None
2020 · Book · Open Access
ANALISA JATUH TEGANGAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR
Nama : Riyan
NPM : 14.301020.030
Dosen Pembimbing : Achmad Budiman, S.T., M.T.
ABSTRAK
Listrik saat ini merupakan kebutuhan yang saat ini bisa dikatakan salah satu bahan pokok masyarakat. Energi listrik yang tersalurkan kekosumen melewati proses pendistribusian aliran daya listrik yang terdiri dari pembangkit, saluran transmisi, saluran distribusi, dan konsumen. Secara umum baik buruknya sistem penyaluran dan distribusi tenaga listrik terutama adalah dari kualitas daya yang tersalurkan dari pembangkit sampai kekosumen.
Pada penelitian ini penulis melakukan analisa yang berfokus pada transformator distribusi 20 kV penyulang 3 PT. PLN Tanjung Selor untuk menganalisis besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran yang dipengaruhi oleh jarak antar transformator distribusi pada penyulang 3.
Jatuh tegangan yang terjadi pada transformator distribusi 20 kV pada penyulang 3 PT. PLN Tanjung selor masih dalam keadaan baik atau tidak melebihi batas toleransi yang ada sehingga tidak perlu adanya perbaikan dari segi tata letak jarak antar transformator. Jatuh tegangan bisa terjadi oleh beberapa sebab salah satunya dari jarak antar trafo yang terlalu jauh.
NURUL ULFAH
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab rumusan masalah yaitu apakah terdapat pengaruh penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology and Society) terhadap nilai literasi sains siswa pada tes pertama, kedua, ketiga dan keempat sebelum dan setelah pembelajaran serta bagaimana grafik time series dari nilai rata-rata tes sebelum dan setelah pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendekatan SETS terhadap literasi sains siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian time series. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan dan sampel penelitian adalah kelas VII J. Hasil penelitian uji homogenitas dan uji normalitas didapatkan hasil bahwa data homogen dan normal. Analisis uji T sampel berpasangan diperoleh hasil dengan nilai signifikasi 0,000. Jika sig (2-tailed) 0,05 maka Ha diterima, kesimpulannya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretes dan postes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pendekatan SETS berpengaruh dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretes pertama hingga keempat dengan postes pertama hingga keempat, 2) Grafik hasil penelitian menunjukkan hasil nilai rata-rata pretes stabil dan konsisten kemudian setelah diberikan perlakuan keadaannya meningkat secara konsisten pula.
DAYANG MAYA UTARI
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mencari keefektifan dalam penggunaan metode Mind Mapping dalam meningkatkan skill penulisan siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuasi-eksperimen. Didalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tes. Peneliti memberikan tes sebelum (pre-tes) dan setelah (post-tes). Skor rata-rata dari setiap tes dibandingkan untuk mengetahui peningkatan dalam skill penulisan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan positif didalam penulisan siswa. Skor rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 55,85 dan pada kelas kontrol adalah 56,7. Rata-rata skor post-test pada kelas eksperimen adalah 78,15 dan pada kelas kontrol adalah 72,25. Nilai post-test kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, hasil dari independent sample T-test menunjukkan bahwa t-test (1,779) lebih tinggi dari pada t-table (1,686). Dapat disimpulkan bahwa metode Mind Mapping terbukti efektif meningkatkan skill penulisan siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.
TITIN SURYANI
2020 · Book · Open Access
THE EFFECT OF WORD CLAP GAME ON VOCABULARY ACHIEVEMENT OF SEVENTH GRADE STUDENTS IN SMPN 4 TARAKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah "Word Clap Game" dapat digunakan sebagai strategi dalam pengajaran kosa kata dan untuk mengetahui apakah penggunaan "Word Clap Game" dapat meningkatkan prestasi kosa kata siswa dalam belajar kosa kata. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 di SMPN 4 Tarakan tahun akademik 2020/2021. Kosa kata adalah salah satu komponen bahasa Inggris yang harus dikuasai dan diperoleh oleh siswa dalam mempelajari bahasa baru. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Word Clap Game sebagai strategi untuk mengajar kosa kata kepada siswa kelas tujuh SMP N 4 Tarakan. Game bertepuk kata adalah permainan yang menggunakan tepukan dan kolaborasi dengan siswa lain. Instrumen yang diguanakan berupa tes fill in the blank berupa posttest dan pretest. Selain itu peneliti menggunakan deskriptif analisis sebagai data dan SPSS 24.0 digunakan untuk analisis statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan skor rata-rata antara pra tes dan pos tes.Hal ini dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Rata rata skor yang diperoleh siswa di pra tes adalah 54.85 dan 79.03 di pos tes. Artinya, terdapat peningkatan nilai rata-rata siswa yaitu sebesar 24.18 poin.Dapat dilihat bahwa peningkatan nilai rata-rata siswa pada pos tes lebih tinggi daripada pra tes dan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari nilai membaca siswa antara pra tes dan pos tes. Hasil dari paired sample test menunjukkan bahwa hasil t-test (11.274) lebih tinggi dari t-tabel (2.042). jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa permainan Word Clap dapat digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan prestasi kosa kata siswa. Selain itu, pendapat siswa tentang permainan juga menunjukkan bahwa itu membantu siswa dalam belajar kosa kata. Kata Kunci : Word clap game, Achieve Vocabulary
NURHASANAH WATI
2020 · Book · Open Access
Abstract This study aimed to describe the problem grammar equivalence found in the translation of descriptive texts. This research used a qualitative approach. Data were collected by giving tests to students and the collected data were analyzed using a descriptive method. Using stratified random sampling, 54 students from the English education department of the University of Borneo Tarakan were taken as the study samples. The result of the study showed that the most common problem was in the category of person in the form of possessive adjective and personal pronoun. Then, followed by the number category where the problem was in the translation of plural SL into singular TL. For the gender category, the problem found was in translating SL masculine to TL because it was not in context. For the tense category, there were no structural differences in the Indonesian language and the problem faced by the translators was on the use of time information. In the voice category, there were no structural changes in both English and Indonesian, just a matter of choosing the wrong words.
FADLI MARTJIANTO
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk buku cerita bergambar berbasis potensi lokal di Pulau Derawan sebagai sumber belajar bagi siswa SMP pada klasifikasi makhluk hidup. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan desain penelitian model Borg and Gall (1983). Langkah-langkah model Borg and Gall (1983) yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk awal buku cerita bergambar mendapatkan nilai validasi dari ahli materi dengan rata-rata 92% (sangat layak), ahli media dengan rata-rata 91% (sangat layak), dan ahli praktisi dengan rata-rata 89% (sangat layak). Penelitian uji coba produk dilakukan di SMP Negeri 2 Pulau Derawan sebanyak 12 siswa dengan hasil rata-rata 91% (sangat layak). Rata-rata skor dari ketiga ahli dan respon siswa sebesar 90,75%. Sehingga buku cerita bergambar yang berjudul “Pesona Echinodermata di Pulau Derawan” sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa.
None
2020 · Book · Open Access
Pemeliharaan bangunan dilakukan untuk menjaga, kenyamanan dan keandalan bangunan gedung sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bangunan kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Dari hasil penelitian diperoleh penilaian bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik. Biaya pemeliharaan untuk perbaikan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo diperlukan biaya sebesar Rp. 12.416.177,00. (Dua Belas Juta Empat Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah).Dan dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%.
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
SITI AISYAH RADEN S. 2019. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Jagung Di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Dr. Elly Jumiati, SP.,MP Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sektor pertanian berperan penting dalam menyediakan bahan pangan, salah satu komoditi pangan yang layak dikembangkan untuk membangun ketahanan pangan nasional yaitu jagung. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor penawaran di Kota Tarakan. Dengan metode purposive sampling, analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi regresi linier berganda, uji asumsi klasik dan Elastisitas Penawaran. Hasil analisis faktor-faktor penawaran jagung berdasarkan uji statistik menunjukan hasil Berdasarkan Uji t (Parsial) penawaran jagung (Y) dilihat dari nilai signifikan bahwa variabel bebas harga subsitusi (X3) 0,007 dan berpengaruh nyata dan signifikan karena nilai sig 0,05. Sedangkan variabel bebas lainnya seperti luas panen (X1), harga jagung (X2) dan jumlah penduduk (X4) dengan nilai signifikan > 0,05. Hal ini membuktikan bahwa variabel bebas tersebut tidak berpengaruh nyata dan signifikan terhadap variabel penawaran jagung (Y). 2. faktor yang paling mempengaruhinya adalah faktor barang subtitusi mengapa demikian, hal ini dikarenakan beberapa permasalahan yang terjadi yaitu adanya hasil panen yang berlebihan dari jumlah penawaran konsumen di karenakan banyaknya petani jagung yang menanam dan memanen produksi jagungnya di waktu yang bersamaan, adanya kebijakan pemerintah mengenai surat edaran mengenai larangan merayakan tahun baru, hal ini lah yang menurunkan penawaran konsumen terhadap jagung, karena jagung merupakan makan yang paling diminati oleh masyarakat Kota Tarakan menjelang akhir tahun jadi itu lah penyebabnya harga jagung, luas panen dan jumlah penduduk tidak termasuk faktor yang paling mempengaruhi.3. Elastisitas harga atas penawaran sebesar -304.818 artinya bersifat inelastisitas (E1). Sifat inelastisitas memiliki perubahan jumlah penawaran yang proporsinya lebih kecil dibanding dengan proporsi harga jagung dalam kata lain semakin naik harga jagung sebesar 1% maka akan diimbangi dengan kenaikan harga jagung sebesar 1%.
None
2020 · Book · Open Access
Yusran. 15201020044. 2020 “Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Padi Sawah (Oryza sativa) Di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan” Dibimbing oleh Sekar Inten Mulyani. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Faktor-faktor produksi merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses produksi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor produksi terdiri dari luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, dan pestisida. Masing-masing faktor produksi tersebut mempunyai fungsi serta manfaat yang berbeda dan saling berpengaruh satu sama lainnya. Jika salah satu dari faktor produksi tidak terpenuhi maka proses produksi dalam pertanian terhambat dan tidak bisa berjalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui bagaimana sistem budidaya padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. (2) untuk menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk,dan pestisida terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Metode di lakukan secara random sampling berdasarkan karakteristik responden. Jumlah responden di peroleh dari masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi penelitian berjumlah 35 orang dari 122 petani yang mengusahakan usahatani padi sawah. Hasil analisis data menunjukan bahwa (1). Berdasarkan hasil deskriptif sistem budidaya padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur meliputi kegiatan pengolahan lahan, perbaikan irigasi, pemilihan benih, perendaman benih, penganginan benih, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. (2).Berdasarkan hasil analisis penggunaan faktor produksi padi sawah diperoleh hasil yaitu variabel luas lahan yang paling banyak dimilki oleh 30 responden atau (85,7%) adalah 1.0-1.2 ha. Unuk variabel benih yang terbesar diperoleh 23 responden atau (65.7%) yaitu antara 16-21 kg. variabel pupuk jumlah terbanyak digunakan oleh 22 responden atau (62,8%) yaitu antara 251-351 kg. variabel pestisida terbanyak digunakan oleh 24 responden atau (68.6%) yaitu antara 3.501-5.501 ml. dan variabel tenaga kerja HOK terbanyak diperoleh 26 responden atau (74.2%) yaitu antara 164-174 HOK .Sedangkan variabel produksi yang terbesar diperoleh 30 responden atau (85,7%) yaitu antara 4.551-5.600 kg. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 25, faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur adalah faktor luas lahan, penggunaan pupuk anorganik, dan tenaga kerja. Kata Kunci : Faktor Produksi, Produksi Padi
None
2020 · Book · Open Access
Serviana (15.201020.061). 2019. "Analysis of Cassava Value Added as Raw Material of Cassava Chips in Tarakan City" Case Study: Qobidh Crackers UKM Kampung Empat Village. Supervised by Elly Jumiati. Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. Cassava is one of the focuses of agricultural development policy in 2015-2019, because it has a variety of highly prospective and sustainable derivative products, both food and non-food. One that can provide added value for cassava products is by processing cassava into products that have economic value, namely cassava chips. The purpose of this study are: 1) analyze the amount of added value from the processing of cassava into cassava chips in Qobidh Crackers UKM. 2) analyze the benefits gained by Qobidh Crackers SMEs. The method used is the Hayami method and is presented in tabular form. The method used in this research is Purposive Sampling with the consideration that Mrs. Fatimatun Hasanah produced cassava chips in Tarakan City and the business that has been running has been fairly long, which is more or less for five years. The results of this study indicate that the added value of the raw material of cassava chips processed into cassava chips is Rp. 8,157.64 per kg with a value-added ratio of 33.99%. This value added ratio is moderate because it has a percentage of 15-40%. The profit margin of cassava chips is Rp.19,000 with a profit of 36.62% which has been distributed to each factor such as labor income of 6.315% and other input contributions of 57.06% and the amount of profit obtained by Qobidh Crackers SMEs is 36.62%. The suggestion from this research is that the business of cassava chips in Qobidh Crackers SMEs should minimize the costs by combining the use of supporting materials by reducing the amount of usage in the contribution of other inputs, by increasing the level of value added ratio. Seeing the prospect of agro-industry in the City of Tarakan is very good, especially for cassava chips. This is because SMEs are able to contribute to the regional economy.
None
2020 · Book · Open Access
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA TANI SAWI DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KOTA TARAKAN ABSTRAK Linda. 2019. Sayuran sawi merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung meningkat. Kebutuhan masyarakat akan sayuran sawi yang terus meningkat menyebabkan meningkatnya produktivitas sawi oleh masyarakat khususnya petani sawi. Dalam memproduksi sayuran sawi dibutuhkan biaya produksi. Biaya yang dikeluarkan petani dalam memproduksi sayuran sawi antara lain biaya tetap yaitu modal dan alat mesin pertanian, sedangkan biaya variabel yaitu benih, pupuk, pestisida, biaya tenaga kerja. Besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani berpengaruh terhadap jumlah pendapatan yang diterima oleh petani. Hal ini berkaitan dengan jumlah total pendapatan petani dan keluarganya sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya melalui peningkatan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis pendapatan petani dalam usahatani sawi di Kelurahan Kampung Enam dan Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap produksi sawi di kelurahan kampung enam. Penelitian ini dilakukan dikota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive sampling). metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Random sampling atau acak yang dimana sampel ini adalah berprofesi sebagai petani sawi, Dengan demikian jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan usaha tani dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh pendapatan rata-rata petani sawi di Kelurahan Kampung Enam adalah Rp 355.297,34 perbulan, dan persamaan untuk Faktor yang mempengaruhi produksi adalah : Y = α.000 +0.458x1 – 1.054x2 + 0.887x3 – 0.542x4 – 0.382x5 + 14.026x6 – 0.809x7 + 0.000x8 + Ɛ. Model analisis tersebut memiliki nilai R2 produksi sayuran sawi yaitu sebesar 0.944 yang dapat diartikan bahwa variabilitas independent sebesar 94.4%,sedangkan sisanya 5.6% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis uji t variabel bibit, pupuk, mur, luas lahan, dan lama berusahatani signifikan berpengaruh terhadap produksi sayuran sawi pada taraf 0.05 (5%). Sedangkan variabel pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan tenaga kerja tidak signifikan berpengaruh terhadap produksi sayuran sawi. Variabel bibit, umur petani, dan luas lahan berpengaruh positif terhadap produksi sedangkan variabel pupuk, dan lama berusahatani berpengaruh negatif dikarenakan penggunaan pupuk yang berlebihan sehingga menjadikan hasil produksi menurun dan lama berusahatani berpengaruh positif dikarenakan petani hanya mengandalkan pengalaman yang mereka miliki dan tidak menerima inovasi baru dalam usahatani sehingga tidak meningkatkan hasil produksi. Pemerintah daerah khususnya pemerintah kota Tarakan melalui Dinas Pertanian diharapkan terus memberikan penyuluhan dan pengetahuan bagi petani sawi agar dapat mengolah usaha taninya dengan baik agar hasil produksi lebih baik dari pada hasil sebelumnya dan dapat meningkatkan taraf hidup petani. Kata Kunci: Pendapatan, Faktor Produksi, Sawi, Kota Tarakan. Tarakan, 09 Februari 2020 Menyetujui, Dr.Elly Jumiati, SP.,MP NIDN. 1115078001
None
2020 · Book · Open Access
POTENSI PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK DARI HASIL FERMENTASI LIMBAH ORGANIK
Nama Mahasiswa : Muh.Iswandi
NPM : 14.301020.014
Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T.
ABSTRAK
Limbah organik pada awalnya tidak memiliki manfaat jika tidak diolah, limbah organik memiliki banyak manfaat selain untuk menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman dapat juga dimanfaatkan menjadi biogas yang energinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pemanfaatan tersebut memiliki nilai ekonomis dan limbah organik dapat di jadikan sumber energi alternatif dengan menggunakan mikroorganisme melalui proses fermentasi. Pada limbah organik yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai microbial fuel cell yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik Microbial Fuel Cell. Sala satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan energi listrik adalah tomat dan wortel yang sudah mebusuk. Dihaluskan dan difermentasi sehingga menghasilkan microba atau bakteri, Bakteri mampu menjadi katalis dan beradaptasi dengan baik terhadap bahan organik berbeda yang terdapat pada limbah lingkungan sehingga menghasilkan electron. Dan pergerakan electron ini yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK Susi Susanti. 15.201020.033. 2019. Analisis Break Even Point dan Nilai Tambah Produksi Kripik Pisang di UKM Qobidh di Kota Tarakan (Studi kasus UKM Qobidh Kampung Empat). Dibimbing oleh ibu Nurlela M,SP., M.Si. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa keuntungan dan kerugian yang di terima UKM Qobidh dengan menggunakan analisis break event point dan berapa besar biaya per satu kali produksi, penerimaan dan pendapatan persatu kali produksi, serta nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang. Penelitian ini di lakukan di Kota Tarakan kelurahan kampung 4. Pengambilan data di mulai pada bulan april sampai bulan oktober 2019. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer. Data primer di peroleh melalui wawancara dengan pihak yang bersangkutan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah di siapkan, serta pengamatan langsung di lapangan. Data yang di kumpulkan menyangkut: biaya variabel atau biaya yang jumlah nilai di pengaruhi oleh jumlah produksi kripik pisang adalah biaya bahan baku (pisang) dan biaya tetap terdiri dari: biaya penyusutan peralatan dan biaya lainnya di luar biaya variabel. Biaya penyusutan adalah biaya yang di susutkan perbulan. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) menghitung break even pont produksi (2) menghitung break even point harga (3) menghitung break even point penerimaan dan dapat di lihat pada titik untung atau tidak untung. (4) menghitung nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) BEP produksi kripik pisang sebesar 6,48 kg dimana produksi lebih kecil dari produksi kripik di UKM Qobidh yaitu sebesar 14,08 kg (2) BEP harga sebesar Rp. 97.873 per Kg dimana BEP harga lebih kecil dari harga kripik pisang di UKM Qobidh yaitu Rp.100.000 per Kg (3) BEP penerimaan sebesar Rp. 1.364.834 per bulan lebih kecil dari penerimaan di UKM Qobidh yaitu Rp. 1.400.000 per bulan, dari nilai BEP keseluruhan dapat di katakan UKM Qobidh berada pada titik untung (4) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang di UKM Qobidh yaitu Rp. 46.038 per Kg, artinya untuk setiap per satu kilo kripik pisang dapat memberikan pertambahan nilai sebesar Rp. 46.038
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini melakukan desain simulasi inverter on grid menggunakan metode current controlled dengan software PSIM. Rangkain inverter yang digunakan adalah rangkaian inverter fullbridge dengan sistem kendali menggunakan metode current controlled. Rangkaian filter yang digunakan adalah filter low pass (LC) dengan nilai L adalah 0.0113H dan nilai C adalah 100nF. Rangkaian kendali yang digunakan adalah rangkaian SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Keluaran arus inverter diatur sebesar 6 A (rms) dengan variasi pembebanan dan sudut fasa antara tegangan dan arus berubah. Sudut fasa antara arus dan tegangan berpengaruh terhadap daya yang disuplai inverter ke grid. Pada saat inverter memiliki sudut fasa yang sama dengan grid maka daya yang disuplai sesuai dengan referensi yang diberikan oleh sistem kontrol. Kelebihan daya dari inverter akan disuplai ke grid, begitu pula kekurangan daya akan disuplai dari grid. Pada saat arus inverter lagging 90° dari tegangan maka inverter menyuplai daya reaktif ke sistem dan memkonsumsi daya aktif dari sistem. Daya reaktif yang dikirim ke sistem jauh lebih besar dari daya aktif yang dikonsumsi oleh inverter. Pada saat arus inverter leading 90° dari tegangan maka inverter menyerap baik daya aktif maupun daya reaktif dari sistem. Frekuensi pada sistem konstan dengan nilai 50Hz.
None
2020 · Book · Open Access
PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN PASIR SUNGAI UNTUK SUBGRADE (Studi Kasus: Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan) Nama Mahasiswa : Winda Lestari NPM : 14301010004 Dosen Pembimbing : Hasrullah, S.T.,M.T. ABSTRAK Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, sehingga diharapkan tanah mampu mendukung beban yang ada di atasnya. Tetapi pada implementasinya beberapa kendala terjadi disebabkan oleh tanah dengan sifat-sifat yang buruk dan kurang menguntungkan, antara lain plastisitas tinggi, kemampatan atau perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Hal tersebut merupakan sifat yang dimiliki oleh tanah lempung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan tanah dasar yaitu dengan cara stabilisasi dengan menggunakan pasir sungai yang ditujukan untuk memperbaiki gradasi tanah dengan cara mencampur tanah dengan bahan stabilisasi yang memiliki gradasi lebih besar. Pengujian dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa variasi persentase pasir sungai terhadap berat tanah, dengan persentase penambahan pasir sungai 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Gunung Selatan Kampung Satu Kota Tarakan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli didapatkan nilai, specific gravity sebesar 2,59, Liquid Limit (LL) 53,2%, Indeks Plastis (IP) 16,50%, analisa ukuran butiran sebesar 57,8%. Berdasarkan klasifikasi USCS sampel tanah berbutir halus dan termasuk ke dalam kelompok OH. Pada pengujian sifat mekanis tanah, hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pasir sungai 50% pada pengujian pemadatan berat isi kering mengalami peningkatan dari 1,400 gr/cm³ menjadi 1,557 gr/cm³. Pada pengujian CBR juga mengalami peningkatan, CBR unsoaked dari 6,63% menjadi 13,68% dan CBR soaked dari 3,04 menjadi 8,16% dengan melewati masa perendaman selama 4 hari dan swelling pengalami penurunan dari 19,2% menjadi 12,5%.
None
2020 · Book · Open Access
Broiler chicken meat production in Tarakan City can meet the food needs of the people of Tarakan City. Most breeders in the City of Tarakan breed broiler chickens through a partnership pattern. Marketing efficiency is an important thing with the aim to improve the welfare of farmers. Research Objectives (1) To determine the pattern of broiler chicken marketing channel patterns of partnership in the District of North Tarakan. (2) To analyze the marketing margin of broiler partnership patterns in the North Tarakan District. (3) To analyze Farmer's Share in marketing broiler partnership patterns in North Tarakan District. This research was carried out in the North Tarakan Subdistrict of Tarakan City and was carried out starting from the beginning of July 2019 until the end of July 2019. Determination of the location of the research carried out intentionally (purposive) and the method of collecting data of respondents in this study using the Purposive and Snowball methods. Based on the results of research that has been conducted on the analysis of marketing margin marketing channel patterns and farmer's share of broiler chicken business partnership patterns in the North Tarakan District conclusions that can be drawn based on the researcher's objectives, namely: (1) There is a pattern of broiler chicken marketing channels, namely producers (breeders) - Mitra CV Paguntaka Mitra Sejahtera - retailers - end consumers. (2) Based on the results of the calculation of marketing margins on the marketing channel patterns of broiler chickens in North Tarakan District, the total marketing margin is Rp. 21,697. (3) Based on the results of the calculation of farmer's share in the marketing channel patterns of broiler chickens in the District of North Tarakan obtained farmer's share of less than 50% that is equal to 34.25% with a margin percentage of 65.74% so it can be concluded that the efficiency of marketing broiler chicken partnership patterns in Kecamatan Tarakan Utara is inefficient. However, based on the results of the analysis there are several benefits that can be obtained by farmers in partnership including 1) Chicken prices have been determined or agreed before conducting chicken farming activities so that farmers do not feel worried about the ups and downs of chicken prices. 2) Broiler chicken marketing is guaranteed because there are already partners ready to buy chicken when it is harvested. 3) Breeders only prepare cages, while other saprotans such as seeds, medicines and feed are provided by partner companies (nucleus). 4) By partnering, farmers are provided with knowledge about how to breed properly through training-training conducted by partner companies (core).
None
2020 · Book · Open Access
Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan bisnis atau usaha yang dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi disuatu derah. Hanya saja masih banyak UMKM yang belum mampu memastikan keberlanjutan usaha yang dijalankan hal ini dikarenakan kurang dukungan dari sisi modal, bimbingan dan pelatihan, sehingga perlunya suatu lembaga pendukung yang mampu mengatasi masalah keuangan yang dihadapi oleh pelaku usahan Salah satu lembaga yang bergerak dibidang pemodalan untuk pelaku usaha mikro adalah Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan (UlaMM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program kerja pada PT. PNM Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan dan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan unit layanan modal mikro kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan Skala Likert dengan lima alternatif jawaban antara lain : (Sangat Tidak Baik (STB): Skor 1), (Tidak Baik (TB) : Skor 2), (Cukup Baik (CB) : Skor 3), (Baik (B): Skor 4), (Sangat Baik (SB): Skor 5). untuk melihat kualitas pelayanan dari unit layanan modal mikro, mengunakan lima parameter yaitu : Tanggible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty. Yang memiliki 4 indikator setiap parameternya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, program kerja yang dilaksanakan PT. PNM Unit Layanan Mikro ini terdiri atas Pembiayaan, bimbingan dan pelatihan. Dari sisi Persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan PT. PNM unit layanan modal mikro Kota Tarakan berada pada kategori baik berdasarkan parameter Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty dengan persentasi 97 % masuk dalam kategori “Baik”.Saran yang dapat diberikan kepada Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) agar lebih mempertimbangkan palaku usaha pertanian budidaya untuk dijadikan nasaba. Unit layanan mdal mikro perlu membuka cabang dibeberapa daerah dan membuat layanan yang berbasis online agar masyarakat mampu mengakses informasi dengan mudah.
None
2020 · Book · Open Access
Novella Firsta. 15201020062. 2019. Feasibility analysis of household scale cassava chip agroindustry in the Tarakan City. The guided by Anang Sulistyo S.P., M.P Faculty of Agriculture at Boneo University. We can find food processing agroindustry on household scale cassava chips in the eastern district of Tarakan, which is one of the centers of processed cassava chips in the city Tarakan. There are four producers of processed household cassava chips in the city of Tarakan consiting of Qobidh, Rozee Snack, Kembang Turi and Tiga Dara. The reseach aims to : 1.) Knows the cost, revenues, income and the benefits of household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan. 2.) Know the feasibility of household scale cassava chip agroindustry in the city if Tarakan. Respondents selected were residents of east Tarakan subdistrict who have household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan. The method used in determining the sample is the census method. The research methods use are qualitative and quantitative. The analytical method used to determine the feasibility of household scale cassava chips agroindustry is to calculate the value of R/C ratio, capital productivity an labor productivity. The results of a feasiblity study of household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan namely the prduction cost of Rp. 4.281.153. The revenues of Rp. 7.990.000. Income of Rp. 4.030.083. The profit gained by household scale chips agroindustry is equal to Rp. 3.708.847. It can be conclued that based on the business feasiblity analysis carried out by calculating the R/C ratio, labor productivity that household scale cassava chip agroindustry in the city of Tarakan is declared feasible to run.
None
2020 · Book · Open Access
Salah satu kendala pada budidaya kelapa sawit yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. beberapa cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitan bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai agens pengendali G. boninense. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi dan purifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit, uji patogenesitas, karakterisasi, aktivitas proteolitik, kelarutan fosfat dan uji antagonisme pada G. boninense. Hasil penelitian diperoleh 4 genus cendawan tanah non patogen yaitu Penicillium, Fusarium, Paecylomices dan Aspergillus. Cendawan endofit non patogen diperoleh 3 genus yaitu Aspergillus, Paecylomices dan Misellia Sterillia. Hasil uji kelarutan fosfat menunjukkan isolat CT3 (Aspergillus) memiliki kemampuan melarukan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 5,12% dan isolat CT10 (Penicillium) melarutkan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 2,98%. Semua isolat non patogen tidak memiliki kemampuan aktivitas proteolitik. Hasil uji antagonisme didapatkan 2 genus cendawan yang memiliki kemampuan dalam menghambat G. boninense yaitu Penicillium dan Fusarium. Hasil uji daya hambat pada genus Penicillium terdapat 2 isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense yaitu isolat CT2 dengan daya hambat 13% dan isolat CT4 dengan daya hambat 36,5% melalui mekanisme kompetisi dan antibiosis. Mekanisme penghambatan kompetisi ditunjukkan oleh 2 isolat yang termasuk dalam genus Fusarium yaitu isolat CT6 dengan daya hambat 35% dan isolat CT7 dengan daya hambat 35%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolat-isolat cendawan yang di dapatkan sebagai bahan formulasi Bio-insectisida yang aman.