.
MUHAMMAD TAUFIK
2023 · Book · Open Access
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
aaa
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS UMKM KOTA TARAKAN) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara strategi pemasaran dengan minat beli konsumen UMKM di Kota Tarakan dan untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran terhadap minat beli konsumen UMKM di Kota Tarakan. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah konsumen dari 24 UMKM yang ada di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi pemasaran yang dilakukan oleh UMKM memberikan pengaruh sebesar 79%. Secara hasil uji T atau parsial, strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen hal ini dibuktikan dari nilai thitung lebih besar dari ttabel.
Permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sedulun yaitu kurangnya bimbingan serta kurangnya pengetahuan para petani terhadap pengembangan pembangunan pertanian dalam mengakses teknologi dan peningkatan manajemen usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dan tingkat efektivitas peran penyuluhan pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Sampel ditentukan dengan metode purposive sebanyak 40 orang petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung meliputi peran sebagai fasilitator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal memfasilitasi kebutuhan para petani juga membantu petani dalam memberikan bantuan berupa saprodi (pupuk,bibit,racun) dan memberikan kartu tani kepada para petani agar dapat mempermudah petani dalam kebutuhan usahataninya, peran sebagai motivator yang memberikan semangat juga motivasi kepada para petani dalam berusaha tani agar kelompok tani di Desa Sedulun dapat maju dan berkembang, peran sebagai educator yang memberikan inovasi kepada para petani agar lebih mempermudah kegiatan usahatani serta memberikan ide-ide yang baru kepada para petani untuk mengasa ilmu pengetahuan petani agar lebih berkembang dan peran sebagai komunikator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal berkomunikasi dengan baik kepada para petani juga sering turun kelapangan langsung dan berkunjung kepada kelompok tani di Desa Sedulun. Efektivitas Peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, educator dan komunikator dapat dikategorikan (efektif) berdasarkan penggunaan skoring, penyuluh pertanian sebagai fasilitator memperoleh skor rata-rata 14,58 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai motivator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai educator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif dan penyuluh pertanian sebagai komunikator memperoleh skor rata-rata 14,73 dengan kriteria efektif
Produksi Padi di Kalimantan Utara mengalami fluktuasi sejak tahun 2018 hingga tahun 2021. Salah satu penyebab terjadinya fluktuasi produksi padi disebabkan oleh gangguan organisme pengganggu tanaman yang dapat menjadi faktor pembatas produksi padi. Serangan hama dari kelompok burung (kelas Aves) dapat mengakibatkan produksi padi mengalami penurunan sebanyak 30-50% salah satunya ialah jenis hama burung gereja. Burung gereja merupakan salah satu hewan yang memiliki pertumbuhan bulbus olfaktorius atau struktur otak penciuman yang baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji beberapa jenis gulma yang digunakan sebagai repelen (penolak) dan membandingkan daya tolak dari beberapa ekstrak gulma tersebut terhadap hama burung gereja. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan dua metode yakni, metode pilihan beragam dan metode tanpa pilihan. Tempat pelaksanan penelitian dilakukan di lapangan terbuka dan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan pada bulan Maret sampai Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor yang terdiri dari 6 perlakuan yakni; kontrol (P1), ekstrak gulma babadotan (P2), ekstrak gulma saliara (P3), ekstrak gulma krinyuh (P4), ekstrak gulma daun sirih (P5), ekstrak gulma daun pandan (P6) dan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menggunakan metode pilihan beragam menunjukkan tidak terdapat perbedaan antar ekstrak gulma saliara, babadotan, daun sirih, dan krinyuh, namun berbeda dengan ekstrak daun pandan dengan tingkat repelensi masing-masing yakni 75.3%, 71.4%, 67.2%, 66.1%. dan 31.1%. Sedangkan, pada pengujian tanpa pilihan terdapat perbedaan antar ekstrak gulma saliara, daun sirih, dan daun krinyuh dengan tingkat repelensi masing-masing yakni 88.5%, 82.3%, 64.4%, namun ekstrak gulma babadotan tidak terdapat perbedaan dengan ekstrak gulma daun pandan dengan tingkat daya tolak masing-masing 46.3% dan 47.5%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan non basis, trend di masa yg akan datang, bagaimana perkembangan hingga klasifikasi pertumbuhan dari suatu sektor ekonomi dan sektor pertanian di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan analisis Location Quotient (LQ), analisis trend, analisis Shift Share, dan analisis Typologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan sektor ekonomi dengan nilai basis tertinggi yaitu 1,45 terdapat sektor jasa pendidikan, sedangkan sektor pertanian yang menjadi basis adalah tanaman Aglaonema dengan nilai 646,63 dan komoditas non basisnya yaitu komoditas buah manggis dengan nilai 0,96, kemudian pada tanaman pangan, padi merupakan komoditi basis dengan nilai LQ sebesar 1,77. Hasil analisis trend sektor ekonomi menunjukkan bahwa seluruh sektor ekonomi yang menjadi basis diperkirakan di masa yang akan datang terus mengalami kenaikan sedangkan pada trend produksi sektor pertanian terdapat komoditi jeruk siam yang mengalami penurunan paling besar dan komoditi kunyit yang memiliki kenaikan produksi yang paling besar diantara komoditi yang lain di sektor pertanian. Hasil analisis nilai Shift Share menghasilkan sektor pengadaan listrik dan gas memiliki nilai pertumbuhan proportional dan bersih paling tinggi diantara sektor yang lain, sektor pertanian tanaman mengkudu memiliki nilai pertumbuhan proportional, progresif dan cepat paling tinggi diantara komoditi lainnya, pada tanaman pangan kacang tanah memiliki nilai daya saing paling tinggi yaitu sebesar 113,73. Hasil analisis Typologi Klassen, sektor informasi dan komunikasi termasuk kedalam sektor maju dan tumbuh cepat, pada sektor pertanian terdapat komoditi mengkudu, dan pada tanaman pangan padi termasuk komoditi yang maju dan tumbuh pesat serta ubi jalar termasuk komoditi yang potensial.
Salah satu sub sektor pertanian yang cukup penting dalam pembangunan ekonomi nasional adalah sub sektor pangan, ubi kayu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang penting dan sangat strategis karena pengolahan ubi kayu akan memperoleh hasil lanjutan berupa proses produksi. Ubi kayu memiliki nilai tambah jika diolah menjadi produk jadi maupun setengah jadi. Wilayah yang mengalami perkembangan dalam usaha pengolahan ubi kayu terdapat di Desa Deralon Kecamatan Lumbis kabupaten Nunukan. Adanya agroindustri yang mendukung nilai tambah produk pertanian sangat bermanfaat dalam peningkatan pendapatan masyarakat desa. Penelitian ini termasuk penelitian populasi atau metode sampel jenuh (sensus), Data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu kuisioner, observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif karena bertujuan untuk menganalisis nilai tambah ubi kayu menjadi sagu. Bahan baku dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan sagu yaitu ubi kayu, peralatan produksi yang dibutuhkan adalah mesin penggiling ubi, baskom besar, dan saringan. Adapun proses produksi yaitu pengupasan, pencucian, penggilingan, pemerasan, pendiaman, dan pengemasan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan pengolahan sagu ubi kayu memberikan pendapatan sebesar Rp.274.882 per produksi, nilai tambah yang dinikmati dari usaha ini sebesar Rp.13.611/kg bahan baku yang dimanfaatkan. Nilai tambah ini merupakan keuntungan yang didapatkan dari usaha sagu ubi kayu dalam 1 kilogram penggunaan bahan baku. Dengan adanya pengolahan ubi kayu menjadi sagu memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat Desa Deralon dimana selain masyarakat dapat menjadikan sagu ubi kayu sebagai ladang usaha, masyarakat juga dapat terus melestarikan adat budaya yaitu makanan tradisional khas suku Dayak.
SPESIFIKASI TEKNIS UNIT DAN KOMPOSISI IKAN TANGKAPAN UTAMA PADA PERIKANAN RAWAI (Longline) YANG DIDARATKAN DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Kota Tarakan pulau di Provinsi Kalimantan Utara mempunyai potensi sumberdaya hayati laut melimpah. Aktivitas penangkapan di Kota Tarakan adalah perikanan rawai (longline). Penelitian keragaan teknis dilengkapi data ilmiah komposisi jenis dan ukuran ikan, data dasar ilmiah yang berguna dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dasar dalam kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap. Tujuan menjelaskan spesifikasi teknis (keragaaan teknis dan metode pengoperasian) unit penangkapan, menguraikan komposisi jenis dan ukuran ikan serta hubungan keragaan unit penangkapan dan hasil tangkapan. Metode riset menggunakan deksriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling yang dilakukan selama 2 bulan (Januari – Februari 2023) di tempat pendaratan ikan Selumit Pantai Kota Tarakan. Hasil riset spesifikasi teknis unit penangkapan termasuk kategori rawai (longline) dengan dimensi / keragaan rerata panjang tali utama (main line) 3.986 cm, panjang tali cabang (branch line) 156 cm, jarak antar tali cabang (space intra branch line) 344 cm, ukuran mata pancing (hook size) nomor 7, jumlah mata pancing (hook count) 1.160 unit dan gross tonase kapal 6 GT. Metode pengoperasian rawai (longline) tiga tahapan penurunan (setting), perendaman (soaking) dan penarikan / pengangkatan (hauling). Jenis ikan tertangkap terdiri atas ikan merah (Lutjanus sp.), ikan arut / gerot – gerot (Pomadasys sp.) dan ikan kuwe / putih (Caranx sp.). Komposisi ukuran Lutjanus sp. terbentuk 8 kelas, kisaran panjang total 21.5 – 73.0 cm dan berat 0.17 – 5.30 kg; Pomadasys sp. 8 kelas, kisaran panjang total 27.0 – 60.5 cm dan berat 0.20 – 3.01 kg; Caranx sp. terbentuk 7 kelas, kisaran panjang total 28.0 – 92.0 cm dan berat 0.3 – 13.6 kg. Hubungan antara keragaan unit penangkapan (variabel branch line, space intra branch line, hook number, mechine power, GT kapal) dengan hasil tangkapan rawai dasar, pada regresi berganda (secara bersama) terdapat pengaruh nyata dan pada regresi sederhana / tunggal (secara parsial) tidak terdapat pengaruh walaupun nilai korelasi dan determinasinya ada kecenderungan hubungan yang linier antar variabel. Kata Kunci: Rawai, Perairan Tarakan, Keragaan Teknis, Regresi
Padi merupakan tanaman pangan yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia nasi dianggap sebagai bahan makanan yang kaya akan karbohidrat. Beras merupakan komoditas utama yang menopang pangan masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat dan menganalisis kelayakan usahatani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat. Penentuan daerah penelitian secara purposive sampling. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 65 petani padi sawah. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat pada dua kali musim tanam sebesar Rp 885.366 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 128.443 dan biaya variabel 756.923, penerimaan sebesar Rp 11.117.000, pendapatan sebesar Rp 10.231.634 dan B/C ratio sebesar 1,15. Hal ini berarti usaha tani padi sawah tersebut layak untuk diusahakan.
Matahari adalah sumber energi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi karena dapat diperbaharui secara terus menerus atau tidak akan habis ketersediaannya, adapun salah satu pengaplikasian dari energi matahari adalah penerangan jalan umum Tenaga Surya. dimana Pentingnya pemanfaat tenaga surya sebagai energi alternatif dalam penerangan jalan umum (PJU) yaitu untuk membuat sistem penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS). Diperlukan analisis ekonomis dalam pembangunan pada sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, baik untuk sistem PJU-TS stand alone maupun PJU-TS Communal, agar diketahui layak atau tidaknya dalam investasi pembangunannya. Untuk mengetahui kelayakan investasi pembangunan sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), dalam penelitian ini diperoleh nilai NPV pada sistem PJU-TS stand alone bernilai positif atau lebih besar dari nol sehingga dinilai layak dalam investasi pembangunannya. Sedangkan untuk sistem PJU-TS Communal bernilai negative atau lebih kecil dari Nol, sehingga dapat dinilai tidak layak dalam invetasi pembangunannya.
Kelapa sawit merupakan tanaman industri penting penghasil minyak sawit dan minyak industri. Pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit adalah pemasaran kelapa sawit sebagai tandan buah segar (TBS) yang belum diolah menjadi minyak sawit (CPO) melalui saluran pemasaran dari produsen ke konsumen dengan menggunakan fungsi pemasaran. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan terkait analisis saluran pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan. Pertama, bagaimana saluran pemasaran buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Kedua, berapa margin pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit segar di Desa Pembeliangan? Ketiga, bagaimana farmer’s share tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan? Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share. Dari hasil penelitian penulis dapat mengambil kesimpulan: pertama, terdapat dua saluran pemasaran dalam pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Pembeliangan yaitu saluran pemasaran 1 melalui petani pedagang pengumpul dalam kecamatan dan pabrik. Sedangkan saluran pemasaran 2 langsung menuju pabrik melalui petani. Saluran 1 memiliki margin total sebesar Rp 160/kg, Saluran 2 memiliki margin sebesar Rp 170/kg, dan Saluran 3 tidak memiliki margin pemasaran karena petani memasarkan langsung ke pabrik. Kedua, bagian terbesar dari harga yang diterima petani atau farmer’s share sebesar 100% pada saluran pasar 3 dan terkecil sebesar 91% pada saluran 2.
Masyarakat Desa Kaliamok mengusahakan tanaman padi sebagai tanaman utama yang selalu dibutuhkan karena tanaman padi menghasilkan beras yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga menjadi faktor utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara. Pertama, berapakah pendapatan petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Kedua, Bagaimana kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang ada di Desa Kaliamok. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 petani. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan analisis skoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha tani padi sawah di Desa kaliamok Kecamatan Malinau Utara dengan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.031.513 dengan hasil produksi sebanyak 1067 kg dan penerimaan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 6.508.700 adapun rata-rata pendapatan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 5.477.187 untuk satu kali proses produksi atau musim tanam. Kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara berdasarkan hasil perhitungan skor didapatkan skor sebesar sebesar 2462 dengan kategori tingkat kesejahteraan sedang.
Keberhasilan penyuluhan dapat ditunjang oleh penggunaan materi, metode, media dan evaluasi yang sesuai agar tujuan dari kegiatan penyuluhan dapat tercapai. Hasil observasi awal di Desa Tideng Pale petani belum memahami dan menerima tentang informasi pertanian secara menyeluruh. Dengan demikian penyebaran informasi yang dilakukan oleh penyuluh belum cukup memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) yang dilakukan oleh penyuluh di Desa Tideng Pale dan mengetahui persepsi petani terhadap penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) di Desa Tideng Pale. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dan Analisis Skala Likert dengan 25 responden dengan penentuan sampel Qouta Sampling dan key informan sebanyak 7 key informan dengan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian penyuluh di Desa Tideng Pale menggunakan Materi yang di dasarkan oleh keadaan, kebutuhan dan kondisi petani. Metode yang digunakan oleh penyuluh yaitu teknik komunikasi secara langsung dan tidak langsung dengan jenis metode anjangsana, sekolah lapang, demonstrasi dan diskusi. Media yang di gunakan yaitu brosur dan leaflet dan alat bantu. Evaluasi yang dilakukan oleh penyuluh dengan 4 kondisi yaitu sebelum kegiatan/program, pada saat kegiatan/program, setelah kegiatan/program penyuluhan, dan pada saat di perbaiki dan di terapkan dengan alat instrumen kusioner dan wawancara. Hasil penelitian tentang persepsi petani terhadap penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) di Desa Tideng Pale diperoleh hasil skor sebesar 37,44 yang termasuk kategori tinggi. Indikator materi termasuk kategori tinggi dengan skor 14,88. Indikator metode termasuk kategori tinggi dengan skor 8,48. Indikator media termasuk kategori sedang dengan skor 5,68. Indikator evaluasi termasuk kategori tinggi dengan skor 5,40.
Penelitian ini bertujuan untuk dapat meningkatkan taraf hidup mayarakat tani maka diperlukan kontribusi peran laki-laki dan Perempuan. Selama ini kita memahami laki-laki berperan penting dalam sektor pertanian namun perempuan juga tidak kalah berperan dalam banyak sektor pertanian terutama di pedesaan. Mendeskripsikan peran wanita dan peran laki-laki dalam budidaya tanaman padi sawah di Desa Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar Kabupaten Berau. Lokasi Penelitian ini di laksanakan di desa Buyung-Buyung Kecematan Tabalar, sebagai daerah penelitian. Metode penentuan sampel dilakukan dengan kuota sampling. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dan skunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara menggunakan kuisoner dan dokumentasi. Jenis metode yang dipilih adalah Statistik analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran peran-peran gender dalam pengelolaan padi sawahHasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata peran petani wanita hanya memproses penanaman dan pasca panen dengan rata - rata persentase 94% sedangkan petani laki - laki berperan dalam proses pengolahan lahan, perawatan dan panen dengan persentase 100%. Berdasarkan hasil penelitian tentang peran petani padi berbasis gender maka didapat bahwa peran petani wanita lebih dominan pada kegiatan pencabutan bibit dengan persentase 94%, penjemuran 94%, pembersihan kotoran padi 84%, dan penggilingan padi 70% sedangkan peran petani laki – laki lebih dominan pada kegiatan pembersihan lahan 100%, pembajakan sawah 100%, pengairan 94%, persemaian 92%, penanaman 94%, pembersihan gulma 100%, pengendalian OPT 100%, pemupukan 100%,
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait penegakan hukum administrasi lingkungan terhadap pencemaran sungai di Kabupaten Malinau dengan studi kasus jebolnya tanggul tuyak hutan. Pertama, Bagaimana kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau. Kedua, Bagaimana konsep ideal penegakan hukum administrasi lingkungan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau terhadap kasus pencemaran sungai. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kewenangan yang dimiliki Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau serta mengetahui konsep ideal penegakan hukum administrasi lingkungan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau.Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang dimana penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif terhadap bahan primer dan sekunder serta penelitian ini melakukan tehnik pengumpulan bahan hukum dengan melakukan observasi ke lapangan, melakukan wawancara serta melakukan penelitian kepustakaan.kewenangan Pemerintah Kabupaten Malinau sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang 6 tahun 2023 memuat kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota. sehingga dalam pelaksanaan penegakan hukum administrasi lingkungan terhadap perusahaan PT KPUC mengenai pencemaran lingkungan berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2009 dikarenakan sebelum perubahan mengenai penerbitan perizinan hanya didelegasikan kepada pemerintah daerah provinsi dan hanya pemerintah provinsi yang dapat melakukan penegakan hukum administrasi lingkungan, Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau yang menerbitkan terlebih dahulu perizinan PT KPUC. Mengenai konsep ideal penegakan hukum yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Malinau yaitu meningkatkan keefektivitas pengawasan terhadap penanggung jawab usaha atau kegiatan yang berada di wilayah Kabupaten Malinau usaha.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari tingkat suku bunga, jumlah uang beredar, dan net ekspor terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis data VECM. Data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa pada hasil uji VECM menunjukan bahwa tingkat suku bunga Indonesia (SBI) dengan nilai p-value senilai (287.699) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah (KURS) karena nilai p-value lebih besar dari tingkat signifikansi (0.05).Jumlah uang beredar (JUB) dan net ekspor (XM) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah (KURS). Jumlah uang beredar (JUB) dengan nilai p-value senilai (0.00147) dan net ekspor (XM) dengan nilai pvalue senilai (0.0000075) nilai p-value dari kedua variabel tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi (0.05). Hasil analisis Variance Decomposition, ketiga dari ketiga variabel yaitu JUB, SBI, dan XM tidak ada yang memberikan guncangan yang terlalu besar terhadap KURS. Pada jangka panjang guncangan yang diberikan SBI, JUB dan XM justru stabil sedangkan guncangan dari KURS itu sendiri melemah sehingga ketiga variabel ini dapat mempengaruhi KURS.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait pemenuhan hak pendidikan anak terlantar di Kota Tarakan ditinjau dari perspektif Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pertama, problematika penerapan undang-undang no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak di Kota Tarakan. Kedua, peran dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana dalam melindungi hak pendidikan anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pemenuhan hak pendidikan anak terlantar di Kota Tarakan berdasarkan undang-undang no.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dilapangan, serta data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber di 3 instansi, yakni dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana, dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat, dan dinas pendidikan kota Tarakan. Kemudian untuk data sekundernya berupa Undang-Undang, Peraturan Perundang-undangan, Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun undang-undang No. 35 tahun 2014 memberikan dasar hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak anak, terdapat tantangan dalam implementasinya di lapangan. Kendala-kendala seperti kurangnya koordinasi antar lembaga dan ketidakmampuan dalam mengidentifikasi anak-anak terlantar secara tepat masih menjadi hambatan dalam pemenuhan hak pendidikan anak terlantar. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan kerjasama antar lembaga, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak pendidikan anak terlantar sesuai dengan undang-undang No.35 tahun 2014.
Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilihan umum di kota tarakan. Pertama, Bagaimana implementasi keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilihan umum di Kota Tarakan. Kedua, Faktor penghambat implementasi keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilihan umum di Kota Tarakan. Keterwakilan perempuan telah diatur dalam undang-undang penyelenggara pemilihan umum sebelum dan sesudah di revisi, undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 paling sedikit 30% keterwakilan perempuan, Penting keterwakilan perempuan dalam dunia politik didorong melalui tingkat Affirmative Action sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan di partai politik, lembaga legislatif maupun dilembaga penyelenggara pemilihan umum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan secara langsung dari hasil wawancara dari beberapa narasumber di 2 instasi, yaitu Bawaslu dan KPU Kota Tarakan. Kemudian untuk data Sekunder berupa undang-undang, peraturan perundang-undangan, Buku, Jurnal, Artikel dan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilihan umum di Kota Tarakan belum terwujud secara optimal sebagaimana amanat undang-undang. Adapun faktor penghambat implementasi keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilihan umum di Kota Tarakan yaitu budaya patriarki yang masih mengakar, perempuan yang mempunyai keterbatasan waktu dan stigma bahwa perempuan itu lemah. Maka dari itu penulis memberi saran yaitu menguatkan sinergi antar lembaga-lembaga pemerintah dalam melakukan pendidikan, penyuluhan, dan sosialisasi yang terjadwal sejak dini mengenai peran penting perempuan dalam dunia politik sehingga dapat meninggalkan stigma-stigma tidak baik bagi kaum perempuan dalam dunia politik.
.