USWATUN HASANAH
2024 · Book · Open Access
Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh tiap-tiap anak didik. Jika anak didik memiliki keterampilan membaca yang baik, maka mereka akan mudah memahami informasi yang dibaca. Begitu sebaliknya, jika anak didik memiliki kemampuan membaca yang rendah, maka tentunya hal tersebut akan menjadi hambatan dalam proses belajarnya. Sehingga dalam hal ini, terdapat salah satu siswa kelas VII tepatnya di sekolah SMPN 3 Tanjung Palas Utara, yang mengalami kemampuan membaca rendah. Dengan adanya kemampuan membaca rendah tersebut, memberikan dampak yang signifikan dalam aspek kehidupan siswa. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk membahas terkait dampak kemampuan membaca yang rendah pada siswa di SMPN 3 Tanjung Palas Utara. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus telah digunakan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mewawancarai sumber data primer yang terdiri dari siswa berinisial r dan data sekunder yang terdiri dari wali kelas serta orang tua siswa. Penelitian ini menemukan beberapa dampak signifikan pada siswa berinisial r yang memiliki kemampuan membaca rendah, yang meliputi prestasi akademik berupa nilai rendah dan hasil belajar rendah. Kemudian, terdapat komunikasi interpersonal berupa hambatan dalam berkomunikasi siswa dengan teman, orang lain dan guru. Sedangkan pada segi psikologis, siswa memiliki kurangnya kepercayaan diri. Selain itu, terdapat masalah kognitif siswa yang meliputi kesulitan dalam mata pelajaran, masalah memori dan bahasa, kesulitan berkosentrasi, kesulitan mengerjakan tugas, kesulitan berfikir, serta kesulitan dalam memahami materi. Sedangkan pada emosional siswa terdapat rasa cemas, tidak nyaman, merasa terganggu, dan bingung ketika diminta untuk membaca. Kemudian terdapat dampak lain berupa ketinggalan pelajaran, malas membaca, serta tidak naik kelas. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan sebuah rekomendasi pada penelitian selanjutnya untuk memberikan pendekatan maupun intervensi yang tepat dalam mengatasi kemampuan membaca rendah.
MERLIN SAMUEL
2024 · Book · Open Access
Tari pa’gellu’ merupakan tarian yang mengandung unsur sukacita yang biasanya dipentaskan pada saat upacara adat yang sifatnya riang atau dalam suasana kebahagiaan seperti pentahbisan rumah, acara pernikahan, panen padi, acara penyambutan tamu, upacara adat maupun acara adat lainnya yang mengandung unsur sukacita atau kebahagiaan. penelitian ini menguraikan bahwa dengan adanya tarian tradisional khususnya tari pa’gellu’ ini yang mengandung nilai moral dapat meningkatkan pemahaman moral masyarakat Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam tarian pa’gellu’ khas suku toraja sebagai penguatan moral siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun tempat penelitian ini yaitu di Jl. P. Aji Iskandar, Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei s.d Juni. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari wawancara, observasi, dan triangulasi atau gabungan. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh pelatih dan penari tarian pa’gellu’ dan dilihat terdapat adanya nilai-niali moral yang terkandung dalam tarian tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitaif untuk menjabarkan atau menjelaskan secara terperinci bahwa dalam gerakan tarian pa’gellu’ ini memiliki nilai-nilai moral dengan indikator yaitu sopan santun, kejujuran, tanggungjawab, mematuhi aturan dan kepedulian. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Kecamatan Tarakan Utara di Jl. P. Aji Iskandar, Juata Laut secara umum mengambarkan bahwa dalam tarian pa’gellu’ ini memiliki nilai moral yang dapat dijadikan sebagai acuan atau pedoman sebagai penguatan moral pada individu. Kata Kunci : Moral, Suku Toraja, dan Tari Pa’gellu’.
SULIKAH
2024 · Book · Open Access
.
MELDELIN BETI VERPETUA
2024 · Book · Open Access
Kemandirian belajar perlu diberikan kepada peserta didik supaya mereka memiliki tanggung jawab dalam mengatur dan mendisiplinkan dirinya dan dalam mengembangkan kemampuan belajar atas kemauannya sendiri siswa yang memiliki kemandirian tinggi dapat dilihat dari beberapa indikator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei serta pengumpulan data melalui angket. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 dari 1.525 populasi yang terdiri dari siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Tarakan sebagian besar berada pada kategori rendah dengan jumlah responden sebanyak 73 (52%). Kemandirian belajar siswa dilihat dari beberapa indikator yaitu hakikat mandiri berada di kategori rendah dengan jumlah responden 93 (66%) , tujuan mandiri berada di kategori rendah dengan jumlah responden 96 (69%), etos kerja berada di kategori rendah dengan jumlah responden 91(65%), rasa ingin tahu berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 72(51%), keberanian berada di kategori rendah dengan jumlah responden 69(49%), profesional berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 58(41%), kesadaran belajar berada di kategori rendah dengan jumlah responden 76(54%), dan menjadi pembelajar sepanjang hayat berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 77(55%)
NUR AIDA
2024 · Book · Open Access
Setiap pasangan suami istri tentunya berharap untuk memiliki kehidupan keluarga yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Namun tidak bisa kita pungkiri kehidupan berkeluarga memang tidak hanya tentang kasih sayang dan kebahagian. Baik sepasang suami istri bahkan sebuah keluarga juga dapat menghadirkan konflik yang aneh akibat kesalahpahaman atau ketidak sesuai antara satu sama lain diantara anggota keluarga. Konflik yang tidak kian usai dapat menimbulkan KDRT. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga menjelaskan bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (untuk selanjutnya disebut dengan UU No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbul nya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. KDRT merupakan permasalahan yang telah mengakar sangat dalam dan terjadi di seluruh negara di dunia. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian berupa hukum normatif atau studi pustaka. Penelitian hukum normatif berdasarkan bahan-bahan hukum primer dan sekunder. Yaitu dengan pembentukan hukum yang berlaku, penelitian digunakan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data skunder Penelitin Hukum normatif. Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 106/Pid.Sus/2022/PN Tar. Hal-hal yang menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dengan memperhatikan keadaan yang memberatkan dan keadaan yang meringankan. Keadaan yang memberatkan adalah atas perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami trauma dan rasa sakit, serta korban juga tidak mau melanjutkan perkawinannya dengan terdakwa. Maka bentuk pengaruh terhadap korban yang mengalami KDRT berdampak negatif yang signifikan terhadap korban yang mengalami trauma dan lain sebagainya. Kemudian keadaan yang meringankan adalah terdakwa mengakui perbuatannya dan terdakwa juga telah dimaafkan oleh korban. Dengan menunjukan pengakuan atau penyesalan maka terdakwa berpotensi untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatannya dimasa depan.
MARIO WAHYU BAYU SETIAWAN
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak di butuhkan pada masyarakat sehingga perlu ditingkatkan cara budidaya nya, dalam buah mentimun terdapat kandungan gizi yang sangat melimpah. Tingkat produktivitas mentimun di Kota Tarakan hingga tahun 2020 tergolong rendah yaitu sebesar 39,416 kuintal. Peningkatan pertumbuhan dan produski mentimun dapat dilakukan dengan pemanfaatan mulsa alang-alang dengan waktu pemberian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : M0 = kontrol(tanpa mulsa), M1 = pemasangan mulsa saat tanam bersamaan, M2 = pemasangan mulsa 1 MST dan M3 = pemasangan mulsa 2 MST. Parameter yang di amati meliputi : Tinggi tanaman, Diameter batang, Jumlah daun, Jumlah buah, Panjang buah, Diameter buah dan Berat buah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di uji lanjut menggunakan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian waktu pemasangan mulsa saat tanam bersamaan (M1) berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman 2 MST (8,25 cm), 3 MST (74,39 cm) dan 4 MST (112,37 cm). Peningkatan diameter batang diameter batang 2 MST (0,38 mm), 3 MST (0,68 mm) dan 4 MST (0,88 mm). Peningkatan jumlah daun 2 MST (4,00 helai), 3 MST (11,54 helai) dan 4 MST (17,83 helai). Pertambahan jumlah buah sebanyak 4,58. Peningkatan panjang buah sebanyak 28,88 cm. Peningkatan diameter buah sebesar 4,69 cm dan Peningkatan bobot buah sebesar 471,68 gram. Kata kunci: Waktu pemasangan mulsa,pertumbuhan dan produksi organik dan nonorganik, mentimun
PERU FIRSED
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan eksekusi riil putusan perkara perdata di Pengadilan Negeri Tarakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan mempelajari norma-norma atau peraturan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan eksekusi riil di Pengadilan Negeri Tarakan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: permohonan eksekusi, aanmaning (peringatan), sita eksekusi, penetapan eksekusi, pelaksanaan eksekusi oleh jurusita, pengosongan objek eksekusi, dan bila diperlukan dapat meminta bantuan aparat keamanan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan eksekusi riil antara lain: adanya perlawanan fisik dari pihak tereksekusi, penundaan eksekusi karena perlawanan pihak ketiga, amar putusan yang kurang jelas, penghentian eksekusi karena perdamaian para pihak, penolakan pihak tereksekusi, dan adanya campur tangan pihak ketiga. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan koordinasi antar pihak terkait dan penyempurnaan prosedur pelaksanaan eksekusi riil untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul, sehingga dapat mewujudkan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak.
JERRI YOSEP
2024 · Book · Open Access
EFEKTIVITAS TEPUNG MAGGOT (Hermetia illunces) DAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Tepung maggot (Hermetia illunces) adalah larva dewasa dari lalat Black Soldier Fly yang dijadikan tepung untuk digunakan sebagai bahan alami dalam meningkatkan kandungan nutrisi pakan seperti protein. Sedangkan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) berasal dari daun tanaman pepaya yang mengandung enzim papain bersifat protease yang dapat memecah protein menjadi asam amino untuk mendukung metabolisme dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari tepung maggot (Hermetia illunces) dan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 5 perlakuan 3 ulangan, P0 (Kontrol), P1 (Tepung maggot 40 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P2 (Tepung maggot 30 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P3 (Tepung maggot 20 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram), P4 (Tepung maggot 10 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram). Nilai tertingi yang didapatkan pada Panjang Mutlak, Berat Mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Fed Converion Ratio (FCR), terdapat pada P1 (Tepung maggot 40 gram dan Tepung daun pepaya 2 gram) sedangkan Survival Rate (SR) pada semua perlakuan tidak mengalami kematian pada ikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efektivitas dari tepung maggot dan tepung daun pepaya pada pakan komersil mampu memberikan rasio pertumbuhan ikan nila yang lebih tinggi.
MASITA
2024 · Book · Open Access
.
RESKY AMALIA
2024 · Book · Open Access
Kekerasan seksual merupakan perbuatan yang bener-bener keji di lingkungan Masyarakat, Dimana kasus ini yang menjadi korban tidak hanya orang dewasa tetapi remaja bahkan anak dibawah umur. Bentuk kekerasan seksual ini mencangkup berbagai Tindakan seperti pemerkosaan, pencabulan, dan eksploitasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswa/muridnya serta untuk mengevaluasi putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris, yang mengandalkan data empiris untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seskual masih sering terjadi di lingkungan Pendidikan, dengan factor penyebabnya termasuk ketidakmampuan anak-anak untuk melawan dan rentannya merka baik secara fisik maupun psikis. Bentuk-bentuk kekerasan seksual yang teridentifikasi meliputi verbal, non-verbal, fisik, dan non- fisik, yang mengakibatkan ketidaknyamanan, ketakutan, dan trauma pada korban. Penelitian ini juga mengevaluasi bahwa putusan hakim terhdap pelaku kekerasan seksual umumnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Hakim memutuskan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, termasuk keterangan saksi-saksi yang konsisten, keterangan terdakwa, serta bukti-bukti fisik seperti surat hasil visum et repertum. Penilaian hakim juga mempertimbangkan faktor yang dapat memberatkan dan meringankan terdakwa untuk menetapkan hukuman yang seadil-adilnya, sehingga memberikan keadilan kepada Masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan serta kepatuhan system peradilan terhadap prosedur hukum untuk mencapai keadilan yang setimpal bagi semua pihak yang terlibat.
PUPUT PUJI ARIANTI
2024 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor tingginya peredaran Narkotika di Kota Tarakan serta mengetahui berbagai faktor penghambat dalam penegakan hukum sebagai upaya pengendalian peredaran narkotika jenis sabu, sejalan dengan yang tertuang dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (UU Narkotika), terkait bagaimana Hukum pidana ditegakkan dalam rangka melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah kota Tarakan sebagai Kawasan yuridisnya. Skripsi ini disusun menggunakan metode penelitian empiris, yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung di lapangan dengan mengkaji timbulnya suatu peristiwa hukum di masyarakat Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini berupa data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan dan dituangkan sebagai hasil penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber hukum lain seperti buku, jurnal, artikel, data internet, laporan hasil kerja dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama berdasarkan UU Narkotika, narkotika terbagi menjadi 3 (tiga) golongan berdasarkan fungsi dan daya adiksinya. Kedua pengaruh tingginya angka peredaran Narkotika Jenis sabu dipengaruhi oleh berbagai faktor baik secara internal maupun eksternal dari sisi Masyarakat dan penegak hukumnya sendiri. Ketiga hambatan penegakan hukum dalam melakukan pemberantasan kegiatan penyelundupan dan peredaran Narkotika di Kota Tarakan dipengaruhi oleh keterbatasan personil atau teaga ahli dalam menangani kegiatan P4GN, kedekatan interaksi yang seharusnya tidak terjalin antara penegak hukum dan bandar serta faktor geografis Kota Tarakan yang menjadikannya sebagai jalur sutra yang diincar oleh para pelaku peredaran Narkotika.
GILANG RIVALDY
2024 · Book · Open Access
.
WAHYU HIDAYAT
2024 · Book · Open Access
.
SALMAH
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan berpikir kritis dalam penerapan pembelajaran matematis siswa kelas XI SMK Negeri 4 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan dua siswa kelas XI SMK Negeri 4 Tarakan yang berinisial 01 dan 02. Berdasarkan hasil wawancara, kemampuan berpikir kritis matematis siswa dianalisis melalui lima aspek indikator yaitu Elementary Clarification, Basic Support, Inference, Advanced Clarification, dan Strategy and Tactics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua siswa tersebut memiliki variasi kemampuan dalam setiap aspek tersebut. Pada aspek Elementary Clarification dan Basic Support, siswa 01 menunjukkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan siswa 02. Namun, pada aspek Inference dan Advanced Clarification, kedua siswa menunjukkan kemampuan yang relatif seimbang. Sedangkan pada aspek Strategy and Tactics, siswa 02 menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa 01. Temuan ini memberikan gambaran tentang profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
NURAISYAH BASIR
2024 · Book · Open Access
Pernikahan Dini di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. UNICEF mencatat Indonesia sebagai peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 asean. DP3KB juga mencatat bahwa di Kalimantan Utara terdapat 135 kasus pernikahan dini. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi angka pernikahan dini, diantaranya dengan memberikan informasi. Penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap pernikahan dini dan belum tersedianya media yang berisi informasi terkait pernikahan dini. Ada berbagai media yang dapat digunakan diantaranya adalah media modul. Modul yang dikembangkan berisi tentang pengertian pernikahan dini, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini dan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk mencegah pernikahan dini yang terdiri dari layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi. Media modul ini dibuat agar bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan dasar pencegahan pernikahan dini kepada peserta didik yang ada disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan modul sebagai media untuk mencegah pernikahan dini. Pengembangan media modul ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan bahasa, dan satu guru BK. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan bahasa diperoleh persentase sebesar 75% dengan kriteria “Layak”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari satu subjek diperoleh persentase sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul layanan dasar bimbingan dan konseling dalam mencegah pernikahan dini di SMA Negeri 1 Nunukan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
CARLES JAMAL
2024 · Book · Open Access
Penelitan ini bertujuan untuk mengeksplorasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan Pada Tahun Ajaran 2023/2024. Tantangan yang dihadapi termasuk pemahaman yang belum menyeluruh terhadap konsep Merdeka Belajar, kekurangan dalam sumber daya manusia seperti keterbatan kemampuan teknologi informasi guru, kurangnya guru pendamping, dan kekurangan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi dalam mengaplikasikan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurangnya alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur capaian kompetensi dalam pembelajaran Merdeka Belajar juga menjadi hambatan. Peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah juga ditekankan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang memfokuskan pada pemahaman mendalam tentang fenomena, pengalaman, persepsi, dan konteks yang kpmpleks. Penelitian dilakukan di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan, dengan menggunakan teknik wawancara, obserbasi, dokumentasi, dan penyebaran angket/kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi penelitian ini adalah 25 siswa kelas VII di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan siswa kelas VII tergolong tinggi, dengan 64% siswa berada dalam kategori “Tinggi”. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama dalam pengembangan modul ajar yang sesuai dengan karakter peserta didik, keterbatasan pengetahuan guru, dan kekurangan referensi yang relevan dengan materi pembelajaran.
JENIS PUSPITASARI
2024 · Book · Open Access
.
PARIDAH AR
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa perilaku sintaksis verba pada naskah cerita pendek berbahasa Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kalimat verba yang mengandung ketransitifan. Sumber data penelitian ini adalah sumber data yang datanya diperoleh melalui analisis yang dilakukan pada naskah cerita pendek berbahasa Bulungan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, rekam, dan catat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 37 (tiga puluh tujuh) data yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu ditemukan sebanyak 19 (Sembilan belas) data verba transitif yang masuk ke dalam ekatransitif karena menunjukan verba tersebut diikuti oleh objek di belakangnya dan data tersebut bisa dipasifkan, kemudian sebanyak 2 (dua) data verba transitif yang masuk ke dalam dwitransitif karena menunjukan verba tersebut menggunakan dua nomina dibelakangnya (satu sebagai objek dan satu lagi sebagai pelengkap) dan sebanyak 16 (enam belas) data untuk verba taktransitif yang datanya menunjukan bahwa tidak ada penggunaan objek dibelakangnya, adapun nomina yang terdapat di belakangnya tidak tergolong sebagai objek melainkan sebagai pelengkap.
HARMININGSIH
2024 · Book · Open Access
Harminingsih, 2024. Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Student Wellbeing Kelas VIII Di SMP Negeri 14 Tarakan. Pembimbing utama Ibu Nurul Fadilah, S.Pd., M.Pd dan pembimbing anggota Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa sebanyak 33 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 10 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan student wellbeing kelas VIII di SMP Negeri 14 Tarakan. Student wellbeing merupakan suatu keadaan dimana individu memiliki sikap positif, rasa kepuasaan yang ada dalam dirinya, rasa aman dan tentram, dapat mengembangkan potensi dalam dirinya yang dipengaruhi oleh beberapa lingkungan disekitarnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-test menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,000 0,05 maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima yang artinya bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan student wellbeing siswa kelas VIII di SMP Negeri 14 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Prestest yang diperoleh 10 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 1 (10%) siswa memiliki tingkat Student Wellbeing Tinggi, 9 (90%) siswa memiliki tingkat Student Wellbeing Sedang. Adapun pada hasil skor Posttest terdapat 6 (60%) siswa memiliki tingkat Student Wellbeing Tinggi dan 4 (40%) siswa yang memiliki tingkat Student Wellbeing sedang. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada siswa secara efektif sudah mampu dipahami dan diaktualisasikan guna terpenuhi kebahagiaan dan perilaku kearah positif secara optimal.
NUR HIDAYAH
2024 · Book · Open Access
Pengembangan kurikulum salah satu bagian dari proses pengembangan, salah satu muatan pada Profil Pelajar Pancasila yaitu dimensi berkebhinekaan global. Dimensi berkbhinekaan global sangat penting karena salah fondasi utama dalam membentuk pelajar yang siap menghadapi dunia yang semakin terhubung secara global. Siswa yang berkebinekaan global akan lebih memahami mengenai perbedaan agama, budaya, dan latar belakang lainnya, yang membantu mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik dengan teman sebaya dari berbagai latar belakang. Peserta didik dapat mengenal dan mengahargai budaya, menguasai komunikasi dan interaksi antar budaya dan dapat melestaraikan keberagaman budaya. Berhubungan dengan ini dapat menarik minat peserta didik untuk mengenal dan memahami keberagaman budaya yang ada disekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk. Media Big Book yang dikembangkan yang dikemas dalam bentuk pembelajaran yang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dari segi kelayakan pada pengembangan Big Book cerita rakyat benayuk sebagai media Berkbhinekaan Global Siswa. Hasil validasi dari ahli media diperoleh persentase sebesar 84% dengan nilai skor 84 termasuk pada kriteria “Layak”, hasil validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 96% dengan skor 73 termasuk pada kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Big Book sebagai media berkbhinekaan global memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.