2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017). As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries.
The high MMR and Infant Mortality Rate (IMR) are still big problems for Indonesia, because they can provide an overview of the development of health status and are also used as indicators in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are ongoing midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications for mothers and babies.
Implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at Puskemas Karang Rejo Tarakan with Mrs. P as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. The aim of conducting comprehensive midwifery care is to detect early whether there are problems during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns using the SOAP method.
During comprehensive midwifery care there are no problems with pregnancy. In childbirth, a problem is found, namely the prolonged stage I due to inadequacy and premature rupture of the membranes, but the problem can be resolved by referring to the Tarakan Hospital and the mother can give birth spontaneously and there are no complications. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care provided was in accordance with established standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tingginya AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, karena dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan dan juga digunakan sebagai indicator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan kebidanan komprehensif yang merupakan asuhan kebidanan yang berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kesejahteraan ibu dan bayi, serta menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 08 November 2019 di Puskesmas Juata Tarakan dengan Ny. H sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 37 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 3 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu 3 hari. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.
Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif didapatkan masalah pada bayi. Pada kunjungan kehamilan awal, kunjungan ulang pertama dan kedua tidak didapatkan masalah. Pada persalinan tidak ditemukan masalah, pada kunjungan nifas tidak didapatkan masalah, pada bayi ditemukan adanya masalah, bayi lahir dengan A/S 5/7, telah dilakukan penanganan bayi asfiksia hingga A/S menjadi 8/9 ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga Kesehatan dan pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam Kehamilan. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Tujuan dari Laporan Tugas Akhir Asuhan Kebidanan Komprehensif ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan hingga ibu berencana menggunakan KB. Asuhan Kebidanan Komprehensif ini telah diberikan pada Ny.A usia 35 tahun G3P2A0 di Praktik Mandiri Bidan Rubiyah, Amd.Keb, sejak tanggal 05 November 2019 sampai 27 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.A dimulai dari kala I yaitu 2 jam, Kala II selama 30 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 3 hari, 4 hari dan 13 hari. Pada Persiapan KB ibu telah diberikan penjelasan tentang jenis-jenis KB dan apa saja keuntungan dan kekurangan dari KB, kemudian menyakinkan ibu tentang KB yang akan digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah diberikan pada Ny.A didapatkan bahwa selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.A berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny.A dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya Asuhan Kebidanan Komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan. Sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan
secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan
kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan
kebudanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuanya untuk
melakukan asuhan kebidanan komprhensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa
kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi,
mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan
dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu
dan bayi.
Hasil pemeriksaaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data
diperoleh di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dari bulan November 2019
s/d januari 2020 Ny, H G3P1A1 Umur 37 Tahun Tanggal 06 November 2019
Jam 09.00 Wita Ny H datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan
Ny H hamil 34 minggu 2 hari. K2 Ny H hamil 38 minggu dan pada saat K2
didapatkan masalah pada kehamilan ibu yaitu Anemia ringan dengan kadar HB 9,4
Gr/dl. Pada tanggal 31 desember 2019 Ny H G3P1A1 Hamil 40 minggu. Partus
kala II fase aktif keadaan ibu dan janin baik, pada jam 14.30 wita bayi lahir spontan
dengan letak belakang kepala, berat badan 3,200 gram , panjang badan 52 cm. Pada
jam 14.35 wita Ny H P2A1 partus kala III, keadaan ibu baik , Jam 14.40 plasenta
lahir spontan dan lengkap. Pada Jam 15.30 Ny H P2A1 Partus kala IV, keadaan ibu
dan bayi baik, jam 21.30 Ny H P2A1 6 jam nifas , keadaan ibu baik. Neonatus
cukup bulan sesuai masa kehamilan dan keadaan bayi baik.
kesimpulan pemeriksaan ini , bidan dapat menerapkan Asuhan Kebidanan
Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan Metode
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut data (world health organization) WHO tahun 2015, sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang 81% angka kematian ibu (AKI) akibat komplikasi selama hamil dan bersalin. Faktor langsung penyebab tingginya AKI adalah perdarahan 45%, terutama perdarahan post partum. Selain itu ada keracunan kehamilan 24%, infeksi 11%, dan partus lama atau partus macet (7%). Tercatat Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada tahun 2015 angka kematian ibu di Indonesia sebesar 305 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi sebesar 22,23 per 100.000 kelahiran hidup. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan sesuai standar kebidanan dan bidan memberikan asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Yang tujuannya adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan, bayi baru lahir, hingga masa nifas.
Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan, pertolongan persalinan normal dengan menggunakan APN 60 langkah, asuhan masa nifas dilakukan 4 kali kunjungan, hingga asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan.
Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 05 November 2019 di Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan pada Ny. H sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat pasien memasuki usia kehamilan 38 minggu dan selanjutnya di lakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali kunjungan dan dilakukan setiap satu minggu satu kali kunjugan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak tiga kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal atau 60 Langkah APN. Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif didapatkan masalah pada kehamilan dengan anemia ringan kemudian dilakukan pemberian tablet fe dan menjelaskan KIE pemenuhan kebutuhan nutrisi, Pada persalinan tidak didapatkan masalah dan ibu melahirkan secara spontan serta tidak terjadi komplikasi. Pada bayi ditemukan masalah dengan berat badan lahir rendah kemudian dilakukannya perawatan selanjutnya pada bayi yaitu menjaga kehangatan pada bayi, kunjungan nifas pada bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuannya untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
Asuhan kehamilan selama 3 kali kunjungan meliputi, kunjungan awal 1 kali, dan kunjungan ulang 2 kali. Asuhan kebidanan masa kehamilan teridentifikasi adanya masalah pada masa kehamilan yaitu anemia riang pada Ibu, dilakukan pemberian terapi tablet tambah darah dan konseling tentang makanan yang mengandung zat besi.
Asuhan persalinan tanggal 12-12-2019, persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu. Pemantauan dilakukan menggunakan lembar observasi partograf dan tidak melewati garis waspada tidak teridentifikasi adanya masalah pada masa persalinan.
Pada asuhan nifas dilakukan 3 kali kunjungan meliputi 6 jam post partum, 6 hari post partum dan 2 minggu post partum. Keadaan umum ibu baik, TTV dalam batas normal, involusi uterus berlangsung normal, lochea berbau normal dan tanpa ada identifikasi masalah apapun. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan, bayi tampak sehat tidak ada tanda-tanda bayi sakit dan tidak ada tanda bahaya pada bayi baru lahir. Bayi diberikan imunisasi sesuai umurnya dan telah dijadwalkan kembali untuk melakukan pemberian imunisasi selanjutnya.
Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika ada kerjasama bidan dengan klien, bidan dengan tenaga kesehatan yang lain serta bidan dengan Dinas Kesehatan atau Pemerintah. Diharapkan dengan dilakukannya asuhan kebidanan komprehensif masalah sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, didiagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi dapat segera diatas. Sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan, prevalensi stroke mengalami peningkatan dari 7‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menjadi 10,9 ‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Berdasarkan prevelensi tersebut, maka penulis mengambil kasus Non Haemoragik Stroke sebagai laporan tugas terakhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan jenis studi kasus. Pendekatan keperawatan dilakukan dengan tahapan asesmen, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil penelitian didapatkan lima diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Tn A, yaitu gangguan perfusi jaringan sereberal, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian terdapat lima kesenjangan, pada diagnosa terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dua diagnosa yang tidak teratasi dan tiga diagnosa yang teratasi sesuai tujuan dan kriteria hasil.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017) As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries.
The high MMR and IMR is still a big problem for Indonesia, because it can provide an overview of the development of health status and is also used as an indicator in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications to mothers and babies.
The implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at the Gunung Lingkas Tarakan Health Center with Mrs. R as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns.
During comprehensive midwifery care, a problem with pregnancy was found, namely pre-eclampsia. In childbirth, there is a problem in labor, namely PEB because blood pressure increases on the way to delivery. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care given was according to predetermined standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir (BBL). Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinana, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
Metode yang dilakukan pada laporan tugas akhir ini adalah metode pendekatan studi kasus dimana penulis mengumpulkan data dan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif Continuty Of Care (COC) pada Ny. L dengan kehamilan dari usia 34-37 minggu dengan kunjungan kehamilan sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 1kali, neonatus 4 kali.
Pada Ny. H proses kehamilan berjalan dengan fisiologis. Proses persalinan berlangsung normal di Puskesmas Sebengkok tanpa ada komplikasi dan penatalaksanaan telah dilkukan sesuai APN 60 langkah dengan kala 1 30 menit. Kala II 5 menit, kala III 8 menit dan kala IV 2 jam. Pada tanggal 08 Desember 2019 pukul 07.15 WITA bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, menangis kuat, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan 2650 gram dan panjang badan 49 cm. Pada asuhan masa nifas Ny. H tidak ada keluhan, dan masa neonatus pada bayi Ny. H tidak ada keluhan.
Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. H selama kehamilan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Pada asuhan persalinan kala 1, II, III dan IV tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Sedangkan pada asuhan nifas, bayi baru lahir dan neonatus dalam batas normal.
Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. H diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Noni Astriani. 1730701004. Laporan Kasus Asuhan Kebidanan Pada Ny. J G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan tahun 2020. Pembimbing I Agus Purnamasari, SST., M.Keb. Pembimbing II Ririn Ariyanti, S.Si.T., M.Keb
Abstrack
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, angka kematian ibu dalam masa kehamilan, persalinan, nifas adalah sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan laporan tugas akhir (LTA) untuk memberikan asuhan kebidaan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir (BBL) dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan melalui 7 langkah varney dan pendokumentasian melalui SOAP. Asuhan dilakukan pada Ny. J usia 26 tahun G2P1A0 sesuai dengan kemenkes RI (2013) pada 3 kali ANC selama trimester III, dimana ANC I kadar Protein Urine (-), pada TM II ibu mengeluh sesak napas dan sering BAK, pada saat melakukan ANC III sesak napas dan sering BAK ibu telah berkurang. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu 2 hari, kala I fase aktif berlangsung 12 jam 30 menit pukul 15.00 WITA - 02.30 WITA, kala lI 10 menit bayi lahir spontan 02.40 WITA, JK: laki-laki, kala IIl 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 02.50 WITA, kala IV 2 jam. Kunjungan nifas 4 kali, yaitu KFI, KF 2, KF 3 dan KF 4 tidak terjadi masalah selama masa nifas. Bayi baru lahir, pada kunjungan neonatal dilakukan 3 kali, yaitu KN 1, KN 2 dan KN 3, tidak ditemukan masalah selama pada masa kunjungan neonatal. Asuhan komprehensif ini telah dilakukan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Hasilnya tidak didapatkan masalah pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Diharapkan hasil Laporan Tugas Akhir ini dapat menjadi sumber informasi yang dapat meningkat kanpengetahuan mahasiswi tentang asuhan komprehensif pada ibu hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir sehingga dapat dilakukan upaya pengembangan penulisan Laporan Tugas Akhir selanjutnya.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gagal jantung kongestif adalah kumpulan gejala klinis akibbat kelainan struktural ataupun fungsional jantung yang menyebabkan gangguan kemampuan pengisian ventrikel dan ejeksi darah ke seluruh tubuh. Prevalensi CHF pada Negara berkembang sekitar 1-2% dari populasi dewasa. Data yang diperoleh dari WHO tahun 2016 menunjukan bahwa pada tahun 2015 terdapat 23 juta atau sekitar 54% dari total kematian disebabkan oleh Gagal Jantung Kongestif. Penelitian yang telah dilakukan di Amerila Serikat menunjukkan bahwa resiko berkembangnya Gagal Jantung Kongestif adalah 20% untuk usia ≥ 40 tahun selama beberapa dekade terakhir. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukan prevalensi gagal jantung di Indonesia sebanyak 0,3% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1,5%. Tujuan penulisan adalah melakukan proses keperawatan, membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, melaksanakan pemecahan masalah. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang di dapatkan Tn.L dimulai dari pengkajian, pengkajian pola sirkulasi ditandai dengan tidak terdapat bedah jantung, pola eliminasi ditandai dengan tidak ada penurunan frekuensi berkemih, pola makanan/cairan ditandai dengan tidak terdapat penurunan nafsu makan. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada Tn.L. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam akut. Kejadian DHF di Indonesia tahun 2017 terdapat 30 provinsi dengan angka kesakitan kurang dari 49 per 100.000 penduduk yang mengalami peningkatan jumlahya jika dibandingkan tahun 2016 terdapat 10 provinsi dengan angka kesakitan kurang dari 49 per 100.000 penduduk. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.K dengan penyakit DHF. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu hipertermia, defisit nutrisi, defisit pengetahuan, resiko hipovelemia. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnosa yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran napas bagian bawah yang merupakan penyebab utama kematian pada balita di dunia. Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2015 akibat pneumonia masih tinggi mencapai 6 juta anak balita meninggal dunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.Y dengan penyakit Pneumonia. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, resiko defisit nutrisi, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnose yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan, kriteria hasil dan waktu yang telah ditentukan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN
Abstrak
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.