NURJANAH ISYARI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan analisis faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VA SDN 015 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 015 Tarakan tahun ajaran 2022/2023. Fokus pada penelitian ini adalah faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan instrumen pendukung pada penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumentasi. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder dengan subjek penelitian 5 orang siswa Kelas VA dan guru kelas VA. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika yaitu 1) faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa adalah kebiasaan belajar siswa dipengaruhi oleh guru secara langsung namun jika tidak ada guru kesadaran siswa untuk belajar masih belum terbangun, pada kemampuan penginderaan meskipun penglihatan siswa tidak terganggu namun posisi duduk siswa dapat mempengaruhi penglihatan siswa pada tulisan guru di papan tulis, dan sikap siswa selama proses pembelajaran juga dapat mempengaruhi perkembangan siswa di kelas, 2) faktor eksternal yang mempengaruhi siswa dalam pembelajaran matematika siswa adalah metode mengajar guru yang kurang bervariasi dapat menurunkan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran dan mengakibatkan siswa kurang memahami materi pelajaran dan fasilitas pembelajaran yang memadai dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.
MAULINA RASIDAH
2023 · Book · Open Access
DESKRIPSI PERAN KEPALA SEKOLAH PADA KINERJA GURU DIMASA PANDEMI COVID-19 DI SDN 050 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran kepala sekolah di masa pandemi COVID-19 pada kinerja guru di SDN 050 Tarakan. jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Fokus pada penelitian ini yaitu untuk melihat peran dari kepala sekolah pada kinerja guru di masa pandemi COVID-19. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan data skunder dengan informan yaitu kepala sekolah, pengawas sekolah, dan juga guru kelas 3C dan kelas 4B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah SDN 050 Tarakan telah melaksanakan perannya (1) Sebagai educator yaitu melihat serta mendorong guru dalam pelaksanaan pembelajaran online pada masa pandemi COVID-19 (2) Sebagai administrator yaitu perancangan pembelajaran dan terampil dalam melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana dimasa pandemi COVID-19 serta melakukan pemanfaatan teknologi pembelajaran, (3) Sebagai leader Mengarahkan guru dalam pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, (4) Sebagai motivator melakukan evaluasi Hasil belajar untuk memotivasi guru. Penelitian ini di harapkan dapat menjawab permasalahan yang terjadi, dan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai peran kepala sekolah pada kinerja guru pada masa pandemi COID-19 Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah, Kinerja Guru, SDN 050Tarakan.
SAIFUL ARIF
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran interaktif power point dan google form ditinjau dari validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan ahli praktisi, serta kemenarikan yang ditinjau dari respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan penelitian yaitu: 1) Analysis; 2) Design; 3) Development; 4) implementation; 5) evaluation. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data berupa : lembar validasi, dan angket respon siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas V SDN 009 Tarakan. Kelayakan media pembelajaran interaktif power point dan google form yang ditinjau melalui tahap validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media mencapai presentase sebesar 100%, validasi materi mencapai presentase sebesar 96% dan validasi bahasa mencapai presentase sebesar 86 %, dan juga validasi praktisi mencapai 96%. Bedasarkan hasil tersebut maka media pembelajaran interaktif power point dan google form pada materi iklan kelas V Di SDN 009 Tarakan sangat layak untuk digunakan. Angket kemenarikan siswa menyatakan bahwa tingkat kemenarikan media pembelajaran interaktif power point dan google form pada siswa berada pada kategori sangat menarik terbukti dengan persentase angket kemenarikan pada uji coba terbatas sebesar 86% dan uji coba lapangan sebesar 88% dengan kategori sangat menarik.
ARFANDI ZULFADLI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media interaktif metode suku kata ditinjau dari validasi Ahli bahasa, ahli materi dan ahli media, serta ketertarikan ditinjau dari angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan penelitian yaitu: 1) Analysis (analisis); 2) Design (Perancangan); 3) Development (Pengembangan); 4) Implementation (Implementasi); 5) Evaluation (Evaluasi) Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: lembar validasi, dan angket ketertarikan siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas I-B SD Negeri 017 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 86%, ahli bahasa sebesar 90% dan ahli media sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Hasil dari angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96% dan pada uji coba lapangan sebesar 92% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan maka, media Interaktif metode suku kata dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.
RAHEL SILVINA UDING
2023 · Book · Open Access
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Big Book Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas III SDN 001 Tanjung Selor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 di kelas III SDN 001 Tanjung Selor. Desain penelitian ini adalah Nonequivalent Group Pretest-Posttest Design dengan populasi siswa kelas III dan sampel terdiri atas dua kelas yaitu kelas III A sebagai kelas eksperimen dan III B sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling Non-probability sampling dengan jenis sampling jenuh. Ananlisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah deskriptif uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa kelas eksperimen yang penerapannya menggunakan media pembelajaran Big Book lebih besar dari pada kemampuan membaca siswa di kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran langsung. Hasil uji Independent t-test terdapat pengaruh media pembelajaran Big Book dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan pembelajaran langsung ditinjau dari kemampuan membaca siswa diperoleh th = 4,994, pada taraf signifikansi 0,05 dan df = 51, diperoleh tt = 2,00758, maka didapatkan th ≥ tt (4,994 ≥ 2,00758). Dengan th ≥ tt maka dengan demikian, penerapan media pembelajaran Big Book memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.
JHEVRAIYAN
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media animasi pembelajaran yang ditinjau dari validasi media, materi, dan bahasa serta mengetahui respon siswa pada media animasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari delapan tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi sebagai produk akhir, dan, uji coba pemakaian. Penilaian kelayakan media animasi pembelajaran terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 81,67%, ahli materi sebesar 80%, ahli bahasa sebesar 86%, dari uji coba produk 89%, dan uji coba pemakaian sebesar 85%. Hasil validasi media, materi, dan bahasa menunjukkan bahwa media animasi pembelajaran sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran membaca pemahaman siswa. Hasil angket respon siswa pada uji coba produk dan uji coba pemakaian menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa pada media animasi pembelajaran mendapat respon sangat positif.
IVAN ANRY
2023 · Book · Open Access
Kehadiran Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini membawa perubahan tersendiri dalam pengaturan hukum tentang pengelolaan lalu lintas. Terlihat dari dimasukkannya pengaturan tentang kewajiban dan sanksi bagi penyelenggara jalan yang sebelumnya tidak diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dimana dalam penyelenggaraan jalan yang menggangu atau membahayakan pengguna jalan, pemerintah berkewajiban untuk bertanggungjawab atas apa yang diselenggarakannya. Pasal 273 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Latar belakang permasalahan adalah jalan merupakan salah satu infrastruktur yang mempunyai peranan besar dalam kehidupan masyarakat.Karena jalan dapat menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya.kerusakan jalan raya akan sangat berdampak pada kondisi sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta konsekuensi dalam hukum. Karena pentingnya transportasi sehingga transportasi diibaratkan seperti tulang punggung dalam perekonomian suatu bangsa. Buruknya sistem transportasi akan sangat merugikan dari segi ekonomi secara menyeluruh.Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian bahwa dari semua ketentuan peraturan perundang undangan mengenai lalu lintas dan angkutan jalan, tidak ada sama sekali ketentuan yang menegaskan mengenani siapa yang dimaksud dengan penyelenggara jalan yang dapat dikenakan pertanggugjawaban pidana sebagaimana dimaksud dengan ketentuan dalam pasal 273 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ), sehingga dengan ketidakjelasan definisi ini membuat ketidakefektifan ketentuan pasal ini dalam tataran impelemntasi dilapangan sebab jika ketentuan pasal ini akan tegakkan, maka sasarannya bukan ke perorangan melainkan ke Lembaga, sementara dalam konsepsi pemidanaan lembaga atau badan hukum tidak dapat dijadikan objek pemidanaan, sehingga ketentuan sebagaimana dimaksudkan menjadi tidak efektif dan kabur dari sisi pelaksanaan dan implementasi dalam rana penegakan hukum di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
APRIADI
2023 · Book · Open Access
Sejarah ketatanegaraan Indonesia mencatat bahwa praktik pemilihan langsung dengan calon tunggal merupakan praktik pertama kali semenjak dianutnya sistem pemilihan langsung. Sejak amandemen pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sampai sebelum saat ini, proses pemilihan umum baik dalam pemilihan presiden dan wakil presiden atau pemilihan kepala daerah selalu diikuti oleh minimal dua pasang calon. Ini tentunya mensyaratkan adanya kontestasi di antara calon dan peserta pemilihan yang harus saling berlomba mendapatkan suara pemilih. Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dengan calon tunggal, adalah hal menarik ketika praktik yang baru pertama kali dilaksanakan ini dihadapkan pada suatu lingkaran besar. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, pertama, Pengaturan Kotak Kosong Dalam Pemilihan Kepala Daerah Satu Pasangan Calon. Dan permasalahan kedua adalah Kotak Kosong Pemilihan Kepala Daerah Satu Pasangan Calon Dalam Perspektif Demokrasi. Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan Pengaturan Kotak Kosong Dalam Pemilihan Kepala Daerah Satu Pasangan Calon diatur dalam Putusan MK Nomor 100/PUU-XIII/2015, Pasal 54C ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Pasal 14 ayat (1) PKPU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Dengan Satu Pasangan Calon yang menyatakan, “Sarana yang digunakan untuk memberikan suara pada Pemilihan 1 (satu) Pasangan Calon menggunakan surat suara yang memuat 2 (dua) kolom yang terdiri atas 1 (satu) kolom yang memuat foto Pasangan Calon dan 1 (satu) kolom kosong yang tidak bergambar. Secara demokrasi pilkada calon tunggal melawan kotak kosong bertentangan dengan unsur dari demokrasi dan akan mengurangi kualitas demokrasi. karena, semangat demokrasi secara harfiah mengharapkan alternative pemimpin itu sebanyak-banyaknya.
NURHADI
2023 · Book · Open Access
Pelecehan seksual menjadi suatu masalah sosial yang sampai sekarang masih marak di temui, kejahatan ini banyak terjadi pada kalangan anak anak, remaja, hingga dewasa menggunakan media sosial atau media online, dari kalangan tersebut menggunakan media online telah membuka suatu celah untuk menjadikan diri mereka sebagai korban pelecehan seksual itu sendiri. Dari adanya kemudahan internet telah muncul beberapa media sosial seperti adanya kemunculan Instagram, Twitter Facebook, Youtube, Whatsap, dan TikTok. Bahwasannya media sosial ini menjadi ruang interaksi sosial secara virtual dengan berbagai macam kegunaannya sehingga juga dapat menciptakan ruang baru bagi seorang pelaku tindak pidana kejahatan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, pertama, Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Kejahatan Kekerasan Seksual yang dilakukan di Media Elektronik. Dan permasalahan kedua adalah Bentuk Restorasi Bagi Anak Sebagai Korban Kejahatan Kekerasan Seksual yang dilakukan di Media Elektronik. Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan Perlindungan hukum anak yang menjadi korban tindak pidana kejahatan seksual diatur dalam UU No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT, KUHP, UU No. 31 Tahun 2014 yang mengubah UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban khususnya dalam Pasal 5, Pasal 8, dan Pasal 9 dan terlebih khusus oleh UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Pasal 9, Pasal 15, Pasal 59 ayat (2) huruf J dan Pasal 76D. Hukum pidana dalam menyikapi tindak pidana pelecehan seksual dalam media sosial untuk saat ini dapat menggunakan penggabungan Pasal 281 & 289 KUHP, Pasal 9 & 35 UU Pornografi, Pasal 27 UU ITE, dan UU Perlindungan Saksi dan Korban. Bentuk Restorasi 1) pendampingan, 2) Penguatan dukungan Komunitas, 3) Restitusi, 4)Penyedian dokumen kependudukan, 5) Penyediaan Layanan Jaminan Sosial Kesehatan.
MUHAMMAD FITRA ADITYANATA
2023 · Book · Open Access
Terorisme di Indonesia kian marak terjadi. Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, pemerintah khususnya Polri mempunyai paying hukum yang kuat dalam pencegahan terorisme. Terorisme masih menjadi masalah krusial yang dihadapi banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Indeks Terorisme Global tahun 2020 menempatkan Indonesia sebagai negara paling terdampak terorisme dengan peringkat empat di Asia Pasifik dan peringkat ke-37 secara global (Institute of Economics and Peace [IEP], 2020). Aksi terorisme di Indonesia mulai mendapatkan sorotan ketika terjadi serangan Bom Bali I tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Serangan terorisme terus berlangsung sejak tragedi tersebut hingga saat ini dalam skala yang lebih kecil dengan pelaku perorangan maupun kelompok. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, pertama, Bentuk pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018. Dan permasalahan kedua adalah Pelaksanaan deradikalisasi untuk eks narapidana terorisme. Dalam penelitan ini tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018 yang dilakukan yaitu deradikalisasi. Meskipun telah dilaksanakan sebelum UU No. 5 Tahun 2018 berlaku, program ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena tidak ada payung hukum yang kuat dan Kementerian/Lembaga pelaksana belum dapat melakukan secara integratif dan koordinatif dalam penanggulangan terorisme. Oleh karena itu, BNPT dan Kementerian/Lembaga terkait harus menyusun grand strategy nasional deradikalisasi strategi dan target untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka Panjang.
ALEXIUS BRAHMA TARIGAN
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Korupsi di Indonesia terjadi secara sistematik dan meluas sehingga tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga telah melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, maka pemberantasan korupsi perlu dilakukan dengan cara luar biasa. Korupsi bukan barang baru di Indonesia. Sejak zaman VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) sampai bubarnya VOC karena korupsi, korupsi sudah lama dikenal. Upeti di zaman kerajaan dimasa lalu adalah salah satu bentuk korupsi. Korupsi merupakan budaya peninggalan masa lalu ini merupakan suatu budaya yang sulit diubah karena melekat pada diri manusia itu sendiri yang merupakan moralitas atau akhlak. Untuk mengubah itu semua perlu dicari sebab-sebab dan bagaimana untuk mengatasinya. Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, pertama, Peran Kejaksaan Dalam Pengembalian Keuangan Negara Akibat Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Negeri Bulungan. Dan permasalahan kedua adalah Kendala Kejaksaan dalam mengoptimalkan perannya dalam pengembalian kerugian keuangan negara akibat Tindak Pidana KorupsI. Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran kejaksaan dalam upaya pengembalian kerugian keuangan negara dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 adalah sebagai penyidik, penuntut, dan juga eksekutor dalam perkara tindak pidana. Eksekutor yang dimaksud adalah sebagai pelaksana putusan pengadilan. Kendala 1) Minimnya saksi-saksi, 2) Keterbatasan sarana dan prasarana, 3) Proses audit investigative/penghitungan kerugian Negara oleh pejabat yang berwenang relative lama, 4) Penerapan dakwaan subsidairitas terhadap Pasal 2 ayat, 5) Penerapan dakwaan subsidairitas terhadap Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi cenderung kurang tepat. 6) Adanya perlawanan dari pelaku tindak pidana korupsi melalui upaya peradilan berkaitan dengan penetapan status sebagai tersangka.
RAMDHANY SANDY WIRASURYA
2023 · Book · Open Access
Aksi terorisme dalam beberapa tahun belakangan ini telah berkembang sangat menghawatirkan dalam dimana aksi kejahatan ini dapat merusak sistem perekonomian, integritas negara, dan merenggut banyak korban jiwa umumnya rakyat sipil yang tidak berdosa, maka diperlukan upaya serius untuk memberantas tindak kejahatan ini. Detasemen Khusus atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia yang bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen, pencegahan, investigasi, penindakan dan bantuan operasional dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana terorisme. Berkaitan dengan HAM, instrument HAM internasional sudah memberikan landasan tentang hak asasi tersangka seperti yang dirumuskan dalam DUHAM, ICCPR. Ketentuan ini mengikat bagi setiap negara yang meratifikasi dan memberikan kewajiban untuk menjamin hak-hak tersebut. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, pertama, Tindakan Hukum Densus 88 Dalam Mengatasi Terorisme Dalam Perspektif Ham (Human Rights) di Indonesia. Dan permasalahan kedua adalah Kendala Densus 88 Dalam Mengangani Terorisme Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia (Human Rights). Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan penanganan terorisme oleh Densus 88 harus memperhatikan hak-hak yang dimiliki oleh tersangka pelaku tindak pidana terorisme. Terutama hak-hak tersangka yang tidak bisa ditangguhkan dalam kondisi apapun atau dikenal dengan Non Derogble Right (hak-hak yang tercakup dalam hak sipil dan politik yang bersifat absolut yang tidak boleh dikurangi pemenuhannya oleh negara dalam keadaan apapun). Kendala 1) lemahnya koordinasi antar kelembagaan yang berwenang dibidang pemberantasan terorisme; 2) tidak terdapat ketegasan bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebagai leading sektor perlindungan korban sejak detik pertama peristiwa terjadi. Karena faktanya, kepolisian yang pegang “kendali”. 3) kepolisian belum /tidak menetapkan radius wilayah terdampak ledakan bom dalam rangka agar pemenuhan hak korban tepat sasaran.
ALFIN SINTO NUGROHO
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS YURIDIS PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM UNDANG-UNDANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (STUDY KASUS PUTUSAN NOMOR 1260/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Pst) ALFIN SINTO NUGROHO Pencucian uang dewasa ini sudah merambah berbagai aspek dan berkembang sejalan dengan berkembangnya teknologi. Para pelaku pencucian uang memanfaatkan teknologi sebagai alat dan penyedia jasa keuangan/perbankan sebagai wadah untuk melakukan tindakan pencucian uang. Kejahatan kerah putih atau yang biasa dikenal sebagai white collar crime dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mulai dari manual hingga extra sophisticated atau super canggih yang memasuki dunia maya (cyberspace) sehingga kejahatan kerah putih dalam pencucian uang disebut dengan cyber laundering merupakan bagian dari cybercrime yang didukung oleh pengetahuan tentang bank, bisnis, dan electronic banking yang cukup. Pokok permasalahan ini yaitu Bagaimana pembuktian terbalik yang dibebankan terdakwa pada kasus tindak pidana pencucian uang? Dan Bagaimana pembuktian terbalik dalam kasus tindak pidana pencucian uang berdasarkan putusan nomor 1260/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Pst?. Penelitian ini menggunakan penelitian Normatif. Hasil dari penelitian ini adalah Pembuktian terbalik dalam Undang-Undang PP TPPU diterapkan terhadap harta kekayaan terdakwa. Jaksa Penuntut Umum tetap berkewajiban untuk membuktikan bahwa harta kekayaan terdakwa berasal dari tindak pidana, namun konsep pembuktian terbalik yang diatur dalam Pasal 77 dan Pasal 78 yang diterapkan baik untuk tindak pidana pencucian uang aktif (Pasal 3 dan Pasal 4) dan tindak pidana pencucian uang pasif (Pasal 5) tidak dijelaskan secara jelas dan tegas dalam Undang-Undang PP TPPU, sehingga menimbulkan ketidak jelasan dalam pelaksanaannya. Akibat hukum terhadap harta kekayaan terdakwa dalam pembuktian terbalik perkara pencucian uang yaitu apabila terdakwa berhasil membuktikan bahwa harta tersebut bukan berasal dari tindak pidana maka harta kekayaan tersebut tetap dalam penguasaan terdakwa dan ahli warisnya. Namun jika terdakwa tidak mampu membuktikan bahwa harta tersebut bukan berasal dari tindak pidana maka harta kekayaan tersebut dalam putusan hakim akan dirampas untuk negara.
RAKHMAD DWI NANTO
2023 · Book · Open Access
Masalah overcapacity Lembaga Pemasyarakatan menjadi isu penting di berbagai negara termasuk Indonesia. Dampak overcapaisty ini bahkan sering menimbulkan korban jiwa akibat kerusuhan dan kebakaran Lembaga Pemasyarakatan. Perkembangan jenis pidana juga berdampak pada kebijakan dalam rangka menemukan model dan metode pemidanaan yang tepat bagi para pelaku tindak pidana dan juga masyarakat. Beberapa kebijakan yang berkembang di berbagai negara adalah pencarian alternatif sanksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep penerapan sanksi non-penal di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum, berlandaskan pada norma dan asas hukum. Untuk menganalisis permasalahan, penelitian ini menggunakan 4 (empat) pendekatan melalui penalaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai negara di dunia telah meminimalisir pemidanaan berupa pengekangan terhadap badan, begitu pula Indonesia. Akan tetapi, jenis sanksi non-penal tidak dapat diterapkan untuk semua jenis tindak pidana. Kebijakan hukum pidana di Indonesia juga sudah mengakomodir keberadaan sanksi non-penal yang tersebar di berbagai peraturan perundang-undangan, akan tetapi fakta empiris terlihat bahwa instrument hukum belum sepenuhnya memahami pentingnya non-penal, sehingga masih terjadi putusan hakim khususnya perkara penyalahguna narkotika dan perkara anak yang masih berorientasi pada sanksi penjara padahal amanat undang-undang jelas memberi legitimasi keberadaan sanksi non-penal seperti kerja sosial dan rehabilitasi baik medis maupun sosial.
MARNI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi dan kepuasan mahasiswa Pendidikan Biologi berdasarkan peminatan mata kuliah pilihan. Jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu mahasiswa Pendidikan Biologi (120 mahasiswa). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung kepada mahasiswa. Data dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa dalam memilih mata kuliah pilihan ditinjau dari aspek intrinsik yaitu dari motivasi kepribadian 102 informan, motivasi prestasi 113 informan dan motivasi kesenangan 101 informan, sedangkan ditinjau dari aspek ekstrinsik yaitu dari metode pembelajaran 87 informan dan motivasi sosial 12 informan. Kepuasan mahasiswa dalam menempuh mata kuliah pilihan yaitu dari aspek kualitas pengajaran dalam perkuliahan sesuai dengan harapan mahasiswa, apabila mahasiswa merasa puas dengan kualitas pengajaran dalam perkuliahan, maka hal tersebut berpengaruh pula pada prestasi belajar mahasiswa. Interaksi dalam pembelajaran mata kuliah pilihan sangat baik, baik interaksi mahasiswa dengan dosen maupun mahasiswa dengan mahasiswa. Metode pembelajaran yang digunakan dosen saat perkuliahan mata kuliah pilihan secara online sesuai dengan materi yang diajarkan saat proses pembelajaran mata kuliah pilihan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari aspek intrinsik mahasiswa mengatakan termotivasi dari motivasi kepribadian, motivasi prestasi dan motivasi kesenangan, yang memotivasi mahasiswa dalam memilih mata kuliah pilihan paling dominan yaitu motivasi prestasi sedangkan dari aspek ekstrinsik mahasiswa mengatakan termotivasi dari metode pembelajaran dan motivasi sosial, yang memotivasi mahasiswa dalam memilih mata kuliah pilihan paling dominan yaitu metode pembelajaran. Berdasarkan 3 aspek kepuasan mahasiswa Pendidikan Biologi mahasiswa mengatakan merasa puas. Aspek kepuasan paling dominan yaitu kualitas pengajaran dalam perkuliahan dan interaksi dalam pembelajaran.
MUHAMMAD RENALDY ZAI
2023 · Book · Open Access
DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI 032 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan numerasi adalah keterampilan memahami dan menerapkan bilangan serta keterampilan mengaplikasikan operasi hitung matematika yang harus dimiliki setiap individu sebagai penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV B di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu, kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi dan dikonfirmasi melalui wawancara. Pada penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 23 siswa mengerjakan tes kamampuan numerasi dan hasil pengerjaan dikelompokkan berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Peneliti mengambil subjek penelitian sebanyak 6 orang sebagai perwakilan setiap kategori kemampuan matematika untuk diwawancarai. Adapun hasil penelitian, (1) indikator menggunakan berbagai macam angka atau simbol terkait dengan matematika dasar ditemukan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang berhasil menyelasikan permasalahan pada soal. Pada subjek kemampuan sedang lainnya mampu memperoleh jawaban, namun jawaban tersebut kurang tepat. Subjek kemampuan rendah belum mampu dalam menyelesaikan permasalahan pada soal; (2) indikator menganalisis informasi yang ditampilkan berbagai bentuk (grafik, bagan, tabel, dll) ditemukan subjek kemampuan tinggi mampu menuliskan 3 informasi dengan tepat. Pada subjek kemampuan tinggi lainnya dan salah satu kemampuan sedang hanya mampu menuliskan 1 informasi dikarenakan kedua subjek kurang teliti dalam membaca grafik. Subjek kemampuan sedang lainnya dan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam membaca grafik; dan (3) indikator menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang sudah mampu menafsirkan hasil analisisnya untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Sedangkan subjek kemampuan sedang lainnya mampu menggunakan operasi hitung, namun belum mampu dalam membuat keputusan. Selain itu pada subjek kemampuan rendah hanya mampu mengambil keputusan tanpa disertakan alasan-alasan. Kata Kunci: Kemampuan Numerasi, Kemampuan Matematika, Kelas IV B SDN 032 Tarakan
ST PATIMA
2023 · Book · Open Access
BAN-S/M telah menetapkan kebijakan di tahun 2019 terkait perangkat akreditasi baru atau disebut dengan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP-2020). Pelaksanaan akreditasi dapat ditinjau dari dua hal, yaitu review pemenuhan administrasi (compliance) dan Kedua terkait kinerja satuan pendidikan (performance). (IASP-2020) tetap mengacu kepada 8 Standar Nasional Pendidikan, namun butir instrument (IASP-2020) telah diramu menjadi 4 komponen utama yaitu mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, serta manajemen sekolah/madrasah. Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah bahwa tahun 2016, SDN 013 Kota Tarakan terakreditasi B dengan total nilai 72 dan nilai yang paling rendah terdapat pada standar proses. Tahun 2021, SDN 013 Kota Tarakan melakukan perpanjangan status terakreditasi B dengan total nilai 81. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kendala dalam peningkatan mutu tata kelola administrasi untuk pencapaian standar akreditasi di SD Negeri 013 Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek yang digunakan adalah Kepala Sekolah, Kepala Staf Tata Usaha, Guru Kelas III-A, dan Guru Kelas VI-C. Analisis data dilakukan melalui redukasi data, sajian data, lalu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh SD Negeri 013 Kota Tarakan ialah minimnya pemahaman guru terkait mutu tata kelola administrasi yang berdasarkan IASP-2020, minimnya kompetensi, dan motivasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
ARMAYANA
2023 · Book · Open Access
Pandemi covid-19 memberikan dampak pada dunia pendidikan, sehingga mengharuskan proses pembelajaran secara teori maupun praktikum dilakukan di rumah secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap kreativitas dosen Jurusan Pendidikan Biologi dalam melaksanakan praktikum di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi angkatan 2018 dan 2019. Penentuan sampel menggunakan teknik proportional sampling yaitu sebanyak 102 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data bahwa kreativitas dosen pendidikan biologi mencapai 78,5% yang tergolong dalam kategori sangat kreatif dengan rata-rata skor tiap indikator yaitu : Berpikir Lancar (fluency) sebesar 81%, Berpikir Luwes (flexibility) sebesar 83%, Berpikir Terperinci (elaboration) sebesar 77%, dan Berpikir Orisinal (originality) sebesar 73%.
MALIK IMAM MUHAJIRIN
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI). Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari 4 alur atau tahapan, yaitu: (a) planning (perencanaan), (b) action (tindakan), (c) observation (pengamatan), (d) reflection (refleksi). Penelitian ini menggunakan media berbasis game (Gamifikasi) berbentuk aplikasi Quizizz. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 14 siswa pada kelas VII di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI). Data dari penelitian ini diperoleh melalui latihan soal, kuesioner, dan dokumentasi. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada kelas VII di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI). Hal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan nilai rata-rata 75,71 meningkat pada siklus II 88,21. Pada siklus II dari 14 siswa yang mengikuti pembelajaran, keseluruhan siswa memperoleh nilai diatas KKM sehingga peneliti mengakhiri penelitian pada siklus II, dikarenakan telah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dengan mencapai 88,21% dari 85% target pencapaian ketuntasan dari keseluruhan siswa yang mengikuti pembelajan untuk kelas VII di MTs Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI).
DAMUS
2023 · Book · Open Access
MAKNA SIMBOL AKAD ANGGULUNG (PERNIKAHAN) ADAT SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SEDONGON KECAMATAN LUMBIS (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK DAMUS, 2023, Makna simbol akad Anggulung (pernikahan) adat suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Dosen pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A Pembimbing anggota Muhammad Ilham, S.S., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbol Akad Anggulung (Pernikahan) Adat Suku Dayak Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis (Kajian Semiotik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol pernikahan Adat Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah pernikahan Adat Suku Agabag di Desa Sedongon Kecamatan Lumbis. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 39 data yang ditemukan dan dianalisis Benda-benda, makanan dan tindakan tersebut pastinya memiliki makna pada setiap simbol. Setelah data disajikan peneliti kemudian melakukan analisis terhadap tiap- tiap data menggunaka teori Charles Sanders pierce segitiga makna. Kata Kunci: Simbol, Anggulung, Dayak Agabag, Semiotik.