Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 332 dari 342

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Jarin 15201020086. 2020 "Level of Public Knowledge of Mangrove Forest Ecosystems in Mamburungan Village, Tarakan Timur District, Tarakan City" Guided by Etty Wahyuni. Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. Mangrove forests are natural resources in coastal areas that have an important role in terms of social, economic and ecological aspects. Utilization of mangrove ecosystems makes it vulnerable to damage. The purpose of the study are (1) to determine the economic and ecological benefits of mangrove forests obtained by the community of Mamburungan Village (2) To know the level of community knowledge of the Mamburungan Village community to the benefits of mangrove forests (3) To know the level of community knowledge of Mamburungan Village towards the causes of mangrove forest damage (4) To know the level of community knowledge of Mamburungan Village on the preservation of mangrove forests. The method of determining the sample are purposive sampling and sampling quota. Analysis of the data used consisted of descriptive analysis and scoring analysis. The results of data analysis show that (1) The economic benefits that are widely obtained by the community are the use of aquaculture / fishing with a percentage of 76%, and ecological benefits are as a protector of coastal erosion with a percentage of 100%. (2) the level of community knowledge on the economic and ecological benefits of mangrove forests in the understand category with a total score of 2106. (3) The level of community knowledge on the causes of mangrove forest damage is in the understand category with a total score of 1104. (4) The level of community knowledge on the preservation of mangrove forests is in the understand category with a total score of 2114. Conclusions the economic benefits that are widely obtained by the community are the utilization of aquaculture/fishing with a percentage of 76%, and ecological benefits are as protectors of coastal erosion with a percentage of 100%. The level of community knowledge on the preservation of mangrove forests is in the understand category with a total score of 2114. Suggestions for people who are around the area of mangrove forests to continue to maintain and preserve mangrove forests, as a sustainability in order to be utilized

NILAI MANFAAT LANGSUNG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM

None
2020 · Book · Open Access

NILAI MANFAAT LANGSUNG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR ABSTRAK Lahan pertanian merupakan lahan yang diperuntukan untuk kegiatan pertanian, sumberdaya lahan pertanian memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti niilai manfaat langsung mencakup seluruh manfaat sumberdaya alam dan lingkungan yang dapat diperkirakan langsung dari konsumsi dan produksi melalui satuan harga berdasarkan mekanisme pasar. Tujuan penelitian (1) Mengidentifikasi komoditas pertanian yang ada di lahan pertanian Kelurahan Kampung Enam. (2) Mengidentifikasi jenis populasi ternak yang ada di lahan pertanian Kelurahan Kampung Enam. (3) Untuk mengetahui nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian dari komoditas pertanian dan peternakan di Kelurahan Kampung Enam. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 hingga Februari 2020. Metode penentuan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling (secara sengaja), dengan Kriteria responden orang yang memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian dan peternakan di Kelurahan Kampung Enam sebanyak 35 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab tujuan yang pertama dan kedua menggunakan analisis deskriptif dan untuk menjawab tujuan ketiga menggunakan analisis nilai fungsi penghasil pertanian (NFPP). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan (1) Jenis komoditas pertanian di Kelurahan Kampung Enam adalah jenis tanaman hortikultura seperti kangkung, bayam dan sawi. (2) Jenis populasi ternak di Kelurahan Kampung Enam adalah jenis ayam broiler. (3) Nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian untuk komoditas pertanian senilai Rp.15.436.000 dan nilai manfaat langsung dari populasi ternak sebesar Rp.448.000.000 dengan total nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian senilai 436.436.000. Saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya penelitian selanjutnya tentang nilai manfaat langsung sumberdaya lahan pertanian dan bagaimana pemerintah mempertahankan lahan pertanian di Kelurahan Kampung Enam. Kata kunci : Sumberdaya lahan, nilai manfaat langsung.

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN AYAM BROILER (Gallus domesticus) DI KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Along with the increasing rate of population growth, improving income levels, increasing the level of public education, the level of population consumption of livestock products has increased, one of which is chicken meat. The people of Tarakan City are one of the biggest chicken meat consumers in North Kalimantan Province, so there are a lot of chicken farms scattered in this area to meet the local people's meat needs. Consumers in buying chicken meat choose to buy from various considerations. This is because consumers experience incompatibility with certain facilities on goods that have been purchased or hear the advantages of other prices. Based on this the researcher wants to find out more about the influence of the marketing mix on consumer decisions in purchasing broiler chicken meat (Gallus domesticus) in Tarakan City. This research aims to: 1). To determine the level of purchasing decisions of broiler chicken meat (Gallus domesticus) in Tarakan City, 2). To find out the influence of the marketing mix of broiler chicken meat (Gallus domesticus) in Tarakan City . The method used in determining the sample of respondents is the Accidental sampling method, with 80 respondents. The dependent variable (Y) in this study is decision making, while the independent variable (X) is, product, price, promotion, and location. The results of this study are: 1). The product variable (X1) has a Sig. = 0.001 0.05, so it can be concluded that the product variables have an influence on consumer decisions in purchasing broiler chickens in the Gusher market and Tenguyun market by considering several things, including the freshness of the chicken, the quality of the chicken, and the packaging of the chicken, 2). The price variable (X2) has a Sig. = 0.087> 0.05 so it can be concluded that the price variable does not affect consumers' decisions in buying broiler chickens in the Gusher market and Tenguyun market, 3). The promotion variable (X3) gets the Sig. = 0.009> 0.05 so it can be concluded that the promotion variable influences consumer decisions in buying broiler chickens in the Gusher and Tenguyun markets, and 4). Location variable (X4) based on the analysis results obtained Sig. = 0.000 0.05 so it can be concluded that the location variable influences consumer decisions in buying broiler chickens in the Gusher and Tenguyun markets.

ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) SNI 2016 DAN ANALISA DILAPANGAN (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Balai Pemasyarakatan Kota Tarakan).

None
2020 · Book · Open Access

Produktivitas menggambarkan kemampuan tenaga kerja dalam menyelesaikan suatu kuantitas pekerjaan persatuan waktu. Produktivitas yaitu analisa produktivitas tenaga kerja dalam kaitannya terhadap waktu dan pelaksanaan proyek kontruksi untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja dalam masing-masing proyek. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui perbandingan produktivitas tenaga kerja terhadap Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) SNI 2016 dan analisa dilapangan. 2) Untuk mengetahui nilai perbandingan selisih persentase produktivitas tenaga kerja terhadap Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) SNI 2016 dan analisa dilapangan. dengan menggunakan analisis produktivitas dan data yang digunakan adalah data primer dokumentasi dan pengamatan dilapangan, dimana hal yang diamati adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja, jenis pekerjaan yang dikerjakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa produktivitas tenaga kerja dilapangan cenderung lebih besar dibandingkan dengan standar SNI 2016. serta selisih persentase Pada pekerjaan pondasi, pembesian pondasi 32%, bekisting pondasi 27%, pengecoran pondasi 25%. Pada pekerjaan sloof, pembesian sloof 46%, bekisting sloof 36%, pengecoran sloof 50%. Pada pekerjaan kolom, pembesian kolom 33%, bekisting kolom 37%, pengecoran kolom 50%. Pada pekerjaan balok, pembesian balok 33%, bekisting balok 28%, pengecoran balok 25%.

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN.

None
2020 · Book · Open Access

Seaweed is one of the potential marine commodities to be developed in coastal areas. To get maximum income, farmers must be able to increase production and reduce production costs. Therefore farmers must be able to use farming inputs efficiently. This study aims: (1) to find out how much the income of seaweed farmers (Eucheuma Cottoni) in the Pantai Amal Village; (2) to analyze the factors that influence the production of seaweed (Eucheuma Cottoni) in Pantai Amal Village; (3) to find out the elasticity of seaweed production (Eucheuma Cottoni) in the Pantai Amal Village. The method used is income analysis, multiple linear regression analysis through the Cobb-Douglas approach and production elasticity. The samples used were 60 seaweed farmers. Determination of the sample using the Sampling Quota. The analysis shows that the total costs incurred by farmers in seaweed farming is Rp. 8,121,768 with revenues of Rp. 19,934,167 so that the income of farmers is Rp. 11,812,399 in one seaweed production. The estimation results of the model show that the variable seed (X1), labor (X2), rope stretch (X3) and experience of farming (X4) significantly influence seaweed production. Seed elasticity value is 0.565, labor elasticity is 0.105, stretch rope elasticity is 0.438 and business experience elasticity is 0.216. These results indicate that Ep 1 (between no and one). So that the seed variables, labor, stretch ropes and farming experience are inelastic. This means that the four variables have not made a major contribution to seaweed production in the Pantai Amal Village of Tarakan City.

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VAR.CILEMBU

None
2020 · Book · Open Access

Cilembu sweet potato has a bright prospect because it is increasingly needed as consumption and industrial raw material. To increase production of this variety, a good plant spacing and weeding is needed. This resaech aimed to determine the effect of ideal plant spacing and weeding time on growth and yield of Cilembu sweet potato. The research was carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan from February to April 2019. The method used was randomized block design with 2 factors and 4 replications. The first factor was plant spacing which consisted of three treatments: J1 (20x30 cm), J2 (30x40 cm), and J3 (40x50 cm). the second factor was weeding which consisted of 4 replication: P0 (control or not weeded), P1 (1 time weeding at 15 DAP), P2 (2 times weeding at 15 and 30 DAP), P3 (3 times weeding at 15, 30 and 40 DAP). The result showed that plant spacing did not effect all growth parameters and sweet potato crop production. Whereas weed treatment gives a real influence on the growth of tendrils at 40 and 60 DHP, number of leaves at 40 DAP, stem diameter at 20 and 60 DAP. The intraction of plant spacing and weeding effects the trearment of 20x30 cm without weeding (P0J1) and the treatment of 40x50 cm with three times weeding (P3J3) on swet potato weight at 90 DAP. It is recommended to plant sweet potato ast a space of 20x30 cm without weeding (P0J1) and at 40x50 cm with three times weeding (P3J3).

KAJIAN KANDUNGAN NITRAT (NO3-) TANAH DENGAN APLIKASI BEBERAPA BAKTERI PENAMBAT NITROGEN

None
2020 · Book · Open Access

Nitrate is one of the major nutrients for growth of plants and algae. Nitrate is very soluble in water and is very unstable so it becomes unavailable. The main source of nitrate comes from soil erosion, fertilizer, waste and nitrogen (N) accumulation. N uptake is done either by symbiotic or non-symbiotic bacteri. The Faculty of Agriculture of UBT has 14 rhizobacterial isolates capable of digesting N, but it is not yet known how much it can absorb N in the from of nitrates that such rhizobacteria can provide. This study aimed to determine the extent of the ability of 14 N-bonding bacterial isolates to provide nitrate (NO3-). This research used a complete randomized design that consisted of 16 treatmenst and 2 replicates. The treatments were K0 (soil without treatmen), K1 (Nutrient Broth) P1 (B1(17)) P2 (B1(19)), P3 (B3(10)), P4 (B4(15)), P5 (B3(12)), P6 (B3(16)), P7 (B3(19)) P8 (B3(9)), P9 (B4(12)), P10 (B4(5)), P11 (B5(13)), P12 (B5(15)), P13 (B5(19)) dan P14 (B5(9)). At P1 to P14 treatments the soil was irrigated whit nitogen-fixing bacterial isolates suspension at a densityof 108 cfu/mL. The treatment of K0 was soil without the addition of Nutrient Broth (NB) and bacterial whereas K1 was soil added with 100 mL organic Nutrient Broth (NB). The soil was then incubated for 21 dasy. The parameters of this study were soil pH analysis and soil nitrate (NO3-) analysis.The results showed that the bacterial isolate was able to provide N in the from of nitrates ranging from 35,06 ppm to 45,42 ppm and bacterial isolate B3(12), was able to provide N of 45,42 ppm. The results of soil pH parameters showed that the isolates with the highest pH score was isolate B3(10) , (P3) with pH acore of 4,69 the lowest pH was of 4,20 obtained from isolates B4(12), (P9).

APLIKASI RHIZOBAKTERI SEBAGAI PENGINDUKSI TOLERANSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA KONDISI TERCEKAM GENANGAN

None
2020 · Book · Open Access

Cekaman genangan merupakan kendala yang sering dihadapi petani jagung. Cekaman genangan dapat menyebabkan tanaman menjadi stres akibat ketersediaan O2 di dalam tanah yang terbatas, unsur hara tidak tersedia, meningkatnya konsentrasi etilen dan adanya senyawa oksidan. Metode yang berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan adalah aplikasi rhizobakteri yang mampu mengatasi jumlah etilen berlebih pada tanaman yang tercekam genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat rhizobakteri yang mampu menginduksi toleransi tanaman jagung terhadap cekaman genangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol positif (K+) dengan genangan dan tanpa isolat bakteri, kontrol negatif (K-) tanpa genangan dan tanpa isolat bakteri dan 5 perlakuan isolat bakteri dengan genangan yaitu G1 (isolat B316) ,G2 (isolat B412), G3 (isolat B413), G4 (isolat B54) dan G5 (isolat B58). Hasil penelitian menunjukkan 5 isolat rhizobakteri yang digunakan mampu mendukung pertumbuhan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan. Perlakuan G1 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G2 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G3 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G4 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G5 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering.

PERKUATAN TANAH LEMPUNG DENGAN KOLOM PASIR TERHADAP PENURUNAN PADA UJI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS

None
2020 · Book · Open Access

PERKUATAN TANAH LEMPUNG DENGAN KOLOM PASIR TERHADAP PENURUNAN PADA UJI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS Nama : Pebriansyah NPM : 14.301010.005 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah lempung pada lokasi penelitian, mengetahui besarnya kapasitas kolom pasir yang terjadi pada tanah lempung, serta untuk mengetahui perbandingan penurunan tanah lempung yang terjadi apabila diberikan perkuatan dengan kolom pasir dan yang tidak diberikan perkuatan, dengan melakukan beberapa pengujian yaitu membandingkan hasil analisis laboratorium dengan hasil analisis program plaxis 2D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ASTM (American Society for Testing and Materials). Metode eksperimental pengembangan pengujian dilakukan dalam menguji rancangan model perkuatan dalam bak silinder (drum besi) uji dengan ukuran diameter 60 cm dan tinggi 50 cm. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan, pola penurunan tanah yang terjadi dengan menggunakan perkuatan kolom pasir sangat berpengaruh dalam mereduksi penurunan tanah. Dari hasil analisis laboratorium dan analisis program plaxis 2D, perkuatan kolom pasir sebagai perkuatan pada tanah dasar dengan penggunaan variasi ukuran plat bearing hasilnya tidak jauh berbeda pada akhir pembebanan.

PADAT POPULASI ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DAN BELALANG (Valanga nigricornis) PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max)

None
2020 · Book · Open Access

Abstract Soybean is the most important food commodity in Indonesia after rice and corn. Soybean production in Indonesia has increased every year but it still cannot meet the national needs. The national need for soybean consumption in 2013 reached 2.24 million tons, but production only reached 779,992 tons. North Kalimantan has the potential in soybean cultivation as it produced soybean by 2,239 tons in 2015. In 2014 its production amounted to 97 tons and in 2013 to 84 tons. However, soybean plants are very susceptible to pests such as Grayak caterpillars (Spodoptera litura) and grasshoppers (Valanga nigricornis) which always eat their leaves. The purpose of this study was to determine the population densities of S. litura and V. nigricornis pests in soybean plants. Using a descriptive method, this research was conducted in December 2018 to February 2019 in the Experimental Garden of Borneo Tarakan University. The results showed that the highest population density of S. litura was 0.40/plant found at plants aged 60 DAP, while the highest population density of V. nigricornis was 0.08/plants found at plants aged 36 DAP. Keywords: Soybean, Spodoptera litura, Valanga nigricornis

NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

None
2020 · Book · Open Access

NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemakaian nilai budaya yang terdapat pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu analisis nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, maka jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif etnografi. Artinya, prosedur penelitian ini merupakan penelitian yang menghasilkan kata-kata secara tertulis dari lirik lagu yang analisis menggunakan kajian sosiologi sastra. Etnografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan. Sehingga pada penelitian kali ini peneliti akan menjelaskan tentang nilai budaya yang terdapat dalam lirik lagu kebudayaan masyarakat suku Tidung. Penelitian kualitatif etnografi merupakan penelitian yang menganalisis sebuah data-data baik tertulis maupun lisan dari sebuah kebudayaan. Lirik nyanyian yang diteliti dalam gaya bahasa pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, yaitu: 1) Usak Amad Tantu, 2) Pagun Bakin Banta, 3) Beladaw, 4) Dindang pagun, 5) Belimpung Taka Tagas dan 6) Bebilin. Data dalam penelitian ini adalah berupa bait atau lirik nyanyian yang mengandung nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti kali ini hanya mengambil beberapa judul nyanyian dari sederetan nyanyian rakyat suku Tidung. Dari 6 lirik nyanyian yang telah dianalisis dengan kajian sosiologi sastra dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan data yang didapatkan yaitu nilai budaya terdapat 33 data lirik lagu. Nilai budaya paling dominan yang terdapat dalam lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara yaitu mata pencaharian suku rakyat Tidung, interaksi sosial. Kata kunci: Nilai Budaya, Nyanyian Rakyat Suku Tidung, Sosiologi Sastra.

ANALISIS OPTIMALISASI AGROINDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH CAP KENAWAI DI UPT KPH KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

ABSTRACT Abstract Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. "Analysis of Optimization of Cap Kenawai Eucalyptus Oil Agroindustry at UPT. KPH of Tarakan City ". Supervised by Elly Jumiati. Eucalyptus tree is one of the industrial plants that can be cultivated as agroforestry. Agroforestry was developed to provide benefits to improve community welfare. Main agroforesty is expected to help optimize the results of a form of land use in a sustainable manner to guarantee and improve food needs. Agroforestry is one of the effective means for equity and stages to overcome poverty in the forest village community, which can increase food income and production. In increasing the income and food production of forest village people must integrate agroforestry and agro-industry. So that this research is carried out with the aim of determining the optimal amount of production that can provide maximum benefit to the UPT. KPH Tarakan. The method of determining the sample is done by purposive sampling technique, which is the technique of determining the sample with certain considerations. With the method of data analysis and processing namely linear programming analysis used is a simplex method that will be processed using the POM For Windows 3 application with objective functions and constraint functions. By optimizing the factors of production that are used can increase the initial production profit of Rp. 1599,325 / l can increase by Rp 3238 / l or equal to an additional profit of Rp. 1639 / l. If the results of eucalyptus oil processing are reduced from 3 liters to 2.02 liters per production, a maximum profit of Rp. 3,238 / liter. ABSTRAK Abstrak Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. “Analisis Optimalisasi Agroindustri Minyak Kayu Putih Cap Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Elly Jumiati. Pohon kayu putih merupakan salah satu tumbuhan industri yang dapat diusahakan menjadi Agroforestry. Agroforestry dikembangkan untuk memberi manfaat untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat. Agroforesty utamanya diharapkan dapat membantu mengoptimalkan hasil suatu bentuk penggunaan lahan secara berkelanjutan guna menjamin dan memperbaiki kebutuhan bahan pangan. Agroforestry merupakan salah satu sarana yang efektif untuk pemerataan dan tahapan untuk mengatasi kemiskinan dilingkungan masyarakat desa hutan, yang bisa meningkatkan pendapatan dan produksi pangan. Dalam peningkatan pendapatan dan produksi pangan masyarakat desa hutan haruslah memadukan agroforestry dan agroindustri.Sehingga peneitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menentukan berapa jumlah produksi optimal yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap UPT. KPH Tarakan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (sengaja) yaitu teknik penentuan sempel dengan pertimbangan tertentu. Dengan metode analisis dan pengolahan data yaitu Analisis liniear programming yang digunakan merupakan metode simpleks yang akan diolah menggunakan aplikasi POM For Windows 3 dengan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor produksi yang digunakan dapat meningkatkan keuntungan produksi yang awalnya sebesar Rp. 1599,325 /l dapat meningkat sebesar Rp 3238 /l atau sama dengan penambahan keuntungan sebesar Rp. 1639 /l . Apabila dalam hasil pengolahan minyak kayu putih dikurangi dari 3 liter menjadi 2.02 liter per produksi maka akan didapatkan jumlah keuntungan maksimum sebesar Rp. 3.238 /liter.

STRATEGI PEMASARAN PISANG KEPOK DESA SUNGAI LIMAU KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN

None
2020 · Book · Open Access

Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.

ANALISIS EFESIENSI PEMASARAN BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) DI DESA KALIAMOK KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

None
2020 · Book · Open Access

Masalah - masalah pemasaran kopi di Desa Kaliamok antara lain adalah hubungan harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang mungkin tidak merangsang petani untuk meningkatkan produksi baik jumlah dan mutu. Margin pemasaran yang relatif tinggi dan kemungkinan fasilitas pemasaran yang belum memadai untuk memperlancar arus komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, dan margin pemasaran serta share pemasaran di Desa Kaliamok. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah kouta sampling yaitu pengambilan dengan cara menetapkan sejumlah sampel sebanyak 30 petani kopi. Purposive sampling merupakan teknik untuk menentukan sampel. Dalam penelitian ini sampel yang memenuhui syarat hanya 11 orang petani dengan beberapa pertimbagan tertentu: 1. Petani yang berusaha tani tanaman kopi berumur 5 – 10 tahun, 2. Petani yang telah memproduksi kopi. Dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, margin distribusi, dan harga yang diterima petani serta rasio keuntugan dan biaya dan farmer’s share dalam pemasaran biji kopi robusta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada satu saluran pemasaran biji kopi di desa kaliamok, yaitu saluran I: petani – pedagang pengumpul – konsumen. Pada saluran pemasaran I memiliki total biaya pemasaran Rp 11.093 per Kg. dan memiliki dua marjin yang berbeda margin grade 1&2 Rp 90.000 per Kg dan margin grade 3 Rp 35.000 per Kg serta keuntugan pemasaran pada grade 1&2 Rp 98,79% dan grade 3 Rp 27,13%. Dilihat dari efesiensi pemasaran secara ekonimis dari saluran pemasaran yang ada di Desa Kaliamok tidak efisien karena memiliki marjin yang besar pada grade 1&2 sebesar 90.000 per Kg dan grade 3 Rp 35.000 per Kg dan memiliki nilai farmer’s share yang rendah pada grade 1&2 Rp 10% dan grade 3 Rp 22.22%. Adapun saran yang diajukan peneliti oleh peneliti adalah petani perlu mencari informasi harga di tingkat konsumen agar tawar – menawar lebih kuat dan untuk meningkatkan share harga yang diterima petani, perlu diupayakan petani melakukan pemisah kulit kopi dari biji, penjemuran dan sortir agar share harga yang didapat petani lebih besar.

PENGARUH DOSIS PUPUK LIMBAH TAHU DAN KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.)

None
2020 · Book · Open Access

Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.

STUDI PEMETAAN KETERSEDIAAN JARINGAN DITRIBUSI AIR BAKU EMBUNG HANDULUNG

None
2020 · Book · Open Access

Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI BATU LAMAMPU DI KECAMATAN SEBATIK INDUK KABUPATEN NUNUKAN (STUDI KASUS DESA TANJUNG KARANG).

None
2020 · Book · Open Access

Ardiansyah. 15201020113. 2019. “Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu Di Kecamatan Sebatik Induk Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Desa Tanjung Karang)”. Di Bimbing Oleh Elly Jumiati. Fakultas pertanian Universitas Borneo. Objek wisata Pantai Batu Lamampu berada di Desa Tanjung Karang Kecamatan Sebatik Induk Kabupaten Nunukan dan memiliki berbagai permasalahan yaitu: kurang perhatian dari pemerintah daerah terhadap pengembangan objek wisata terutama infrastruktur seperti akses jalan, kurang perhatian dari masyarakat dan wisatawan akan kebersihan lingkungan, serta fasilitas pendukung lainnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendorong terhadap pengembangan objek wisata Pantai Batu Lamampu. (2) Untuk merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode key informan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil dan analisis untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat menunjukan bahwa faktor pendorong, (1) Pemandangan alam objek wisata yang indah dan menarik, (2) Suasana objek wisata yang memberikan kenyamanan, (3) Jarak tempuh objek wisata yang dekat dengan kota, (4) Kondisi keamanan yang baik. Sedangkan faktor penghambat, (1) Promosi objek wisata yang masih kurang, (2) Akses jalan yang kurang baik, (3) Keterbatasan anggaran untuk pengembangan objek wisata, (4) Sarana-prasarana objek wisata yang masih sederhana. Berdasarkan dari hasil dan analisis didapatkan strategi Diversifikasi artinya meminimalkan masalah-masalah internal objek wisata sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik, (1) Menggerakan masyarakat untuk menanam pohon cemara untuk mencegah abrasi dan menambah keindahan panorama pantai (2) Mempertahankan keunikan pariwisata budaya sesuai kearifan lokal yang didukung dengan produk kerajinan tangan. Adapun saran dalam penelitian ini adalah (1) Pemerintah daerah perlu adanya keseriusan kebijakan dalam hal meningkatkan faktor-faktor pendorong agar pengembangan pariwisata di Objek Wisata Pantai Batu Lamampu menjadi lebih baik dan lebih mengoptimalkan faktor-faktor penghambat untuk menjaga keberlangsungan pengembangan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu (2) Pemanfaatan teknologi informasi perlu ditingkatkan untuk mempromosikan potensi-potensi wisata kepada masyarakat luas. Selainkan mempromosikan kepada masyarakat luas, pemanfaatan teknologi informasi dapat menarik investor untuk berkontribusi aktif dalam usaha peningkatan Objek Wisata Pantai Batu Lamampu (3) Bagi peneliti selanjutnya sebagai referensi untuk bahan pembelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.

ANALISIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK LUNDAYEH PADA USAHA TANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA LONG MIDANG KECAMATAN KRAYAN INDUK KABUPATEN NUNUKAN

None
2020 · Book · Open Access

"Indonesia is a country rich in natural resources, where rice fields are one of them. Rice fields are one of the inheritance of ancestors that should be preserved and maintained in order to sustain the lives of future generations and the continuity of social ties. Along with the development of technology and culture towards modern life and the effects of globalization, cultural heritage and traditional values of indigenous peoples face challenges to their existence, where cultural heritage and traditional values contain a lot of local wisdom that is still very relevant to current conditions, and should be preserved and adapted or even further developed. Therefore this study aims to determine the local wisdom of the Lundayeh Dayak community which is maintained in rainfed lowland rice cultivation. The method used is the Snowball Sampling chain sequence sampling and this method is used for key informants in analyzing local wisdom. The results obtained from this study are 22 local wisdoms that are retained. And for the factors that cause local wisdom is maintained is the availability of organic fertilizer, the used of traditional tools that still exist, the preservation of land and respect for ancestral heritage (ancestors). For the village government, it is suggested to assist the community in maintaining existing traditions by directing and guiding farmers in the cultivation of rice paddy fields while maintaining their local wisdom.

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) DI KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

SRI SUHARTINI. 2020. Usaha tani jagung manis di Kota Tarakan merupakan usaha tani yang dilakukan di lahan garapan dengan kondisi lahan yang kering. Kondisi utama di daerah penelitian yaitu rendahnya pendapatan yang diperoleh petani dengan terjadinya penurunan harga hasil produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung manis, dan menganalisis kelayakan usaha tani jagung manis di Kota Tarakan. Metode yang di gunakan untuk menganalisis kelayakan usaha tani jagung adalah analisis BEP (Break Even Point), R/C Ratio (Revenue Cost), dan B/C Ratio (Benefit Cost). Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendapatan petani jagung manis di Kota Tarakan dikategorikan yaitu sebesar Rp. 6.122.526/musim tanam. Usaha tani jagung di Kota Tarakan dikategorikan layak diusahakan secara finansial dilihat dari BEP penerimaan yaitu sebesar Rp. 639.070, BEP produksi yaitu sebesar 94 kg, BEP harga yaitu sebesar Rp. 4.125/kg, R/C yaitu sebesar 2,76 dan B/C yaitu sebesar 1,76. Adapun saran dari penelitian ini adalah Kepada petani, sebaiknya saling memberikan informasi kepada petani yang lain mengenai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kepada pemerintah, diharapkan agar dapat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada para petani jagung terutama dalam hal harga hasil produksi maupun harga input produksi. Kepada mahasiswa lainnya, diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi usahatani jagung seperti faktor harga hasil produksi dan harga input produksi terhadap pendapatan petani jagung.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP AGROWISATA KARUNGAN DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

None
2020 · Book · Open Access

ABSTRACT Karungan Agrotourism has a tourism charm that is worth to visit. When the sunny weather, natural beauty will be clearly visible. Karungan Agrotourism is managed by the local government in collaboration with the surrounding community as managers in the field. The purpose of this study: 1) Were to determine the level of visitor satisfaction with the management of Karungan Agrotourism Area. 2) Find out what facilities can be improved, maintained and added by the manager in improving the service and development of Karungan Agrotourism. Sampling method in this study was Quota Sampling where the samples taken based on a predetermined amount with quota 70 people. Data collected in the form of primary data and secondary data. The analytical method in this study uses CSI (Customer satisfaction Index) and IPA (Importance Performance Analysis) analysis. Based on the value of visitor satisfaction index (CSI) Karungan Agrotourism by 63.48 percent, this shows that visitors are satisfied with the services provided by Karungan Agrotourism. Based on the IPA analysis, the facilities that need to be repaired are in the main priority quadrant which contains services in Karungan Agrotourism, toilet cleanliness, security in Karungan Agrotourism, cleanliness in Karungan Agrotourism, an information center and hospitality of employees / officers in Karungan Agrotourism. Facilities that must be maintained are the cleanliness of the resting place, the natural beauty of the Karungan Agrotourism, worship facilities, toilets and road conditions to Karungan Agrotourism. The facilities that can be added to the Karungan Agrotourism are fruit and vegetable picking rides, outboun rides, selfie spots, war games, airsoft gun, driving ATVs. Key word : Agrotourism, Customer Satisfaction Index , Importance Performance Analysis ABSTRACT Agrowisata Karungan memiliki pesona pariwisata yang layak untuk dikunjungi. Saat cuaca sedang cerah, keindahan alam akan tampak secara jelas di kawasan ini. Agrowisata Karungan dikelola oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar sebagai pengelola di lapangan. Tujuan Penelitian ini : 1) Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap pengelolaan Kawasan Agrowisata Karungan. 2) Untuk mengetahui fasilitas apa saja yang dapat diperbaiki, dipertahankan dan di tambahkan oleh pengelola dalam meningkatkan pelayanan dan pengembangan Agrowisata Karungan. Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Quota Sampling dimana sampel diambil berdasarkan pada jumlah yang sudah ditentukan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 70 orang. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis CSI (Customer satisfaction Index) dan IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan nilai indeks kepuasan pengunjung (CSI) Agrowisata Karungan sebesar 63.48 persen, hal ini menunjukkan bahwa pengunjung puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Agrowisata Karungan. Berdasarkan analisis IPA, Fasilitas yang perlu diperbaiki berada dalam kuadran utama yang diprioritaskan yang berisi pelayanan di Agrowisata Karungan, kebersihan toilet, keamanan di Agrowisata Karungan, kebersihan di Agrowisata Karungan, adanya pusat informasi dan keramahan pegawai/petugas di Agrowisata Karungan. Fasilitas yang harus dipertahankan yaitu kebersihan tempat istirahat yang disediakan, keindahan alam di Agrowisata Karungan, sarana peribadatan, toilet dan kondisi jalan menuju Agrowisata Karungan. Adapun fasilitas yang dapat ditambahkan pada Agrowisata Karungan Ialah wahana petik buah dan sayur, wahana outboun, spot selfie, war game, airsoft gun, mengendarai ATV. Kata kunci : Agrowisata, Customer Satisfaction Index , Importance Performance Analysis