2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak
Budidaya rumput laut adalah salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir Pantai Amal sehingga keberlanjutan usahanya menjadi hal yang sangat penting. Keberlanjutan budidaya rumput laut di dukung oleh faktor ekonomi, sosial budaya, teknologi, kelembagaan serta kondisi ekologi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui keberlanjutan budidaya rumput laut dari segi dimensi ekonomi, sosial budaya, teknologi dan kelembagaan (2) Mengetahui kondisi ekologi usaha budidaya rumput laut. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dan penentuan jumlah responden menggunakan kuota sampling. Analisis data yang digunakan adalah Multidimensional Scalling (MDS) dan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu indeks keberlanjutan untuk dimensi ekonomi 21,27 dengan status tidak berkelanjutan, nilai indeks untuk dimensi sosial budaya 41,46 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi teknologi 55,23 dengan status cukup berkelanjutan dan dimensi kelembagaan 13,47 dengan status tidak berkelanjutan, sehingga budidaya rumput laut di Pantai Amal saat ini termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Untuk kondisi ekologi menunjukkan budidaya dilaksanakan pada musim kemarau, bibit digunakan berulang-ulang dan rata rata kedalaman air 6,45 M yang sesuai untuk kegiatan budidaya rumput laut.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kecamatan Tarakan Utara Memiliki tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Juata Permai,Kelurahan Juata Kerikil dan Kelurahan Juata Laut. Di kelurahan Juata Permai penggunaan air sumur bor cukup banyak. Faktor utama nya ialah kurangnya penyebaran air PDAM dan mahalnya biaya yang di keluarkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesediaan membayar masyarakat dalam menggunakan air bersih sumur bor. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Willingness To Pay dan menggunakan teknik sampling jenuh. Dalam hal ini jumlah populasi digunakan dalam penelitian ini.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 responden dan keseluruhan menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan adalah menggunakan data primer. Diartikan bahwa data yang digunakan berasal dari data langsung yang diolah kemudian mendapatkan hasil akhirnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesediaan membayar masyarakat dalam mengkonsumsi air bersih sumur bor sangat tinggi,sehingga biaya yang dikeluarkan tidak membebankan masyarakat. Dengan demikian total rata-rata dari kesediaan masyarakat untuk membayar air bersih sumur bor adalah Rp.23.923 perbulan.Artinya kesediaan membayar masyarakat dalam konsumsi air bersih sumur bor lebih efisien daripada air PDAM.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana arus barang diperbatasan Indonesia-Malaysia (Studi Kasus Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara dokumentasi, pengisian kuesioner dan wawancara. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh seluruh para pedagang yang melakukan transaksi pembelian barang dari Tawau dan pengiriman hasil tani Sebatik ke Tawau sebanyak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan alat analisis gaya gravitasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa arus barang diperbatasan kecamatan Sebatik tengah mempunyai hubungan yang paling erat dengan Malaysia (Tawau). hal ini dibuktikan dengan melihat total arus barang sebesar 119,44 dari hasil interaksi barang yang masuk ke Indonesia dan keluar ke Malaysia (Tawau), angka tertinggi dengan jenis barang yang disamakan adalah sembako yang diimpor dari Tawau dan buah-buahan Sebatik yang dikirim ke Tawau dengan besaran arus barangnya 55,25 dengan melihat hasil kedua komoditi barang yang diimpor warga Sebatik perbatasan dan barang yang diekspor pula ke Tawau tidak jauh beda besaran hasil jumlahnya, sehingga dapat dilihat kedua negara tersebut saling menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Modal Sosial Rumah Tangga di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah. Jenis penelitian Kuantitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan teknik Cluster Sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan analisis tipologi klassen. Hasil penelitian secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan kepala keluarga yang ada di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Variabel minat organisasi dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kepala keluarga. Secara simultan berdasarkan uji F bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Pada koefisien uji determinasi bernilai sebesar 0,282 atau 28,2 % artinya bahwa variabel independen tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan. Sedangkan sisanya adalah 71,8 % variabel yang tidak di teliti oleh peneliti. Sedangkan hasil analisis spasial untuk minat organisasi terhadap pendapatan 38,70% (12 RT) tidak aktif dan tidak produktif dan aktif produktif 32,25 % (10 RT). Untuk jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan 32,25 % (10 RT) banyak tidak produktif dan banyak produktif 19,35% (6 RT). Kemudian untuk tingkat pendidikan terhadap pendapatan ada yang tinggi produktif 67,74% (21 RT) dan rendah tidak produktif 6,45% (2 RT).
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DISPARITAS PENDAPATAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA Wida Rhamadani Dr. Syaiful Anwar, SE.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan struktur ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Utara yang diukur menggunakan Location Quotients, Analisis Shift Share, Tipologi Klassen dan Indeks Williamson. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan data-data dari publikasi laman resmi instansi/lembaga terkait dan menggunakan data deret berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis Location Quotients dan Shift Share analysis yang dilakukan mengambarkan sektor-sektor basis di setiap Kabupaten / Kota di Provinsi Kalimantan Utara yang beragam serta kinerja dan produktivitas sektor-sektor dalam perekonomian suatu wilayah. Pada hasil analisis tipologi klassen membagi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara menjadi 3 klasifikasi sesuai dengan hasil dari tipologi klassen. (Kota Tarakan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan termasuk dalam klasifikasi Daerah berkembang cepat tapi tidak maju. Lalu, Kabupaten Tana Tidung termasuk dalam klasifikasi Daerah maju tapi tertekan. Dan terakhir ialah Kabupaten Bulungan termasuk dalam Daerah relatif tertinggal. Sementara itu, dari keempat klasifikasi tersebut diatas tidak ada satupun daerah yang berada di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara yang berada pada klasifikasi Daerah maju dan tumbuh cepat. Pada hasil analisis Indeks Williamson menunjukkan dari sisi Ketimpangan terlihat bahwa nilai dari Indeks Williamson terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, hal ini menandakan bahwa ketimpangan di Provinsi Kalimantan Utara sangatlah rendah.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan pertanian di kota Tarakan diarahkan pada pengembangan agribisnis serta mendukung kebijakan ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya pertanian. Persoalan dalam usahatani jagung, adanya petani yang menjadi anggota kelompok tani dan juga yang tidak menjadi anggota kelompok tani karena perbedaan pendapatan. Penelitian Komparasi Pendapatan Petani Jagung (zea mays) Anggota Kelompok Tani dan Bukan Anggota Kelompok Tani di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara bertujuan (1) mendeskripsikan karakteristik petani jagung di Kecamatan Tarakan Utara, (2) menganalisis pendapatan petani jagung yang masuk kelompok tani dan yang tidak masuk kelompok tani di Kecamatan Tarakan Utara, (3) melihat perbedaan pendapatan petani jagung yang masuk kelompok tani dan pendapatan petani jagung yang tidak masuk kelompok tani di Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan quota sampling dengan jumlah responden 50 orang petani jagung di Kelurahan Juata Laut. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan analisis uji independent sample T-Test. Hasil dari penelitian ini, karakteristik responden ini berdasarkan umur petani, jenis kelamin, tingkat pendidikan petani, dan lama berusahatani. Pendapatan rata-rata petani yang masuk kelompok tani adalah Rp 2,903,091/musim tanam dan pendapatan rata-rata petani yang tidak masuk kelompok tani adalah Rp 1,777,206/musim tanam. Perbedaan pendapatan petani jagung kelompok tani dengan petani tidak masuk kelompok tani diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,005 dimana lebih kecil dari nilai signifikan yaitu < 0,05 maka keputusan diterima H1 yang artinya disini terdapat perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata pendapatan petani jagung yang masuk kelompok tani dengan rata-rata pendapatan petani yang tidak masuk kelompok tani di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara dilihat dari perbedaan rata-rata penerimaan dan rata-rata pendapatan yang dikeluarkan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA Vera Lestari 1640402015 Dr. Pither Palungan, S.E., M.Si Email: [email protected], Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda diperbatasan Indonesia-Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah sebanyak 80 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan dari 6 unsur pertanyaan kuesioner mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda di perbatasan diperoleh hasil akhir sebesar 74% yang berada pada kategori interval 60%-74%. Sehingga masyarakat setuju dan mendukung yang dilakukan bank Indonesia mengadakan sosialisasi BI terhadap uang Rupiah di perbatasan. justru masyarakat meminta agar bank Indonesia mengadakan terus menerus sosialisasi sehingga masyarakat di Desa Aji Kuning menghilangkan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan uang Ringgit di perbatasan dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap penggunan uang Rupiah ini sangat berarti diperbatasan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Daerah yang menjadi basis tanaman hortikultura sayuran yaitu pada Kecamatan Tarakan Utara yang merupakan salah satu daerah utama penghasil sayuran. Namun, petani hortikultura sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Utara perekonomiannya masih menengah kebawah. Hal ini dikarenakan sulitnya memperoleh bantuan modal yang disebabkan ketidakmampuan dalam menyediakan agunan dan karena persyaratan yang tidak dapat dipenuhi oleh para petani. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Agar mengetahui sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara (2) Untuk mengetahui aksesibilitas terhadap sumber pembiayaan di Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode Snowball sampling dan analis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara adalah dari sumber pembiayaan lembaga informal dan formal, Adapun sumber pembiayaan lembaga informal berasal dari: Tengkulak dan Rentenir. Sumber pembiayaan dari lembaga formal berasal dari Kur Bank Bri, Baznas dan Dinas Pertanian. Aksesibilitas petani hortikultura sayuran terhadap sumber pembiayaan yang mudah diakses adalah berasal dari Lembaga Informal yaitu Tengkulak dan Rentenir karena dalam prosedurnya tidak mensyaratkan agunan dan mekanisme peminjaman pada lembaga ini relatif sangat cepat dan sederhana, sesuai dengan kemampuan petani. Pada umumnya lembaga informal lebih menekankan pada persyaratan kejujuran dan kepercayaan. Hal ini bisa dilihat dari, apabila petani terlambat membayar pinjaman maka sanksi dari lembaga ini hanya berupa Bunga yang semakin hari bertambah, teguran/peringatan. Namun, karena kemudahan dalam mengaksesnya maka petani banyak memilih menggunakan sumber pembiayaan dari lembaga ini.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah kamar dan jumlah penginap terhadap permintaan air bersih hotel di kota tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa jumlah kamar tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan air bersih, dengan nilai t hitung X1 (1,064) t tabel (2,051) dan nilai Sig. X1 (0,297) > α (0,05). Jumlah pengunjung berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan air bersih, dengan nilai t hitung X2 (3,796) > t tabel (2,051) dan nilai Sig. X2 (0,001) α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara jumlah kamar dan jumlah penginap terhadap permintaan air bersih, dengan nilai F hitung (17,830) > F tabel (3,34) dan nilai Sig F hitung (0,000 0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,569 atau 56,9 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 56,9 persen permintaan air bersih dipengaruhi oleh jumlah kamar dan jumlah penginap. Sedangkan, sisanya sebesar 43,1 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGEMBANGAN TERNAK DISUATU WILAYAH DI PENGARUHI SDA DAN SDM SERTA KOMODITAS YANG DITANAM DAN DIMANFAATKAN SEBAGAI SUMBER PAKAN TERNAK, MAKA DIPERLUKAN ANALISIS POTENSI. PENELITIAN INI BERTUJUAN MENGETAHUI TERKAIT KECAMATAN YANG BERPOTENSI MENJADI BASIS PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DAN MENGIDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG. PENELITIAN INI DILAKUKAN DI KOTA TARAKAN DILAKUKAN PADA DESEMBER 2019 SAMPAI JUNI 2020. JENIS PENELITIAN INI DESKRIPTIF KUANTITATIF. PENENTUAN SAMPEL MENGGUNAKAN KUOTA DIMANA SAMPEL YANG DIAMBIL 40 PETERNAK YANG TERBAGI 4 KECAMATAN, DATAA YANG DIGUNAKAN ADALAH DATA PRIMER YANG DIPEROLEH DARI PETERNAK SAPI POTONG DAN DATA SEKUNDER DARI BPS KOTA TARAKAN, DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN KOTA TARAKAN. METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK ANALISIS ADALAH ANALISIS LQ UNTUK POTENSI BASIS KECAMATAN, ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH MENGGUNAKAN ANALISIS KEPADATAN TERNAK. HASIL PENELITIAN INI ADALAH NILAI LQ KECAMATAN TARAKAN UTARA SEBESAR 1,44 DAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR SEBESAR 1,59 MENJADI WILAYAH BASIS TERNAK SAPI POTONG. BERDASARKAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH DAN ANALISIS SPASIAL BAHWA KECAMATAN TARAKAN UTARA MENJADI PRIORITAS PERTAMAN DALAM WILAYAH PENYEBARAN DAN PENGEMBANGAN. KECAMATAN TARAKAN TIMUR DAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH MENJADI PRIORITAS KEDUA DALAM WILAYAH PENYEBARAN, PENGEMBANGAN DAN PEMANTAPAN. KECAMATAN TARAKAN BARAT MENJADI PRIORITAS TERAKHIR MENJADI WILAYAH PEMANTAPAN DAN WILAYAH PENYEBARAN.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis dan strategi yang digunakan dalam pengembangan bisnis Kedai Kopi Atmosfer di kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Kedai Kopi Atmosfer. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, analisis kelayakan bisnis Kedai Kopi Atmosfer di kota Tarakan dapat disimpulkan bahwa BCR (Benefit Cost Of Ratio) sebesar 1,20, FRR (Financial Rate Of Return) sebesar 16,66%, PBP (Payback Period) sebesar 6. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa bisnis Kedai Kopi Atmosfer di kota Tarakan layak untuk di operasionalkan. Sedangkan tahapan analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan cara analisis situasi dengan kata lain yaitu analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary), diagram SWOT dan matriks SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan yaitu strategi agresif atau strategi SO (Strength-Opportunity).
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Tani Terhadap Dampak Dari Lahan Kritis di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Kota Tarakan sebanyak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi masyarakat Kota Tarakan terhadap danpak dari lahan kritis dengan menggunakan 2 indikator penelitian yaitua apakah Masyarakat mengalami dampak dari lahan kritis atau tidak, diperoleh hasil rata-rata 21,93 dan berada pada kategori Kurang baik. Penangulangan lahan kritis oleh pemerintah, diperoleh hasil rata-rata 31,37 dan berada pada kategori Kurang baik. Dengan demikian persepsi masyarakat terhadap dampak dari lahan kritis di Kota Tarakan secara keseluruhan diperoleh hasil skor likert sebesar 26,65 dan berada pada kategori Kurang baik.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi, nilai tukar, dan suku bunga terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa runtun waktu (time series) selama 36 bulan yakni dari bulan Januari tahun 2017 sampai dengan bulan Desember tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial hanya variabel produksi yang berpengaruh signifikan terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (95,371>1,693), sedangkan nilai tukar dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan. Hal ini dikarenakan nilai t-hitung dari variabel nilai tukar lebih kecil dari t-tabel (1,3381,693) dan nilai t-hitung dari variabel suku bunga lebih kecil dari t-tabel (0,1921,693). Adapun secara simultan variabel produksi, nilai tukar, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap ekspor kepiting Kota Tarakan dengan nilai f-hitung lebih besar dari F-tabel (4,080>2.26). Dengan hasil koefisien determinasi (R^2) dengan nilai 0,997 atau sebesar 99,7%.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat berkunjung masyarakat ke Taman Kota di Tarakan yang diukur menggunakan Regresi Linier Berganda.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatifdeskriptif. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner yang dibagikan secara online menggunakan google form.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (uji t) bahwa variabel fasilitas, kebersihan, keamanan, dan pedagang tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung masyarakat, sedangkan secara simultan (uji f) menunjukkan bahwa semua variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung. Padakoefisien determinasi (R2) R Square diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,023 sehingga nilai ini menunjukkan bahwa 2,3% minat berkunjung masyarakat dipengaruhi oleh variabel fasilitas, kebersihan, keamanan, dan pedagang.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BINALATUNG BEACH KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Nur Hajirah Dr. Pither Palungan, S.E.,M.Si Agus Tri Darmawanto, ME Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner, populasi dalam penelitian belum diketahui. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel pendapatan, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Diperoleh variabel pendapatan de ngan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,803 > 1,986), variabel lama perjalanan dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (-2,778 1,986), variabel fasilitas dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,103 > 1,986). Sedangkan biaya perjalanan dan biaya perjalanan ke objek lain tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Hal in dikarenakan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan lebih kecil dari t-tabel (0,699 1,986) dan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan ke objel lain lebih besar dari t-tabel (0,896 1,986). Adapun secara simultan variabel pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan dengan nilai f-hitung lebih besar dar f-tabel (4.654 > 2.32). Dengan nilai koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,205 atau sebesar 20,5%. Kata-kata Kunci : Pendapatan, Biaya Perjalanan, Biaya Perjalanan ke Objek Lain, Lama Perjalanan, Fasilitas, Jumlah Kunjungan Wisatawan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pembangunan suatu daerah merupakan hal yang sangat menjadi perhatian pemerintah daerah, perhatian pemerintah tersebut salah satunya diwujudkan melalui alokasi anggaran untuk pembangunan manusia guna tercapainya kesejahteraan, yakni belanja pemerintah bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Salah satu tolak ukur peningkatan kesejahteraan dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi secara parsial dan simultan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data panel. Alat analisis yang digunakan berupa regresi data panel dengan metode random effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara. Kemudian pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara dan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Utara.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap jaring udang terhadap pendapatan nelayan di Pesisir Timur Kota Tarakan secara parsial dan simultan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif data yang digunakan adalah data primer. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X1 (-2,085) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X1 (0,043) α (0,25). Lama melaut tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X2 (-0,849) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X2 (0,400) > α (0,25). Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X3 (1,444) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X3 (0,156) α (0,25). Pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X4 (-2,359) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X4 (0,023) α (0,25). Alat tangkap berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dengan nilai t hitung X5 (-1,292) > t tabel (0,680) dan nilai Sig. X5 (0,203) α (0,25). Secara simultan terdapat pengaruh antara modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap terhadap pendapatan, dengan nilai F hitung (2,584) > F tabel (1,38) dan nilai Sig F hitung (0,039 0,25) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,227 atau 22,7 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 22,7 persen pendapatan dipengaruhi oleh modal, lama melaut, tenaga kerja, pengalaman kerja dan alat tangkap. Sedangkan, sebesar 77,3 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit terhadap masyarakat desa Sekatak Buji. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat desa Sekatak Buji Sebayak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan alat skala likert. Hasil dari penelitian ini diketahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit pada kondisi lingkungan hidup, seperti polusi udara yaitu sebesar 60,66% atau kategori cukup. Eksternalitas atau dampak pencemaran air yaitu sebesar 39,33% atau kategori rendah (tidak tercemar). Dan eksternalitas atau dampak tanah longsor yaitu sebesar 45,33% atau kategori cukup. Dilihat dari kondisi sosial, seperti besar untuk bantuan perbaiki jalan dari kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 72,66% atau kategori tinggi. Dan dilihat dari kondisi ekonomi, seperti meningkatnya usaha rumah kost dengan adanya kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 70% atau kategori tinggi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto dan mengetahui pola spasial keterkaitan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder triwulan 2012-2019. Sedangkan pola spasial menggunakan data pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda, interpolasi untuk memperoleh data triwulan dan analisis tipologi klassen. Secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Nilai koefisien determinasi sebesar sebesar 0.96,1 atau 96,1% menunjukkan seluruh variabel independen simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangan sisanya adalah 3,1% di luar variabel yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil analisis pola spasial tahun 2012 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif), pada tahun 2015 terbagi menjadi tiga kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) III (rendah tidak produktif) dan IV (tinggi tidak produktif), dan pada tahun 2019 klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif)