Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 19 dari 342

PENGARUH PENGGUNAAN MESIN PENGERING TIPE VERTICAL DRYER TERHADAP KUALITAS BERAS DI PABRIK BERAS CV. SAHI JAYA MANDIRI, SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

CHANDRA KURNIAWAN
2026 · Book · Open Access

Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.

Analisis Kualias Tanah Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Di Pulau Tanjung Karis Kabupaten Bulungan

MUSTAFA
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada sistem tambak tradisional yang masih sangat bergantung pada kondisi alami tanah dan perairan. Tanah dasar tambak berperan sebagai media penampung bahan organik, penyedia unsur hara, serta tempat berlangsungnya proses biogeokimia yang memengaruhi kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tanah tambak budidaya udang windu di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tiga stasiun, yaitu Stasiun 1 dan Stasiun 2 sebagai petak tambak, serta Stasiun 3 sebagai area kontrol di luar tambak. Sampel tanah diambil secara komposit, kemudian dianalisis terhadap parameter pH tanah, potensial redoks, tekstur tanah, bahan organik, C-organik, kapasitas tukar kation, fosfat, dan nitrat. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai kisaran, rata-rata, standar deviasi, serta dibandingkan dengan baku mutu dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong sangat masam, dengan pH H₂O berkisar 3,76–4,26 dan pH KCl berkisar 3,51–4,11. Nilai potensial redoks berada pada kondisi oksidatif, yaitu 210,98–263,77 mV. Tekstur tanah didominasi oleh fraksi debu dan liat, sedangkan bahan organik berkisar 2,93–6,29%, C-organik 1,70–3,65%, KTK 13,94–19,63 me/100 g, fosfat 13,39–21,06 mg/kg, dan nitrat 33,17–70,15 mg/kg. Secara umum, kualitas tanah tambak di Pulau Tanjung Karis masih memiliki beberapa faktor pembatas, terutama pH tanah yang sangat masam, C-organik yang rendah, serta akumulasi fosfat dan nitrat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah tambak secara berkelanjutan untuk mendukung budidaya udang windu yang optimal. Kata kunci: kualitas tanah, tambak tradisional, udang windu, Penaeus monodon, Pulau Tanjung Karis Abstract Soil quality is one the key factors determining the succes of giant tiger shrimp (Penaueus monodon) farming, particuraly in traditional pons system that remain heavily depedent on natural soil and water conditions. The pond bottom soil serves as a medium for storing organic matter, a source of nutrients, and a site for biogeochemical processes that influence the quaity of the farming environment. This study aims to analyze the soil quaity of giant tiger shrimp farming ponds on Tanjung Karis Island, Bulungan Regency. The Study was conducted from January to March 2026 using a quantitative descripitve method at three stations: Station 1 and Station 2 as aquaculuture plots, and Station 3 as a control area outside the farming ponds. Soil samples were collected as composite samples and then analyzed for soil pH, redox potensial, soil texture, organic matter, organic carbon, cation exchange capacity, phospate and nitrate. The data were analyzed descriptively using range, mean and standard deviation, and compared with quality standards and relevant literarture. The results of the study show that the soil pH is classified as highly acidic, with H₂O pH ranging from 3.76 to 4.26 and KCI ph ranging from 3.51 to 4.11. The redox potential values indicate oxidative conditions, ranging from 210.98 to 263.77 mV. The soil texture is dominated by silt and clay fractions, while organic matter ranges from 2.93-6.29%, organic carbon 1.70-3.65%, cation exchange capacity (CEC) 13.94-19.63 me/100 g, phosphate 13.39-21.06 mg/kg, and nitrate 33.17-70.15 mg/kg. In general, the quaity of pond soil on Tanjug Karis Island is still limited by several factors, particularly and nitrate. Therefore, sustainable management of farming ponds is necessary to support optimal giant tiger shrimp farming. Keywords: Soil Quality, Traditional Shrimp Ponds, Giant Tiger Shrimp, Penaeus monodon, Tanjung Karis Island

Pemanfaatan Minyak Atsiri Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai Pengawet Alami Nugget Sayur

YULIANA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kualitas kimia, fisik, dan organoleptik nugget sayur selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam mempertahankan mutu produk. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,10%), P3 (0,15%), dan P4 (0,20%) minyak atsiri lengkuas merah, masing-masing diulang lima kali. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 penyimpanan suhu dingin. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri lengkuas merah tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air nugget sayur, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa selama penyimpanan. Perlakuan P4 menghasilkan kadar 1,8 cineole tertinggi pada seluruh waktu pengamatan, yaitu 17,61% pada hari ke-0 dan 13,82% pada hari ke-15. Namun, perlakuan P2 memberikan tingkat penerimaan panelis yang lebih baik terhadap rasa pada akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,10% (P2) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas nugget sayur selama penyimpanan 15 hari karena mampu menjaga keseimbangan antara kandungan senyawa aktif dan penerimaan organoleptik produk.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ARITMATIKA SOSIAL BERBASIS KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

WANDA RIYANA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika di sekolah dasar yang masih didominasi oleh penggunaan buku paket dan belum didukung oleh perangkat pembelajaran yang kontekstual serta mengintegrasikan konteks kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menilai kelayakan perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan pada siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk yang dihasilkan berupa modul ajar, LKPD, dan media konkret berbasis kewirausahaan. Uji coba dilakukan pada 27 siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen perangkat pembelajaran memenuhi kategori sangat valid dan sangat praktis. Dari aspek materi, modul ajar memperoleh persentase sebesar 90%, LKPD sebesar 92,50%, dan media konkret sebesar 95%. Sementara itu, dari aspek media, modul ajar memperoleh persentase sebesar 95%, LKPD sebesar 90%, dan media konkret sebesar 97,50%. Hasil penilaian praktisi memperoleh persentase sebesar 90,37%, sedangkan hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan pada uji coba lapangan sebesar 84%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas V SD.

THE EFFECT OF FLASHCARDS ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF EIGHT GRADE AT SMPN 11 TARAKAN

M.RIZAL
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kartu flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran bahasa Inggris pada kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu, metode pengajaran tradisional yang berbasis hafalan sering kali mengurangi motivasi siswa dan menghambat retensi kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, khususnya desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif, dengan kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir yang mengukur tiga aspek penguasaan kosakata: makna, ejaan, dan penggunaan. Data dianalisis menggunakan Uji t Sampel Berpasangan dan Uji Wilcoxon Signed Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu flashcard memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 73,59 pada pra-tes menjadi 81,29 pada pasca-tes. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05 (p 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut secara statistik signifikan. Selain itu, peningkatan juga teramati pada semua aspek penguasaan kosakata, yaitu makna, ejaan, dan penggunaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kartu flashcard merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.

Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024

NAJWA SHOLEKHAH
2026 · Book · Open Access

Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SMART BOARD PADA MATERI PERKALIAN DI KELAS III-C SDN 005 TARAKAN

NORA ROSDAYANTI DAUT
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan daya tarik dalam penggunaan media pembelajaran Smart Board dalam pembelajaran matematika pada materi perkalian di Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan model pengembangan yang diterapkan adalah ADDIE, yang mencakup lima tahap: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluate. Alat pengumpulan data terdiri dari lembar validasi dan kuesioner respons dari peserta didik. Objek penelitian dalam uji coba ini adalah peserta didik kelas III-C SDN 005 Tarakan. Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu uji coba terbatas dan uji coba di lapangan. Uji coba terbatas melibatkan 6 orang, sedangkan pada uji coba lapangan melibatkan 18 orang. Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa media pembelajaran Smart Board sangat layak digunakan dalam pembelajaran perkalian. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, di mana dari ahli media mendapatkan skor 90%, ahli materi memperoleh skor 88%, dan ahli praktisi memperoleh skor 88%. Berdasarkan hasil dari uji coba terbatas memperoleh skor 94% sedangkan pada uji lapangan memperoleh skor 90% yang di mana sudah tergolong dalam kategori sangat menarik. Berdasarkan dari semua hasil penelitian yang telah dilakukan, maka bisa disimpulkan bahwa media pembelajaran Smart Board pada pembelajaran materi perkalian sangat layak serta sangat menarik dalam aktivitas pembelajaran di kelas

Pengembangan Media Roda Pintar Edukasi (Rotari) Pada Materi Hak dan Kewajiban Siswa Kelas III B SD Negeri 013 Tarakan

NURFATIRAH SARI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan Mixed Methods yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Roda Pintar Edukasi (Rotari) pada materi hak dan kewajiban siswa kelas III sekolah dasar. Pendekatan Mixed Methods digunakan karena penelitian ini menganalisis data kualitatif dan kuantitatif secara terpisah, kemudian menggabungkannya sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap hasil pengembangan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Rotari memperoleh kriteria sangat layak dengan persentase rata-rata sebesar 93,3%, yang terdiri atas validator media sebesar 92%, validator materi sebesar 94%, dan praktisi sebesar 94%. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas yang melibatkan 5 siswa memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat tertarik. Sementara itu, pada uji coba lapangan yang melibatkan 28 siswa diperoleh persentase sebesar 92,9% dengan kategori sangat tertarik. Adapun hasil analisis pengetahuan siswa menunjukkan bahwa pada uji coba terbatas diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,90 dengan kategori tinggi, dengan kriteria efektivitas sangat efektif sedangkan pada uji coba lapangan diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,54 dengan kategori sedang atau cukup efektif. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Rotari cukup efektif pada materi hak dan kewajiban. Dengan demikian, media Roda Pintar Edukasi (Rotari) layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran PPKn di sekolah dasar.

Analisis sistem pemungutan pajak kendaraan bermotor melalui layanan Samsat keliling terhadap kepatuhan wajib pajak di Kota Tarakan

ARNITA TODING
2026 · Book · Open Access

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk meningkatkan kemudahan pelayanan dan kepatuhan wajib pajak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyediakan layanan Samsat Keliling. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan kontribusi PKB terhadap PAD Kota Tarakan serta menguji pengaruh kemudahan akses pajak dan fasilitas layanan Samsat Keliling terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap 100 wajib pajak pengguna layanan Samsat Keliling di Kota Tarakan. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis efektivitas dan kontribusi, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan Pajak kendaraan bermotor di Kota Tarakan tergolong efektif dan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PAD. Kemudahan akses pajak Samsat Keliling berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan fasilitas tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kemudahan akses pajak dan fasilitas berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas layanan Samsat Keliling perlu terus dioptimalkan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak, sementara kualitas fasilitas tetap perlu dievaluasi guna mendukung pelayanan perpajakan yang lebih baik.

Pengaruh Pemahaman Peraturan Perpajakan Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Kota Tarakan

ASTHIE WINDA LESTARI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman peraturan perpajakan dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Tarakan secara parsial dan simultan, serta mengetahui efektivitas dan kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar di SAMSAT Kota Tarakan serta data sekunder dari UPTD SAMSAT Kota Tarakan, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), koefisien determinasi (R²), serta analisis efektivitas dan kontribusi dengan bantuan STATA 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pemahaman peraturan perpajakan (0,017 0,05) dan sanksi pajak (0,000 0,05) berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas F sebesar 0,0000 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,3511 menunjukkan bahwa 35,11% variasi kepatuhan wajib pajak dijelaskan oleh variabel penelitian, sedangkan 64,89% dipengaruhi faktor lain. Selain itu, penerimaan PKB selama tahun 2021-2024 berada pada kategori efektif, sedangkan kontribusinya terhadap PAD tergolong sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman peraturan perpajakan dan penerapan sanksi pajak yang konsisten dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendukung optimalisasi penerimaan PKB dan PAD Kota Tarakan.

Pengaruh Kemiskinan, Investasi, Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara

SABITAH PUSPA LESTARI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder meliputi kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020-2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan data panel dengan menggunakan program E-Views 13 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel kemiskinan dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara sedangkan variabel indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan variabel kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.

kinerja pembiayaan perbankan terhadap sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di indonesia

MUTIARA ELFIRA SUTRA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.

Penentuan Lokasi Pengembangan Sektor Pertanian di Indonesia (Berdasarkan Pendekatan Location Quontient dan Marginal Productivity of Labor)

LAODE ALI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi pengembangan sektor pertanian di Indonesia tahun 2025 dengan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Marginal Product of Labor (MPL). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data sekunder PDRB, tenaga kerja, volume produksi pertanian, dan data spasial tahun 2017, 2021, dan 2025. Alat analisis mencakup metode LQ untuk wilayah basis, formula MPL untuk produktivitas tenaga kerja, serta analisis spasial menggunakan QGIS. Hasil penelitian delapan provinsi termasuk basis sektor pertanian yaitu Aceh; Lampung; Jateng; NTT; Kalteng; Kalsel; Sultra; dan Sulbar. Analisis Tahap 2 di tingkat kabupaten/kota tersisa tujuh provinsi yang tereliminasi Sultra, yang lain konsisten basis subsektor tanaman pangan di Kabupaten/kota; Jateng, 25; NTT, 8; dan Kalsel, 10. Untuk subsektor hortikultura di Aceh, 7; dan Jateng, 8. Untuk subsektor perkebunan di Kalteng, 14; Kalsel, 13; dan Sulbar, 6. Untuk subsektor peternakan di Lampung, 10; Jateng, 28; NTT, 18; dan Aceh, 16. Hasil analisis spasial mengungkapkan tiga fenomena relasi ruang, yaitu di Jateng dan NTT terdapat keselarasan wilayah (spatial alignment), di Lampung dan Aceh terdapat keterpaduan sinergis (komplementer), di Kalteng, Kalsel, dan Sulbar terdapat kesenjangan perencanaan (spatial mismatch) akibat benturan kawasan industri non-pertanian. Akhirnya kebijakan spasial pertanian harus diprioritaskan pada wilayah basis dengan produktivitas positif.

Analisis pengaruh belanja modal di sektor kesehatan dan pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia di wilayah Indonesia bagian tengah tahun 2018-2025

IZHAR IBNU HAFIZ
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.

Tindak Tutur Ekpresif Dalam Film Semusim Setelah Kemarau Sutradara Dyan Sunu Prastowo (Kajian Pragmatik)

SITI MASTUMA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo tayang secara eksklusif di platform streaming KlikFilm pada 24 Januari 2025 dengan durasi sekitar 1 jam 23 menit. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 69 data tindak tutur ekspresif yang terdiri atas 14 data berterima kasih, 3 data memberi selamat, 5 data meminta maaf, 33 data menyalahkan, dan 14 data memuji, sedangkan tindak tutur ekspresif belasungkawa tidak ditemukan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan jenis yang paling dominan karena alur cerita film banyak menampilkan konflik, kekecewaan, dan perbedaan pandangan antar tokoh. Makna dan fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan beragam, antara lain untuk mengungkapkan rasa syukur, penghargaan, dukungan, penyesalan, kekecewaan, serta apresiasi. Selain itu, tindak tutur ekspresif berfungsi menjaga hubungan sosial, memperkuat ikatan emosional, menyampaikan sikap penutur, dan membangun dinamika interaksi antartokoh dalam film. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif sangat dipengaruhi oleh konteks percakapan yang melatarbelakangi tuturan.

.

ARYA DAVID BESAM
2026 · Book · Open Access

.

PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX PADA MATERI NILAI-NILAI PANCASILA SISWA KELAS IV-C SDN 013 TARAKAN

VENNY MARTURIA
2026 · Book · Open Access

PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX PADA MATERI NILAI-NILAI PANCASILA SISWA KELAS IV-C DI SDN 013 TARAKAN Abstrak Pembelajaran pendidikan pancasila di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Namun, proses pembelajaran memiliki banyak kendala seperti pembelajaran di kelas cenderung monoton, guru masih mengandalkan buku paket yang menyebabkan pembelajaran kurang menarik, kurang interaktif, dan siswa menjadi kurang aktif di kalas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Smart Box pada materi nilai-nilai Pancasila untuk siswa kelas IV-C SDN 013 Tarakan, serta mengetahui tingkat kelayakan dan kemenarikan media yang dikembangkan yang dilihat dari hasil validasi ahli dan angket respon siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D (Four-D Model) yang meliputi tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), tetapi penelitian ini hanya sampai tahap Develop (pengembangan). Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran Smart Box memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik. Persentase dari ahli media sebesar 80% kriteria layak, ahli materi 74% kriteria layak, ahli bahasa 70% kriteria layak, dan praktisi 100% sangat layak. Hasil uji kemenarikan media menunjukkan bahwa pada tahap uji coba terbatas diperoleh persentase sebesar 88,7%, sedangkan pada uji coba lapangan diperoleh persentase sebesar 83,3%. Kedua hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat menarik

Deskripsi Penggunaan Sarana Dan Prasarana Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Pada Kelas I-C Di SDN 024 Tarakan

NURMAWATI LESTARI SINAR
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada kelas I-C di SDN 024 Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada kelas I-C di SDN 024 Tarakan sudah berjalan cukup baik. Sarana dan prasarana yang tersedia seperti ruang kelas, perpustakaan, alat pelajaran, alat peraga, media pembelajaran, serta lingkungan sekolah dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran. Guru menggunakan sarana dan prasarana sesuai dengan materi pembelajaran dan kebutuhan siswa sehingga membantu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Selain itu, guru juga menggunakan lingkungan sekitar sebagai alternatif alat peraga dan media pembelajaran ketika fasilitas belum tersedia. Penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran disesuaikan dengan jadwal yang telah disusun oleh pihak sekolah untuk menghindari terjadinya benturan pemakaian seperti penyusunan jadwal atau roster pelajaran di setiap kelas. Secara keseluruhan, penggunaan sarana dan prasarana memberikan dampak positif terhadap kelancaran proses pembelajaran di SDN 024 Tarakan.

Berpikir Komputasi Siswa Sekolah Dasar Dalam Menyelesaikakan Masalah Matematika

PUPUT NOVARY ROMMY
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang belum mampu menyelesaikan masalah matematika secara sistematis, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa cenderung menuliskan angka tanpa memahami langkah penyelesaian dan belum mampu menguraikan masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berpikir komputasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi aritmatika sosial. Indikator berpikir komputasi yang dikaji meliputi abstraksi, generalisasi, dekomposisi, algoritma, dan debugging. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di kelas V-C SD Negeri Utama 1 Tarakan. Subjek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu terdiri dari 27 siswa yang mengikuti tes, terpilih tiga siswa dengan skor tertinggi berdasarkan hasil diskusi dengan wali kelas, yang selanjutnya dikodekan sebagai S1, S2, dan S3. Instrument penelitian terdiri atas tes tertulis berbentuk soal cerita aritmatika sosial, pedoman wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan indikator abstraksi dikuasai secara konsisten oleh semua subjek pada setiap soal. Indikator generalisasi belum tampak secara tertulis, namun dua dari tiga subjek mampu menjelaskan secara lisan. Indikator dekomposisi dan algoritma umumnya terpenuhi pada soal pertama dan kedua, tetapi tidak muncul pada soal ketiga akibat tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Indikator debugging hampir tidak terlihat pada semua subjek, baik secara tertulis maupun lisan, karena siswa belum terbiasa memeriksa kembali hasil pekerjaannya.

PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS IVC SDN 004 TARAKAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

JUMAISYAH MANSUR
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audio pada materi teks berita untuk keterampilan menyimak siswa kelas IVC SDN 004 Tarakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon kemenarikan siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVC SDN 004 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli bahasa, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,4% dari ahli media dan 100% dari ahli bahasa dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase respons siswa sebesar 78,33%, sedangkan uji coba lapangan sebesar 78,89%, keduanya berkategori menarik. Berdasarkan hasil tersebut, media audio yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dan memperoleh respon positif dari siswa sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mendukung keterampilan menyimak di sekolah dasar.