Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 281 dari 342

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL di RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Asma adalah terjadinya peradangan atau penyempitan pada saluran pernapasan yang ditandai dengan mengi, batuk, dan sesak napas. Tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajan yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami, kesehatan sekarang dan pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosis keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, ansietas, gangguan pola tidur, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosis keperwatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosis tersebut terdapat lima masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan intervensi yang telah dilakukan.

Asuhan keperawatan pada Ny.M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di puskesmas sebengkok

None
2021 · Book · Open Access

Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realita (halusinasi dan waham) efek yang tidak waj ar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berfikir abstrak) dan mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi adalah suatu keadaan dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori yang diebabkan stimulus yang sebenarnya itu tidak ada. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran .Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Hasil pengkajian klien terdapat tiga masalah keperawatan yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan, Gangguan memori, sedangkan pada kasus Ny.M terdapat dua diagnosa keperawatan jiwa yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan pada implementasi gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan risiko perilaku kekerasan yang terdapat pada teori namun tidak dengan kasus. Dimana pada teori perencanaan terdapat 5 strategi pelaksanaan pada masing-masing diagnosa keperawatan jiwa,namun pada kasus Ny.M diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran penulis hanya dapat melakukan 3 strategi pelaksanaan dan pada diagnosa risiko perilaku kekerasan hanya dapat melakukan 2 strategi pelaksanaan. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang sekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dihentikan. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien dan bekerja sama dengan perawat puskesmas.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. H DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG ANGSANARUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

None
2021 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan secara permanen sehingga banyak pasien yang jenuh dan tidak teratur dalam pengobatan. Tahun 2017 jumlah pasien Diabetes Mellitus di Dunia mencapai 425 juta orang dewasa berusia antara 20-79 tahun. Kepatuhan dalam mentaati diet Diabetes Mellitus dan terapi obat sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan secara histolik dan komperhensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Ruang Angsana Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 sampai 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 5 masalah keperawatan pada Ny. H, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan gangguan pola tidur. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan laporan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien. Evaluasi hasil yang didapatkan ada empat diagnosis yang teratasi sebagian dan satu diagnosis yang teratasi.

Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

None
2021 · Book · Open Access

Bronkopenumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan Hemofilus influenza. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “G” Dengan Bronkopneumonia. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulis Laporan Tugas Akhir ini didapat dengan cara. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. G, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. G dengan diagnosa utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

None
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Isolasi sosial menarik diri adalah keadaan di mana seseorang mengalami atau tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya dan seseorang merasa ditolak, tidak diterima, kesepian dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien Tn. T dengan masalah utama gangguan isolasi sosial menarik diri di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan memberikan gambaran keadaan yang berlangsung dan aktual pada kasus tertentu, dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Masalah keperawatan yang muncul ada 7 yaitu isolasi sosial, gangguan konsep diri hdr, gangguan persepsi sensori halusinasi, koping individu inefektif, kurang pengetahuan, regimen terapeutik inefektif, dan ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan diagnosa prioritas yang diangkat ada 3 yaitu isolasi sosial menarik diri, gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan harga diri rendah. Hasil didapatkan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran tidak ditemukan tanda-tanda klien mendengar suara-suara yang mengancam. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi untuk intervensi keluarga pada diagnosa harga diri rendah. Diharapkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

None
2021 · Book · Open Access

Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pasien DM dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan, seperti Ulkus Diabetikum penyakit kardiovaskular, penyakit jantung, stoke, dan tekanan darah tinggi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan secara histolik dan komprehensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota tarakan dari tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. T, yaitu perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian lima, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondi. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis yang teratasi, satu masalah teratasi sebagian.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

None
2021 · Book · Open Access

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Angka prevalensi DM terus meningkat. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan secara histolik dan komprehensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 29 sampai 31 maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. T, yaitu perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara tinjauan pustaka dengan laporan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian lima, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi. Evaluasi hasil yang didapatkan ada enam diagnosis yang teratasi dan satu diagnosis teratasi sebagian.

Asuhan Keperawatan pada Tn. A Dengan Diagnosis Diabetes Melitus tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

None
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan alasan hiperglikemia terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus dapat disebabkan oleh etiologi multifaktorial. Diabetes melitus biasanya disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, dan gangguan kerja insulin yang dapat menyebabkan penyakit metabolic yang berlangsung kronik progresif yang ditandai adanya hiperglikemia.. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus tipe 2 dalam penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara komprehensif dan holistik. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 April 2021 sampai dengan 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 6 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. A yaitu Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan ketidakpatuhan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat pada teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi yang harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua diagnosis teratasi sebagian dan satu diagnosis belum teratasi. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Diabetes Melitus tipe 2, Studi Kasus

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

None
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Abstrak Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf dan bahkan ada kemungkinan penderitanya bisa di amputasi. Tujuan umum dari Laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai gambaran dalam melaksanakan proses asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan. Subjek pendekatan studi kasus adalah Tn. A di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 08 April 2021 sampai dengan 09 April 2021. Hasil yang didapatkan ada 7 masalah keperawatan pada Tn. A yaitu Ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan defisit perawatan diri. Penulis menyimpulkan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan 6 diagnosis teratasi dan 1 teratasi sebagian dengan catatan memberikan intervensi secara mandiri kepada klien. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Studi Kasus, Asuhan Keperawatan

Asuhan Keperawatan Pada An. G dengan diagnosis Gastroenteritis Akut Di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

None
2021 · Book · Open Access

Asuhan Keperawatan Pada An. G dengan Diagnosis Gastroenteritis Akut Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Ibit Badra, Alfianur, Sulidah ABSTRAK Gastroenteritis merupakan peradangan yang terjadi di dalam lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang patogen. Penyakit saluran pencernaan gastroenteritis ini masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penulis menemuan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapat gambaran nyata dalam menerapkan asuhhan keperawatan pada klien dengan Gastroenteritis Akut. Subjek laporan ini adalah An. G dengan Gastroenteritis Akut di Ruang Perawaatan Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 5 sampai 4 April 2021. Pada saat melakukan asuhan keperawatan penulis tidak menemukana kesenjangan antara teori dan kasus pada An. G dengan Gastroenteritis Akut. Untuk diagnosis An. G Diare berhubungan dengan iritasi gastrointestinal, defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menerima makanan, disfungsi motilitas gastrointestinal berhubungan dengan. Intervensi harus sesuai dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari tiga diagnosis keperawatan satu teratasi diare berhubungan dengan iritasi gastrointestinal, satu tidak teratasi Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menerima makanan, dan satu teratasi sebagian Disfungsi motilitas gastrointestinal berhubungan dengan malnutrisi.

Asuhan Keperawatan Pada Tn. I dengan Post Op Abses Brachialis Dextra di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

None
2021 · Book · Open Access

Asuhan Keperawatan Pada Tn. I dengan Post Op Abses Brachialis Dextra di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan ABSTRAK Abses adalah penimbunan nanah yang terjadi akibat infeksi bakteri. Abses dapat terjadi dimana saja pada bagian tubuh kita. Nanah adalah cairan yang mengandung banyak protein dan sel darah putih yang telah mati. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Post Op Abses Brachialis Dextra dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Berdasarkan masalah yang terjadi tindakan yang dilakukan adalah pembedahan untuk mengeluarkan pus/nanah pada abses. Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan Abses Brachialis Dextra dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. I dengan Post Op Abses Brachialis Dextra di Ruang Cemara RSUKT Tarakan dari tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. I, nyeri akut, risiko infeksi, gangguan integritas kulit.

Asuhan Keperawatan Pada Ny. W Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Di Puskesmas Kota Tarakan

None
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny W. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “W”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga dan perawat puskesmas mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.

Asuhan keperawatan pada An. G dengan diagnosa medis Gizi Buruk di ruang perawatan anak rumah sakit umum kota tarakan

None
2021 · Book · Open Access

Gizi buruk terjadi jika tubuh mengalami kekurangan nutrisi dalam waktu yang cukup lama dan dapat menyebabkan kematian pada anak. Laporan Tugas Akhir melakukan pedekatan studi dengan proses keperawatan. Tujuan penulisan ini adalah agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An. G dengan diagnosa medis Gizi Buruk. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilakukan meluputi identitas klien, riwayat penyakit yang pernah dialami sebelumnya dan sekarang, pengkajian kesehatan secara menyeluruh. Diagnosa keperawatan ditemukan adalah defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari empat diagnosa keperawatan tersebut masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditentukan.

PENINGKATAN PERFORMA REPRODUKSI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariephinus) DENGAN PENGGUNAAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma longa)

DIMAS ARDIANSYAH
2021 · Book · Open Access

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat. Penyediaan pakan dengan kualitas yang optimal kepada induk dapat mempengaruhi performa reproduksi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan modifikasi pakan. Pakan dapat dimodifikasi dengan memberikan komponen tertentu yang dapat mempercepat proses pembentukan vitellogenin atau bakal kuning telur di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kualitas larva yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui performa reproduksi ikan lele dumbo (Clarias gariephinus) yang diberikan pakan dengan penambahan tepung kunyit. Penelitian terdiri dari tiga perlakuan, yaitu perlakuan kontrol, penambahan epung kunyit 2,4 gr/kg dan 4,8 gr/kg pakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati adalah persentase telur ikan lele, penyerapan kuning telur, panjang larva, serta beberapa parameter kualitas air seperti Suhu, pH, dan DO. Hasil penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan tepung kunyit 4,8 gr/kg pakan yang menunjukkan nilai persentase telur ikan lele 22,22 %, penyerapan kuning telur bertahan hingga hari ke-4, dan panjang larva berukuran 7,00±0,00 mm. Sedangkan untuk hasil dari pengukuran kualitas air, suhu berkisar 25°C - 29°C, pH berkisar 5,2 - 6,8 dan oksigen terlarut DO berkisar 4,78 – 5,30 mg/L. dari semua parameter yang diukur menunjukan bahwa dengan pemberian tepung kunyit dengan dosis 4,8 gr/kg pada pakan mampu meningkatkan performa reproduksi ikan lele serta meningkatkan kualitas larva ikan lele.

Perlakuan Umpan pada Bubu Lipat Kubah Terhadap Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Muara Sungai Ruhui Rahayu Kabupaten Bulungan.

None
2021 · Book · Open Access

Salah satu kegiatan nelayan tangkap yang ada di Desa Ruhui Rahayu, Kabupaten Bulungan adalah menangkap kepiting bakau (Scylla sp.) sehingga dilakukan penelitian tentang efektivitas umpan yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis umpan yang lebih efektiv dalam pengoperasian bubu lipat kepiting agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan sejak tanggal 25 Februari – 25 Maret 2020 di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan dengan metode purpose sampling. Penelitian ini menggunakan 3 jenis perlakuan dimana perlakuan 1 (Ikan Gulama Basah), perlakuan 2 (Ikan Gulama Kering), perlakuan 3 (Kelapa Busuk) dan kontrol (Tanpa Umpan). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa perlakuan 2 (Ikan Kering) memiliki nilai efektivitas paling besar dengan angka 37,5 %.

.

None
2021 · Book · Open Access

.

.

None
2021 · Book · Open Access

.

.

None
2021 · Book · Open Access

.

.

None
2021 · Book · Open Access

.

STRUKTUR UKURAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET DI MUARA MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

IZAT
2021 · Book · Open Access

Kota Tarakan memiliki jumlah penduduk sekitar 253.026 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Tarakan, 2018). Sebagian besar penduduk Kota Tarakan berprofesi sebagai nelayan salah satunya dengan menggunakan alat tangkap Trammel net. Hal ini didukung dengan letak geografis Pulau Tarakan yang sangat strategis. Pulau Tarakan berada di depan Muara Sungai Kayan dan Sungai Sesayap serta berdekatan dengan Laut Sulawesi, sehingga memiliki potensi sumberdaya ikan dan udang yang besar baik dari segi jumlah maupun keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur ukuran panjang dan berat serta mengidentifikasi hasil tangkapan dari pengoperasian trammel net di perairan muara Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian Komposisi hasil tangkapan utama dengan nilai kisaran 54 kg (53,3 %) yang tediri dari udang putih dengan ukuran yang mendominan 12,7–13,5 cm dan udang windu dengan ukuran 11,0-11-7 cm, komposisi hasil tangkapan sampingan dengan nilai kisaran 31 kg (29,2 %) yang terdiri dari ikan puput, ikan gulama, ikan ekor kuning, dan ikan selangat dengan ukuran yang mendominan 15,0-14,9 cm serta komposisi hasil tangkapan buangan dengan nilai berkisar 21,2 kg (17,5 %) yang terdiri dari ikan otek, ikan sebelah, ikan buntal, ikan pari, mantis, ikan lidah, ikan puput dan rajungan dengan ukuran yang mendominan 15,2-18,6 cm.