Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 160 dari 342

.

ISHAK EDISON NANDA NICHOLAS
2023 · Book · Open Access

.

.

RASMIN
2023 · Book · Open Access

.

Efektivitas Kepelabuhanan Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran Pada Pelabuhan Speed Kayan II Kabupaten Bulungan

EVI NURIYAH
2023 · Book · Open Access

This study intends to answer two statements related to the effectiveness of implementing activities at Speed ​​Kayan II Harbor in Bulungan Regency with existing regulations. First, how is the Speed ​​Kayan II port in carrying out its activities in accordance with existing regulations? Second, what are the efforts made by the government to support the smooth operation of the Speed ​​Kayan II port? The type of research in this thesis is empirical, namely the type of research that has the object of study regarding people's behavior or behavior that arises as a result of interacting with the existing system of norms. This study uses the theory of Soerjono Soekanto which measures the effectiveness of five factors, namely: legal factors, law enforcement factors, infrastructure and facilities factors, community factors, and cultural factors. From the results of this study it can be seen that the Speed ​​Regular Kayan II port has indeed carried out activities regarding Port Safety and Shipping Security, it's just that there are still a number of things that must be considered again regarding passenger safety facilities and infrastructure at the port so that the implementation of activities is not fully effective. Meanwhile, regarding the government's efforts to ensure the safety and security of passengers, the government has made regulations that specifically regulate and place agencies to carry out their duties, both monitoring and providing the necessary facilities and infrastructure according to SK. But still, the facilities and infrastructure will be damaged over time resulting in less comfort for passengers, so supervision should be tightened again so that existing problems are quickly resolved.

Pengelolaan Pajak Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 dalam Perspektif Optimalisasi Desentralisasi Fiskal

MARIA FRISTA ANYELINA
2023 · Book · Open Access

This research examines and answers two problems related to the management of regional taxes according to the Law on Financial Relations between the Central Government and Regional Governments and optimizing fiscal decentralization in the Law on Financial Relations between the Central Government and Regional Governments. This study uses a normative research type with a statutory approach and a conceptual approach. The legal materials used in this research are primary legal materials which consist of local laws and regulations as well as other legal instruments related to research. Secondary legal materials containing information references that support research such as books, journals, articles, and other data related to research. The results of this study, the researchers concluded that the Law on Financial Relations between the Central Government and the Government contains a number of changes related to tax management through option schemes, reclassification of types of taxes, restructuring of five types of consumption-based taxes and the addition of types of taxes. As an effort to accelerate the optimization of fiscal decentralization in order to achieve the indicators of decentralization, the presence of this law is to overcome declining vertical and horizontal inequalities, strengthen local taxing power, improve the quality of regional expenditures and harmonize central and regional expenditures. Keywords: Fiscal decentralization, Tax

EFEKTIFITAS WAKTU PENGAMBILAN SPUTUM TERDUGA TBC PADA PENEMUAN KASUS BARU TERKONFIRMASI BAKTERIOLOGIS

FITRI
2023 · Book · Open Access

Penemuan kasus TBC terkonfirmasi bakteriologis merupakan kunci untuk memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas waktu pengambilan sputum terduga TBC pada penemuan kasus baru terkonfirmasi bakteriologis di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pra eksperimental static group comparison. Populasi penelitian sebesar 79 orang yang merupakan terduga TBC kontak serumah dan kontak erat dengan pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis. Besar sampel ditentukan dengan rumus Isaac dan Michael sebesar 66 responden yang dibagi dalam dua kelompok secara berimbang yaitu kelompok pengambilan sputum pagi dan kelompok pengambilan sputum sewaktu, masing-masing sebesar 33 responden. Sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria diberikan KIE batuk efektif dan volume sputum minimal 1 ml. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi dengan skala Guttman. Penelitian ini menghasilkan temuan pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis sebanyak 5 orang dari kelompok pengambilan sputum pagi dan 2 orang dari kelompok pengambilan sputum sewaktu. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektifitas waktu pengambilan sputum pagi dibandingkan dengan sputum sewaktu dalam penemuan kasus TBC terkonfirmasi bakteriologis. Meskipun secara statistik tidak terdapat berbedaan yang bermakna di antara keduanya, tetapi kuantitas temuan kasus baru terkonfirmasi positif pada pemeriksaan sputum pagi terbukti jauh lebih besar dibandingkan dengan pemeriksaan sputum sewaktu. Peneliti merekomendasikan untuk mengutamakan pemeriksaan sputum pagi dalam upaya penemuan kasus baru pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis.

faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat menjalankan SOP surgical safety checklist

SUFIRMAN.MT
2023 · Book · Open Access

Kamar operasi atau ruang pembedahan menjadi ruangan yang berpotensi menimbulkan masalah yang berkaitan dengan keselamatan pasien. Hal ini menjadi masalah serius jika budaya kesalamatan pasien masih rendah yang diterapkan di rumah sakit. Penerapan prinsip keselamatan pasien di kamar bedah dikenal dengan Surgical safety checklist (SSC), ini merupakan sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien, Organisasi kesehatan dunia atau world health organization (WHO) menetapkan bahwa SSC merupakan alat komunikasi yang praktis dan dibuat sederhana untuk memastikan keselamatan pasien dalam pra operatif, intraoperative dan paska operatif agar menurunkan tingkat komplikasi dan kematian karena tindakan pembedahan, jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskritif kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode cross x sectional, dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa 26% sangat patuh menjalankan SOP SSC, 74% perawat bekerja lebih 5 tahun di kamar bedah, 66% perawat menjalankan tanggungjawab dengan baik, 84% perawat mengatakan mendapatkan dukungan pimpinan, 62% dalam menjalankan SOP SSC dan 62% perawat mengatakan mendapatkan supervisi pimpinan dalam pelaksanaan SOP SSC.

Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan identifikasi pasien dirung rawat inap RSUD dr H. Jusuf SK Tarakan

SITTI HAMDANA HS
2023 · Book · Open Access

Keselamatan pasien rumah sakit merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Kepatuhan perawat diperlukan dalam menerapkan prosedur keselamatan pasien termasuk identifikasi pasien. Apabila setiap tindakan perawat yang dilakukan dengan mematuhi prosedur, tentu akan memberikan hasil yang optimal. Sebaliknya, bila perawat tidak mematuhi prosedur penerapan keselamatan pasien, maka insiden keselamatan pasien akan banyak terjadi. Kepatuhan identifikasi pasien dipengaruhi oleh faktor individu, faktor organisasi, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan idenifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independennya meliputi faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status pernikahan, dan tingkat pengetahuan), faktor organisasi (Sumber Daya Manusia, kepemimpinan, dan imbalan (reward) dan faktor psikologis (sikap, motivasi, dan persepsi) sedangkan variabel dependennya adalah kepatuhan identifikasi pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dengan total jumlah sampel 89 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kedua variabel. Uji analisis yang digunakan dengan metode chi square dan diperoleh hasil p value usia= 0,013, p value jenis kelamin= 0,001, p value pendidikan= 0,041, p value masa kerja= 0,030, p value status pernikahan= 0,112, p value tingkat pengetahuan= 0,000, p value SDM= 0,016, p value kepemimpinan= 0,000, p value imbalan= 0,000, p value sikap= 0,000, p value status motivasi= 0,112, p value persepsi= 0,000. Kesimpulan : Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan identifikasi pasien meliputi faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan tingkat pengetahuan), faktor organisasi (SDM, kepemimpinan, dan imbalan), dan faktor psikologis (sikap, motivasi, persepsi). Pihak RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan hendaknya dapat meningkatkan program kerja seperti mengadakan pelatihan atau seminar mengenai pelaksanaan identifikasi pasien dan membudayakan kepatuhan identifikasi pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Perilaku Caring Terhadap Kepuasan Pasien Operasi Di Ruang Ok Cito RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara

NUR ALAM MAULIDIN
2023 · Book · Open Access

Perilaku caring perawat menjadi sangat penting dalam asuhan keperawatan pada pasien yang akan menjalani tindakan operasi, sikap kepedulian perawat pada pasien, perhatian dan kehadiran perawat diharapkan bisa menurunkan rasa takut atau cemas serta meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien operasi di ruang OK Cito RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil : uji korelasi Kendall’s Tau melalui SPSS versi 25, diperoleh hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,541 dengan hasil signifikansi atau Sig. (2-tailed) = 0.002. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,541 ini berarti hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien adalah kuat. Dengan kata lain, Sig. (2-tailed) 0,002 0,005 level of significant (α) berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Ok Cito RSUD dr.H.Jusuf. SK. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan (nyata) antara perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien.

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PEMENUHAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN KRITIS DI RUANG INTENSIF ICU RSUD dr. H JUSUF SK

SANTI TAMBUNAN
2023 · Book · Open Access

Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) hampir seluruhnya mengalami kelemahan otot yang tidak terkait dengan diagnosis penyakit utamanya. Hal tersebut dikarenakan tirah baring lama sebagai akibat pasien mengalami gangguan satu atau lebih fungsi organ tubuh, sehingga tidak mampu untuk melakukan mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi dini di ruang ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental pendekatan cros sectional dan merupakan jenis penelitian kuantitatif. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 39 responden, yakni seluruh perawat ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan, sikap dan perilaku perawat, serta lembar observasi kepatuhan perawat dalam pemenuhan mobilisasi dini. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa, pengetahuan perawat sudah baik yakni 74,4 % (n=29), sikap perawat cukup baik sebesar 76,9 % (n=30), sedangkan perilaku perawat dominan buruk sebanyak 51,3 % (n=19) dan tidak patuh sebanyak sebanyak 43,6 % (n=17). Analisa korelasi faktor pengetahuan dengan kepatuhan perawat ditemukan nilai r = 0,329 dan nilai p = 0,041, korelasi faktor sikap dengan kepatuhan perawat diperoleh nilai r = 0,35 dan nilai p = 0,026, korelasi faktor perilaku dengan kepatuhan perawat diperoleh nilia r = 0,340 dan nilai p = 0,034. Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku dengan Kepatuhan perawat dalam pemenuhan Mobilisasi Dini pada pasien kritis di ruang ICU RSUD dr.H. Jusuf SK. Dengan demikian diharapkan perawat yang bekerja di ruang ICU supaya lebih care terhadap pasien, mempertahankan pengetahuan, meningkatkan perilaku baik dan lebih patuh dalam melakukan Mobilisasi Dini sehingga tercipta mutu pelayanan yang baik dan berkualitas.

Determinan Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Pesisir Kota Tarakan

DITTA RIKA MEILIA
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular penyebab kematian terbanyak setelah COVID-19 dan Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah India dengan kasus tuberkulosis tertinggi pada tahun 2021. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi promosi dan pencegahan penyakit tuberkulosis agar terbentuk perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis yang baik di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah 71 pasien tuberkulosis yang terkonfirmasi bakteriologis dan berumur ≥ 15 tahun di Puskesmas Pantai Amal, Sebengkok dan Gunung Lingkas. Analisis data menggunakan chi square dengan hasil hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,054, hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,032, dan hubungan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,009. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis, sedangkan sikap dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis.

Hubungan Beban Kerja dengan Burnout Perawat di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

MOHAMMAD AKIL MUKTI
2023 · Book · Open Access

Perawat tidak hanya dihadapkan pada berbagai pemicu stres kerja seperti rasa sakit dan kematian yang dialami pasien, tapi juga ekspektasi emosional yang tinggi dari pasien yang dirawat, jadwal kerja yang padat, dan beban kerja yang berlebihan. Beban kerja adalah sejumlah target pekerjaan atau hasil yang yang harus dicapai dalam satu satuan waktu. Beban kerja yang diberikan pada pegawai menjadi tugas pokok yang harus dikerjakan. Beban kerja yang terlalu berat dapat menyebabkan pegawai mudah jenuh dan kelelahan fisik dalam bekerja, sementara beban kerja yang monoton dapat menyebabkan pegawai merasa bosan serta lebih bermalas malasan dan bersantai dalam pekerjaannya sehingga menurunnya kinerja. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout perawat di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Puskesmas Karang Rejo dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 23 responden. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman’s rho. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 0,05 dengan coefficient correlation 0,762 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout perawat dengan kekuatan hubungan sangat kuat dan arah hubungan positif. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi burnout perawat di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan.

Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Depresi pada Lansia dengan Hipertensi

ROMMY RUSADI
2023 · Book · Open Access

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan akan perubahan kondisi dan situasi yang disebabkan oleh perubahan kondisi fisik, sosial dam psikologis. Semakin bertambahnya usia seseorang, tekanan darah juga semakin meningkat. Hipertensi pada lansia dikaitkan dengan proses penuaan yang terjadi pada tubuh. Pada kelompok lansia, prevalensi penyakit tidak menular tertinggi adalah hipertensi sebesar 32,5%. Banyak penderita yang diagnosis hipertensi umumnya memiliki kondisi yang sulit seperti gejala simptomatik, kualitas hidup yang rendah dan terjadi perubahan peran. Semua faktor tersebut membuat penderita lebih mudah mendapatkan tekanan psikologis berupa gangguan mental depresi. Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan, kehilangan energi, dan penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada lansia dengan hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi penampang analitis (analytic cross-sectional study). Populasi penelitian ini adalah lansia yang didiagnosa hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 68 responden. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Geriatric Depression Scale (GDS) dengan 15 item pertanyaan. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna tingkat depresi pada lansia yang menderita hipertensi dengan usia (p=0,289), jenis kelamin (p=0,671), riwayat penyakit kronis (p=1,000), status perkawinan (p=0,214) dan tingkat pendidikan (p=0,202) terkecuali status pekerjaan (p=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi lansia yang menderita hipertensi tidak menyebabkan depresi secara umum.

Hubungan Perilaku Caring dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua selama Hospitalisasi Di Ruang Perawatan Anak

NATALIA PARE
2023 · Book · Open Access

Kecemasan adalah suatu respon yang dirasakan seseorang walaupun tidak diketahui penyebabnya. Kecemasan yang timbul pada orang tua bisa terjadi karena hospitalisasi yang dialami oleh anak. Peran perawat sangat dibutuhkan oleh orang tua, yaitu dengan berperilaku caring sehingga dapat membantu mengurangi kecemasan pada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua selama hospitalisasi di ruang perawatan anak di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan pendekatan Cross secsional. Populasi adalah orang tua pasien anak dengan lama rawat tiga hari, Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, sebanyak 215 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner kemudian data diolah dan diuji dengan rank spearmen. Hasil penelitian menunjukkan perilaku caring perawat rendah (1,4%), sedang (30,7%), tinggi (67,9%). Kecemasan orang tua selama hospitalisasi anak, tidak ada kecemasan (0,9%), kecemasan ringan (56,7%), kecemasan sedang (37,7%), kecemasan berat (4,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua selama hospitalisasi di ruang perawatan anak dengan nilai p value 0,001. Perilaku caring perawat yang tinggi akan membantu mengurangi kecemasan orang tua selama hospitalisasi anak.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PENERAPAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA BERBASIS SDKI, SLKI DAN SIKI DI KOTA TARAKAN

WINDHANDINI LISTYA HANANTI
2023 · Book · Open Access

Dokumentasi keperawatan keluarga merupakan hal sangat penting yang harus dilakukan oleh perawat dalam sebuah proses keperawatan pada lingkup keluarga. Proses keperawatan adalah pendekatan ilmiah yang digunakan pada asuhan keperawatan yang profesional. Menurut hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, penerapan asuhan keperawatan keluarga di 6 Puskesmas Kota Tarakan masih belum optimal. Pada studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas Sebengkok, menunjukkan 6 dari 12 perawat (50%) belum menerapkan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat puskesmas di Kota Tarakan terhadap penerapan dokumentasi keperawatan keluarga berbasis SDKI, SLKI dan SIKI. Metode penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di puskesmas kota Tarakan yang berjumlah 80 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Hasil: uji Rank Spearman Didapatkan hasil nilai ⍴ value = 0,847 > 𝜶 = 0,05 yang berarti H1 ditolak dan H0 diterima, hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan pengetahuan perawat puskesmas terhadap dokumentasi keperawatan keluarga berbasis SDKI, SLKI dan SIKI di kota Tarakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapatnya hubungan tingkat pengetahuan terhadap penerapan dokumentasi asuhan keperawatan keluarga berbasis SDKI, SLKI dan SIKI di kota Tarakan dikarenakan memiliki beberapa faktor penghambat sehingga butuh perhatian khusus dari pimpinan puskesmas dan organisasi profesi perawat.

Resiliensi Pasien Pre Operasi Katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

AYU PUTU MARTA
2023 · Book · Open Access

Ketahanan pasien yang menjalani operasi katarak akan berdampak pada kemampuan pasien untuk pulih dan sembuh setelah menghadapi operasi. Seorang pasien menghadapi operasi yang akan dijalani membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi, kepercayaan diri yang kuat untuk pulih, dan tetap produktif setelah menjalani operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 81 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pasien pra operasi katarak memiliki nilai minimal-maksimum 30-40 yang berarti nilai resiliensi pasien tinggi. Sehingga pasien merasa siap dan nyaman saat menjalani operasi katarak. Pasien menunjukkan nilai resiliensi yang tinggi dengan tidak merasa tertekan sebelum menjalani operasi katarak dan dapat beradaptasi dengan transformasi yang akan terjadi setelah operasi katarak. Mengoptimalkan peran perawat dan memberikan dukungan kepada pasien merupakan salah satu upaya untuk menjaga motivasi perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Perawat Kamar Bedah RSUD dr. H. JUSUF S.K

SRI SUSIANTI
2023 · Book · Open Access

Low back pain merupakan keluhan yang dirasakan pada daerah punggung belakang yang banyak dialami oleh pekerja. Perawat menjadi kelompok kerja yang berisiko mengalami low back pain. Tingginya angka kejadian prevalensi low back pain pada perawat maka diperlukan kajian yang membahas mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian low back pain pada perawat kamar bedah RSUD dr. H. Jusuf S.K. Metode penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan cross sectional dengan variabel indenpendennya adalah umur, masa kerja, status berat badan, aktivitas kerja, rutinitas olahraga dan riwayat penyakit/ trauma. Variabel dependennya adalah keluhan low back pain. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling atau seluruh perawat kamar bedah yang berjumlah 52 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel yang diteliti. Uji statistic yang digunakan adalah uji Spearman dengan hasil, umur dengan pvalue 0,270 masa kerja dengan pvalue 0,537 berat badan dengan pvalue 0,359, aktifitas pekerjaan dengan pvalue 0,013, kebiasaan olahraga dengan pvalue 0,363 dan riwayat penyakit dan trauma pvalue 0,236. Kesimpulan. Faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain adalah aktifitas pekerjaan sementara faktor yang tidak berhubungan dengan low back pain adalah umur, berat badan, rutinitas olahraga dan riwayat penyakit.

HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN KRITIS DI RUANG ICU DAN HCU RSUD dr. H. JUSUF SK

MUHAMAD ZAKARIYA
2023 · Book · Open Access

Kebisingan di fasilitas kesehatan terutama rumah sakit memiliki dampak kepada pasien dan tenaga kesehatan. Dampak kebisingan bagi pasien diantaranya adalah menyebabkan gangguan tidur dan meningkatnya tekanan darah. Selain itu, kondisi gangguan tidur pada pasien kritis juga berhubungan dengan kondisi stress pada sistem kardiovaskuler. Kondisi tersebut dapat memicu status hemodinamik yang tidak stabil pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan ruangan terhadap status hemodinamik pasien kritis di ruang ICU dan HCU. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cara total sampling dengan penentuan besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin sehingga memperoleh sebanyak 80 responden. Pengambilan data menggunakan alat ukur yaitu Sound Level Meter (SLM) untuk kebisingan ruangan, lembar observasi untuk karakteristik responden dan status hemodinamik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan ruangan yang diterima responden memiliki nilai median berkisaran 56.85 dB(A) sampai dengan 60.45 dB(A), serta status hemodinamik reponden memiliki nilai median TDS 127 mmHg, TDD 72 mmHg, HR 87, RR 18, SpO2 99%, MAP 91 mmHg. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan bahwa variabel tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), frekuensi jantung (HR), frekuensi pernapasan (RR), saturasi oksigen (SpO2), dan tingkat kebisingan terdistribusi tidak normal karena nilai p0.05. Sedangkan untuk variabel MAP terdistribusi normal, dengan nilai p 0.2 (p>0.05). Sedangkan analisis hubungan kebisingan dengan status hemodinamik pasien dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai hubungan dengan kebisingan adalah Heart Rate (HR) nilai p value = 0,001 (p 0.05) dan frekuensi pernapasan (RR) dengan p value = 0,012 (p 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan kebisingan ruangan dengan status hemodinamik pasien pada Heart Rate (HR) dan frekuensi pernapasan (RR).