY ROSITHA
2024 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan nila sila ke dua kemanusiaan yang adil dan beradab pada siswa kelas III-B SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti suatu objek yang alamiah. dimana peneliti sebagai Instrumen Kunci. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen. teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik kelas III-B SD Negeri 031 Tarakan telah menerapkan nilai sila ke dua kemanusiaan yang adil dan beradab yang terlihat sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, sikap saling mencintai sesama manusia, mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya dan mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan teman lain, namun beberapa peserta didik belum menerapkan sikap hormat menghormati seperti masih ribut dikelas, keluar masuk pada saat jam pembelajaran berlangsung

EKSPLORASI PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU BERDASARKAN FLEKSIBILITAS KOGNITIF

AZZAHRA AMALIA MAULANA
2024 · Book · Open Access

Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.

LEVEL BERPIKIR GEOMETRI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V BEDASARKAN TEORI VAN HIELE

NUR FIDATUL HASANAH
2024 · Book · Open Access

Dalam proses pembelajaran matematika terutama materi geometri guru sudah menggunakan model serta metode pembelajaran dengan berbagai model tetapi siswa mengalami kesulitan untuk bisa memahami geometri karena terlalu abstrak. Selain itu, siswa tidak mampu mengikuti apa yang di ajarkan oleh guru, karena adanya perbedaan proses berpikir antara siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V bedasarkan teori Van Hiele. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan calon subjek 23 kemudian 1 subjek terpilih untuk dijadikan subjek dalam penelitian. Pemilihan subjek tersebut bedasarkan karakteristik level berpikir geometri Van Hiele. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes soal VHGT berupa 25 soal pilihan ganda dan pedoman wawancara. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu 23 siswa yang diteliti ditemukan bahwa terdapat satu siswa yang berada pada level berpikir geometri Van Hiele level 0 (pengenalan), 21 siswa berada pada level pre-0, dan satu siswa lagi tidak dapat ditentukan level berpikirnya atau berada di kategori nofit. Sehingga dapat dikatakan bahwa level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V masih rendah dan belum mencapai level yang diharapkan untuk siswa SD kelas V yaitu Level 1 (analisis).

DESKRIPSI SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN KELAS IV-A1 SDIT IBNU ABBAS TARAKAN

DINA MARIANI ANISA PUTRI
2024 · Book · Open Access

Tanggug jawab merupakan sikap atau perilaku individu yang mau melaksanakan tugas dan kewajibannya baik terhadap diri sendiri, orang lain, terhadap masyarakat dan negara serta kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap tanggung jawab siswa pada proses pembelajaran di kelas IV A1 SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi yang kemudian dikonfirmasi melalui wawancara. Peneliti mengambil 3 subjek yang sesuai dengan indikator sikap tanggung jawab untuk dilakukan wawancara secara mendalam. Adapaun hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek S1 mampu mengerjakan tugas sekolah dengan baik, ikut berpartisipasi dalam penyelesaian tugas kelompok, dan menggunakan waktu secara efektif, (2) subjek S2 mampu menyelesaikan tugas sekolah dengan baik, ikut berpartisipasi menyelesaikan tugas kelompok, dan menggunakan waktu secara efektif, (3) subjek S3 mengerjakan tugas sekolah dengan baik, ikut berpartisipasi penyelesaian tugas kelompok, dan menggunakan waktu secara efektif. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang memiliki sikap tanggung jawab pada proses pembelajaran dikelas.

Penghambat Niat Berwirausaha Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan

RITARIA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh hambatan pengetahuan kewirausahaan, hambatan finansial, hambatan dukungan keluarga terhadap niat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan instrument berupa kuesioner dan metode pengambilan sampel yaitu metode Non-probality Sampling, jumlah responden sebanyak 300. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan analisis linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hambatan pengetahuan kewirausahaan, 2) hambatan finansial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap niat berwirausaha. 3) hambatan dukungan keluaraga berpengaruh dan signifikan terhadap niat berwirausaha.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V B DI SDN 023 TARAKAN

RIA ANJARISMA
2024 · Book · Open Access

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 023 Tarakan, pada tahun 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter pada siswa kelas V B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai karakter diterapkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Perencanaan pembelajaran yang digunakan guru merupakan perencanaan yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan menyesuaikan nilai karakter yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaan, guru mengimplementasikan nilai karakter melalui kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah disesuaikan sebelumnya.

Kajian pupuk terpadu organik anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi wijen ( Sesamum indicum L )

REDAWATY ABDUL HARIS
2024 · Book · Open Access

Tanaman wijen (Sesamum indicum L.) merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi agroindustri sebagai bahan dasar penting produk pangan, minyak, farmasi, kosmetik, dan aneka industri. Tingkat produktivitas wijen di Indonesia tergolong rendah yaitu sebesar 465 kg/ha, padahal potensi produksinya dapat mencapai 1.600 kg/ha. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan pemenuhan nutrisi tanaman melalui pemupukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan pupuk terpadu organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wijen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor. PO kontrol (tanpa pemupukan), PI = 100 g/m, kotoran ayam + 10 g/m, pupuk NPK. P2100 g/m, kotoran ayam+15 g/m pupuk NPK. P3100 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. P4200 g/m, kotoran ayam+10 g/m, pupuk NPK. P5200 g/m, kotoran ayam+15 g/m pupuk NPK. P6200 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. P7300 g/m, kotoran ayam+10 g/m pupuk NPK. P8300 g/m, kotoran ayam+15 g/m, pupuk NPK. P9 - 300 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. Parameter yang diamati meliputi: Tinggi tanaman, Panjang dan jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, jumlah polong, Panjang polong, berat basah dan kering. Data dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut menggunkan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan. bahwa aplikasi pupuk organik kotoran ayam dan pupuk anorganik NPK berpengaruh nyata terhadap Panjang daun, jumlah daun, diameter batang pada umur 30 dan 100 HST dengan perlakuan P6 (Pupuk kotoran ayam 200g+20g Pupuk NPK), P7 (Pupuk kotoran ayam 300g+10g pupuk NPK) dan P9 (Pupuk kotoran ayam 300g+20g pupuk NPK).

PENGARUH KOMPENASI, MOTIVASI DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.PLN (PERSERO) ULP MALINAU

SITI PATIMAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Kerjasama Tim terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN (Persero) ULP Malinau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian ini adalah karyawan PT.PLN (Persero) ULP Malinau yang berjumlah 51 karyawan dengan teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan pengukuran variabel penelitian menggunakan skala likert untuk setiap pernyataan dari indikator variabel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel kompensasi, motivasi dan kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

PENGARUH INFLUENCER DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HANASUI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN(STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN)

RAEHAN FURQANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Influencer dan Inovasi produk terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Populasi dari penelitian ini adalah konsumen Produk Hanasui di Kota Tarakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan total 160 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala Likert. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 29.0, hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel Influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian , Inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Asuhan komprehensif pada Ny. R di Puskesmas Karang Rejo

OKEN JELIANTI
2024 · Book · Open Access

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Di Wilayah Puskesmas Karang Rejo RINGKASAN Pelayanan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir. Tujuan dari pelayanan kebidanan ini adalah untuk dapat mendeteksi apa yang terjadi pada seorang wanita mulai dari masa kehamilan, persalinan, lahirnya bayi hingga masa nifas serta melatih cara melakukan pengkajian, memberikan diagnosis yang akurat, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, menentukan tindakan segera, merencanakan dan bertindak sesuai kebutuhan ibu serta mampu mengevaluasi tindakan yang dilakukan Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity Of Care yang dilakukan penulis dimulai pada kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai dari tanggal 14 Maret 2024 – 29 Maret 2024. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di Puskesmas Karang Rejo. Kunjungan hamil dilakukan sebanyak satu kali, kunjungan bersalin satu kali, kunjungan nifas dan bayi baru lahir dua kali. Sehingga penulis melakukan kunjungan komprehensif sebanyak enam kali. Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 14 Maret 2024 dengan usia kehamilan ibu 39 minggu 4 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 29 Maret 2024 pada usia kehamilan ibu 41 minggu 5 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung selama 2 jam, dan kala II berlangsung selama 30 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung salama 5 menit setelah oksitosin disuntikkan, palsenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekkan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau tanda-tanda vital ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 40 cc, terdapat laserasi perineum derajat 2 dan telah dilakukan penjahitan dengan anastesi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 29 Maret 2024 sampai tanggal 8 april, dengan hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, TFU 1 jari dibawah pusat, terdapat penegluaran lochea rubra dan bekas jahitan periuneum masih basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengkuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3.500 gr, panjang badan 47 cm, lingkar kepala 32 cm, dan lingkar dada 31 cm. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak tedapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

NADIA OCTAVIA RISKY
2024 · Book · Open Access

Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem reproduksi (fungsi, komponen dan, proses) yang dimiliki remaja baik secara fisik, mental, emosional, dan spiritual. masalah organ reproduksi pada remaja perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena masalah tersebut paling sering muncul di negara berkembang termasuk indonesia. Kebersihan diri merupakan hal penting dalam menentukan kesehatan organ reproduksi remaja putri, terutama menghindari infeksi organ reproduksi. Tujuan penelitian ingin mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygiene di SMAN 2 Tarakan. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. hasil penelitian diperoleh mayoritas usia remaja pada, mayoritas pengetahuan remaja putri memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 3 orang (8,4%). diharapkan bagi peneliti lain agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan mencari faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene pada remaja putri.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. N Di Wilayah Puskesmas Pantai Amal

SHINTA PRAMITHA
2024 · Book · Open Access

Pelayanan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir. Tujuan dari pelayanan kebidanan ini adalah untuk dapat mendeteksi apa yang terjadi pada seorang wanita mulai dari masa kehamilan, persalinan, lahirnya bayi hingga masa nifas serta melatih cara melakukan pengkajian, memberikan diagnosis yang akurat, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, menentukan tindakan segera, merencanakan dan bertindak sesuai kebutuhan ibu serta mampu mengevaluasi tindakan yang dilakukan Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity Of Care yang dilakukan penulis dimulai pada kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai dari tanggal 18 Maret 2024 – 20 Maret 2024. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di Puskesmas Pantai Amal. Kunjungan hamil dilakukan sebanyak satu kali, kunjungan bersalin satu kali, kunjungan nifas dan bayi baru lahir satu kali. Sehingga penulis melakukan kunjungan komprehensif sebanyak empat kali. Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 18 Maret 2024 dengan usia kehamilan ibu 39 minggu 2 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 19 Maret 2024 pada usia kehamilan ibu 39 minggu 3 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung selama 5 jam 20 menit, dan kala II berlangsung selama 27 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung salama 8 menit setelah oksitosin disuntikkan, palsenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekkan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau tanda-tanda vital ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 100 cc, terdapat laserasi perineum derajat 2 dan telah dilakukan penjahitan dengan anastesi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 20 Maret 2024, dengan hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, TFU 1 jari dibawah pusat, terdapat penegluaran lochea rubra dan bekas jahitan periuneum masih basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengkuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3.000 gr, panjang badan 48 cm, lingkar kepala 32 cm, dan lingkar dada. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. N selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak tedapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.