Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.830 item publik

Publikasi

Halaman 4 dari 342

PENGARUH TEKNIK STRENGTH BOMBARDMENT UNTUK MENINGKATKAN SIKAP EMPATI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 TARAKAN

UMMI NURHAFIFAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Strenght Bombardment untuk meningkatkan sikap empati siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Empati adalah kemampuan merasakan dan memahami perasaan orang lain. Empati tidak hanya mencakup kemampuan memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain (komponen kognitif), tetapi juga kemampuan memberikan respons emosional yang sesuai terhadap perasaan orang lain (komponen afektif). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang menunjukkan sikap empati yang kurang, seperti kurang peka terhadap perasaan orang lain, kurang peduli terhadap teman, serta kurang mampu memahami kondisi dan sudut pandang orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria siswa yang memiliki tingkat empati rendah dan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling. Teknik Pengumpulan data menggunakan skala sikap empati, Teknik Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Adapun uji hipotesisnya dengan analisis paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor sikap empati siswa sebelum diberikan perlakuan (pretest) sebesar 104,00 (57,78%) sedangkan setelah diberikan perlakuan (posttest) meningkat menjadi 120,67 (67,04%) Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 16,03% poin persentase. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t-test sebesar -7,143 dengan df = 7 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor sikap empati siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik Strenght Bombardment melalui layanan konseling kelompok berpengaruh terhadap peningkatan sikap empati siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.

Pengaruh Layanan Informasi Menggunakan Media Pohon Karir Terhadap Perencaan Karir Siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan

SYARIFAH MUTMAINAH AL HASNI
2026 · Book · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan informasi menggunakan media pohon karir berpengaruh terhadap perencanaan karir siswa kelas VIII di MTs Negeri Tarakan. Perencanaan karir siswa yang belum optimal ditandai dengan ketidakpahaman mengenai bakat, minat, dan potensi diri, sehingga banyak siswa memilih sekolah lanjutan bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan sendiri, melainkan karena dorongan orang tua maupun teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan layanan informasi melalui bimbingan konseling menggunakan media pohon karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik simple random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala Likert perencanaan karir. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan software SPSS versi 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori tinggi (55%) dan sangat tinggi (42%) dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 121,39, sedangkan setelah pemberian posttest hampir seluruh siswa (94%) berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata (mean) meningkat menjadi 149,84. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Z sebesar -4,861 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya layanan informasi menggunakan media pohon karir terbukti berpengaruh terhadap peningkatan perencanaan karir siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan.

Pengembangan Papan Media Nilai Tempat Berbasis Wilayah Pesisir untuk Materi Bilangan Cacah pada Siswa Kelas III-D di SDN 019 Tarakan

SARINA
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir pada materi nilai tempat bilangan cacah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan terhadap konsep nilai tempat dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan, di mana saat uji coba awal melibatkan 10 siswa dan pada saat uji coba lapangan sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,57% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba awal memperoleh persentase ketertarikan siswa sebesar 98,67% dengan kategori sangat menarik. Media yang dikembangkan mampu membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan cacah secara lebih konkret, meningkatkan keaktifan, serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

KEBERLANJUTAN WILAYAH PENGHASIL TAMBANG TERENDAH DAN TERTINGGI DI INDONESIA

ANGGI SITI BAROKAH
2026 · Book · Open Access

Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi daerah. Namun, tingginya kontribusi sektor tersebut belum tentu mencerminkan tingkat keberlanjutan wilayah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat keberlanjutan daerah dengan kontribusi PDRB sektor pertambangan dan penggalian tertinggi dan terendah di Indonesia menggunakan metode Regional Sustainable Account (RSA). Penelitian dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan tinggi, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan rendah selama periode 2019-2024. Analisis dilakukan melalui pengukuran dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang membentuk nilai RSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan kontribusi sektor pertambangan yang tinggi tidak selalu memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan daerah dengan kontribusi yang rendah. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengalami peningkatan keberlanjutan dari kategori Chronic Unsustainable dan Unsustainable pada tahun 2019 menjadi kategori Almost Sustainable pada tahun 2024. Sementara itu, DI Yogyakarta bertahan pada kategori Almost Sustainable dengan nilai keberlanjutan yang meningkat, dan DKI Jakarta secara konsisten berada pada kategori Good Sustainable. Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian bukan merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan wilayah. Tingkat keberlanjutan lebih dipengaruhi oleh kemampuan daerah dalam

Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Menggunakan Metode Storyteling Kisah Nabi Terhadap Akhlak Mazmumah Siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan

ASY SYIFA ANAN
2026 · Book · Open Access

This study aimed to examine the effect of classroom guidance services using prophetic storytelling on akhlak mazmumah (blameworthy characteristics) among eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan. Akhlak mazmumah refers to blameworthy traits, attitudes, speech, and behaviors that are embedded in or manifested by an individual and are inconsistent with the values of Islamic teachings, potentially causing harm to oneself or others. In this study, akhlak mazmumah was specifically conceptualized as forms of undesirable behavior displayed by students in their daily interactions within the school environment and in their relationships with peers. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 32 students from Class VIII-D who were selected using cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire administered before and after the intervention. The intervention was delivered through classroom guidance services using prophetic storytelling over five sessions, with the instructional content aligned with indicators of akhlak mazmumah. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The hypothesis was tested using a paired-samples t-test. The results showed that the mean pretest score was 95.09 (67.92%), whereas the mean posttest score was 68.19 (48.71%), indicating a decrease of 26.906 points (19.22%) in the mean score. The paired-samples t-test yielded a t value of 14.410, df = 31, and a significance value of 0.000 0.05. Thus, a statistically significant difference was found between students’ scores before and after the implementation of classroom guidance services using prophetic storytelling. These findings indicate that classroom guidance services using prophetic storytelling were associated with changes in the akhlak mazmumah of eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan.

HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT INSTALASI PERAWATAN INTENSIF DI RUMAH SAKIT “X”

EMMA FITRI YASIFA
2026 · Book · Open Access

Perawat Instalasi Perawatan Intensif memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan secara terus-menerus kepada pasien kritis dengan pemantauan khusus, sehingga tuntutan pekerjaan seperti sistem kerja shift dapat memengaruhi kualitas tidur perawat. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Sleep hygiene Index (SHI) untuk mengukur sleep hygiene dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sleep hygiene kategori baik sebanyak 79 responden (98,8%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 66 responden (82,5). Hasil analisis bivariat dengan uji Gamma didapatkan nilai p = 0,322 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 1.000, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat mengenai sleep hygiene dan kualitas tidur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja guna mendukung kualitas tidur dan keselamatan kerja perawat.

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK PADA TATO DAYAK KENYAH LEPO' KE DI DESA LONG TEBULO KECAMATAN BAHAU HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR)

MARTINUS LENJAU
2026 · Book · Open Access

Tradisi tato Dayak Kenyah Lepo’ Ke di Desa Long Tebulo merupakan warisan budaya yang mengandung nilai filosofis, spiritual, dan sosial, tetapi semakin terancam oleh modernisasi, pengaruh agama, dan melemahnya pewarisan budaya sehingga perlu didokumentasikan melalui kajian folklor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dua informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengidentifikasi lima motif tato tradisional, yaitu Kalung Ilak, Kalung Tebuku, Kalung Besulan, Kalung Kabuk, dan Kalung Se'. Adapun makna yang terkandung didalam jenis-jenis tato yang telah diteliti, dari kelima jenis makna tato yang telah diteliti terdapat dua jenis makna tato yang digunakan oleh para tetua adat dan bangsawan yaitu, tato kalung ilak dan kalung kabuk yang bermakna sebagai kehormatan puncak tertinggi dalam struktur dan memilliki kekuasaan tertinggi pada suku Dayak lepo’ke, sedangkan untuk tiga makna tato yaitu kalung tebuku, kalung besulan dan kalung se’ tato yang bermakna sebagai bagaimana perjalanan hidup seseorang dan digunakan sebaagai bentuk eksistensi kelas mengah kebawah.

Analisis Istilah Slang yang digunakan dalam Film "Imaginary Friends (IF)"

PITRI
2026 · Book · Open Access

Slang is a variation of language commonly used in informal communication and frequently encountered in film dialogue. This research aimed to analyze the types of slang, both denotative and connotative meanings, used in the "Imaginary Friends (IF)" movie. This researcher employed a descriptive qualitative approach using content analysis as the research method. The theory proposed by Allan and Burridge (2006) was applied to classify the types of slang. The results showed that there were 27 slang expressions in the movie. The most dominant types of slang were flippant type with 10 expressions, fresh and creative type with 9 expressions, followed by clipping type with 4 expressions and imitative type with 4 expressions, meanwhile expressions of acronym were not found. Based on a semantic analysis, 19 expressions had connotative meanings and 8 expressions had denotative meanings. The connotative meanings consisted of 14 negative connotations and 5 positive connotations, meanwhile the denotative meanings consisted of 4 positive denotations and 4 negative denotations. These findings indicated that slang in the "Imaginary Friends" movie was used more to convey implicit meanings, emotions, and attitudes than literal meanings, thereby enhancing character expression and the context of the conversation. The finding of this study was expected to contribute to sociolinguistic and semantic research, and serve as a reference for students, educators, and future researchers in understanding and analyzing the use of slang in audiovisual media, particularly films.

PEMERTAHANAN PADA BAHASA BULUNGAN DI KELURAHAN TANJUNG SELOR HILIR (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

RAFI' IFTIKHOR
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemertahanan Bahasa Bulungan dalam ranah rumah tangga, pendidikan dan masyarakat serta faktor yang memengaruhi penggunaannya di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pewarisan bahasa antargenerasi. Data diperoleh melalui metode cakap dengan teknik pancing dan dokumentasi dari 14 informan yang terdiri atas orang tua, remaja dari keluarga bersuku Bulungan, serta pihak Dinas Pendidikan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Bulungan sangat bergantung pada konsistensi penggunaannya dalam keluarga dan keberlanjutan pewarisan kepada generasi muda. Penggunaannya dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa dalam keluarga, lingkungan sosial, serta kecenderungan generasi muda menggunakan Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Bulungan dalam keluarga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah antargenerasi.

Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ( Kajian Folklor)

WISLIANTO
2026 · Book · Open Access

WISLIANTO, 2026* Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan (Kajian Folklor). (Dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S.,M.Pd dan Rita Kumala Sari, S.Pd.,M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual kematian tradisional masyarakat Dayak Agabag di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, serta menjelaskan makna dan fungsi ritual tersebut berdasarkan analisis folklor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pemakaman tradisional masyarakat Dayak Agabag masih dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam kajian folklor, ritual ini mencakup tiga bentuk folklor: folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan. Folklor lisan disampaikan melalui doa, cerita, dan nasihat adat. Unsur folklor sebagian lisan terlihat dalam ritual seperti Antingug Da Agung, Angaju Da Bangkai, Upacara Adat/Lumulu, serta Ampid atau Amakan. Sementara itu, folklor bukan lisan tercermin melalui penggunaan gong, lungun, bangkalan, dan peralatan tradisional lainnya. Ritual kematian ini bermakna sebagai wujud penghormatan kepada mendiang dan leluhur, serta mengandung nilai-nilai seperti gotong royong, saling membantu, dan dukungan terhadap komunitas. Selain itu, ritual ini berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi muda, penguatan identitas masyarakat Dayak Agabag, serta pemeliharaan tatanan sosial dalam kehidupan mereka.

FUNGSI DAN MAKNA CERITA RAKYAT DAYAK BULUSU DI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ( KAJIAN FOKLOR )

YENI MARIANA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna cerita rakyat masyarakat Dayak Bulusu di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan cerita rakyat sebagai bagian dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi belum banyak didokumentasikan secara ilmiah sehingga keberadaannya berpotensi mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode folklor dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan tetua masyarakat sebagai informan, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis fungsi cerita rakyat menggunakan teori William R. Bascom, sedangkan analisis makna menggunakan pemikiran Alan Dundes. Objek penelitian terdiri atas dua cerita, yaitu cerita Jadu Lawang dan Yaki Bugang serta cerita Aki Ibuk yang berkaitan dengan Gong Solok/Dagas Sebengawang. Kedua cerita tersebut tergolong mitos karena dipercaya oleh masyarakat berkaitan dengan asal-usul manusia, leluhur, dan kehidupan awal masyarakat Dayak Bulusu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Dayak Bulusu memiliki empat fungsi, yaitu sebagai sistem proyeksi, alat pengesahan pranata kebudayaan, alat pendidikan, dan alat pengawas norma sosial. Selain itu, ditemukan empat makna yang terkandung dalam cerita, yaitu makna moral, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan demikian, cerita rakyat Dayak Bulusu tidak hanya berfungsi sebagai warisan lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan masyarakat Dayak Bulusu.

RESEPSI MAHASISWA UBT TERHADAP FAN-FICTION ALTERNATE UNIVERSE SEBAGAI ALTERNATIF PENUMBUH MINAT BACA SASTRA

SOFIA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi mahasiswa Universitas Borneo Tarakan terhadap Fan-Fiction Alternate Universe sebagai alternatif penumbuh minat baca sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tanggapan 25 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang diperoleh melalui kuesioner terbuka. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi mahasiswa terhadap Fan-Fiction Alternate Universe secara umum cenderung positif. Mahasiswa menilai Alternate Universe menarik, menyenangkan, tidak membosankan, serta memiliki penyajian yang interaktif melalui percakapan, gambar, tweet, fake chat, dan bahasa yang dekat dengan keseharian. Mahasiswa juga menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti cerita, memahami pesan, memberikan penilaian, dan merespons cerita secara emosional. Sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa Alternate Universe dapat memengaruhi minat terhadap bacaan sastra dan mendorong ketertarikan untuk mencari karya sastra lain. Dengan demikian, Fan-Fiction Alternate Universe dapat menjadi salah satu alternatif media yang berpotensi menumbuhkan minat baca sastra mahasiswa melalui penyajian yang ringan, interaktif, dan dekat dengan lingkungan digital.

Kemampuan Spasial Siswa Kelas IX Berdasarkan Level Berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan

FEBBY AYU AZZAHRA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kemampuan dalam memvisualisasikan objek geometri dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa kelas IX berdasarkan level berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan hasil Van Hiele’s Geometry Test (VHGT) dan rekomendasi guru. Sebanyak 23 siswa mengikuti VHGT dan teridentifikasi 7 siswa pada level 0 (visualisasi), 3 siswa pada level 1 (analisis), dan 2 siswa pada level 2 (deduksi informal). Selanjutnya, dipilih enam subjek berdasarkan rekomendasi guru, dengan masing-masing dua subjek pada setiap level. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan spasial dan wawancara. Analisis data mengacu pada Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi proses dan strategi berpikir dalam menyelesaikan permasalahan spasial. Pada aspek persepsi spasial, sebagian besar subjek mampu menentukan permukaan cairan tetap horizontal melalui pengamatan, perbandingan gambar, dan pembayangan, meskipun satu subjek level 0 mengalami miskonsepsi. Pada aspek visualisasi spasial, seluruh subjek mampu membayangkan pelipatan objek secara bertahap. Seluruh subjek juga mampu melakukan rotasi mental berdasarkan arah dan besar sudut, menentukan hubungan sisi bersebelahan dan berhadapan, serta membayangkan objek dari sudut pandang berbeda. Ditemukan pula strategi tambahan berupa menggambar ulang dan merevisi, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta menggunakan bantuan gerakan tangan, perputaran kertas, dan gambar bantu. Secara keseluruhan, kemampuan spasial subjek pada level 0, 1, dan 2 Van Hiele tercermin melalui variasi pola dan strategi dalam membangun serta mengolah bayangan spasial.

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

IRATNA NURFITRIANA
2026 · Book · Open Access

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

HUBUNGAN TOXIC PARENTING DAN KESEPIAN DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA SMP DI WILAYAH KOTA TARAKAN

SURAT LASMIYANTI
2026 · Book · Open Access

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai permasalahan psikososial, termasuk toxic parenting, kesepian, dan self esteem. Pola asuh yang tidak sehat dan perasaan kesepian dapat memengaruhi penilaian remaja terhadap dirinya, sehingga berpotensi menyebabkan rendahnya self esteem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan toxic parenting dan kesepian dengan self esteem pada remaja SMP di wilayah Kota Tarakan. Metode peneitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 386 remaja usia 13–16 tahun yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling, proposional sampling, dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner toxic parenting, UCLA Loneliness Scale Version 3, dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami toxic parenting sedang sebanyak 205 orang, kesepian rendah sebanyak 211 orang, dan self esteem sedang sebanyak 261 orang. Hasil uji Gamma menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara toxic parenting dengan self esteem (p = 0,000; r = -0,460), yang menunjukkan hubungan negatif, yaitu semakin tinggi toxic parenting maka semakin rendah self esteem. Terdapat pula hubungan yang signifikan antara kesepian dengan self esteem (p = 0,000; r = 0,665) yang berarti semakin tinggi tingkat kesepian pada remaja maka semakin rendah self esteem. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara toxic parenting dan self esteem serta antara kesepian dan self esteem pada remaja SMP di wilayah Kota Tarakan.

Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Imama Al-Hafidzh karya Tri Lyagustina (Kajian Psikologi Sastra)

NUR ADHA FEBRIANTI
2026 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin id dengan ego, ego dengan superego, id dengan superego tokoh utama dalam novel Imama Al-Hafidzh karya Tri Lyagustina. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kajian psikologi sastra berdasarkan struktur kepribadian Sigmund Freud. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dialog, dan paragraf yang mengandung konflik batin tokoh utama berdasarkan struktur kepribadian id, ego, superego yang diadaptasi oleh peneliti dalam bentuk konflik batin id dengan ego, ego dengan superego, id dengan superego. Sumber data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah novel Imama Al-Hafidzh karya Tri Lyagustina dengan jumlah halaman 292 yang diterbitkan oleh Cloud Books. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahap membaca atau mempelajari data, identifikasi data, klasifikasi data, interpretasi, dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 data konflik batin, terdiri atas 10 data id dengan ego berupa id berdasarkan naluriah yang bertentangan dengan prinsip realitas ego sebanyak 9 data dan id berdasarkan khayalan sebanyak 1 data. 7 data ego dengan superego, dan 3 data id dengan superego. Konflik batin id dengan ego mendominasi diantara konflik-konflik lainnya dengan 9 data id dengan ego berdasarkan naluriah ditemukan berupa dorongan menghindari rasa sakit atau ketidaknyamanan sebanyak 4 data, dorongan agresivitas sebanyak 3 data, dorongan kebutuhan biologis sebanyak 1 data dan dorongan seksual sebanyak 1 data dan id dengan ego berdasarkan khayalan sebanyak 1 data.

RELASI MANUSIA DAN ALAM DALAM NOVEL RUMAH KACA DI UJUNG BUMI KARYA KIM CHOYEOP: KAJIAN EKOLOGI SASTRA

USWATUL AKHLA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini mengkaji relasi manusia dan alam dalam novel Rumah Kaca di Ujung Bumi karya Kim Choyeop menggunakan pendekatan ekologi sastra. Latar belakang penelitian ini bermula dari kecenderungan kritik sastra konvesional yang lebih memfokuskan analisis pada aspek humanistik, struktural, dan ideologi, sehingga dimensi ekologi dalam karya sastra sering luput dari kajian yang memadai, alam dapat berperan penting bagi struktur naratif dan pesan moral suatu karya. Novel Rumah Kaca di Ujung Bumi dipilih sebagai objek kajian karena menghadirkan gambaran dunia distopia akibat krisis lingkungan yang relevan dikaji melalui perspektif ekokritik, sementara kajian terhadap karya fiksi ilmiah terjemahan Korea Selatan masih tergolong jarang dalam penelitian sastra di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berjenis studi kepustakaan, dengan data primer berupa narasi, deskripsi, dan percakapan dalam novel. Pengumpulan data dilakukan melalui tahan identifikasi, klasifikasi, interprestasi, dan inferensi berdasarkan teori ekokritisisme Cheryll Glotfelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam dalam novel ini bersifat dinamis dan dialektis, bergerak dari pola antroposentris-eksploitatif menuju pola ekosentris-restoratif. Alam digambarkan bukan sebagai latar pasif, melainkan sebagai entitas yang mengalami dampak kerusakan sekaligus memiliki agensi dalam menentukan keberlangsungan hidup manusia. Krisis ekologis dalam novel direpresentasikan sebagai fenomena sistemik yang berkelindan dengan ketidakadilan sosial, sementara pesan ekologisnya menegaskan bahwa keberlangsungan hidup manusia bergantung pada pelestarian keanekaragaman hayati, bukan semata kemajuan teknologi. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian ekokritisisme di Indonesia, khususnya pada sastra terjemahan Korea Selatan bergenre fiksi ilmiah dan distopia.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

MARIA KETANE MORON
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menerapkan model Problem Based Learning, sedangkan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas 6 soal uraian dan disusun berdasarkan 3 indikator keterampilan berpikir kritis. Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian selanjutnya diolah melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor peserta didik pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu (79,54>69,43). Hasil pengujian menggunakan independent samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0150,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 2 Tarakan pada mata pelajaran matematika.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDIFERENSIASI BERBASIS TIK DENGAN MODEL GAME-BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VIII.3 SMP NEGERI 14 TARAKAN

SARIFAH NATASYAH TERIMAY SARAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi berbasis TIK dengan model Game-Based Learning pada peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 14 Tarakan. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 14 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 14 Tarakan yang berjumlah 30 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket asesmen awal, pretest, dan posttest. Tahap awal sebelum dilakukan pretest dan posttest, peserta didik terlebih dahulu diberikan angket asesmen awal untuk memperoleh gambaran respon peserta didik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Selanjutnya, pelaksanaan penelitian diawali dengan pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik sebelum diberikan perlakuan. Setelah itu peserta didik diberikan perlakuan melalui penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi berbasis TIK dengan model Game-Based Learning, peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media dan aktivitas berbasis permainan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Setelah diberi perlakuan, peserta didik diberikan posttest untuk mengetahui hasil dari penerapan pembelajaran yang diberikan. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest peserta didik sebesar 85,50, sedangkan rata-rata nilai posttest peserta didik sebesar 90,67. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,026 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest peserta didik setelah diberikan perlakuan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi berbasis TIK dengan model Game-Based Learning efektif diterapkan pada peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 14 Tarakan.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor

NABILAH MAHDIYAH ZAHRA
2026 · Book · Open Access

Hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor masih tergolong rendah. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain Non Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 72 siswa kelas XI BIO 3 dan XI BIO 4 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelas XI BIO 3 sebagai kelas eksperimen diberikan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, sedangkan kelas XI BIO 4 sebagai kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kognitif berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 34,56 dan kelas kontrol sebesar 33,40, sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 85,26 dan kelas kontrol sebesar 78,36. Hasil uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,006 0,05, sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa. Penerapan model pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran Biologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong keterlibatan siswa.