2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit tuberculosis masih menjadi salah satu masalah yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi jutaan orang didunia. Menurut WHO (2019) angka penemuan tuberculosis mencapai 10 juta kasus didunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang komprehensif pada An. I dengan penyakit tuberculosis paru. Metode penulisan ini deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada An. I. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu gangguan pertukaran gas, bersihan jalan napas tidak efektif, diare, dan hipertermi. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah di tetapkan. Dari keempat diagnosa keperawatan tersebut terdapat dua masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan dan terdapat dua masalah yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan. Kesimpulan penulis mendapatkan dalam melakukan asuhan keperawatan pada An. I dengan tuberculosis paru sesuai dengan tugas perawat dalam proses keperawatan secara komprehensif.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
aa
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
aa
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman padi yang sehat, sehingga kesehatan benih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan pada benih padi yakni cendawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi dan mengetahui perbedaan jenis cendawan terbawa benih yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya tanaman padi Kabupaten Bulungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat wilayah yakni Tanjung palas utara, Tanjung palas, Tanjung selor dan Tanjung palas tengah. serta dilaboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Deteksi keberadaan cendawan terbawa benih padi dilakukan dengan menggunakan metode uji kertas saring (blotter test). dari ke Empat wilayah. Hasil yang didaptkan Ditemukan 14 varietas benih padi yakni, cimalaya, ir, ketan hitam, ketan, semenanjung, padi sawah, padi unggul, padi cina, impari, ciliwung, rajawali, 64, ketan unggul, roti. Dari semua benih padi telah ditemukan empat cendawan terbawa benih, yakni Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor, Alternaria. persentase keberadaan Aspergillus oryzae tertinggi pada varietas ketan hitam mencapai 12,50%. Keberadaan Rhizopus oryzae dan Mucor mencapai 9,17% pada varietas semenanjung, sedangkan keberadaan cendawan Alternaria menginfeksi varietas padi roti dengan jumlah 5%
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Agroindustri minyak kayu putih sebagai salah satu bentuk industri yang mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih, memiliki peran dalam peningkatan nilai tambah suatu daerah atau wilayah. Agroindustri di Kota Tarakan dikelolah oleh salah satu instansi pemerintah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di kawasan hutan lindung yang tersebar di beberapa tempat di dalam kawasan hutan lindung maupun di kawasan hutan lindung yang dikerjasamakan dengan kelompok tani lalu kemudian hasil panen daun kayu putih akan di beli dan selanjutnya akan di olah oleh pihak UPT KPH itu sendiri. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn). Serta mengetahui apa saja faktor-faktor produksi tanaman kayu putih Dan mengetahui trend produksi kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (sengaja) yaitu menentukan sempel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara Mendalam dan dokumentasi. dengan Analisis Data faktor yang mempengaruhi analisis trend produksi yaitu alat-alat, pupuk, dan tenaga kerja. dengan menggunakan analisis trend perkembangan dengan rumus adalah Y = a + bX. Dan Rumus untuk mendapatkan nilai a dan b adalah a=ΣY / n b=Σ XY / X2.Hasil yang di dapatkan Trend produksi tanaman kayu putih dapat dilihat dari hasil analisis persamaan trend yaitu Y = 320.47 + (-3.41) X menunjukkan bahwa kecenderungan produksi tanaman kayu putih bapak Ambransyah di Kecamatan Mamburungan Timur mengalami penurunan produksi sebesar 3.41 kg dengan nilai intersep sebesar 320.47 kg yang akan terjadi selang produksi selanjutnya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kegiatan penunjang agribisnis merupakan kegiatan yang menentukan keberhasilan kegiatan-kegiatan utama meliputi, Pengadaan input produksi, produksi usahatani, pengolahan hasil, dan pemasaran (Soekartawi, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani sawi, mengetahui pengaruh dari kegiatan penunjang agribisnis terhadap hasil produksi tanaman sawi, dan mengetahui variabel yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan usahatani sawi.
Metode penuntuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel secara sengaja dengan pertimbangan dan tujuan tertentu dengan responden sebanyak 30 orang petani sawi. Metode pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, wawancara, dan dokumentasi.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linear berganda, analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : Pada daerah penelitian sebagian besar petani sawi memiliki umur yang produktif namun mempunyai pendidikan yang relatif rendah, pada daerah penelitian petani sawi didominasi dengan laki-laki yang sebagian besar mempunyai pengalaman usahatani selama 26-30 tahun. Kegiatan penunjang agribisnis secara simultan mempunyai pengaruh nyata terhadap produksi tanaman sawi. Variabel yang paling dominan dalam membentuk keberhasilan usahatani tanaman sawi adalah Variabel Kredit usahatani dalam PUAP (X3), dengan kontribusi sebesar 32,5%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pola komunikasi biasa disebut juga sebagai model tetapi maksudnya sama, yaitu system yang terdiri atas berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan keadaan masyarakat. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi antar pribadi, dilaksanakan di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah responden 5 orang. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara,yang penelitiannya menggunakan deskriptif kualittif. Data yang digunakan dalam peelitian ini adalah data kualitatif yaitu data berupa pejelasan dari penyuluh dan petani yang memberikan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera di Kota Tarakan adalah menggunakan pola komunikasi satu arah yaitu lebih informatif kepada petani, komunikasi dua arah yaitu adanya tukar pendapat antara penyuluh dan petani (interaksi), sedangkan komunikasi multi arah yaitu adanya masukan dari pihak lain yang bisa memberikan arahan atau lebih bersifat membangun
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan dan strategi pengembangan usaha kepiting soka di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha kepiting soka di Kota Tarakan. Adapun populasi penelitian ini berjumlah 4 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel, dan data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kelayakan finansial usaha kepiting soka di Kota Tarakan yaitu R/C Ratio sebesar 2,26, BCR (Benefit Cost of Rate) sebesar 1,26, FRR (Financial Rate of Return) sebesar 40,66% dan pendapatan bersih sebesar Rp 159.375.000,-. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa UKM Usaha Kepiting Soka di Kota Tarakan layak untuk dioperasionalkan. Sedangkan tahapan analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat kondisi internal dan eksternal pengusaha dengan cara analisis situasi, dengan kata lain yaitu analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFE (Internal Faktor Evaluation), EFE (Eksternal Faktor Evaluation), dan diagram SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan yaitu strategi Agresif atau strategi SO (Strength-Opportunity).
Kata Kunci: Kelayakan Usaha, Strategi Pengembangan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
A
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Mahasiswa agribisnis sebagai mahasiswa terdidik di bidang pertanian diharapkan mempunyai persepsi yang baik terhadap sektor pertanian dan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian (2) minat mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian (3) hubungan persepsi dan minat mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian. Pengambilan data menggunakan metode Simple Random Sampling dengan responden mahasiswa angkatan 2017 sampai 2018, jumlah sampel sebanyak 50 mahasiswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 76%, sedangkan minat mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 52%. Terdapat hubungan positif yang nyata antara faktor internal persepsi dan faktor eksternal persepsi dengan minat mahasiswa agribisnis untuk berkarir di bidang pertanian, artinya bahwa semakin tinggi persepsi mahasiswa maka akan semakin tinggi pula minatnya bekerja di sektor pertanian.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN
(Studi Kasus Desa Bukit Aru Indah)
ABSTRAK
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penghasil minyak dan bahan bakar serta memiliki prospek untuk dikembangkan khususnya di daerah Sebatik Kabupaten Nunukan. Keberhasilan usahatani kelapa sawit perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur. Penelitian ini menggunakan teknik sampel Snowball Sampling dan purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti penyediaan pupuk, benih, pestisida, alat, dan peralatan. Subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan rata-rata 2ha yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kakao yang dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dengan modal awal sebesar Rp. 9.898.000,- Dengan siklus produksi usahatani kelapa sawit dilakukan selama 12 hari dan memperoleh pendapatan kelapa sawit dengan total sebesar Rp 2.610.000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti pengumpulan hasil panen kelapa sawit, pengangkutan, penimbangan dan pengiriman hasil panen kelapa sawit. pemasaran yang digunakan ialah saluran pemasaran semi langsung. Dan lembaga penunjang dalam usahatani kelapa sawit Desa bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur adalah pemerintah.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KOMPOSISI SPESIES PREDATOR CAPUNG
DI PULAU TARAKAN
Suparman,Abdul Rahim
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan
Jalan Amal Lama Nomor 1 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, 77123
Email: [email protected]
ABSTRAK
Serangga ordo Odonata (capung) merupakan indikator kualitas lingkungan dan predator hama pada areal lahan pertanian. Pengetahuan tentang komposisi dan persebaran capung dapat mendukung upaya konservasi predator pada lahan pertanian dan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi dan komposisi kelompok capung (Ordo Odonata). Serta, mengetahui hubungannya pada beberapa areal pertanian dan non pertanian di Pulau Tarakan. Pengambilan contoh capung pada 29 lokasi yang terdiri dari 8 areal lahan non pertanian, dan 21 lahan pertanian. Lahan non pertanian terdiri dari hutan primer, mangrove dan rawa. Sedangkan, lahan pertanian terdiri dari perkebunan sayur, perkebunan buah, dan sawah. Selain itu, pengambilan data suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan pH Air. Indeks kekayaan jenis, indeks keanekaragaman Shannon, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan, regresi, diagram venn, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan struktur tumbuhan terdiri dari 28 Famili, 35 genus, 39 spesies dan 1.426 Indvidu, sedangkan komposisi spesies capung di Pulau Tarakan terdiri dari 10 famili, 33 Genus, 46 Spesies, dan 1.100 individu. Indeks kekayaan spesies, indeks keanekaragaman, dan indeks kemerataan lahan non pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan lahan pertanian. Selanjutnya, persebaran spesies cenderung berbeda antara lahan pertanian dan non pertanian. Terdapat 19 spesies tersebar atau aktif di areal lahan pertanian dan non pertanian. Sedangkan, spesies yang hanya ditemukan pada areal non pertanian sebanyak 14 spesies, dan areal lahan pertanian sebanyak 13 spesies. Selain itu, hasil analisis AIC menjelaskan hubungan keaneragaman capung dengan keberadaan air lebih tinggi, diikuti oleh hubungan antara jumlah indicu tumbuhan/tanaman dan keberadaan air. Hal ini merupakan indikasi air merupakan faktor utama penentu keanekragaman capung, dan didukung oleh keberadan/jumlah tanaman/tumbuhan di suatu areal atau habitat.