MIRA JURA AIDA
2022 · Book · Open Access
Ekosistem mangrove merupakan salah satu habitat bagi kepiting bakau yang berfungsi sebagai tempat mencari makan maupun pembesaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui morfometri dan tingkat kematangan telur kepiting bakau betina (Scylla serrata) di KKMK Kelurahan Pamusian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada 3 (Tiga) titik stasiun dan masing-masing stasiun terdiri dari 3 plot. Pada setiap plot masing-masing di pasang 2 buah bubu lipat. Hasil tangkapan yang didapatkan sebanyak 24 ekor yang terdiri dari 9 ekor betina dan 15 ekor jantan. Hasil frekuensi kelas ukuran panjang tubuh kepiting bakau terbesar di KKMK Kelurahan Pamusian terdapat pada interval kelas 6 – 6,9 cm dengan persentase 38 % dari total tangkapan sebanyak 9 ekor. Hasil pengukuran lebar karapas kepiting bakau didapatkan 6 kelas ukuran lebar karapas. Perhitungan kelas ukuran lebar karapas ditentukan berdasarkan jarak interval dari ukuran lebar karapas terkecil dengan nilai 8 -12 cm dengan persentase 33%. Hasil distribusi frekuensi kelas ukuran berat tubuh kepiting bakau terbesar di KKMK Kelurahan Pamusian terdapat pada interval kelas 84 – 139 gr dengan persentase 38 %. Tingkat kematangan telur kepiting bakau betina yang didapatkan di KKMK Kelurahan Pamusian terdapat TKO I, TKO II dan TKO III karena kepiting bakau memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai tempat mencari makan (Feeding ground).
SUPRIYANTO
2022 · Book · Open Access
Kelembagaan adat memiliki peran yang penting dalam keberasilan usaha tani ladang di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten, nunukanlembaga adat membantu dalam proses mulai dari pembukaan lahan sampai panen padi ladang dengan beberapa ritul yang di yakini dapat menentukan keberasilan usaha tani ditinjau dalam aspek budaya. Penelitin ini bertujuan untuk : 1) mengetahui keberadaan dan eksitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten nunukan, 2) mengetahui peran lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering, Metode penelitian menggunakan deskriptif. Analisi data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa keberadaan dan estitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering masi sangat di butukan peran lembaga adat adalah menyelesaikan sengketa lahan petani, mengatur jadwal pembukaan lahan, mengatur jadwal penugalan padi, mengatur jadwal ritual penurunan air hujan, mengatur jadwal petani untuk pembersihan padi dan mengatur jadwal petani untuk melakukan pemanenan pada. Di harapkan kearifan lokal ini dapat terjaga dengan optimalisasi peran masyarakat dan stekeholderlainnya.
Kata Kunci: Peran Lembaga Adat Dayak,Analisis Deskriptif, Usaha Tani Padilahan Kering.
OKTAFIANUS TARAN
2022 · Book · Open Access
Abstract Cayenne pepper is one of the potential commodities in Juata Laut Tarakan. The research objectives were (1) to investigate the income of cayenne pepper farming; (2) to describe the marketing channel of cayenne pepper, (3) to identify the marketing margin of cayenne pepper (4) to describe the level of marketing efficiency of cayenne pepper farming. The researcher employed simple random sampling with 30 cayenne pepper farmers. The research instruments were observation, interviews, and documentation. The data analysis methods used income analysis, marketing output analysis, marketing margin analysis, farmer's share, and marketing efficiency analysis. The research revealed that: (1) farmers' average total income per growing season was Rp. 9,496,158, (2) There were two marketing channels. First, cayenne pepper farmers-traders collectors-consumers. Second, cayenne pepper farmers-collectors-traders-retailers-consumers. Based on the margin calculation, the first and second total marketing margins had the same value, Rp. 40,000 per kilogram with a farmer's share was 67%, so both marketing channels can be revealed to be efficient because the percentage value of the farmer's share was more than 50%. Based on the calculation of the marketing efficiency of cayenne pepper. It can be concluded that marketing channels I and II obtained 33% efficiency score.
RIRIN FITRIA. A
2022 · Book · Open Access
Daerah penangkapan nelayan Juata Laut berada di Perairan Pulau Bangkudulis yang berhadapan dengan Pulau Tarakan dan Pulau Tibi, sehingga Pulau Bangkudulis ini diketahui memiliki potensi keanekaragaman jenis spesies ikan salah satunya yaitu ikan Senangin. Ikan Senangin memiliki harga ekonomis yang tinggi sehingga berpotensi secara berlebihan yang pada akhirnya mengarah kepada kepunahan. Salah satu upaya dalam rangka mengatasi kepunahan, perlu dilakukan penelitian tentang aspek biologi perikanan hubungan panjang berat da faktor kondisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Senangin di Perairan Bangkudulis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Februari 2022. Ikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 592 ekor yang terdiri atas jantan 525 ekor dan betina 63 ekor. Persamaan hubungan panjang berat ikan Senangin memenuhi persamaan jantan W= 0,069Lx3,49 dan betina W= 0,004Lx3,24 pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik positif. Nilai faktor kondisi ikan jantan >1 51,61 48,38 dan betina >1 44,78 1 55,22 Hasil nilai faktor kondisi menunjukan bahwa kondisi di perairan pulau Bangkudulis ikan Senangin jantan lebih besar kegemukan dibandingkan ikan betina
SALMA
2022 · Book · Open Access
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA PERAIRAN TAMBAK TRADISIONAL BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) KOTA TARAKAN Abstrak Salah satu unsur penting dalam pengembangan budidaya tambak adalah plankton yang terdiri atas fitoplankton dan zooplankton yang berfungsi sebagai pakan alami untuk pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas plankton pada perairan tambak tradisional budidaya udang windu (Penaeus monodon) di Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 titik, titik 1 bagian inlet titik 2 sebelah barat sudut tambak dan titik 3 sebelah timur sudut tambak dengan pengambilan sampel sebanyak 8 kali. Hasil dari penelitian didapatkan 16 jenis fitoplankton yang terdiri 6 kelas, yaitu kelas Bacillariophyceae, Mediophyceae, Zygnemophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae dan Coscinodiscophyceae jenis paling banyak ditemukan pada sampling pertama sampai sampling kedelapan adalah kelas Bacillariophyceae dan kelas Zygnemophyceae, untuk jenis zooplankton didapatkan 6 jenis yang terdiri 4 kelas, yaitu kelas Maxillopoda, Crustaceae, Phytomastigophorea dan Heksanauplia, jenis yang paling banyak didapatkan adalah kelas Maxillopoda. Kelimpahan fitoplankton 3.500-15.167 sel/L, zooplankton berkisar 0.00-1000 ind/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0.699-1.562, dan zooplankton 0.00-0.733. Indeks keseragaman fitoplankton berkisar 0.131-0.564, sedangkan zooplankton 0.00-0.409. Indeks dominansi fitoplankton berkisar 0.261-0.659, dan zooplankton 0.00-0.371. Berdasarkan nilai yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa untuk nilai kelimpahan fitoplankton masuk dalam kriteria perairan mesotrofik dan eutrofik (sedang sampai tinggi) zooplankton masuk dalam kriteria perairan oligotrofik dan mesotrofik (kesuburan perairan rendah sampai sedang). Indeks keanekaragaman fitoplankton (kestabilan komunitas rendah sampai sedang), jenis zooplankton (kestabilan komunitas rendah). Indeks keseragaman fitoplankton (rendah sampai sedang), jenis zooplankton (rendah). Indeks dominansi fitoplankton (rendah sampai sedang), dominansi zooplankton (rendah). Parameter pendukung pada tambak tradisional budidaya udang windu yang terletak di Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan masih baik untuk kehidupan organisme perairan. Kata Kunci: Plankton, Tambak Tradisional, Kualitas air, Kota Tarakan.
DENNIS YOSAFAT
2022 · Book · Open Access
Zooplankton memiliki peran sangat penting dalam rantai makanan di lingkungan perairan. Zooplankton berperan sebagai penghubung antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dan mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur komunitas zooplankton di Sungai Sakalawa yang berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada perairan Sungai Sakalawa ditemukan zooplankton sebanyak 7 spesies dari 4 filum. Jenis zooplankton yang ditemukan diantaranya Harpacticoid sp, Calanus sp, Cyclops sp, Nauplius sp, Nematoda sp, Bivlave sp, dan Discorbis sp,. Kelimpahan zooplankton pada perairan ini berkisar antara 4,00-26,00 ind/L. Berdasarkan kelimpahan zooplankton yang terjadi menunjukkan kondisi perairan tergolong dalam kategori rendah (oligotrofik). Nilai indeks keanekaragaman zooplankton didapatkan nilai berkisar 0,45-1,59 dan indeks keseragaman zooplankton yang ditemukan berkisar 0,25-1,00. Indeks dominansi didapatkan rata-rata berkisar antara 0,42-0,53. Nilai dominansi yang terjadi pada zooplankton menggambarkan bahwa tidak ada individu atau spesies tertentu yang mendominasi.
DEWI ANA TONGLOLANGI'
2022 · Book · Open Access
Udang windu adalah golongan crustacea yang pertumbuhannya diikuti dengan ganti kulit (molting). Berdasarkan wawancara yang dilakukan, salah satu masalah yang dialami oleh beberapa hatchery di Pantai Amal kota Tarakan adalah Terhambatnya proses molting pada udang fase Post Larva 2. Hal ini diduga berkaitan dengan ketersedian pakan alami atau nutrisi yang diberikan, pengaruh kualitas pakan alami yang diberikan tersebut mempengaruhi proses biosintesis hormon ekdisteroid. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses molting salah satunya menggunakan tumbuhan herbal yaitu tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengayaan Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabatricum) dengan konsentrasi yang berbeda dalam mempercepat proses molting pada fase PL 2 udang windu (Penaeus monodon). Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan 1 yaitu tanpa pemberian ekstrak daun karamunting, perlakuan kedua yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak 50 ppm , perlakuan ketiga yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm dan perlakuan keempat dengan konsentrasi 150 ppm. Dari hasil penelitian ini didapatkan persentase molting udang windu tertinggi yaitu dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm dengan nilai persentase molting sebesar 67%. Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) udang windu yang tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 100 ppm yaitu sebanyak 70%. Dengan demikian konsentrasi ekstrak daun karamunting yang terbaik dan mampu meningkatkan persentase molting dan kelangsungan hidup post larva udang windu adalah 100 ppm.
MUHAMMAD FIRDAUS
2022 · Book · Open Access
Kalimantan Utara memiliki potensi sumberdaya perikanan yang sangat besar, salah satunya adalah sumberdaya kepiting bakau. Berkembangnya pasar-pasar kepiting bakau baik lokal maupun internasional adalah suatu tantangan untuk meningkatkan produksi secara berkesinambungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengelolaan budidaya kepiting bakau (Scylla sp) di wilayah provinsi kalimantan utara. Manfaat dari Penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi kepada pembudidaya mengenai potensi pengelolaan kepiting bakau yang ada di Kalimantan utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemgambilan data DKP Provinsi, DKP Kota Tarakan dan BPS. penelitian dilakukan bulan September sampai Oktober di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai bulan Oktober 2021. Pada tahun 2007 cenderung meningkat khususnya kepiting hidup dan kepiting beku, dan pada tahun 2018 potensi meningkat drastis, khususnya kepiting hidup dan daging kepiting beku. Potensi kepiting bakau pada tahun 2019 mulai menurun akibat dampak pandemi Covid-19 permasalahannya cukup kompleks saat itu lockdown dimana-mana. Memasuki tahun 2020 potensi kepiting mulai naik khususnya kepiting hidup dan kepiting beku. Pada tahun 2021 mulai menurun drastis adapun potensi berupa kepiting bakau, danging kepiting, kepiting soka, untuk capit kepiting dan kepiting beku tidak ada. Potensi kepiting bakau sangat meningkat dan tingginya permintaan kepiting bakau di dalam negeri dan luar negeri. Daerah tujuan dalam negeri kebanyakan dikirim ke Jakarta, Bandung, Makassar. Untuk luar negeri di kirim ke Malaysia, Singapura, China, Australia, Jepang, Korea Selatan. Adapun komoditas yang di ekspor maupun yang di impor berupa. Capit Kepiting, Daging Kepiting, Kepiting Hidup, dan Kepiting Beku. Untuk pasar lokal Kalimantan Utara Kepiting Bakau biasanya di kirim ke Tanjung Selor, Nunukan, KTT, dan Malinau.
JENNIFER RATU AGAN
2022 · Book · Open Access
Aerasi merupakan transfer gas oksigen atau penambahan oksigen ke dalam air yang sangat penting dalam budidaya bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan diffuser berbeda terhadap kualitas air pada budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem Bioflok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok dipelihara selama 30 hari dengan dua perlakuan dan lima ulangan yaitu P1 (Selang diffuser/uniring), dan P2 (Batu Aerasi), masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aerasi yang berbeda pada budidaya ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok menghasilkan parameter kualitas air oksigen terlarut dan volume flok yang berbeda nyata sig.(2-tailed)0,05. Nilai rata-rata oksigen terlarut pada perlakuan berkisar P1 4.40-5.49 mg/L dan P2 4.19-4.77 mg/L. Data volume flok yang dihasilkan pada P1 22 ml/L, P2 20 ml/L. Parameter suhu berkisar antara 28-31ᵒC, pH berkisar P1 7.52-8.63 P2 7.46-8.45, amoniak berkisar antara 0.00-0.08 mg/L , nitrit berkisar antara 0.02-0.2 mg/L , nitrat berkisar antara 0.04-40 mg/L , fosfat berkisaran 0.00-0.015 mg/L, dan parameter TSS, alkalinitas, kelimpahan fitoplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi berdasarkan uji statistik (uji t) menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata sig.(2-tailed>0,05). Kualitas air dari masing-masing perlakuan menunjukkan kisaran yang layak untuk mendukung budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok.
DARMA
2022 · Book · Open Access
Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang dapat berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme yang dibudidayakan. Kandungan senyawa bioaktif dari tumbuhan karamunting seperti flavonoid, tanin, saponin, fenolat dan isoflavonoid, memiliki potensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan sebagai tonik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek pemberian pakan alami Artemia salina yang diperkaya ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon). Rancangan penelitian terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perlakuan 8, 16 dan 24 jam (perendaman dengan menggunakan ekstrak daun karamunting), pemeliharaan benur dilakukan selama 8 hari. Parameter yang diamati adalah persentase moulting, survival rate, dan kualitas air Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak dengan perendaman 24 jam memberikan persentase molting tertinggi. yaitu 124% sedangkan untuk persentase terendah diperoleh pada perlakuan kontrol, sebesar 73 %. Nilai sintasan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 24 jam, yaitu 69%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan lama perendaman 24 jam memberikan hasil yang signifikan berbeda terhadap persentase molting dan sintasan hidup benur udang windu pada stadia post larva. Ekstrak daun karamunting berpotensi sebagai promotor pertumbuhan pada udang.
CHINTIA NUR KHASANAH
2022 · Book · Open Access
Vibrio parahaemolyticus merupakan bakteri halophilic gram negatif dan secara alami terdapat di laut dan dapat menginfeksi kepiting bakau (Scylla serrata), udang windu (Penaeus monodon), kelas bivalvia dan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A, B, dan C dengan konsentrasi masing-masing 32 mg/mL, 48 mg/mL, 64 mg/mL. Hasil biakan bakteri dengan pengenceran 10-1 sampai 10-7, diperoleh koloni yang dihitung dari TPC (Total Plate Count) sekitar 1,62×10-6 CFU/mL, sementara uji fitokimia, ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.) positif mengandung senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil daya hambat terbaik pada uji in vitro, yaitu pada konsentrasi ekstrak 64 mg/mL dengan zona hambat 15,33±0,84 mm menunjukkan ekstrak daun belimbing wuluh dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
ALFENA NOURMA FITRI
2022 · Book · Open Access
Salah satu daerah penangkapan ikan bagi nelayan yang tinggal di Juata Laut adalah perairan Pulau Bangkudulis. Kawasan ini dikenal memiliki potensi keanekaragaman jenis ikan, salah satunya E. tetradactylum. Spesies ini memiliki nilai ekonomi yang penting dan sangat populer di masyarakat. Oleh karena itu, ikan ini memiliki risiko penangkapan ikan yang berlebihan, sehingga dapat menyebabkan populasinya menurun. Perlu dilakukan penelitian tentang aspek biologis dari spesies ini. Salah satu aspek tersebut adalah biologi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi E. tetradactylum di perairan Bangkudulis. Diharapkan dapat menambah pengetahuan informasi tentang biologi reproduksi spesies ini. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Lokasi pengambilan sampel berada di perairan Bangkudulis. Beberapa aspek biologi reproduksi yang diamati adalah Tingkat Kematangan Gonad, Indeks Kematangan Gonad, rasio jenis kelamin, dan fekunditas. Jumlahnya 600 ekor (59 ekor betina dan 541 ekor jantan). Ikan yang telah matang (Stadium III dan IV) dan gonad yang belum matang (stadium I dan II) ditemukan. Rasio jenis kelamin adalah 1:0,1 (laki-laki : betina). Indeks Kematangan Gonad pada betina lebih tinggi 9,87 ± 3,24 dibandingkan jantan, yaitu 0,62 ± 0,29. Perkiraan fekunditas ovarium matang berkisar antara 14.301–50.597 telur dengan berat gonad 13,78 – 57,3 gram.
JESSIE ERFROSINA
2022 · Book · Open Access
Tomato plants are commodities with good market opportunities and are widely planted by farmers. Loss of production of tomato plants can be caused by pathogen attack, one of the pathogen that attack tomato plants is the fungus Fusarium oxysporum. The control technique was biological control using biological agents such as Trichoderma. This research was conducted to determine the dose of two brands of biopesticides with active ingredients, Trichoderma, which effectively controls F.oxysporum wilt disease in tomato plants. This research was conducted by researcher in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. This research was a one-factor study with a total of 5 trearments which were repeated fivve times with 3 sample plants for each replication. The treatments were B0 = Control, B1 = 2.5 g MaxTri-G per plant, B2 = 5 g MaxTri-G per plant, B3 = 2.5 g Trico-Z per plant, and B4 = 5 g Trico-Z per plant. The data obtained were analysed by variance and futher tested with the smallest significant difference test at 5% level. The results showed the Trichoderma treatment could suppress the intensity of F.oxysporum disease up to 62.4% (B1) and maintain maximum plant damage of 15 leaves with a leaf damage percentage of 68% (B1). Therefore, the plants could still produce up to 6.20 leaves and many fruits with an average weight of 50.69 grams.
MAYA SARI
2022 · Book · Open Access
Red chili is one of plants that is widely cultivated by community, especially farmers both in the highlands and in the lowlands. One of the risks in chili cultivation is pathogen attack. The fusarium oxysporum wilt is one of the pathogens known to attack the chili plants. The control that can be done to prevent this disease is biological control by using endophytic fungi from the axonopus compressus weeds which thrive on the red chili plants attacked by the fusarium oxysporum pathogen. This research was conducted to find out the endophytic fungi from the axonopus compressus weeds which had the potential to supress the growth of fusarium oxysporum on red chili plants throught in vitro. this research was mainly conducted on the plant protection Laboratory of Borneo Tarakan University. The endophytic fungi were obtained by cleaning the surface of the leaves and roots using 1% of NaOCL and 70% of alcohol, then rinsed with sterile distilled water and cut to a size of 1 cm them implanted on PDA media (Potato Dextrose Agar). The fungi were identified macroscopically and microscopically, then tested for its pathogenicity and then continued with the antagonist ability test. The results of the research found that there were 34 isolates of fungi from the axonopus compressus weeds. There were only 2 out of 34 isolates which were non-pathogenic and able to suppress the growth of fusarium oxysporum wilt disease.
RACHMADANIAR
2022 · Book · Open Access
The long bean plant is a type of legume vegetable that widely cultivated in Indonesia. The problems occurred in the cultivation of long beans are caused by disease attacks. One of the diseases that commonly attack long bean plants is Fusarium oxysporum wilt. The control method used in this research, is the use of botanical pesticides. Neem leaves contain secondary metabolites include azadirachtin, nimbin, flavonoids, and terpenoids, while betel leaf contains volatile oil compounds, phenols, eugenol, saponins, alkaloids, flavonoids, steroids, tannins, and terpenoids. This research conducted to determine the effect of neem and betel leaf extracts in controlling Fusarium wilt disease in long bean plants. This research conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. The treatment by giving neem and betel leaf extract seen in 5 treatments as the follows: P0 = control, P1 = 100 ml of neem leaf extract per plant with a concentration of 5%, P2 = 100 ml of neem leaf extract per plant with a concentration of 10%, P3 = 100 ml of betel leaf extract per plant with a concentration of 5%, and P4 = 100 ml of betel leaf extract per plant with a concentration of 10%. Each treatment repeated 5 times with 3 replicate sample plants. The data obtained were analyzed for variance and further tested with the small significant difference test (BNT) at a 5% level. The results showed that the treatment of neem and betel leaf extract had significant effects, related with parameters of observing disease intensity, the total number of pods, and the total weight pf pods in long bean plants. The gift of betel leaf extract with a concentration of 10% was able to inhibit Fusarium wilt disease reached 40.71% (P4). So, the plant produces 7.4 long beans with a total weight of 19.39 grams.
JAMILAH
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS EKONOMI INDUSTRI UMKM BATIK KOTA TARAKAN Jamilah Sulistya Rini Pratiwi, S.E.,M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, perilaku dan kinerja UMKM Batik di Kota Tarakan serta persepsi konsumen terhadap batik Tarakan dengan batik luar Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa struktur pasar pada UMKM Batik Kota Tarakan berbentuk oligopli. Perilaku pada Industri UMKM Batik di kota Tarakan dengan perhitungan CLR memiliki kecendrungan sebagai industri padat modal. Kinerja pasar dengan keuntungan dari perhitungan PCM terbesar diperoleh oleh Batik Pakis Asia dan Julak Batik dengan nilai PCM yang diperoleh sama besarnya yaitu 55%, tingkat keuntungan terendah dimiliki oleh Lubung Batik dengan nilai PCM sebesar 2%. Persepsi konsumen terhadap produk batik luar Tarakan memperoleh interpretasi nilai yang lebih tinggi dibandingkan batik Tarakan diantaranya produk lebih bervariasi, pewarnaan produk lebih menarik, kenyamanan produk saat digunakan dan produk mudah untuk didapatkan konsumen. Sedangkan persepsi konsumen untuk produk tidak mudah rusak dan tahan lama terhadap produk batik Tarakan memiliki interpretasi nilai yang lebih tinggi dibandingkan batik luar Tarakan. Produk untuk bahan yang berkualitas untuk batik Tarakan dengan Batik Luar Tarakan sama-sama memiliki interpretasi nilai sangat tinggi. Persepsi konsumen terhadap harga produk batik luar Tarakan lebih tinggi dibandingkan batik Tarakan diantaranya harga yang ditawarkan lebih terjangkau, harga produk lebih sesuai dengan kualitas dan harga produk sesuai dengan manfaat yang diterima konsumen. Sedangkan harga produk yang ditawarkan bervariasi untuk batik Tarakan dengan Batik Luar Tarakan sama-sama memiliki interpretasi nilai sangat tinggi. Kata Kunci: Struktur, Perilaku, Kinerja, Persepsi Konsumen
ALISA
2022 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kepuasan terhadap kualitas pelayanan publik berdasarkan indikator pelayanan dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan mengetahui nilai Persepsi dan Ekspetasi terhadap pelayanan publik berdasarkan Pemetaan Diagram Kartesius di kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriftif Kuantitatif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dan Pemetaan Diagram Kartesius dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tana Tidung terkhusus di bagian Organisasi Perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Tana Tidung. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Acidental Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik Wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan sosial Kota Tarakan adalah 3,43 dengan angka konversi sebesar 85,75. Kinerja unit pelayanan di instansi Kabupaten Tana Tidung berada dalam mutu pelayanan baik. Berdasarkan pemetaan persepsi dan ekspetasi diagram kartesius, Instansi yang harus di pertahankan adalah instansi yang masuk dalam kuadran II yaitu: Badan pengelolaan dan Aset daerah, Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran dan Sekertasriat DPRD. Instansi yang masuk dalam kuadran II ini dimana nilai X (Ekspetasi) dan Y (Persepsi) nya tinggi, pelayanan yang diberikan sudah dilaksanakan dengan sangat baik sehingga harus dipertahankan. Kemudian instansi yang harus dievaluasi atau diperbaiki adalah instansi yang masuk dalam kuadran I dan IV dimana instansi yang masuk di kuadran I yaitu: Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, RSUD Akhmad Berahim, Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Dalam Kuadran I ini dimana nilai X (Ekspetasi) nya rendah sedangkan nilai Y (Persepsi) nya tinggi, maka instansi dalam kuadran I ini harus memperbaiki atau memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik. Instansi yang masuk dalam kuadran IV yaitu: Badan Kepegawaian dan Pembangunan, Inspektorat, Dinas perhubungan. dimana dalam kuadran ini masyarakat memberi nilai Y(Persepsi) dan X (Ekspetasi) nya standar atau rendah. Maka dari itu pemerintah harus lebih memperhatikan atau memperioritaskan tingkat kepentingan dan kualitas pelayanan di instansi tersebut agar menjadi lebih baik.
MUHAMMAD NUR QODRI AL MUTTAQIN
2022 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Organisasi Perangkat Daerah dibawah naungan Bupati diKabupaten Bulungan yang diukur berdasarkan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan metode analisis diagram kartesius. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di kabupaten Bulungan terkhusus di kecamatan Tanjung Selor Hilir. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Accidental sampling (secara kebetulan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Instansi Pemerintah di Kabupaten Bulungan dibawah naungan bupati adalah 2,90 dengan angka konversi sebesar 72,5. Maka kinerja kualitas pelayanan publik berada dalam kategori mutu pelayanan Kurang Baik. Berdadsarkan pemetaan dalam analisis diagram kartesius menunjukan, kualitas pelayanan Instansi yang harus di pertahankan ada pada kuadran II yaitu : DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Disdukcapil, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Dinas Pendidikan, Disperindagkop, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Prikanan, Badan kepegaian dan pengembangan SDM, Dinas Pemberdayaan Masyrakat dan Desa, Dinan Arsip dan Perpustakaan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan. Dalam kuadran II ini nilai (Kinerja) dan Y(harapan) nya tinggi, kualitas pelayanan yang diberikan telah dilaksanakan dengan sangat baik dan harus dipertahankan. Adapun instansi yang perlu di evaluasi atau di benahi terdapat pada kuadran I diantaranya : Dinas Sosial, Inspektorat. Dalam kuadran ini nilai (Kinerja) Rendah dan (Harapan) Tinggi, maka instansi yang termasuk dalam kuadran I ini harus memperbaiki tingkat pelayanan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik.
ASRIADI
2022 · Book · Open Access
Ikan gulamah merupakan hasil tangkapan sampingan yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual kering (ikan asin) dan mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan gulamah (Johnius belangerii) dari hasil tangkapan di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel 12 kali selama 2 bulan (Januari-Februari 2022) dengan total sampel 360 ekor dengan jantan sebanyak 158 ekor dan betina sebanyak 202 ekor. Hasil pengolahan data penelitian ikan gulamah jantan dan betina didapatkan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif (2.1386 dan 2.4698) dengan nilai koefisien determinasi 0.8536. Nilai faktor kondisi jantan didapatkan kisaran 0.17-1.69 dengan bentuk tubuh gemuk (51%) dan nilai faktor kondisi ikan gulamah betina didapatkan kisaran 0.23-0.71 dengan bentuk tubuh kurus (84%). Rasio kelamin ikan gulamah jantan lebih sedikit dibandingkan dengan ikan betina (1:1.28).
RULLY FADLIANSYAH
2022 · Book · Open Access
Rumput laut (K. alvarezii) memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan dan salah satu sentra pemanfataan rumput laut itu berada diwilayah Kota Tarakan. Permasalahan yang sering timbul pada usaha budidaya rumput laut yaitu adanya serangan penyakit ice-ice. Gejala penyakit ice-ice dapat menurunkan hasil panen hingga 70-80%. Gejala adanya hama terhadap serangan penyakit ice-ice umumnya hal tersebut ditandai dengan pemutihan pada bagian pangkal thallus, tengah dan ujung thallus muda, yang diawali dengan perubahan warna thallus menjadi putih bening atau transparan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis beberapa jenis bakteri patogen pada rumput laut (K. alvarezii) yang terinfeksi serangan penyakit ice-ice di Kota Tarakan. Menggunakan metode penelitian secara Deskriptif Kualitatif pengampilan sampel dilakukan pada 2 titik objek lokasi perairan yang berbeda yaitu diperairan Tanjung Pasir dan perairan Lingkas Ujung. Hasil pengujian gram menunjukkan bahwa terdapat bakteri gram negatif (-) dan gram positif (+) bakteri yang berhasil ditemukan yaitu terdapat 5 genus bakteri isolate berhasil terkontaminasi diantaranya yaitu genus bakteri Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio Sp, dan Bacillus Sp.