.
MUH RISALDI NADIR
2021 · Book · Open Access
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
.
.
.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kontrak Psikologis dan Dukungan Organisasi terhadap Komitmen Organisasi pada Generasi Milenial Sales Marketing Smartphone Kota Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah kontrak psikologis berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, dukungan organisasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang responden. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t dalam bentuk IBM SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.
Keberlangsungan suatu usaha sangat dipengaruhi oleh tingkat keuntungan yang diperoleh. Salah satu yang mempengaruhi tingkat keuntungan adalah jumlah produksi. UKM Kue Lapis Tarakan adalah UKM di Kota Tarakan yang memproduksi 4 jenis kue yaitu kue lapis terap Tarakan, brownies, bolu gulung dan bolu marmer. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi optimal masing-masing kue yang diproduksi agar UKM Kue Lapis Tarakan memperoleh keuntungan yang maksimal.. Analisis data menggunakan pemrograman linier dibantu dengan software POM-QM. Pada saat ini, perusahaan memproduksi 12 box lapis terap Tarakan, brownies sebanyak 10 box, bolu gulung sebanyak 9 box dan 7 box untuk bolu marmer. Keuntungan yang diperoleh dari produksi aktual sebesar Rp.798.575 per satu kali produksi. Solusi dengan pemrograman linier menunjukkan bahwa keuntungan maksimal sebesar Rp.1.118.428 per satu kali produksi dapat diperoleh dengan memproduksi kue lapis terap Tarakan sebanyak 13 box, brownies sebanyak 17 box, bolu gulung sebanyak 13 box, dan bolu marmer sebanyak 10 box. Selisih keuntungan antara produksi aktual dengan produksi optimal adalah sebesar Rp. 319.853 per satu kali produksi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan produksi di UKM Kue Lapis Tarakan agar mampu mendapatkan keuntungan maksimal.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAMBAL BANJAR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY DI KOTA TARAKAN Abstrak Salah satu sektor industri yang ikut berperan dalam pembangunan nasional adalah industri rumah tangga. Permasalahan yang selalu dihadapi oleh industri rumah tangga adalah kurang memiliki jaringan pemasaran yang luas, sumberdaya manusia yang tidak kompeten, kurangnya modal, ketersediaan bahan baku, serta peralatan yang masih sederhana/tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik usaha sambal banjar Lizy dan merumuskan strategi pengembangan usaha sambal banjar Lizy. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari survey lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber publikasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan desktiptif dengan alat analisis SWOT. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik usaha yaitu usaha sambal banjar Lizy berada di Persemaian blok G No 12 RT 14 Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat, usaha ini berdiri sejak tahun 2017 dengan modal awal sebesar Rp 4.000.000 dan kini sudah bisa meraih omset sebesar Rp10.000.000 sampai Rp15.000.000 per bulan. Sambal banjar Lizy mempunyai varian rasa rumput laut, ebi, kepiting soka dan ikan papija yang diproduksi dua kali dalam seminggu dimana dalam satu kali produksi menghasilkan 90 botol yang artinya dalam satu bulan dapat memproduksi delapan kali produksi dan menghasilkan 720 botol. Sambal banjar Lizy di pasarkan diberbagai supermarket yang ada di Kota Tarakan dan juga keberbagai daerah seperti Balikpapan, Makasar, dan Batam. Strategi pengembangan usaha yang dapat digunakan pada usaha sambal banjar Lizy adalah strategi SO yaitu meningkatkan kapasitas produksi dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern agar proses produksi lebih efektif dan efesien, serta mengembangkan pemasaran yang lebih luas ke luar wilayah. Kata kunci: Strategi pengembangan, Analisis SWOT, Sambal Banjar
Peran penyuluh pertanian sangatlah penting dalam pemberdayaan masyarakat petani di Kecamatan Tarakan Barat agar dapat meningkatkan kinerja usaha tani dibutuhkan peran penyuluh pertanian dapatalam mendampingi dan membantu petani untuk menghadapi masalah mereka yang ada. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui karakteristik petani di kelompok tani karya harapan kota tarakan. Untuk mengetahui peran penyuluh di kelompok tani karya harapan kota tarakan. Untuk mengetahui perilaku petani di kelompok tani karya harapan kota tarakan. Jenis penelitian ini adalahdeskriftif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan data yang berdasarkan kriteria suatu karakteristik atau ciri-ciri untuk mendapatlkan sampel relevan untuk mencapai tujuan tertentu. dikelurahan Karang Harapan, Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan menganalisis data dengan menggambarkan bagaimana peran penyuluh dan perilaku petani, Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh dan perilaku petani memiliki karakteristik umur,tingkat pendidikan,lama bekerja, jenis kelamin memiliki keberhasilan bekerja. yang berpengaruh dalam peran penyuluh memiliki persentasi 74% diktegorikan kurang dan perilaku petani memiliki persentasi 64% dikategorikan baik. Hal ini menunjukan peran penyuluh kurang memberikan dampak bagi perilaku petani. Petani cenderung berprilaku dalam aspek Pengetahuan petani,Sikap Perani dan Keterampilan Petani yang berawal dari pengalaman bertani. Kata Kunci : Peran Penyuluh Petani, Perilaku Petani.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING (Broiler) DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau) Abstrak Usaha peternakan ayam pedaging (broiler) selain memiliki peran strategis sebagai penyedia bahan pangan hewani juga sebagai penyumbang pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria yang telah penulis tentukan, yaitu: Sampel penelitian merupakan peternak usaha ayam pedaging (broiler) pola mandiri yang ada di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Usaha peternakan ayam pedaging (broiler) mempunyai ayam pedaging (broiler) minimal 500 ekor. Usaha sudah dijalankan lebih dari 1 tahun. Sampel penelitian merupakan peternak usaha ayam pedaging (broiler) yang memiliki usaha lain selain usaha peternakan ayam pedaging (broiler) yang menjadikan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) sebagai usaha sampingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis penghitungan biaya, analisis pendapatan, analisis kelayakan dan analisis kontribusi. Hasil analisis kelayakan usaha peternakan ayam pedaging (broiler) ini dinyatakan layak, dengan nilai R/C Ratio sebesar 1,26. R/C > 1 yang artinya usaha peternakan ayam pedaging (broiler) ini layak untuk diusahakan di Desa Salap. Kontribusi yang diberikan dari usaha ternak ayam pedaging (broiler) selama 1 kali produksi adalah sebesar 78% per peternak.
Perkembangan sektor perkebunan merupakan salah sektor yang tak kalah pentingnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat . Oleh karena itu, pembangunan sektor perkebunan merupakan hal yang sangat berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat di Kabupaten Malinau. Jika dilihat pangsa pasar serta tingkat konsumsi masyarakat terhadap beberapa komoditas, Kabupaten Malinau merupakan pasar penghasil kopi. Hal ini ditunjang dari jumlah penduduk yang kian padat. Sehingga permintaan terhadap komoditas juga cukup meningkat di masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis kecamatan basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau (2) Untuk menganalisis karakteristik penyebaran koomoditas kopi berdasarkan asas lokalita di Kabupaten Malinau (3) Untuk menganalisis karakteristik komoditas kopi berdasarkan asas spesialisasi di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Lokalita, dan Spesialisasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat lima kecamatan di Kabupaten Malinau yang merupakan basis komoditas kopi, komoditas kopi di Kabupaten Malinau tidak berpusat di satu wilayah, melainkan menyebar di beberapa wilayah di Kabupaten Malinau dan terdapat tiga kecamatan yang berspesialisasi pada komoditas kopi. Saran bagi pemerintah, berdasarkan keakuratan data dirasa kurang cukup karena dilihat dari hasil produksi pertahunnya cendrung sama, untuk kedepannya diharapkan aktualisasi data lebih real sehingga peneliti selanjutnya dapat merealisaskian data sesuai keadaan di lapangan. Serta pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan kecamatan-kecamatan yang menjadi basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau. Pemerintah juga perlu meningkatkan peran penyuluh pertanian agar petani kopi dapat meningkatkan hasil produksi nya serta mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai wadah organisasi.
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait analisis daya saing dan strategi pengembangan agribisnis lada. Pertama, bagaimana kondisi sistem agribisnis lada di Desa Gunung Seriang saat ini? Kedua, apakah lada di Desa Gunung Seriang memilki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dalam usahatani lada? Ketiga, bagaimana strategi pengembangan agribisnis lada di Desa Gunung Seriang?. Skripsi ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan teknik purposive sampling, data yang digunakan adalah data sprimer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan instansi terkait. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, Sistem agribisnis lada di Desa Gunung Seriang terdiri dari subsistem-subsistem seperti subsistem usahatani lada, subsistem agribisnis hulu, subsistem agribisnis hilir dan subsistem kelembagaan pendukung. Kedua, Usahatani lada Desa Gunung Seriang memilki Private Cost Ratio (PCR) sebesar 0,26 yang menunjukkan bahwa usahatani lada Desa Gunung Seriang memilki keunggulan kompetitif dan Domestic Resources Cost Ratio (DRCR) sebesar 0,31 yang menunjukkan bahwa usahatani lada Desa Gunung Seriang memiliki keunggulan komparatif dalam usahatani lada. Ketiga, Pengembangan agribisnis lada di Desa Gunung Seriang memilki keberhasilan yang cukup tinggi dibuktikan dengan daya saing yang memilki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Hal ini disebabkan oleh penerepan strategi pengembangan agribisnis lada yang dilakukan oleh pelaku usahatani lada.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN (Studi Eksperimen di kelas VIII-A dan VIII-C SMP Muhammadiyah 2 Tarakan) Lulita Rahim, Eka Widyawati Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Borneo Tarakan, Indonesia Email: [email protected] Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimential Design dengan desain penelitian posttest only control desain. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran Creative Problem Solving dan variabel terikat pada penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi a pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel yaitu kelas VIII-C sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 22 siswa dan kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes pemahaman konsep matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistika dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 76,95 dan pada kelas kontrol adalah 64,76 . Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,02019 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 2 Tarakan atau model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berpengaruh terhadap kemampuan pemmahaman konsep matematika
.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima kelas VIII yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D dan VIII-E tersebut terdapat enam siswa yang terdiri dari 2 yang tergolong dalam kemampuan pemecahan masalah tinggi, 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah sedang, dan 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah rendah. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah. Kemudian siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang mampu memenuhi ketiga indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah mampu memenuhi satu indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Studi Kasus.
Abstrak Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh cara belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 11 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode survey. Sampel penelitian berjumlah 91 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup untuk mengukur variabel cara belajar matematika dan dokumen untuk mengetahui hasil belajar matematika. Uji coba angket cara belajar matematika diperoleh 30 item pernyataan valid dengan reliabilitas sebesar 0,895. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh cara belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 11 Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana, dengan diperoleh hasil korelasi thitung sebesar 7,339, ttabel sebesar 1,662 pada taraf signifikansi 5% dan R2 sebesar 0,377, maka didapatkan hasil thitung 7,339 > ttabel 1,662. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh cara belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 11 Tarakan sebesar 37,7%.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di MTs DDI Tarakan pada kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk game yaitu GAMEBARU berbasis Android yang berkualitas sebagai media pembelajaran matematika siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan pada materi Bangun Ruang Sisi Datar. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D. Pada model 4D terdiri dari 4 tahapan. Tahapannya dimulai dari Define, Design, Develop, dan Disseminate. Evaluasi produk GAMEBARU dilakukan sebanyak 5 tahapan yaitu (1) evaluasi oleh ahli media, ahli desain pembelajaran dan ahli materi, (2) uji coba perorangan dengan subjek 1-3 orang siswa, (3) uji coba kelompok kecil dengan subjek 6-8 orang siswa, (4) uji coba lapangan dengan subjek 15-30 orang siswa dan (5) pengukuran terhadap minat belajar siswa dengan subjek 15-30 orang siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk GAMEBARU yang dikembangkan berdasarkan aspek media memperoleh skor 44 dengan kategori sangat baik, aspek desain pembelajaran memperoleh skor 47 dengan kategori baik dan aspek isi/materi memperoleh skor 39 dengan kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil penelitian uji coba produk (perorangan, kelompok kecil dan lapangan) produk GAMEBARU dari segi aspek kemudahan produk untuk dioperasikan memperoleh persentase 78,99% dengan kategori sangat praktis, aspek kemudahan produk untuk dipelajari memperoleh persentase 84,25% dengan kategori sangat praktis, dan aspek keindahan tampilan memperoleh persentase 82,25% dengan kategori sangat praktis dan data peningkatan minat belajar siswa memperoleh hasil dengan kategori sedang yaitu sebesar 0,34. Sehingga produk GAMEBARU dapat dikatakan berkualitas untuk digunakan sebagai pembelajaran untuk siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan.
.
.
ABSTRAK ANALISI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2015-2019 Muhammad Agung Syah Dr. Pither Palungan,S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah, jumlah uang beredar, dan tingkat suku bunga inflasi di Indonesia tahun 2015-2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik pursosive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dalam bulan dari tahun 2015-2019. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar rupiah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi di Indonesia dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (-1,222 > -2,003), jumlah uang beredar berpengaruh tidak signifikan terhadap inflasi dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (0,983 0,330), tingkat suku bunga berpengaruh tidak signifikan terhadap inflasi dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (1,048 1,672). Adapun secara simultan, variabel nilai tukar rupiah, jumlah uang beredar, dan tingkat suku bunga berpengaruh tidak signifikan terhadap inflasi di Indonesia dengan nilai F-hitung lebih kecil dari F-tabel (0,590 2,77). Dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R^2) dengan nilai 0,031 atau sebesar 03,1%.
.