Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 105 dari 342

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

YULIANA A.M
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar di SMA Negeri 1 Tarakan. Upaya guru bimbingan dan konseling adalah suatu usaha atau tindakan yang dilakukan guru bimbingan dan konseling untuk mencegah dan memecahkan suatu permasalahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Guru Bimbingan dan Konseling sebanyak 2 (dua) guru yang berada di SMA Negeri 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Tarakan adalah dengan memberikan layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok kepada peserta didik dan membawa perubahan baik dirinya, hingga tujuan dari penelitian ini tercapai, yaitu untuk membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN PERILAKU SOPAN SANTUN SISWA KELAS VII SMPN 13 TARAKAN

CHRISTINA MAKDALENA AWE PHILIPPUS
2024 · Book · Open Access

Sopan santun merupakan perilaku yang ditunjukan dalam kehidupan sehari-hari, seorang remaja harus dapat membedakan tindakan yang benar dan salah saat berinteraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan dan konseling kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap peningkatan pemahaman perilaku sopan santun siswa kelas VII SMPN 13 Tarakan. Jenis penelitiani ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen desain one group pretest-postest design. Populasi penelitian ini sebanyak 82 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 10 siswa. Insturmen penelitian ini menggunakan skala liker dengan mengukur aspek sopan santun bergaul dengan guru, sopan santun bergaul dengan orang tua, sopan santun bergaul dengan yang lebih tua, sopan santun bergaul dengan teman sebaya, sopan santun bergaul dengan teman lawan jenis, dan sopan santun bergaul dengan orang yang lebih muda (Supriyanti, 2008). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan hasil yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak melalui nilai signifikan sebesar 0,005 0,05 sehingga menunjukan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap peningkatan pemahaman perilaku sopan santun siswa kelas VII SMPN 13 Tarakan.

PERILAKU PROSOSIAL SISWA PADA MASA PEMBELAJARAN DARING DI SMP NEGERI 8 TARAKAN

DINI NUR SANIYAH
2024 · Book · Open Access

Dini Nur Saniyah, 1740606023. “Perilaku Prososial Siswa Pada Masa Pembelajaran Daring Di SMP Negeri 8 Tarakan”. Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S.Psi., M.Si selaku pembimbing utama dan Cici Ismuniar, M.Psi., Psikolog selaku pembimbing anggota. Pada awal tahun 2020 ditemukannya virus baru yaitu covid-19 yang membuat berbagai perubahan salah satunya dibidang pendidikan yang mengharuskan siswa melakukan pembelajaran secara daring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah perilaku prososial siswa pada masa pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan informan penelitian ini terdiri dari 4 siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam peneleitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaotu metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa adanya perilaku prososial yang disalurkan pada keempat siswa dalam masa pembelajaran daring ditinjau dari aspek berbagi, menolong, bekerjasama dan keempat siswa tidak menerapkan perilaku prososial pada aspek bertindak jujur.

The Effect of Role, Audience, Format, Topic (RAFT) Strategy on Students' Writing Skill at Eight Grade of SMPN 5 Tarakan

RANI
2024 · Book · Open Access

The purpose of this research is to determine the significant effect of Role, Audience, Format, Topic (RAFT) strategy on students' writing skills. The method used in this research was pre-experimental method. The sample for this research was the students of eight grade of SMP Negeri 5 Tarakan. The instruments used are writing test of pre-test and post-test. In addition, the researcher analyzed the data using the paired sample t-test with SPSS 26.0. From data analysis, the research results showed that the mean score for pre-test writing was 59.04 and the mean score post-test was 74.92. The results of Paired Sample T-test obtained a value of 0.000 which is smaller than 0.05, which meant that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected. Therefore, it can be concluded that the Role, Audience, Format, Topic (RAFT) strategy had proven effective in improving the writing skills of eighth grade students at SMPN 5 Tarakan.

Pancasila Student Profile Embedded in English Textbook “Work in Progress” for the First Grade of Senior High School

HAZNAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur profil pelajar Pancasila yang tersemat dalam buku teks bahasa Inggris berjudul “Work in Progress” untuk kelas pertama sekolah menengah atas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah unsur profil pelajar Pancasila. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar tabel data unsur profil pelajar Pancasila dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data dikumpulkan dari buku teks bahasa Inggris “Work in Progress” untuk kelas pertama sekolah menengah atas. Teknik analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar memuat enam dimensi profil pelajar Pancasila. Dimensi yang paling sedikit disematkan adalah berkebhinekaan global dengan jumlah 9 kali (4.2%). Dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia disebutkan sebanyak 23 kali (10,9%). Dimensi kreatif disematkan sebanyak 29 kali (13,7%) dan dimensi bergotong royong disematkan sebanyak 39 kali (18,3%). Dimensi mandiri disematkan sebanyak 48 kali (22,6%) . Namun diantara keenam dimensi tersebut, bernalar kritis merupakan dimensi yang paling dominan dengan sebanyak 64 kali (30,2%) tersemat dalam buku teks. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa buku teks Bahasa Inggris “Work in Progress” untuk kelas pertama sekolah menengah atas sudah sesuai dengan bahan ajar yang mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila, karena didalamnya tersemat seluruh dimensi profil pelajar Pancasila dalam buku teks.

Kecemasan mahasiswa berbicara dalam kelas bahasa inggris pada Semester kedua di Universitas Borneo Tarakan

ANJELINA NIRMALA
2024 · Book · Open Access

The study analyses students' speaking anxiety in English classes during the second semester at Borneo University Tarakan. The study examines the factors that influence students' speaking anxiety and strategies to overcome their anxiety based on the student's experiences. This study analyses students' speaking anxiety in English classes during the second semester at Borneo University Tarakan. The study examines the factors that influence students' speaking anxiety and strategies to overcome their anxiety based on the student's experiences. The study identified two factors contributing to language learning difficulties: internal factors such as shyness, lack of confidence, and fear of making mistakes; and external factors such as limited vocabulary and lack of peer interaction. This study presents two strategies (preparation and relaxation) to help students overcome speaking anxiety and improve their speaking performance. It is important to acknowledge that speaking anxiety can hinder students' ability to speak, and therefore, strategies are necessary to alleviate this issue.

An analysis of students' difficulties in writing a narrative text at ninth grade of SMP Muhammadiyah 2 Tarakan

ANISHA NURROHMADHANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesulitan siswa dalam menulis teks naratif di kelas Sembilan SMP Muhammadiyah 2 Tarakan dan untuk mendeskripsikan cara siswa mengatasi kesulitan yang dialami dalam menulis teks naratif di kelas Sembilan SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metodologi penelitian yang dipergunakan ialah metode kualitatif untuk mendapatkan data. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif untuk menyampaikan hasil penelitian. Pada teknik pengumpulan data, penelitian ini mempergunakan hasil test menulis siswa, nilai siswa dan wawancara. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas sembilan SMP Muhammadiyah 2 Tarakan sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesulitan siswa terdapat dalam dua kategori yaitu kategori dalam aspek linguistik dan aspek kognitif. Setelah dianalisis, kesulitan siswa dalam aspek linguistik terdapat delapan kategori kesulitan yang paling dominan pada saat menulis cerita naratif yaitu grammar, kosa kata, ejaan, kata penghubung, kata ganti, tanda baca dan kata sifat. Sedangkan kesulitan siswa dalam aspek kognitif terdapat setengah dari subjek penelitian yaitu sekitar 16 orang mengalami kesulitan dalam penulisan organisasi dan mekanik sebuah teks naratif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan siswa dalam penulisan teks naratif yang baik dan benar.

PENGARUH FLASHCARDS TERHADAP PENGUASAAN KOSA KATA SISWA KELAS TUJUH SMPN 5 TANJUNG PALAS TIMUR

LEO WELLMAN
2024 · Book · Open Access

This research aimed to determine whether there was a difference in vocabulary mastery between the students who were taught using flashcard media and those who were taught using word lists in the seventh grade of SMPN 5 Tanjung Palas Timur. Employing a quasi-experimental research design with a non-equivalent control design, the research sought to determine variations in vocabulary mastery between the experimental group (7A class) exposed to flashcard media and the control group (7B class) taught using word lists. The subjects were selected through a purposive sampling technique. The analysis utilized the Independent Sample T-test for hypothesis testing, revealing a significant difference in vocabulary mastery. The t-test result (2.307) surpassed the critical t-table value (2.028), leading to the acceptance of the alternative hypothesis and rejection of the null hypothesis. The alternative hypothesis posited a significant enhancement in vocabulary mastery among students who were exposed to flashcard media compared to those who were taught with word lists in the seventh grade of SMPN 5 Tanjung Palas Timur.

THE EFFECT OF USING WORDWALL.NET MEDIA ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 5 TARAKAN

MUTMAINNAH
2024 · Book · Open Access

Vocabulary plays a crucial role in language learning. It serves as a connection point between the four language skills of speaking, listening, reading, and writing. The use of Word Wall, a web-based platform that provides a collection of templates in various games, aims to facilitate the discovery and retention of new vocabulary words, making the learning process both engaging and interactive. This research aims to determine the effectiveness of the Wordwal.net website in enhancing the vocabulary mastery of seventh-grade students at SMPN 5 Tarakan. Generally, the use of media as a teaching aid is intended to enhance the teaching process, making it more motivating and engaging for students. In this study, a quasi-experimental research design with a non-equivalent control group was employed. The success of the treatment was determined by comparing the pre-test and post-test scores of both groups. To collect data, vocabulary tests were administered to the participants. The findings of this study reveal that the Word Wall platform can significantly improve vocabulary mastery. This is evidenced by the average score of students in the experimental group increasing from 34.9 to 59 after exposure to the wordwall.net website. Meanwhile, the average score of the control group also increased from 37.7 to 41.7 after using another media without the wordwall.net website. The contribution of this research, particularly to students, is the identification that student grades can improve using online-based learning media; however, this may not apply to all students, as not all students have access to smartphones.

IMPLEMENTASI KEGIATAN ESCYMO TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DI JURUSAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS TARAKAN BORNEO

ANDI MERY
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini mendeskripsikan hasil persepsi mahasiswa terhadap Escymo dalam kegiatan berbicara dan implementasi kegiatan Escymo dalam Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Borneo Tarakan, dengan menggunakan metode campuran. Peneliti memilih 55 mahasiswa dari kelas Al dan A2, dan menggunakan kuesioner, wawancara, dan tes berbicara sebagai instrumen penelitian. Data kualitatif dianalisis dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil kuesioner siswa menunjukkan bahwa 60% siswa termotivasi oleh kegiatan Escymo untuk belajar bahasa Inggris, 70,9% lebih menyukai Escymo untuk latihan berbicara, 69,1% merasa lebih mudah secara psikologis untuk berlatih bahasa Inggris dengan Escymo, 61,8% merasa bahwa Escymo mendorong mereka untuk menggunakan bahasa Inggris lebih sering, dan 70,9% merasa bahwa Escymo membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Selain itu, 65,5% percaya bahwa kegiatan Escymo dapat meningkatkan kefasihan, kosakata, pengucapan, dan kompetensi tata bahasa dalam Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan Escymo berdampak positif pada kemampuan siswa, dengan peningkatan yang nyata dalam kosakata, tata bahasa, kefasihan, pemahaman, dan kepercayaan diri. Escymo memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berlatih bahasa Inggris dalam suasana yang santai dan informal, sehingga meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahap: pra-kegiatan, kegiatan inti, dan pasca-kegiatan, dengan pra-kegiatan yang berfungsi sebagai pemanasan dan sesi curah pendapat, kegiatan inti yang berfokus pada materi pengajaran dan berlatih berbicara, dan pasca-kegiatan yang mengevaluasi kinerja siswa dan memberikan motivasi. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Escymo dibuktikan dengan respon positif dari para siswa.

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Pada Pembelajaran IPA Kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan

SALSAH NURHASANAH PUTRIA
2024 · Book · Open Access

Pendidikan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh besar yang mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif yaitu dengan penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dan tidak menarik, salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yaitu melalui model pembelajaran. Pembelajaran kreatif model Treffinger ini dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah, membantu dalam menguasai konsep – konsep materi yang diajarkan, serta memberikan kepada peserta didik untuk menunjukkan potensi – potensi kemampuan yang dimilikinya termasuk kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Pretest – Posttest non equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini ialah peserta didik pada kelas VIII 3 dan VIII 4 SMP Negeri 4 Tarakan sebanyak 64 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa Observasi, Tes Soal dan Dokumentasi. Untuk mengukur pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, data dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain dan uji Independent Sample T-test. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan berpikir kreatif antara kelas kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger. Berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen (model Treffinger) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (model konvensional). Hal ini diketahui dari hasil uji Independet Sample T-Test yang signifikan yaitu sebesar 0,000 ≤ 0,05.

Analisis Efektivitas Pembelajaran IPA Pasca Pandemi Kelas VIII di SMPN 11 Tarakan

SITI MAIMONA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Pembelajaran IPA di SMPN 11 Tarakan T.A 2021/2022 Pasca Pandemi Covid-19 sudah dilakukan secara tatap muka, namun masih mengikuti peraturan yang diterapkan oleh pemerintah antara lain, untuk selalu memakai masker, cek suhu tubuh saat masuk kelas, berjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga kebersihan sekolah agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19, yang saat ini belum dikatakan sudah hilang sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA pasca pandemi kelas VIII di SMPN 11 Tarakan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran pasca pandemi dalam pembelajaran IPA di SMPN 11 Tarakan efektif. Sebagai bukti bahwa tiga indikator efektivitas pembelajaran yang disimpulkan kriteria efektivitas sudah terlaksana dengan baik, yaitu: (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran IPA dapat dilihat dari kegiatan guru mengajar guru yang dapat terkendali dengan baik setelah adanya pandemi; (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dapat dilihat dari kesiap guru dan siswa saat memulai proses pembelajaran dan semangat siswa yang besar setelah kembalinya proses pembelajaran tatap muka kembali; (3) hasil belajar siswa tuntas secara klasikal dilihat dari hasil tugas dan ujian akhir siswa saat masa pandemi dan pasca pandemi.

ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI SAINS OLEH GURU SMA NEGERI DI KOTA TARAKAN

KHUSNUL KHATIMAH
2024 · Book · Open Access

Pembelajaran literasi sains sangat penting bagi peserta didik untuk dapat mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini penting untuk dilakukan mengingat pentingnya peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis literasi sains yang dilakukan oleh guru SMA Negeri di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu tujuh guru Biologi SMA Negeri di Kota Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian pada aspek pengetahuan ilmiah menunjukkan bahwa semua guru dapat membedakan istilah dalam pembelajaran literasi sains dan pada aspek keterampilan proses intelektual dalam indikator menghasilkan prinsip melalui induksi menunjukkan semua guru dapat menjelaskan fenomena hasil pengamatan, dalam indikator mengidentifikasi dan mengontrol variabel menunjukkan bahwa dua orang guru mengalami kendala dalam mengidentifikasi dan mengontrol variabel dan lima guru lainnya dapat mengidentifikasi dan mengontrol variabel, dalam indikator mengkontruksi grafik dan menemukan hubungan menunjukkan bahwa semua dapat mentransformasikan data ke dalam bentuk tabel/grafik, dalam indikator mendesain dan memimpin investigasi menunjukan bahwa tiga orang guru tidak mendesain sendiri, tiga guru lainnya mendesain sendiri dan satu guru lainnya kadang mendesain sendiri dan kadang tidak mendesain sendiri langkah-langkah praktikum, pada indikator menggunakan teknologi dan kepastian dalam investigasi menunjukkan bahwa satu orang guru tidak memanfaatkan peralatan laboratorium dan teknologi dan enam guru lainnya memanfaatkan peralatan dan teknologi dalam melakukan pengamatan serta dalam indikator penarikan kesimpulan dari fakta-fakta menunjukkan bahwa semua guru membuat kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan.

Pengaruh Gaya Belajar dan Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 1 Sebatik

NIRWANA
2024 · Book · Open Access

Gaya belajar dan media pembelajaran merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran, oleh karena itu keduanya harus menjadi perhatian bagi tenaga pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah gaya belajar dan media pembelajaran multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 pada pembelajaran biologi. Metode penenlitian yang digunakan adalah Quasi Ekperiment dengan desain The Non-Equivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Sebatik kelas XI Tahun Ajaran 2023/2024 dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 72 siswa yang diambil dengan Teknik Sampling Purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner gaya belajar, tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test, dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif dan analisis statistk inferensial dengan bantuan apalikasi SPSS 26. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis kovarian, diperoleh (1) nilai P-value gaya belajar = 0,621, hasil tersebut jika dibandingkan dengan nilai signifilamsi 0,005 maka 0,621 > 0,05. (2) nilai P-value media pembelajaran = 0,016 maka 0,016 0,05. dan (3) nilai P- value interaksi antara gaya belajar dan media pembelajaran = 0,514 maka 0,514 > 0,05. Hipotesis dari penelitian ini (1) tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar post-test berdasarkan gaya belajar mengacu pada kovarian hasil belajar pre-test. (2) terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar post-test berdasarkan penggunaan media pembelajaran mengacu pada kovarian hasil belajar pre-test. (3) tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar post-test berdasarkan interaksi gaya belajar dan penggunaan media pembelajaran mengacu pada kovarian hasil belajar pre-test. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini media pembelajaran berkontribusi terhadap hasil belajar biologi.

Penerapan Blended Learning melalui Google Clasroom terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Sebatik

NURFASIRA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar dan hasil belajar siswa pada penerapan blended learning melalui google classroom siswa kelas X SMAN 1 Sebatik. Metode Pre-Eksperimental yaitu desain penelitian One Sample Case Study. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XD SMAN 1 Sebatik dengan penentuan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner minat belajar dan tes hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui minat dan hasil belajar pada penerapan blended learning melalui google classroom. Hasil penelitian pada minat belajar siswa berkategori tinggi dengan rata-rata 70,98 dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Adapun pencapaian indikator perasaan senang 70,66%, ketertarikan 73,31%, perhatian siswa 72,98%, dan keterlibatan siswa 66,9%. Hasil belajar siswa pada uji one sampel t-test diperoleh thitung 0,083 dengan df = 34 diperoleh ttabel 1,691 sehingga thitung ttabel maka Ho diterima. Hasil belajar berkategori baik dengan rata-rata hasil belajar siswa 72,17 sehingga mencapai nilai KKM yaitu 72 namun, tidak menunjukkan peningkatan hasil belajar dan terdapat 40% siswa tidak tuntas. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Namun faktor minat belajar pada penelitian yang dilakukan tidak mempenagaruhi hasil belajar.

STUDI PEMANFAATAN TANAMAN AKAR TABAR KEDAYAN (Aristolochia Foveolata Merr) BAGI MASYARAKAT SUKU DAYA DI DESA PAKING DAN POTENSI IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PUSPITA SARIWATI
2024 · Book · Open Access

STUDI PEMANFAATAN TANAMAN AKAR TABAR KEDAYAN (Aristolochia Foveolata Merr) BAGI MASYARAKAT SUKU DAYAK DI DESA PAKING DAN POTENSI IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI ABSTRAK Malinau merupakan salah satu daerah di Kalimantan Utara yang dikenal sebagai Kabupaten yang memiliki potensi alam yang melimpah salah satunya Kawasan Hutan Kayan Mentarang Desa Paking. Taman tersebut merupakan salah satu kawasan hujan tropis terluas di Asia yang dilindungi dan tinggi akan keanekaragaman hayatinya. Desa Paking merupakan suatu kawasan di Provinsi Kalimantan Utara yang terdapat di Mentarang Hulu. Daerah ini merupakan daerah pertanian dimana masyarakat hidup sebagai petani. Di daerah pedesaan ini banyak tumbuh-tumbuhan tetapi belum banyak data tentang keanekaragaman atau pemanfaatan tanaman tersebut. Sebagaimana di Desa Paking Kecamatan Mentarang ini terdiri dari tiga suku yaitu, Suku Dayak Lundayeh, Suku Dayak Abay dan Suku Dayak Punan. Kawasan ini menyimpan kearifan budaya, salah satunya yaitu budaya pemanfaatan Tumbuhan sebagai obat untuk pengobatan secara tradisional. Pengobatan tersebut berdasarkan pengobatan yang masyarakat tersebut dapatkan secara turun temurun. Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tanaman Akar Tabar Kedayan oleh masyarakat di Desa Paking Kecamatan Mentarang. Subjek penelitian diantaranya ketua adat, dukun kampung, dan masyarakat yang dijadikan sebagai informan. Subjek penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan pertimbangan yaitu masyarakat yang memanfaatkan tanaman Akar Tabar Kedayan sebagai pengobatan tradisional. Tanaman Akar Tabar Kedayan memiliki kandungan yang sangat berkhasiat untuk digunakan sebagai obat tradisional dimana masyarakat Suku Dayak disekitar sangat memanfaatkan tanaman tersebut guna untuk menyembuhkan penyakit. Tanaman Akar Tabar Kedayan sangat dipercaya dan masih digunakan hingga saat ini oleh masyarakat Suku Dayak di Desa Paking, adapaun manfaat yang didapatkan yaitu dapat menyembuhkan penyakit, usus buntu sakit perut/sambelit, meningkatkan imunitas tubuh, iritasi kandung empedu, asam urat serta dapat menetralkan racun/ mabuk alkohol. Tanaman Akar Tabar Kedayan memiliki rasa yang sangat pahit. Adapun bagian tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan adalah akar, batang, dan kulit dari Akar Tabar Kedayan. Informasi dari pemanfaatan tanaman Akar Tabar Kedayan dapat berpotensi sebagai bahan ajar karena tumbuhan Akar Tabar Kedayan termasuk di Kompetensi Dasar Kingdom Plantae yang ada di pembelajaran biologi kelas X SMA. Maka dari itu tanaman Akar Tabar Kedayan dapat di implementasikan sebagai sumber belajar biologi pada kelas X SMA.

Pengembangan Booklet Digital Pada Keanekaragaman Belalang (Ordo Orthoptera) Di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan Sebagai Sumber Belajar IPA

ALPRIDA SONDA
2024 · Book · Open Access

PENGEMBANGAN BOOKLET DIGITAL PADA KEANEKARAGAMAN BELALANG (ORDO ORTHOPTERA) DI HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan booklet digital pada keanekaragaman belalang di hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan sebagai bahan belajar di SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan menggunakan prosedur penelitian Borg and Gall yang melalui lima tahap pengembangan (penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji lapangan awal, dan revisi produk utama). Uji coba produk terbatas dilakukan di SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara pada kelas VII sebanyak 12 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar respons siswa dan lembar validasi. Data penelitian dianalisis melalui uji validasi produk dan respons siswa menggunakan kriteria penilaian skala likert. Uji validasi produk akan dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi guru.. Hasil pengembangan booklet digital keanekaragaman belalang memperoleh hasil validasi ahli materi 74% (baik), ahli media 69% (baik), praktisi guru IPA 80% (baik), dan respons siswa 91% (sangat baik). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan pengembangan booklet digital pada keanekaragaman belalang (ordo orthoptera) sebagai sumber belajar IPA yang telah dikembangkan memenuhi kriteria baik dan sangat baik sebagai sumber belajar siswa di SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara. Kata Kunci : Booklet digital, Penelitian dan pengembangan, SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 MALINAU

DWI SETIANINGRUM
2024 · Book · Open Access

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan, ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian suvey dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa pada kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Malinau ditinjau dari aspek konteks, konten dan kompetensi. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Adapun nilai rata-rata pada aspek konteks adalah 55,51 termasuk dalam klasifikasi sedang, nilai rata-rata pada aspek konten adalah 53,76 termasuk dalam klasifikasi sedang, dan nilai rata-rata pada aspek kompetensi adalah 46,59 termasuk dalam klasifikasi rendah

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI TERSANGKA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI POLRES MALINAU

E. MOHD FIRMAN
2024 · Book · Open Access

Tindak pidana narkotika merupakan kejahatan yang bersifat luar biasa (extra ordinary crime) modus operandi cukup canggih dan terus mengalami perubahan untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum. Dewasa ini modus terbaru yang dilakukan adalah dengan melibatkan anak di bawah umur sebagai kurir atau pengantar narkoba ke tangan pengguna. Permasalahan yang menjadi titik perhatian adalah ketika anak tertangkap oleh petugas mereka langsung ditetapkan menjadi tersangka dan dimasukan ke dalam tahanan. Padahal anak mestinya ditempatkan sebagai korban dari perkembangan modus bandar besar dalam mendistribusikan narkoba. Fakta yang terjadi anak yang menjadi pelaku tindak pidana narkoba belum mendapatkan hak-haknya secara maksimal dalam sistem peradilan pidana anak. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis terkait bentuk perlindungan anak pelaku tindak pidana narkotika di Indonesia. Jenis Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelindungan terhadap anak lebih lagi anak yang berhadapan dengan hukum dirasa sangat urgen/perlu karena ketika anak menjadi pelaku dalam suatu tindak pidana bukan tidak mungkin akan ditemukan penangan yang sama dengan orang dewasa, oleh sebab itu sangat perlu dan diwajibkan kepada aparat penegak hukum yang menangani perkara anak harus diberikan koridor batasan aturan dan pedoman. Terlebih lagi Indonesia sebagai negara anggota yang telah melakukan ratifikasi terhadap konvensi hak anak dimana di dalam ratifikasi tersebut terdapat 4 prinsip yang harus ada sebagai dasar perlindungan anak khususnya sebagai pelaku tindak pidana narkotika.

Analisis kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif di SMP N 1 Malinau Kota

LITAD LEVIANI
2024 · Book · Open Access

ANALISIS KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG KREATIF DAN INOVATIF DI SMP N 1 MALINAU KOTA Abstrak Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif bertujuan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, kondusif dan kreatif sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar peserta siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif di SMP N 1 Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskritif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru IPA yang berjumlah 3 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 3 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket dan dokumentasi. Kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran diukur dengan pemberian angket sebanyak 15 soal pernyataan yang terdiri dari 3 aspek. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan guru IPA dalam mengembangkan media pembelajaran termasuk kedalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata 80%.