ANNISA AULIA RAHMAN
2022 · Book · Open Access
Budidaya maggots BSF (Black Soldier Fly) dikembangkan dengan menggunakan berbagai media wadah pertumbuhan, misalnya ember plastik, serta ditempatkan pada berbagai lokasi. Upaya pengembangan dalam upaya meningkatkan produksi BSF, berpotensi mengalami gangguan dari hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan; (1) menginventarisasi jenis hama dan penyakit, dan (2) membandingkan jenis hama dan penyakit pada budidaya BSF pada beberapa lokasi budidaya BSF di Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi pada 3 (tiga lokasi) yakni Mamburungan, Karungan, dan Gunung Amal di Pulau Tarakan dengan masing-masing lokasi sebanyak 10-unit pengambilan sampel. Jenis hama dan penyakit dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, dan untuk perbandingan populasi hama dan penyakit pada beberapa lokasi menggunakan Anova (Uji-F), dan uji Duncan (DMRT) untuk antar dua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) hama yakni jenis, semut merah, belatung, semut hitam, cicak, dan tikus. Selanjutnya, ditemukan 3 (tiga) gejala penyakit yakni berjamur, tubuh lembek, dan perubahan warna. Hama belatung Lucifera spp merupakan hama yang paling dominan dan populasi tertingginya di Lokasi Karungan, serta jumlah populasinya berbeda dengan lokasi lainnya pada fase budidaya larva. Sedangkan, pada fase pupa (panen) di lokasi Gunung Amal. Perubahan warna merupakan jenis gejala yang paling banyak ditemukan, khususnya pada fase pupa di lokasi budidaya Mamburungan. Namun, jumlah gejala yang ditemukan tidak berbeda dengan lokasi lainnya.
EMILIANUS LIKO
2022 · Book · Open Access
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA TANI TANAMAN HORTIKULTURA SAYURAN DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR Usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur menggunakan pola tanam polikultur, yaitu usaha pertanian yang membudidayakan berbagai jenis tanaman pertanian pada lahan yang sama. Dengan menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan sekaligus dengan waktu yang bersamaan pada satu tempat, maka kemungkinan terdapat perbedaan penggunaan input yang dimana akan berpengaruh terhadap produksi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Tujuan penelitian ini pertama, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tani tanaman pangan hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Timur, kedua menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi secara keseluruhan terhadap usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur, ketiga menganalisis faktor-faktor produksi secara parsial yang paling mempengaruhi produksi usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling secara kuota, dengan jumlah petani sebanyak 30 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dalam bentuk logaritma dengan fungsi produksi Cobb Douglas. Berdasarkan hasil uji F secara simultan penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, fungisida, insektisida, pupuk kulit udang, kotoran ayam, tenaga kerja dari sayur sawi kumala, pakcoy, kangkung, bayam dan seledri memberikan pengaruh yang sangat nyata. Berdasarkan nilai koefisien determinan R2 untuk kelima varietas diketahui bahwa variabel tersebut mampu mempengaruhi produksi sawi kumala sebesar 93 %, pakcoy 86,7%, kangkung 88,5%, bayam 77,7% dan seledri 92,9%. Pada sayur sawi kumala variabel bebas berpengaruh sangat nyata adalah benih (X2), pupuk kulit udang (X5), sayur pakcoy adalah luas lahan (X1), insektisida (X4), pupuk kulit udang (X5), sayur kangkung adalah luas lahan (X1), pupuk kulit udang (X5), sayur bayam adalah luas lahan (X1), insektisida (X4), pupuk kulit udang (X5), pupuk kotoran ayam (X6), seledri adalah lahan (X1), pupuk kulit udang (X5), pupuk kotoran ayam (X6). Kata Kunci: Faktor Produksi Usaha Tani Hortikultura Sayuran
ANTONIUS
2022 · Book · Open Access
Sifat fisik tanah merupakan indikator kesuburan tanah dan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sebagai dasar pada pertumbuhan tunas untuk meningkatkan kesuburan tanah, maka perlu diketahui sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik tanah sebagai arahan perbaikan kesuburan tanah pada beberapa pengunaan lahan hortikultura di kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dengan metode survey dan sampling dengan objek penelitian sifat fisik tanah. Hasil penilitan menunjukan bahwa pada beberapa lokasi penelitian diperoleh beberapa sifat fisik tanah yang sama, secara umum terdapat dua kelas tekstur yaitu agak (kasar dan kasar) dan nilai BJ dengan nilai 1,50-2,08 g/cm³, nilai BV antara 1,23-1,76 g/cm³, sedangkan Porositas tanah antara 6,20%-18% dan kelas Permeabilitas tanah yang tergolong lambat dengan nilai 1,77 cm/jam.
ADITYA MAULIDIANTO
2022 · Book · Open Access
ANALISIS PERMINTAAN JASA PENYEWAAN LAPANGAN BULUTANGKIS Di KOTA TARAKAN Aditya Maulidianto Djuanda Hatta Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permintaan jasa sewa lapangan bulutangkis di Kota Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Objek penelitian ini yaitu 100 responden pelaku jasa penyewaan lapangan bulutangkis di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis kuantitatif meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan pengujian hipotesis melalui uji t, uji f, dan koefisien determinasi (R2). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah variabel tarif, fasilitas, dan jarak berpengaruh dan signifikan terhadap permintaan sewa. Dengan nilai koefisien determinasi adalah 0,270 yang artinya 27% permintaan sewa dipengaruhi oleh tarif, fasilitas, dan jarak
MUHAMAD EKSAN
2022 · Book · Open Access
UJI ADAPTASI PERTUMBUHAN BERBAGAI VARIETAS UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) DI KOTA TARAKAN Abstrak Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian karbohidrat yang memiliki kandungan pati yang tinggi. Varietas ubi kayu yang berbeda memberikan perbedaan respon pertumbuhan tanaman terutama tinggi tanaman dan produksi tanaman. Produktifitas umbi ubi kayu antar wilayah di Indonesia sangat beragam karena perbedaan varietas dan lingkungan tumbuh terutama curah hujan atau ketersediaan air. Penelitian ini bertujuan untuk Memberikan informasi atau rekomendasi kepada para petani atau masyarakat dalam memilih varietas tanaman ubi kayu. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan media tanam, persiapan varietas, penanaman, pemeliharaan, pengamatan, analisis karbon organik, analisis pH tanah dan analisis data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan 3 ulangan, sehinga diproleh 21 unit percobaan P1(Lokal), P2(Malang2), P3(Adira1), P4(Mentega), P5(Pulut), P6(Ketan), P7(Gajah). Hasil penelitian menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah cabang varietas gajah menunjukan hasil yang lebih tinggi yaitu 69,69 cm dan 9,00 sedangkan untuk diameter batang varietas pulut adalah yang terbesar yaitu 1,16 mm dan untuk jumlah daun malang 2 (P2) dan pulut (P5) adalah yang tertinggi yaitu 28,72 dan 29,88. sedangkan untuk hasil tanaman ubi kayu pada panjang umbi, diameter umbi dan jumlah umbi varietas gajah adalah tertinggi.
MUSTAKIM
2022 · Book · Open Access
.
WILDIANA LILING TASIK
2022 · Book · Open Access
Ikan cupang dengan nama ilmiah (Betta Sp) merupakan salah satu jenis ikan hias yang berasal dari Asia Tenggara. Ikan hias ini sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan salah satunya ikan cupang (Betta Sp) merupakan jenis ikan air tawar dengan nilai jual tinggi dan ikan cupang memiliki bentuk ekor yang beragam seperti ekor yang bertipe mahkota, ekor penuh dan tipe slayer dengan sirip panjang dan berwarna-warni. Mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan dalam penelitian ini berupa mol maja dimana mol maja ini dibuat dengan menggunakan bahan rumah tangga buah maja, air cucian beras dan air gula yang mengandung bakteri (Bacillus sp, Azospirillum sp dan Azotobacter sp). Penggunaan mol dalam penelitian ini karena mengandung hormon yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengkayaan MOL maja pada Artemia dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta Sp). Penelitian ini meggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, dosis mol 100ppm, 300ppm, 500ppm. Parameter yang diamati meliputi; bobot mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air ( suhu, pH). Hasil penelitian menggunakan analisis ragam (Anova), menunjukan bahwa setiap perlakuan uji tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup larva ikan cupang. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terjadi pada P3 (dosis mol 500ppm). Nilai kelangsungan hidup semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kelayakan untuk semua parameter.
MUHAMMAD FATTAH AL-HAFIZH
2022 · Book · Open Access
Udang galah merupakan spesies air payau, memiliki rasa yang enak dan gurih, serta nilai ekonomis yang tinggi dan sangat digemari oleh masyarakat pada umumnya. Udang galah merupakan hasil tangkapan utama nelayan Desa Sesayap dan ketersediannya melimpah di habitat alaminya yaitu Perairan Sungai Sesayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, faktor kondisi dan perbandingan rasio kelamin M. Rosenbergii. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung di lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling berdasarkan daerah tangkapan nelayan, yang menggunakan alat tangkap jaring jala. Penelitian ini dilakukan pada bulan September - November 2020 di Perairan Sungai Desa Sesayap. Hasil penelitian didapatkan hasil tangkapan udang galah 237 ekor dimana jantan sebanyak 71 ekor dan betina 166 ekor. Rasio kelamin M. Rosenbergii jantan dan betina adalah 1:2,1. Berdasarkan hubungan panjang dan berat M. Rosenbergii jantan memiliki pertumbuhan yang bersifat Allometrik positif yaitu pertumbuhan berat lebih cepat dibandingkan panjangnya dan betina memiliki pertumbuhan bersifat Allometrik Negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan bobotnya. Hasil analisis data faktor kondisi terhadap bentuk tubuh udang galah terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina, yaitu didapatkan hasil keseluruhanya diataranya, kurus 56%, proposional 3%, gemuk 42%. Korelasi dari hubungan panjang berat yang didapatkan antara udang jantan dan betina yaitu kuat
ISNUR JULIANI
2022 · Book · Open Access
Udang galah merupakan mata pencaharian dan hasil tangkapan utama oleh nelayan bubu kerana memiliki harga jual yang tinggi, dan disenangi oleh semua kalangan di Desa Salimbatu. Perairan Sungai Mengkedumun Salimbatu merupakan habitat alami dari udang galah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sifat pertumbuhan hubungan panjang berat dan faktor kondisi udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian ini menggunakan metode survei, dilakukan dengan cara observasi secara langsung di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2020. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sempling mengikuti nelayan yang menangkap menggunakan alat tangkap bubu di Perairan Mengkedumun Desa Salimbatu. Hasil total keseluruhan udang galah sebanyak 302 ekor, udang jantan sebanyak 130 ekor, dan udang betina sebanyak 172 ekor. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali trip. Berdasarkan sifat pertumbuhan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya, dengan hasil kolerasi yang beragam, kolerasi sangat rendah hingga sangat kuat. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina diperoleh hasil yang didominasi bentuk tubuh gemuk dan kurus. Serta lingkungan perairan dalam kondisi yang cukup baik dalam keberlansungan hidup udang galah diperairan sungai Mengkedumun Desa Salimbatu.
PANUS
2022 · Book · Open Access
Pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas lokal tarakan pada musim tanam triwulan di Pantai Amal kota Tarakan dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan April, Mei dan Juni. Budidaya rumput laut sangat bergantung pada teknik budidaya yang tepat sesuai dengan titik tanam dan berat bibit sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas lokal tarakan pada musim tanam triwulan di Pantai Amal kota Tarakan. Metode penelitian modifikasi rawai (Long line) yang diamati selama masa pemeliharaan, bibit yang digunakan pada bulan April, Mei, dan Juni dengan berat awal 10-15 gram Pertumbuhan mutlak tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan bobot 2.246 pertumbuhan terendah terjadi pada bulan April dengan bobot 1053 gram di akhir penelitian). Laju pertumbuhan sfesifik terjadi pada bulan Juni mencapai 3,92% dan pertumbuhan terendah terjadi pada bulan April berkisar 2,34%. Produksi rumput laut tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan bobot 14.975 gram dan produksi terendah terjadi pada bulan April dengan bobot 7.020 gram. hasil penelitian studi rumput laut (Kappapycus alvarezii) varietas lokal Tarakan pada musim tanam triwulan di pantai amal kota tarakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappapycus alvarezii). pada usia pemeliharaan 30 hari di bulan April, Mei, dan Juni pada tahun 2021.
RAHMAN
2022 · Book · Open Access
Tingginya permintaan udang windu (Penaeus monodon) mengakibatkan produksi budidaya udang terus ditingkatkan. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang ada pada wilayah pesisir yang berperan penting untuk keberlanjutan kehidupan berbagai biota sebagai penyedia unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan panjang total, berat total dan kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilakukan dengan 2 stasiun yaitu stasiun 1 (jarak 5 meter) dan stasiun 2 (jarak 50 meter) dengan analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan ulangan. Nilai pertumbuhan panjang total udang tertinggi akhir penelitian diperoleh pada stasiun 2 yaitu 133 mm dengan berat total 24.8 gram. Tingkat kelangsungan hidup udang tertinggi selama penelitian diperoleh pada stasiun 1 yaitu 52,5%.
MINI LESTARI
2022 · Book · Open Access
Penyakit vibriosis menjadi salah satu kendala dalam kegiatan budidaya udang windu yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) sebagai anti bakteri untuk menanggulangi serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus pada udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah kontrol tanpa ekstrak, pemberian ekstrak 20 ppm, 30 ppm, dan 40 ppm. Benur udang windu yang diberi ekstrak daun belimbing wuluh pada konsentrasi 40 ppm menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kelangsungan hidup udang windu yang diinfeksi Vibrio parahaemolyticus yaitu sebesar 95.83% dibandingkan dengan kontrol 56.84%, sedangkan pertumbuhan spesifik udang windu yang diberi ekstrak daun belimbing wuluh pada konsentrasi 40 ppm menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik selama pemeliharaan yaitu sebesar 12,33% dibandingkan dengan kontrol 3,66%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh dapat digunakan untuk mengobati serangan Vibrio parahaemolyticus.
NURFADILA AENI
2022 · Book · Open Access
Ikan bawal putih (Pampus argenteus) termasuk dalam kelompok famili stromateidae dan tergolong ikan demersal dan mampu berkembang di wilayah estuaria dan sedikit berlumpur. Kebiasaan makan dan reproduksi ikan bawal putih penting untuk dikaji dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebiasaan makan dan pola reproduksi ikan bawal putih di perairan Pulau Bunyu. Sampel dikumpulkan dari hasil tangkapan tugu mulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2021. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu dan eksitu. Aspek yang dianalisis meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB), Index of stomach content (ISC), Index Relatif Penting (IRPI), nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian yang terdiri dari ikan (Chordata) dan udang (Crustacea) dengan persentase masing-masing sebesar 33,6% dan 22,1 %. makanan tambahan yaitu lumut sebesar 35,6% dan makanan pelengkap yaitu hancur atau tidak teridentifikasi 9% makanan ikan bawal putih masuk kedalam kategori omnivora. Nisbah kelamin ikan bawal putih memiliki nilai yang tidak seimbang dan menujukkan jika nisbah kelamin jantan lebih dominan dibandingkan dengan nisbah kelamin Betina yang didominasi oleh ikan jantan dengan perbandingan 1:1 sampai dengan 0,1:1 dengan rata-rata 0,40. Sampel ikan bawal putih yang dikumpulkan tidak berada dalam kondisi siap memijah atau lebih dominan berada pada TKG II dengan nilai IKG 0,078- 0,767%. sebaran ukuran bervariasi antara yang dominan pada ukuran 0,056-0,880% yang menunjukkan bahwa dalam fase belum siap untuk memijah.
NUR DIAH SAFITRI
2022 · Book · Open Access
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP TUGU (TRAP NET) DI PERAIRAN PANTAI AMAL PULAU TARAKAN Abstark Tugu merupakan salah satu alat tangkap yang memiliki hasil tangkapan yang beranekaragaman, baik dari segi ukuran maupun spesies. Banyaknya hasil tangkapan belum dewasa yang ikut tertangkap pada alat tangkap tugu dapat mempengaruhi ketersediaan sumberdaya dan berdampak pada stok ikan di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan hasil tangkapan berdasarkan nilai ekonomisnya serta komposisi berdasarkan kelimpahan alat tangkap tugu (Trap Net), di perairan Pantai Amal Pulau Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli- Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan 4 kali selama 2 bulan, dimana tiap 2 minggu dilakukan 1 kali sampling selama pasang purnama, yang berlokasi di perairan Pantai Amal Pulau Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa hasil jenis tangkapan tugu di perairan Pantai Amal Pulau Tarakan diperoleh sebanyak 25 genus biota air yang tertangkap beberapa diantaranya yaitu, Udang Putih (Litopenaeus), Udang Loreng (Paneus), dan Udang Manthis (Harpiosquilla). Kelimpahan hasil tangkapan tugu didominasi oleh Udang Putih (Paneus) sebesar 43,6%. Komposisi jenis hasil tangkapan tugu yang sangat tinggi adalah tangkapan sampingan (HTS) dengan presentase 46%, hasil tangkapan buangan (HTB) 44% dan hasil tangkapan utama (HTU) 10%. Nilai ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama udang putih yang merupakan target utama nelayan sangat rendah.
JULIANTO KORNELIUS
2022 · Book · Open Access
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ANYAMAN ROTAN DAYAK AGABAG DESA LUBOK BUAT KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha anyaman rotan dayak agabag di Desa Lubok Buat Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah analisis matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan internal utama UMKM anyaman rotan dayak agabag dengan menggunakan matriks IFAS, maka dapat diketahui bahwa faktor kekuatan utama UMKM terdiri dari empat faktor, yaitu produk anyaman memiliki ukuran yang bervariasi, jenis produk yang ditawarkan bervariasi, bahan yang digunakan nyaman, produk anyaman tidak mudah rusak dan untuk kelemahan utama dari UMKM adalah pemasaran yang kurang/promosi kurang maksimal, kurangnya branding produk/jasa belum dikenal luas. Faktor- faktor lingkungan eksternal utama UMKM dengan menggunakan matriks EFAS, maka dapat diketahui bahwa faktor peluang utama UMKM adalah berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dan untuk ancaman utama UMKM terdiri dari dua faktor, yaitu tingkat penjualan yang terganggu dikarenakan pandemi Covid-19, bertambah banyak produk inovatif yang dipasarkan. analisis data menggunakan diagram cartesius SWOT menejelaskan bahwa UMKM anyaman rotan dayak agabag berada pada kuadran 1 dengan nilai (x;y) (3.4;1.85). Posisi ini menunjukkan bahwa UMKM anyaman rotan dayak agabag merupakan usaha yang berkembang, kuat dan berpeluang. Kata Kunci: Strategi Pengembangan Usaha, Analisis SWOT, Anyaman Rotan
SITI NURITA
2022 · Book · Open Access
Tanaman padi ( Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Zat pengatur tumbuh (ZPT) mutlak dibutuhkan tanaman, karena tanpa ZPT tidak akan terjadi pertumbuhan walaupun unsur hara memadai. Maka dapat diberikan ZPT eksogen sebagai perlakuan terutama pada perkecambahan. Sejumlah bahan hayati diketahui memiliki potensi sebagai sumber ZPT alami baik dari tumbuhan maupun hewan. Beberapa bahan-bahan hayati tersebut adalah: Bawang merah, Air kelapa. Bawang merah diketahui juga mengandung hormon auksin. Selain itu, pada bawang merah yang telah dihancurkan akan terbentuk senyawa allithiamin yang berperan melancarkan metabolisme pada jaringan tumbuhan dan dapar bersifat fungisida dan bakterisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi terbaik dari ZPT dan air panas dalam menjaga viabilitas benih padi dari infeksi A.Besseyi selama penyemaian. Rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan: U1 Kontrol (tanpa zpt) ; U2 Bawang Merah; U3 Air Kelapa; U4 Rootone F. berdasarkan hasil analisis sidik ragam yang dilakukan, pemberian perlakuan kombinasi air panas dan ZPT berpengaruh nyata terhadap parameter persentase bibit bergejala dan panjang gejala namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentase benih berkecambah dan tinggi bibit.
HIJRIA LIO
2022 · Book · Open Access
A
NURAIDAH
2022 · Book · Open Access
Penentuan status mutu suatu perairan merupakan hal yang penting dilakukan, khususnya di perairan pesisir yang umumnya rentan terhadap pencemaran. Berbagai aktivitas di wilayah Pesisir Pulau Tarakan dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas perairan sehingga fungsi ekosistem yang terdapat di lingkungan tersebut pun menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan status mutu Perairan Pesisir Pulau Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, salinitas, pH, DO, BOD5, nitrat, fosfat, ammonia dan sulfida) yang tertera pada baku mutu air laut untuk biota dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Titik pengukuran dan pengambilan sampel air laut dilakukan sebanyak 5 stasiun yang didasarkan beberapa sumber penghasil pencemar dari berbagai aktivitas yang terdapat di laut maupun pesisir. Hasil penelitian didapatkan variabel (parameter) yang sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota adalah suhu, pH, DO (stasiun 1, 2 dan 5), BOD5, ammonia (stasiun 1,3,4 dan 5). Sedangkan parameter yang tidak sesuai baku mutu adalah kecerahan, salinitas, DO (stasiun 3 dan 4), nitrat, fosfat, ammonia (stasiun 2) serta sulfida. Hasil pengukuran Indeks Pencemaran (IP) di lokasi penelitian menunjukkan bahwa perairan tersebut diduga telah mengalami cemaran ringan akibat beberapa parameter yang tidak sesuai baku mutu yang digunakan.
SELFIKA DWIYANTI
2022 · Book · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh tingkat upah,pendapatan dan lama usaha terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tngkat upah berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan, pendapatan berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan, dan lama usaha berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan . Tingkat upah, pendapatan , dan lama usaha secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu penyerapan tenaga kerja .Nilai R-Square sebesar 0,545, hal ini menunjukkan tingkat upah, pendapatan, dan lama usaha mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sebasar 54,5% sedangkan sisanya 45,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi.
WIRSAN ARIYANTO
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang mana dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner langsung dengan pengusaha rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah profit dari usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Sampel ini sebanyak 15 orang pengusaha budidaya rumput laut. Analisis yang di gunakan adalah analisis produksi, analisis biaya, analisis penerimaan, dan analisis profit yang menunjukan profit usaha budidaya rumput laut, dimana produksi dari usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan sebesar Rp. 270.233.958 sedangkan hasil penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 477.200.000 dan profit yang di peroleh dari usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan adalah sebesar Rp. 206.966.042 selama 1 musim panen.