2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Gastroentritis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dengan insidensi dan angka mortalitas yang relatif tinggi. Anak yang berusia dibawah 5 tahun dapat mengalami gastroenteritis 3-4 kali setahun. Usia anak-anak memiliki kerentanan infeksi gastroenteritis lebih tinggi berkaitan dengan ketidakmampuannya menjaga higienitas dan tingkat imunitas yang masih rendah. Perawatan yang baik mutlak diperlukan guna mencegah timbulnya kompliasi yang lebih buruk pada anak dengan penyakit gastroenteritis. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan Gastroenteritis. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. R. Dalam penelitian ini lima langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara baik oleh perawat. Hasil pengkajian mengindikasikan adanya kesenjangan antara kasus dan teori dengan tidak semua tanda dan gejala ditemukan pada kasus. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. R dengan masalah utama hypovolemia, hipertemi, dan defisit nutrisi; ada perbedaan tidak bermakna rumusan diagnosa secara teoritis. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Pada akhir asuhan evaluasi hasil menunjukkan seluruh masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa proses keperawatan yang diberikan oleh perawat telah sesuai dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cedera kepala merupakan penyebab kematian terbesar, diperkirakan 100.000 orang meninggal setiap tahunnya. Indonesia di tahun 2018 memiliki 9,2% proporsi cedera yang akan mengakibatkan kegiatan sehari-hari terganggu, sedangkan untuk proporsi cedera kepala pada tahun 2018 di Indonesia adalah 11,9%. Prevelensi cedera kepala yang terjadi di Kalimantan Utara berada di urutan ke 13 dalam proporsi cedera kepala 14,7% pada tahun 2018. Berdasarkan prevalensi tersebut, maka penulis tertarik mengambil kasus cedera kepala sebagai laporan tugas akhir. Penulis menggunakan metode deskriptif, tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Post Craniatomy ec Fraktur Parietal di Ruang Perawatan Dahlia A Rumah Sakit Umum Tarakan Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 17 Juli 2020 sampai dengan tanggal 19 Juli 2020. Hasil penelitian didapatkan enam diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Tn. A, yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, risiko infeksi, gangguan mobilitas fisik, nyeri akut, gangguan pola tidur dan risiko cedera. Kesimpulan, penulis mendapatkan kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian terdapat enam kesenjangan, pada diagnosa terdapat lima kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosa keperawatan, lima yang teratasi dan satu tidak teratasi
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Asuhan Keperawatan Pada An. B Dengan Diagnosa Medik Dengue Haemorragic Fever Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
Ragil Magdalena, Alfianur, Nurman Hidaya
Menurut data WHO, Asia pasifik menanggung 75% dari beban dengue didunia tahun 2010, sementara Indonesia di laporkan sebagai Negara ke-2 dengan kasus dengue haemorragic fever di antara 30 negara wilayah endemis. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An. B dengan penyakit Dengue Haemorragic Fever.Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberi asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Pengkajian yang di laksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah di alami dan sekarang, pengkajian kesehatan secarakeseluruhan.Diagnosa keperawatan di temukan adalah defisit nutrisi, resiko hipovelemia, nyeri akut, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri.Intervensi yang telah di lakukan dan kriteria hasil yang telah di susun berdasarkan prioritas masalah. Adapun diagnposa yang teratasi dan tidak teratasi. Diagnosa yang teratasi yaitu defisit pengetahuan dan defisit perawatan diri. Sedangkan diagnosa yang tidak teratasi resiko hipovelemia, defisit nutrisi dan nyeri akut.Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah di tetapkan dari kriteria hasil yang di harapkan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivias insulin atau keduanya dan menyebab kankomplikasi kronis mikrovaskular dan neuropati. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan 4 diagnosa keperawatan yaitu nyeri, kerusakan integritas jaringan, defisit perawatan diri dan Gangguan pola tidur. Berdasarkan hasil evaluasi keperawatan dari 4 diagnosa yang didapatkan disimpulkan bahwa ada 3 diagnosa keperawatan yang dapat diatasi dan 1 diagnosa keperawatan yang belum teratasi. Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fraktur adalah terputusnya kontuinitas tulang, tulang sendi, tulang rawan epifisis, yang bersifat total maupun parsial. Saat ini penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai dipusat-pusat pelayanan kesehatan diseluruh dunia. Tn. D 37 tahun, datang dengan keluhan setelah melepas pen di kaki. dari pemeriksaan fisik pada regio femur dextra didapatkan bengkak, deformitas angulasi ke lateral, nyeri tekan, palpulasi distal teraba, senseibilitas normal, nyeri gerak aktif, nyeri gerak pasif, terapi yang diberikan pada pasien ini adalah renger laktat 20 tpm, ceftriaxone 1 gr, gentamicyn 1 ampul, ketorolac 1 ampul, ranitidin 1 ampul. telah dilakukan penjelasan terhadap keluarga penderita bahwa diperlukan tindak lanjut dalam pengawasan penanganan pasien. fraktur bisa ditangani secara konservatif dengan traksi, tetapi memakan waktu yang lebih cepat atau lama dengan tindakan operatif yang relatif lebih cepat yaitu dengan reposisi terbuka dan pemasangan fiksasi interna.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak
Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang ditandai dengan adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul terutama pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (hasil anamese berisi tentang identitas pasien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang dan dahulu), observasi dan pemeriksaan fisik. Tujuan Untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada Nn. T dengan Asma Bronkial di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Hasil: Hasil pengkajian didapatkan data, bunyi napas wheezing dan RR : 28x/menit. Diagnosa keperawatan yang di angkat. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan suara napas tambahan (wheezing), Besihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas, Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi, Ansietas berhubungan dengan khawatir tentang penyakit, Gangguan pola tidur berhubungan dengan gangguan kualitas tidur, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada Nn. T dengan Asma Bronkial dilakukan melalui 5 tahap proses keperawatan. Semua masalah keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah keperawata diatas dapat dilaksanakan secara optimal. Kesimpulan dua masalah dapat diselesaikan sedangkan masalah pola napas tidak efektif berhubungan dengan suara napas tambahan (wheezing) tidak dapat diselesaikan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Kemih (ISK) menempati urutan kedua infeksi yang sering
menyerang setelah infeksi saluran pernapasan dengan jumlah 8,3 juta pertahun. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningaktan angka kejadian ISK. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi saluran kemih. Literature review dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu database proquest dan google scholar. Artikel yang digunakan sesuai dengan kata kunci yaitu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya ISK (risk factor of urinary tract infection) dari tahun 2013-2018. Jenis penelitiannya adalah korelasi. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 508 dan 10 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut.
Teknik penulisan menggunakan IMRAD. Faktor- faktor yang mempengaruhi angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) dapat dipengaruhi oleh bakteri (uropatogen) pseudomonas aeruginosa E.coli (UPEC) yang bermuatan P fimbriae, dan dapat dipengaruhi faktor penyakit seperti HIV,DM tipe 2, Inkontinesia urin serta dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti multi-drug resisten terhadap ISK, penggunaan popok yang lama pada anak, kebiasaan hygiene yang kurang baik dan anak yang belum disirkumsisi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Peran Bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
Asuhan kebidanan komprehensif dilakukan pada Ny.M usia 21 tahun G2P1A0 dengan 5 kali ANC di trimester III, dimana didapati anemia ringan dengan kadar HB 10,2 gr/dL pada kunjungan pertama dan 10,5 gr/dL pada kunjungan kedua, memiliki keluhan pusing dan mata berkunang-kunang. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu, kala 1 fase aktif berlangsung 4 jam dari pukul 20.00 hingga 00.00 WITA, kala II berlangsung 40 menit bayi lahir spontan pukul 00.40 WITA, kala III berlangsung 10 menit plasenta lahir lengkap secara spontan pukul 00.50 WITA, kala IV berlangsung 2 jam, tidak ada penyulit dan komplikasi. KF pada Ny.M dilakukan sebanyak 3 kali, ibu tidak memiliki keluhan, dapat melakukan perawatan payudara, menyusui dengan ASI eksklusif, tidak ditemukan tanda-tanda bahaya dan komplikasi. KN pada By.Ny.M sebanyak 3 kali, tidak ditemukan tanda-tanda bahaya dan komplikasi.
Asuhan kebidanan komprehensif ini telah dilakukan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Hasilnya didapatkan masalah pada masa kehamilan yaitu anemia ringan pada trimester III. Masalah telah teratasi setelah diberikan asuhan kebidanan. Diharapkan hasil laporan asuhan kebdianan ini dapat menjadi sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswi tentang asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sehingga dapat dilakukan upaya pengembangan penulisan laporan asuhan kebidanan komprehensif selanjutnya.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DIRUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
ABSTRAK
Diabetes melitus(DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara relatif dari kerja insulin. Gejala dalam penyakit DM yang biasa muncul adalah polidipsi, poliuri, polifagi, penurunan berat badan dan kesemutan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki prevalensi tertinggi dalam kasus terjadinya penyakitDiabetes Melitus yaitu sebesar 8,3% dengan 387 juta kasus setiap tahunnya, laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita Diabetes Melitus dan berada diurutan ke-7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang.Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), prevalensi Diabetes Melitusdi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0%, sedangkan prevalensi pada Kalimantan Utara (kaltara) sebesar 5,2%. penyakit DM dapat berdampak buruk menjadi ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi metabolic dari diabetes melitus dengan hasil prevalensi di Indonesia mencapai 4-10%.Metode penulisan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan.Hasil dari penelitian tersebut adalah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan selama tiga hari dengan Diabetes Melitus Tipe II Post Debridement Ulkus Pedisyang mencakup mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, dan Gangguan pola tidur. Kesimpulan, penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus tipe IIpost debridement ulkus pedissesuai dengan tugas perawat sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara kompherensif.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Asuhan Keperawatan Pada An. D Dengan Diagnosa Medik
Demam Dengue Di Ruang Anggrek B
Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
Demam dengue penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawah oleh nyamuk. Tujuan penuilisan ini agar penulis memperoleh ghambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An.D dengan penyakit Demam Dengue. Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami dan sekarang, pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosa yang ditemukan adalah termoregulasi tidakefektif, risiko deficit nutrisi, risiko kekurangan volume cairan, konstipasi, deficit perawatan diri. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnose keperawatan dapat teratasi sesuai yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari lima diagnosa tersebut masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Maria Cristina: Asuhan Keperawatan Pada Ny. L Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.
Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Ny. L Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “L”. Hasil pengkajian klien terdapat penulis menemukan 1 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dengan diagnosa Risiko Perilaku Kekerasan dan diagnosa yang tidak ada pada teori tapi ada pada kasus dengan diagnosa Isolasi Sosial: Menarik Diri. Kesimpulan: Pemecahan masalah Ny. L dengan masalah utama Isolasi Sosial: Menarik Diri masalah belum teratasi dengan rencana tindak lanjut menganjurkan partisipasi dalam kelompok atau kegiatan-kegiatan reminiscence individu, dorong aktivitas dan komunikasi verbal. Saran: diharapkan keluarga terlibat dalam proses perawatan dan perkembangan kondisi pasien.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nurhayati, 1730701013. Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. D G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan Tahun 2020. Pembimbing I Yuni Retnowati, SST.,M.Keb. Pembimbing II Nurul Hidayatun Jalilah, S.Si.T.,M.Keb
Abstrak
Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB dengan menggunakan penedekatan manajemen kebidanan yang dilakukan pada Ny. “D”. Asuhan diberikan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 04 November 2019 sampai 29 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan melihat data rekam medis, pendokmentasian dilakukan dengan menggunakan SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan kunjungan sebanyak tiga kali pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari, 39 minggu 4 hari dan 40 minggu dengan HPHT 05 Februari 2019 dan TP 12 November 2019. Selama kunjungan ibu mengeluh pada pemeriksaa pertama yaitu diare dan pada pemeriksaan terakhir yaitu perut mulai terasa kencang-kencang tapi jarang. Keluhan ini fisiologis dan telah di lakukan kolaborasi pemberian obat diare dengan Dokter dan teknik relaksasi. Didapatkan hasil pemeriksaan dengan keadaan umum baik dan tekanan darah dalam batas normal. Sehingga selama kehamilan Ny “D” dalam keadaan baik dan normal. Asuhan Persalinan tanggal 17 November 2019 jam 10.00 ibu datang ke Puskesmas dengan keluhan kencang-kencang dan keluar lendir darah dilakukan pemeriksaan jam 10.00 hasil VT 4 cm, efficement 10%, ketuban (+), pada jam 20.00 ketuban pecah dilakukan VT Pembukaan 10 cm, effacement 100%. Saat proses persalinan ibu bersalin secara normal dengan asuhan APN 60 langkah, bayi lahir spontan jenis kelamin laki-laki, BB 3600 gram, PB 52 cm segera dilakukan perawatan bayi baru lahir. Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu tehnik menyusui yang benar. Asuhan Kebidanan neonatus pada ke 6 jam mengalami febris dan pada hari ke 7 mengalami bintik-bintik merah pada tubuh bayi. Keluhan ini dilakukan kolaborasi secara dini. Asuhan KB ibu memilih melanjutkan kembali menggunakan KB suntik 3 bulan dengan alas an menjaga jarak kehamilan dan tidak menganggu proses menyusui. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. “D” diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan dapat mecegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polifagia, penurunan berat badan, kesemutan (Majority, 2015). Peningkatan angka prevelensi diabetes yang cukup signifikan yaitu 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018, sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus, dimana pada tahap pengkajian Ny. R di mulai dari pengkajian terdapat empat kesenjangan, pada diagnosis terdapat tiga kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosis keperawatan, empat yang teratasi dan dua tidak teratasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kasus penyakit Gagal Ginjal Akut, prevalensi menurut World Health Organitation memperkirakan bahwa prevalensi Gagal Ginjal Akut lebih dari 356 juta jiwa pada tahun 2009. Angka kejadian 1 tahun pada tahun 2010 sampai 2011 di wilayah Indonesia, orang yang mengalami Gagal Ginjal Akut mortalitas lebih tinggi pada pasien lanjut usia dan pasien dengan kegagalan multi organ. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut. Subjek laporan ini adalah Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut di ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 26-29 November 2018. Hasil laporan didapatkan enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. O, yaitu Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, Risiko perfusi renal tidak efektif dibuktikan dengan disfungsi ginjal, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, Gangguan integritas kulit berhubungan dengan penurunan mobilitas, Risiko defisit nutrisi dibuktikan dengan kurangnya asupan makanan, Risiko jatuh dibuktikan dengan penurunan kekuatan otot. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ada antara teori dan kasus pada Tn. O dimulai dari pengkajian kesenjangannya yaitu pada pengkajian Sirkulasi, eliminasi, makanan/cairan, neurosensori, nyeri/keamanan, pernapasan. Evaluasi yang terdiri dari enam diagnosis keperawatan dimana ada dua diagnosis keperawatan yang belum teratasi, dan ada empat diagnosis keperawatan yang telah teratasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan di antara Asuhan Kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. E dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinana, nifas adan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
Asuhan komprehensif dari masa kehamilan dilakukan 4 kali kunjungan yaitu I kali pada kunjungan trimester I, I kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III, dengan standar petolongan persalinan menggunakan 60 langkah APN, nifas dilakukan 3 kali kunjungan yaitu pada 6 hari, 14 hari dan 28 hari post partum, bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan bayi baru lahir 6 hari, 14 hari dan 28 hari.
Asuhan komprehensif dapat dilakukan degan baik jika ada kerja sama bidan dengan klien, bidan dengan tenanga kesehatan lainnya serta diharapkan dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif sejak kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, diagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera ditangani, sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
Pada Ny.E Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak teridentifikasi adanya masalah. Pada asuhan kebidanan persalinan berjalan lancar hanya saja terdapat kasus lilitan tali pusat saat kala II dan asfiksia ringan pada bayi dan telah di lakukan penanganan sesuai dengan teori yang benar. Pada masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan dan tidak teridentifikai adanya masalah. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan dan tanpa adanya identifikasi masalah apapun.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah yang disebut dengan kondisi hiperglikemia (American Diabetes Association, 2018). Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan 2013 angka kejadian diabetes di dunia adalah sebanyak 382 juta jiwa dimana proposi kejadian DM tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia. Prevalensi kasus diabetes melitus tipe 2 sebanyak 85-90% .Menurut Konsensus Perkeni 2015 dalam Riskesdas 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15tahun terdapat 10.9%. kasus diabetes melitus di Kalimantan Utara pada tahun 2018 terdapat 1.7% kasus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir.
Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Ny. C dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Dahlia B RSUD Tarakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019.
Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. C, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan intergritas kulit, dan defisit pengetahuan.
Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. C dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi, dan empat diagnosis keperawatan yang belum teratasi.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pregnancy, childbirth, childbirth and newborns are physiological conditions, but in the process there is the possibility of a situation that can threaten the life of the mother and baby and even lead to death, therefore pregnancy, childbirth, childbirth and newborns must be handled by health workers. authorities for the health and safety of mothers and babies.
The purpose of this final report is to provide comprehensive care for pregnant women, childbirth, childbirth, and newborns using the SOAP approach. Continuous care was carried out by the authors from the third trimester of pregnancy, childbirth, childbirth, and newborns. Care was given from November 14, 2019 to December 26, 2019. Visits for midwifery care were also carried out at the mother's house and at the Karang Rejo Community Health Center, Tarakan City, with 4 pregnancy visits, 1 birth, 3 postpartum visits, 3 new babies born. Midwifery care was given to Mrs. R G3P2A0 UK 32 weeks. At the visit the mother did not have any complaints. From the results of the examination, there was no disturbance in the mother. At 36 weeks of gestation, the mother gave birth at the Karang Rejo Health Center normally. The first stage of labor lasts for 10 hours 19.00-06.00 WITA, the second stage lasts 10 minutes when the baby is born spontaneously at 06.25 WITA, the third stage lasts for 10 minutes, the placenta is fully delivered at 06.35 WITA, the IV lasts for 2 hours. On December 12, 2019 the baby was born spontaneously crying, reddish skin color, active muscle tone. There is no tear in the mother's perineum. During the postpartum visit of 1-6 weeks the mother was normal and there were no abnormalities.
It is hoped that clients can apply the counseling that has been given during midwifery care so that they can find out the importance of supervision during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns.
Keywords: Comprehensive, Pregnancy, Childbirth, Infant and Postpartum
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan