AA
EVRIANTO
2022 · Book · Open Access
AA
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
AA
AA
AAA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemetaan budaya organisasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Fakultas Ekonomi yaitu: Mahasiswa, Alumni, Dosen dan Staff Fakultas Ekonomi berjumlah sebanyak 93 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) dengan bantuan microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil budaya organisasi “saat ini” yang lebih dominan dirasakan ialah budaya Klan yang berfokus pada pengembangan SDM, loyalitas dan fungsi organisasi sebagai keluarga (Clan) dan budaya Hierarki yang berfokus pada lingkungan budaya kerja yang terstruktur dan memiliki kontrol yang kuat (Hierarchy). Sedangkan profil budaya organisasi yang “diharapkan” lebih dominan mempertahankan budaya Klan serta menginginkan perubahan budaya baru dimasa mendatang yaitu budaya Adhokrasi (Adhocracy) yang berfokus menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, tidak terlalu dibatasi oleh struktur sehingga anggota organisasi dapat dengan bebas menggali dan menyalurkan ide-ide kreativitas serta berani untuk berinovasi. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Pemetaan OCAI.
PENGARUH KONSENTRASI POC NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill). Abstrak Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman yang termasuk dalam tanaman hortikultura. Buah tomat adalah Komoditas sayuran yang penting di Indonesia karena kebutuhan permintaan pasar terhadap komoditas ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Agar pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dapat optimal, maka diperlukan berbagai perlakuan, diantaranya adalah dengan pemupukan yang tepat dan seimbang. Selain pupuk organik padat juga diperlukan pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC NASA dan mengetahui konsentrasi optimal pupuk organik cair NASA yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Faktor konsentrasi POC NASA yang diaplikasikan N0=Tanpa pemberian POC NASA, N1=1 cc/liter air, N2=2 cc/liter air, N3= 4cc/liter air, N4= 6cc/liter air. Pelaksanan penenelitian yang digunakan Penyemaian, Persiapan Lahan, Pemupukan, Penanaman, Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC NASA), Pemeliharaan dan Panen. Hasil penelitian menunjukan analisis sidik ragam menjukan bahwa pemberian POC NASA berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukan Pupuk Organik cair NASA pada konsentrasi 6 cc/ltr berpengaruh nyata terhadap jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, dan jumlah buah perpetak tetapi tidak berpengaruh nyata terhadapt variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah perbuah, berat perbuah dan berat buah perpetak. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian beberapa konsentrasi pupuk organik cair NASA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental design dengan desain nonequivalent control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif pair check dan varibel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa SMP. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-3 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan untuk analisis data akhir menggunakan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posstest di kelas eksperimen sebesar 61,09 lebih tinggi dari rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 52,81. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,019. Dengan demikian H0 ditolak dengan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif pair check berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan.
.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru Ilmu Pengetahuan Alam dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang guru IPA, Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan perencanaan dengan menyiapkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, media pembelajaran, dan materi atau bahan ajar. Namun dalam kelangsungannya guru tidak bisa sepenuhnya melakukan apa yang tercantum pada rencana pelaksanaan pembelajaran dikarenakan guru memperhatikan situasi dan kondisi serta keadaan siswa saat proses pembelajaran berlangsung tetapi tetap mengarah pada tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan platform seperti WhatsApp grup, Google classroom, Google form, Youtube dan lainnya. Sedangkan pada tahap evaluasi pembelajaran guru melakukan evaluasi penilaian pada ranah psikomotorik, kognitif dan afektif menggunakan Google classroom dan penilaian produk. This research aimed to analyze the strategies used by natural science teachers in online learning during the Covid-19 pandemic at SMP N 11 Tarakan. This research subjects were 3 science teachers. The results show that the teachers performed their plans by preparing syllabus, lesson plans, worksheets, learing media, and learning materials. However, the teachers could not completely perform what were stated in their lesson plans since the teachers paid more attention to the students’ situations and conditions during the learning processes leading to the learning objectives. In the learning processes, the teachers used various platforms, such as WhatsApp groups, Google classroom, Google Forms, youtube, and others. Meanwhile, in the learning evaluation stage, the teachers evaluated the students’ learning achievements based on psychomotor, cognitive, and affective domains using google classroom and product assessments.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Komik Digital berbasis Platform (Instagram) pada materi sistem ekskresi manusia untuk siswa kelas VIII Putra SMP IT Ibnu Abbas Tarakan yang berkualitas dan untuk mengetahui respon siswa kelas VIII Putra SMP IT Ibnu Abbas Tarakan terhadap Komik Digital berbasis Platform (Instagram) pada materi sistem ekskresi manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Reseach and Develoment) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII Putra SMP IT Ibnu Abbas Tarakan yang berjumlah 23 Siswa. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penilaian ahli media, ahli materi, praktisi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komik digital berbasis platform (instagram) pada materi sistem ekskresi manusia berdasarkan penilaian ahli media memperoleh hasil rata-rata skor (X) sebesar 3,6 (kategori sangat baik), penilaian ahli materi memperoleh hasil rata-rata skor (X) sebesar 3,4 (kategori sangat baik), penilaian praktisi memperoleh hasil rata-rata skor (X) sebesar 3,5 (kategori sangat baik) dan respon siswa berdasarkan hasil uji coba menunjukkan rata-rata skor (X) sebesar 3,6 (kategori sangat baik) pada uji coba kelompok kecil maupun uji coba kelompok besar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua pertanyaan terkait siswa yang telah melaksanakan model pembelajaran Discovery Learning di dalam kelas. Pertama, apakah terdapat hubungan keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa. Kedua, seberapa besar kontribusi yang diberikan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Skripsi ini merupakan penelitian korelasi (hubungan) dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 93 siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi Sistem Pernapasan pada Manusia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dan soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis dengan uji normalitas, uji linearitas dan analisis korelasi (Pearson Product Moment) serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan hasil belajar siswa dengan nilai korelasi 0,610. Besar kontribusi keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa sebesar 37% sedangkan sisanya 63% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diukur pada penelitian ini.
SURVEI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PESERTA DIDIK SELAMA PROSES PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN TANA TIDUNG ABSTRAK Ade Erna Agustryanti 2021, Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran Psychological well-being peserta dididk selama proses pembelajaran daring di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Tana Tidung. Psychological well-being adalah segala usaha masing-masing individu dalam mewujudkan tujuan dalam hidupnya yang melibatkan proses pikiran serta perasaan dan mampu mengendalikan perasaanya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 485 peserta didik. Peneliliti menggunakan skala Psychological well-being. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 128 peserta didik yang di ambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Psychological well-being peserta didik Sekolah Menengah Atas Kabupaten Tana Tidung mencapai 59,4% (Rendah), artinya Psychological well-being peserta didik Sekolah Menengah Atas Kabupaten Tana Tidung belum mampu menyesuaikan diri dengan pembelajaran daring, belum mampu memahami diri, belum menerima diri, tidak memiliki sikap optimis, tidak mampu menjalani komunikasi yang baik, belum mampu beradaptasi terhadap lingkungan, tidak dapat mempercayai orang lain, belum mampu mengevaluasi diri, tidak dapat menjadi pribadi mandiri, tidak dapat menciptakan dan mengontrol lingkungan, tidak memiliki tujuan hidup, belum mampu memaknai hidup dan belum mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Muhamad Hikmal, 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Pola Asuh Otoriter dan Sikap positif pada siswa-siswi kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini apakah ada hubungan antara pola asuh otoriter dengan sikap positif pada siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota. Pada sampel 121 sampel yakni seluruh siswa dan siswi kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Selanjutnya dilakukan analisis dengan model korelasi product moment dibantu dengan SPSS Versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pola asuh otoriter dengan sikap positif pada siswa dan siswi di SMP Negeri 4 Tarakan. The purpose of this research was to figure out the relationship between authoritarian parenting patterns and positive attitudes of Grade VIII student at SMP Negeri 4 Tarakan . The research hypothesis was whether or not there was a relationship between authoritar\ian parenting patterns and student. This research used a quantitative method with a correlations approach. The samples were collected using a probability sampling technique since providing equal opportunities for each populations element selected as member. 121 samples consisting of all Grade VIII Students at SMP Negeri 4 Tarakan were eventually collected. The data were then analyzed using the product moment correlation model positive relationship between Authoritarian Parenting Patterns and Positive Attitudes Of Grade VIII Student At Smp Negeri 4 Tarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kemandirian belajar, motivasi dan gender terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kolerasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel berjumlah 58 siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan, menggunakan teknik sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Data diperoleh berdasarkan skor dari angket kemandirian dan angket motivasi serta nilai tugas, ulangan harian dan nilai UAS, kemudian dianalisa dengan Uji Kolerasi Sederhana, Uji Regresi Berganda dan Uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,045, terdapat hubungan antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 dan terdapat pengaruh antara kemandirian belajar, motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan dengan nilai signifikansi sebesar 0,010 serta terdapat perbedaan antara gender terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan dengan nilai signifikansi sebesar 0,034. This research aims at uncovering the relationship of independent learnig, motivation, and gender with learning achievement of Grade VIII studenst of MTs DDI Tarakan. This study used correlational research with a quantitave approach. The research population and sample were 58 Grade VIII student at MTs DDI Tarakan, using a saturated sampling teachnique in which all populatioon was taken as the research samples. The data were obtained based n scores from questionnaire on independence and questionnaire on motivation assignment score , daily quiz score, and final examination score which were then analyzed using simple correlation test, multiple regression test, and independent sample T-Test. The research results show that (1) there was a relationship of independent learning with learning achievement and score at the significance level of 0,045; (2) there was a relationship of motivation with learning achievement at the significance level of 0,036; (3) there was a relationship of independent learning and motivation with learning achievement at the significant level of 0,010; and (4) there was a relationship of gender with learning achievement with the significant level of 0,034.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskritif menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Luff Schoorl yang bertujuan untuk mengetahui kadar gula preduksi berupa glukosa pada beras Krayan yaitu beras tuan sia, tuan boda dan udara. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji kuantitatif gula preduksi, wawancara pra penelitian dan dokumentasi. Karbohidrat memiliki sifat mereduksi dikarenakan adanya gugus aldhida dan keton bebas dalam molekul karbohidrat. Hasil penelitian per 10 gram nasi menunjukan bahwa kandungan glukosa dalam beras udara sebesar 5,1584 mg (0,146%), tuan sia 6,4512 mg (0,153%), tuan boda 6,8104 mg (0,166%) dan telor mas 15,668 mg (1,166%). Hasil penelitian kadar glukosa dituangkan dalam bentuk soal literasi sains bagi siswa kelas XI khususnya pada mata pelajaran biologi dengan skor validasi yaitu 3,5 point dan termasuk dalam kriteria penilaian valid. This study used descriptive research with a quantitative approach and Luff Schoorl method aiming to figure out the glucose level reducing agent in the form of glucose contained in Krayan rice consisting of rice belonging ti Tuan Sia, Tuan Boda, Udara dan Telor Mas. A quantitative test was conducted on glucose reducing agent, while interview was performed before starting the research and documentation. Carbohydrate has reductive characteristics due to the existence of aldehyde groups and free ketones in the carbohydrate molecules. The research results on each 10 gram of rice show that the glucose contents were 5.1584 mg (0.146%), 6.4512 mg (0.153%), 6.88104 mg (0.166%) and 15.668 mg (1.166%) respectively in Udara, Tuan Sia, Tuan Boda and Telor Mas. The research results also show that the glucose level implemented in the form of science literacy questions for Grade XI students, especially in Biology Subject had the validation score of 3.5 points and classified into valid criteria.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, besarnya kontribusi, dan pola hubungan antara disiplin belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan yang terdiri dari 3 kelas sebanyak 68 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, analisis korelasi (pearson product moment), koefisien determinasi dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara disiplin belajar dengan hasil belajar dengan nilai signifikan yang diperoleh 0,130 0,000 dan koefisien korelasi 0,185. Besar kontribusi disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 4,3% sedangkan sisanya 95,7% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diukur pada penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan mengetahui learning loss pada pelajaran biologi di masa pandemi Covid-19 yang ditinjau dari pelaksanaan praktikum biologi di SMAN 2 Tarakan. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA, kepala sekolah dan guru mata pelajaran biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktikum biologi di masa pandemi Covid-19 dapat terlaksana tergantung situasi berdasarkan ketersediaan alat dan bahan praktikum serta kesiapan siswa, sehingga persentase keterlaksanaan praktikum biologi menurun selama pandemi Covid-19 dari persentase 57,14% (cukup baik) menjadi 13,33% (sangat kurang baik). Terjadi learning loss pada pelajaran biologi di masa pandemi Covid-19 ditandai dengan menurunnya keterampilan akademis pada mata pelajaran yang berpraktikum, menurunnya keterampilan dan pengetahuan terkait mata pelajaran yang berpraktikum, terhambatnya kemajuan atau pertumbuhan akademis siswa, menurunnya pengetahuan faktual dan prosedural siswa, kemunduran akademik dan kerugian pada jenjang pendidikan. Pembelajaran daring tidak sepenuhnya memberikan pengembangan keterampilan kerja ilmiah siswa.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ritual pelaksanaan upacara adat Rambu Solo’ di suku Toraja, Mengidentifikasi jenis tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara adat Rambu Solo’ dan maknanya bagi masyarakat suku Toraja, dan menganalisis pola hubungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan dalam upacara Rambu Solo’. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografi. pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Subjek pada penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, masyarakat umum dan mahasiswa yang ada di Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pelaksanaan upacara Rambu Solo’ pada suku Toraja memiliki beberapa tahapan yaitu yang pertama persiapan, yang kedua pelaksanaan dan terakhir penutup. Terdapat 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan dalam upacara tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan oleh masyarakat suku Toraja dalam pelaksanaan upacara Rambu Solo’ diperoleh hasil dengan tingkat kepentingan rendah dan kesukaan rendah (kelompok I) sebanyak 2 spesies yaitu: Equus ferus caballus (Linnaeus, 1758) dan Bos taurus (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan tinggi dan kesukaan rendah (kelompok II) sebanyak 3 spesies yaitu: Schizostachyum blumei Nees. Syn., Piper betle L. dan Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan rendah dan kesukaan tinggi (kelompok III) sebanyak 3 spesies yaitu: Arenga pinnata Merr., Areca catechu L. dan Schizostachyum brachycladum Kurz. sedangkan kepentingan tinggi dan kesukaan tinggi (kelompok IV) sebanyak 6 spesies yaitu: Dendrocalamus asper Schuf., Coleus scutellarioides L., Casuarina equisetifolia J.R.&G. Forst., Pinus merkusi Jungh. Es de Vries., Bubalus bubalis (Linnaeus, 1758) dan Sus scrofa domesticus (Linnaeus, 1758). Kata Kunci: Etnobiologi, Rambu Solo’
Penelitian ini untuk mengetahui kebijakan pengelolaan tugas terhadap ketecapaian tujuan pembelajaran IPA pada SMP Tarakan. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, checklist tugas dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPA, siswa kelas VIII, kepala sekolah SMP Negeri 2 Tarakan dan kepala sekolah MTs Negeri Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan tugas berjalan dengan baik mengenai materi pembelajaran sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, bentuk tugas, jenis tugas, kemampuan siswa dan waktu yang cukup. Pada aspek pelaksanaan tugas juga berjalan baik mengenai guru memberikan bimbingan/pengawasan kepada siswa, memberikan dorongan agar mau mengerjakan tugas dan mencatat hasil-hasil yang siswa peroleh. Pada aspek pertanggungjawaban tugas berjalan kurang baik terlihat pada pengumpulan tugas hanya beberapa siswa yang mengumpulkan tepat waktu dan jawaban kurang tepat. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat diketahui bahwa pada pengelolaan tugas dapat berpengaruh pada ketercapaian tujuan pembelajaran dan sudah berjalan dengan baik sesuai dengan langkah-langkah dalam pengelolaan tugas pada pembelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri Tarakan.
Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan,ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X MIA SMA di Kota Tarakan. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan tiga indikator dalam aspek kompetensi yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan yang berjumlah 3 kelas dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 3 kelas, dengan total siswa berjumlah 190 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di SMA Hang Tuah Tarakan termasuk dalam kategori “Kurang” dengan nilai rata-rata sebesar 57,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 62,11 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 48,91 termasuk dalam kategori sangat kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,09 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tarakan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori “Cukup” dengan nilai rata-rata sebesar 67,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 67,40 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomenan secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata 56,88 termasuk dalam kategori kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,87 termasuk dalam kategori cukup. Scientifik literacy was defined as the ability to apply scientific knowledeg, identifity problems, and draw conclusions based on facts in order to comperehend and make judgments about nature and the changes caused by human activity. Scientific literacy was critical for students to comperhend environment, health, economy, and other issues confronting modern society, which is heavily reliant on technology and scientific advancements. The purpose of this study was to analyze the scientific literacy skills of ten grade students in MIA SMA Tarakan. Scientific literacy skills was measured using three indicator of the aspect of compentence, namely identifying scientific problems, explaining phenomena scientifically and using scientific problems. The sample for this study werw students in class ten at SMA Hang Tuah Tarakan, consisting of three classes, and student in class ten at SMA Negeri 3 Tarakan, consisting of three classes, for a total of 190 students. The results showed that tenth grade students at SMA Hang Tuah Tarakan had an average score of 57.72 for scientific literacy. The aspect of identifying scientific problems got on an average score of 62.11, categorize as “sufficient” , the aspect of scientifically explaining the phenomenon got on average score of 48.91, categorized as “very poor” , and the aspect of using scientific evidence got on average score of 63.09, categorized as “ sufficients”. While, the result at tenth grade students in SMA Negeri 3 Tarakan revealed that student’s scientific literacy skills werw categorized as “Enough”, wit in average score of 67.72. The average value for identifying scientific problems was 67.40, categorized as “sufficient”, the average score for aspect of explaining phenomena scientifically was 56.88, categorized as “less”, and the average score for scientific evidence was 63.87, categorized as “sufficient”.
Darlia. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan karier siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Sebatik. Perencanaan karier merupakan proses awal dari sebuah perjalanan karier, dimana diperlukan untuk mencapai kematangan maupun keputusan karier siswa. Perencanaan karier adalah kegiatan siswa untuk mengembangkan karier dengan memilih dan memutuskan karier yang akan dicapai..Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sebatik tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 181 siswa. Peneliti menggunakan skala perencanaan karier Sugiyono (2018). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan karier siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sebatik, dari jumlah subjek 90 siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 (11,11%) siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori tinggi sebanyak 29 (32,22%) siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori rendah sebanyak 40 (44,45%) siswa, dan perencanaan karier siswa yang berada pada kategori sangat rendah sebanyak 11 (12,22) siswa.