Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 122 dari 342

Analisis perilaku konsumen dalam penentuan keputusan pembelian sayuran hidroponik (studi kasus "Bobogreen hidroponics" dikelurahan kampung enam, kecamatan Tarakan timur, kota Tarakan

HASDIANA
2024 · Book · Open Access

Keputusan pembelian konsumen merupakan kegiatan individu yang terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan oleh produsen yang dapat dipengaruhi oleh indikator umur, pekerjaan, gaya hidup, dan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pada pembelian sayuran di Bobogreen hydroponics. (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pada pembelian sayuran di Bobogreen hydroponics. (3) mengetahui faktor yang lebih dominan berpengaruh dalam menentukan keputusan pada pembelian sayuran di Bobogreen hydroponics. Penelitian ini dilsanakan di Kota Tarakan pada bulan Juni sampai September 2023. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskiriptif kualitatif dengan uji validitas, reabilitas, asumsi klasik, uji F, uji t dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi sayuran hidroponik di Bonbogreen Hydroponics dipengaruhi oleh faktor budaya dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dengan presentase 60%, faktor sosial dengan signifikan sebesar 0,007 presentase 93% , dan faktor psikologis dengan nilai signifikan dengan nilai sebesar 0,000 dengan presentase sebesar 100%.

Efektifitas Bacillus subtilis dalam Mengendalikan Penyakit Bercak Coklat pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Akibat Serangan Alternaria solani

MIKAEL NGAU
2024 · Book · Open Access

Tanaman tomat merupakan tanaman sayuran memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi karena banyak diminati oleh konsumen dan merupakan tanaman yang mengandung zat gizi tinggi serta memiliki banyak varian olahan. Dalam berbudidaya tanaman tomat tentunya tidak terlepas dari adanya gangguan penyakit. Salah satu penyakit utama yang sering dilaporkan menyerang tanaman tomat adalah bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan Alternaria solani. A.solani merupakan cendawan patogen yang memiliki daya tahan yang cukup baik tidak bisa dikendalikan menggunakan varietas yang resisten dan berbagai jenis bahan aktif dari fungisida sintetik. Terlebih lagi fungisida sintetik merupakan bahan kimia anorganik yang tidak mudah terurai sehingga berpotensi mencemari lingkungan pertanian. Untuk mengupayakan pengendalian yang efektif serta ramah lingkungan digunakan pengendalian hayati dengan mikroorganisme antagonis. Mikroorganisme antagonis yang digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis. Bakteri ini telah teruji dan terbukti sebagai bakteri antagonis dan telah dipasarkan secara komersil. Dalam penelitian ini digunakan dua isolat bakteri B. subtilis yaitu isolat BS dan SK14 serta biopestisida komersil berbahan aktif bakteri Bacillus sp. (BIO.P) Perlakuan yang diberikan ternyata memberikan hasil yang efektif adalam menekan pertumbuhan cendawan A. Solani. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan intensitas dan insidensi bercak pada tanaman tomat yang kecil dan berbeda nyata dengan kontrol K+ yaitu kontrol yang media tanamnya hanya diberi cendawan A. solani.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI

RUT PUTRI WULANDARI OMPUSUNGGU
2024 · Book · Open Access

Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang merajalela, merugikan keuangan negara, melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat. Karena merupakan kejahatan luar biasa pengungkapan kasus korupsi termasuk sulit, dalam penanggulangan dan pemberantasan tindak pidana korupsi memerlukan upaya yang luar biasa juga. Peranan Justice Collaborator sangat penting dalam pengungkapan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, karena Justice Collaborator terlibat langsung dalam kejahatan tersebut. Keberadaan Justice Collaborator yang memiliki peranan penting dalam mengungkap kasus korupsi sudah seharusnya mendapat perlindungan hukum dari negara. Mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi Justice Collaborator dalam kasus tindak pidana korupsi serta peran Justice Collaborator dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian hukum normatif. Peran Justice Collaborator dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi sangat penting dan bermanfaat bagi penegak hukum maupun bagi negara. Kasus-kasus korupsi dapat terungkap dengan baik dan benar sehingga hasil dari korupsi dapat dikembalikan kepada negara. Aturan mengenai Justice Collaborator seharusnya segera diperbarui, karena belum ada peraturan yang mengatur secara khusus mengenai perlindungan hukum bagi Justice Collaborator yaitu pengaturan penetapan syarat Justice Collaborator, penetapan status Justice Collaborator secara spesifik dan perlindungan hukum Justice Collaborator secara tegas dan terperinci karena dari kesaksiannya menimbulkan risiko besar bagi Justice Collaborator.

PEMBUKTIAN KEJAHATAN SIBER DALAM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL

JOVANDI JONFRET
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pembuktian Kejahatan Siber Dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial. Pertama, apakah ketentuan hukum pidana kejahatan siber pencemaran nama baik di Indonesia; Kedua, pembuktian tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan kemudian melakukan telaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang sedang ditangani. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Kasus (Case Approach), sedangkan menganalisis, penulis menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Ketentuan hukum tentang tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia diatur dalam, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Serta, Pembuktian tindak pencemaran nama baik di Indonesia mengacu pada Pasal 184 KUHAP, majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa tentu sudah mempertimbangkan sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dalam proses pemeriksaan di persidangan disitu akan dihadirkan, bukti saksi, bukti elektronik, barang bukti lainnya dihadirkan dan terdakwa memberikan kesaksiannya juga dan ternyata hakim meyakini bahwa ternyata benar ini adalah tindak pidana, sehingga dalam putusan hakim menuangkan bahwa setelah didukung dengan alat bukti-alat bukti, saksi-saksi dan keteranagn terdakwa serta barang bukti yang didapat keyakinan hakim bahwa betul terdakwa melakukan tindakan pencemaran nama baik tersebut.

Pengaruh subtitusi tepung sukun (arthocarpus communis) dalam pembuatan cookies

SITI JUMRIANAH
2024 · Book · Open Access

Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.

Pengaruh lama penggaraman dan fermentasi terhadap sifat kimia dan organoleptik kimchi sawi (Brassica juncea L.)

NURUL ZAKIYAH
2024 · Book · Open Access

Abstrak Sawi merupakan sayuran yang bersifat perishable sehingga untuk memperpanjang masa simpannya maka dilakukan metode pengawetan, salah satunya diolah menjadi kimchi. Kimchi merupakan jenis makanan khas korea hasil fermentasi sayuran dengan tambahan berbagai campuran bumbu. Proses fermentasi kimchi dipengaruhi oleh lama penggaraman dan waktu fermentasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penggaraman dan fermentasi terhadap mutu kimchi sawi. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yaitu lama penggaraman (G) 1, 2, dan 3 jam, dan waktu fermentasi (F) 2, 4, dan 6 hari. Parameter yang dianalisa adalah kadar air, kadar garam, vitamin C, nilai pH dan kadar asam laktat, serta uji organoleptik terhadap warna, tektur, aroma, dan rasa. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik (Friedman), dan Uji Dunn, ANOVA dan dilanjut menggunakan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) taraf 5%. Lama penggaraman memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter kadar air, vitamin C dan kadar asam laktat, dan pengaruh tidak berbeda nyata pada parameter kadar garam. Sedangkan fermentasi memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap semua parameter kimiawi pada sampel kimchi sawi. Interaksi dari kedua perlakuan memberikan pengaruh terhadap parameter kadar asam laktat, dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. Semakin lama penggaraman dan semakin singkat fermentasi yang dilakukan disuhu ruang, maka semakin baik kimchi sawi yang dihasilkan. Karena dapat menyebabkan kadar air, vitamin C, kadar asam laktat menjadi tinggi, kadar garam dan nilai pH menjadi rendah. Kombinasi perlakuan G3F1 (lama penggaraman 3 jam, dan fermentasi 2 hari) memiliki karakteristik mutu organoleptik dan penerimaan panelis yang baik terhadap kimchi sawi dengan nilai skala rata-rata 3,9 (suka), karena memiliki warna yang menarik atau berwarna merah, tekstur yang renyah, aroma yang sedap dan rasa asam segar khas kimchi. Kata Kunci: Fermentasi, Kimchi Sawi, Lama Penggaraman,

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PASAL 53 DALAM UNDANG UNDANG RI NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG PENETAPAN PERPPU CIPTA KERJA MENJADI UNDANG UNDANG, KHUSUSNYA PADA SEKTOR MIGAS

DEDY TIMANG
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan Mengkaji dan menganalisis perubahan ketentuan sektor hilir minyak dan gas bumi pasca Undang-Undang Cipta Kerja yang berkaitan dengan penegakan hukum pidana. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, sifat penelitian preskriptif yakni menguji kembali menurut teori hukum terhadap norma yang dianggap masih kabur. Hasil penelitian ini menunjukkan sejatinya Penegakan hukum sektor hilir migas terjadi perubahan yang cukup siknifikan pasca UU Cipta Kerja. Pasal 53 UU Migas ada ancaman pidana terhadap pelanggaran ketentuan administratif hilir migas dengan rincian sesuai bidang usahanya, sedangkan dalam UU Cipta Kerja tidak lagi merinci bidang usaha, ancaman pidana terhadap elanggaran ketentuan administratif mensyaratkan timbulnya korban/kerusakan terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan. Ketentuan administratif usaha hilir migas terkendala atau tidak dapat dilaksanakan sebab belum ada peraturan pemerintahnya, disisi lain ketentuan pidana administrative telah dibatasi dengan persyaratan sesuai Pasal 53 UU Cipta Kerja yang artinya tidak semua pelanggaran perizinan hilir migas dapat dipidanakan.

IDENTIFIKASI JENIS UDANG HASIL TANGKAPAN TUGU (Stow Net) DARI PERAIRAN MUARA ANCAM KABUPATEN BULUNGAN MENGGUNAKAN DNA BARCODING

ROSYAM BIN TAMRIN
2024 · Book · Open Access

Wilayah dengan potensi perikanan tangkap di perairan pesisir dan muara, adalah perairan muara Ancam Kabupaten Bulungan. Di wilayah ini, terdapat sejumlah unit penangkapan yang dioperasikan oleh nelayan Bulungan dengan tujuan memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Unit penangkapan ikan yang mendominasi dan aktif beroperasi di wilayah perairan pesisir/muara Ancam adalah unit penangkapan tugu (stownet) dengan hasil tangkapan utama (Main Catch) berupa berbagai jenis udang. Udang adalah hewan kecil tak bertulang belakang (invertebrata) yang tempat hidupnya adalah di perairan air tawar, air payau dan air asin. DNA barcoding adalah salah satu adalah metode molekuler untuk mengidentifikasi spesies yang mampu memberikan kecepatan dan keakuratan dalam mengidentifikasi jenis spesies. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan spesies udang dan karakter molekulernya dari hasil tangkapan tugu Muara Ancam di kabupaten Bulungan. Tahapan identifikasi molekuler penelitian ini terdiri dari proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 8 sampel udang menghasilkan sebuah sekuen nukleotida dengan kisaran panjang DNA 474bp – 699bp (base pairs). Kemudian Hasil pencocokan sekuen menunjukkan bahwa terdapat 8 jenis sekuen yang telah dipasangkan dengan persentase kemiripan terhadap GenBank NCBI. Kemiripan ini berkisar antara 98,41%-100% untuk setiap spesies yang teridentifikasi hasil penelitian identifikasi spesies secara morfologi dan molekuler, terdapat delapan jenis spesies udang yang teridentifikasi yakni Metapanaeus brevicornis ,Penaeus merguiensis, Mierspenaeosis scultillis, Eutrichocheles modestus, Orastosqulla interrupta, Solenocera crassicornis, Metapenaeus ensis, Metapenaeus Monoceros

Pengaruh Edukasi Pola Makan Sehat Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Status Gizi Balita

NUR AZIZAH YASIN
2024 · Book · Open Access

Latar Belakang: Pola makan ialah cara dalam mengatur jumlah dan jenis makanan yang seimbang dengan porsi cukup untuk memperbaiki dan meningkatkan status gizi balita. Pengetahuan ibu tentang pola makan berpengaruh terhadap pemberian pola makan yang sehat pada balita, hal ini dikarenakan ibu pemegang peran penting dalam menyediakan makanan untuk keluarga terutama balita. Tujuan: Tujuan penilitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi pola makan sehat terhadap tingkat pengetahuan ibu balita dalam upaya peningkatan status gizi balita. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pretest yang digunakan sebelum diberi perlakuan dan posttest yang digunakan setelah perlakuan, dengan metode penelitian Pre Experimental Study yang memiliki rancangan One Group Pre-Test Post-Test. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden. Dengan tekink pengambilan sampel purposive sampling. Hasil: Ada perbedaan antara pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0,000(0,05) yang artinya ada perbedaan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pola makan dengan status gizi balita di Posyandu Mawar Kelurahan Juata Laut. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai pola makan melalui penyuluhan agar ibu dapat memberikan pola makan yang sehat dengan memantau status gizi balita secara teratur guna menjaga status gizi yang baik dan mencegah terjadinya masalah status gizi pada balita.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Orang Tua Tentang Imunisasi Anak Usia Balita Yang Stunting Dan Berisiko Stunting

RIKA ANDRIANI
2024 · Book · Open Access

Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif dan murah serta juga dapat menghindarkan terjadi penyakit menular. Imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi risiko stunting karena dapat mencegah penyakti yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengatahuan dan kepatuhan orang tua tentang imunisasi anak usia balita yang stunting dan berisiko stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain one group post test only desain. teknik sampling yang digunakan orang tua balita (ibu atau ayah). Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil uji one sample T-Test menunjukan pendidikan kesehatan ridak efektif memengaruhi pengetahuan orang tua mengenai imunisasi anak (P = 0,232). Hasil uji chi-square menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan tingkat kepatuhan imunisasi (P = 0,378). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tidak mempengaruhi pengetahuan dan kepatuhan orang tua mengenai imunisasi.

ANALISIS GAMBARAN POLA PERILAKU IBU TERHADAP PEMENUHAN GIZI BALITA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

M. IRWAN
2024 · Book · Open Access

Masa balita merupakan masa kritis yang sering dikaitkan dengan masalah kebutuhan gizi balita. Ibu sebagai pengasuh memiliki peranan yang penting dalam pemenuhan gizi pada balita mulai dari pemberian ASI, pemilihan makanan dan pola makan serta pemantauan pertumbuhan dan kesehatan balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku ibu terhadap pemenuhan gizi pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Deskriptif Analitik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 orang ibu dengan anak berusia 1-5 tahun. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil ibu balita yang memiliki perilaku baik dalam pemberian ASI Eksklusif, pemberian pola makan anak dan perilaku ibu terhadap tugas kesehatan keluarga sebanyak 54 orang (98,2%). Gambaran perilaku ibu terhadap pemenuhan gizi balita berada pada kategori positif. Peneliti selanjutnya direkomendasikan menggunakan sampel yang lebih banyak serta menghubungkan faktor perilaku ibu terhadap tugas kesehatan keluarga dalam pemenuhan gizi balita.

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TERHADAP KEJADIAN SAKIT PADA REMAJA DI KOTA TARAKAN

SHELTY JULIA PALIMBUNGA'
2024 · Book · Open Access

Setiap tahunnya sekitar 2,2 juta jiwa di Negara-negara berkembang terutama remaja-remaja meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air minum yang aman dan sanitasi hygiene yang buruk. Pelayanan sanitasi yang memadai, persediaan sanitasi yang memadai, persediaan air yang aman, sistem pembuangan sampah yang memadai dapat menekan angka kematian akibat diare sampai 65% serta penyakit-penyakit lainnya sebanyak 26%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada remaja dan hubungannya dengan kejadian sakit pada remaja di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan studi korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bersifat korelatif tidak sejajar (pengaruh). Populasi pada penelitian ini adalah remaja SMP kelas VII dengan banyak populasi 989. Jumlah sempel dalam penelitian ini adalah 285 responden yang dipilih dengan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dipilih dengan kriteria inklusi yaitu siswa-siswi yang berusia 11-13 tahun, siswa-siswi yang mendapatkan penjelasan terkait pengambilan data, dan siswa-siswi yang mengisi kuesioner ini dengan lengkap. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Tarakan, SMP Negeri 5 Tarakan, SMP Negeri 8 Tarakan, dan SMP Negeri 9 Tarakan. Dengan hasil pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kategori baik dan cukup baik, responden jarang mengalami sakit dan sebagian besar tidak pernah mengalami sakit, Tingkat pengetahuan tentang PHBS dalam kategori cukup terhadap kejadian sakit dalam kategori jarang memiliki hasil yang lebih besar dari yang lain. Analisis data yang digunakan dengan uji Chi-square diperoleh nilai p= 0,248. Tidak ada hubungan antara prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian sakit pada remaja di Kota Tarakan.

Efektivitas Media Lembar Balik Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian MP-ASI

DEVI MIFTAHUL HASANAH
2024 · Book · Open Access

Balita berada pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan, maka mereka sangat rentan mengalami gangguan kesehatan akibat masalah gizi. Awal gizi yang baik akan sangat berakibat pada kehidupan yaitu pada perkembangan fisik, kognitif dan sosial anak. Faktor orang tua yang berhubungan dengan masalah gizi pada balita, antara lain pendidikan dan pekerjaan orang tua, serta pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu tentang gizi. pendidikan yang tinggi dapat membuat pengetahuan juga semakin tinggi. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu perlu dilaksanakan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kebutuhan kesehatan agar mudah terjadinya perilaku sehat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas media lembar balik terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental dengan One Group Post Test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 64 ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan. Jumlah sampel penelitian ini adalah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI terhadap media lembar balik.

PENGARUH EDUKASI TENTANG ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

YUSNIA
2024 · Book · Open Access

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Salah satu penyebab stunting pada balita yaitu pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan selama 6 bulan karena ASI sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan bayi agar kebutuhan gizinya tercukupi. Penelitian ini berbentuk penyuluhan edukasi tentang ASI Ekslusif dengan menggunakan media leaflet dan flip chart dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang ASI Ekslusif terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil sebagai upaya dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Posyandu Sumber Kasih Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan hasil pre-test dan post-test. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan sebanyak 15 soal dan sikap sebanyak 5 soal. Dari total 20 responden berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan rata-rata tingkat pengetahuan post test (2,90) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata pre test (1,30) dengan nilai P Value 0,000 atau P 0,005 dan nilai rata-rata sikap post test (14,85) lebih tinggi dari nilai rata-rata pre test (8,85) dengan nilai P Value 0,077 atau P 0,005. Hasil analisis menggunakan uji wilcoxon didapatkan signifikasi P = 0.000 atau P0.005. Hasil analisis tersebut bermakna bahwa Hο ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh mengenai edukasi ASI Ekslusif terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan isi dari kuesioner penelitian dan menambah jumlah sampel yang digunakan agar lebih bervariasi, sehingga peningkatan nilai pengetahuan dan kesiapan ibu hamil mengenai ASI Ekslusif dapat lebih signifikan.

Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Karakter Percaya Diri Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan

MERLIN
2024 · Book · Open Access

Merlin. 1940606042. Percaya diri dapat diartikan sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap tercapainya setiap keinginan dan harapan yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Nunukan adalah masih banyak siswa yang kurang percaya diri seperti malu, takut salah, dan tidak berani berpendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan karakter percaya diri siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian terdiri dari dua guru bimbingan dan konseling yang ada di SMA Negeri 1 Nunukan, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian mengungkap bahwa percaya diri siswa di SMA Negeri 1 Nunukan masih kurang atau minim, dalam hal ini peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan percaya diri siswa dengan cara memberikan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individual. Layanan yang paling sering digunakan guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan adalah layanan bimbingan klasikal. Dengan layanan ini guru bimbingan dan konseling akan melakukan pembiasaan kepada peserta didik yaitu dengan cara meminta setiap peserta didik untuk maju ke depan untuk memberikan pendapat dari hasil pembelajaran yang telah diberikan oleh guru bimbingan dan konseling.

Pelaksanaan Layanan Penempatan dan Penyaluran Di SMA Negeri 2 Nunukan Di Tinjau Dari Model CIPP (Context, Input, Process, Product)

SALMA
2024 · Book · Open Access

Salma. 1940606013. Layanan penempatan dan penyaluran merupakan bentuk dari layanan bimbingan dan konseling. Layanan ini membantu siswa yang kesulitan menentukan pilihan, belum mengetahui bakatnya, minat, dan hobbinya tidak tersalurkan dengan baik. Terdapat masalah bagaimana pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 2 Nunukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran di SMA Negeri 2 Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan informan penelitian ini terdiri dari 1 orang guru BK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran di SMA Negeri 2 Nunukan memiliki tujuan atau context seperti, membantu pengentasan masalah siswa. Adapun input atau persiapan yang dilakukan guru BK yaitu perencanaan layanan, hal-hal yang dipersiapkan. Pada tahap pelaksaan atau proses guru Bk menentukan waktu. Pada tahap hasil atau product guru BK akan melakukan evaluasi atau follow up terhadap layanan yang telah dilakukan.

PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENANGANI LEARNING LOSS SISWA DI SMA NEGERI 4 TARAKAN

ABIDAH ULYA
2024 · Book · Open Access

Konseling kelompok merupakan suatu proses konseling yang dilakukan dalam situasi kelompok, dengan para anggota kelompok yang telah diseleksi memiliki permasalahan yang sama. Tujuannya untuk menawarkan bantuan dan menyadarkan para peserta didik atau anggota kelompok bahwa ada orang lain yang mengalami tantangan serupa, agar harapannya para peserta didik mampu saling support dalam memecahkan solusi terbaik mereka untuk merubah perilakunya menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 guru BK sebagai informan utama, sedangkan informan pendukung terdiri dari 1 orang peserta didik. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan wawancara dan dokumentasi, adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Berikut langkah-langkah analisis data, yaitu Reduksi Data, Display data, Verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan layanan konseling kelompok dalam menangani Learning Loss siswa di SMA Negeri 4 Tarakan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaannya melalui  tahapan-tahapan dimulai dari  pra konseling, tahap pemulaan, tahap transisi, tahap kerja, tahap akhir dan pasca konseling. Pelaksanaan layanan konseling kelompok yang dilakukan guru BK mencakup pemberian informasi, motivasi dan arahan dalam hal menangani Learning Loss.

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI PERILAKU MEROKOK SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 2 NUNUKAN

RINI ANJARWATI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku merokok siswa selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk membantu mengtasi permasalahan yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiptif dalam mencari bagaimana cara guru BK dalam mengatasi perlilaku merokok siswa. Penelitian ini menggunakan tiga informan yang menjadi sumber data dari penelitian, dimana terdiri dari guru BK sebagai informan utama, kemudian siswa dan guru Wali kelas sebagai informan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dalam mendapatkan informasi dan dokumentasi dalam menguatkan data penelitian. Analisis data digunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah guru BK melakukan pelaksanaan bimbingan dan konseling berupa pelaksanaan sebagai pembimbing yaitu untuk membimbing dan mengarahkan perilaku siswa kearah yang lebih positif, pemberian contoh atau teladan adalah pada dasarnya perubahan perilaku yang dapat ditunjukkan kepada siswa dapat dipengaruhi oleh seorang guru yang menjadi patokan siswa dalam bertingkah laku atau berperilaku selama di lingkungan sekolah, selanjutnya sebagai pengendali, guru BK harus mampu mengendalikan seluruh perilaku siswa selama berada di lingkungan sekolah.