Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 17 dari 342

DETERMINAN KEPUASAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN

DINI AMINARTI
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK DETERMINAN KEPUASAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA, KOTA TARAKAN Dini Aminarti Asih Kusuma Wijayanti, S.E., M.Sc Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana kualitas pelayanan dan produk berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan produk dan layanan yang berkualitas sebagai upaya meningkatkan kepuasan pelanggan pada perusahaan penyedia air bersih. Terpenuhinya ekspektasi pengguna merupakan konfirmasi nyata atas keberhasilan PDAM dalam mengimplementasikan standardisasi pelayanan. Melalui pendekatan kuantitatif data dikumpulkan secara langsung dari para pelanggan PDAM menggunakan instrumen kuesioner. Sebanyak 351 responden dipilih sebagai sampel dalam kajian ini. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Temuan studi mengindikasikan bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh mutu produk. Hal yang sama juga ditemukan pada variabel kualitas pelayanan, yang menunjukkan kontribusi searah dan bermakna terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, kedua variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas produk dan kualitas pelayanan berperan penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, PDAM diharapkan terus melakukan perbaikan terhadap mutu produk serta kualitas pelayanan agar tingkat kepuasan pelanggan dapat dipertahankan dan semakin meningkat pada masa mendatang.

Struktur Komunitas Bentos Dalam Zona Api-Api (Avicennia sp.)di Pulau Tibi Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

CINDALILA INDA SARI
2026 · Book · Open Access

Vegetasi mangrove terdiri dari berbagai genus, salah satunya adalah Api-api (Avicennia sp.), yang umumnya mendominasi zona terdepan mangrove dan berhadapan langsung dengan laut. Api-api dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem, seperti fluktuasi pasang surut, salinitas tinggi, dan substrat berlumpur. Keberadaan akar napas (pneumatophore) pada Api-api berfungsi untuk meningkatkan aerasi sedimen, menstabilkan substrat, serta meningkatkan akumulasi bahan organik. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang sesuai bagi kehidupan berbagai organisme dasar perairan. Serasah daun dan material organik yang dihasilkan oleh mangrove merupakan sumber energi utama dalam ekosistem mangrove. Bahan organik ini akan terdekomposisi dan dimanfaatkan oleh organisme bentos sebagai sumber makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrobentos berdasarkan nilai indeks ekologi yang meliputi Indeks Keanekaragaman (H'), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil pengamatan menunjukkan nilai-nilai indeks ekologi berturut-turut H’ =0,72; R = 0,67; E = 0,93 dan D = 0,21. Nilai INP untuk setiap jenis makrobentos penyusun komunitas, yaitu Telescopium sp., Urosalpinx sp., Nerita sp., Polymesoda sp. dan Sesarma sp. berturut-turut adalah 80,7 %; 45,7%; 27,1%; 68,2%; 35,2% dan 43,2%. Nilai-nilai indeks ekologi menunjukkan bahwa ada tekanan lingkungan terhadap komunitas, karena dipengaruhi oleh aktivitas budidaya perikanan yang menggunakan bahan kimia, sehingga hanya jenis makrobentos yang memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan yang mampu bertahan hidup. Telescopium sp. berperan sebagai jenis sub-dominan yang mencerminkan keseimbangan ekologis dan adaptasi fisiologis tinggi terhadap tekanan kimiawi dari aktivitas tambak, sementara jenis lain terbatas pada peran minor akibat sensitivitas lingkungan.

Analisis Yuridis Putusan Peninjauan Kembali Nomor 815 PK/PDT/2024 dalam Jual Beli Emas Batangan antara Budi Said dan PT Aneka Tambang

DAFNI QORITARTILLAH
2026 · Book · Open Access

Transaksi jual berli merupakan salah satu bentuk hubungan perdata yang harus memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun dalam praktiknya, tidak jarang terjadi sengketa hukum yang timbul baik akibat perbuatan melawan hukum maupun wanprestasi sebagai bentuk pelanggaran terhadap perjanjian. Salah satu kasus yang berkenaan dengan pelanggaran dalam perjanjian jual beli adalah kasus jual beli emas batangan antara Budi Said dengan PT Aneka Tambang Tbk yang berujung pada Putusan Peninjauan Kembali Nomor 815 PK/Pdt/2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam menjatuhkan putusan peninjauan kembali tersebut beserta menganalisis status keabsahan perjanjian jual beli emas batangan antara Budi Said dengan PT Aneka Tambang Tbk setelah putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap tersebut dijatuhkan. Penelitian dilakukan secara normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Sumber data yang digunakan adalah bahan sekunder yang terdiri atas peraturan perundang-undangan terkait, putusan pengadilan, dan berbagai sumber literatur lainnya. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan menggunakan metode studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Mahkamah Agung dalam menerima permohonan peninjauan kembali sekaligus membebaskan PT Aneka Tambang Tbk dari adanya kewajiban menyerahkan 1.136 kg emas kepada Budi Said adalah terdapat pertentangan antara putusan perkara perdata dengan putusan pidana yang berkaitan dengan perbuatan penipuan oleh pihak tertentu. Kemudian status keabsahan perjanjian jual beli emas batangan antara Budi Said dan PT Aneka Tambang Tbk adalah tidak sah dan dianggap batal demi hukum karena tidak memenuhi unsur adanya kesepakatan dan sebab yang tidak halal sehingga perjanjian jual beli emas batangan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Perlindungan Hukum Hak Waris Anak Dari Perkawinan yang Tidak Dicatatkan dalam Perspektif Hukum Indonesia

SABRINA USWATUN HASANAH
2026 · Book · Open Access

PERLINDUNGAN HUKUM HAK WARIS ANAK DARI PERKAWINAN YANG TIDAK DICATATKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak waris anak luar kawin yang menimbulkan persoalan hukum serius terhadap status dan hak keperdataan anak yang dilahirkan, terutama terkait hak waris atas harta peninggalan ayah biologisnya. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 memperluas hubungan perdata anak dengan ayah biologis sepanjang dapat dibuktikan secara ilmiah, misalnya melalui tes DNA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dianalisis secara kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 membuka peluang bagi anak luar kawin untuk memperoleh hak waris melalui pembuktian hubungan nasab secara ilmiah, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala akibat perbedaan penafsiran aparat penegak hukum serta pluralisme hukum antara KUHPerdata, Hukum Islam, dan hukum adat yang masing-masing memiliki syarat berbeda dalam pengakuan hak waris anak luar kawin. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, pedoman penerapan yang seragam dari Mahkamah Agung, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan dan itsbat nikah guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang menyeluruh bagi hak waris anak dari perkawinan yang tidak dicatatkan.

Kepastian Hukum Prinsip First to File dalam Perlindungan Hak Atas Merek di Indonesia

ANDI DIAN ROSDIANA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini menganalisis pengaturan prinsip first to file dalam perlindungan hak atas merek di Indonesia serta batas penerapannya dalam hubungannya dengan itikad tidak baik dan perlindungan merek terkenal. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum berupa peraturan perundang-undangan, perjanjian internasional, dan doktrin dianalisis secara kualitatif melalui interpretasi gramatikal dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip first to file beroperasi dalam sistem pendaftaran konstitutif, hak lahir setelah merek terdaftar, sedangkan sertifikat menjadi bukti kepemilikan yang kuat. Prioritas pengajuan tidak otomatis menghasilkan hak karena permohonan harus memenuhi syarat formal dan substantif. Perlindungan pendaftar pertama dan terdaftar dibatasi melalui empat tahap, yaitu prioritas dan keabsahan formal; kelayakan absolut; kelayakan relatif, itikad tidak baik dan merek terkenal; serta mekanisme koreksi administratif dan penegakan hukum sesuai objek sengketanya. Sertifikat tidak bersifat kebal terhadap koreksi yang mana sertifikat masih bisa dibatalkan, diubah, ataupun diperbaiki ketika pendaftaran terbukti meniru, membonceng reputasi, atau bertentangan dengan hak pihak lain. Dengan demikian, kepastian hukum first to file bukan kepastian administratif yang mutlak, melainkan kepastian bersyarat yang memadukan keterdugaan, keabsahan perolehan hak, dan keadilan substantif. Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) perlu memperkuat pemeriksaan substantif melalui penelusuran silang, pedoman indikator itikad tidak baik, dan dokumentasi alasan keputusan.

Evaluasi Keramahan Lingkungan Perikanan Jaring Hanyut (Drift Gillnet) Pada Fishing Base Selumit Pantai, Tarakan.

PUTRI HAERANAH
2026 · Book · Open Access

Keberlanjutan sumber daya ikan dipengaruhi oleh proses dan tingkat pemanfaatan alat tangkap, sehingga penggunaan alat yang memenuhi prinsip ramah lingkungan menjadi upaya penting dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan sebagaimana ditegaskan FAO (1995) dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keramahan lingkungan jaring hanyut yang digunakan nelayan di Fishing Base Selumit Pantai, Kota Tarakan, berdasarkan sembilan kriteria CCRF, yaitu selektivitas, dampak habitat, kualitas hasil tangkapan, keselamatan nelayan, keamanan produk, tangkapan sampingan, dampak biodiversitas, spesies dilindungi, dan penerimaan sosial. Penelitian menggunakan observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling, dianalisis melalui sistem skoring serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengelolaan alat tangkap. Hasil menunjukkan jaring hanyut memiliki selektivitas sedang, tidak merusak habitat secara signifikan, menghasilkan ikan bermutu baik, serta aman bagi nelayan dan konsumen, meski masih terdapat tangkapan sampingan non-target yang sejalan dengan prinsip FAO (1995). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada keamanan dan penerimaan sosial yang tinggi, kelemahan pada rendahnya selektivitas dan potensi tertangkapnya spesies dilindungi, peluang pada modifikasi mata jaring dan pemanfaatan bycatch, serta ancaman dari tingginya keanekaragaman hayati perairan tropis, sehingga jaring hanyut tergolong ramah lingkungan namun tetap memerlukan peningkatan pengawasan.

Pengaruh Konsentrasi Pengikat Silang Asam Sitrat Terhadap Swelling Ratio Hidrogel Berbasis α-Selulosa Dari Pelepah Nipah (Nypa Fruticans)

OKI SUHERMAN
2026 · Book · Open Access

Hidrogel merupakan material polimer tiga dimensi yang mampu menyerap dan mempertahankan air dalam jumlah besar. Sintesis hidrogel berbasis α-selulosa memerlukan agen pengikat silang, salah satunya asam sitrat yang bersifat aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi asam sitrat sebagai pengikat silang terhadap swelling ratio hidrogel berbasis α-selulosa dari pelepah nipah (Nypa fruticans). α-Selulosa diisolasi melalui delignifikasi menggunakan NaOH 10% dan pemutihan menggunakan H₂O₂ 30%, kemudian disintesis menjadi hidrogel dengan penambahan CMC menggunakan variasi konsentrasi pengikat silang asam sitrat sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% (b/v). Identifikasi gugus fungsi α-selulosa menggunakan FTIR dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan kemampuan penyerapan air dievaluasi melalui uji swelling ratio dan dianalisis menggunakan One-Way ANOVA. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan khas selulosa pada α-selulosa pelepah nipah, serta ketiadaan pita karbonil dan aromatik yang mengindikasikan keberhasilan proses isolasi α-selulosa. Hasil uji swelling ratio menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kemampuan penyerapan air hidrogel (sig. 0,05), dengan nilai tertinggi diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 20%, yaitu sebesar 592,66%. Dengan demikian, asam sitrat 20% merupakan konsentrasi pengikat silang terbaik untuk menghasilkan hidrogel berbasis α-selulosa pelepah nipah.

Analisis Fluktuasi dan Trend Harga Komoditas Telur Ayam Ras Liat Daerah di Kota Tarakan Kalimantan Utara

PUTRI GITA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi harga, menganalisis kecenderungan trend harga, serta melakukan peramalan (forecasting) harga komoditas telur ayam ras di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data time series harga telur ayam ras bulanan selama periode Januari 2020 hingga Desember 2025 yang diperoleh dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Tarakan. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif untuk menggambarkan fluktuasi harga, metode Least Square (regresi linier sederhana) untuk mengidentifikasi arah trend harga, serta analisis forecasting guna memperkirakan perkembangan harga pada periode 2026–2030. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga telur ayam ras di Kota Tarakan mengalami perubahan yang berfluktuasi sepanjang periode pengamatan sebagai akibat dinamika permintaan, penawaran, dan distribusi. Persamaan trend yang diperoleh adalah Y = 51.481,00 + 2.102,80X, yang mengindikasikan adanya kecenderungan kenaikan harga rata-rata sebesar Rp2.102,80/piring setiap tahun. Berdasarkan hasil forecasting, harga telur ayam ras diproyeksikan terus mengalami peningkatan, dari Rp66.197,60/piring pada tahun 2026 menjadi Rp74.608,80/piring pada tahun 2030. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga telur ayam ras di Kota Tarakan memiliki kecenderungan meningkat pada lima tahun mendatang, sehingga dapat menjadi sumber informasi bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyusun strategi untuk mengantisipasi perubahan harga. Kata Kunci: Fluktuasi Harga, Trend, forecasting, Least Square, Telur Ayam Ras, Kota Tarakan. Mengetahui Dr.Etty Wahyuni,S.Hut.,MP

Persepsi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

SINTA YUYUNARA
2026 · Book · Open Access

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), menganalisis persepsi anggota terhadap Program P2L, serta menganalisis dampak program di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 24 anggota KWT sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT didominasi oleh usia produktif, berpendidikan SMA, dan telah mengikuti Program P2L selama 4–5 tahun. Persepsi anggota terhadap Program P2L cenderung positif karena program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih optimal. Meskipun terdapat kendala seperti serangan hama, keterbatasan sarana produksi, keterbatasan waktu, dan kondisi cuaca, anggota tetap mendukung keberlanjutan program. Program P2L juga memberikan dampak positif berupa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta potensi tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan demikian, Program P2L berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan anggota KWT.

PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

MARJULIANI NUR
2026 · Book · Open Access

"PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran gender dalam rumah tangga petani cabai rawit, menganalisis peran gender dalam proses pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi dan menganalisis bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran dan akses terhadap sumber daya di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 30 informan yang terdiri atas 15 pasangan suami istri petani cabai rawit. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan bantuan NVivo 12 Pro untuk mengorganisasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama terlibat dalam kegiatan usahatani cabai rawit, tetapi terdapat perbedaan dalam pembagian pekerjaan. Laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti pengolahan lahan, pemupukan, dan penyemprotan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam pembibitan, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemetikan, pengemasan, dan pemasaran. Dalam pengambilan keputusan, 9 rumah tangga (60%) didominasi suami, 5 rumah tangga (33,3%) dilakukan secara bersama, dan 1 rumah tangga (6,7%) didominasi istri. Ketidaksetaraan gender terlihat pada akses terhadap lahan, modal, pelatihan, dan informasi. Akses lahan, pelatihan, dan informasi lebih banyak berada pada suami, sedangkan akses modal bervariasi antara suami, istri, dan bersama. Selain itu, terdapat norma budaya yang memandang perempuan sebagai pihak yang membantu serta belum meratanya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan dalam usahatani.

BIOENKAPSULASI Artemia salina DENGAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) MELALUI UJI IN-VIVO DENGAN Vibrio parahaemolyticus

SUKARDI
2026 · Book · Open Access

Fase larva rentan mengalami mortalitas tinggi akibat infeksi V. parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bioenkapsulasi Artemia salina menggunakan ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii, vitamin C, dan kombinasi terhadap performa larva udang windu Pascauji tantang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak rumput laut 300 ppm, vitamin C 50 ppm, serta kombinasi ekstrak rumput laut 300 ppm dan vitamin C 50 ppm. Larva PL-12 dipelihara selama 15 hari dan diuji tantang dengan V. parahaemolyticus CFU/ml, kecuali kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, gejala klinis, kualitas air, dan kelangsungan hidup. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 2,0706 ± 0,224 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,87 ± 0,16 mm, dan kelangsungan hidup 88,33 ± 2,89%. Gejala klinis pada perlakuan kombinasi lebih ringan dibandingkan dengan kontrol positif. Parameter kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bioenkapsulasi Artemia salina dengan kombinasi ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii 300 ppm dan vitamin C 50 ppm efektif meningkatkan performa larva udang windu melalui peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.

Peran Dinas Sosial Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Bantuan Sosial Di Kota Tarakan

DELSA NOVITA
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PERAN DINAS SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MELALUI BANTUAN SOSIAL DI KOTA TARAKAN Delsa Novita Charitin Devi, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program bantuan sosial di Kota Tarakan. Program yang menjadi fokus penelitian meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang merupakan penerima manfaat bantuan sosial. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan rumus persentase dan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap indikator kesejahteraan yang mencakup aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial Kota Tarakan dalam pelaksanaan program bantuan sosial berada pada kategori baik. Program PKH berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, Program Sembako membantu pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, sedangkan program ATENSI memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia. Namun demikian, pelaksanaan program bantuan sosial masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta kondisi geografis wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem pendataan dan evaluasi program agar penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: Dinas Sosial, Bantuan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat, PKH, Sembako, ATENSI

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

HAFID
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

Kajian faktor pembatas produksi sawit berdasarkan tingkat kualitas lahan pada lokus Sei Menggaris dan Sebatik

GUNAWAN
2026 · Book · Open Access

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, Kondisi lahan dapat menjadi faktor pembatas yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kalapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas lahan serta mengidentifikasi faktor pembatas produksi kelapa sawit pada lokus Sei Menggaris dan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Landasan penelitian mengacu pada konsep evaluasi kualitas dan kesesuaian lahan berdasarkan FAO serta metode matching dengan prinsip simple limitation, yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 menggunakan metode survei. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, penentuan titik pengamatan, pengukuran karakteristik fisik lahan, pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0–60 cm, pengumpulan data iklim, serta analisis sifat kimia tanah di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada lima unit lahan, terdiri atas dua unit di Sebatik dan tiga unit di Sei Menggaris, dengan empat sampel tanah pada setiap titik pengamatan yang dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim wilayah penelitian tergolong sesuai bagi pertumbuhan kelapa sawit, dengan rata-rata curah hujan 2.419 mm tahun⁻¹ dan rata-rata bulan kering 0,4 bulan. Karakteristik fisik lahan secara umum berada pada kelas sesuai, dengan tekstur agak halus hingga halus, kedalaman tanah 105–115 cm, serta kondisi lereng, drainase, erosi, genangan, batuan permukaan, dan singkapan batuan yang tidak menjadi faktor pembatas. Sifat kimia tanah menunjukkan pH H₂O 5,58–6,06, N-total 0,08–0,18%, P tersedia 5,80-8,22 ppm, K tersedia 5,29–9,63 ppm, dan C-organik 0,74–1,17%. Hasil evaluasi menunjukkan Sebatik 1, Sebatik 2, dan Sei Menggaris 2 termasuk kelas S1 (sangat sesuai), sedangkan Sei Menggaris 1 dan Sei Menggaris 3 termasuk S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas utama berupa rendahnya C-organik. Produktivitas Sebatik mencapai 1.690 kg ha⁻¹, lebih tinggi dibandingkan Sei Menggaris sebesar 1.305 kg ha⁻¹. Dengan demikian, peningkatan bahan organik dan pemupukan berimbang diperlukan untuk memperbaiki kualitas lahan dan mendukung peningkatan produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KALIMANTAN UTARA KELAS IV-B SDN 006 TARAKAN

FADILLAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara berdasarkan hasil validasi ahli serta mengetahui tingkat kemenarikan media berdasarkan respon siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran diorama tiga dimensi tipe terbuka yang menyajikan keragaman budaya Kalimantan Utara, meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian tradisional, dan makanan khas dari Suku Tidung, Suku Dayak, dan Suku Bulungan, serta dilengkapi dengan buku pendamping. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan angket respon siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran diorama memperoleh persentase kelayakan sebesar 95,71% dari ahli media, 100% dari ahli materi, dan 100% dari ahli bahasa, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase respon siswa sebesar 87,67%, sedangkan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase kemenarikan sebesar 92,21% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba kepada siswa, media pembelajaran diorama berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS pada materi Keragaman Budaya Indonesia kelas IV-B SDN 006 Tarakan.

Tinjauan Jual Beli Tanah Bersertifikat Tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

ELI DERVIA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pertimbangan hukum hakim terhadap jual beli tanah bersertifikat tanpa Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Putusan Nomor 412/Pdt.G/2021/PN Mks dan Putusan Nomor 135/Pdt.G/2021/PN Pbr serta menganalisis Putusan Pengadilan sebagai penguat peralihan hak atas tanah berdasarkan jual beli tanpa akta PPAT. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan nonhukum yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua putusan pada dasarnya sama-sama mengakui keabsahan jual beli tanah tanpa akta PPAT sepanjang dapat dibuktikan secara sah dan pembeli bertindak dengan itikad baik. Perbedaannya terletak pada fokus pertimbangan hakim. Putusan Nomor 412/Pdt.G/2021/PN Mks lebih menekankan pada pembuktian hubungan hukum jual beli antara para pihak, sedangkan Putusan Nomor 135/Pdt.G/2021/PN Pbr tidak hanya mengakui keabsahan jual beli, tetapi juga memberikan kepastian hukum terhadap peralihan hak dan proses balik nama sertifikat. Selain itu, putusan pengadilan dalam perkara jual beli tanah tanpa akta PPAT tidak dimaksudkan untuk menggantikan kedudukan akta PPAT sebagaimana diatur dalam Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Dalam keadaan tertentu ketika prosedur pembuatan akta PPAT tidak dapat dilaksanakan, putusan pengadilan dapat berfungsi sebagai penguat peralihan hak atas tanah dan memberikan perlindungan serta kepastian hukum bagi pembeli yang beritikad baik.

DETEKSI BAKTERI Salmonella sp., Escherichia Coli dan PENGUJIAN ALT (Angka Lempeng Total) PADA SOTONG (Sepia sp.) dan CUMI-CUMI (Loligo sp.) YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA TARAKAN

ELSIANA CONDO YUSUF
2026 · Book · Open Access

Sotong (Sepia sp.) dan Cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan komoditas hasil perikanan yang bernilai ekonomi tinggi serta sangat diminati masyarakat Kota Tarakan, namun risiko kontaminasi mikrobiologis dapat meningkat akibat kondisi sanitasi dan penanganan pascapanen di pasar tradisional yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi serta menganalisis tingkat cemaran mikrobiologis yang meliputi Angka Lempeng Total (ALT), keberadaan bakteri Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada sotong dan cumi-cumi yang dipasarkan di Pasar Tenguyun, Pasar Beringin, dan Pasar Guser Kota Tarakan, serta mengevaluasi kesesuainnya berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 7388:2009 dan SNI 01-4103-1996). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan teknik pengujian ALT menggunakan media Plate Count Agar (PCA), identifikasi E. coli mengacu pada metode Most Probable Number (MPN) menggunakan LTB dan EC Broth, serta identifikasi Salmonella sp. melalui tahap isolasi pada media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan uji biokimia konfirmasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi komprehensif mengenai tingkat keamanan mikrobiologis produk sotong dan cumi-cumi, sekaligus menjadi referensi bagi masyarakat, pedagang, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan penerapan higiene sanitasi produk perikanan di pasar tradisional Kota Tarakan.

Formulasi Cookies Pangan Fungsional Berbasis Ikan Harpodon nehereus dan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Sebagai Nutrisi Untuk Kesehatan.

ERLINA
2026 · Book · Open Access

Ikan nomei (Harpodon nehereus) dan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan sumber daya perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung protein, serat pangan, mineral, dan berbagai komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik sensori serta komposisi proksimat cookies, sekaligus menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan lima formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan penambahan masing-masing 10g tepung ikan dan tepung rumput laut, F2 masing-masing 20g, F3 masing-masing 30g, dan F4 masing-masing 40g. Karakteristik sensori yang dievaluasi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kenampakan, sedangkan karakteristik kimia mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar serat pangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut memengaruhi penerimaan sensori cookies. Formulasi F1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi dengan skor tekstur 5,77 ± 1,01; warna 5,27 ± 0,94; aroma 5,87 ± 0,90; rasa 5,97 ± 1,13; dan kenampakan 5,67 ± 0,61. Berdasarkan hasil analisis kimia yang dilaporkan, formulasi terpilih memiliki kadar air 10,33%, abu 9,00%, protein 51,54%, lemak 9,80%, karbohidrat 17,28%, dan serat Pangan 25,23%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F1 dengan penambahan masing-masing 10% tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii merupakan formulasi terbaik berdasarkan penerimaan sensori dan karakteristik kimia cookies.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

HASRIANI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sebatik Tengah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa, yaitu 34 siswa kelas XC sebagai kelas kontrol dan 34 siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kritis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANCOVA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest kelas kontrol dan eksperimen masing-masing sebesar 42,44 dan 41,65. Setelah perlakuan, rata-rata nilai Posttest kelas kontrol sebesar 56,38, sedangkan kelas eksperimen sebesar 73,74. Hasil ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase 85,82% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan respon positif terhadap penerapan model PjBL dalam pembelajaran Biologi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi.