Analisa Efektifitas dan Efisiensi Box Pendingin Berkapasitas 5 Liter
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis teks persuasif kelas VIII Mts Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang termasuk kedalam penelitian korelasi. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes yang terdiri dari tes penguasaan kosakata dan tes menulis teks persuasif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes, wawancara dan dokumentasi Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan bantuan Spss version-26 untuk melakukan uji prasyarat analisis. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini yaitu uji normalitas dan uji lineritas. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis product moment. Hasil dari penelitian ini yaitu “terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis teks persuasif siswa kelas VIII Mts Negeri Tarakan. Data yang diperoleh dari hasil uji korelasi menggunakan analisis product moment dengan bantuan Spss Version-26 adalah rhitung 0,432 > rtabel 0,254 maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa “hubungan penguasaan kosakata dan keterampilan menulis teks persuasif kelas VIII Mts Negeri Tarakan yaitu positif “Ha diterima dan Ho ditolak.” This study aimed to determine whether there was a relationship between vocabulary mastery and the skills of writing persuasive texts for class VIII MTS Negeri Tarakan. this study used a quantitative research method that belongs to correlations research. The data collection research method in this study used test instruments consisting of a vocabulary mastery test and a persuasive text writing test. Data collection method techniques used tests, interviews, and documentation. The sampling used was a random sampling technique. This is study used SPSS version 26 to test prerequisite analysi. The analysis prerequisite tests wer normality test and the linearity test. The analysis technique in this study used product moment analysis. The results of this study are “ there is a positive and significant relationship between vocabulary mastery and the skill of writing for class VIII students of MTs Negeri Tarakan. The data obtained from the results of the correlation test using product moment analysis with the help of SPSS Version-26 is r-count 0.432 > r-table 0.254, so from the results of this study it can be concluded that “the relationship between vocabulary mastery and persuasive text writing skills for class VIII MTs Negeri Tarakan is positive “Ha is accepted and Ho rejected.”
Penelitian ini menganalisis pembentuk kalimat aktif dan pasif pada bahasa Dayak Lundayeh dan bahasa Dayak Punan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif (deskripsi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pembentuk kalimat aktif dan pasif dengan membandingkan kedua bahasa menggunakan kajian analisis kontrastif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah narasumber Dayak Lundayeh dan Dayak Punan. Objek dalam penelitian ini yaitu kalimat aktif-pasif dalam bahasa Dayak Lundayeh dan bahasa Dayak Punan. Instrumen penelitian ini menggunakan human instrument, yaitu peneliti sendiri. Analisis data dengan menggunakan metode agih yang menggunakan teknik sisip, teknik ganti dan teknik balik. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa jenis kalimat aktif dan pasif pada kedua bahasa memiliki jenis kalimat yang sama yaitu kalimat transitif. Pada bagian struktur dalam kalimat ditemukan struktur yang meliputi S-P-O dan S-P-O-K. Afiksasi pembentuk predikat dalam kalimat aktif ditemukannya perbedaan diantara kedua bahasa, imbuhan bahasa Dayak Lundayeh meliputi (n-, ne-, ng-, ny-). Imbuhan kalimat aktif dalam bahasa punan meliputi (n-, ny-, dan me-). Pada imbuhan kalimat pasif dikedua bahasa meliputi; Dayak Lundayeh prefiks (bi-, ti-, ng-), infiks (-en-, -in-, -i-), dan konfiks (fe-in) sedangkan Dayak Punan prefiks (n-, ne-) dan infiks (-en-). Hasil ini ditemukan dengan cara mengontras kedua bahasa dengan menggunakan kajian analisis kontrastif.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengartikan data ke dalam bahasa Indonesia, menginterprestasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Adapun jumlah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 10 data lagu Rohani yang di klasifikasikan kedalam empat aspek makna yaitu pengertian, perasaan, nada dan tujuan. Aspek pengertian yang ditemukan adalah tentang hubungan seseorang dengan Tuhan sebanyak 5 data dan hubungan sekelompok orang dengan Tuhan sebanyak 5 data. Aspek perasaan yang ditemukan terdiri dari perasaan sedih sebanyak 22 data, senang sebanyak 19 data. Aspek nada yang ditemukan terdiri dari nada tinggi sebanyak 20 data dan rendah sebanyak 19 data. Aspek tujuan terdiri dari tiga unsur yaitu memberikan kesadaran sebanyak 3 data, memberikan ketenangan sebanyak 4 data dan kedamaian hidup sebanyak 3 data. Dari hasil keseluruhan data yang di peroleh yaitu sebanyak 100 data.
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran E-Poster yang ditinjau dari uji validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui efektivitas media pembelajaran E-Poster. Penilaian kelayakan media pembelajaran E-Poster terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Hasil uji validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 88%, ahli materi 92%, ahli praktisi 90% dan uji coba terbatas 90,8%, uji coba lapangan 92,7%. Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media E-Poster sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran E-Poster berada pada kategori sangat tertarik.
Penelitian ini membahas tentang alih kode dan campur kode dalam interakasi pada tuturan mahasiswa dayak lundayeh yang berada di kota tarakan, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode dan bentuk campur kode. Serta mendeskripsikan beberapa faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada tuturan mahasiswa, khususnya mahasiswa dayak lundayeh. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena penggunaan campur kode dan alih kode dalam interaksi tuturan di kalangan mahasiswa dayak lundayeh dan faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dan alih kode di klangan mahasiswa Dayak Lundayeh Kota Tarakan. Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan kajian sosiolinguistik dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, teknik rekam, teknik simak, teknik pengamatan, teknik catat, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dipilah dan dianalisis berdasarkan dengan teori sosiolinguistik yang mengandung sebuah unsur Alih kode dan Campur kode khususnya pada tuturan mahasiswa dayak lundayeh. Peneliti menemukan adanya peristiwa campur kode antarbahasa yang terdapat pada bahasa Indonesia dan bahasa dayak lundayeh, atau sebaliknya. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode tersebut adalah (a) faktor kebiasaan antara penutur dan mitra tutur, (b) faktor yang memiliki latar belakang yang sama antara penutur dan lawan tutur, (c) faktor penyebab kurang menguasi suatu bahasa, (d) faktor yang menyebabkan tidak ada padanan kata atau frasa yang terdapat pada bahasa yang digunakan. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode adalah (a) faktor ada hal yang di sembunyikan dengan alasan tertentu, (b) faktor hadirnya orang ketiga pada saat penutur dan mita tutur sedang berinteraksi, (c) faktor yang menyebabkan peralihan kode karana diantara penutur dan mitra tutur memiliki latar belakang yang sama. Bentuk alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi tuturan mahasiswa Dayak Lundayeh Kota Tarakan adalah berupa penyisipan kata, frasa, klausa, dan kalimat.
This study is a Research and Development that aimed to create interactive PowerPoint learning media and determine feasibility in terms of material expert validation, media expert validation, and linguist validation, as well as attractiveness in terms of teacher and student response questionnaires. The ADDIE model flow was used in this research as a type of Research and Development (R&D). The ADDIE model was divided into five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Interview guides, validation heets, teacher response questionnaires, and student response questionnaires were used to collect data. This study was carried out in class V-B SDN 026 Tarakan. Material experts provided 90% validation, media experts provided 80% validation, linguists provided 84.37 validation, and the average percentage of validation scores from the three validators was 89.73%. The results of the media and material validators showed that using interactive PowerPoint learning media in learning process activities was very feasible. The results of the teacher response questionnaire were 95%, and the student response questionnaire after using interactive PowerPoint learning media in the limited trial obtained a score percentage of 99.37%, and the field trial obtained a score percentage of 97.91%, resulting in an average percentage score of 97.42% with a very interesting category from the teacher response questionnaire, the limited trial student response questionnaire, and the field trial. Based on the validation results of media experts, material experts, and linguists, as well as teacher response questionnaires and limited trial student response questionnaires, interactive PowerPoint learning media was declared feasible and interesting to use in the process of learning activities.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbedaan serta efektivitas pembelajaran luring dan daring di masa pandemi Covid-19 pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi komparatif dengan jenis penelitian kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa SMP Negeri 4 Tarakan kelas VIII dan sampel yang digunakan berjumlah 182 siswa. Data dari penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil belajar siswa yang dianalisis dengan uji paired sample t-Test menggunakan program SPSS 23 for windows dan wawancara. Hasil uji paired sample t-Test, diketahui bahwa nilai Sig.(2-tailed) pada hasil penilaian akhir semester siswa kelas 8.1 hingga 8.6 yaitu lebih kecil dari 0.05 atau Sig.(2-tailed)0.05, artinya terdapat perbedaan signifikan pada hasil penilaian akhir semester siswa pada pembelajaran luring dengan pembelajaran daring. Pada penelitian ini dikatakan bahwa pembelajaran luring lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring. Sekitar 80% siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal pada pembelajaran luring, sedangkan pada pembelajaran daring hanya sekitar 30% siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal
Jamur cendawan merupakan organisme yang sangat penting bagi alam dan ekosistem yang berpotensi sebagai dekomposer atau pengurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Jamur cendawan di Desa Long Bila Kabupaten Malinau dan pemanfaatan pada pembelajaran Biologi di SMA/MA. Penelitian ini menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode jelajah (cruise method), dengan mengamati langsung jamur cendawan di kawasan penelitian yang terdiri dari 3 stasiun. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 30 spesies yang terbagi dalam 2 divisi Basidiomycota dan Ascomycota yang terdiri dari 22 genus, 14 famili, dan 6 ordo. Divisi Basidiomycota memiliki jumlah spesies terbanyak yang terdiri dari 20 genus, 13 famili dan 5 ordo. Sedangkan dari divisi Ascomycota hanya terdapat 2 genus, 1 famili, dan 1 ordo. Indeks keanekaragaman jamur ccendawan di Desa Long Bila tergolong sedang dengan nilai indeks H’ = 2,446.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam memberikan hasil belajar yang lebih baik, (2) ada tidaknya pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika, (3) model pembelajaran yang berbeda akan memberikan pengaruh yang berbeda pada masing-masing tingkatan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IX SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 siswa, dengan rincian 20 siswa pada kelas IX-2 sebagai kelas kontrol dan 20 siswa pada kelas IX-3 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan datanya dilakukan melalui tes hasil belajar matematika dan angket minat belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis. Analisis deskriptif meliputi rata-rata dan simpangan baku. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalur dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan pengujian hipotesis dengan taraf signifikansi 5%, diperoleh simpulan bahwa (1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa, (3) model pembelajaran yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda pada masing-masing tingkatan minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan, (3) model pembelajaran yang berbeda memberikan efek yang berbeda pada masing-masing tingkatan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pembelajaran 2022/2023 di SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain factorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan VIII-2 sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel sebanyak 52 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi nilai PAS matematika kelas VII semester genap tahun pembelajaran 2021/2022 untuk data uji keseimbangan, angket untuk data motivasi belajar matematika siswa dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif yang terdiri dari rata-rata dan standar deviasi dan pengujian hipotesis menggunakan analisis varians dua jalur sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan dan tidak adanya perbedaan pengaruh antar model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa.
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas V yang berada di SDN 029 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Adapun fokus penelitian ini adalah tingkat kemampuan representasi matematis siswa. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder serta informan yang berjumlah 6 siswa terpilih. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan representasi matematis dengan baik. Pada indikator pertama khususnya representasi verbal, pada siswa kemampuan tinggi dapat memenuhi indikator tersebut pada setiap soal, siswa kemampuan sedang hanya memenuhi tiga soal saja dan siswa kemampuan rendah tidak dapat memenuhi indikator pertama. Pada indikator kedua khususnya representasi simbolik, pada siswa kemampuan tinggi, sedang dan rendah dapat memenuhi indikator tersebut, namun masih terdapat siswa yang salah.
PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA ( PMRI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SDN 051 TARAKAN Abstrak Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia merupakan suatu pendekatan pembelajaran matematika yang menekankan pada hasil belajar siswa yang berpijak dari hal yang rill bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siwa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada pelajaran matematika. Penelitian ini di lakukan di kelas IV SD Negeri 051 Tarakan tahun pembelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa sebanyak 19 orang. Tindakan yang dilakukan berupa penerapan pendekatan Pendidikam Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, dokumentasi dan tes untuk setiap akhir siklus. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 051 Tarakan. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa pada aspek kognitif 47,37% siklus II menjadi 84,21%. Siklus I kategori hasil belajar siswa pada aspek psikomotorik 26,32% dengan kategori baik, siklus II menjadi 73,68% dengan kategori baik sekali. Dengan demikian hasil belajar siswa pada siklus II sudah memenuhi target/indikator keberhasilan. Meningkatnya hasil belajar siswa karena siswa sudah paham dengan materi yang diberikan, berani mengemukakan pendapatnya, memahami masalah, menyelesaikan masalah dengan cara siswa sendiri, dapat berdiskusi dengan kelompok dengan penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesai.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas V-A SDN 005 Tarakan dalam proses belajar dari rumah selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan pada faktor internal siswa memahami bahwa dibutuhkan usaha kerja keras dan bersungguh-sungguh dalam belajar, kemampuan siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, selain itu kondisi fisik dan mental siswa. Oleh karena itu diharapkan lingkungan rumah maupun sekolah dapat menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman dan kondusif agar siswa lebih termotivasi untuk belajar. Motivasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa peran guru dalam menumbuhkan motivasi siswa, orang tua juga mempunyai peran yang sangat dibutuhkan dalam mendorong anak agar lebih semangat belajar, dan tempat belajar dengan suasana nyaman, aman, rapi dan bersih akan membuat siswa lebih berkonsentrasi dalam belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS V SDS MUHAMMADIYAH III AL-HILAL TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa Pop Up Book berbasis kearifan lokal yang ditinjau dari validitas media, validitas materi dan validitas bahasa serta mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran Pop Up Book berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 (lima) tahap yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penilaian kelayakan media pembelajaran Pop Up Book berbasis kearifan lokal terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Pop Up Book berbasis kearifan lokal layak digunakan dalam proses pembelajaran. Dimana diperoleh dari ahli media sebesar 68%, ahli materi sebesar 90%, ahli bahasa sebesar 80% dan dari uji coba terbatas sebesar 93,3%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran Pop Up Book berbasis kearifan lokal berada pada kategori sangat tertarik. Media dikatakan layak di aplikasikan dan sangat tertarik untuk siswa dalam proses pembelajaran karena telah mencapai persentase pada kriteria-kriteria yang telah diberikan skor pada lembar validasi dan lembar angket respon ketertarikan siswa. Kata Kunci: Penelitian dan Pengembangan, Media Pembelajaran, Kearifan Lokal, Pop Up Book.
This study aimed to produce learning media in the from of pocket Book with Lokal Wisdom-Based Mind Mapping in terms of the validity of the media, materials, and language and to know students’ interest in pocketbook learning media with Mind Mapping based on local wisdom. This researchis research and development (Research and Development). The Development procedur used in the ADDIE Development model consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Assessmentof thefeasibility of pocket book learning media with Mind Mapping based on local wisdom consisted of media experts were 80%, material experts 78%, and linguists 90%. The validation results of the material, media, and language expert validation showed that pocketbook learning media with local wisdom-based Mind Mapping was very appropriate to use for thelearning process. The result of student interest in limited trials were 96% and field trials were 93,2%. The results of student interest questionnaires in limited trial and field trials showed that students interested in pocketbook learning media with Mind Mapping based on local wisdom.
Tindak Pidana adalah perbuatan yang dilarang oleh Undang-Undang, yang disertai dengan acaman pidana bagi siapa yang melanggar larangan tersebut. Undang-Undang Pornografi memberi batas perihal pornografi, dan tidak memberi Batasan mengenai tindak pidana pornografi. Undang-Undang Pornografi merumuskan tentang macam atau bentuk-bentuk tindak pidana pornografi. Secara teoritis penelitian ini akan berguna sebagai sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu hukum, sebagai referensi bagi para akademisi dan menambah perspektif yang lebih komprehensif mengenai pandangan hukum pidana di Indonesia terhadap tindak pidana pornografi di dunia maya (Cyberporn). Pornografi itu sendiri adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto , tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang membuat kecabulan atau eksploitasai seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pasal 1321 BW tiada kesepakatan yang sah diberikan karena ancaman atau paksaan (dwang atau bedreiging), kesesatan atau kekhilafan (dwaling), dan penipuan (bedrog). Selain yang disebutkan pasal 1321 BW di dalam praktik peradilan hukum perdata juga dikenal dengan penyalahgunaan keadaan atau misbruik van omstandigheden yang tercermin dari yurisprudensi dan doktrin. Penyalahgunaan keadaan pada dasarnya mengajarkan bahwa suatu perjanjian dapat dimintakan pembatalan oleh salah satu pihak yang merasa dirugikan, jika ternyata pihak yang lemah secara sosial ekonomi dimanfaatkan oleh pihak lainnya terdorong untuk melakukan suatu perjanjian. Di indonesia belum ada sumber hukum yang berasal dari peraturan perundang-undangan yang mengatur terkait dengan penyalahgunaan keadaan ini. Hukum perdata tidak mencantumkan penyalahgunaan keadaan sebagai salah satu alasan pembatalan perjanjian, tetapi dalam praktik pengadilan di mungkinkannya sebagai alasan baru untuk membatalkan suatu perjanjian. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan konseptual dalam menjawab isu hukum yang diangkat dilihat dari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin yang berkembang di dalam ilmu hukum, dan pendekatan kasus yang mana penulis mengangkat 3 putusan hakim yang berkaitan dengan penyalahgunaan keadaan sebagai acuan dalam menjawab isu hukum yang diangkat, hasil penelitian menunjukan bahwa penyalahgunaan keadaan memiliki karakteristik sebagai tolak ukur dalam menilai terjadinya penyalahgunaan keadaan serta akibat hukum yang ditimbulkan apabila dalam perjanjian tersebut ditemukannya perjanjian. Dalam hal ini hakim sebagai penjabat negara yang berwenang untuk memeriksa, memutus dan mengadili perkara yang menggunakan penyalahgunaan keadaan sebagai pertimbangan hukum agar dapat menghasilkan putusan yang adil yang kemudian dijadikan yurisprudensi oleh hakim sesudahnya.
Pemilihan umum (pemilu) merupakan implementasi demokrasi untuk memilih pemimpin, dalam pergantian kekuasaan, sehingga sering dinyatakan bahwa pilar utama demokrasi adalah pemilu. Pelaksanaan pemilihan umum sangat penting dilakukan untuk memperoleh pengakuan dan dukungan atas sahnya suatu kekuasaan karena berfungsi memberi legitimasi atas kekuasaan yang ada bagi suatu rezim. Keadilan pemilu mencakup semua tahapan pemilu, mulai dari tindakan dan keputusan yang perlu diambil untuk mencegah munculnya sengketa sampai penetapan keputusan akhir atas gugatan yang diajukan kepada badan penyelesaian sengketa pemilu. Teknologi informasi pada perkembangannya masuk dan menjadi satu kesatuan alat bantu yang cukup efektif dalam Pemilu. Pada prakteknya, penerapan digitalisasi ini hampir disemua aspek pengelolaan proses tahapan pemilu. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, pertama, Digitalisasi penyelenggaraan pemilu mewujudkan pemilu yang berkeadilan, dan permasalahan kedua Pengaturan digitalisasi penyelenggaraan pemilihan umum. Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan Digitalisasi penyelenggaraan pemilihan umum dapat mewujudkan pemilu yang berkeadilan, dalam pengaturan penyelenggaraan pemilihan umum setiap tahapan sudah diatur dengan peraturan komisi pemilihan dan pengaturan mengenai digitalisasi tidak bertentangan dengan UU ITE. Penerapan digitalisasi penyelenggaran pemilihan umum di Indonesia sudah baik dan perlu dibuatkan payung hukumnya.
ABSTRAK MUTMAINNAH YUNUS: 1640501060 dengan judul skripsi ini adalah PERLINDUNGAN TERHADAP KONSUMEN JUAL BELI JASA MELALUI E-COMMERCE. Seiring dengan berkembangnya zaman masyarakat jadi lebih konsumtif dalam berbelanja. Perkembangan sistem belanja online telah menciptakan peluang bisnis baru, salah satunya yang banyak diminati oleh masyarakat yaitu jasa titip online atau yang sering dikenal sebagai jastip. Jasa titip online atau jastip online merupakan layanan titipan pembelian barang dengan menggunakan media sosial sebagai wadah untuk memasarkan produknya. Dalam hal ini, maka permasalahan yang diangkat yaitu 1. Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi jual beli jasa melalui E-commerce. 2. Hubungan hukum antara para pihak dalam transaksi jual beli jasa melalui E-commerce. Penelitian ini dilakukan dengan tipe penelitian adalah Juridis normative, dengan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Pendekatan Koseptual (Conseptual Approach), Pendekatan Kasus (Case Approach). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa proses penyelenggaraan jastip online menimbulkan hubungan hukum antara pelaku usaha dengan konsumen karena terdapat perjanjian yang disepakati oleh pihak yang terkait, yang menimbulkan hak dan kewajiban. Perlindungan hukum terhadap konsumen yang telah dirugikan atas adanya cacat produk dalam pembelian barang melalui jasa titip beli secara online tercantum di dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang meliputi hak-hak konsumen, kewajiban, larangan-larangan pelaku usaha. Tanggung jawab pelaku usaha yaitu berupa product liability, dimana produsen harus bertanggung jawab atas kerugian cacat produk yang di derita oleh konsumen. Dalam penyelesaian permasalahan konsumen jastip online dapat melalui 2 jalur yakni yakni melalui jalur diluar peradilan (non litigasi) dan jalur peradilan (litigasi) agar dapat mendapatkan ganti kerugian atas apa yang telah dialami.