Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 153 dari 342

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI

DEVI YULIANTI
2023 · Book · Open Access

Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan mengekspresikan emosi, serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran yang tidak teratur, delusi, halusinasi, dan perilaku aneh. Halusinasi merupakan hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Pasien dengan halusinasi mendapatkan respon tentang lingkungannya tanpa ada objek rangsangan yang nyata. Sebagai contoh pasien mengatakan mendengar suara padahal kenyataannya tidak ada orang yang berbicara. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. S.M dan Ny. S dengan diagnosa medis halusinasi. Hasil yang didapatkan tiga diagnosa pada klien Ny. S.M dan tiga diagnosa pada klien Ny. S. Diagnosis pada klien Ny. S.M adalah halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri. . Diagnosis pada klien Ny. S adalah halusinasi penglihatan, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari klien Ny. S.M dan Ny. S yang terdapat perbedaan yaitu pada diagnosa utama

Asuhan Keperawatan Pada klien dengan Masalah Isolasi Sosial

ELSYA SILFANI
2023 · Book · Open Access

Angka kejadian gangguan jiwa terus meningkat termasuk di Indonesia khusunya di Tarakan. Isolasi sosial adalah kesendirian yang dialami oleh individu dan dianggap timbul karena orang lain serta sebagai suatu keadaan negatif atau mengancam. Isolasi sosial jika tidak dirawat maka akan menimbulkan masalah pada klien, keluarga, dan masyarakat. Asuhan keperawatan pada klien isolasi sosial agar klien dapat bersosialisasi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu studi kasus. Partisipan dalam studi kasus ini yaitu dua klien yang memiliki diagnosis keperawatan yang sama yaitu isolasi sosial yang diamati secara mendalam. Hasil studi kasus didapatkan kedua klien yang dilakukan asuhan keperawatan isolasi sosial memiliki hasil yang berbeda yaitu klien pertama belum mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan, sedangkan klien kedua mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan. Penerapan asuhan keperawatan klien dengan isolasi sosial memberikan gambaran asuhan keperawatan yang terjadi pada dua klien yang berbeda.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN

TRI ASTUTI
2023 · Book · Open Access

Halusinasi dapat muncul pada pasien skizofrenia hebefrenik, karena data dari klien yang mengatakan sering mendengar bisikan menyuruh untuk marah, klien sering tertawa sendiri, klien berbicara menyimpang, klien lebih suka menyendiri, dan klien pemalu. Kondisi dua isi aliran pikiran yang tidak teratur dan kemampuan untuk berhubungan dengan kenyataan cenderung buruk, hal ini dapat menyebabkan halusinasiPenelitian ini menggunakan rancangan deskriftif berupa studi kasus dengan pendekatan studi kasus yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan dan pendengaran di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Keluhan utama pada klien 1 (Ny.N) mengatakan klien mengatakan melihat bayangan-bayangan hitam yang mengganggu klien juga mengatakan rambutnya ditarik oleh hantu. Sedangkan pada klien 2 (Ny.S) mengatakan sering mendengar suara ribut seperti suara mesin perahu. 1. Proses keperawatan dimulai dengan 5 tahap keperawatan 2. Dari penelitian, penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus 3. Proses penyelesaian masalah pada kedua klien 4. Proses pemecahan masalah pada kedua klien.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN

HERLIANSYAH
2023 · Book · Open Access

Halusinasi merupakan pemasalahan yang paling sering muncul pada diagnosa keperawatan penderita gangguan jiwa. Halusinasi adalah distorsi persepsi yang palsu yang terjadi pada respons neurobiologis maladaptif. Halusinasi biasanya muncul pada pasien gangguan jiwa diakibatkan terjadinya perubahan orientasi realita, pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada atau tidak nyata. Pada program profesi ini penulis memiliki kesempatan untuk mengelola langsung, dengan memberikan asuhan keperawatan dan menganalisis hasil akhir yang akan didokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah akhir . Asuhan keperawatan pada klien gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan yang merupakan gejala dari early psychosis, yang sebagian besar terjadi pada usia remaja akhir atau dewasa awal, bingung peran yang berdampak pada rapuhnya kepribadian sehingga terjadi gangguan konsep diri dan menarik diri dari lingkungan sosial yang lambat laun membuat penderita menjadi asik dengan hayalan dan menyebabkan timbulnya halusinasi. Proses keperawatan dilakukan berdasarkan standar asuhan keperawatan yang di lakukan di ruang teratai . Hasil yang didapatkan yaitu masalah keperawatan utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan Implementasi yang berfokus pada usaha mengontrol halusinasi dengan cara menghardik dan juga terapi modalitas: psikoreligius. Intervensi keperawatan yang diberikan memberikan hasil yang baik kepada klien di tandai dengan tidak lagi mendengar suara suara yang sering mengganggu klien serta semakin berkurangnya intensitas hadirnya Suara suara yang tidak nyata

Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Masalah Keperawatan Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi

ISDA APRILIA SAFITRI
2023 · Book · Open Access

Skizofrenia adalah serangkaian reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai bidang kinerja individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Perubahan respons persepsi merupakan gejala awal skizofrenia. Sekitar 70% orang dengan skizofrenia mengalami halusinasi. Halusinasi adalah persepsi sensorik tanpa adanya rangsangan eksternal. Penulisan studi kasus ini bertujuan sebagai gambaran asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak ada pada teori tapi ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada pasien 1 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri sementara itu, pada pasien 2 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan, defisit perawatan diri dilakukan dengan strategi pelaksanaan intervensi masing-masing diagnosis. Diharapkan adanya kerjasama antara perawat dan keluarga pasien selalu mendampingi dalam proses penyembuhan pasien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi.

Asuhan Keperawatan Klien Kolesistektomi Di Ruang Dahlia RSUD dr. H Jusuf SK KOTA TARAKAN

PUTRI AFRIANI
2023 · Book · Open Access

Batu empedu merupakan salah satu penyakit tanpa gejala, hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri seperti nyeri ulu hati dan 20% lainnya berkembang menjadi komplikasi. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan kolelitiasis adalah tindakan pembedahan kolesistektomi, yang terdiri dari dua jenis yaitu kolesistektomi terbuka (laparatomi) dan kolesistektomi laparoskopi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus “Post Kolesistektomi” dengan proses keperawatan melalui pengkajian, diagnosa, perencanaan atau intervensi, pelaksanaan atau implementasi, dan evaluasi. Pembahasan pada kasus ini penulis akan membahas tentang adanya perbedaan dari hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 dengan kasus post kolesistektomi. Asuhan keperawatan pada masing-masing klien selama 3 hari perawatan dalam proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, menegakkan diagnosis keperawatan, menyusun perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi keperawatan. kesimpulan sebagai berikut : Pengkajian didapatkan dari hasil kedua kasus review klien. Diagnosis kedua klien sama yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan risiko infeksi. Hasil evaluasi adalah hasil yang didapati setelah 3 hari perawatan. Saran Bagi penulis Dalam upaya memberikan asuhan keperawatan pada klien post kolesistektomi yang diberikan dengan tepat, penulis harus benar-benar menguasai konsep tentang kolelitiasis dan kolesistektomi, selain itu penulis juga harus melakukan pengkajian dengan tepat dan komprehensif agar asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai masalah yang ditemukan pada klien

Judul : DIABETES MELITUS TIPE II DIRUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H JUSUF SK TARAKAN

APLIYANTI
2023 · Book · Open Access

Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula akibat ketidakmampuan produksi insulin atau insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara efektif pada tahun Prevalensi melitus di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Indonesia menempati urutan ketujuh dalam daftar tersebut banyak negara dengan penderita diartes melitus terbesar di dunia.Dalam penulisan laporan tugas akhir ini, latar belakang penulis mengarahkannya untuk menggunakan kasus melitus. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.D dengan diagnosis melitus 2 melitus. Metode miksi rem akhir ini meliputi metode deskriptif berupa studi kasus dengan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan ada 7 diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan yaitu kadar glukosa tidak stabil, hmvolemia, gangguan pola, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Kesimpulannya, penulis menemukan kesenjangan yang secara teori tetapi tidak dalam peringkat dari pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi serta evaluasi hasil yang diperoleh. Semua diagnosis keperawatan dapat sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil sangat ditetapkan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN DIAGNOSIS GAGAL JANTUNG AKUT DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H JUSUF SK TARAKAN

SYAHRUR RAMADHANI
2023 · Book · Open Access

Gagal Jantung merupakan kondisi saat otot jantung cukup melemah. Akibat dari kondisi ini, organ ini tidak mampu lagi memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang seharusnya. Meski bisa terjadi pada siapa saja, penyakit ini disebut lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut. Kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Penyebab Gagal Jantung antara lain: Muncul karena katup jantung yang rusak, Akibat melemahnya ruang jantung atau ventrikel kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, Akibat kakunya ventrikel sebelah kiri, sehingga jantung sulit terisi darah. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien Tn. M dengan Gagal Jantung Akut di Ruang Dahlia RSUD dr. H. Jusuf SK, yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Selama melakukan asuhan keperawatan pada Tn. M terdapat 4 diagnosis yang muncul yaitu: Pola nafas tidak efektif, Penurunan curah jantung, Gangguan pola tidur, Defisit perawatan diri. Kesimpulan, penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus dan ada pada kasus namun tidak ditemukan pada teori mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evalusi. Hasil yang didapatkan pada semua diagnosis keperawatan dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang ditetapkan.

Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Diagnosa Medik Diabetes Melitus Tipe II Ruang Perawatan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah dr. Jusuf SK Tarakan

MARGARETHA AWALINDA NAINGGOLAN
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe II dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah klien satu dan klien dua dengan diagnosa medis Deabetes Melitus Tipe II. Hasil yang di dapatkan lima diagnosa pada klien satu dan lima diagnosa pada klien dua. Diagnosis pada klien satu adalah intoleransi aktivitas, defisit perawatan diri, gangguan rasa nyaman, ansietas, defisit pengetahuan. Diagnosis pada klien dua adalah defisit nutrisi, defisit perawatan diri, ansietas, bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit pengetahuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari klien satu dan klien dua yang terdapat menjadi perbedaan yaitu pada diagnosa utama. Evaluasi hasil yang didapat dari lima diagnosis klien satu teratasi tiga dan dua diagnosis keperawatan belum teratasi. Jadi dapat di simpulkan hasil yang didapat dari lima diagnosis keperawatan klien dua teratasi.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.W DAN NY. S DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

BAYU SAPUTRA
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus atau DM merupakan sebuah bentuk kelainan bersifat kronik yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam metabolisme karbohidrat, lemak serta protein yang mengakibatkan terjadinya hiperglikemia. Dalam penanganan Diabetes Melitus Tipe II perawat memiliki 3 peran yaitu sebagai pendidik dengan mengidentifikasi kebutuhan, membangun tujuan, memodifikasi, mengatur dan melaksanakan pendidikan kesehatan agar penderita dan keluarganya mampu berperilaku sehat secara mandiri. Kedua, perawat memiliki peran sebagai konselor dengan memberikan kesempatan konseling kepada individu maupun keluarga mengenai penyakit Diabetes Melitus Tipe II. Kemudian yang ketiga, perawat berperan sebagai kolaborator dimana perawat memiliki hak dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam penyelesaian masalah kesehatan individu maupun keluarga pada kasus Diabetes Melitus Tipe II penelitian deskriptif dengan desain penelitian studi kasus di mulai dari pengkajian, klasifikasi data, analisis data, diagnosis keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi.subjek penelitian adalah Ny. W dan Ny. S dengan Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Dahlia RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan dari tanggal 10-15 April 2023. Didapatkan masing-masing pasien lima diagnosis keperawatan pada Ny. W dan Ny. S yaitu nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit/jaringan, nausea, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, risiko infeksi, risiko defisit nutrisi.kesimpulan dari delapan diagnosis pada kedua pasien yaitu nyeri akut teratasi sebagian, ketidakstabilan kadar glukosa darah belum teratasi, nausea teratasi sebagian, gangguan pola tidur teratasi sebagian, risiko defisit nutrisi teratasi sebagian, gangguan integritas kulit/jaringan belum teratasi, gangguan mobilitas fisik belum teratasi dan risiko infeksi teratasi sebagian. Kata kunci : Diabetes Melitus, Asuhan Keperawatan, Nefropati

asuhan keperawatan pada Pasien Tn. D dan Ny. C dengan Diagnosis Diabetes Melitus Tipe II Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf Sk Tarakan

HELENA YENITA ACHMAD
2023 · Book · Open Access

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu dari dua jenis penyakit, yang mana jenis penyakit ini tidak dapat ditularkan oleh penderita ke orang lain. Salah satu penyakit tidak menular yang sering dijumpai di kalangan masyarakat yaitu Diabetes Melitus. DM Tipe II merupakan penyakit metabolisme yang disebabkan karena ketidakcukupan produksi insulin di dalam tubuh yang disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk mendeteksi penyakit DM secara dini, aktivitas fisik yang kurang, dan pola makan yang tidak benar. Metode penelitian studi kasus dengan melakukan pemeriksaan keadaan, kondisi dan hal yang lainnya dengan pendekatan proses asuhan keperawatan di mulai dari pengkajian, klasifikasi data, analisis data, diagnosis keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. D dan Ny. C dengan DM Tipe II di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 03-08 April 2023. Hasil analisis didapatkan tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. D dan Ny. C yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, gangguan integritas kulit. Evaluasi hasil yang didapatkan dua diagnosis yang belum teratasi dan satu diagnosis yang teratasi.

Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus

NIRA SARI ANDINI
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia), penyakit kronis ini terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. World Health Organization (WHO) menunjukkan data bahwa pada tahun 2018 penyebab nomor satu angka kematian di dunia adalah penyakit tidak menular, mencapai angka 71%. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan psoses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang bertujuan bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus. Saat melakukan asuhan keperawatan penulis menemukan kesenjangan penegakkan diagnosis pada pasien 1 Ny. R yaitu pola napas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, resiko gangguan integritas kulit/jaringan, manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Sedangkan pada pasien 2 Ny. M yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, ansietas, gangguan pola tidur, ketidakpatuhan. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan pada pasien 1 dengan evaluasi diagnosis pola napas tidak efektif teratasi sebagian, pada pasien 2 terdapat 4 diagnosis keperawatan dengan evaluasi semua teratasi.

Asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis melitus tipe 2

JIHAN SAFIRA
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus adalah kumpulan gejala yang dialami seseorang akibat kadar gula darah yang tinggi. Menururt IDF pada tahun 2021 menyatakan bahwa terdapat 537 juta orang pada usia 20-79 tahun didunia menderita diabetes pada tahun 2021. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Saat melakukan asuhan keperawatan penulis menemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada Ny. A dan Ny. W dimulai dari pengkajian yaitu sirkulasi. Hasil yang didapatkan terdapat masing-masing lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. A dan Ny. W, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri, ketidakpatuhan, keletihan, gangguan mobilitas fisik, resiko defisit ntrisi. Pada Ny. A kelima diagnosis tersebut teratasi dan pada Ny. W terdapat empat diagnosis yang belum teratasi. Terdapat enam diagnosis yang ada pada teori namun hanya satu ditemukan pada kasus Ny. W dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ILEUS OBSTRUKTIF DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT dr. H. JUSUF. SK KOTA TARAKAN

YOLANDA SEPTINA PARDEDE
2023 · Book · Open Access

Ileus obstruktif adalah kondisi dimana isi lumen saluran cerna terganggu ke distal karena hambatan mekanik yang terjadi akibat adanya kelainan pada lumen usus, dinding usus atau kelainan vaskularisasi pada satu segmen usus yang menyebabkan kematian pada sel atau jaringan segmen usus. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yang digunakan pada studi kasus ini adalah 2 orang pasien dengan membandingkan masalah keperawatan yang sama dengan masalah utama ileus obstruktif. Pada pembahasan peneliti menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuain maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 dengan kasus ileus obstruktif. Pengkajian pada klien 1 dan 2 terdapat keluhan utama yang sama yaitu kedua klien mengeluh nyeri, yang membedakan keluhan nyeri pada kedua klien adalah klien 1 mengeluh nyeri dibagian perut dan klien 2 mengeluh nyeri dibagian dada dan perut. Hasil pengkajian dan analisa data, terdapat 4 diagnosis yang muncul pada klien 1 yaitu nyeri akut, konstipasi, gangguan pola tidur, dan ansietas, sedangkan klien 2 terdapat 5 diagnosis yang muncul yaitu nyeri akut, konstipasi, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri, dan gangguan mobilitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi strategi pelaksanaan yang lebih baik untuk kedepannya, keluarga klien memberikan dukungan, perhatian dan turut serta dala proses penyembuhan klien, dan diharapkan laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat sebagai pedoman, acuan dan referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah utama Ileus Obstruktif.

Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dispepsia

ELSI
2023 · Book · Open Access

Dispepsia merupakan penyakit sindrom gejala yang sering ditemukan di kalangan masyarakat yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian atas atau ulu hati. Angka kesakitan kota Tarakan tahun 2021 adalah dispepsia dengan prevalensi sekitar 2328 12,41%. Tujuan: penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan dispepsia serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan dengan diagnosis dispepsia melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif. Studi kasus ini penulis menggunakan metode pengumpulan data studi kasus: wawancara, observasi, dokumentasi Hasil: menurut analisa penulis terdapat kesenjangan antara teori dan praktik dalam pengkajian yang dilakukan penulis, karena tidak semua tanda dan gejala yang ada di pengkajian teori terdapat pada Tn. T dan Tn. S di lahan praktik. pada klien 1 dan klien 2 terdapat persamaan pada diagnosis keperawatan yaitu diagnosis keperawatan nausea dan diagnosis keperawatan gangguan pola tidur, sedangkan diagnosis yang berbeda yaitu diagnosis keperawatan defisit pengetahuan pada klien 1 dan diagnosis keperawatan gangguan rasa nyaman pada klien 2, ini disebabkan oleh adanya perbedaan tanda dan gejala yang ditemukan penulis pada saat pengkajian. Kurangnya ruang lingkup pembatas yang memadai antara pasien kelolaan dengan pasien lainnya di dalam satu ruangan untuk melaksanakan beberapa asuhan keperawatan pada klien binaan selama studi kasus. Penulis melakukan beberapa tahapan dari proses keperawatan penulis menemukan beberapa kesenjangan antara teori dan kasus. Penulis juga menemukan kesenjangan dan persamaan pada kedua klien dimana diagnosis yang di tegakkan masing-masing 3 pada kedua klien. Peluang untuk mengatasi masalah seperti ini sangat terbatas oleh karena itu diharapkan mahasiswa juga mampu membuka wawasan dan keterampilan dasar untuk memperbarui ilmu tentang proses keperawatan yang dinamis.

Perlindungan Hukum Bagi Wartawan Dari Tindak Penganiayaan Pada Saat Menjalankan Tugas Jurnalistik

RINDRA DWI KUSUMANINGRUM
2023 · Book · Open Access

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARTAWAN DARI TINDAK PENGANIAYAAN PADA SAAT MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum bagi wartawan dari tindak penganiayaan pada saat menjalankan tugas jurnalistik dan peran organisasi wartawan dalam penanganan tindak penganiayaan yang dialami oleh wartawan pada saat menjalankan tugas jurnalistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan penelitian perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan hukum yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan ruang lingkup pers. Bahan hukum sekunder yang diperoleh dari buku-buku teks, jurnal hukum, dan komentar atas putusan pengadilan yang relevan dengan isu hukum yang dihadapi. Bahan hukum tersier berupa kamus, ensiklopedia serta penelusuran dari website resmi. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan Bahwa bentuk perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalitik belum diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers sehingga dapat berdampak negatif bagi wartawan seperti rentan terhadap adanya tindak penganiayaan serta peran organisasi wartawan dalam penanganan tindak penganiayaan terhadap wartawan yaitu dengan melakukan pendampingan dalam melaporkan kasus tindak penganiayaan yang dialami oleh wartawan kepada pihak kepolisian hingga proses akhir pada saat hakim menjatuhkan vonis atau hukuman sesuai dengan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku.

Implementasi Fungsi Legislasi DPRD Provinsi Kalimantan Utara Dalam Penyusunan Peraturan Daerah

ANISA RIZKY FIRDAUSYA
2023 · Book · Open Access

DPRD sebagai Lembaga perwakilan rakyat daerah memiliki tugas dan fungsi, salah satunya adalah fungsi legislasi. Dalam menjalankan fungsi legislasi, DPRD Provinsi Kalimantan Utara dapat dikatakan belum optimal. Produk-produk hukum yang dihasilkan kebanyakan adalah usulan dari pemerintah daerah provinsi daripada inisiatif dari DPRD Provinsi, sedangkan DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat seharusnya menggunakan hak inisiatifnya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang ditampung pada masa reses. Penggunaan hak inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara jarang digunakan dilihat dari periode tahun 2019-2022, peraturan daerah inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara yang berhasil disahkan hanya 3 (tiga) peraturan daerah sementara 7 (tujuh) rancangan peraturan daerah lainnya masih dalam tahap pembahasan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait bagaimana implementasi fungsi legislasi di DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pertama, bagaimana implementasi fungsi legislasi di DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam penyusunan peraturan daerah? Kedua, faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam menjalankan fungsi legislasi? Skripsi ini menggunakan metode pendekatan empiris dengan sumber data yang diperoleh dari data primer yaitu wawancara serta data sekunder, kemudian diolah dengan menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan fungsi legislasi, DPRD Provinsi Kalimantan Utara masih belum terlaksana dengan optimal karena dilihat dari daftar program pembentukan peraturan daerah (propemperda), kebanyakan usulan rancangan peraturan daerah diajukan oleh eksekutif dibandingkan dengan legislatif, dimana masyarakat mengharapkan produk hukum yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi khusus daerahnya. Selain itu, faktor penghambat dalam proses pembentukan perauran daerah disebabkan banyaknya rancangan peraturan daerah yang batal akibat tumpang tindih dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta banyaknya peraturan daerah yang tidak memiliki aturan lanjutan.

STRATEGI PENINGKATAN ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI KECAMATAN SESAYAP

PAOLUS DONATUS HAKAV
2023 · Book · Open Access

Paddy Integrated Crop Management (ICM) Technology Innovation is one of the vital strategic innovations in increasing rice production to meet rice needs. The purpose of this study was to determine the level of adoption of Integrated Crop Management innovations, to determine the influence of farmer characteristics and innovation traits on the adoption of ICM technology innovations, and to design strategies for increasing the adoption of ICM rice innovations in Sesayap sub- district. The population in this study was all farmers from the farmer community, which has been farming in Sesayap District for the last 2 years. The sample in this study was determined through the purposive sampling method with 57 samples. The study data were primary and secondary. Primary data was obtained through direct interviews with farmers using a questionnaire. Data analysis to determine the level of ICM adoption used descriptive analysis of qualitative, ordinal, and ratio data. To determine the influence of farmer characteristics and the innovative nature on the adoption of ICM innovations using SEM analysis with Smart PLS software version 4, and for strategies to increase adoption using SWOT analysis. The study results showed that (1) the level of farmer adoption of ICM technology innovation as a whole is in the moderate category. (2) The influence of farmer characteristics and the innovative nature on the adoption of innovation signifies a significant influence, where a confidence level is 97.5% with a t-value higher than 1.96, t- values of 4,911, 10,247, and 3,589. (3) SWOT analysis defined that farmers possess strengths and opportunities with a weighted value of 0.92 and 0.86, so it is in quadrant I as an S-O (progressive) strategy. Addressed suggestions are (1) building intensive cooperation and partnership with various parties; (2) providing farmer capacity development as the main actors in agriculture; (3) having the government's support for farmers; and (4) the village designation as a certain superior commodity area.

EFEKTIVITAS TEKNIK MODELING SIMBOLIK DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA DI SMP NEGERI 13 TARAKAN TAHUN AJARAN 2022/2023

INDRIYANTI
2023 · Book · Open Access

Penelitian ini bermaksud mengetahui efektivitas teknik modeling simbolik dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 13 Tarakan. Prososial merupakan perilaku menolong seseorang secara sukarela tanpa mengharapkan sebuah imbalan ataupun mempunyai motif tersendiri setelah menolong. Dalam penelitian ini menerapkan metode eksperimen desain one-group pretest-posttest. Adapun populasi penelitian siswa sebanyak 80 siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan. Setelah dilakukan penarikan sampel menggunakan non probality sampling (Purpusive sampling) menghasilkan 10 siswa. Skala perilaku yang digunakan dalam penelitain ini adalah skala perilaku prososial siswa dengan uji hipotesis uji Wilcoxon. Terdapat 10 (100%) siswa memiliki perilaku prososial rendah. Pada pemberian posttest terdapat 10 (100%) siswa memiliki perilaku prososial sangat tinggi. Berdasarkan hipotesis menggunakan Wilcoxon diperoleh Zhitung -2,807 0,0022 kemudian sig (2-tailed) sebesar 0,0050,05. Maka hipotesis yang berbunyi “bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik dapat meningkatkan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 13 Tarakan” diterima

Efektivitas Teknik Diskusi Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa di SMP Negeri 13 Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023

APRILIYANI
2023 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik diskusi kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMP Negeri 13 Tarakan tahun ajaran 2022/2023. Keterampilan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan interaksi dengan lingkungan serta dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan norma yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain one-group pretest – posttest. Adapun populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII-2, VIII-3 dan IX-2 SMP Negeri 13 Tarakan yang berjumlah 82 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala keterampilan sosial berdasarkan teori Calderella dan Merrel (dalam Hadi, 2018), dengan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Pada pemberian pretest terdapat 10 (100%) siswa memiliki tingkat keterampilan sosial yang rendah. Pada pemberian posttest terdapat 9 (90%) siswa memiliki tingkat keterampilan sosial sangat tinggi, dan 1 (10%) siswa memiliki tingkat keterampilan sosial tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0.005 ≤ 0,05 Ha diterima dan Ho ditolak, maka hipotesis yang berbunyi “teknik diskusi kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMP Negeri 13 Tarakan” diterima.