None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil uji beda dari tingkat implementasi shift kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode polling atau kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel shift kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan. Adapun Hasil Uji Beda dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan Shift kerja antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas juata Permai, Namun terdapat perbedaan pada tingkat Stres kerja dan Lingkungan kerja antara pegawai Puskesmas Pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil uji beda dari tingkat implementasi shift kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode polling atau kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel shift kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan. Adapun Hasil Uji Beda dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan Shift kerja antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas juata Permai, Namun terdapat perbedaan pada tingkat Stres kerja dan Lingkungan kerja antara pegawai Puskesmas Pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.
MEGA NOVITA
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman vegetasi pohon yang terdapat di kawasan Hutan Desa Tanah Kuning serta potensi implementasinya dalam pengembangan majalah sains sebagai sumber belajar siswa SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan sebagai berikut: 1. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall (2003). 2. Pengambilan sampel vegetasi pohon menggunakan metode transek jalur berpetak dengan total 60 plot dan 240 petak contoh. 3. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. 4. Subjek uji coba produk terdiri dari 9 orang siswa kelas XI-MIPA SMA Negeri 1 Tanjung Palas Timur. 5. Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi ahli dan angket respon guru dan siswa. 6. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini, pertama vegetasi pohon yang teramati di kawasan hutan Desa Tanah Kuning terdiri dari 36 jenis vegetasi pohon dengan indeks keanekaragaman jenis (H’) sebesar 2,193 (keanekaragaman dikategorikan sedang). Uji validitas produk majalah sains oleh validator materi mendapatkan persentase sebesar 84,62% (kategori sangat layak). Uji validitas oleh validator media mendapatkan persentase sebesar 88% (kategori sangat layak). Uji respon guru terhadap produk majalah sains mendapatkan respon positif dengan persentase angket respon sebesar 74,78% (kategori menarik), sedangkan uji respon siswa mendapatkan persentase angket respon rata-rata sebesar 86,67% (kategori sangat menarik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah sains yang dikembangkan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran biologi.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Pengaruh Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja dan Pemberian Motivasi Terhadap Prestasi Kerja di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus Tarakan
Selvia Edi Yanti
(Nurul Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan, lingkungan, dan motivasi terhadap prestasi kerja di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus Tarakan. Penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu kepuasan kerja, lingkungan kerja dan pemberian motivasi sebagai variabel bebas, dan prestasi kerja sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan lapangan dari PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala interval 1 sampai 5 dengan penyebaran kusioner sebanyak 57 responden. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan model regresi berganda dengan uji t yang dibantu oleh program SPSS dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja serta pemberian motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja.
Kata kunci: Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja, Pemberian Motivasi, Prestasi Kerja, PT. PLN (Persero)
None
2020 · Book · Open Access
Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting, mengingat manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan dasar harga jual produk yang akan disajikan untuk laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) menghitung harga pokok produksi keripik singkong di UKM Qobidh menggunakan metode full costing. 2) menganalisis perkiraan keuntungan produksi keripik singkong yang diperoleh dari selisih harga pokok produksi dan harga jual produk di UKM Qobidh. 3) menganalisis berapa harga jual produk keripik di UKM Qobidh dengan metode cost plus pricing. Penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling yang merupakaan teknik pengambilan sampel secara acak. Informasi data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara dengan pemilik UKM Qobidh. Hasil penelitian diperoleh bahwa Harga Pokok Produksi (HPP) keripik singkong dengan metode full costing sebesar Rp. 16.450,75 per bungkus (250 gram). Harga jual keripik singkong di UKM Qobidh sebesar Rp. 20.000 per 250 gram sehingga perkiraan keuntungan yang diperoleh dari selisih Harga Pokok Produksi (HPP) dengan harga jual produk kripik singkong di UKM Qobidh sebesar Rp. 3.549,25 per 250 gram. Harga jual produk singkong menggunakan metode cost plus pricing dengan mark up 20% adalah sebesar Rp. 19.741 per 250 gram atau per bungkus.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Usaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal terdiri dari dua teknik yaitu teknik budidaya dan alat pukat. Masing-masing teknik memiliki risiko dan kontribusi yang berbeda dalam keuntungan petani dikarenakan input produksi yang digunakan juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Menganalisis dan membandingan biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat 2) Menganalisis dan membandingan risiko usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat. Penentuan jumlah responden menggunakan metode Slovin dan pemilihan responden dengan metode purposive sampling. Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan di analisis dengan analisis keuntungan sedangkan untuk mengukur tingkat risiko usaha menggunakan alat analisis koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani rumput laut teknik alat pukat lebih besar dibandingkan dengan usahatani rumput laut teknik budidaya dengan biaya masing-masing sebesar Rp 20.834.936 dan Rp 11.445.627 penerimaan masing-masing sebesar Rp 41.996.212 dan Rp 15.018.181, sedangkan keuntungan masing-masing sebesar Rp 21.152.276 dan Rp 3.572.555. Usaha rumput laut teknik pukat memiliki risiko biaya dan risiko keuntungan lebih rendah dibandingkan dengan usaha rumput laut teknik budidaya dengan besar nilai koefisien variasi (CV) masing-masing sebesar 0,02 dan 0,03, risiko penerimaan usahatani rumput laut teknik pukat dan teknik budidaya sama yaitu 0,05, untuk risiko keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya lebih tinggi dari pada teknik pukat yaitu masing-masing 0,15 dan 0,09.
Kata Kunci : Keuntungan, Risiko Usaha, Usaha Rumput Laut
ABSTRACT
The seaweed business in the Pantai Amal Village was carried out using two techniques, namely cultivation and trawler techniques. Each technique had different risks and contributions to the profits of farmers because the production inputs used were also different. This study aimed to: (I) analyze and compare the costs, revenues, and profits of seaweed farming by cultivation and trawler techniques; (2) analyze and compare the risks of the two seaweed farming techniques. Number of respondents was determined using the Slovin method and selection of respondents was done using a purposive sampling method. The amount of costs, revenues, and profits were analyzed using profit analysis and level of business risk was measured using a coefiicient of variation (CV) analysis tool. The results showed that the costs, receipts, and profits of seaweed farming using trawl techniques were greater than that of seaweed farming with cultivation techniques, with the costs Rp 20,834,936, and Rp 11,445,627 respectively, the receipts Rp41,996,212 and Rp 15,018,181 respectively, and the profits Rp21,152,276 and Rp3,572,555 respectively. Trawl seaweed business had lower cost and profit risks than cultivation seaweed business, with a variation coefficient value (CV) respectively 0.02 and 0.03. The risk of seaweed farming using trawl and cultivation techniques was the same, namely 0.05. The profit risk of using cultivation techniques was higher than using trawling techniques, namely 0.15 and 0.09, respectively.
Keywords: Profit, Business Risk, Seaweed Business
None
2020 · Book · Open Access
ANALISIS RISIKO HARGA KOMODITI JAGUNG MANIS (Zea Mays L Saccharata Sturt) DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN
Abstrak
Fluktuasi harga adalah salah satu risiko yang harus dihadapi petani dalam pemasaran hasil usahatani. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi risiko harga berdasarkan tingkat risiko yang dihadapi petani. Penelitian risiko harga jagung manis (Zea Mays L Saccharata Sturt) di Kelurahan Juata Laut bertujuan untuk, (1) mengetahui tingkat risiko harga komoditi jagung manis di Kelurahan Juata Laut; (2) mengetahui strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko harga komoditi jagung manis di Kelurahan Juata Laut. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 50 orang petani jagung manis di Kelurahan Juata Laut. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis risiko harga (CV) dan analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini, tingkat risiko harga jagung manis CV = 0,270 < 0,5 yang berarti risiko kecil yang dihadapi petani jagung manis di kelurahan Juata Laut dengan penjelasan bahwa risiko harga yang dihadapi petani jagung manis di Kelurahan Juata Laut adalah 27% dan harga rata-rata jagung manis yaitu sebesar Rp. 956/kg, sehingga harga setelah risiko yang dihadapi adalah sebesar Rp. 2.586/k. Strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko harga jagung manis jika risiko harga tinggi adalah dengan cara melakukan pola tanam, mengaktifkan dan mengefektifkan peran kelembagaan kelompok tani, melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap masuknya jagung manis dari luar Tarakan, melakukan diversifikasi tanaman, rotasi tanam dan sistem kontrak.
None
2020 · Book · Open Access
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT (Sea Weed) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR
Abstrak
Rumput laut (Sea weed) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler divisi thallophyta. Komoditas rumput laut merupakan komoditas penting dalam perekonomian indonesia. Arti penting tersebut karena komoditas rumput laut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia serta rumput laut merupakan sumber daya lokal yang banyak dihasilkan yang juga menjadi sumber penghasilan sebagian besar penduduk yang tinggal di pesisir pantai di kota Tarakan. Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur menjadi salah satu daerah pengembangan budidaya rumput laut yang strategis karena memiliki daerah pesisir yang luas lautnya 250,80 km². Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal; (2) pendapatan usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal; (3) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal. Metode penentuan sampel Purposive sampling dengan responden 30 petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis biaya dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa Karakteristik usaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal meliputi modal, lokasi usaha, sumber daya manusia, akses perbankan, izin usaha dan daerah operasi regional dan nasional; rata-rata pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur sebesar Rp. 4.649.369 / produksi; berdasarkan hasil Uji t diperoleh bahwa variabel biaya bibit (X1) (sig 0.003), biaya peralatan (X2)(sig 0.034) dan penerimaan (X4) (sig 0.000)berpengaruh terhadap pendapatan sedangkan variabel panjang tali (X3)(sig 0.598) tidak berpengaruh. Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap pendapatan adalah penerimaan. Berdasarkan Uji F diperoleh bahwa variabel independen (biaya bibit, biaya peralatan, panjang tali dan penerimaan) secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi variabel dependen (pendapatan) hal ini ditunjukkan oleh nilai sig sebesar 0.000 < 0.05
None
2020 · Book · Open Access
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) PADA RUMAH TANGGA KONSUMEN DI KOTA TARAKAN.
None
2020 · Book · Open Access
KAJIAN KUALITAS MATERI PENYULUHAN PERTANIAN
PADA KELOMPOK CAHAYA TANI DI KOTA TARAKAN
Abstrak
Kualitas materi penyuluhan ditunjang oleh kemampuan dan keterampilan penyuluh yang akan berpengaruh kepada penerima manfaat nantinya. Peneltian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kajian kualitas materi penyuluhan pertanian. Pertama, bagaimana deskripsi kualitas materi penyuluhan pertanian pada kelompok Cahaya Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara ? Kedua, bagaimana deskripsi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas materi penyuluhan pertanian pada Kelompok Cayaha Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentu sampel purposive sampling Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) terwujudnya kualitas materi penyuluhan maka harus tersampaikan mengenai ragam materi penyuluhan yang meliputi pesan ideologis dan informatif, pokok-pokok bahasan yang meliputi ilmu budidaya pertanian, ilmu ekonomi pertanian, ilmu pengelolaan rumah tangga tani, pelembagaan petani serta politik pembangunan pertanian, sumber materi dapat diperoleh melalui sumber resmi pemerintahan, pengalaman petani, sumber, informasi dari publikasi seperti buku jurnal media masa, majalah dan sumber lain yang dapat dipercaya. Sifat-sifat materi penyuluhan dapat di bedakan mengenai berisi pemecahan yang sedang dihadapi para petani, yang berisi petunjuk dan rekomendasi sedangkan materi yang bersifat instrumental untuk pemilihan materi sebagai penyuluh harus mengetahui materi yang sangat pokok dan materi penunjang. (2) hasil dari faktor kualitas materi penyuluhan yaitu yang tidak menguntungkan 70.37% dari segi biaya yang tidak terjangkau 74.07%, tingkat kerumitan/Kesederhanaan 81.48%, tidak sesuai lingkungan fisik 70.37 %, tidak sesuai lingkungan budaya 70.37% tidak mudahnya dikomunikasi 100% penghematan tenaga kerja dan waktu sangat efisien 66.67% Untuk terwujudnya hasil yang sempurna maka sebaiknya penyuluh lebih sigap lagi dalam hal ini agar kualitas materi penyuluhan pertanian tercapai dan dari segi faktor kualitas materi penyuluhan dapat menguntungkan atau menunjang para petani yang di kelompok Cahaya Tani tersebut, dengan hal ini maka petani juga juga harus mampu mengadopsi inovasi yang disampaikan serta lebih berpartisipasi lagi atas apa yang telah di sarankan oleh penyuluh sehingga apa yang diharapkan tercapai, dalam hal ini juga perlu adanya perhatian khusus dari instansi terkait seperti dinas pertanian jika dari pihak pemerintah, penyuluh, atau pun kelompok tani saling berkesinambungan maka apa yang diharapkan dapat tercapai.
Kata Kunci : Kualitas Materi, Penyuluhan Pertanian, Kelompok Tani
None
2020 · Book · Open Access
SUCI INDAH SARI
2020 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan gadget siswa kelas X SMAN 1 Tarakan terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan model TAM. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 161 siswa kelas X MIPA SMAN 1 Tarakan dan sampel penelitian berjumlah 72 siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penggunaan gadget dengan model TAM dan soal HOTS pilihan ganda, kemudian dianalisis dengan Uji Regresi Linear untuk mencari pengaruh variabel penggunaan gadget dengan model TAM (X) terhadap hasil belajar HOTS Biologi (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif manfaat penggunaan gadget, kemudahan penggunaan gadget dan sikap penggunaan gadget secara simultan terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,021. Terdapat pengaruh sikap penggunaa gadget terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan tidak terdapat pengaruh manfaat penggunaan gadget terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,066 serta tidak terdapat pengaruh kemudahan penggunaan gadget terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,189. Abstract The research was to analyze the effect of gadget utilization on Biology HOTS learning outcomes of SMAN 1 Tarakan 10th grade students with TAM model. It was an Ex Post Facto research with quantitative approach. The research population were 161 tenth grade students in MIPA SMAN 1 Tarakan and research samples were 72 students which was determined by using non probability sampling type of purposive sampling techniques. Overall data were obteined from two scores, from gadgets utilization questionnaire in TAM model and HOTS multiple choices test. They were the analyzed by Linnear Regression Test to find the effect of the variable in utilizing gadgets with the TAM model (X) on Biology HOTS learning outcomes (Y). The results showed that there was a positive effect from the benefit in ultilizing gadgets, simplicity in utilizing gadgets and attitudes in utilizing gadgets simultaneously on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.021. There was an effect from the attitude in utilizing gadgets on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.003 and there is no effect from the benefits in utilizing gadgets on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.066 and there is no effect from the simplicity in utilizing gadgets on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.189.
LEILA
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK LEILA, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan minat dan motivasi belajar siswa kelas X lintas minat pada mata pelajaran biologi terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan metode deskriptif korelasional data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 184 siswa kelas X Lintas Minat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan dan sampel penelitian berjumlah 70 siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket minat dan motivasi dan soal pilihan ganda, kemudian dianalisis dengan Uji Product moment dan Uji Regresi Linear untuk mencari hubungan minat (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap hasil belajar siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara minat dan motivasi asecara simultan terhadap hasil belajar Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,035. Terdapat hubungan yang positif antara motivasi siswa terhadap hasil belajar dengan nilai signifikan 0,018 dan tidak terdapat hubungan minat terhadap hasil belajar Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,407. Kata kunci: Minat, Motivasi, Lintas Minat, Hasil Belajar Biologi CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ INTEREST AND LEARNING MOTIVATION IN BIOLOGY SUBJECT TO STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES AT CLASS X CROSS-INTEREST STUDENTS OF MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TARAKAN Abstract This research was intended to measure the relationship between students’ interest and learning motivation in Biology subject to students’learning outcomes at class X cross-interest students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan. The design of the research was a survey with descriptive correlational quantitative data. The population in this research was 184 students of class X cross-interest students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan and the research sample was 70 students. The sample was determined using nonprobability sampling technique from purposive sampling. Overall data was obtained based on scores from students’ interest and learning motivation questionnaires and multiple choice questions, then analyzed by Pearson Product Moment Correlation Test and Linear Regression Test to find the relationship between students’ interest and learning motivation to students’ learning outcomes. The results showed that there was a positive relationship between students’ interest and learning motivation simultaneously in Biology learning outcomes with a significance value of 0.035. There was a positive relationship between students’ motivation and students’ learning outcomes with a significant value of 0.018 and there was no relationship between students’ interest in Biology learning outcomes with a significance value of 0.407. Keywords: Interest, Motivation, Cross-Interests, Biology Learning Outcomes
ELINE PUASARI
2020 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relung hewan kelas Pisces dan menganalisis kelimpahan kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Sungai Desa Punan Gong Solok, Malinau dan terbagi atas tujuh titik penelitian, setiap titik berjarak 1 km. Pengambilan sampel menggunakan tekmik Purposive Sampling. Analisis data pada relung ekologi yaitu dengan pengamatan langsung dan analisis kelimpahan menggunakan rumus kelimpahan relatife (Krebs, 1972). Parameter lingkungan turut menjadi hal penting dalam penelitian ini diantaranya suhu, pH, Kecerahan air, kedalaman air, Dissolved oxygen (DO), Total Dissolve Solid (TDS) dan kecepatan arus sungai. Hasil penelitian Kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau ditemukan lima spesies di antaranya Gastromyzon lepidogaster, Mastcembelus unicolor, Parachela oxigastroides, Osteochilus wandersii dan Barbonymus balleroides. Analisis relung kelas pisces di Sungai Gong Solok ditemukan bahwa peran atau status fungsional spesies Gastromyzon lepidogaster merupakan hewan herbivora di tingkat trofik II, sedangkan spesies Parachela oxigastroides, Osteochilus wandersii dan Barbonymus balleroides merupakan hewan omnivore di tingkat trofik III dan spesies Mastcembelus unicolor merupakan hewan karnivora di tingkat trofik IV. Kemudian indeks kelimpahan kelas Pisces di Sungai Gong Solok yang tergolong tinggi terdapat pada spesies Barbonymus balleroides dengan nilai kelimpahan 79,61%. Kelimpahan yang tergolong sedang terdapat pada spesies Osteochilus wandersii dengan nilai kelimpahan 9,39% dan spesies Parachela oxygastroides dengan nilai kelimpahan 7,44%. Kelimpahan yang tergolong rendah terdapat pada spesies Gastromyzon lepidogaster dengan nilai kelimpahan 3,24% dan spesies Mastacembelus unicolor dengan nilai kelimpahan 0,32%. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian Relung dan Kelimpahan kelas Pisces dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian kelas Pisces dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi Ekologi kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.10 dan 4.10.
EXTRIN SALSA BELA RAHMADHANI
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan seberapa dekat hubungan kekerabatan fenetik Ordo Anura di Hutan Kota Tarakan dengan penerapan metode taksimetri serta mendeskripsikanhasil penelitian sebagai sumber belajar. Taksimetri merupakan metode yang digunakan untuk menentukan jauh dekatnya suatu hubungan anatara dua takson hewan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis cluster atau analisis kelompok. Penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati ciri morfologi, yang kemudian di analisis menggunakan Software NTSYSpc V2.02i dan hasil penelitian dianalisis secara deskriptif sebagai potensi implementasi pada pembelajaran biologi. Berdasarkan dendogram yang terbentuk diperoleh 5 cluster kekerabatan, cluster pertama Apomorfi A terdiri dari 4 klad dan 2 subklad, cluster kedua Apomorfi B terdiri dari 7 klad dan 3 subklad, cluster ketiga Apomorfi C terdiri dari 2 klad dan 1 subklad, cluster Keempat Apomorfi D terdiri dari 2 klad dan 1 subklad, cluster kelima Apomorfi E terdiri dari 4 klad dan 2 subklad. Hasil analisis indeks similaritas menunjukan cluster pertama Apomorfi A terdapat 2 subklad memiliki nilai similaritas sebesar 91%, cluster kedua Apomorfi B terdapat 3 subklad memiliki nilai similaritas 96% dan 90%, cluster ketiga Apomorfi C terdapat 1 subklad memiliki nilai similaritas 94%, cluster keempat Apomorfi D terdapat 1 subklad memiliki nilai similaritas 94%, cluster kelima Apomorfi E terdapat 2 subklad memiliki nilai similaritas 91%. Hasil analisis keterkaitan penelitian dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.3 dan 4.3. Hasil identifikasi keterkaitan tersebut akan dituangkan menjadi bahan ajar yaitu berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, panduan praktikum, dan draft handout.
ABDUL WAHAB
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model Pakem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Di SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pada tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan, dengan tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, Tes Hasil Belajar, dan Lembar Kerja siswa. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII Di SMP Negeri 10 Tarakan. Pada siklus I 50% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 79%. Nilai siswa secara klasikal yang diperoleh tersebut telah mencapai indikator ketuntasan yaitu 75%. Hasil pengamatan aktivitas guru mengajar siklus I dengan skor 71% dengan kategori baik, siklus II dengan skor 74% masuk kedalam kategori baik dan hasil aktivitas siswa siklus I memperoleh persentase 64% untuk pertemuan 1 dengan kategori cukup dan pada pertemuan kedua memperoleh persentase 76% dengan kategori baik, siklus II pada pertemuan I memperoleh persentase 80% dan pertemuan kedua memperoleh persentase 84% masuk dalam berkategori sangat baik.
SERGIO SIAHAAN
2020 · Book · Open Access
Pulau Panjang memiliki ekosistem lamun yang sangat menentukan produktifitas perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas ekosistem lamun di Pulau Panjang Kabupaten Berau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei -juli 2019 di Pulau Panjang di bagian wilayahUtara, Timur, Selatan, dan Barat. Pengambilandata menggunakan metode transek kuadrat berukuran 50 x 50 cm yang dibagi dalam 4 kisi untuk memudahkan pengamatan. Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi tutupan, komposisi jenis, dan kerapatan. Hasil identifikasiyang ditemukan di Pulau Panjang terdapat sebanyak 7 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, danSyringodiumisoetifolium. Jumlah tutupan lamun yang didapat berkisar 67,75% -75% dan kerapatan jenis lamun berkisar 123 –2.654 tegakan/m² sedangkan lamun yang dominan ditemukan dalam setiap wilayah adalah jenis Halodule uninervis.
None
2020 · Book · Open Access
Produsen sawi terbesar di Kota Tarakan berada di Kelurahan Kampung Enam. Produsen atau petani sawi di Kelurahan Kampung Enam merupakan petani etnis Toraja. Metode budidaya tanaman yang mereka lakukan berasaskan kearifan lokal yang dimiliki. Kegiatan budidaya sawi petani Etnis Toraja dilakukan juga oleh petani lainnya maka dalam penelitian ini usahatani sawi petani etnis Toraja dibandingkan dengan kegiatan usahatani petani Etnis Jawa yang sebagian besar juga melakukan kegiatan pertanian di Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui teknis, adat-istiadat/kebiasaan dan pendapatan usahatani sawi petani Etnis Toraja dan petani Etnis Jawa. Metode penentuan sampel yaitu menggunakan metode Snowball Sampling dan Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis pendapatan. Hasil peneitian ini menjelaskan beberapa perbedaan dari penggunaan waktu pengolahan lahan Etnis Toraja yang membutuhkan waktu 4 jam sedangkan Etnis Jawa 5 jam. Penanaman Etnis Toraja melakukan semai terlebih dahulu sedangkan Etnis Jawa sebagian melakukan semai dan sebagian tidak. Pemeliharaan pada petani Etnis Toraja ini menggunakan pupuk udang sedangkan petani Etnis Jawa menggunakan pupuk kandang, pupuk ponska dan pupuk Mutiara. Adapaun Adat-istiadat dalam usahatani sawi pada petani Etnis Toraja yaitu ada aturan yang tidak boleh dilanggar pada saat pemanenan yang telah disepakati bersama, sedangkan pada petani Etnis Jawa memiliki kebiasaan menentukan hari yang baik untuk menanam dengan cara duduk diam diruangan sunyi pada malam hari jum’at dan menggunakan buku primbon sehingga mendapat wasiat. Pendapatan rata-rata petani Etnis Toraja dan Etnis Jawa jika diasumsikan luasan lahan yang sama yaitu 1 ha, maka usahatani sawi pada petani Etnis Toraja yaitu Rp 85.371.389 per musim tanam sedangkan usahatani sawi pada petani Etnis Jawa yaitu Rp.91.587143 per musim tanam.
The largest mustard farm in Tarakan City is located in Kampung Enam village. Most of the mustard farmers in Kampung Enam Village are Toraja farmers. Their method of cultivating plants is based on local wisdom. Because the cultivation of mustard of Toraja farmers bas been adopted by other farmers, this study compared the mustard farming between Toraja and Javanese farmers who mostly also carry out agricultural activities in Tarakan City. The purpose of this study was to determine the technicalities, custom/habits, and income of the Toraja and Javanese mustard farmers. The samples were determined using the Snowball Sampling method and the data were analyzed using qualitative desctiptive analysis and income analysis. This study found some differences in the use of land processing time, while the Toraja farmers needed 4 hours, the Javanese farmers took 5 hours. Planting by the Toraja farmers was done by seeding first, and the Javaaese farmers partly do seedlings and some did not. For maintenance, while the Toraja farmers used shrimp fertilizer, the Javanese farmers used manure, ponska fertilizer and mutiara fertilizer. Related to cutoms, while in Toraja agriculture the rules agreed upon at the time of harvest should not be violated, the javanese farmers have the habit of determining a good day to plant by sitting quietly in a quiet room on Friday night, and using Primbon books to get a will. Regarding income, assumsing the same land area was 1 ha, while the Toraja farmers got IDR 85,371,389 per planting season, the Javanese farmers got IDR 91,587,143 per planting season.
None
2020 · Book · Open Access
Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemanfaatan dan perbaikan tanah marginal salah satunya melalui upaya peningkatan pada lingkungan marginal dengan menggunakan media tanam dan pemberian pupuk organik cair (POC). Tanaman pakis memiliki daya lapuk yang relatif lebih aman dan terjadi secara perlahan, sementara serbuk kayu mempunyai kapasitas pegang air sangat baik. Kulit pisang mengandung unsur P, K, Ca, Mg, Na, Zn. Penelitian ini menggunakan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Faktor pertama jenis media yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu M0 : tanah + kotoran ayam (2:1), M1 : tanah + kotoran ayam + akar pakis (1:1:1), M2 : tanah + kotoran ayam + serbuk kayu (1:1:1). Faktor kedua terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: P1 : 100 ml/ liter air, P2 : 150 ml/ liter air, P3 : 200 ml/ liter air. Data yang diperoleh dilakukan uji anova, data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam akar pakis maupun serbuk kayu dengan perbandingsn media M2 ( tanah + serbuk kayu + kotoran ayam (1:1:1)) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan. Aplikasi pupuk organic cair (POC) kulit pisang konsentrasi P2 (150 ml/liter air) meningkatkan pertumbuhan dan produksi. Interaksi M2P2 ((tanah + serbuk kayu + kotoran ayam) + (100 ml/lier air)) menghasilkan kapsul terbanyak sejumlah 258,89/pohon. Sedangkan interaksi M2P3 ((tanah + serbuk kayu + kotoran ayam) + (200 ml/lier air)) menghasilkan biji terberat sebesar 1,24 gram/kapsul.
None
2020 · Book · Open Access