RICA FITRIANI
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait dengan keuntungan dan nilai tambah produk olahan kopi di UMKM Mack Atoen di Kota Tarakan. Pertama berapakah keuntungan produk olahan kopi di UMKM Mack Atoen Kota Tarakan ? Kedua berapa besar nilai tambah produk olahan kopi di UMKM Mack Atoen Kota Tarakan ?. Dengan latar belakang ingin melihat keuntungan dan nilai tambah produk kopi dengan bahan rempah-rempah khas Tidung. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan penentuan sampel adalah UMKM Mack Atoen dan informan kunci berdasarkan pertimbangan adalah pemilik usaha UMKM Mack Atoen salah satu UMKM yang mengolah kopi khas Tidung Kalimantan Utara. Adapun analisis data yaitu analisis biaya (biaya tetap, biaya variabel, penerimaan dan keuntungan) dan analisis nilai tambah M, Dawan Rahardjo meliputi (nilai produk akhir, nilai bahan baku, jumlah bahan baku, biaya penolong, biaya penyusutan, biaya antara, nilai tambah bruto, nilai tambah netto dan nilai tambah per bahan baku) dengan menetapkan semua perhitungan adalah satu kali produksi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa total penerimaan dua produk Kupi Babok dan Kupi Jantan sebesar Rp 6.000.000 per produksi. Nilai tambah yang dimiliki UMKM Mack Atoen ini memiliki keuntungan dalam masa pandemi covid-19 yang dapat dilihat dari nilai tambah bruto, netto dan per bahan bakunya. Pertama untuk Kupi Babok memiliki keuntungan sebesar Rp. 1.021.000, Kupi Jantan sebesar Rp. 2.718.000. Kedua nilai tambah bruto Kupi Babok sebesar Rp. 1.105.000 , nilai tambah netto Rp. 1.093.768 dan nilai tambah per bahan baku Rp. 110.500. Ketiga nilai tambah bruto Kupi Jantan Rp. 2.802.000, nilai tambah netto Rp. 2.790.768 dan nilai tambah per bahan baku Rp. 280.200. Penggunaan biaya eksplisit produk Kupi Babok dan Kupi Jantan mulai dari biaya bahan baku, biaya gaji karyawan, biaya pembelian perlengkapan dan peralatan dari produsen itu sendiri. Penggunaan tenaga kerja dari luar bukan dari kalangan keluarga. Kata Kunci : Nilai Tambah , Keuntungan , Produk Kopi , UMKM
MARGARETA
2021 · Book · Open Access
Margareta (17.402020.28) “Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing oleh ibu Sekar Inten Mulyani, S.Pt., M.Si Penyuluhan pertanian mempunyai peran yang strategis yaitu untuk pembangunan pertanian Indonesia karena memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan non-formal bagi para petani mendampingi petani, mengajarkan petani tentang pengetahuan dan keterampilan dalam berusahatani, mendidik petani agar mampu memberdayakan semua potensi yang dimiliki, serta menyebarluaskan inovasi-inovasi baru kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, (2) menganalisis peran kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara. informan pada penelitian ini adalah koordinasi lapangan, ketatausahaan, dan keuangan BPP Malinau Utara sedangkan responden untuk menjawab tujuan penelitian kedua adalah kelompok tani Siang Barang 3 Desa Malinau Seberang, kelompok tani Tunas Kasih Harapan Desa Kaliamok, kelompok tani Tampilon Putra Desa Belayan dan penyuluh yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara. Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian yang pertama adalah analisis data deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara meneruskan visi misi dari dinas pertanian Kabupaten Malinau yaitu terkait Rasda. Wilayah kerja penyuluh di BPP Malinau Utara yaitu mencangkup semua desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, dengan jumlah penyuluh sebanyak 10 (Sepuluh) orang. Program kerja yang dilaksanakan ada 2 yaitu program kerja desa dan program kerja BPP. Peran dari kelembagaan penyuluhan pemerintah secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90, serta peran dari kelembagaan petani secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90. Interval ini didapatkan dari hasil tabulasi data yang telah dilakukan.
YUNITA
2021 · Book · Open Access
Jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt.) adalah salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Kota Tarakan. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dengan dosis yang tinggi, menyebabkan kualitas tanah menurun sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tersebut dengan menggunakan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi kombinasi Bakteri Pelarut Fosfat dan Bakteri Penambat Nitrogen pada pertumbuhan jagung manis dan kemampuannya dalam menurunkan dosis pupuk anorganik. Bakteri Pelarut Fosfat dan Bakteri Penambat Nitrogen mampu meningkatkan ketersediaan P dan N bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kompatibilitas isolat-isolat bakteri terlebih dahulu, terdapat 4 kombinasi isolat bakteri yang bersifat kompatible yang digunakan sebagai perlakuan dalam penelitian ini. Pengujian formulasi isolat dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: F0 (100% NPK), F1 (B1(17) + B3(12)) + 50 % NPK, F2 (B5(6) + B3(12)) + 50 % NPK, F3 (B5(6) + B3(16)) + 50 % NPK, F4 (B5(6) + B3(19)) + 50 % NPK, F5 (B1(17) + B3(12)) + 75% NPK, F6 (B5(6) + B3(12)) + 75% NPK, F7 (B5(6) + B3(16)) + 75% NPK, dan F8 (B5(6) + B3(19)) + 75% NPK. Analisis data dimulai dengan Uji Normalitas, dilanjutkan dengan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan diantara semua perlakuan dengan kontrol, tetapi secara umum perlakuan yang menggunakan isolat bakteri dengan penambahan 50% NPK memberikan nilai rata-rata yang lebih baik dari pada perlakuan dengan penambahan 75% NPK. Perlakuan yang memberikan nilai rata-rata terbaik pada semua parameter yang diamati adalah perlakuan F1 (B1(17) + B3(12))+50% NPK, yang mengindikasikan bahwa penggunaan formulasi pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik sampai dengan 50%.
EKA ULAN FITRIYANI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Desa Gunung Putih menjual buah kelapa tua dan buah kelapa muda dengan harga rendah, tanpa mengolah nira menjadi gula kelapa nilai jual buah kelapa sangat rendah. Selain itu, usaha skala rumah tangga gula kelapa bapak Imam Ahmadi juga tidak memiliki pembukuan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi sehingga, bapak Imam Ahmadi tidak mengetahui pasti persentase keuntungan yang diperoleh dari modal yang dikeluarkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1). Bagaimanakah proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 2). Berapakah nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 3). Berapakah nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi. Lokasi penelitian di RT 20 Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Metode penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Jenis data dalam penelitian yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Berdasarkan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu koesioner dan dokumentasi. Proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak meliputi penyiapan bahan, alat, proses pengolahan meliputi penyadapan nira, pemasakan, pencetakan dan pengemasan gula kelapa. Nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak selama satu bulan produksi sebesar 2,30%>0 kriteria menguntungkan. Nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi menggunakan metode hayami selama satu bulan proses produksi sebesar Rp.364,200 maka dapat memberikan nilai tambah (positif).
JENI PONGTIKU
2021 · Book · Open Access
Johnius belangerii merupakan potensi sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi segar dan sebagai olahan tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Gulamah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2021 di Perairan Tarakan Kalimantan Utara. Ikan yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari hasil tangkapan nelayan dan sampel yang diukur sebanyak 320 ekor. Analisa hubungan panjang berat menggunakan persamaan W=aLb, sedangkan Analisa faktor kondisi menggunakan persamaan CF=Wm/Wp. Hasil penelitian menunjukkan persamaan hubungan panjang berat J. belangerii dengan persamaan W = 0,016.L2,896 dan R2 = 0,91. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung > ttabel, dimana nilai b≠3. Hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Hasil Analisa faktor kondisi didapatkan kisaran nilai 0,79-1,34. Rata-rata nilai faktor kondisi 1,01 Hal ini menunjukkan bahwa J. belangerii memiliki kondisi tubuh yang ideal/proposional dengan kondisi perairan yang baik untuk mendukung pertumbuhan J. belangerii.
MUHAMMAD RASWANSYAH
2021 · Book · Open Access
Kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alattangkap jaring insang (gill net) merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di daerah Lingkas. Alat tangkap jaring insang dengan ukuran mata jaring (mesh size) 3 inci ini banyak digunakan oleh nelayan tradisional di daerah Lingkas dikarenakan alat tangkap ini mudah diopesaikan dan juga ramah lingkungan. Pada penelitian ini penggunaan alat tangkap jaring insang denga ukuran mata jaring yang berbeda yaitu ukuran 3 inci, 4 inci dan 5 inci. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh perbedaan mata jaring (mesh size) yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan pada alat tangkap jaring insang (gillnet) di perairan Kota Tarakan. Metode peneitian yang digunakan yaitu metode eksperimental, analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Test dengan menggunakan dua data yang didapatkan selama 8 kali sampling pengoperasian jaring insang untuk dibandingkan. Komposisi berat (%) hasil tangkapan pada perlakuan 3 inci 3,974 kg (34%), perlakuan 4 inci 3,117 kg (27%) dan perlakuan 5 inci 4,529 kg (39%). Komposis jumlah jenis (%) ikan hasil tangkapan meliputi pada perlakuan 3 inci dengan total jumlah individu tertangkap sebanyak 40 ekor (53%). Perlakuan 4 inci dengan 22 ekor (28%) dan jumlah individu yang paling sedikit pada perlakuan 5 inch yaitu sebanyak 15 ekor (19%). Uji normalitas pada individu berat yaitu 0,191 > 0,05 dan signifikan data individu berat yaitu 0,727 > 0,05. Uji Anova terhadap berat hasil tangkapan yaitu 0,819 > 0,05 maka H0 diterima, nilai Fhit 0,201 Ftabel 3,47 maka hipotesa H0 (null) diterima ukuran mata jaring tidak memberi pengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (gillnet). Uji anova berdasarkan jumlah individu hasil tangkapan yaitu 0,036 0,05 maka Ha diterima. Nilai Fhit 3,908 > Ftabel 3,47 maka hipotesa Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan ukuran mesh size memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan.
SAIFUL ALAM
2021 · Book · Open Access
Kelong (Guiding Barrier) merupakan alat tangkap ikan pasif terpasang di pesisir pantai, terdiri dari beberapa bagian yang memanfaatkan ruaya ikan di perairan pantai. Guiding barrier terdiri atas bagian pagar berjaring (penaju), memiliki dua sayap dan bagian kantong akhir. Umumnya ikan yang tertangkap di guiding barrier karena dalam pergerakannya di pantai terbentur penaju dan bergerak menuju bagian sayap dan terperangkap pada bagian kantong akhir. Informasi/data ilmiah terkait hasil tangkapan dengan ragam alat tangkap, sangat diperlukan sebagai dasar kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan pada suatu perairan. Penelitian bertujuan mengetahui komposisi jenis dan ukuran (panjang dan berat) ikan hasil tangkapan guiding barrier di perairan Juata Laut. Metode penelitian menggunakan motode deskriptif kuantitatif selama Januari – Februari 2021, dengan purposive sampling selama 8 kali pengambilan sampel. Hasil penelitian menghasilkan jumlah sampel sebanyak 22 jenis ikan dengan total 581 ekor. Ikan belanak (Mugil sp.) merupakan sampel ikan dominan tertangkap. Komposisi ukuran panjang sampel hasil tangkapan utama guiding barrier yang dominan tertangkap pada kisaran 13.47 – 22.57 cm (ikan kakap merah / Lutjanus sp.), 22.39 – 26.97 cm (ikan kuwe / Caranx sp.) dan 103.40 – 155.32 cm (ikan belanak / Mugil sp.). Komposisi ukuran berat yang dominan tertangkap pada sampel Lutjanus sp. (59.78 – 297.84 gr), sampel Caranx sp. (58.47 – 94.16 gr) dan sampel ikan Megalops sp. (103.40 – 155.32 gr). Hasil analisa hubungan panjang berat pada sampel utama guiding barrier menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada sampel Lutjanus sp. dan allometrik negatif pada sampel Mugil sp. dan Caranx sp.
PUTRI RAHMADANI
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara masyarakat lokal dengan kearifan lokalnya dalam menjaga, melindungi sungai dan menganalisa kegiatan masyarakat yang mendukung pelestarian biodiversitas perairan di DAS Kayan sesuai dengan aturan adat yang berlaku di masyarakat Suku Bulungan, Dayak dan Tidung. Dilatar belakangi dengan adanya upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat adat di sisi lain kerusakan merupakan hal sering terjadi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dalam pengumpulan data dan dilaksanakan di Tiga Desa yakni Desa Antutan, Desa Salimbatu dan Desa Sekatak Bengara. Pengumpulan data dilaksanakan dengan pengamatan lapangan dan wawancara secara langsung pada 50 responden. Kearifan Lokal dalam bentuk larangan dalam adat Bulungan, Dayak Berusu dan Tidung adalah tidak diperbolehkan: memanfaatkan sumberdaya sungai secara berlebihan, menggunakan alat tangkap berbahaya, membunuh binatang sesuka hati dan berlaku kurang arif di DAS Kayan. Kearifan Lokal dalam bentuk ajakan adalah saling menjaga kelestarian sumberdaya sungai dan bertanggung jawab pada kelestarian sungai. Rata-rata jawaban responden sebesar 75% yang bahwa masyaarakat setuju hukum adat berperan dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya sungai. Interaksi masyarakat pada ketiga Desa tersebut dengan sumberdaya sungai yang berada di wilayah Sungai Kayan meliputi kegiatan: penggunaan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan dan melakukan penangkapan sesuai dengan kebutuhan.
FIRMANSYAH
2021 · Book · Open Access
Wilayah Kota Tarakan sebagian besar dikelilingi perairan, sehingga banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai macam jenis alat tangkap. Salah Satu alat Tangkap yang banyak digunakan adalah jaring insang. Pada penelitian menggunakan perlakuan perendaman 2 jam 3 jam dan 4 jam dimana perlakuan 3 jam merupakan perlakuan ril nelayan, sedangkan 2 jam dan 4 jam perlakuan dalam percobaan untuk mengetahui perbedaan dengan waktu ril nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data jenis produksi hasil tangkapan serta mengatahui pengaruh lama perendaman terhadap hasil tangkapan jaring insang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Metode eksperimental fishing penelitian ini mengguakan mata jaring (mesh size) 4” (10 cm) sebanyak 3 lembar. Analisa data menggunakan analisa sidik ragam satu jalur. Uji anova pada jumlah satuan ekor diperoleh nilai signifikan 0,687, maka H0 diterima dan Ha ditolah. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang terhadap jumlah ekor hasil tangkapan. Berdasarkan uji anova pada jumlah satuan berat diperoleh nilai signifikan sebesar 0,399. Maka dapat diasumsikan bahwa lama perendaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan baik dalam bentuk jumlah ekor maupun jumlah berat.
VANESSA EKLESIA
2021 · Book · Open Access
KEKUATAN HUKUM REKOMENDASI OMBUDSMAN TERHADAP MALADMINISTRASI PELAYANAN PUBLIK Abstrak Ombudsman Republik Indonesia merupakan lembaga pengawas independen yang mengawasi segala bentuk praktek maladministrasi yang terjadi disetiap instansi publik oleh penyelenggara negara dan pemerintahan. Produk hukum dalam penyelesaian maladministrasi oleh ombudsman adalah rekomendasi. Rekomendasi itu sendiri bersifat wajib untuk dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ombudsman. Pertama, bagaimana kekuatan hukum dari rekomendasi terhadap maladministrasi pelayanan publik? Kedua, bagaimana akibat hukum apabila rekomendasi ombudsman tidak dilaksanakan. Skripsi ini merupakan penelitian dengan metode yuridis normatif yang dilakukan melalui pendekatan undang-undang (statue approach), pendekatan konseptual (conseptual approach). Bahan hokum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer,sekunder dan tersier. Bahan primer yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penelitian, bahan sekunder yaitu literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, serta bahan tersier yang berupa komplamenter. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Kekuatan memaksa dari sebuah rekomendasi Ombudsman adalah wajib dan akan dikenakan sanksi jika rekomendasi itu tidak dilaksanakan. Namun, kekuatan memaksa dari Ombudsman ini tidak di perkuat dengan adanya pembentukan parlementari Ombudsman, Kekuatan memaksa ini berdasarkan dengan adanya kekuatan mengikat secara hukum dan secara moral yang merupakan implementasi dari Undang Undang. Kedua, Ombudsman dapat menilai bahwa penyelenggara pelayanan publik tersebut dapat diberikan rekomendasi berupa sanksi administratif.
BENNY BENYAMIN
2021 · Book · Open Access
Benny Benyamin (NPM : 15.501010.002) , dengan judul skripsi “tindak persekusi yang dilakukan oleh masyarakat dalam perspektif hukum pidana” Pembimbing I Dr. Yahya Ahmad Zein, SH., M.H dan Pembimbing II Arif Rohman, SHI., LL.M. Tindakan persekusi di Indonesia sudah semakin marak terjadi disekitar kita. Kata persekusi itu sudah ada sejak dahulu akan tetapi baru viral pada saat ini, karena banyak terjadi tindak kekerasan dalam masyarakat. Persekusi yaitu perlakukan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya. Ketentuan hukum mengenai perlakuan Persekusi dan bagaimana perbuatan Persekusi menurut sudut pandang dari pasal yang ada dalam Kitab undang-undang hukum pidana. perlakuan persekusi merupakan suatu pelanggaran hukum yang tidak termasuk dalam delik aduan dan dapat dikenakan pasal berlapis. Menurut aturan hukum pidana dimana persekusi diartikan dalam tindak pidana dengan menyamakan persekusi itu dengan salah satu bentuk kejahatan yang tertuang dalam kitab undang-undang hukum pidana. Tindak pidana persekusi dijerat dengan pasal-pasal dalam KUHP seperti Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dan Pasal 406 KUHP tentang Pengrusakan. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif yang dilakukan dengan cara menganalisa pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tindakan persekusi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab identifikasi masalah yang berkaitan dengan tindakan persekusi, tentang kriteria persekusi dalam hukum positif (KUHP), jenis-jenis tindak pidana yang dapat di terapkan dalam tindak persekusi dan sanksi pidana dalam kasus persekusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persekusi sendiri sebenarnya tidak diatur secara jelas dalam KUHP, akan tetapi akibat dari tindakan persekusi tersebut dapat dikenakan dengan beberapa pasal yang terdapat dalam KUHP dan hukuman atau sanksi pidana sesuai dengan perbuatan dan motif kejahatan pelaku persekusi.
DESSY NOPIANTHI
2021 · Book · Open Access
Abstrak Tingkat kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usahatani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan petani. Penerimaan yang berkurang akan diikuti dengan semakin rendahnya pendapatan yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial perkebunan karet rakyat di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu pemilihan sengaja dengan kriteria yang telah penulis tentukan, yaitu: Petani yang berusahatani komoditas perkebunan karet lebih dari 5 tahun dan luas lahan perkebunan karet rakyat 1 Ha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif yaitu menganalisis data dengan cara mendesripsikan atau menggambarkan data sebagaimana adanya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kelayakan finansial yang terdiri dari NPV, Net B/C, IRR, PP, dan BEP. Hasil analisis kelayakan finansial usaha karet rakyat ini dinyatakan layak, terbukti dengan NPV yang positif pada diskon faktor 6%, IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (6%), dan nilai Net B/C Ratio lebih besar dari satu. Payback period-nya menunjukkan bahwa usaha ini akan mengembalikan investasinya dalam waktu 12 tahun 2 bulan 4 hari. Usaha ini akan mengalami peluang pokok pada saat volume produksi karet mencapai 1.987 kg perproduksi, atau dengan harga jual sebesar Rp 2.245 per kg.
RISKI MAULANA
2021 · Book · Open Access
Saat ini milo Malaysia dengan mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia terkhusus di kota Tarakan sendiri, milo Malaysia dapat dengan mudah di temukan. Hadirnya milo Malaysia tersebut menjadikan tingginya tingkat persaingan dalam usaha penjualan milo Malaysia yang dimana milo malaysia berkaitan dengan sektor pertanian karena memiliki bahan baku kakao. Berdaraskan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang perilaku konsumen dan pengaruh dari perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian milo Malaysia di pasar Batu kota Tarakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen pembeli produk milo malaysia di kota Tarakan, mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku konsumen pembeli produk milo malaysia di kota Tarakan. Metode penentuan sampel penelitian menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 50 orang. Jenis data pada penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer yaitu data kuesioner dan data sekunder yaitu data dari hasil quesioner. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, studi pustaka serta dokumentasi. Analisis data yang di gunakan adalah analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas dan regresi linier berganda dengan uji r, uji f dan uji t. Hasil dari penelitian ini adalah perilaku konsumen dalam membeli milo Malaysia di pasar Batu, mulai dari situasional mempengaruhi pembelian konsumen terhadap milo Malaysia. Maka tidak mengherankan, jika kini perkembangan pasar Batu berusaha untuk menarik minat beli konsumen. Pasar Batu berusaha menarik minat beli konsumen dengan mendesain atmosfer toko sehingga dapat menarik perhatian perilaku pembelian, khususnya yang mengarah pada situasi unpurchase, yaitu situasi pembelian yang tidak direncanakan sebelumnya oleh konsumen, dan pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai produk milo Malaysia, serta pengetahuan kualitas produk milo Malaysia sehingga menarik perhatian konsumen untuk membeli dan informasi yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian, dan keperibadian mempengaruhi keputusan pembelian produk milo Malaysia, sesuai dengan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan keperibadian mereka. Responden juga tidak mementingkan masalah harga melainkan kualitas dari produk milo Malaysia. Hal ini membuktikan bahwa kategori faktor pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk milo Malaysia. Dari uji validitas dan reabelitas, menghasilkan Nilai yang lebih besar dari nilai yang di tetapkan pada literatur tabel yang ada sengihgga menghasilkan nilai yang valid dan reabel. Begitu pula regresi linier berganda juga terdapat di dalamnya ada uji r, uji f dan uji t, semua alat ukur yang di gunakan dalam analisis ini di ketahui nilai yang sesuai dengan hasil yang di harapkan sehingga data yang di analisis dapat di katakan layak mengunakan alat analisis regresi linier berganda. Kata Kunci: Perilaku konsumen, Keputusan pembelian
MUHAMMAD ALIEF UTAMA
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
Usaha sarang burung walet juga merupakan salah satu usaha yang mempunyai prospek yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini. Selain itu, saluran pemasaran menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam aspek usaha sarang burung walet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gambaran umum usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (2) menganalisis kelayakan usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (3) menganalisis saluran pemasaran sarang burung walet (collacalia fuciphaga) di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria usaha minimal sudah berjalan 5 tahun dengan produksi yang rutin, orang yang pertama kali mendirikan rumah burung walet didaerah tersebut, sulitnya mendapatkan data sehingga responden yang dipilih adalah keluarga karena ada beberapa data rahasia yang tidak bisa diberikan kepada orang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik Bapak Agus R. ini dibangun pada tahun 2014 menggunakan modal pribadi dengan modal awal usaha sebesar Rp. 176.318.000,-. pada tahun 2017 hingga 2021 Pak Agus memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 635.470.000,-. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebesar Rp. 184.944.553 > 0, maka usaha layak untuk dijalankan. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C Ratio) pada penelitian ini yaitu sebesar 1,86 > 1, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu sebesar 4 atau 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Saluran pemasaran yang terjadi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Petani (Produsen I) Pengepul Eksportir Importir.
Kata kunci : Sarang burung walet, kelayakan finansial, saluran pemasaran.
AFIDAH TURROHMAH
2021 · Book · Open Access
Permasalahan dalam perkawinan yang terjadi di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mana undang-undang tersebut telah diperbarui menjadi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang Perkawinan. Salah satunya adalah permasalahan keabsahan perkawinan. Keabsahan sebuah perkawinan tentu saja berakibat hukum pada status anak yang nantinya dilahirkan. Salah satu contoh kasus mengenai status anak terdapat pada Penetapan yang di keluarkan oleh Pengadilan Agama Tarakan yaitu Penetapan Nomor 78/Pdt.P/2019/PA.Tar tentang Permohonan Asal Usul Anak. Pada penetapan tersebut terdapat permasalahan perkawinan para pemohon dimana hakim menyatakan perkawinannya fasid, yang kemudian menimbulkan beberapa rumusan masalah mengenai pertimbangan hakim untuk menetapkan permohonan asal-usul anak dan status hukum anak yang telah dilahirkan dari pernikahan fasid tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan kasus (Case Approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan adalah Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang perkawinan. Data sekunder yang digunakan adalah buku-buku teks dan jurnal-jurnal hukum. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa, pertama dalam memberikan pertimbangan hukum hakim perlu mengetahui terlebih dahulu keabsahan pernikahan para pemohon untuk dapat memberikan penetapannya. Kedua, mengenai status anak yang dilahirkan dari pernikahan fasid tidak berlaku surut terhadap pernikahan para pemohon, artinya anak yang dilahirkan tetap berstatus hukum sebagai anak sah dari para pemohon.
NOVITA SYLVI
2021 · Book · Open Access
Kehalalan suatu produk makanan menjadi hal yang sangat penting untuk konsumen. Berdasarkan Undang-Undang Jaminan Produk halal yang menegaskan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Namun, di Kota Tarakan sering ditemukan produk makanan yang tidak bersertifikat halal. Penelitian dengan judul “Kedudukan Sertifikasi Halal Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen Di Kota Tarakan”. Penelitian ini bermaksud menjawab rumusan masalah pertama, apa urgensi sertifikasi halal sebagai bentuk perlindungan konsumen? Kedua, apa peran pemerintah Kota Tarakan dalam melakukan perlindungan kepada konsumen terhadap produk makanan yang beredar di Kota Tarakan? Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empris yang mencari kebenaran substansial, bukan hanya kebenaran yang formal procedural semata. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Tarakan yaitu pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan, Kementerian Agama Kota Tarakan, dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dari lapangan dengan cara wawancara kepada narasumber. Data sekunder diperoleh dari buku, tesis, skripsi, dan jurnal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, urgensi dari sertifikasi halal sangat penting sebagai jaminan perlindungan dan kepastian hukum untuk konsumen, sertifikasi halal akan membuat konsumen merasa lebih tenang dan tanpa rasa ragu saat mengonsumsi produk makanan. Kedua, peran yang dilakukan Pemerintah Kota Tarakan melalui fasilitas pembiayaan, pendampingan, pengawasan, dan sosialisasi serta himbauan merupakan upaya pencegahan (preventif) sekaligus akan meminimalisir beredarnya makanan yang tidak bersertifikat halal. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari penyelenggaraan jaminan produk halal. Penyelenggaraan jaminan produk halal akan memberikan rasa nyaman, aman dan kepastian ketersediaan produk halal untuk masyarakat. Sehingga akan tercipta kepastian hukum dan perlindungan bagi konsumen.
ADE CICI SUCIATI
2021 · Book · Open Access
Dissenting Opinion adalah pendapat berbeda dari mayoritas atau pendapat hakim yang berbeda dalam suatu putusan. Mulai dari fakta hukum, pertimbangan hukum, sampai amar putusannya berbeda. Salah satu kasus yang terjadi dissenting opinion terdapat pada putusan pengadilan agama tarakan nomor perkara 564/Pdt.G/2019/PA.Tar. yaitu mengenai hak asuh anak pasca perceraian. Pada putusan tersebut dalam menetapkan pemegang hak asuh anak diantara majelis hakim terjadi dissenting opinion, sehingga menimbulkan permasalahan mengenai pertimbangan majelis hakim dalam putusan Pengadilan Agama Tarakan dan analisis pertimbangan hakim yang terjadi dissenting opinion. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam, Undang-undang perkawinan dan Undang-undang perlindungan anak. Data sekunder yang digunakan adalah buku, artikel, jurnal, dan hasil penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan pertama bahwa Majelis Hakim membagi pertimbangan hukumnya menjadi dua bagian yaitu pertimbangan hukum dalam konvensi dimana membahas tentang pertimbangan perceraian dan pertimbangan hukum dalam rekonvensi membahas tentang hak asuh anak dan nafkah anak. Kedua, terjadinya dissenting opinion diantara Majelis Hakim didasari oleh faktor alat bukti saksi, yang dimana pada saat Majelis Hakim memeriksa para saksi yang dihadapkan dipersidangan telah terungkap bahwa kedua orang saksi Penggugat Rekonvensi memberikan keterangan yang bersesuaian bahwa anak Penggugat Rekonvensi dan Tergugat Rekonvensi dalam keadaan baik-baik saja dan diasuh oleh kedua orang tua secara bergiliran. Sehingga atas dasar pertimbangan tersebut Hakim terkait menginginkan hak asuh anak ini diberikan kepada kedua pihak dengan konsep pengasuhan bersama. Sedangkan Majelis Hakim Mayoritas memutuskan hak asuh anak ini diberikan kepada Penggugat Rekonvensi atau ibu kandungnya.
ESRA KALA`LEMBANG
2021 · Book · Open Access
ESRA KALA’LEMBANG NPM. 16.405010.33 PENGELOLAAN DANA DESA (DD) DI DESA MELASU BARU KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN. Dibawah bimbingan dan arahan bapak Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H Selaku pembimbing I dan Ibu Inggit Akim, S.H.,M.H selaku pembimbing II. Defenisi desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dampak sosial dan ekonomi yang diakibatkan pandemi COVID-19 sangat berpengaruh bagi tingkat kesejahteraan masyarakat tidak terkecuali masyarakat desa. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran virus serta menangani dampak yang ditimbulkan. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia adalah Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD). Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab persoalan yang diteliti oleh penulis yaitu bagaimana pertanggungjawaban BLT-DD serta bagaimana penyaluran BLT-DD Di Desa Melasu Baru. Penelitian ini adalah dilakukan dengan tipe Penelitian Hukum Normatif dengan menggunakan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Pendekatan Konseptual (Conseptual Approach). Hasil dari Penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa Kepala Desa adalah orang yang bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan desa dan telah dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, adapun penyaluran BLT-DD dilakukan memperhatikan peraturan dan pedoman kriteria penerima BLT-DD serta penetapan calon penerima BLT-DD dilakukan dengan mengedepankan musyawarah desa. ABSTRAK ESRA KALA’LEMBANG NPM. 16.405010.33 PENGELOLAAN DANA DESA (DD) DI DESA MELASU BARU KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN. Dibawah bimbingan dan arahan bapak Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H Selaku pembimbing I dan Ibu Inggit Akim, S.H.,M.H selaku pembimbing II. Defenisi desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dampak sosial dan ekonomi yang diakibatkan pandemi COVID-19 sangat berpengaruh bagi tingkat kesejahteraan masyarakat tidak terkecuali masyarakat desa. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran virus serta menangani dampak yang ditimbulkan. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia adalah Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD). Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab persoalan yang diteliti oleh penulis yaitu bagaimana pertanggungjawaban BLT-DD serta bagaimana penyaluran BLT-DD Di Desa Melasu Baru. Penelitian ini adalah dilakukan dengan tipe Penelitian Hukum Normatif dengan menggunakan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Pendekatan Konseptual (Conseptual Approach). Hasil dari Penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa Kepala Desa adalah orang yang bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan desa dan telah dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, adapun penyaluran BLT-DD dilakukan memperhatikan peraturan dan pedoman kriteria penerima BLT-DD serta penetapan calon penerima BLT-DD dilakukan dengan mengedepankan musyawarah desa.
KURNIAH
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Nelayan perikanan tangkap di perairan Kota Tarakan, salah satu nya menggunakan alat tangkap rawai dasar (bottom longline). Rawai adalah alat tangkap yang memiliki banyak variasi dalam hal tujuan, ukuran, struktur dan jenis ikan. Penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar dinilai masih kurang, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar yang berhubungan dengan hubungan panjang berat dan faktor kondisi hasil tangkapan rawai dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data panjang - berat dan menjelaskan hubungan panjang berat serta faktor kondisi ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dan ikan arut (Pomadasys sp.) hasil tangkapan rawai dasar di Perairan Tarakan. Penelitian ini di laksanakan ± 3 bulan dari bulan Januari – Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan ikan kakap merah jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu b 3 yang dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Pola pertumbuhan ikan arut jantan memiliki pola pertumbuhan allomerik positif yaitu b > 3 yang dimana pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Ikan kakap merah jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.02 dan untuk ikan kakap merah betina memilki nilai faktor kondisi 1.03, sedangkan untuk ikan arut jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.04 dan untuk ikan arut betina memiliki nilai faktor kondisi 1.39.
RISCYANA TANDUK
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Nelayan di Pulau Tarakan menggunakan berbagai macam alat tangkap, dan salah satu alat tangkap yang digunakan adalah rawai dasar (bottom longline). Rawai dasar sebagai salah satu jenis alat tangkap yang dinilai sangat produktif karena pengoperasiannya relatif mudah, selain itu pembiayaan alat tangkap ini relatif murah. Hasil tangkapan Utama nelayan rawai dasar yang berada di perairan Tarakan, adalah ikan arut dan ikan kakap merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan menjelaskan tentang aspek biologi ikan yang mencangkup rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas, dan kebiasaan makan, pada hasil tangkapan utama rawai dasar yang didaratkan di Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini di laksanakan selama ± 3 bulan dari bulan Januari - Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, nisbah kelamin pada ikan arut (Pomadasys sp.) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp.) hasil tangkapan rawai dasar di perairan Tarakan bahwa ikan betina yang lebih dominan tertangkap. TKG ikan arut jantan dominan TKG II sebanyak 9 ekor dan betina dominan TKG III sebanyak 33 ekor. Ikan kakap merah jantan dominan TKG I sebanyak 19 ekor dan betina dominan TKG I sebanyak 29 ekor. IKG ikan arut jantan dengan nilai tertinggi 0,702% dan untuk betina dengan nilai teringgi 7,988%. IKG ikan kakap merah jantan tertinggi dengan nilai 0,209%, untuk ikan betina dengan nilai tertinggi 1,587%. Fekunditas tertinggi ikan arut pada TKG IV 13.836 butir, pada ikan kakap merah dengan nilai fekunditas tertinggi pada TKG III 4.942 butir. Ikan arut dan ikan kakap merah merupakan ikan yang tergolong karnivora dengan jenis makanan utamanya, yaitu makanan yang lumat atau hancur yang terindikasi dari kelompok jenis chordata dan crustacean, dan makanan tambahan yaitu cumi-cumi (cephalopoda).