Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

969 karya publik ditemukan.

2023: 132022: 12021: 4392020: 5142019: 2

Laporan Kasus Asuhan kebidanan di Ny.F P1A0 dengan Anemia dan Atonia Uteri di wilayah Puskesmas Karang Rejo Tarakan.

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

GAMBARAN KASUS Asuhan Kebidanan adalah memberikan pelayanan pada masa Kehamilan, Persalinan, nifas dan bayi baru lahir untuk mengurangi AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga kesehatan, pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam kehamilan, terlalu banyak anak, terlalu mudah dan terlalu tua untuk hamil. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar kebidanan. Tujuan diberikan asuhanan kebidanan komprehensif sejak masa hamil, hingga bayi baru lahir, mulai dari mengindentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan. Kasus diambil di Puskesmas Karang Rejo Tarakan dari tanggal 09 November 2019 sampai dengan tanggal 10 Desember 2019. Ny.F G1 P0 A0 umur 21 tahun, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, dan suami Tn.S usia 25 tahun pekerjaan swasta. Ny.F selama hamil memeriksa kehamilannya ke Puskesmas Karang Rejo Tarakan secara rutin sebanyak 9 kali. Pada trimester pertama 1 kali, trimester kedua 3 kali dan trimester ketiga 5 kali dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinanan, nifas dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 6 hari dan 2 minggu asuhan pada BBL dilakukan bersamaan dengan kunjungan nifas 6 jam, 6 hari dan 2 minggu. Berdasarkan asuhan yang diberikan pada kehamilan teridentifikasi pada kunjungan awal ibu didapatkan kenaikan berat badan yang berlebih dan telah di lakukan KIE, Pada kunjungan ulang pertama didapatkan hasil protein urine Negatif (+) dan HB 9,9 gr/dl serta kenaikan berat badan 1kg, maka dilakukan KIE Nutrisi oleh bidan dan dilakukan pemberian tablet tambah darah 90 tablet. Pada kunjungan ulang kedua didapatkan hasil HB 12,5 gr/dl dan protein urine (+). Pada asuhan tanggal 25 November 2019 ibu datang ke puskesmas Karang Rejo pukul 14.30wita mengatakan ingin melahirkan di dapatkan pemeriksaan TTV dalam batas Normal dan hasil pemeriksaan dalam didapatkan Ø6 cm, porsio tidak teraba, KK (+), Hodge II, Presentasi belakang kepala teraba UUK, molase 0, penumbungan tidak ada.. Pukul 06.00 terdapat tanda-tanda kala II dilakukan pimpinan meneran. Pukul 07.30Wita bayi lahir spontan, menangis kuat, kulit kemerahan, keadaan bayi normal, tidak di temukan kecatatan dan ibu mengalami komplikasi pertama di karenakan uterus tidak berkontraksi dengan baik dan perdarahan banyak yaitu terjadi atonia uteri dan dapat di atasi dengan dilakukan KBI dan pemberian Infus RL drip Oxytosin 20 IU dan pemberian injeksi Methylergometrin melalui IM dan dilakukan rujukan ke RSUD Tarakan dikarenakan KU ibu lemah. Komplikasi kedua ibu mengalami robekan pada perineum derajat III dan telah dilakukan penjahitan oleh bidan sebelum keadaan ibu lemah. Pada masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan bersamaan dengan kunjungan bayi dan tidak didapatkan penyulit dan komplikasi. Asuhan komprehensif yang diberikan berlangsung dengan baik, diharapkan bidan dengan tenaga tenaga kesehatan meningkatkan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan pasien pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dan institusi meningkatkan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.

Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Asma Bronchial Di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN ASMA BRONCHIAL DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Jumlah penderita asma bronchial didunia diperkirakan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan World Health Organization (2013) menyebutkan bahwa telah tercatat sebanyak 300 juta orang dari segala usia dan latar belakang etnis diseluruh dunia menderita asma bronchial. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. S dengan penyakit Asma bronchial. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, nyeri akut, dan gangguan pola tidur. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. F DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Aslina: Asuhan Keperawatan Pada Tn. F Dengan Masalah Utama Isolasi sosial: Menarik Diri Di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.F. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “F”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN MASALAH UTAMA RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skizofrenia dianggap sebagai sebuah penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten disertai oleh variable disfungsi kognitif dan gangguan psikososial yang mendalam, masalah yang sering muncul dari resiko perilaku kekerasan, timbul akibat rasa tidak nyaman dan panik yang terjadi akibat stressor dari dalam dan luar lingkungan. Resiko perilaku kekerasan merupakan bentuk perilaku yang melukai dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungannya ditandai adanya ide melukai, peyalahgunaan obat, depresi berat, marah, sikap bermusuhan, bicara kasar, mengucapkan kata-kata kotor serta adanya riwayat perilaku kekerasan. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. Y dengan Masalah Utama Resiko Perilaku Kekerasan di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Terdapat dua kesenjangan dari hasil pengkajian pada diagnosa Tn. Y pada kasus dan tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa isolasi sosial dan defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan dari pemecahan masalah pada Tn. Y dengan masalah utama resiko perilaku kekerasan, gangguan konsep diri: harga diri rendah, isolasi sosial dan defisit perawatan diri masalah semua teratasi dengan rencana tindak lanjut mempertahankan klien dalam mengontrol dan mengendalikan emosinya tanpa pengawasan dan mampu memilih tindakan yang lebih menguntungkan untuk melampiaskan kemarahannya.