Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 104 dari 342

PENGARUH TEKNIK KONSELING KELOMPOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XII MAN TARAKAN

GANEFO ALDI UTAMA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini memiliki maksud untuk mengetahui teknik konseling kelompok terhadap motivasi belajar siswa. Apakah ada pengaruh teknik konseling kelompok terhadap motivasi belajar siswa kelas XII MAN Tarakan?. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dalam bentuk One Group Pretest Posttest Design. Populasi berjumlah 91 siswa kelas XII MAN Tarakan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah dan rekomendasi dari guru bk, wali kelas, teman sekelas dan kesiswaan. Pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis menggunakan analisis statistik nonparametris yaitu uji Wilcoxon menggunakan SPSS versi 23.00 for windows diperoleh nilai sig.2 tailed sebesar 0,002 dengan taraf signifikan α sebesar 0,05 maka 𝐻0 ditolak. Hal ini menunjukkan ada pengaruh teknik konseling kelompok terhadap motivasi belajar siswa kelas XII MAN Tarakan.

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MAN TARAKAN

NASRUDDIN
2024 · Book · Open Access

Kebijakan kurikulum baru yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud Ristek pada tahun 2021/2022 yang disebut sebagai kurikulum merdeka telah diterapkan dibeberapa daerah di Indonesia termasuk di MAN Kota Tarakan. Kebijakan baru tersebut masih perlu dipahami lebih dalam oleh beberapa pihak termasuk guru BK. Sehingga terdapat suatu kebutuhan yang sedikit mendesak dilakukannya penelitian untuk mengetahui serta lebih memahami secara mendalam tentang peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka di MAN Tarakan. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka di MAN Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya subjek dan sampel penelitian ini adalah guru BK, Kepala Sekolah dan Wali Kelas. Selanjutnya penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka di MAN Tarakan adalah sebagai fasilitator bagi guru-guru dan pihak lain yang ada di lingkungan sekolah dengan bekerja sama, berkordinasi dan berdiskusi dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses implementasi kurikulum merdeka di sekolah, dan juga sebagai fasilitator dan pembimbing untuk siswa dengan berkolaborasi dalam merencanakan masa depan dan menyelesaikan permasalahannya, kemudian mengembangkan potensi dan bakat siswa serta keterampilan yang dimilikinya, sehingga tujuan dan karakteristik kurikulum merdeka bisa tercapai dengan baik.

PELAKSANAAN ETIKA KONSELING CONVEYING RELEVANT INFORMATION TO THE PERSON DI SMK NEGERI 2 TARAKAN

EBERLIE IRANG
2024 · Book · Open Access

Eberlie Irang . 1740606074. “Pelaksanaan Etika Konseling, Conveying Relevant Information to the Person Di SMK Negeri 2 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd selaku pembimbing Utama dan Ibu Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota.Pelaksanaan etika konseling, conveying relevant information to the person merupakan layanan yang diberikan guru bimbingan dan konseling kepada siswa atau konseli, dalam pelaksanaan etika konseling guru bimbingan dan konseling memberikan informasi yang relevan terkait layanan konseling yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun kepercayaan dalam diri konseli terhadap konselor dan layanan konseling yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 3 guru bimbingan dan konseling sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan etika konseling, conveying relevant to the person Di SMK Negeri 2 Tarakan. Maka dapat disimpulkan pelaksanaan dilakukan melalui beberapa proses yaitu 1) Counselor Oualification; konselor memberikan informasi terkait qualifikasi atau keahlian yang dimiliki untuk membangun hubungan yang baik dan kepercayaan dari konseli 2) Counseling Counsecuenceskoonselor memberikan informasi terkait dampak dan efeksamping dari konseling dan meyakinkan konseli bahwa konselor bertujuan membantu konseli melalui konseling. 3) Time Involved in Counseling konselor memberikan informasi terkait waktu yang diperlukan selama proses layanan konseling dan melakukan kesepakatan waktu dengan konseli agar tidak mengganggu waktu konselor maupun konseli. 4) Alternative to Counseling, konselor memberikan informasi pada konseli bahwa konseling bukan satu-satunya jalan untuk sembuh melainkan motivasi dari diri konseli itu sendiri, dan menjadi fasilitator bagi konseli dalam mengarahkan konseli kepada yang lebih tepat.

Pelaksanaan Layanan Home Visit di SMP Negeri 3 Tarakan

WILVRIDUS ALVRIANUS RIARAJA
2024 · Book · Open Access

PELAKSANAAN LAYANAN HOME VISIT DI SMPN 3 TARAKAN ABSTRAK Wilvridus Alvrianus Riaraja. 1940606113. Pelaksanaan Home Visit SMP Negeri 3 Tarakan, dengan Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan home visit di SMPN 3 Tarakan. Home visit merupakan kunjungan rumah orang tua siswa untuk mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan anak atau individu yang menjadi tanggung jawab konselor dalam pelayanan konseling. Dengan tujuan guru bimbingan dan konseling melaksanakan home visit adalah untuk membangun hubungan baik dengan orang tua atau wali, untuk melengkapi dan klarifikasi data tentang peserta didik, dan untuk mengkonsultasikan serta membangun kolaborasi untuk pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. informan dalam penelitian ini terdiri dari dua, yaitu informan utama terdiri dari 1 Guru Bimbingan dan Konseling. Sedangkan informan biasa terdiri 1 orang wali kelas. Teknik pengumpulan adalah wawancara dan dokumentasi, adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif fenomologis terkait peranan konselor dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa. Berikut langkah-langkah analisis data, yaitu Reduksi Data, Display data, Verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan layanan home visit di SMP Negeri 3 Tarakan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaannya melalui beberapa proses, yaitu: 1) Perencanaan; proses perencanaan home visit dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, yaitu penetapan kasus, koordinasi, komunikasi, pengumpulan data dan informasi siswa, serta menyiapkan adaministrasi; 2) Pelaksanaan; proses pelaksanaan home visit dilakukan dengan persetujuan pihak-pihak yang terkait, selain itu melaksanakan pertemuan dan wawancara kepada orang tua siswa; 3) Evaluasi; proses evaluasi dilakukan dengan pengecekan keakuratan data dan keterangan selama pelaksanaan home visit; 4) Analisis hasil evaluasi; proses analisis hasil evaluasi dilakukan dengan pengecekan efektivitas penggunaan hasil kunjungan rumah yang nantinya digunakan untuk memecahkan masalah siswa; 5) Tindak lanjut; proses tindak lanjut dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk melanjutkan tahapan (home visit) penangan kasus siswa; 6) Laporan; proses penyusunan laporan dan melaksanakan pendokumentasian. Kata Kunci : Layanan, Home Visit

Peran guru BK dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMPN 3 Tarakan

APRILIANUS
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Aprilianus. 2023. Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMPN 3 Tarakan. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Nisa Ariantini.,M.Pd selaku pembimbing utama dan Ibu Cici Ismuniar, S.Psi.,M.Psi.Psikolog selaku pembimbing kedua. Dalam konsep implementasi kurikulum merdeka, dijelaskan bahwa guru bimbingan dan konseling adalah pihak yang mengenali dan memahami situasi siswa, dan terus mengembangkan kapasitas untuk membuat keputusan terbaik sesuai perannya (professional judgement) secara berkomitmen, mandiri, dan reflektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan guru bimbingan dan konseling dalam impelemntasi kurikulum merdeka belajar di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan informan penelitian terdiri dari 2 orang diantaranya guru bimbingan dan konseling dan wali kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peranan guru bimbingan dan konseling dalam implementasi kurikulum merdeka di SMPN 3 Tarakan adalah: 1) pengelola program, yaitu guru bimbingan dan konseling mendesain program yang dirancang secara komprehensif baik berupa program baru maupun penguatan program yang sudah ada; 2) sebagai pembimbing, yaitu melakukan pembimbingan melalui beberapa layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangakn potensi diri siswa di sekolah; 3) sebagai penilai, yaitu mengaktualisasikan berbagai macam alat tes untuk memetakan masalah siswa serta layanan yang diberikan sesuai pemetaan masalah; 4) sebagai konselor, yaitu peranan guru bimbingan dan konseling sebagai konselor dimanivestasikan melalui layanan yang ada pada bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan siswa di sekolah; 5) sebagai konsultasi, yaitu dilakukan untuk menyampaikan hasil layanan dan perkembangan masalah siswa kepada wali kelas, orang tua dan siswa itu sendiri; 6) koordinasi, yaitu guru bimbingan dan konseling melaksanakan koordinasi kepada personil sekolah yang dimulai dari perencanaan hingga pelaporan layanan bimbingan dan konseling.

pengembangan media video pembelajaran pada materi sistem peredaran darah untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI di SMAN 2 Nunukan

ARWINDHA
2024 · Book · Open Access

Pengembangan media video pembelajaran materi sistem peredaran darah kelas XI SMAN 2 Nunukan sangat dibutuhkan. Media video pembelajaran materi sistem peredaran darah dapat membantu siswa memahami konsep penelitian, bertujuan untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan media video pembelajaran pada materi sistem peredaran darah untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI SMA N 2 Nunukan. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE menggunakan 3 tahapan yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Nunukan yang beralamatkan di Jl. A. Yani No.53, RT.05, Nunukan Tengah, Kec. Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara 77482. Waktu penelitian yaitu pada tahun ajaran 2022/2023.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI terdiri dari 36 siswa yaitu 15 orang siswa perempuan dan 21 orang siswa laki-laki. Hasil penelitian validitas materi diperoleh nilai total skor 54 dan prsentase validitas 90% dengan kriteria sangat valid. Kemudian analisis diperoleh nilai total skor 64 dan prsentase validitas 80% dengan kriteria valid. Serta respon siswa skor siswa rata-rata keseluruhan adalah 3,06 dan presentase kelayakan 76,5% dengan kriteria praktis. Hal ini menunjukkan bahwa media video pembelajaran dengan meningkatkan pemahaman konsep layak digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan media video pembelajaran dengan menggunakan meningkatkan pemahaman konsep dalam pembelajaran dan terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari nilai rata-rata tuntas sebesar 89,5.

Penggunaan Media Dalam Layanan Informasi Terhadap Kolaborasi Siswa Di SMP Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung

CICI PARMITA
2024 · Book · Open Access

Cici Parmita. 2024. Penggunaan Media Dalam Layanan Informasi Terhadap Kolaborasi Siswa Di Smp Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd selaku pembimbing utama dan Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd selaku pembimbing anggota. Kolaborasi merupakan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain disertai dengan perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain. Kolaborasi merupakan keterampilan bekerja sama antara dua atau lebih siswa untuk menyelesaiakan suatu permasalahan dengan berbagai tanggung jawab, akuntabilitas, terorganisir dan peran untuk mencapai pemahaman bersama tentang masalah dan solusinya. Pemberian layanan informasi bertujuan untuk membantu pihak-pihak yang berkepentingan mengenai berbagai hal yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan, untuk menentukan tujuan atau rencana yang diinginkan. Selain itu layanan informasi dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan fungsi bimbingan dan konseling. Media yang digunakan adalah media film pendek, media pamflet dan media permainan truth or dare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media dalam layanan informasi terhadap kolaborasi siswa, penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan jenis one group pte-test dan post-test design dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 67 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Uji hipotesis menggunakan uji statistik parametrik dengan teknik paired sample t test. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 yang artinya penggunaan media dalam layanan informasi mampu membentuk kolaborasi pada siswa.

Gambaran Stres Akademik Siswa kelas IX ( Studi Deskriptif Siswa SMPN 7 Tarakan )

JULIANI
2024 · Book · Open Access

Juliani. 2024. “Gambaran Stres Akademik Siswa Kelas IX (Studi Deskriptif Siswa di SMPN 7 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd selaku pembimbing utama dan Bapak Zainal Abidin Muhja, B.IS.,M.IRKH selaku pembimbing anggota. Stres akademik merupakan respon yang muncul karena terdapatnya ketegangan yang disebabkan oleh tuntutan akademik yang harus dikerjakan oleh individu serta disebabkan oleh persaingan maupun tuntutan akademik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran stress akademik siswa di SMPN 7 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan informan penelitian terdiri dari 3 orang diantaranya guru bimbingan dan konseling dan 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IX di SMPN 7 Tarakan memiliki gambaran stress akademik, yaitu: 1) worry about grades, yaitu tekanan dalam belajar yang dialami olehs siswa karena tuntutan akademik terlalu tinggi baik dari keluarga maupun dari lingkungan sekolah; 2) Workload, yaitu beban tugas yang terlalu banyak, sehingga siswa tidak dapat memanajemen waktunya dengan baik dan berdampak pada aspek psikolgis siswa; 3) Pressure from study, yaitu khawatir akan nilai dan harapan diri, tingginya ekspektasi siswa akan nilai akademik sehingga menyebabkan siswa stress; 4) Despondency, yaitu keputusasaan yang diakibatkan tuntutan dari keluarga dan diri sendiri sehingga siswa akan kecewa jika tidak bias mencapai prestasi akademik.

Permainan Bentengan Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan

ZHELVI OCTAVIA
2024 · Book · Open Access

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur antara lain, sistem agama dan politik, adat-istiadat, Bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni. Berbicara mengenai budaya dan kebudayaan, di Indonesia sendiri memiliki keberagaman jenis budaya daerah dengan unsur-unsur tertentu. Jenis-jenis kebudayaan salah satunya adalah permainan tradisional. Indonesia memiliki banyak permainan tradisional salah satunya adalah permainan Bentengan. Bentengan adalah permainan tradisional yang memerlukan ketangkasan, kecepatan berlari dan strategi yang jitu. Inti dari permainan ini adalah menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ dari lawan. Permainan bentengan ini memiliki beberapa manfaat, salah satunya adalah meningkatkan kepekaan sosial. Kepekaan sosial merupakan kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi- reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkan baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bentengan sebagai upaya meningkatkan kepekaan sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan design pre eksperimental menggunakan teknik purposive sampling dengan populasi seluruh siswa kelas VIII sebanyak 288 siswa dan sampel sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan instrumen penelitian. Adapun gambaran hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pre-test dan post- test pada indikator pengambilan perspektif, fantasi dan emphatic concern/perhatian mengalami perubahan nilai ditunjukkan dengan peningkatan kepekaan sosial siswa pada saat pemberian post-test.

“PENERAPAN METODE STORYTELLING TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK KARYA PERTIWI TARAKAN”

NURUL IZZAH HIDAYAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penggunaan metode storytelling terhadap peningkatan perilaku prososial anak usia 4-5 Tahun di TK Karya Pertiwi Tarakan. Perilaku prososial merupakan perilaku positif yang terwujud ingin menghibur sesame dalam kondisi kesusahan. Dalam penelitian ini perilaku prososial peserta didik masih kurang maksimal ditunjukkan pada saat bermain bersama teman masih ada peserta didik yang tidak ingin berbagi permainan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini menggunakan populasi 12 dan sampel berjumah 7 peserta didik kelompok A TK Karya Pertiwi Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi centang dan foto berseri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada siklus 1 dimana dari 7 anak didik kela A usia 4-5 Tahun belum mencapai ketuntasan kriteria penilaian, pretest 7 anak didik sama dengan 100% masuk dalam kategori sangat rendah (BB). Pada saat posttest adanya perubahan perilaku prososial dimana 6 anak didik sama dengan 86% masuk ke dalam (BSB) dan 1 anak didik sama dengan 14% masuk ke dalam (MB). Berdasarkan hasil tersebut storytelling dapat meningkatkan perilaku prososial.

PENERAPAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP PROKRASTINASI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 1 NUNUKAN

EKA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling kelompok terhadap prokrastinasi peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Nunukan. Prokrastinasi merupakan kecenderungan perilaku seseorang dalam menunda-nunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang sedang dihadapi, yang pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan maksimal atau bahkan gagal menyelesaikannya. ciri-ciri seorang pelaku prokrastinasi, antara lain: prokrastinator lebih suka untuk menunda pekerjaan atau tugas-tugasnya, berpendapat lebih baik mengerjakan nanti dari pada sekarang dan menunda pekerjaan adalah bukan suatu masalah, terus mengulang perilaku prokrastinasi, pelaku prokrastinasi akan kesulitan dalam mengambil keputusan, dan Konseling kelompok merupakan sistem pendukung yang sangat baik yang membantu mengembangkan keterampilan pribadi, mencegah dan menyelesaikan konflik interpersonal atau menyelesaikan masalah. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-postest design, dengan populasi sebanyak 277 peserta didik dan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 6 peserta didik. Teknik analisis data dari hasil uji hipotesis Paired Sample T Test yang diperoleh Ha diterima dan H0 ditolak dikarenakan nilai signifikan sebesar 0,001 0,05 dan nilai t hitung 6.460 > 2.228. Sehingga ada pengaruh konseling kelompok terhadap prokrastinasi peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Nunukan.

Pengambangan Media Permainan Uno Stacko untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMA Patra Dharma Tarakan

KUMALA SARI
2024 · Book · Open Access

Kurikulum yang diterapkan saat ini merupakan kurikulum merdeka dimana peserta didik berperan sebagai subjek pembelajaran dan diharapkan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga keaktifan peserta didik dalam pembelajaran inilah yang harus ditingkatkan. Salah satu faktor ketidakaktifan peserta didik adalah kurangnya kepercayaan diri, kepercayaan mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam berbagai bidang, termasuk dalam lingkungan sekolah. Dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, dan melihat kelayakan media permainan Uno stacko dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D (Research, and Development). Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Berdasarkan rumus perhitungan, ditemukan bahwa validasi yang telah dilakukan oleh ahli bahasa sebesar 93% dengan kategori sangat layak. Kemudian hasil validasi ahli materi sebesar 92% dengan kategori sangat layak. Pada validasi ahli desain sebesar 80% dengan kategori sangat layak. Adapun untuk kelayakan media produk yang telah diuji kepada siswa mendapatkan skor rata-rata sebesar 92% dengan kategori sangat layak. Perolehan penilaian indikator kepercayaan diri siswa mendapatkan skor rata-rata sebesar 86% dengan predikat sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kepercayaan diri siswa dapat dikatakan sangat tinggi. Dapat dikatakan bahwa media permainan Uno Stacko ini layak untuk digunakan dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Pelaksanaan Layanan Bimbingan klasikal Ditinjau Dari Model Context Input Process Product (CIPP) di SMK Negeri 1 Tarakan

LESTI KOMARIA ULFAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMK Negeri 1 Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan klasika ditinjau dari model contect input process product (CIPP) di SMK Negeri 1 Tarakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMK Negeri 1 Tarakan. Subyek penelitian ini adalah 1 orang guru BK dan 35 orang siswa untuk mendapatkan informasi tentang layanan bimbingan klasikal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung, sedangkan alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMK Negeri 1 Tarakan sangat cocok. dari konteks, input, proses dan produk dalam layanan bimbingan klasikal. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan klasikal ditinjau dari model context input process product (CIPP) di SMK Negeri 1 Tarakan secara keseluruhan ditemukan bahwa program tersebut dilaksanakan dengan baik.

nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku bugis letta di kota tarakan

PUTRI
2024 · Book · Open Access

Tradisi pabalian merupakan tradisi yang berasal dari suku Bugis Letta yang diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur. Tradisi pabalian merupakan kegiatan saling menolong dan saling membantu antar sesama untuk meringankan pekerjaan pemilik acara dengan bertujuan untuk menyukseskan acara. Fokus dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang terdiri dari tiga informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan model Milles dan Huberman yakni, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi terdapat empat nilai-nilai yang mencerminkan gotong royong yaitu kerja sama, saling menolong, solidaritas dan kekeluargaan. Nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta ini sejalan dengan karakteristik serta kode etik yang diperlukan seorang konselor ataupun guru bimbingan dan konseling yang ideal

Fenomena Quarter Life Crisis Yang Terjadi Pada Mahasiswa Ekonomi Angkatan 2019 Di Universitas Borneo Tarakan

BINZAR LINDUAJIE
2024 · Book · Open Access

Quarter life crisis ditemukan terjadi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2019 yang tengah menyelesaikan pendidikannya. Gejala yang paling banyak dirasakan adalah khawatir, cemas, dan takut yang sering terjadi. Krisis yang dihadapi oleh mahasiswa angkatan 2019 adalah berbagai macam kesulitan seperti menemukan suatu fenomena yang akan diangkat dalam sebuah penelitian, keterbatasan dana, komunikasi dengan dosen pembimbing, revisi yang terus menerus, tuntutan waktu dalam pendidikan, dan kekhawatiran akan karir setelah menyelesaikan pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran quarter life crisis yang terjadi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2019. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dan yang menjadi informan adalah empat orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2019. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, observasi tidak terstruktur, dan wawancara. Metode Miles dan Huberman digunakan dalam teknik analisis data, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan mengalami fenomena quarter life crisis dengan diketahui adanya tekanan-tekanan yang berasal dari dalam diri dan luar diri individu, namun terdapat perbedaan pada setiap gambaran quarter life crisis di antara keempat subjek.

Komunikasi Interpersonal Siswa (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan)

INDAH
2024 · Book · Open Access

Komunikasi Interpersonal merupakan proses penyampaian informasi yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan secara tatap muka sehingga menimbulkan komunikasi timbal balik atau dengan kata lain orang yeng menerima informasi tidak hanya seorang tapi bisa lebih dari seorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal siswa yang menjadi subjek kunci di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Penelitian ini mendeskripsikan kurangnya komunikasi interpersonal pada siswa yang menjadi subjek kunci, hal tersebut dipicu oleh sistem sekolah yang berbasis agamais dengan menerapkan segregasi gender, selain itu minimnya interaksi antar sesama warga sekolah hingga saling tidak mengenal satu sama lain. Fokus dalam penelitian ini adalah pemenuhan komunikasi interpersonal pada subjek kunci berdasarkan pada indikator keterbukaan, sikap positif dan empati. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terdiri dari 1 informan kunci dan 2 informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang ada, maka kurangnya komunikasi interpersonal pada siswa tidak menjadikan siswa terbelakang dari siswa aktif lainnya dari segi kepribadian diri maupun sisi akademiknya di sekolah.

Pengaruh Bimbingan Kelompok Melalui Video Edukasi Terhadap Self Awareness Pelecehan Seksual Di SMP Negeri 1 Sekatak Buji

PATMAWATI
2024 · Book · Open Access

Self Awareness merupakan kemampuan diri sendiri melalui evaluasi otentik terhadap kemampuan seseorang, dan mengenali diri sendiri sebagai individu dilingkungannya untuk dapat mengontrol tindakan. Dengan tidak menyadarinya jika yang dia lakukan atau yang di alaminya adalah pelecehan seksual. Maka dari itu, perlu diberikannya layanan bimbingan kelompok, agar peserta didik dapat mengetahui perilaku mana yang tergolong pelecehan seksual. Bimbingan kelompok bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pencegahan agar siswa dapat mengetahui pelecehan baik verbal maupun non verbal. Media yang digunakan adalah video edukasi dalam video animasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok melalui video edukasi terhadap self awareness pelecehan seksual, penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Experimen dengan Jenis one group pre-test dan post-test design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 353 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah sampel 15 siswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan infrensial. Uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikan sebesar (0,001 0,05) yang artinya terdapat pengaruh Bimbingan Kelompok melalui video edukasi terhadap self awareness siswa.

PELAKSANAAN LAYANAN KOLABORASI DI TINJAU DARI MODEL CONTEXT INPUT PROCESS PRODUCT (CIPP) DI SMA NEGERI 4 TARAKAN

ARI SAPUTRA
2024 · Book · Open Access

Abstrak Layanan Kolaborasi adalah suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam, yang melibatkan beberapa orang untuk bekerja sama dengan menggabungkan pemikiran secara berkesinambungan dalam menyikapi suatu hal dimana setiap pihak yang terlibat saling ketergantungan di dalamnya. Implementasian layanan kolaborasi itu di setiap sekolah berbeda-beda ada kelebihan dan kekurangannya, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana layanan kolaborasi ini bisa berjalan dengan baik. CIPP merupakan model evaluasi yang memiliki suatu kerangka kerja komprehensif untuk melakukan evaluasievaluasi formatif dan summative atas program-program, proyek-proyek, personil, produksi-produksi, organisasi-organisasi dan sistem-sistem evaluasi. CIPP merupakan model evaluasi yang memiliki suatu kerangka kerja komprehensif untuk melakukan evaluasi-evaluasi formatif dan summative atas program-program, proyek-proyek, personil, produksi-produksi, organisasi-organisasi dan sistem-sistem evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan kolaborasi yang ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 4 Tarakan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan satu orang wali kelas. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penerapan layanan kolaborasi yang ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 4 Tarakan.

IDENTIFIKASI TINGKAT STRES BELAJAR MAHASISWA DI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2020UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

ROBBY AGUS SUPRIANTO
2024 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambarantingkat stres belajar mahasiswa di Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2020 Universitas Borneo Tarakan di Tengah Pandemi Covid-19. stress belajar adalah suatu kondisi kejiwaan yang disebabkan oleh faktor interen atau faktor ekstern yang dirasakan mahasiswa sebagai ancaman yang membahayakan dirinya sehingga menghambat aktifitas belajarnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuntitatif sifatnya deskriptif teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan skala. Adapun jumlah sampel dan populasi sebanyak 70 mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kategori pernah dan kategori jarangdalam tingkat stress belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Borneo Tarakan. Hasil tersebut terlihat dari analisis secara keseluruhan sebanyak 70 subjek atau dengan persentase sebanyak 48,26 %. Sedangkan berdasarkan perindikatornya sebanyak 147 subjek atau dengan persentase sebanyak 73,14 %, dengan indikator pertama yaitu tingkat Stressornya, sedangkan pada indikator yang kedua dengan Reaksi Tingkat Stressor sebanyak 100 subjek atau dengan persentase sebanyak 49,75 %. Jadi, dari hasil persentase tersebut terlihat pada kategori kurang baik, artinya tingkat stress belajar mahasiswa Bimbingna dan Konseling Angkatan 2020 Unversitas Borneo Tarakan dapat dikatakan tinggi.

Pelaksanaan layanan informasi untuk memberikan pemahaman mengenai emosi siswa di SMP negeri 5 Tarakan tahun 2023/2024

SARLI
2024 · Book · Open Access

Remaja adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa yang mengalami perkembangan psikologis, fisik, dan sosial emosional. Remaja SMP Negeri 5 Tarakan merupakan remaja awal yang usianya berkisar antara 12 tahun sampai 15 tahun. Berdasarkan latar belakang tersebut yang telah penelitih uraikan perlu melakukan penelitian tentang pelaksanaan layanan informasi untuk memberikan pemahaman mengenai emosi siswa. Maka dari itu judul yang ditetapkan “Pelaksanaan Layanan Informasi Untuk memberikan Pemahaman Mengenai Emosi Siswa Di SMP Negeri 5 Tarakan Tahun 2023/2024”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan informasi dalam memberikan pemahaman mengenai emosi siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Metode penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan populasi siswa kelas VII-E dan sampel sebanyak 29 siswa. Teknik sampling menggunkan purposive sampling Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil pelaksanaan layanan informasi untuk memberikan pemahaman mengenai emosi siswa yaitu berpengaruh terhadap layanan informasi dalam pemberian pemahaman mengenai emosi siswa di SMP Negeri 5 Tarakan.