MAYLINDA
2024 · Book · Open Access
Hama penggerek batang padi merupakan hama utama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman padi. Upaya pengendalian hama tersebut dapat dilakukan menggunakan perangkap berferomon. Jenis atau model perangkap dapat memberikan efek bagi keberhasilan pengendalian hama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis perangkap dan membandingkan antar jenis perangkap terhadap jumlah hama penggerek batang padi yang terperangkap. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yang terdiri dari 4 jenis perangkap yakni perangkap dollat (P1), kotak (P2), botol (P3), toples (P4) dan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis penggerek batang padi yakni penggerek batang padi kuning, penggerek batang padi putih, dan penggerek batang padi merah jambu. Jumlah penggerek batang padi terperangkap lebih banyak pada jenis perangkap dollat, namun tidak terdapat perbedaan dibandingkan dengan jenis perangkap lainnya. Selain itu, tidak terdapat pula perbedaan jumlah penggerek batang padi pada masing-masing kelompok (lingkungan), kecuali penggerek batang padi merah jambu. Jumlah penggerek padi merah jambu pada kelompok 1 berbeda dengan kelompok 4, 5, dan 6 atau jenis ini hanya ditemukan pada kelompok 1 dan 3. Hal ini mengindikasikan bahwa penggerek batang padi kuning dan putih ditmmukan pada berbagai kondisi lingkungan pada lokasi penelitian, sedangkan penggerek batang padi merah jambu memiliki kondisi lingkungan yang lebih spesifik. Serta, pengendalian ketiga hama tersebut dapat menggunakan feromon yang dikombinasikan dengan perangkap dollat, kotak, botol, dan toples.
RIZKY FERDIANSYAH
2024 · Book · Open Access
.
MUHAIMIN
2024 · Book · Open Access
.
JERRY NOVEL
2024 · Book · Open Access
.
NINIK ANGGRAENY
2024 · Book · Open Access
This research aims to determine and analyze the productivity and effectiveness of investment credits in the formation of the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of North Kalimantan Province. This research was conducted using a descriptive quantitative approach with secondary data from publications of Bank Indonesia (BI) and the Central Bureau of Statistics (BPS) of North Kalimantan. The research used a time series data from 2017 to 2022. Incremental Capital Output Ratio analysis tool was employed in this study. The results of this study show that the sector with the highest productivity was the Sector of Government Administration, Defense and Compulsory Social Security with an average of Rp 20,743 and the lowest productivity was the Other Service Sector with an average of Rp. 0. Then, based on the effectiveness analysis, the most effective sector was the Sector of Government Administration, Defense and Compulsory Social Security with an average of Rp. 1 and the least effective sector was the Other Service Sector with an average of Rp. 16.910. Based on the results of productivity and effectiveness mapping, the sector classified as productive and effective has been the Sector of Government Administration, Defense and Compulsory Social Security for tha past 6 years and the ineffective and non-productive sector has been the Other Service Sector Based on the investment needs projection analysis in scenario I with a growth target of 4%, an investment of Rp. 8.2 trillion was required. Then, in scenario II with a growth target of 5%, an investment of Rp. 11 trillion was required. Then, in scenario III with a growth target of 10%, an investment of Rp. 32.5 trillion was required.
JOKO SEJATI
2024 · Book · Open Access
.
IMRON ISKANDAR
2024 · Book · Open Access
PROBLEMATIKA PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2020 OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA TARAKAN ABSTRAK Imron Iskandar, NPM 1740501033 dengan judul “PROBLEMATIKA PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2020 OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA TARAKAN” dibawah bimbingan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., dan Ibu Dr. Nurasikin, S.HI., M.H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yaitu Problematika pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 pada kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan. Permasalahan tersebut diuraikan dalam dua rumusan masalah ; 1) Bagaimana bentuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2020 Oleh Komisi Pemiliham Umum Kota Tarakan 2) Apa problematika pelaksanaan pemilihan kepala daerah Tahun 2020 Oleh Komisi Pemiliham Umum Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, selanjutnya pengumpulan bahan hukum yang digunakan berupa studi wawancara dan dokumentasi dengan sumber bahan hukum berupa bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini yaitu urgensi pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 Oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan adalah Sebagian tahapan pelaksanaan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan di masing-masing divisi sudah ada yang berjalan. Mulai dari tahapan penerimaan hasil sinkronisasi DP4 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sampai pada produk hukum yang disiapkan untuk mengkawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kota Tarakan. Sehingga dengan berjalannya tahapan tahapan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan telah menggunakan anggaran yang tidak sedikit, pelaksanaan Pilkada harus dilaksanakan agar anggaran pilkada tidak bertambah. Selain itu adanya problematika yang ditemukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan di setiap divisinya berbeda-beda. Hal yang paling ditemukan adalah kurangnya penyesuaian terhadap pelaksanaan pemilihan dalam keadaan Covid-19. Banyak hal yang dikurangi mulai dari waktu di setiap pelaksanaan sampai pada pengurangan masa pada setiap badan adhock dan relawan demokrasi yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan Itu sendiri.
PETRUS LIWU
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN PETRUS LIWU Djuanda Hatta, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh aspek sosial ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 25, Dari beberapa variabel ada yang berpengaruh dan ada yang tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengganguran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan penduduk, angka partisipasi sekolah, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja dan investasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan, variabel bebas berkontribusi sebesar 71,4% terhadap tingkat pengangguran.
MUHAMMAD RIJAL
2024 · Book · Open Access
PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET ARANG ABSTRAK Limbah sawit dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan seperti pemanfaatan cangkang, dan tandan kosong kelapa sawit salah satunya sebagai pembuatan biobriket sebagai bahan bakar alternatif, yang bertujuan untuk Mengetahui formulasi komposisi yang tepat pada biobriket tandan kosong kelapa sawit dan cangkang kelapa sawit. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, dan nilai kalor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa formulasi yang tepat dalam pembuatan biobriket dari limbah tandan kosong kelapa sawit dan cangkang kelapa sawit yaitu pada perlakuan 4 dengan formulasi cangkang kelapa sawit dan tepung tapioka 80:20 dengan nilai kerapatan 0,95 g/cm³, kadar air sebesar 5,35%, kadar abu sebesar 11,23%, dan nilai kalor 5384 kal/g dan lama pembakaran pada biobriket tersebut lebih dari 70 menit. Kata Kunci : Cangkang Kelapa Sawit,Tandan kelapa sawit, Biobriket
HUSNUL KHATIMAH
2024 · Book · Open Access
Minuman serbuk buah kundur merupakan salah satu upaya pemanfaatan buah kundur (Benincasa hispida). Pengolahan ini menggunakan metode foam mat drying dengan pengeringan konsentrat bahan cair menggunakan pengeringan pada suhu 50-80˚C.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan yang sesuai pada proses foam mat drying pada minuman serbuk buah kundur serta kandungan vitamin C dan kadar antioksidan pada minuman serbuk buah kundur yang dihasilkan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu suhu pengeringan (50ºC, 60ºC dan 70ºC) dan waktu pengeringan (6 jam, 12 jam dan 18 jam) yang diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Vitamin C dan Kadar Antioksidan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah T1W1 (suhu 50ºC dengan waktu 6 jam) sebesar 5,85%, parameter kadar vitamin C memiliki nilai paling tinggi T2W2 (suhu 60ºC dengan waktu 12 jam) sebesar 2 mg dan pada parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi T3W3 (suhu 70ºC dengan waktu 18 jam).
ANDI SYAHDILA HERLIANA
2024 · Book · Open Access
Jambu air merupakan jenis buah berkulit tipis yang sangat mudah mengalami pembusukan, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat terjadinya pembusukan buah. Buah jambu air juga memiliki kadar air yang tinggi dan masa simpan yang pendek. Sebanyak 50% dari limbah kulit udang mengandung kitin yang dapat dimanfaatkan sebagai edible coating. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kulit udang sebagai bahan edible coating dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air dan untuk mengetahui konsentrasi bahan edible coating yang tepat dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu konsentrasi kitosan yang terdiri 6 perlakuan yaitu C0 = Tanpa pemberian kitosan, C1 = Kitosan konsentrasi 1%, C2 = Kitosan konsentrasi 1,5%, C3 = Kitosan konsentrasi 2%, C4 = Kitosan konsentrasi 2,5, C5 = Kitosan konsentrasi 3%. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari analisis kadar abu kitosan, analisis kadar air kitosan, derajat deasetilasi kitosan, kadar air jambu air, susut bobot jambu air, dan kadar vitamin C jambu air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada hari ke-12 setelah diberi edible coating kitosan kulit udang kadar air tertinggi buah jambu air ialah pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 83,00% dan kadar air terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 71,57%. Pada kadar vitamin C, jambu air yang memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 43,03% dan kadar vitamin C terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 31,07%. Parameter susut bobot jambu air menunjukkan perlakuan konsentrasi kitosan kulit udang pada jambu air tidak memberikan pengaruh nyata terhadap susut bobot jambu air.
AHNASIA EKA NUR AZIZAH
2024 · Book · Open Access
Iklim merupakan salah satu faktor sangat penting yang dapat mempengaruhi aktivitas manusia pada kehidupan sehari-hari. Perubahan iklim dapat menyebabkan kondisi cuaca yang tidak stabil salah satunya adalah perubahan pola hujan. Akibatnya curah hujan menjadi tidak menentu dan sulit diprediksi, hal ini tentunya akan berdampak pada kegiatan pertanian di wilayah Kota Tarakan. Oleh karena itu, dapat dilakukan penelitian untuk mengetahui tipe dan pola hujan di wilayah Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe hujan dan bagaimana pola hujan yang terjadi di wilayah Kota Tarakan. Prosedur penelitian ini menggunakan beberapa analisis data yaitu, tipe hujan berdasarkan metode klasifikasi Oldeman dan klasifikasi Schmidt-Fergusson, pola hujan peluang 80%mdan pola evaporasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kota Tarakan menurut klasifikasi Oldeman memiliki tipe A1, dan klasifikasi Schmdit Fergusson memiliki tipe C. Pola hujan di wilayah Kota Tarakan merupakan Pola Lokal dan terjadi surplus air pada setiap bulannya.
SYAHRUL RAMADHAN
2024 · Book · Open Access
Di Kabupaten Nunukan terdapat permasalahan menurunnya penyerapan tenaga kerja yang disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja pada setiap sektor perekonomian sehingga mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan sehingga mengalami masalah terhadap perekonomian di Kabupaten Nunukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah elastisitas kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan dan apakah PDRB berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan jumlah perusahaan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah analisis elastisitas kesempatan kerja dan regresi linier berganda (menggunakan alat aplikasi yaitu Eviews 10). Berdasarkan hasil analisis elastisitas kesempatan kerja bahwa pada sektor primer, sekunder, dan tersier lebih cenderung elastis yang artinya meningkatkannya pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan, untuk hasil dari regresi linier berganda yang dilakukan pada uji t menyatakan bahwa hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa PDRB memiliki nilai probabilitas 0,00010,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa investasi memiliki nilai probabilitas 0,04080,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja yang di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa jumlah perusahaan memiliki nilai probabilitas 0,3771>0,05 yang artinya tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil dari uji f menunjukkan bahwa pada nilai f-statistik probabilitas sebesar 2,692076>0,05 lebih besar dari tingkat kesalahan maka pada variabel PDRB, investasi, dan jumlah perusahaan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai 96% berpengaruh dengan variabel independen terhadap variabel dependen dan 4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam penelitian.
HASNIDAR
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan antar Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara menggunakan analisis Indeks Williamson. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya konvergensi antar Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara melalui pendekatan sigma konvergen dan beta konvergen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan antar wilayah cenderung menurun dan tingkat ketimpangan dikategorikan sebagai ketimpangan rendah. Analisis konvergensi menunjukkan bahwa telah terjadi konvergensi antar Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, baik itu konvergensi sigma maupun konvergensi beta. Dengan hasil estimasi menunjukkan kecepatan konvergensi absolut dan konvergensi kondisional adalah 11,1 persen dan 11,2 persen. Waktu yang dibutuhkan untuk menutupi setengah dari total ketimpangan yang terjadi sekitar 6 tahun.
SAPARLIMAN
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tingkat produksi dan pendapatan industri kecil batu bata Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah industri kecil batu bata, jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis penerimaan terdapat (p) harga barang dan (Q) total penjualan paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (TR) jumlah penerimaan sebesar Rp.6.600.000, dan untuk (p) harga barang dan (Q) total penjualan paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle sebesar Rp.14.300.000. pada hasil analisis (FC) biaya tetap dan (VC) biaya variabel paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (TC) total biaya sebesar Rp.719.000, dan untuk (FC) biaya tetap dan (VC) biaya variabel paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle dengan (TC) total biaya sebesar Rp.2.410.000. 0Pada hasil analisis (TR) Total Revenue dan (TC) Total Biaya paling terendah terdata pada Industri Bata Pak Tono dengan (π) Pendapatan sebesar Rp.5.881.000, dan untuk (TR) Total Revenue dan (TC) Total Biaya paling tertinggi terdata pada Industri Bata Pak Dalle dengan (π) Pendapatan sebesar Rp.11.890.000.
SITI JUBAIDAH
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan, pergeseran struktur ekonomi, dan klasifikasi ekonomi di Indonesia yang diukur menggunakan analisis Location Quotient, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder 2000, 2005, 2010, 2015, dan 2020. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan data-data dari publikasi laman resmi instansi/lembaga terkait dan menggunakan data deret berkala. Hasil penelitian analisis Location Quotient dan Shift Share menunjukkan bahwa yang termasuk dalam kategori sektor unggulan yaitu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Konstruksi, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estate, dan Jasa Pendidikan, serta pergeseran struktur ekonomi Indonesia bergeser dari sektor pertanian ke sektor industri kemudian sektor jasa. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis Tipologi Klassen yang dilakukan menggambarkan klasifikasi sektor-sektor ekonomi di Indonesia yang beragam terbagi menjadi 4 klasifikasi sesuai dengan hasil dari tipologi klassen.
MUSLIMAH
2024 · Book · Open Access
Mocaf merupakan tepung singkong yang dibuat dengan menggunakan prinsip modifikasi sel singkong dengan cara fermentasi. Pada proses fermentasi singkong menyebabkan karateristik yang lebih baik dari tepung yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis ragi dan varietas singkong yang berbeda terhadap mutu mocaf (Modified cassava flour). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu jenis ragi (M-Bio mocaf, ragi pakmaya, ragi tempe dan ragi tape) dan varietas singkong (singkong adira, singkong mentega dan singkong gajah) yang diulangi sebanyak 3kali sehingga terdapat 45 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar HCN dan Kadar Protein. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah R0V3 (singkong gajah tanpa ragi) sebesar 15,64%, parameter kadar abu memiliki nilai paling tinggi R0V2 (singkong mentega tanpa ragi) sebesar 2,54%, parameter kadar HCN memiliki nilai tertinggi R0V3 (singkong gajah tanpa ragi) sebesar 11,62% dan pada parameter kadar protein memiliki nilai tertinggi R3V3 (singkong gajah menggunakan ragi tempe) sebesar 3,45%
DEVI ASTRIANI J
2024 · Book · Open Access
Mangrove adalah jenis vegetasi yang terdapat di daerah pantai tropis. Hutan mangrove adalah salah satu hutan yang potensial dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan hutan mangrove yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan rehabilitasi dapat menyebabkan penurunan luasan mangrove yang menyebabkan berkurangnya fungsi mangrove dalam ekosistem. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove adalah tanah atau substrat. Tujuan dari penelitian ini, mengidentifikasi jenis mangrove dan mengetahui kondisi struktur komunitas di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2023. Metode Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada 22 plot dengan ukuran 10m x 10 m untuk pohon, 5 x 5m untuk anakan dan 1m x 1m untuk semai. Penelitian ini menggunakan analisis data vegetasi mangrove yang meliputi analisis Kerapatan Jenis, Kerapatan Relatif, Frekuensi Jenis, Frekuensi Relatif, Dominansi, Dominansi Relatif, dan Indeks Nilai Penting. Serta data pendukung yaitu salinitas dan substrat. Pada kawasan ditemukan 10 jenis mangrove namun hanya 5 jenis yang masuk dalam transek pengamatan. Dari hasil analisis data vegetasi kriteria kerapatan mangrove yang didapatkan sebesar 1.627 ind/ha dan masuk dalam kriteria sangat padat. Kondisi substrat dilokasi terdiri dari lempung berliat (clay loam) dan lempung liat berpasir (sandy clay loam) dan salinitas pada saat pasang surut 20 ppt. Mangrove pada kawasan ini tergolong dalam kriteria sangat padat dan tergolong dalam kondisi baik.
ASLAM ABORT
2024 · Book · Open Access
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN CABAI DI KOTA TARAKAN ( STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN SEJAHTERA KAMPUNG ENAM ) ABSTRAK Peningkatan produksi melalui strategi sangat berperan penting untuk mencapai target hasil produksi yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatkan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. (2) Untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam peningkatan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, pengambialan sampel yaitu kepada seluruh anggota Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berusahatani tanaman cabai. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis Deskriktif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. (1) Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Sejahtera Bapak Jabir mengatakan pada tahun 2022 bahwa hasil panen cabai aggota kelompoknya mulai meningkat dengan adanya bantunan dari pemerintah untuk Kelompok Tani Harapan Sejahtera berupa handspayer, mulsa, cangkul, handtractor, pupuk, bibit, dan obat-obatan hama dan penyakit tanaman cabai. (2) hasil data yang diperoleh dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera pada hasil Analisis Diagram SWOT berada pada titik Kuadran I dengan nilai EFAS 2,1 dan nilai IFAS 1,9 yang artinya Kelompok Tani Harapan Sejahtera mendukung strategi agresif . Strategi yang dapat digunakan Kelompok Tani Harapan Sejahtera dalam peningkatan produksi tanaman cabai, yaitu strategi SO,1) Menjaga agar produksi meningkat dengan tenaga yang baik dengan ketersedian yang cukup, Menggunakan bibit yang unggul akan menghasilkan produksi yang meningkat., dengan tenaga yang cukup guna memaksimalkan produksi untuk olahan cabai, dengan dukungan pemerintah untuk memaksimalkan kebutuhan cabai di pasa, memanfaatkan adanya alsintan dapat memudahkan pengolahan lahan dengan cepat.
DWI PRAMUDITA SIHALOHO
2024 · Book · Open Access
Narkotika merupakan zat berbahaya yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Narkotika telah menyebar luas di berbagai negara, pelaku penyalahgunaan narkotika bukan hanya dari kalangan dewasa melainkan sering juga terjadi pada anak, jikalau kejahatan narkotika terus berkembang maka akan sangat berbahaya bagi kesejahteraan negara terkhususnya jika narkotika tersebut terjadi pada kalangan anak karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dengan adanya permasalahan ini maka masyarakat harus mengetahui faktor-faktor mengapa penyalahgunaan narkotika tersebut terjadi di lingkungan masyaratkat. Selain itu masyarakat juga harus mencegah dan melakukan penanggulangan bagi pelaku yang telah melakukan pelanggaran tindak pidana narkotika tersebut. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian hukum normatif. Dengan menggunakan 2 pendekatan yakni pendekatan Undang-Undang (statute approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan (isu hukum) selanjutnya pendekatan konseptual (conceptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan (isu hukum) yang sedang dihadapi. Bahwa upaya pencegahan terhadap kasus penyalahgunaan narkotika terhadap anak bahwasannya semua masyarakat tanpa terkecuali harus melakukan pencegahan dengan cara mengedukasi anak sejak dini tentang bahaya narkotika, mengadakan sosialisasi, mengajarkan ilmu agama agar iman anak menjadi kuat untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Bahwa upaya penanggulangan hukum tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sangat berkaitan dengan kepentingan pengobatan anak atau biasa disebut upaya rehabilitasi terhadap pengguna narkotika harus diterapkan kepada korban sekaligus pengguna narkotika karena adanya hal ini maka perlahan kondisi anak akan pulih dari kecanduan tersebut.