KESIF YOSEP
2021 · Book · Open Access
DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS V DI SDN 035 TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik siswa di SDN 035 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 035 Tarakan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan numerik siswa kelas V di SDN 035 Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu mencakup data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan numerik matematika, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan numerik siswa, 1) Siswa kemampuan tinggi yaitu: a) Siswa mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan, namun saat melakukan penjumlahan pada bilangan positif dan negatif siswa kebingungan. b) Siswa mampu melakukan operasi aljabar. c) Siswa mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya, namun terjadi kesulitan dalam menentukan nilai akhir dari bilangan berkoma. d) Siswa mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. 2) Siswa kemampuan sedang yaitu: a) Siswa kemampuan sedang mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan, namun terjadi kesulitan saat menjumlahkan bilangan positif dan negatif karena tidak memahami konsep dan tidak teliti saat melakukan perkalian. b) Siswa mampu melakukan operasi hitung aljabar. c) Siswa mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. d) Siswa tidak mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya karena tidak memahami konsep. 3) Siswa kemampuan rendah yaitu: a) Siswa tidak mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan. b) Siswa tidak mampu melakukan operasi hitung aljabar. c) Siswa tidak mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya. d) Siswa tidak mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. Kata kunci: Kemampuan, Numerik, Matematika, Siswa DESCRIPTION ON STUDENT'S NUMERIC ABILITY AT CLASS V SDN 035 TARAKAN Abstract The purpose of this study was to determine the numerical ability of students at SDN 035 Tarakan. Qualitative research was undertaken at SDN 035 Tarakan in the Even Semester of the 2020/2021 Academic Year. The numerical abilities of fifth grade children at SDN 035 Tarakan wa the subject of this study. Primary and secondary V-A. Mathematical numerical ability tests, observations, interviews, and documentation were all employed to collect data. The findings of this study revealed student’s numerical abilities: 1) High ability students, namely: a) Students could do arithmetic operations on numbers/numbers, however they became confused when adding positive and negative numbers. b) Students could carry out algebraic procedures. c) Students could link concepts to real-life situations, but they had trouble figuring out what the final value of comma numbers should be. d) Students were capable of comprehending, solving and resolving difficulties. 2) Average ability students, namely: a) Average ability students could do arithmetic operations on numbers/numbers, but they struggle to add positive and negative numbers because they did not understand the concept and were not careful when multiplying. b) Students were capable of performing algebraic procedures. c) Students were capable of comprehending, solving and resolving difficulties. d) Because they did not understand the concept, they were unable to connect it to the real-world issue. 3) Low ability students were unable to: a) Conduct arithmetic operations on numbers or numbers. b) Students were incapable of performing algebraic procedures. c) Students were unable to apply the knowledge to a real-world situation. d) Students were incapable of comperhending, solving and resolving difficulties. Keywords: Ability, Numerical, Mathematics, Students
NUR HALIQ
2021 · Book · Open Access
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS AL KHAIRAT TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Nur Haliq, Alfian Mucti Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Borneo Tarakan, Indonesia Email: [email protected] Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis dalam menyelesaikan soal cerita pada siswa yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran matematika dan merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Berdasarkan pra penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita belum maksimal dikarenakan siswa tidak mengutamakan teknik penyelesaian tetapi lebih memprioritaskan hasil akhir. Ada beberapa teori pemecahan masalah yang dikembangkan oleh beberapa ahli, salah satunya pemecahan masalah berdasakan langkah-langlah Polya. Tujuan penelitian ini menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan langkah-langkah Polya dan penyebab kesalahan siswa dalam pemecahan masalah matematika. Tahapan pemecahan masalah Polya terdiri dari tahap memahami masalah, merencanakan pemecahan, melalukan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 23 dari 23 siswa kelas VIII MTs Al Khairat Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) pada tahap memahami banyak siswa yang tidak mengalami kesulitan karena siswa sudah bisa memahami masalah, (2) pada tahap perencanaan ada beberapa siswa yang tidak menuliskan rencana penyelesaian tetapi memahami dengan cara yang akan mereka lakukan unutk menyelesaikan soal tetapi mereka belum terbiasa menuliskan rencananya, (3) pada tahap melaksanakan rencana ada beberapa siswa yang kesulitan karena kurang teliti sehingga tidak menyadari kesalahan yang diperbuat. Hal ini disebabkan karena siswa kurang konsentrasi dalam menyelesaikan soal, dan (4) pada tahap memeriksa kembali ada siswa yang belum mencapai tahapan ini karena mereka belum menyelesaikan tahapan sebelumnya.
SUREDA
2021 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi penelian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian, yaitu kelas XI MIPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang seba gai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan tes kemampuan koneksi matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistik dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 83,24 dan pada kelas kontrol adalah 61,20. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan atau model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematika. Abstract This current research was a quasi-experimental research with a posttest only control design. The population was all students of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan. The simple random sampling technique was employed and was obtained class XI MIPA 1 with 30 students as the experimental class and class XI MIPA 2 with 29 students as the control class. The data were collected using mathematical connection ability test (posttest) and were then analyzed using statistical analysis with the help of SPSS software version 23.0 for windows. The results of the descriptive statistical analysis showed that the mean score of the students’ mathematical connection ability in the experimental class was 83.24 and that of in the control class was 61.20.The results of inferential statistical analysis for the students’ mathematical connection ability using in independent sample t-test at the level of significance 5% (α = 0.05) was obtained a p-value of 0.000, so that H0 was rejected. Thus, it was concluded that the students who were treated using the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model got significantly higher mean score of the mathematical connection ability than those who were taught using conventional learning model. In other words, the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending ( CORE ) learning model effected the mathematical connection ability for the student of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan.
PATIMAH
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran aktif Question Student Have terhadap berpikir kritis siswa pada tes pertama, kedua, ketiga dan keempat sebelum dan setelah pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian time series. Sampel penelitian adalah kelas X IPA 1 Muhammadiyah Boarding School Tarakan dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji T sampel berpasangan diperoleh hasil dengan nilai signifikan 0,000. Jika sig (2- tailed) 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tes pertama, kedua, ketiga dan keempat sebelum dan setelah pembelajaran question student have berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa The research objective was to investagate the influence of active learning Question Student Have (QSH) strategy toward critical thinking of first-grade student of Muhammadiyah Boarding School of Tarakan on first, second, third, and fourth test before and after learning. The research design was quasi-experimental with the design of study time series. The research sample was taken in SMA Muhammadiyah Boarding School. The result revealed that T-test analysis of paired samples obtained a significant value of 0.000. if the sig (2-tailed) 0.05 then Ha was accepted and Ho was rejected. It indicated that there were significant differences between the test first, second, third, and fourth before and after learning using question student have a strategy on student critical thinking skills.
MUHAMMAD TAUFIK
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi generative dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi generative dengan menggunakan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-H sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik independent sample t-test dengan bantuan software SPSS versi 26 for windows. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 2,250 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (2,250 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan “strategi generative dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan”. Strategi generative dengan menggunakan media audio visual ini membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, serta peran guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa. Berbeda dengan kelas kontrol yang hanya menggunakan media audio visual sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. ABSTRACT This present study aimed determining the effectiveness of generative strategy using audio visual media in learning to write an text observations report text by the seventh grade students of SMP Negeri 5 Tarakan. This study employed an experimental research with a pretest-posttest control group design in which there were two groups as the experimental class and as the control class. Experimental research was used determine the effectiveness of generative strategy with audio visual media. The population was the seventh grade students of SMP Negeri 5 Tarakan. The simple random sampling technique was carried out to select the representative samples. The students from class VII-G was the experimental class and those in class VII-H was the control class with 18 students in each class. Data were analyzed using independent sample t-test with the help of SPSS software version 26 for windows. Based on SPSS output in equal variances assumed, it was the t-test value 2.250, then t-table value was clarified as 1.690 at the level of significance a = 0.05 and df = 34. This andicated that the value of t-test was greater than that of the t-table (2.250 > 1.690). Thus, Ho was rejected and Ha was accepted . It was concluded that the generative strategy with audio visual media was effective for learning to write observations report text. This generative strategy with audio visual media encouraged the students to be more active and enthusiastic in the process of learning and made the teacher easier as being a facilitator to guide the students. This result was in contrast with those in control class in which audio visual media was used without generative strategy where the student were less active in the process of learning.
HENDRA M MALIK
2021 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN ABSTRAK Hendra: Asuhan Keperawatan Pada Tn.T Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.T dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.T penulis menegakkan 3 (tiga) diagnosa keperawatan yaitu, isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.T yaitu diagnosa harga diri rendah ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.T yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif dan jarang berada dirumah. Masalah belum teratasi disebabkan klien yang kurang kooperatif. Perlu adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien.
LISA
2021 · Book · Open Access
Abstrak AKI dan AKB mengindikasikan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial, budaya serta hambatan dalam mengatasi kematian ibu dan bayi. Upaya yang dilakukan untuk menekan AKI dan AKB ialah dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan mulai dari hamil, bersalin, nifas, neonatus dan pemilihan alat kontrasepsi. Dengan Tujuan untuk melakukan asuhan pelayanan kebidanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. D sejak masa hamil, bersalin, nifas dan bayi dengan metode SOAP. Pengkajian dilakukan pada Ny. D G2P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 4x di Puskesmas Karang Rejo. Pada usia kehamilan 37 Minggu 6 hari pada tanggal 28 Maret 2021 pukul 08.10 WITA. Asuhan yang diberikan meliputi pengenalan tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan dan tanda mulanya persalinan. Asuhan persalinan pada tanggal 06 Mei 2021, pada pukul 15.10 WITA dengan menerapkan 60 langkah APN. Masa nifas Ny. D. Masa nifas Ny. D dilakukan 3 hari pospartum tanggal 09 Mei 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi dan pengeluaran lochea pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah sebanyak 1 kali. Kunjungan bayi baru lahir dilakukan sejak 3 hari setelah lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2900 gram, spontan tidak ditemukan komplikasi, tidak ditemukan kongenital bayi melakukan IMD berat badan bayi meningkat usia 3 hari menjadi 3000 gram. Secara keseluruhan kondisi Ny.D pada masa kehamilan, persalinan, nifas termasuk bayi baru lahir dalam keadaan normal, tidak mengalami komplikasi dalam proses asuhan serta tidak ada tanda dan gejala yang mengindikasi adanya faktor resiko.
NURUL AZIANAH AZIS
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab sebuah pertanyaan tentang bagaimanakah soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran bahasa Indonesia ditinjau dari dimensi kognitif Taksonomi Anderson di MTs Al-Ikhlas Nunukan?. Skripsi ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari naskah soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Al-Ikhlas Nunukan Tahun Pelajaran 2020/2021. Data penelitian ini ialah soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, VIII, dan IX di MTs Al-Ikhlas Nunukan Tahun Pelajaran 2020/2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan ranah kognitif dan kata kerja oprasional dimensi kognitif Taksonomi Anderson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Al-Ikhlas Nunukan tahun ajaran 2020/2021 terdiri dari ranah C1, C2, C3, dan C4 yang didominasi oleh ranah C2 (memahami) sebanyak 48,3%. Kedua, persentase ranah kognitif soal kelas VII yaitu C1 diperoleh 30%, C2 diperoleh 55%, C3 diperoleh 5%, dan C4 diperoleh 10%. Kelas VIII yaitu C1 diperoleh 5%, C2 diperoleh 55%, C3 diperoleh 35%, dan C4 diperoleh 5%. Kelas IX yaitu C1 diperoleh 30%, C2 diperoleh 35%, C3 diperoleh 30% dan C4 diperoleh 5%. This study aimed to analyze the questions of the odd semester final Test of Indonesian subjects in terms of the cognitive dimensions of Anderson’s taxonomy at the MTs Al-Ikhlas Nunukan. This was a qualitative descriptive research. The source of the data in this study was obtained from the odd semester test of Indonesian subjects at the MTs Al-Ikhlas Nunukan for the 2020/2021 academic year. The data for this research was collected from the final test of the ood semester for Indonesian Classes among the seventh, eighth, and ninth grade students of the MTs Al-Ikhlas Nunukan for the 2020/2021 academic year. Data collection was done by means of documentation and interviews. Data analysis was carried out based on the cognitive domain and operational verb cognitive dimensions of Anderson’s Taxonomy. The results of this study indicated that, first, the test consisted of domains C1, C2, C3, and C4 which were dominated by domain C2 (understanding) as many as 48%. Second, the percentage of the cognitive domain for the seventh grade questions were C1 (30%), C2 (55%), C3 (5%), and C4 (10%). For the eighth grade questions were C1 (5%), C2 (55%), C3 (35%), and C4 (5%). For the ninth grade questions were C1 (30%), C2 (35%), C3 (30%), and C4 (5%).
RIATI
2021 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Riati: Asuhan Keperawatan Pada Ny. M Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang panca indra). Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap suatu objek atau gambaran dan pikiran yang sering terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan. Berdasarkan rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dari bulan Januari sampai Mei 2018 tercatat jumlah pasien halusinasi sebanyak 61 orang dengan presentase (40,9%). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: penulis menemukan kesenjangan yang terdapat pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak terdapat pada teori tetapi ada pada kasus, serta pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya teratasi sebagian yang disebabkan klien yang kurang kooperatif yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, perawat dan keluarga klien untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi. Kata kunci: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Asuhan Keperawatan Mengetahui, Donny Tri Wahyudi, S.Kep.Ns., M.Kes NIDN. 0001018903
MEYLEN BAYU SASMITA
2021 · Book · Open Access
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualtitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. Y G1P0A0 yaitu melakukan kunjugan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37-38 minggu. Kala 1 berlangsung selama 2 jam lebih 30 menit. Kala II berlangsung selama 15 menit, kala III berlangsung 5 menit dan kala IV berlangsung sealam 2 jam. Masa nifas Ny. Y berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 1 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisilogis, observasi pada bayi baru lahir yang dlakukan adalah selama 0-3 jam. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 3 jam. Bayi degan berat badan 2900 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kognital, bayi juga melakukan IMD. Kata kunci : kehamilan, komprehensif, nifas, persalinan
NOLIANA PURNAMASARI
2021 · Book · Open Access
Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. W G2P1A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37 minggu 1 hari dan 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 01 April 2021, pukul 13.15 WITA. Umur kehamilan 39 minggu. Kala 1 berlangsung selama 4 jam, kala II berlangsung 10 menit, kala III berlangsung selama 7 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. W berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 01 April 2021 sampai 3 hari tanggal 05 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah selama 2 kali. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 3 hari. Bayi lahir dengan berat 2600 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD.
NURFAILYANSYAH
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap di atasi. Berdasarkan data yang di ambil dari RSUKT pada tanggal 08 April sampai 11 April 2021. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memperoleh gambaran yang nyata melalui pelaksanaan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakam dalam peyusunan laporan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif yaitu studi kasus melalui asuhan keperawatan dengan hipertensi. Adapun teknik pengumpulan data penulis gunakan dalam menyusun laporan tugas akhir ini yaitu observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil penelitian didapatkan empat masalah keperawatan nyeri akut, resiko penurunan curah jantung, defisit pengetahuan dan resiko defisiensi nutrisi. Terdapat beberapa kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian, diagnosis, dan terdapat beberapa intervensi yang tidak dilakukan karena tidak terdapat diagnosis tersebut pada klien. Penulis menyimpulkan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien Tn. I , tidak ada hambatan dalam melakukan pengajian dan keluarga sangat koperatif.
MERI CRISTIANI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Asuhan Komprehensif yaitu manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas (Lapau, 2015). Continuity of care adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan (Legawati, 2018).Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 18 maret 2021 di Puskemas Juata Tarakan dengan Ny.N sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 3 kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
NIKMAH
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan fisiologi. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan, oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi maslah tersebut yaitu dengan adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Pengkajian dilakukan pada Ny. R G3P2A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali di Puskesmas Sebengkok. Kunjungan Awal yang dilakukan Ny. R G3P2A0 pada kehamilan Trimester III ,pada tanggal 19 Maret 2021 pada usia kehamilan 35 minggu 4 hari . Kunjungan ulang dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu 3 hari. Asuhan yang diberikan meliputi memberikan konseling pemenuhan nutrisi, pengenalan tanda bahaya kehamilan, ketidaknyamanan TM III, persiapan persalinan dan tanda mulanya persalinan. Ibu bersalin pada tanggal 19 April 2021, kala I berlangsung kurang lebih 8 jam, kala II berlangsung kurang lebih 5 menit, kala III berlangsung kurang lebih 7 menit dan kala IV berlangsung 2 jam. Asuhan yang diberikan meliputi prinsip asuhan sayang ibu, asuhan masa nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada 6 jam. Asuhan pada masa nifas memberikan motivasi ibu dalam pemberian ASI dan pemantauan involusi uterus. Asuhan pada bayi baru lahir difokuskan pada pemberian ASI, mempertahankan suhu tubuh dan perawatan tali pusat. Secara keseluruhan konsidi Ny. R pada masa kehamilan, persalinan, nifas termasuk bayi baru lahir dalma keadaan normal, tidak mengalami komplikasi dalam proses asuhan serta tidak ada tanda dan gejala yang mengindikasi adanya faktor resiko.
AURILLIA KHUSNULIN NIHAYAH
2021 · Book · Open Access
Asuhan kebidanan komprehesif adalah asuhan yang diberikan kepada klien bayi baru lahir, bayi, balita dan anak prasekolah, remaja, masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan ,masa pasca keguguran, masa nifas, masa antara, masa klimakterium, pelayanan keluarga berencana, pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas perempuan. Bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan secara komperehensif yang berkualitas sesuai dengan Standar Asuhan Kebidanan. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny.H adalah melakukan asuhan kehamilan sebanyak dua kali yaitu pada usia kehamilan 37 minggu dengan memberikan asuhan standar 10 T. Pada kedua kunjungan tersebut, klien tidak merasakan adanya keluhan. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 30 Maret 2021 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah serta air dari jalan lahir. Proses persalinan kala 1 berlangsung selama 8 jam yang mengakibatkan klien harus di rujuk. Asuhan nifas dilakukan pada 28 hari postpartum dengan memeriksa keadaan fisik dan memberikan konseling pada ibu. Pada asuhan nifas, didapatkan hasil yang normal. Asuhan pada bayi baru lahir diberikan pada usia 28 hari dengan dilakukan pemeriksaan ttv, pemeriksaan fisik, pemeriksaan antorpometri dan tidak ada komplikasi serta kelainan. Terdapat kesenjangan antara teori dan praktik asuhan kebidanan pada Ny.H. Kemudian telah dilakukan pendokumentasian asuhan kebidanan pada Ny.H dengan menggunakan metode SOAP.
KURNIAH
2021 · Book · Open Access
Comprehensive midwifery care is a midwifery service provided to pregnant women, maternity, newborns, and the postpartum period using documentation through SOAP. With the existence of midwifery care, the development of the continous care carried out by the midwife can make the mother more trusting and open because she already knows the care giver. Comprehensive care is provided with the aim of preventing maternal and infant mortality. The pupose of this final report is to apply comprehensive midwifery care to Mrs. M during pregnancy, childbirth, postpartum and newborn by using a midwifery management approach. The study was conducted on Mrs. M G1P0A0 made 2 antenatal care visits at the first visit at 32 weeks gestation and the second visit at 34 weeks gestation. Childbirth care occurs at 41 weeks of gestation, the first stage of the latent phase lasts 8 hours and minutes at 02.00-09.00 WITA, second stage 15 minutes the bay is born spontabeously at 09.15 WITA, gender is male, stage III is 9 minutes, the placenta is complete at 09.24 WITA, IV stage 2 hours. Post partum visit 1 time and no problems were found during delivery. Vital signs, involution process, uterine fundus height, uterine contractions, lactation process, and lochea expenditure, during the puerperium are physiologically running. Newborn care is carried out 1 time visit. Observations on newborns were carried out form 1 hour after birth to 3 hours. Newborn baby weighing 2.
SINTIYA
2021 · Book · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan Kebidanan Kehamilan,Persalinan,Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R dan bayinya sejak masa Kehamilan,Persalinan,Nifas dan Bayi Baru Lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Hasil pemeriksaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data diperoleh di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dari bulan Maret 2021 sampai bulan April 2021 Ny. R G4P3A0 Umur 31 tahun. Tanggal 01 April 2021 jam 08.30 WITA Ny. R datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan Ny. R hamil 38 minggu 4 hari. Pada kunjungan ulang pada tanggal 8 April 2021 Ny. R hamil 40 minggu didapatkan masalah pada kehamilan ibu yaitu nyeri pada pinggang dengan Hb 11,4 Gr/dl. pada tanggal 19 April 2021 Ny. R G4P3A0 hamil 41 minggu , Partus Kala I fase selama 5 jam 13.55-19.00 WITA, Kala II berlangsung selama 30 menit bayi lahir spontan pukul 19.30 WITA , Kala III berlangsung selama 5 menit plasenta lahir lengkap pukul 19.35 WITA, Kala IV berlangsung selama 2 jam. Pada tanggal 19 April 2021 bayi lahir spontan menangsi kuat, warna kulit kemerahan, tonus otot baik. Perineum ibu tidak terdapat robekan. Pada kunjungan masa nifas 6 jam yang dialami ibu normal dan tidak ada kelainan. Masa kehamilan terdapat masalah dan masalah dapat teratasi, sedangkan masa persalinan, nifas dan bbl tidak ditemukan adanya masalah. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga dapat mengetahui pentingnya pengawasan pada saat hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir.
AGUSTINA
2021 · Book · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensip adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium dan konseling. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensip pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang dilakukan pada Ny. “E”. Asuhan diberikan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan mulai tanggal 15 Maret 2021 sampai 19 April 2021. Pengambilan data di lakukan secara langsung dan melihat data rekam medis, pendokmentasian di lakukan dengan menggunakan SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan kunjungan sebanyak dua kali pada usia kehamilan 36 minggu 4 hari, dan 38 minggu 4 hari dengan HPHT 19 Juli 2021 dan TP 26 April 2021. Selama kunjungan ibu mengeluh pada pemeriksaa pertama yaitu mual di pagi hari dan pada pemeriksaan terakhir yaitu perut mulai terasa kencang-kencang tapi jarang dan sering buang air kecil. Keluhan ini fisiologis dan telah di berikan konseling tentang cara mengatasi ketidaknyamanan pada kehamilan dan teknik relaksasi. Didapatkan hasil pemeriksaan dengan keadaan umum baik dan tekanan darah dalam batas normal. sehingga selama kehamilan Ny “E” dalam keadaan baik dan normal. Asuhan Persalinan tanggal 19 April 2021 jam 11.00 ibu datang ke Puskesmas dengan keluhan kencang-kencang dan keluar lendir darah dilakukan pemeriksaan jam 11.00 hasil VT 9 cm, efficement 90%, ketuban (+), pada jam 11.26 ketuban pecah di lakukan VT 10 cm . Saat proses persalinan ibu bersalin secara normal dengan asuhan APN 60 langkah, bayi lahir spontan jenis kelamin laki-laki, BB 2700 gram, PB 49 cm segera dilakukan perawatan bayi baru lahir. Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu teknik menyusui yang benar. Asuhan Kebidanan neonatus pada ke 3 jam di dapatkan pemeriksaan fisik bayi normal keadaan bayi baik dan di dapat tanda- tanada bayi sehat seperti adanya reflek moro, reflek rooting, reflek sucking.
SITI NURAISYAH
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny.G G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 21 kali pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari dan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 26 maret 2021, pukul 17.30 WITA. Usia kehamilan 39 minggu 6 hari. Kala I berlangsung selama 3 jam 49 menit, kala II berlangsung selama 20 menit, kala III berlangsung selama 6 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny.G berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam dimulai tanggal 27 maret 2021 sampai 6 minggu tanggal 07 mei 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahiryang dilakukan adalah selama 4 kali. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 6 minggu. Bayi lahir dengan berat badan 3500 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD, berat badan meningkat usia 6 hari menjadi 3600 gram, dan terus meningkat pada usia 6 minggu yaitu 4400 gram
AMELIA PRIYANTI SAFIRA LAGAMAKIN
2021 · Book · Open Access
ABSTRACT According to WHO 2014 AKI report in the world that's 289,000 as of 100,000 lived in the world. The target of Millennium Development Goals (MDGs) in 2015 that 102 per 100,000 AKB born 37 per 1,000 (137), 100 WHO lived on 2015). Comprehensive midwifery are services that are provided to pregnant women, newborns, and nify exertion by using documentation through SOAP. The tutelage of a comprehensive midwifery was provided by midwife, the assessment of the conducted over Mrs. The G2P1A0 took the Antenna Receiving as much as 2 times on the first initial visit at the 36-week pregnancy and 6 weeks WITA at the age of 37 weeks 5 days, the Childbirth occurred at the age of 37 weeks 6 days, when the active phase 5 minutes at 01.55 WITA – 02.00 WITA, 200 WITA, A complete IV of pregnancy 5.005 at the WITA. Nifas 1-time visits and found no problem during childbirth. During the nifas run physiology. Newborn babies were done 1 times of visit and without any identification of any problems. Obesrvation in newborns was 1 hour until negon 3 hours of newborn babies 3,000 grams of normal, the 49 cm long, and directly carried out IMD. The conclusion after a comprehensive Midwifery was capable of lowering the mortality rate caused by complications in pregnancy, childbirth, nifas, and BBL.