Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SYAH ENGGAR DUPA PERMANA

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

ANALISIS PERWILAYAHAN KOMODITAS KOPI (Coffea spp) DI KABUPATEN MALINAU

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan sektor perkebunan merupakan salah sektor yang tak kalah pentingnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat . Oleh karena itu, pembangunan sektor perkebunan merupakan hal yang sangat berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat di Kabupaten Malinau. Jika dilihat pangsa pasar serta tingkat konsumsi masyarakat terhadap beberapa komoditas, Kabupaten Malinau merupakan pasar penghasil kopi. Hal ini ditunjang dari jumlah penduduk yang kian padat. Sehingga permintaan terhadap komoditas juga cukup meningkat di masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis kecamatan basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau (2) Untuk menganalisis karakteristik penyebaran koomoditas kopi berdasarkan asas lokalita di Kabupaten Malinau (3) Untuk menganalisis karakteristik komoditas kopi berdasarkan asas spesialisasi di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Lokalita, dan Spesialisasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat lima kecamatan di Kabupaten Malinau yang merupakan basis komoditas kopi, komoditas kopi di Kabupaten Malinau tidak berpusat di satu wilayah, melainkan menyebar di beberapa wilayah di Kabupaten Malinau dan terdapat tiga kecamatan yang berspesialisasi pada komoditas kopi. Saran bagi pemerintah, berdasarkan keakuratan data dirasa kurang cukup karena dilihat dari hasil produksi pertahunnya cendrung sama, untuk kedepannya diharapkan aktualisasi data lebih real sehingga peneliti selanjutnya dapat merealisaskian data sesuai keadaan di lapangan. Serta pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan kecamatan-kecamatan yang menjadi basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau. Pemerintah juga perlu meningkatkan peran penyuluh pertanian agar petani kopi dapat meningkatkan hasil produksi nya serta mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai wadah organisasi.

ANALISIS PERWILAYAHAN KOMODITAS KOPI (Coffea spp) DI KABUPATEN MALINAU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan sektor perkebunan merupakan salah sektor yang tak kalah pentingnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat . Oleh karena itu, pembangunan sektor perkebunan merupakan hal yang sangat berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat di Kabupaten Malinau. Jika dilihat pangsa pasar serta tingkat konsumsi masyarakat terhadap beberapa komoditas, Kabupaten Malinau merupakan pasar penghasil kopi. Hal ini ditunjang dari jumlah penduduk yang kian padat. Sehingga permintaan terhadap komoditas juga cukup meningkat di masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis kecamatan basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau (2) Untuk menganalisis karakteristik penyebaran koomoditas kopi berdasarkan asas lokalita di Kabupaten Malinau (3) Untuk menganalisis karakteristik komoditas kopi berdasarkan asas spesialisasi di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Lokalita, dan Spesialisasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat lima kecamatan di Kabupaten Malinau yang merupakan basis komoditas kopi, komoditas kopi di Kabupaten Malinau tidak berpusat di satu wilayah, melainkan menyebar di beberapa wilayah di Kabupaten Malinau dan terdapat tiga kecamatan yang berspesialisasi pada komoditas kopi. Saran bagi pemerintah, berdasarkan keakuratan data dirasa kurang cukup karena dilihat dari hasil produksi pertahunnya cendrung sama, untuk kedepannya diharapkan aktualisasi data lebih real sehingga peneliti selanjutnya dapat merealisaskian data sesuai keadaan di lapangan. Serta pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan kecamatan-kecamatan yang menjadi basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau. Pemerintah juga perlu meningkatkan peran penyuluh pertanian agar petani kopi dapat meningkatkan hasil produksi nya serta mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai wadah organisasi.