Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 22 dari 342

Pemberian Posisi Passive Leg Raising (PLR) Terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Pasien Hipotensi Di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

RAZMI NUR FADILAH
2026 · Book · Open Access

Hipotensi merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi akibat penurunan volume intravaskular, yang disebabkan oleh syok hipovolemia akibat perdarahan serta kehilangan cairan berlebihan seperti diare dan muntah yang berkaitan dengan gangguan gastrointestinal. Kondisi ini menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik yang ditandai dengan penurunan status hemodinamik dan Mean Arterial Pressure (MAP). Penatalaksanaan awal yang umum dilakukan adalah pemberian terapi cairan untuk mengembalikan volume sirkulasi. Salah satu metode noninvasif yang dapat digunakan untuk meningkatkan status hemodinamik adalah posisi passive leg raising (PLR), yang meningkatkan venous return secara sementara untuk meningkatkan status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi hemodinamik pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi passive leg raising (PLR), serta mengetahui perubahan kondisi hemodinamik yang terjadi. Data dikumpulkan melalui pengkajian dan observasi status hemodinamik sebelum intervensi, setelah pemberian terapi cairan, dan sesudah dilakukan posisi PLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hemodinamik pasien sebelum intervensi berada dalam keadaan tidak stabil yang ditandai dengan tekanan darah rendah dan nilai Mean Arterial Pressure (MAP) di bawah batas normal (65 mmHg). Setelah pemberian terapi cairan, terjadi perbaikan awal pada parameter hemodinamik, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kenaikan nilai MAP. Pemberian posisi PLR menunjukkan peningkatan tekanan darah dan MAP yang menandakan respons positif terhadap peningkatan preload. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perubahan kondisi hemodinamik pada pasien hipotensi sebelum dan sesudah pemberian posisi Passive Leg Raising (PLR), sehingga intervensi ini efektif dalam menilai respons cairan dan mendukung stabilitas hemodinamik pasien.

PENERAPAN INHALASI DIFFUSER DENGAN AROMA TERAPI PEPPERMINT DALAM PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG ANGGREK B RSUD dr.H. JUSUF SK KOTA TARAKA

NOVI ARDIANTI PRATAMA PUTRI
2026 · Book · Open Access

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun, yang memicu peningkatan produksi sekret dan menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Terapi non-farmakologis, seperti penggunaan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint, berpotensi sebagai intervensi pendukung untuk mengencerkan sekret dan memperbaiki pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint dalam menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan subjek dua pasien anak (An. N dan An. K, usia 5 tahun) yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat pneumonia. Intervensi dilakukan selama tiga hari perawatan dengan durasi 15–20 menit per sesi menggunakan diffuser ultrasonik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi selama 3x24 jam, terjadi perbaikan klinis yang signifikan pada kedua pasien. Frekuensi pernapasan (RR) menurun dari rentang 42- 44x/menit menjadi 22x/menit (mendekati rentang normal), saturasi oksigen (SpO2) meningkat dari 94% menjadi 98%, serta suara napas tambahan ronchi berkurang drastis atau hilang. Sputum yang semula kental dan berwarna kuning kehijauan menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint efektif sebagai intervensi pendukung untuk meningkatkan bersihan jalan napas, mengencerkan sekret, dan menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Disarankan bagi tenaga keperawatan untuk mempertimbangkan intervensi ini sebagai bagian dari standar prosedur operasional (SPO) asuhan keperawatan komplementer pada kasus gangguan sistem respirasi anak.

Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Tiup Kincir Terhadap Frekuensi Pernapasan Pada Anak Dengan Pneumonia

HARPIYANTI
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan penumpukan sekret, sesak napas, dan peningkatan frekuensi pernapasan yang mengganggu fungsi ventilasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperbaiki fungsi pernapasan adalah terapi pursed lips breathing (PLB) dengan media tiup kincir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua anak usia 5 tahun yang didiagnosis pneumonia. Intervensi diberikan selama 3×24 jam dan dievaluasi melalui pemantauan frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Hasil penerapan terapi pursed lips breathing selama 3×24 jam menunjukkan adanya penurunan frekuensi pernapasan pada An. C dari 32 kali/menit menjadi 22 kali/menit dan pada An. A dari 35 kali/menit menjadi 24 kali/menit, disertai perbaikan pola napas, berkurangnya ronki, sputum lebih mudah dikeluarkan, serta kondisi anak tampak lebih nyaman. Kesimpulan: Penerapan terapi pursed lips breathing menggunakan media tiup kincir efektif membantu menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki status pernapasan pada anak dengan pneumonia

Penerapan Kombinasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat dan Murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi

NINDY SAFITRI
2026 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis, banyak pasien hipertensi masih mengalami tekanan darah yang tidak terkontrol sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman sebagai terapi pendamping. Penulisan ini bertujuan menganalisis penerapan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah penerapan asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice pada dua pasien hipertensi derajat II. Intervensi dilakukan dengan terapi rendam kaki menggunakan air hangat bersuhu 38–40°C yang dikombinasikan dengan mendengarkan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada Ny. M, tekanan darah menurun dari 178/99 mmHg menjadi 156/92 mmHg, sedangkan pada Tn. A menurun dari 164/96 mmHg menjadi 153/88 mmHg setelah tiga hari intervensi. Selain itu, kedua pasien melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, segar, serta mengalami penurunan keluhan pusing dan nyeri tengkuk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping untuk membantu mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan jumlah responden yang lebih besar dengan durasi intervensi yang lebih panjang sehingga diperoleh hasil yang lebih optimal.

ASUHAN KEBIDANAN CONTUINITY OF CARE (COC) PADA NY.N DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN

SHILSY ANANTHA
2026 · Book · Open Access

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Meskipun cakupan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok telah menunjukkan hasil yang baik, kasus kematian bayi masih ditemukan sehingga diperlukan upaya pelayanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). Memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan (Continuity of Care) pada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Studi kasus dengan pendekatan deskriptif menggunakan manajemen asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan. Subjek penelitian adalah satu orang ibu yang mendapatkan asuhan mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan kebidanan komprehensif dilaksanakan sesuai standar pelayanan pada setiap periode, meliputi antenatal care, pertolongan persalinan, perawatan nifas, pelayanan neonatus, serta konseling dan pelayanan keluarga berencana. Selama pelaksanaan asuhan tidak ditemukan komplikasi yang bermakna. Kondisi ibu dan bayi tetap dalam keadaan fisiologis, kebutuhan dasar terpenuhi, serta ibu mampu memahami edukasi yang diberikan mengenai perawatan diri, perawatan bayi, pemberian ASI eksklusif, tanda bahaya, dan pemilihan metode kontrasepsi. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan secara optimal sesuai standar pelayanan serta berperan dalam deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N G3P2A0 USIA 25 TAHUN DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN TAHUN 2026

DIYANA WAHYUNINGTIYAS
2026 · Book · Open Access

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Pada kasus ini, Ny. N usia 25 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu 2 hari memiliki LILA 23,5 cm yang berada pada ambang batas risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care dan manajemen kebidanan Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung baik meskipun LILA ibu berada pada ambang batas risiko KEK. Asuhan meliputi edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah, vitamin C, kalsium, serta pemantauan rutin. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Bayi lahir sehat, memperoleh pelayanan neonatal esensial, imunisasi HB-0, serta pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai kontrasepsi sementara. Analisis menunjukkan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pendekatan Continuity of Care membantu deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kontrol rutin, sedangkan tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan komprehensif.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. H USIA 39 TAHUN DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

NATASYA SEPTY SUSANTY
2026 · Book · Open Access

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan kebidanan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi adalah melalui penerapan Continuity of Care (CoC). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H usia 39 tahun mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan melalui pengkajian, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan pada setiap tahap pelayanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. H termasuk dalam kelompok kehamilan risiko tinggi berdasarkan usia ≥35 tahun dan status grande multipara, namun tidak ditemukan komplikasi yang mengganggu kesehatan ibu dan janin. Persalinan berlangsung spontan pervaginam, bayi lahir cukup bulan dengan kondisi baik, masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, serta bayi baru lahir mengalami adaptasi normal. Pada akhir masa pemantauan, ibu memperoleh pelayanan keluarga berencana sesuai kebutuhan dan kondisinya. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkelanjutan terbukti membantu deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Oleh karena itu, penerapan Continuity of Care perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

NOVA RAMA YANTI
2026 · Book · Open Access

Asuhan kebidanan komprehensif Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “I” usia 25 tahun di Puskesmas Karang Rejo menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP dengan metode studi kasus deskriptif. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan 34 minggu 2 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan kontraksi palsu dan nyeri pinggang pada trimester III sebagai perubahan normal menjelang persalinan. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan dalam keadaan sehat. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus baik, lochea normal, serta proses menyusui yang lancar. Pada masa neonatal tidak ditemukan tanda bahaya dan pertumbuhan bayi sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi pil progestin yang sesuai untuk ibu menyusui. Kesimpulannya, seluruh rangkaian asuhan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan tanpa komplikasi bermakna, sehingga penerapan Continuity of Care mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. W G4P3A0 DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN

ALLFINA
2026 · Book · Open Access

Asuhan kebidanan Continuity of Care merupakan asuhan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Asuhan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga faktor risiko maupun komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Laporan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. W usia 37 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 38 minggu hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan normal meskipun ibu memiliki faktor risiko berupa usia lebih dari 35 tahun, multiparitas, dan riwayat hipertensi. Persalinan berlangsung spontan dan fisiologis sesuai standar Asuhan Persalinan Normal. Masa nifas berjalan normal pada kunjungan pertama sampai kunjungan ketiga, namun pada kunjungan keempat hari ke-30 masa nifas ditemukan kenaikan tekanan darah dan telah ditangani sesuai kebutuhan sehingga kondisi ibu kembali normal. Bayi baru lahir dalam keadaan sehat, cukup bulan, menangis kuat dan tonus otot akif, serta menunjukkan pertumbuhan dan adaptasi yang normal selama masa neonatal. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. W telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Diharapkan pelayanan Continuity of Care dapat terus diterapakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

PENERAPAN INTERVENSI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA DENGAN PENDERITA HIPERTENSI

HELEN ENZELINA GABRELA
2026 · Book · Open Access

Penerapan Intervensi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Penderita Hipertensi Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2022, hipertensi masuk dalam tiga besar penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan fasilitas layanan primer. Banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif dan lansia yang tidak secara rutin memeriksakan tekanan darahnya, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya promotif dan preventif yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat keluarga. Penatalaksanan yang dapat dilakukan untuk penanganan penyakit hipertensi ini yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemberian terapi farmakologis dapat dilakukan dengan cara minum obat yang sudah diresepkan secara teratur, sedangkan salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan secara mandiri dan bersifat alami untuk menurunkan hipertensi yaitu dengan rendam kaki air hangat dengan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien penderita hipertensi yaitu Ny. H dan Ny. A yang diberikan terapi selama 6 hari. Terapi rendam kaki dengan air hangat adalah terapi dengan cara merendam kaki hingga batas 10-15 cm diatas mata kaki menggunakan air hangat. Hasil penelitian yang didapatkan setelah 6 hari pemberian intervensi menunjukkan bahwa Ny. H sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 155/91 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 150/85 mmHg. Sementara Ny. A sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 135/75 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 124/72 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus yag dilakukan pada Ny. H dan Ny. A dengan judul terapi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi disimpulkan bahwa terdapat perubahan penurunan tekanan darah pada kedua klien.

Penerapan Kombinasi Foot Massage dan Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Tekanan Darah Pada Orang Dewasa Dengan Hipertensi

MIFTAKHUL FADILLAH
2026 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an merupakan intervensi yang berpotensi memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan karya ilmiah akhir ners ini adalah menganalisis hasil penerapan kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an terhadap tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien dewasa yang mengalami hipertensi, yaitu Ny.E.R dan Tn.I. Intervensi berupa kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman diberikan selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien. Pada Ny.E.R tekanan darah menurun dari 158/102 mmHg menjadi 138/90 mmHg, sedangkan pada Tn.I tekanan darah menurun dari 146/94 mmHg menjadi 134/83 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an mampu memberikan efek relaksasi yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah setelah dilakukan secara konsisten selama 3 hari. Implikasi dari karya ilmiah ini adalah kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk mendukung pengelolaan hipertensi serta dapat diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai pendamping terapi farmakologis.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

SILVILIA AYU RUSDIANA
2026 · Book · Open Access

Kehamilan pada wanita dengan usia ≥35 tahun yang disertai interval kehamilan yang panjang merupakan salah satu kondisi yang tergolong berisiko tinggi karena berpotensi meningkatkan terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun periode neonatal. Kondisi tersebut memerlukan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi agar setiap faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 40 tahun dengan status obstetri G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pendekatan deskriptif melalui pemberian asuhan kebidanan secara berkesinambungan. Asuhan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, proses persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi. Seluruh proses asuhan mengacu pada tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan menggunakan format Subjective, Objective, Assessment, dan Plan (SOAP). Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil praktik terhadap teori dan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung dalam kondisi fisiologis walaupun ibu memiliki faktor risiko berupa usia maternal lanjut dan jarak kehamilan yang cukup panjang. Selama kehamilan tidak ditemukan penyulit yang memerlukan tindakan rujukan. Persalinan berlangsung spontan pada kehamilan aterm dengan kondisi ibu stabil. Bayi lahir hidup, segera menangis, memiliki berat badan lahir 2.500 gram, mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta memperoleh pelayanan esensial bayi baru lahir sesuai standar. Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus yang baik, pengeluaran lokia sesuai tahapan, produksi ASI yang lancar, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan. Setelah mendapatkan konseling, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan sebagai metode keluarga berencana pasca persalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pemantauan kondisi ibu dan bayi, mempercepat identifikasi faktor risiko maupun komplikasi, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.

Penerapan Posisi Semi Fowler dan Pursed Lip Breathing (PLB) terhadap Perubahan Saturasi Oksigen dan Frekuensi pernapasan pada Pasien STEMI di Ruang Intensive Cardio Vascular (ICVCU)

SITI OKTAVIANI
2026 · Book · Open Access

(STEMI) dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung sehingga menyebabkan penurunan kemampuan pompa jantung yang berdampak pada keseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen. Pasien dengan STEMI mengalami gangguan pola pernapasan akibat peningkatan beban kerja pernapasan. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan munculnya sesak napas, peningkatan frekuensi pernapasan. Saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan merupakan parameter penting yang perlu dipantau pada pasien STEMI karena mencerminkan status oksigenasi dan respon tubuh terhadap gangguan kardiovaskular. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah kombinasi posisi semi fowler dan pursed lip breathing (PLB). Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan pasien dengan STEMI setelah diberikan penerapan kombinasi posisi semi fowler dan pursed lip breathing. Penerapan inovasi keperawatan dilakukan pada empat pasien STEMI dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di ruang ICVCU. Intervensi inovasi diberikan selama tiga hari dengan frekuensi dua kali sehari pada sesi pagi dan sore. Rata-rata frekuensi pernapasan sebelum intervensi dengan rentang 25-37 x/menit,sedangkan rata-rata saturasi oksigen dengan rentang 93-94%. Setelah dilakukan penerapan intervensi selama 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari yaitu sesi pagi dan sore, terjadi perbaikan parameter respirasi dengan rata-rata frekuensi pernapasan menurun dengan rentang 16-19 x/menit serta rata-rata saturasi oksigen dengan rentang 98-99%. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penerapan kombinasi posisi semi fowler dan PLB membantu pasien dalam mengontrol pola napas dan meningkatkan status oksigenasi. Selain itu, menjadi salah satu intervensi keperawatan suportif dalam membantu memperbaiki pola napas pada pasien STEMI dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif.

PENGARUH E- COMMERCE, MODAL USAHA, DAN LAMA USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI PROVINSI KALIMANTAN (studi pada pedagang pakaian)

JULIANI DEWI ANGGRENI
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH E-COMMERCE MODAL USAHA LAMA USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI KALIMANTAN (STUDI PADA PEDAGANG PAKAIAN) JULIANI DEWI ANGGRENI Rusdy Setiawan, S.Pd, M.E Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital dan persaingan usaha yang mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi, ketersediaan modal usaha, serta pengalaman usaha yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-commerce, modal usaha, dan lama usaha terhadap pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pedagang pakaian di Provinsi Kalimantan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner menggunakan google form kepada 68 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel e-commerce dan lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM pedagang pakaian di Provinsi Kalimantan. Sementara itu, modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, variabel e-commerce, modal usaha, dan lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,772 menunjukkan bahwa sebesar 77,2% variasi pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan pendapatan usaha melalui penguatan modal usaha dan pengembangan pengalaman usaha.

Pengaruh Online Customer Review, Online Customet Rating, dan E-Trust Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Pada Marketplace Tokopedia (Studi Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan)

NURUL MUFIDA YANTI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh online customer review, online customer rating, dan e-trust terhadap keputusan pembelian secara online pada markeplace Tokopedia, dengan populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 168 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS Statistics Versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa online customer review tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan online customer rating dan e-trust berpengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan pembelian secara online pada marketplace Tokopedia.

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL KELUARGA SEDARAH MELALUI MEDIA SOSIAL

HAPSAH
2026 · Book · Open Access

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL KELUARGA SEDARAH MELALUI MEDIA SOSIAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap kasus pelecehan seksual keluarga sedarah melalui media sosial telah memiliki dasar hukum yang cukup komprehensif dalam KUHP, UU ITE, dan UU TPKS, termasuk pengaturan sanksi serta pengakuan alat bukti elektronik. Namun, dalam praktiknya penegakan hukum tersebut belum berjalan optimal karena menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya keberanian korban untuk melapor akibat relasi kuasa, tekanan keluarga, dan stigma sosial, kurangnya koordinasi antar aparat penegak hukum, serta keterbatasan dalam pengumpulan dan pengelolaan alat bukti digital akibat minimnya kapasitas dan fasilitas pendukung, sehingga diperlukan upaya peningkatan perlindungan korban, penguatan kapasitas aparat, dan kesadaran hukum masyarakat agar penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga menyebabkan munculnya berbagai bentuk baru kekerasan seksual berbasis digital yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum. Kondisi tersebut mengakibatkan proses penanganan perkara sering mengalami hambatan, terutama dalam tahap pembuktian dan perlindungan terhadap korban. Korban pelecehan seksual dalam lingkup keluarga sedarah juga cenderung mengalami trauma psikologis yang lebih berat karena pelaku merupakan orang yang memiliki hubungan emosional dan kedekatan keluarga. Di sisi lain, penyebaran konten atau tindakan pelecehan melalui media sosial dapat memperluas dampak penderitaan korban karena informasi dapat tersebar secara cepat dan sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga perlindungan korban, dan masyarakat dalam menciptakan sistem penanganan yang responsif, berpihak kepada korban, serta mampu mengikuti perkembangan kejahatan di ruang digital. Dengan adanya penegakan hukum yang efektif dan perlindungan hukum yang optimal, diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana serupa di masa mendatang.

Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Bystander Effect Dalam Dinamika Bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan

ARSAN RAMDANA
2026 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan. Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu yang lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Demikian dalam dinamika bullying terdapat fenomena bystander effect, yaitu kondisi ketika individu yang menyaksikan tindakan bullying cenderung menjadi pengamat pasif tanpa memberikan pertolongan kepada korban karena menganggap orang lain akan bertindak membantu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalalm penelitian ini terdiri dari siswa SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan, dengan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert bystander effect dengan indikator pro-bullying bystander, passive bystander, dan defender bystander. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Adapun uji hipotesis dengan uji paired sample t-test, karena data berdistribusi normal dan homogen. Pemberian perlakuan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, di mana siswa memerankan pelaku, korban, dan saksi dalam situasi bullying. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,310 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik role playing tidak berpengaruh terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan.

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggota Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 4 Tarakan.

INDRIA ARDHANA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.

PENGARUH TEKNIK GAMIFIKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN 005 TARAKAN

MEILISA PURIE ENJELLINA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terhadap motivasi belajar siswa di SDN 005 Tarakan. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan siswa. Namun, pada siswa kelas V SDN 005 Tarakan motivasi belajar belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan dengan rendahnya partisipasi, kurangnya perhatian, dan ketidakaktifan dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik gamifikasi, yaitu pendekatan yang memanfaatkan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental, one group pretest-posttest design. Adapun uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji non-paramentrik, karena data tidak berdistribusi normal. Sehingga uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig.) sebesar 0,017 (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V C SDN 005 Tarakan.

PERAN KOMUNITAS WAHANA PENDIDIKAN PERBATASAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK (STUDI DESKRIPTIF DI KELURAHAN SELUMIT PANTAI)

SITTI AMINAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) terhadap motivasi belajar anak di Kelurahan Selumit Pantai. Penelitian ini didasarkan pada kondisi anak-anak di Kelurahan Selumit Pantai yang menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya semangat belajar, kurangnya perhatian dan dukungan keluarga, serta pengaruh tempat tinggal yang kurang kondusif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak empat orang yang terdiri dari dua relawan dan dua anak binaan komunitas WPP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semistruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Nvivo. Hasil penelitian menujukkan bahwa komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) memiliki peran penting terhadap motivasi belajar anak di Kelurahan Selumit Pantai. Peran komunitas terlihat sebagai tempat coming out dan tempat saling menguatkan bagi anak-anak. Melalui kegiatan pendampingan belajar, bermain sambil belajar, pemberian motivasi, serta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, anak-anak menjadi lebih berani mengekpresikan diri, lebih percaya diri, dan lebih semangat mengikuti kegiatan belajar. Peran tersebut juga berdampak terhadap pelajaran, semangat dalam mengerjakan tugas, rasa tanggung jawab, keaktifan dalam belajar, serta muncul rasa senang dan puas selama mengikuti kegiatan pembelajaran di komunitas.