Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 123 dari 342

Pengaruh Edukasi Pola Asuh Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

SELLA ENJELA
2024 · Book · Open Access

Stunting kerap kali dikaitkan sebagai penyebab perkembangan sel otak anak yang tidak maksimal. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kalimantan Utara berada pada angka 27.5% pada tahun 2021 dan menjadi 22.1% pada tahun 2022 dengan salah satu penyumbang angka stunting tertinggi berasa dari Kabupaten Nunukan yang mencapai persentase sebesar 30.5% pada tahun 2022. Angka stunting yang tinggi tidak lepas dari peran orang tua terutama ibu hamil dan ibu menyusui. Salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak adalah karena kurangnya pengetahuan mengenai pola asuh dalam memenuhi asupan nutrisi pada ibu hamil dan ibu menyusui. Edukasi adalah kunci dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pola asuh yang baik dan benar sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh dari pemberian edukasi pola asuh terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design jenis one-group pre-post test design. Jumlah sampel penelitian ini adalah 100 responden ibu hamil dan ibu menyusui diwilayah kelurahan nunukan tengah. Hasil analisis uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh edukasi didapatkan nilai signifikasi P = 0.000 atau P0.005. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi pola asuh pada ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya pencegahan stunting berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui dalam upaya pencegahan stunting.

Pengaruh edukasi perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting

SONA WANDA LILIT
2024 · Book · Open Access

Perawatan bayi baru lahir merupakan perawatan yang harus diberikan kepada bayi segera setelah dilahirkan. Permasalahan pada bayi baru lahir yaitu rentan terjadinya infeksi. Ibu yang merawat bayi baru lahir di rumah memerlukan penanganan dan perawatan yang tepat. Pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir sangat diperlukan bagi ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode pretest dan postest yang menggunakan kuesioner, metode ceramah dan diskusi tanya jawab antara penyuluh dan responden. Terdapat pengaruh edukasi kesehatan perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting ditandai dengan meningkatnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir sehingga tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan BBL merupakan faktor penting yang mempengaruhi keterlibatan ibu untuk meningkatkan keberhasilan harapan hidup bayi.

Gambaran Kesiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Primigravida Di Wilayah Kecamatan Nunukan

HILDA MANDA
2024 · Book · Open Access

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan langsung dengan permasalahan kurangnya kesiapan menghadapi persalinan. Hasil Long Form SP2020 menunjukkan Angka Kematian Ibu di Kalimantan Utara sebesar 194 yang artinya terdapat 194 kematian perempuan pada saat hamil, saat melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu pada tahun 2022 di Kabupaten Nunukan tercatat 5 kematian ibu atau 173 per 100.000 penduduk ibu di Kabupaten Nunukan. Informasi tentang kesiapan ketika menghadapi persalinan seharusnya sudah direncanakan sejak awal kehamilan sehingga dapat menurunkan angka kematian dari kasus kegawatdaruratan persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran kesiapan persalinan pada ibu hamil primigravida di wilayah Kecamatan Nunukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 32 ibu hamil primigravida di wilayah Kecamatan Nunukan. Hasil analisis univariat didapatkan kesiapan persalinan pada ibu hamil primigravida di wilayah Nunukan adalah baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ibu hamil primigravida yang memiliki kesiapan baik dalam persalinan dapat menjadi tolak ukur keberhasilan persalinan.

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MEMILIKI BALITA USIA 1-5 TAHUN MENGENAI ASUPAN NUTRISI DALAM PENCEGAHAN STUNTING

ANDINI AYU LESTARI PUTRI
2024 · Book · Open Access

Stunting adalah anak balita (bayi di bawah lima tahun) yang gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru terlihat setelah bayi berusia 2 tahun. Di Indonesia prevalensi stunting 21,6% pada tahun 2022. Di Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Tana Tidung prevalensi stunting 30,7%. Pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling dominan dengan kejadian stunting pada balita. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan asupan makanan. Tingkat pengetahuan gizi seseorang berpengaruh terhadap perilaku serta pola hidup bersih dan sehat dalam memilih makanan yang berdampak pada asupan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai asupan nutrisi dalam pencegahan stunting. Desain penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling, sampel penelitian sebanyak 60 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden pengetahuan ibu cukup yaitu sebanyak 30 reponden (50,0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari responden pengetahuan ibu cukup dan tidak ada keterkaitan antara karakteristik responden terhadap pengetahuan ibu.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Kader dalam Pendampingan Program Stunting

ERNIANTI
2024 · Book · Open Access

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di berbagai negara termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta dapat mengganggu potensi ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, kader kesehatan memiliki peranan penting dalam pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam upaya pencegahan stunting. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam pendampingan program stunting menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang ada di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat sebanyak 45 kader. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden yaitu baik sebanyak 39 orang (95.1%) dan minoritas pengetahuan responden yaitu cukup sebanyak 2 orang (4.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat mayoritas dalam kategori baik.

PEMBERIAN EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI MEDIA VIDEO PADA REMAJA PUTRI DESA WISATA LONG LOREH

MELLYANI BORU MANIHURUK
2024 · Book · Open Access

Balita Pendek (Stunting) adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) -2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/ stunted) dan -3 SD (sangat pendek / severely stunted). Penyebab stunting antara lain yaitu asupan gizi dan status kesehatan yang meliputi ketahanan pangan . Berdasarkan penelitian ini didasarkan pada proses pemberian edukasi pencegahan Stunting remaja putri yang dimana remaja putri di berikan edukasi sehingga mendapatkan peningkatan pengetahun tentang pencegahan Stunting. Pengetahuan adalah bagian esensial dari eksistensi manusia, karena pengetahuan merupakan buah dan aktivitas berfikir yang dilakukan oleh manusia

Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Bayi Di Wilayah Desa Tideng Pale

RISKI REGITA CAHYANI
2024 · Book · Open Access

Kejang demam merupakan kejang yang paling sering terjadi pada anak. Kejang demam didefinisikan sebagai bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°c) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada bayi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rencana penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif, dengan total 50 responden dengan menggunakan non-probability sampling dengan teknik Sampling Insidental. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebesar 66,0% tentang penanganan kejang demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam di wilayah desa Tideng Pale.

Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Pernikahan Dini Di Desa Long Loreh Malinau Selatan

APRILISYA NENSYIAWATI LOSONG
2024 · Book · Open Access

Pernikahan dini di Indonesia masih sangat tinggi angka kejadiannya, berdasarkan data badan pusat statistik tahun pada tahun 2018 sebanyak 1 dari 9 perempuan di Indonesia melakukan pernikahan sebelum berusia 18 tahun. Data provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2020 angka proporsi perempuan berstatus kawin atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun yaitu 12,70%. Kurangnya pengetahuan remaja terhadap dampak pernikahan dini menyebabkan banyak remaja yang melakukan pernikahan dini atas keinginan diri sendiri, keadaan ekonomi, tingkat pendidikan rendah anak dan orang tua, pengaruh negatif dari media sosial dan pergaulan bebas remaja. Metode penelitian yaitu total sampling dengan jenis penelitian deskriptif analitik. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu menunjukan gambaran pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini mayoritas 58.2% kriteria tingkat pengetahuan baik, sedangkan minoritas memiliki pengetahuan kurang (3.0%). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan dini remaja kelas XI Desa Long Loreh Malinau Selatan baik.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Di Desa Long Loreh

RESTY INDRIAWATI
2024 · Book · Open Access

Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan presentase kasus baru yang tertinggi. Jumlah penderitanya meningkat sebesar 1,7 juta Perempuan dari sebelumnya 6,3 juta yang terdiagnosa hidup pada 5 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri kanker payudara menepati urutan pertama dengan jumlah kanker terbanyak, dan menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Berdasarkan data Globocan pada tahun 2020, Jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara di Kalimantan Utara, kasus kanker payudara mengalami penurunan dari data awal tahun 2018 sebanyak 124 kasus temuan pada tahun 2021 menjadi 68 kasus. Tingginya kasus kematian akibat kanker payudara, disebabkan oleh keterlambatan terdeteksi adanya kanker. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang cukup mudah dilakukan, karena dapat dilakukan sendiri di rumah dan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Jenis penelitian yang digunakkan bersifat kuantitatif deskriptif dengan Teknik metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 96 siswi SMP Negeri 1 Malinau Selatan. Hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan terkait pengertian sebagian besar pada kategori baik sebanyak 65 orang (67.7%), pengetahuan terkait tujuan sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 65 orang (67.7%), pengetahuan terkait waktu pelaksanaan sebagian besar kurang sebanyak 52 orang (54.2%), dan pengetahuan terkait pelaksanaan sebagian besar kurang sebanyak 53 orang (55.2%). Kesimpulan gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Desa Long Loreh masih sangat kurang.

PENGARUH EDUKASI KB PASCA PERSALINAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESIAPAN IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

DEBY
2024 · Book · Open Access

Kesadaran gizi ibu dan hubungannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah yang mengindikasikan malnutrisi disana berhubungan dengan asupan gizi yang diterima anak dari mereka, dan hal ini berdampak pada prevalensi stunting. Pasangan dapat mencegah stunting dengan mengikuti program keluarga berencana (di bawah dua tahun). KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu KB yang sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Sumber Kasih pada saat edukasi diberikan sebanyak 20 orang. Jumlah sampel sebanyak 20 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil penelitian ini dengan mengunakan uji wilcoxon rank test diperoleh masing-masing nilai tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dengan nilai p-value 0,05. Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi KB pasca persalinan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting serta mengacu pada hasil yang didapatkan dalam penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang Peningkatan keikutsertaan ibu hamil dalam menggunakan KB Pasca Persalinan

Pengaruh Teknik Behavior Contract Dalam Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Di SMA Patra Dharma Tarakan

SOFIA NURUL IZZA
2024 · Book · Open Access

Perilaku agresif merupakan perilaku verbal maupun nonverbal yang dimaksudkan untuk merusak atau melukai seseorang, perilaku ini merupakan hasil belajar dari pengalaman kehidupan yang didapatkan dari lingkungan sekolah maupun rumah. Teknik behavior contract merupakan teknik yang bertujuan untuk membantu konseli dalam mengubah atau mempertahankan perilakunya, teknik ini menekankan pada perubahan tingkah laku yang dianggap merugikan diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behavior contract dalam mengurangi perilaku agresif siswa di SMA Patra Dharma Tarakan. Teknik behavior contract adalah kesepakatan tertulis antara dua orang individu atau lebih dimana salah satu atau kedua orang sepakat untuk terlibat dalam sebuah perilaku target. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa yakni siswa kelas XI SMA Patra Dharma Tarakan, penarikan sampel yang digunakan adalah dengan purposive sampling berjumlah 6 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan menggunakan skala perilaku agresif berdasarkan teori Murray dan Bellak (dalam Susanto, 2015) dan teori Buss dan Perry (dalam Hardoni, 2019), teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-Test. Adapun uji Paired Sample T-Test menggunakan SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis data dari uji Paired Sampel T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh teknik behavior contract dalam mengurangi perilaku agresif siswa di SMA Patra Dharma Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pretest yang diperoleh 6 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 5 (83%) siswa memiliki tingkat perilaku agresif tinggi, 1 (17%) siswa memiliki tingkat perilaku agresif sedang. Pada hasil Posttest terdapat 6 (100%) siswa yang memiliki tingkat perilaku agresif rendah.

EFEKTIVITAS EDUKASI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI SMK NEGERI 1 TANJUNG SELOR

MIRA ASTUTI
2024 · Book · Open Access

Stunting merupakan kondisi status kurang gizi yang menjadi permasalahan kekurangan gizi dalam waktu lama terutama 1000 hari pertama kehidupan dapat menimbulkan kegagalan pertumbuhan. Adapun di Provinsi Kalimantan Utara, prevalensi balita stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8%. khususnya kabupaten Bulungan pada tahun 2020 sebanyak 19,28% dan tahun 2022 18,9%. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, Melalui pendidikan kesehatan remaja akan mampu membentuk pemahaman yang baik terkait perilaku sadar gizi untuk pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Pre Experimental Design dengan One Group Pre-Post Test Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa/I SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang berjumlah 31 Orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Deskriptif. Berdasarkan intevensi yang telah diberikan sebelum dan sesudah didapatkan hasil rara-rata pengetahuan sebelum 60,97 dan sesudah 83,23 sedangkan rata-rata skor sikap sebelum 31,19 dan sesudah 39,03. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas edukasi dengan media cetak booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa/siswi SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif intervensi kesehatan untuk promotor kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang pencegahan stunting sehingga dapat menekankan kejadian stunting.

PENGARUH TEKNIK EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP KENAKALAN REMAJA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 2 TARAKAN

NURFAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik expressive writing therapy terhadap kenakalan remaja siswa kelas xi di SMK Negeri 2 Tarakan. Kenakalan remaja merupakan karakter seseorang untuk melakukan perubahan pada dirinya menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain one-group pretest – posttest. Adapun populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI-A dan XI-B SMP Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 56 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kenakalan remaja berdasarkan teori Sapto Irawan (2020), dengan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Pada pemberian pretest terdapat 6 (60%) dan 4 (40%) siswa memiliki tingkat kenakalan remaja yang sangat tinggi dan tinggi. Pada pemberian posttest terdapat 10 (10%) siswa memiliki tingkat kenakalan remaja yang rendah. Berdasarkan hasil ≤ 0,05 Ha diterima dan Ho ditolak, maka hipotesis yang berbunyi “pengaruh teknik expressive writing therapy terhadap kenakalan remaja siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Tarakan” diterima.

PENGARUH TEKNIK PERMAINAN SIMULASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN ETOS KERJA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 TARAKAN

NATASYA NUR RAHMADANIA
2024 · Book · Open Access

Natasya Nur Rahmadania, 2023, “Pengaruh Teknik Permainan Simulasi dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Etos Kerja Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Tarakan”, dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S.Psi, M.Si, dan Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd. Etos kerja merupakan nilai-nilai yang dipegang seseorang dengan menunjukkan sikap yang diambil dan dipercayai ketika melaksanakan pekerjaannya. Etos kerja siswa SMK Negeri 2 Tarakan masih rendah, perilaku yang ditunjukkan siswa yaitu sering menunda mengerjakan tugas, tidak percaya diri dengan kemampuannya, lebih mempercayai temannya dalam mengerjakan atau menjawab sesuatu, sering menyalin/menyontek tugas milik teman, sering terlambat dalam melakukan tanggung jawabnya, dan beberapa hal lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan etos kerja siswa yang rendah ini adalah menerapkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan simulasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 508 siswa dan sampel berjumlah 8 orang siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang etos kerja. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired samples t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini perhitungan uji paired samples t-test nilai sig (2-tailed) untuk uji dua arah sebesar 0.0000.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh penerapan teknik permainan simulasi dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan etos kerja siswa kelas X SMK Negeri 2 Tarakan.

Pengaruh Teknik Self-Regulation Terhadap SIkap Sopan Santun Siswa Kelas X di SMAN 2 Tarakan

JULIANA ARSHY
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa kelas X di SMAN 2 Tarakan. Sikap sopan santun merupakan perilaku seseorang yang menghargai, tidak sombong dan berakhlak mulia dengan cara menghormati orang yang lebih tua, menyapa jika bertemu dengan orang lain, berbicara dengan nada lembut dan bahasa yang santun. Ciri cirinya tidak permisi atau menegur saat berpapasan dengan guru, memanggil teman dengan nama binatang dan menyanggah guru ketika sedang berbicara, dan Self-Regulation merupakan proses metakognisi yang mengatur proses perencanaan, pemantauan/monitoring, dan evaluasi diri dalam aktivitas belajar seperti cara berfikir, pemantauan proses belajar, mengulangi pelajaran agar tercapai tujuan belajar, penguasaan pengetahuan dan keterampilan bagi individu serta pengaturan jadwal belajar guna untuk mencapai tujuan dalam belajar. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design, dengan populasi sebanyak 100 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling sebanyak 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap sopan santun. Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung -6.688 1.833. Sehingga ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa Kelas X di SMAN 2 Tarakan.

PENGEMBANGAN GAME TEKA-TEKI SILANG UNTUK MEMPERKENALKAN STRES AKADEMIK SISWA DI MTS NEGERI TARAKAN

KIKI MARSELIA ANGGRAINI
2024 · Book · Open Access

Kiki Marselia Anggraini, 2023, “Pengembangan Game Teka-teki Silang Untuk Memperkenalkan Stres Akademik Siswa Di MTs Negeri Tarakan”, dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S. Psi, M, Si, dan Tri Cahyono, M. Pd . Stres Akademik merupakan sebuah bentuk dari tekanan-tekanan yang terjadi pada siswa yang di akibatkan oleh persaingan dan tuntutan akademik sehingga diperlukan layanan bimbingan klasikal yang inovatif terkait stress akademik. Layanan inovatif terdiri dari media yang digunakan disesuaikan dengan pola pikir dan kebutuhan siswa agar layanan klasikal yang diberikan tidak monoton atau membosankan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kelayakan media permainan teka-teki silang dalam mengenalkan stress akademik siswa MTS Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan atau Research and Development (R&D). Permainan teka-teki silang ini diuji oleh ahli media, ahli materi dan menggunakan kelompok kecil sebanyak 41 siswa. Hasil penilaian ahli media sebesar 9,3 atau 75%, ahli meteri memberikan nilai 7,6 atau 70,1%, dengan total keseluruhan skor dari kelas delapan yaitu 1451 atau 85% artinya media permainan teka teki silang dikatakan layak. Hal ini di perkuat oleh hasil uji skala kecil pada kelas 7 yaitu 84,6 atau 85% sehingga secara keseluruhan permainan teka-teki silang dengan media power poin layak digunakan.

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 026 TARAKAN

DINI HARMADANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Efektif untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Kelas V SD Negeri 026 Tarakan. Bimbingan kelompok merupakan upaya bimbingan yang diberikan kepada sejumlah individu yang dilakukan secara bersama-sama, bertujuan membantu mereka yang belum berpengalaman dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat. Adapun kedisiplinan merupakan sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan waktu terhadap peraturan, dan standar yang berlaku. Adapun pelanggaran peraturan yang umum terjadi di sekolah sebagai contoh peserta didik tidak mengenakan pakaian sekolah yang lengkap dan datang terlambat, tidak mengumpulkan tugas pada waktunya, bicara dalam kelas saat guru menjelaskan, tidur di kelas dan lain-lain. Maka dari itu kedisiplinan di sekolah perlu di perhatikan dan diatasi. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas V SD Negeri 026 Tarakan yang berjumlah sebanyak 55 siswa dan penarikan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kedisiplinan berdasarkan teori (Daryanto & Surytri, 2013), teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-Test menggunakan software SPSS 29.0 for mac. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,007 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik kelas V SD Negeri 026 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pre-test yang di peroleh 10 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 4 siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, 6 siswa memiliki tingkat kedisiplinan sedang, dan 1 siswa memiliki tingkat kedisiplinan rendah. Pada hasil Post-test terdapat 9 siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dan 1 siswa memiliki tingkat kedisiplinan sedang.

”Media Permainan Kartu Truth Or Dare Dalam Meningkatkan Sikap Sopan Santun Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 12 Tarakan

MUH.SALIM
2024 · Book · Open Access

Sikap sopan santun hidup seseorang yang memiliki nilai-nilai dan norma yang ada dilingkungan masyarakat, prilaku yang tidak merehkan atau merendahkan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kartu truth or dare dalam meningkatkan sikap sopan santun siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan populasi yaitu 90 dan sempel berjumlah 12 siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Tarakan. Teknik sampling menggunakan Random sempling dari populasi sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah 12 siswa. Pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis inferensial dan uji paired sampel t.test dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya permainan kartu truth or dare memiliki pengaruh terhadap peningkatan sikap sopan santun siswa di SMP Negeri 12 Tarakan. Pada pemberian pretest dari 12 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian, terdapat 3 (25%) siswa yang memiliki sikap sopan santun yang sangat rendah , 9 (75%) siswa memiliki sikap sopan santun yang rendah. Pada pemberian posttest terdapat 6 (50%) siswa yang memiliki sikap sopan santun sangat tinggi, 6 (50%) siswa yang memiliki sikap sopan santun tinggi. hasil pretest dan posttest pada indikator menghormati orang yang lebih tua, tidak berkata kotor, kasar dan takabur, tidak menyelah pembicaran pada waktu yang tidak tepat, meminta izin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang orang lain, memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan, dan mengalami perubahan nilai ditunjukkannya peningkatan pada saat pemberian posttest.

Pengaruh Teknik Kontrak Perilaku Terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah

SARINAH AYU
2024 · Book · Open Access

Perilaku agresif verbal adalah bentuk perilaku atau keinginan yang diarahkan dengan tujuan untuk menyakiti dengan tindakan melukai orang lain secara verbal (kata-kata) secara langsung maupun tidak langsung, seperti mengumpat, mengejek, berkata kasar, fitnahan, bergunjing atau menyindir, kritikan, hinaan bahkan ancaman melalui kata-kata jika dibiarkan dan tidak diatasi sesegera mungkin sangat berpotensi untuk memicu perilaku agresif non verbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik kontrak perilaku berpengaruh terhadap perilaku agresif verbal siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 45 siswa kelas IX. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 10 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan infrensial. Uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t.test dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik kontrak perilaku terhadap perilaku agresif verbal siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator memaki, mengejek, menghina, marah-marah, bergosip, adu domba mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan penurunan perilaku pada saat pemberian pos-test

Pelaksanaan Layanan Konseling Individual Ditinjau Dari Model Context Input Process Product (CIPP) Di SMA Negeri 3 Malinau

REVA MELDIANA
2024 · Book · Open Access

Layanan konseling individual bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam melalui tahap-tahap perkembangan, membantu untuk dapat mengarahkan peserta didik agar mampu membuat keputusan secara tepat. Penelitian ini akan membahas bagaimana pelaksanaan layanan konseling individual disekolah yang ditinjau dari model CIPP. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif, serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan meliputi context tujuan dari pelaksanaan layanan konseling individual untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam tahap-tahap perkembangannya, membantu penyelesaian masalah, serta dapat mengarahkan peserta didik dalam membuat keputusan. input persiapan yang dilakukan sebelum melaksanakan layanan guru BK terlebih dahulu mengumpulkan informasi mengenai peserta didik informasi dari wali kelas, teman nya, atau dari orang tua nya. Selain itu guru BK menyediakan fasilitas seperti ruang konseling, laporan konseling individual, RPL konseling dan menentukan waktu pelaksanaanya. process pelaksanaan layanan konseling individual guru BK menggunakan beberapa teknik dan tahap-tahapan yaitu tahap awal, inti dan penutup. product atau hasil dari pelaksanaan konseling individual terdapat perubahan perilaku siswa kearah yang lebih positif. Namun evaluasi yang dilakukan Ketika belum ada perubahan pada siswa tersebut guru BK akan menindak lanjuti dan mendiskusikan untuk mengatur kembali pertemuan berikutnya dengan peserta didik.