None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA Vera Lestari 1640402015 Dr. Pither Palungan, S.E., M.Si Email: [email protected], Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda diperbatasan Indonesia-Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah sebanyak 80 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan dari 6 unsur pertanyaan kuesioner mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda di perbatasan diperoleh hasil akhir sebesar 74% yang berada pada kategori interval 60%-74%. Sehingga masyarakat setuju dan mendukung yang dilakukan bank Indonesia mengadakan sosialisasi BI terhadap uang Rupiah di perbatasan. justru masyarakat meminta agar bank Indonesia mengadakan terus menerus sosialisasi sehingga masyarakat di Desa Aji Kuning menghilangkan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan uang Ringgit di perbatasan dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap penggunan uang Rupiah ini sangat berarti diperbatasan.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Daerah yang menjadi basis tanaman hortikultura sayuran yaitu pada Kecamatan Tarakan Utara yang merupakan salah satu daerah utama penghasil sayuran. Namun, petani hortikultura sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Utara perekonomiannya masih menengah kebawah. Hal ini dikarenakan sulitnya memperoleh bantuan modal yang disebabkan ketidakmampuan dalam menyediakan agunan dan karena persyaratan yang tidak dapat dipenuhi oleh para petani. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Agar mengetahui sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara (2) Untuk mengetahui aksesibilitas terhadap sumber pembiayaan di Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode Snowball sampling dan analis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara adalah dari sumber pembiayaan lembaga informal dan formal, Adapun sumber pembiayaan lembaga informal berasal dari: Tengkulak dan Rentenir. Sumber pembiayaan dari lembaga formal berasal dari Kur Bank Bri, Baznas dan Dinas Pertanian. Aksesibilitas petani hortikultura sayuran terhadap sumber pembiayaan yang mudah diakses adalah berasal dari Lembaga Informal yaitu Tengkulak dan Rentenir karena dalam prosedurnya tidak mensyaratkan agunan dan mekanisme peminjaman pada lembaga ini relatif sangat cepat dan sederhana, sesuai dengan kemampuan petani. Pada umumnya lembaga informal lebih menekankan pada persyaratan kejujuran dan kepercayaan. Hal ini bisa dilihat dari, apabila petani terlambat membayar pinjaman maka sanksi dari lembaga ini hanya berupa Bunga yang semakin hari bertambah, teguran/peringatan. Namun, karena kemudahan dalam mengaksesnya maka petani banyak memilih menggunakan sumber pembiayaan dari lembaga ini.
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah kamar dan jumlah penginap terhadap permintaan air bersih hotel di kota tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa jumlah kamar tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan air bersih, dengan nilai t hitung X1 (1,064) t tabel (2,051) dan nilai Sig. X1 (0,297) > α (0,05). Jumlah pengunjung berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan air bersih, dengan nilai t hitung X2 (3,796) > t tabel (2,051) dan nilai Sig. X2 (0,001) α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara jumlah kamar dan jumlah penginap terhadap permintaan air bersih, dengan nilai F hitung (17,830) > F tabel (3,34) dan nilai Sig F hitung (0,000 0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,569 atau 56,9 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 56,9 persen permintaan air bersih dipengaruhi oleh jumlah kamar dan jumlah penginap. Sedangkan, sisanya sebesar 43,1 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.
None
2020 · Book · Open Access
PENGEMBANGAN TERNAK DISUATU WILAYAH DI PENGARUHI SDA DAN SDM SERTA KOMODITAS YANG DITANAM DAN DIMANFAATKAN SEBAGAI SUMBER PAKAN TERNAK, MAKA DIPERLUKAN ANALISIS POTENSI. PENELITIAN INI BERTUJUAN MENGETAHUI TERKAIT KECAMATAN YANG BERPOTENSI MENJADI BASIS PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DAN MENGIDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG. PENELITIAN INI DILAKUKAN DI KOTA TARAKAN DILAKUKAN PADA DESEMBER 2019 SAMPAI JUNI 2020. JENIS PENELITIAN INI DESKRIPTIF KUANTITATIF. PENENTUAN SAMPEL MENGGUNAKAN KUOTA DIMANA SAMPEL YANG DIAMBIL 40 PETERNAK YANG TERBAGI 4 KECAMATAN, DATAA YANG DIGUNAKAN ADALAH DATA PRIMER YANG DIPEROLEH DARI PETERNAK SAPI POTONG DAN DATA SEKUNDER DARI BPS KOTA TARAKAN, DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN KOTA TARAKAN. METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK ANALISIS ADALAH ANALISIS LQ UNTUK POTENSI BASIS KECAMATAN, ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH MENGGUNAKAN ANALISIS KEPADATAN TERNAK. HASIL PENELITIAN INI ADALAH NILAI LQ KECAMATAN TARAKAN UTARA SEBESAR 1,44 DAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR SEBESAR 1,59 MENJADI WILAYAH BASIS TERNAK SAPI POTONG. BERDASARKAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH DAN ANALISIS SPASIAL BAHWA KECAMATAN TARAKAN UTARA MENJADI PRIORITAS PERTAMAN DALAM WILAYAH PENYEBARAN DAN PENGEMBANGAN. KECAMATAN TARAKAN TIMUR DAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH MENJADI PRIORITAS KEDUA DALAM WILAYAH PENYEBARAN, PENGEMBANGAN DAN PEMANTAPAN. KECAMATAN TARAKAN BARAT MENJADI PRIORITAS TERAKHIR MENJADI WILAYAH PEMANTAPAN DAN WILAYAH PENYEBARAN.
SUGENG RAHMANTO
2020 · Book · Open Access
Telah dilakukan pembuatan arang aktif dengan bahan dasar cangkang kerang kapah Meretrix meretrix menggunakan aktivasi fisika dengan pemanasan suhu aktivasi (400, 500 dan 600) oC. Arang yang diaktivasi pada suhu 400 oC digunakan sebagai adsorbat penjerap kadar salinitas (desalinasi). Proses desalinasi dilakukan pada larutan air laut yang telah diencerkan menggunakan aquades dengan metode Shacker. Hasil penelitian menunjukan penurunan kadar salinitas yaitu dari 648 mg/L menjadi 581 mg/L selama 15 menit. Berdasarkan data melalui uji persamaan freundlich hasil serapan cangkang kerang dengan aktivasi suhu 400 oC dapat menurunkan angka salinitas yaitu 155,884 mg/g. Arang aktif cangkang kerang kapah ini dapat dikembangkan sebagai adsorben penurun kadar salinitas untuk desalinasi perairan.
AHMAD ARSYIDI
2020 · Book · Open Access
Hormon yang berperan dalam proses molting hewan krustasea seperti udang yaitu moulting stimulating hormon (MSH) dan molt inhibiting hormone (MIH). Prekursor dari hormon ini yaitu kolesterol. Daun katuk (Sauropus androgynous) mengandung senyawa kimia yaitu sterol yang diduga mampu meningkatkan MSH pada udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan udang windu setelah pemberian ekstrak daun katuk. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan dengan dosis Perlakuan 1 (Kontrol) tanpa pemberian ekstrak katuk, Perlakuan 2 (P2) 5 gr/kg pakan, Perlakuan 3 (P3) 50 gr/kg pakan, Perlakuan 4 (P4) 100 gr/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang secara statistik menunjukkan berbada nyata (P0,05). Pertumbuhan udang windu pada akhir penelitian pertumbuhan berat paling tinggi terdapat pada P4 dengan pemberian ekstrak daun katuk dengan nilai pertumbuhan berat rata-rata (70,18±9,57 gr). Sedangkan pertumbuhan berat paling rendah terdapat pada P1 dengan nilai pertumbuhan berat rata-rata (32,62±7,54gr). Pertumbuhan panjang paling tinggi terdapat pada P4 dengan panjang rata-rata (1,19±0,10 cm) sedangkan pertumbuhan panjang paling rendah terdapat pada P1 dengan pertumbuhan panjang rata-rata (0,62±0,09 cm). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 25-30 oC, DO 5,28 -8,43 ppm, salinitas 27-30 ppt dan pH 6,14–7,9mg/l. Pemberian ektrak katuk mampu meningkatkan pertumbuhan udang windu.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis dan strategi yang digunakan dalam pengembangan bisnis Kedai Kopi Atmosfer di kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Kedai Kopi Atmosfer. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, analisis kelayakan bisnis Kedai Kopi Atmosfer di kota Tarakan dapat disimpulkan bahwa BCR (Benefit Cost Of Ratio) sebesar 1,20, FRR (Financial Rate Of Return) sebesar 16,66%, PBP (Payback Period) sebesar 6. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa bisnis Kedai Kopi Atmosfer di kota Tarakan layak untuk di operasionalkan. Sedangkan tahapan analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan cara analisis situasi dengan kata lain yaitu analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary), diagram SWOT dan matriks SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan yaitu strategi agresif atau strategi SO (Strength-Opportunity).
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Tani Terhadap Dampak Dari Lahan Kritis di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Kota Tarakan sebanyak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi masyarakat Kota Tarakan terhadap danpak dari lahan kritis dengan menggunakan 2 indikator penelitian yaitua apakah Masyarakat mengalami dampak dari lahan kritis atau tidak, diperoleh hasil rata-rata 21,93 dan berada pada kategori Kurang baik. Penangulangan lahan kritis oleh pemerintah, diperoleh hasil rata-rata 31,37 dan berada pada kategori Kurang baik. Dengan demikian persepsi masyarakat terhadap dampak dari lahan kritis di Kota Tarakan secara keseluruhan diperoleh hasil skor likert sebesar 26,65 dan berada pada kategori Kurang baik.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi, nilai tukar, dan suku bunga terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa runtun waktu (time series) selama 36 bulan yakni dari bulan Januari tahun 2017 sampai dengan bulan Desember tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial hanya variabel produksi yang berpengaruh signifikan terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (95,371>1,693), sedangkan nilai tukar dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan. Hal ini dikarenakan nilai t-hitung dari variabel nilai tukar lebih kecil dari t-tabel (1,3381,693) dan nilai t-hitung dari variabel suku bunga lebih kecil dari t-tabel (0,1921,693). Adapun secara simultan variabel produksi, nilai tukar, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan dengan nilai f-hitung lebih besar dari F-tabel (4,080>2.26). Dengan hasil koefisien determinasi (R^2) dengan nilai 0,997 atau sebesar 99,7%.
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat berkunjung masyarakat ke Taman Kota di Tarakan yang diukur menggunakan Regresi Linier Berganda.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatifdeskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner yang dibagikan secara online menggunakan google form.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (uji t) bahwa variabel fasilitas, kebersihan, keamanan, dan pedagang tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung masyarakat, sedangkan secara simultan (uji f) menunjukkan bahwa semua variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung. Padakoefisien determinasi (R2) R Square diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,023 sehingga nilai ini menunjukkan bahwa 2,3% minat berkunjung masyarakat dipengaruhi oleh variabel fasilitas, kebersihan, keamanan, dan pedagang.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BINALATUNG BEACH KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Nur Hajirah Dr. Pither Palungan, S.E.,M.Si Agus Tri Darmawanto, ME Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner, populasi dalam penelitian belum diketahui. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel pendapatan, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Diperoleh variabel pendapatan de ngan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,803 > 1,986), variabel lama perjalanan dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (-2,778 1,986), variabel fasilitas dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,103 > 1,986). Sedangkan biaya perjalanan dan biaya perjalanan ke objek lain tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Hal in dikarenakan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan lebih kecil dari t-tabel (0,699 1,986) dan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan ke objel lain lebih besar dari t-tabel (0,896 1,986). Adapun secara simultan variabel pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan dengan nilai f-hitung lebih besar dar f-tabel (4.654 > 2.32). Dengan nilai koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,205 atau sebesar 20,5%. Kata-kata Kunci : Pendapatan, Biaya Perjalanan, Biaya Perjalanan ke Objek Lain, Lama Perjalanan, Fasilitas, Jumlah Kunjungan Wisatawan.
None
2020 · Book · Open Access
Pembangunan suatu daerah merupakan hal yang sangat menjadi perhatian pemerintah daerah, perhatian pemerintah tersebut salah satunya diwujudkan melalui alokasi anggaran untuk pembangunan manusia guna tercapainya kesejahteraan, yakni belanja pemerintah bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Salah satu tolak ukur peningkatan kesejahteraan dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi secara parsial dan simultan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data panel. Alat analisis yang digunakan berupa regresi data panel dengan metode random effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara. Kemudian pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara dan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara.
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap jaring udang terhadap pendapatan nelayan di Pesisir Timur Kota Tarakan secara parsial dan simultan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif data yang digunakan adalah data primer. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X1 (-2,085) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X1 (0,043) α (0,25). Lama melaut tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X2 (-0,849) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X2 (0,400) > α (0,25). Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X3 (1,444) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X3 (0,156) α (0,25). Pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X4 (-2,359) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X4 (0,023) α (0,25). Alat tangkap berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X5 (-1,292) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X5 (0,203) α (0,25). Secara simultan terdapat pengaruh antara modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap terhadap pendapatan, dengan nilai F hitung (2,584) > F tabel (1,38) dan nilai Sig F hitung (0,039 0,25) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,227 atau 22,7 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 22,7 persen pendapatan dipengaruhi oleh modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap. Sedangkan, sebesar 77,3 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit terhadap masyarakat desa Sekatak Buji. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat desa Sekatak Buji Sebayak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan alat skala likert. Hasil dari penelitian ini diketahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit pada kondisi lingkungan hidup, seperti polusi udara yaitu sebesar 60,66% atau kategori cukup. Eksternalitas atau dampak pencemaran air yaitu sebesar 39,33% atau kategori rendah (tidak tercemar). Dan eksternalitas atau dampak tanah longsor yaitu sebesar 45,33% atau kategori cukup. Dilihat dari kondisi sosial, seperti besar untuk bantuan perbaiki jalan dari kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 72,66% atau kategori tinggi. Dan dilihat dari kondisi ekonomi, seperti meningkatnya usaha rumah kost dengan adanya kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 70% atau kategori tinggi.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto dan mengetahui pola spasial keterkaitan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder triwulan 2012-2019. Sedangkan pola spasial menggunakan data pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda, interpolasi untuk memperoleh data triwulan dan analisis tipologi klassen. Secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Nilai koefisien determinasi sebesar sebesar 0.96,1 atau 96,1% menunjukkan seluruh variabel independen simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangan sisanya adalah 3,1% di luar variabel yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil analisis pola spasial tahun 2012 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif), pada tahun 2015 terbagi menjadi tiga kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) III (rendah tidak produktif) dan IV (tinggi tidak produktif), dan pada tahun 2019 klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif)
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN SINTIA ERLINA HALID SULISTYA RINI PRATIWI, S.E., M.Sc Kota Tarakan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata ±18 meter di atas permukaan laut, terletak pada posisi antara 3°.14’30”–3°.26’37” Lintang Utara dan 117°.30’50”–117°.40’12” Bujur Timur. Luas wilayah Kota Tarakan adalah 657,33 km2 dengan daratan seluas 250,80 km2 dan lautan seluas 406,53 km2. Penelitian ini menggunakan Skala Likert untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT (Strength, Opportunities, Weakness, Threat) untuk mengetahui strategi pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan pendapat dari responden penelitian yaitu masyarakat yang pernah berkunjung ke Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan pada bulan Januari sampai Maret melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek yang terdapat di Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan tersebut yaitu, pengunjung merasa sangat puas terhadap fasilitas mushola dan relief. Selanjutnya pengunjung merasa puas terhadap fasilitas gerbang, area parkir, loket karcis, pagar, tempat sampah, loker, rumah gubuk, kebersihan, dan keamanan. Kemudian pengunjung merasa cukup puas/ netral terhadap fasilitas bangku, tanaman, dan toilet. Selain itu pengunjung merasa tidak puas terhadap fasilitas kolam. Adapun strategi pengembangan yang sebaiknya digunakan dalam pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan adalah strategi WO (Weakness - Opportunity). Strategi ini meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang. Alternatif strategi WO yang telah dirumuskan adalah harga karcis masuk diturunkan atau sama dengan harga karcis objek wisata lain yang serupa, menambah jumlah tempat sampah agar pengunjung balai adat terutama ketika ada kegiatan tidak membuang sampah sembarangan, pengelola secara berkala membersihkan kolam agar semakin menarik pengunjung, pemerintah membuat dan secara aktif mengelola akun media sosial balai adat sebagai ajang promosi, dan pemerintah menyediakan tempat khusus untuk UMKM menjual produk khas Suku Tidung maupun Kota Tarakan.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
PENGARUH PENEMPATAN KERJA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) TARAKAN
Yuniar Wahyu Astika
Widyastuti Cahyaningrum, S.E., M.SM
Erick Karunia,S.E.,M.M
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penempatan Kerja dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. PLN (Persero) Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrument pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah pegawai yang berjumlah 66 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel penempatan kerja dan pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
Kata Kunci: Penempatan Kerja, Pengalaman Kerja, Kinerja.
None
2020 · Book · Open Access
PERAN GENDER DALAM NIAT BERWIRAUSAHA
(Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Boreno Tarakan)
Rosalina Debiyani
Dr. Syahran, S.E., M.Sc
Penelitian ini bertujuan untuk menguji variable yang terdapat pada Theory of planned behavior yaitu sikap, norma subyektif, dengan menambahkan variable pendidikan kewirausahaan dan variable gender sebagai pemoderasi. Sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 290 mahasiswa. Analisis statistic menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) yang dioperasikan menggunakan Software PLS versi 3.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variable sikap, dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha. Norma subyektif tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha dan Tidak terdapat pengaruh Gender terhadap sikap dalam niat berwirausaha jika gender dijadikan pemoderasi.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWA PT. INTRACA HUTANI LESTARI DI KABUPATEN TANA TIDUNG PADA MASA PANDEMI COVID-19
Oktaviani
Widyastuti Cahyaningrum, S.E.,M.SM
Erick Karunia, S.E.,M.M
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Intraca Hutani Lestari di Kabupaten Tana Tidung Pada Masa Pandemi Covid-19. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrument pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Intraca Hutani Lestari di Kabupaten Tana Tidung yang berjumlah 50 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi program SPSS versi . 16.0. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel beban kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang artinya semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan, dikarenakan kondisi pandemi saat ini tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dan dikordinasikan secara online, perusahaan memiliki proses bisnis dilapangan dan beberapa pekerjaan karyawan harus hadir di kantor diwaktu-waktu tertentu. Sedangkan variabel stress kerja tidak memiliki pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan PT. Intraca Hutani Lestari karyawan dalam kondisi stress ataupun tidak karyawan mampu tetap bekerja dengan baik sesuai dengan standar kinerja yang ditetapkan perusahaan, hal ini menunjukan bahwa karyawan yang memiliki stress kerja yang tinggi tidak mempengaruhi kinerja ataupun sebaliknya.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil uji beda dari tingkat implementasi shift kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode polling atau kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel shift kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. Sedangkan untuk variabel Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai Puskesmas pelayanan 24 jam di kota Tarakan. Adapun Hasil Uji Beda dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan Shift kerja antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas juata Permai, Namun terdapat perbedaan pada tingkat Stres kerja dan Lingkungan kerja antara pegawai Puskesmas Pelayanan 24 jam di kota Tarakan yaitu antara Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.