REZKY NURMAYANI
2023 · Book · Open Access
Tujuan utama dari penelitian ini adalah berupaya ingin meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) pada siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Penelitian yang digunakan ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, yang dimana tiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan dan dilaksanakan dengan tahapan 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu, observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian menulis cerita fantasi dan lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes belajar siswa yang diperoleh pada setiap siklus. Pada siklus I, hasil belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan 56%. Kemudian pada siklus I aktivitas siswa memiliki skor 29 kategori Baik. Selanjutnya pada siklus II hasil penilaian belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan menjadi 81% dan aktivitas siswa memiliki skor 35 kategori Sangat Baik. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhamadiyah 1 Tarakan.
BALAN GUN
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini berfokus tentang bagaimana Pelaksanaan dan Pengelolaan Ekstrakurikuler Olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di SDN 013 Tarakan. Sumber data utama kepala sekolah dan pembina ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga di SDN 013 Tarakan terdapat ada 4 (empat) jenis kegiatan ekstrakurikuker olahraga yaitu : sepak bola, futsal, voli dan karate. Pembina yang ditetapkan sebagai penanggung jawab ekstrakurikuler hanya satu pembina. Jumlah keseluruhan siswa-siswi yang ikut dalam kegiatan olahraga adalah 25 peserta, yaitu dari kelas 4 sampai dengan kelas 5. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari selasa dan kamis pada jam 14.00-16.00. Jika pembina berhalangan hadir atau cuaca pada hari tersebut tidak baik, maka pelaksanaan ekstrakurikuler akan diganti ke hari yang lain sesuai arahan dari pembina. Berdasarkan hasil pengelolaan tentang sarana dan prasarana olahraga di SDN 013 Tarakan bahwa hasil menunjukan terdapat sarana yang kurang memadai yaitu peralatan bola voli dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67% dan peralatan sepak bola dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67%, kemudian peralatan atletik dalam kategori kurang dengan persentase 40% sedangkan untuk sarana yang memadai yaitu peralatan bola basket dengan kategori sedang dengan persentase 50%, dan peralatan senam dalam kategori baik dengan persentase 62,5%. Untuk prasarana atau lapangan yang ada di SDN 013 Tarakan hanya mengunakan halaman depan sekolah dalam melaksanakan olahraga dan bermian. Ekstrakurikuler olahraga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih dan menggembangkan bakat yang dimilikinya, diharapkan bagi pihak sekolah untuk memperhatikan pelaksanaan kegiatan, sarana dan prasarana yang mendukung proses ekstrakurikuler disekolah.
PUJA LAILATUL FITRI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan koneksi matematis dalam pembelajaran disekolah dan keingintahuan penulis untuk melihat seberapa besar peranan kemampuan koneksi dalam pembelajaran disekolah khususnya pembelajaran matematika. Serta terdapat fakta rendahnya koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa kelas VI SD dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa hasil tes siswa dan hasil transkip wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukan bahwa koneksi matematis yang dilakukan subjek perempuan dan laki-laki memiliki hasil yang sama yaitu pada (1) hubungan antar konsep bangun ruang dapat dikatakan baik namun perlu penjelasan ulang untuk memperoleh jawaban yang baik lagi, (2) hubungan antar konsep bangun ruang dengan konsep lain di matematika subjek mampu menemukan informasi dalam soal dan mengaplikasikannya sesuai perintah soal, (3) hubungan matematika dalam kehidupan sehari-hari, subjek dapat menemukan informasi yang diberikan dan memahami mengaitkan indikator yang sesuai.
NIKE ANDRIYANA
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim prinsip kesantunan berbahasa yang berupa pematuhan dan pelanggaran maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kemufakatan, kesimpatisan. Sumber data penelitian ini adalah berupa seluruh percakapan antara guru dan siswa sebagai penutur bahasa yang terdapat di kelas VIII A SMP Negeri 2 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan proses kegiatan bertutur antara guru dan siswa yang terdapat di sekolah SMP Negeri 2 Tarakan telah diterapkan dengan baik karena pada saat proses pembelajaran banyak ditemukan data pematuhan dibandingkan data pelanggaran maksim kesantunan berbahasa. Maksim yang banyak dipatuhi ialah maksim kemufakatan karena dalam proses bertutur kata antara guru dan siswa banyak ditemukan tuturan-tuturan bahasa yang menunjukkan adanya kesesuaian atau persetujuan dalam suatu percakapan, sedangkan maksim yang banyak dilanggar ialah maksim kebijaksanaan karena dalam proses bertutur kata antara guru dan siswa banyak ditemukan tuturan-tuturan bahasa siswa yang kurang baik dan menunjukkan adanya sikap yang kurang bijak dalam menyikapi tuturan yang disampaikan oleh guru.
MOHAMMAD RIDHO
2023 · Book · Open Access
Membaca permulaan adalah tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II. Pada tahap ini, siswa diajarkan mengenali huruf, melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa. Lalu, siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan tingkat akselerasi, yaitu mandiri, berkembang, dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat siswa membaca dengan mengeja dan tersendat-sendat. Siswa banyak melakukan kesalahan seperti, penghilangan huruf pada kata, penggantian kata, siswa teburu-buru sehingga tidak memperhatikan tanda baca yang ditemui dan juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti “q” dan “p” serta “m” dan “n” dengan “w”. Siswa belum sepenuhnya mengenal bunyi huruf, hanya mengetahui nama huruf alfabet secara keseluruhan. Kemudian ada juga siswa yang kesulitan dalam melafalkan suku kata, dan (2) faktor penyebab kesulitan membaca seperti, faktor fisiologis siswa yang mengalami keterlambatan berbicara. Kemudian faktor intelektual siswa yang mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyi huruf, suku kata, kata dan kalimat membuat pembelajaran kurang maksimal. Selanjutnya faktor lingkungan siswa, orang tua perlu mendampingi anak belajar membaca. Serta faktor psikologis, siswa kurang dalam memiliki minat membaca dan siswa lebih suka bermain sehingga siswa mengalami kesulitan dalam membaca permulaan.
DINA ROSALINDA
2023 · Book · Open Access
Permasalahan yang ditemukan di kelas 3 yaitu kurangnya bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca siswa khususnya dikelas III, siswa belajar membaca menggunakan buku bacaaan yang tidak disesuaikan pada keterampilan membaca siswa. Buku cerita jenjang C merupakan media bagi siswa yang masih dalam tahap pengenalan huruf sampai siswa yang bisa membaca, karena buku bacaan jenjang memiliki strategi membaca yang bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku cerita jenjang C yang layak untuk digunakan dalam proses membaca, ditinjau dari hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, dan ahli desain, serta angket respon siswa saat uji coba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil validasi ahli desain diperoleh sebesar 85%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 82%, termasuk kategori sangat layak, ahli isi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 100%, termasuk kategori sangat menarik, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 98,9%, termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil uji validasi serta angket respon siswa, maka buku cerita jenjang C dinyatakan sebagai bahan bacaan yang layak untuk digunakan dalam proses membaca.
NINGSIH SAPARANI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini merupakan penelitian Reseach and Development (R&D) yang merupakan rangkaian Langkah-langkah pada penelitian pengembangan dilakukan secara bertahap, dan setiap Langkah yang dilakukan selalu mengacuh pada hasil dari langkah yang sebelumnya sehingga pada tahap akhir diperoleh suatu produk. Pada penelitian ini menghasilkan media pembelajaran berupa kartu huruf berkaki (KARUKI) yang ditinjau dari validitas media, bahasa, dan praktisi serta mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran kartu huruf berkaki (KARUKI). Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research dan Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan BRUNCH yang terdiri dari lima tahapan yaitu, analisis, desain, development, implementasi, evaluasi. Penilaian kelayakan media pembelajaran kartu huruf berkaki (KARUKI) terdiri dari ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 72%, ahli bahasa 90%, ahli praktisi 96%. Hasil validasi ahli media, bahasa dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran kartu huruf berkaki (KARUKI) sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas sebesar 91% dan uji coba kelompok luas sebesar 100%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas dan kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran kartu huruf berkaki (KARUKI). diharapkan media pembelajaran kartu huruf berkaki (KARUKI) untuk siswa dapat menjadikan suatu pembelajaran yang menyenangkan dikarenakan siswa dapat belajar sambil bermain. Bagi guru diharapkan dapat memanfaatkan media pembelajaran kartu huruf berkaki (KARUKI) dalam pembelajar.
ROSALINDA
2023 · Book · Open Access
Permasalahan yang ditemukan di kelas V, yaitu kurangnya bahan ajar pendamping yang dapat digunakan guru dalam mengajar, serta pemberian materi yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga siswa kesulitan untuk menerima dan memahami materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD Berbasis Kearifan Lokal yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran khususnya untuk siswa sekolah dasar kelas V, ditinjau dari hasil uji kelayakkan dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Analisis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penilaian kelayakkan LKPD Berbasis Kearifan Lokal ditinjau dari hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, ahli materi, ahli soal, dan ahli praktisi. Sedangkan penilaian keefektifan ditinjau berdasarkan ketuntasan belajar siswa. Hasil validasi kelayakkan yang diperoleh dari ahli desain 94%, ahli bahasa 96%, ahli materi 90%, ahli soal 90%, dan ahli praktisi 97%. Sedangkan hasil keefektifan siswa yang diperoleh pada uji coba terbatas 88%, dan uji coba lapangan 100%. Berdasarkan hasil uji kelayakkan dan keefektifan siswa, maka LKPD Berbasis Kearifan Lokal dinyatakan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran.
LISA ARINDA INDRIYANI
2023 · Book · Open Access
Kemampuan membaca pemahaman adalah kesanggupan siswa untuk memahami suatu bacaan yang meliputi kesanggupan memahami makna kata, makna kalimat, isi pokok paragraf, dan isi bacaan sehingga dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Penghambat Kemampuan Membaca Siswa Kelas Rendah yang dialami siswa kelas 2-A SD Negeri 007 Mamburungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi siswa, lembar wawancara siswa, lembar wawancara guru, dan dokumentasi. Sebanyak 6 siswa kelas 2-A yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti observasi dan wawancara yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang faktor penghambat membaca siswa yang berupa faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisik: kelancaran berbicara (gagap), afasia (kesulitan dalam menggunakan kata-kata serta keterlambatan bicara), alat penglihatan seperti gangguan pada mata atau rabun dekat dan rabun jauh intelektual: daya ingat siswa sangat dibutuhkan untuk menghafal huruf dan beberapa siswa yang memiliki daya ingat rendah seperti ketelitian untuk memahami teks terkadang siswa salah mengucapkan huruf saat mengeja, psikologis: siswa dapat mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca seperti motivasi yang merupakan faktor kunci dalam membaca minat siswa dalam untuk rajin membaca. sedangkan faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan rumah. Dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain “ siswa sulit membaca karena penglihatan kurang jelas, daya ingat siswa sangat kurang saat menceritakan kembali buku baca yang dipilih, motivasi membaca siswa sangat kurang. Di dalam lingkungan sekolah siswa didukung penuh oleh wali kelas dalam pembelajaran membaca sedangkan di dalam lingkungan rumah siswa tidak di dukung sepenuhnya oleh orang tua dikarenakan ada beberapa orang tua yang buta huruf dan sibuk dalam bekerja.
EKHA MULIANI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) yang layak ditinjau dari validitas ahli materi, validitas ahli desain, dan validitas praktisi, serta mengetahui keefektifan modul pembelajaran dalam proses pembelajaran peserta didik kelas III. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri atas lima tahapan penelitian yaitu; Analyze (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implement (penerapan), dan Evaluate (evaluasi). Kelayakan modul pembelajaran dari hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 84,5%, ahli desain sebesar 82%, dan ahli praktisi sebesar 88%. Keefektifan modul pembelajaran dari hasil uji coba terbatas sebesar 81,66% dan uji coba lapangan sebesar 95,57%. Disimpulkan bahwa dari hasil validasi ahli materi, ahli desain, dan ahli praktisi menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas III sangat layak, dan hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas III berada pada kategori sangat efektif untuk digunakan.
FINA NUR OKTAVIAH
2023 · Book · Open Access
Materi pecahan masih menjadi permasalahan bagi banyak siswa di Sekolah Dasar. Pada kenyataannya, kebanyakan siswa dapat menyelesaikan materi pecahan secara aritmatika, tetapi mereka tidak paham konsep dasar jika diminta untuk menggambarkanya secara sederhana terlebih lagi pada soal cerita yang mengedepankan sisi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi siswa kelas V-B SDN 013 Tarakan dalam menyelesaikan masalah pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes kemampuan representasi visual dan wawancara. Sebanyak 23 siswa kelas V-B mengisi lembar tes kemampuan representasi visual yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Dari 23 siswa, 6 orang dipilih mewakili setiap kategori kemampuan matematika untuk di wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual kategori tinggi, sedang dan rendah diketahui bahwa semua siswa memiliki representasi yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat pada siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dapat merepresentasikan konsep pecahan ke dalam bentuk gambar dengan tepat, namun tidak dengan siswa berkemampuan sedang yang kurang tepat dalam merepresentasikan pecahan ke dalam bentuk gambar. Sedangkan siswa dengan kemampuan representasi rendah tidak mampu menyelesaikan masalah pecahan menggunakan gambar dengan tepat. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu mengajarkan dan memberikan pemahaman terkait dengan materi pecahan yang tidak hanya berpusat pada aritmatika, namun dapat juga dimulai dengan representasi yang mengedepankan sisi visual.
SEPRIANI UBAN
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini berfokus pada penerapan profil pelajar Pancasila tema kewirausahaan pada projek pembuatan batik ecoprint dan kendala dalam penerapan profil pelajar Pancasila tema kewirausahaan pada projek pembuatan batik ecoprint. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SDN 032 Tarakan. Sumber data utama guru kelas IV-B dan kepala sekolah SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan profil pelajar pancasila pada projek pembuatan batik ecoprint di kelas IV-B yaitu, (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia dilakukan dengan cara memberikan penjelasan pemanfaatan sumber daya alam untuk kebutuhan hidup, (2) berkebhinekaan global dilakukan dengan cara memperkenalkan batik dan jenis-jenis batik serta motifnya, (3) gotong royong, dilakukan dengan cara membentuk kelompok percobaan pembuatan batik ecoprint dan melakukan tanya jawab dengan pertanyaan pemantik tentang batik, (4) mandiri, dilakukan dengan cara membuat batik ecoprint pada tote bag secara mandiri, (5) bernalar kritis, dilakukan dengan cara menentukan jenis tumbuhan sesuai dengan motif batik yang ingin dihasilkan, dan (6) kreatif, dilakukan dengan cara melakukan percobaan membuat batik ecoprint untuk menumbuhkan ide kreatif. Adapun kendala yang dialami serta solusinya dalam proses aktivitas pembuatan batik ecoprint yaitu, kerja sama dalam kelompok dan menumbuhkan jiwa kreatif peserta didik, upaya yang sudah dilakukan pendidik untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara membimbing dan memotivasi. Kata kunci: Profil pelajar Pancasila, Tema kewirausahaan, batik ecoprint
LINDA FEBRIANTI
2023 · Book · Open Access
Media pembelajaran berupa permainan mampu memberikan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Namun guru cenderung hanya sering memanfaatkan buku paket serta lembar kerja siswa (LKS). Selain kurangnya inovasi yang dilakukan oleh guru, kurangnya ketersediaan media pembelajaran di sekolah membuat pembelajaran di kelas cenderung monoton dan menyebabkan siswa kurang fokus khususnya pada pembelajaran matematika materi bangun datar yang disampaikan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran monopoli pada materi bangun datar siswa kelas IV Sekolah Dasar yang layak dan menarik bagi siswa. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang dilakukan kepada ahli media diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 80% dengan kategori layak. Sedangkan hasil validasi dari ahli soal, ahli bahasa dan ahli praktisi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 93,3%, 97,1%, 98,8% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil validasi tersebut media pembelajaran yang dikembangkan ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Adapun hasil angket respon terhadap ketertarikan siswa pada media pembelajaran yang dikembangkan menunjukan kategori sangat tertarik dengan nilai persentase (NP) pada uji coba terbatas sebesar 86%, sedangkan untuk uji coba penuh didapatkan nilai persentase (NP) sebesar 91%. Berdasarkan hasil penelitian ini, media pembelajaran yang dikembangkan diharapkan kedepannya dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran guna menyampaikan materi dengan mudah ke siswa serta menjadi gambaran untuk guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
VERONIKA GELU IDAN
2023 · Book · Open Access
: Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif ditinjau dari validasi ahli materi, bahasa, media dan praktisi, motivasi siswa ditinjau dari angket motivasi dan hasil belajar siswa ditinjau dari pre-test dan post-test siswa. Jenis Penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri atas lima tahapan penelitian yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Instrumen pengumpulan menggunakan lembar validasi media pembelajaran interaktif, angket dan tes hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di Kelas IV SDN 050 Tarakan. Diperoleh hasil rata-rata persentase skor validasi dari keempat validator sebesar 91,4%. Diketahui motivasi siswa pada uji coba terbatas sebesar 81% dan pada uji coba lapangan sebesar 82,03%, dan diketahui hasil tes belajar siswa uji coba terbatas pre-test hanya dalam 3 kategori yakni, kategori rendah sebesar 16,6%, sedang sebesar 16,6% dan tinggi sebesar 66,6%. Post-test siswa uji coba terbatas hanya dalam 2 kategori yakni, kategori tinggi sebesar 16,6% dan sangat tinggi sebesar 83,3%. Hasil post test siswa pada uji coba terbatas sebanyak 5 siswa dari total 6 siswa telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil tes belajar siswa pada uji coba lapangan pre-test hanya dalam 5 kategori yakni, kategori sangat tinggi sebesar 7,14%, tinggi sebesar 25%, sedang sebesar 28,5%, rendah sebesar 10,7% dan sangat rendah sebesar 28,5%. Post-test siswa uji coba lapangan hanya dalam 1 kategori yakni, kategori sangat tinggi sebesar 100%. Hasil post test siswa pada uji coba lapangan sebanyak 28 siswa dari total 28 siswa sehingga di simpulkan media pembelajaran interaktif pada materi perubahan energi di kelas IV sekolah dasar dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).
VALENTINO GEOTRINITAS
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai karakter profil pelajar pancasila pada siswa kelas IV di SDN 050 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan nilai karakter pada siswa SDN 050 Tarakan. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu guru dan siswa sementara untuk data sekunder yaitu modul dari P5 dan juga dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah teknik analisis interaktif miles & huberman yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas IV SDN 050 Tarakan telah menjalankan perannya; 1) Peran guru sebagai educator guru telah memberikan pengajaran dan edukasi kepada siswa dalam hal pengembangan nilai karakter kerja sama mereka. 2) Peran guru sebagai leader guru telah memberikan pengaruh positif dan contoh teladan kepada siswa dalam hal pengembangan nilai karakter kerja sama mereka. 3) Peran guru sebagai motivator guru telah memberikan motivasi dan dorongan guna meningkatkan motivasi belajar kepada siswa dalam hal pengembangan nilai karakter kerja sama mereka.
MILA AMELIA
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghasilkan media pembelajaran berupa video animasi berbasis adobe animate yang layak dari validitas media, materi, bahasa, dan praktisi 2) Mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di kelas IV-C dengan jumlah 28 siswa di SD Negeri 013 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94%, ahli materi 86%, ahli bahasa 77% dan praktisi 82%. Hasil validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan uji coba lapangan sebesar 88%. Hasil angket dari respon siswa pada uji coba terbatas dan lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate. Dengan demikian media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate layak untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi metamorfosis dan respon menarik dari peserta didik. Saran dari penelitian ini adalah agar guru memanfaatkan media pembelajaran video animasi yang dikembangkan dalam proses pembelajaran di kelas.
SARTINA
2023 · Book · Open Access
Pemahaman yang paling diutamakan dalam pembelajaran matematika adalah pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa kelas IV A SDN 016 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes soal cerita materi bangun datar dan wawancara. Sebanyak 27 siswa kelas IV A mengisi lembar tes pemahaman konsep kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Sebanyak 5 siswa dipilih secara acak sebagai subjek dalam penelitian ini untuk mewakili kategori kemampuan sedang dan rendah yang mengacu pada 3 indikator di penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki kemampuan pemahaman sedang dan rendah. Subjek kemampuan sedang menunjukkan pemahaman konsep menyajikan dalam bentuk representasi matematis dan menggunakan atau memanfaatkan prosedur matematika, sedangkan kemampuan rendah hanya memenuhi indikator pemahaman menyajikan konsep. Kesulitan subjek dalam pemahaman konsep diakibatkan karena kesulitan pemahaman bahasa atau kalimat dalam soal, penentuan strategi serta ketidaktelitian dalam melakukan prosedur matematis (operasi hitung).
RAHMAWATI
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas V B SDN 016 Tarakan. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen soal tes kemampuan numerasi berjumlah 3 soal dengan 3 indikator. Subjek penelitian 6 siswa dengan masing masing 2 kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori tinggi mengungkap ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika dari diagram gambar dengan melakukan perhitungan penjumlahan dengan tepat, mampu merancang strategi penyelesaian, dapat menyelesaikan soal dengan tepat dalam berbagai macam konteks terkait kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan menuliskan tiga informasi, dan mampu menafsirkan hasil analisis tersebut dengan tepat, tetapi tidak menuliskan kesimpulan. Subjek kategori sedang mengungkap ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika dari diagram gambar dengan melakukan perhitungan penjumlahan dengan tepat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis sebagian informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel, dan mampu menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil kesimpulan. Selain itu, ada subjek yang lambat dalam membaca. Subjek kategori rendah mengungkap satu indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan menuliskan tiga informasi yang didapatkan, subjek menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari yang berbeda, tetapi tidak dapat melakukan perhitungan dengan tepat yang disajikan dalam bentuk diagram gambar, dan tidak dapat memperoleh hasil menafsirkan analisis untuk memprediksi dan membuat kesimpulan.
MIRAWATI
2023 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model Teams Games Tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa kelas III.A SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model teams games tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa kelas III.A SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III.A SDN 032 Tarakan telah menerapkan model teams games tournament (TGT) terhadap aktivitas belajar siswa yaitu tahap pertama penyajian kelas tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas visual dan aktivitas mendengar. Tahap kedua belajar dalam kelompok tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas lisan, aktivitas menulis, aktivitas motorik dan aktivitas mental. Tahap ketiga permainan tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas lisan, aktivitas motorik, dan aktivitas emosional. Tahap keempat turnamen tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas mental. Tahap kelima penghargaan kelompok tercapai pada aktivitas belajar siswa seperti aktivitas emosional.
MUHAMAD JERWIN
2023 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi karena kurangnya minat belajar siswa di SMPN 2 Malinau Kota, sehingga di rumuskan tujuan penelitian adalah ingin mengetahui apakah metode resitasi berpengaruh terhadap minat belajar siswa di SMPN 2 Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen. Data dalam penelitian ini di kumpulkan menggunakan teknik pengisisan angket dan responden sebanyak 42 dari 120 populasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji prasyarat uji-t, pengujian hipotesis menggunakan t-test Two Sample Assuming Unequal varian karena data yang di peroleh memiliki varian yang berbeda. Hasil penelitian ini di peroleh bahwa nilai dengan nilai 3,005 dan nilai 2,04 dengan demikian di tolak yang berarti metode resitasi berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Kata kunci: Eksperimentasi metode resitasi, minat belajar