Visi baru kehidupan
Thoughts of Fritjof Capra on philosophy of science and its implementation in leadership in Indonesia; result of series of meetings.
Profil penulis
969 karya publik ditemukan.
Thoughts of Fritjof Capra on philosophy of science and its implementation in leadership in Indonesia; result of series of meetings.
Peningkatan jumlah kasus Corona terjadi sangat cepat dan membutuhkan penanganan khusus. Di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menerapkan lockdown atau isolasi. Mobilitas masyarakat yang tinggi, menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang menunjang. Salah satunya yaitu pelayanan publik dalam hal pengurusan paspor. Dengan ini muncul regulasi serta sistem baru dalam pelayanan paspor di masa Pandemi COVID-19 dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease (COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata serta meneliti bagaimana bekerjanya hukum disuatu lingkungan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan/observasi dan kuesioner/angket. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Imigrasi kelas II TPI Nunukan yang berada di Jl. Tien Soeharto, Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan dan di Kecamatan Sebatik Semasa pandemi COVID-19 Direktorat Jenderal Imigrasi telah banyak mengeluarkan pemberitahuan atau himbauan melalui Surat Edaran kepada seluruh kantor Imigrasi di Indonesia dalam rangka penanganan, pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19). Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan juga berinovasi dalam pelayanan pengurusan paspor yang dimana hal tersebut memudahkan pemohon dalam mengurus paspor. Beberapa inovasi dalam pengurusan paspor yaitu Sedadap Buton, Sebakis dan Lumbis Go. Inovasi ini diperuntukkan untuk kelompok khusus. Semua hal tersebut tidak terlepas dari protokol kesehatan yang berlaku.
Indonesia merupakan Negera maritim, menyadari pentingnya transportasi dan jasa pelayaran dalam mendukung kelancaran perdagangan dalam negeri maupun luar negeri, maka sarana transportasi laut menjadi salah satu yang terpenting dan yang paling tepat. Transportasi laut (kapal) menjadi salah satu transportasi utama pada era globalisasi ini. Pasal 219 UU 17 tahun 2008, untuk melaksanakan kegiatan pelayaran setiap angkutan laut (kapal) memerlukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang di keluarkan oleh syahbandar supaya bisa berlayar maupun berlabuh Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan dan teori hukum yang berhubungan dengan tindak pidana pelayaran yang dilakukan oleh nahkoda kapal yang berlayar tanpa memiliki SPB, pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Segala sesuatu yang terjadi diatas kapal, seperti mengenai kelengkapan dokumen pelayaran, merupakan tanggungjawab penuh yang dibebenkan oleh seorang nahkoda kapal. Jika dalam sebuah pelayaran dan kapal tersebut tidak memiliki dokumen kapal yang tidak lengkap, seperti Surat Persetujuan Berlayar, maka hal tersebut merupakan tanggungjawab seorang nahkoda kapal. Karena kapal yang akan berlayar harus diperiksa oleh pihak syahbandar, kapal laik laut atau tidak laut. Untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) syahbandar harus memeriksa keadaan fisik kapal tersebut, melihat keadaan cuaca dipelabuhan sekitar dan mengecek seluruh adminitrasi yang diperlukan Jika kapal tersebut belum laik laut, dan nahkoda kapal tersebut tetap berlayar, maka nahkoda kapal tersebut yang menanggung akibat dari tindakan tersebut, jika diberikan sanksi, nahkoda kapal tersebut yang akan menerima sanksi pidana tersebut.
ABSTRAK ARHAN NPM: 1740501008. Skripsi ini berjudul “Implementasi Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan” dibawah arahan dan bimbingan Ibu Dr.Nur Asikin, S.HI,.M.H dan Bapak Mawardi Khairi, S.H., M.H. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan Di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan , Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab berbagai Permasalahan di masyarakat terkait bentuk implementasi peraturan Walikota Tarakan, Keluhan - keluhan terhadap buruknya kualitas layanan di kelurahan dan kurang nya transfaransi terhadap penggunaan dana kelurahan menunjukkan bahwa belum terwujudnya pemerintahan yang baik dalam lingkup kelurahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk implementasi peraturan wali kota Tarakan nomor 11 tahun 2020 tentang dana alokasi umum bantuan pendanaan kelurahan di kelurahan kampung enam kota Tarakan . penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, data yang diperoleh dari penelitian lapangan dihimpun lalu dikelompokkan dan diseleksi menurut kualitas dan kebenaranya lalu disusun secara sistematis, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan pemerintahan yang baik khususnya yang terkait dengan prinsip transfaransi penggunaan dana kelurahan, belum dilakukan oleh kepala kelurahan kampung enam kota Tarakan. Penyelenggraan pemerintahan di kelurahan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi belum dilaksanakan sepenuhnya di kelurahan kampung enam, masih banyaknya pembagunan dan pemberdayaan masyarakat yang belum dilaksanakan dengan baik meperlihatkan bahwa pemerintahan yang baik dalam skala kelurahan belum terlaksana sebgaimana mestinya.
POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Abstrak Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life, terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi dan sekitar 12 tanaman penghasil minyak atsiri lainnya masih dalam tahap pengembangan skala industri. Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki variasi aromatik karena terdapat kandungan minyak esensial yaitu minyak atsiri. Mengetahui potensi minyak atsiri pada beberapa tanaman herbal Indonesia sebagai antimikroba dan antioksidan. Jenis tanaman yang digunakan yaitu daun serai (Cymbopogon nardus), sirih (Piper betle), singkil (Premna serratifolia L), salam (Eugenia polyantha). Minyak atsiri diperoleh dengan cara destilasi selama 4 jam, kemudian pada pengujian antimikroba menggunakan bakteri Ralstonia solanacearum dengan metode difusi agar sumuran yang terdapat 3 konsentrasi dan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan 1 konsentrasi. Pada pengujian antimikroba dan antioksidan diberi ulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari pengujian antimikroba pada daun salam dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 100%, kemudian pada daun serai didapatkan rendemen persentase penghambatan sebesar 71,29% dengan konsentrasi 100%. Pada pengujian antioksidan minyak atsiri daun sirih didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 92,54% dengan konsentrasi 100 ppm. Kata Kunci : Destilasi minyak atsiri, antimikroba, antioksidan. POTENTIALS OF ESSENTIAL OILS IN SEVERAL INDONESIAN HERBAL PLANTS AS ANTIMICROBIALS AND ANTIOXIDANTS Abstract According to data obtained from Indonesian Essential Oil The Scents of Natural Life, there are about 40 types of plants produced in Indonesia that have the potential as a source of aromatherapy and about 12 other essential oil-producing plants are still in the industrial scale development stage These plants have aromatic variations because they contain essential oils. The purpose of this study was to find out the potential of essential oils in several Indonesian herbal plants as antimicrobials and antioxidants The types of plants used were Lemongrass (Cymbopogon nardhues). Betel (per hele), Singkil (Premna serratifolia L.), and Bay Leaves (Eugenia polyantha) The essential oil was obtained by distillation for 4 hours, then in antimicrobial testing using the bacterium Ralstonia solanacearum with the agar diffon method, there were 3 concentrations and in the antioxidant test using the DPPH method with I concentration The antimicrobial and antioxidant tests were repeated 3 times. The results of antimicrobial testing on Bay Leaves with a concentration of 100% obtained the percentage of inhibition of 100%, then on Lemongrass leaves the yield of inhibition percentage was 71.29% with a concentration of 100% In the antioxidant test of Betel leaf essential oil, the percmage of indobition was 92 54% with a concentration of 100 ppm Keywords Essential oil distillation, antimicrobial, antioxidant
Abstrak Malaysia merupakan salah satu negara tujuan utama untuk mencari penghidupan bagi para pekerja migran Indonesia. Kedekatan wilayah dan kemiripan budaya menjadi alasan-alasan utama. Sayangnya, perkembangan tersebut juga memberikan dampak-dampak lain yang mengakibatkan dideportasinya para pekerja migran Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Penerapan Sanksi Pidana Bagi Warga Negara Indonesia yang Dideportasi Terkait Overstay di Malaysia. Khususnya yang terkait dengan: (1) sanksi pidana yang diterapkan terhadap warga negara Indonesia yang dideportasi terkait overstay oleh Pemerintah Malaysia; (2), bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi warga negara Indonesia yang dideportasi terkait overstay oleh Pemerintah Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan, Pendekatan Konseptual dan Pendekatan Perbandingan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Malaysia membuat suatu kebijakan yang berlaku mulai tanggal 01 Agustus 2002 dimana Akta Imigresen A 1154 Tahun 2002 yang menjelakan bahwa yang bersalah akan mendapatkan sanksi berupa kurungan maksimal 5 (lima) tahun, denda maksimal RM 10.000 dan sanksi cambuk dengan menggunakan rotan maksimal 6 kali. Kedua, Perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 yang memberikan perlindungan pada saat bekerja yakni perlindungan administratif dan perlindungan teknis. Pada saat bekerja, perlindungan dilakukan dengan mendata, mengawas serta memberikan fasiltas baik pemenuhan hak maupun penyelesaian kasus hukum. Sedangkan pasca bekerja negara memberikan perlindungan berupa memfasilitasi pemulangan hingga ke daerah asal. Namun faktanya ada penyimpangan dalam pemberian perlindungan sehingga terdapat beberapa kasus para pekerja migran tidak mendapatkan hak yang sesuai dengan amanat undang-undang.
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan aveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Prevelensi PPOK cukup tinggi dan selalu mengalami perkembangan pada setiap negara di dunia. Sementara prevelensi di kalimantan utara adalah 3,1%, hal ini juga berhubungan dengan terus meningkatnya prevelensi merokok pada remaja 10-18 tahun. Dalam menyusun laporan tugas akhir ini dengan menggunakan suatu metode studi kasus dengan pendekatan studi perpustakaan dan wawancara dimulai dengan tahapan pengkajian, diagnosis medis keperawatan, intervensi atau perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama 3 hari dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 20 November 2019, penulis mendapat pasien Tn. L dengan diagnosis medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. L yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, gangguan pola tidur. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana dalam memberikan asuhan keperawatan. Evaluasi yang didapatkan semua diagnosis teratasi dengan catatan memberikan intervensi kepada klien.
Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial. Sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Puskemas Pantai Amal Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 3 masalah keperawatan yang ada pada Ny.S yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri: Berhias. Kesimpulannya di temukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga.
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Anak An. K Dengan Diagnosis Medik Kejang Demam Sederhana Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Indah Kumala Pati, Alfianur, Nurman Hidaya Kejang demam merupakan kejang yang disertai demam yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >380C. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang sering dijumpai pada anak-anak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan risiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Terdapat empat diagnosis keperawatan pada An. K yaitu hipertermi, defisit nutrisi, gangguan pola tidur, dan resiko cedera. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjakan tiga diagnosis keperawatan dapat teratasi dan saru diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian. Dapat disimpulkan bahwa perawat mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan ABSTRAK Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menjadi masalah kesehatan di dunia dengan angka kematian yang sangat tinggi dari seluruh insiden di Indonesia. Tujuan penulisan ini agar penulis dapat memahami konsep dan teori serta memperoleh pengalaman nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan pada An.G dengan penyakit bronkopneumonia. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberi asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang mencakup identitas klien, riwayat keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang ditemukan bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan yang dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari empat diagnosa tersebut 1 masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditentukan, 2 masalah yang teratasi sebagian, dan 1 masalah yang belum teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditetapkan. Diharapkan keluarga klien mampu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari anak dari asap rokok serta lingkungan yang berdebu. Kata kunci: Bronkopneumonia, Asuhan Keperawatan, Anak. Mengetahui, Sulidah, S.Kep., Ns., M.Kep NIP. 196902061999031003
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (solanum melongena L) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan komposisi media tanam. Oleh sebab itu diperlukan suatu alternatif dalam memodifikasi komposisi media tanam tanaman terung dengan cara penggunaan komposisi media tanam berbahan organik pada tiap polybag diduga mampu mengoptimalkan serta memaksimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena. L). Hal ini dilakukan guna mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai Amal kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 1 faktor yaitu faktor komposisi media tanam memiliki 10 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 30 kombinasi perlakuan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola factorial, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata menggunakan beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi media tanam tidak memberikan memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa variabel produksi seperti jumlah buah, panjang buah, dan diameter buah. Pada varieabel produksi berat buah dan berat total buah berpengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan P2 (tanah + 500 gram pupuk kandang ayam + 100 gram cocopeat) mampu memberikan hasil yang terbaik, dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang komposisi media menggunakan cocopeat dan arang sekam untuk melihat perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman terung EFFECT OF PLANTING MEDIA COMPOSITION ON GROWTH AND PRODUCTION OF Eggplant (Solanum melongena L) Abstract This research was conducted to increase plant growth and production eggplant, as for the efforts that can be made, namely by providing the composition of the media plant. Therefore we need an alternative in modifying the composition of the media planting eggplant plants by using a composition of planting media made from organic matter in each polybag is thought to be able to optimize and maximize growth and production of eggplant (Solanum melongena. L). This is done in order to determine the effect of the composition of the growing media on growth and production cucumber. This research was carried out in the Pantai Amal sub-district, Tarakan East. This research is a study with 1 factor, namely the composition factor The planting medium has 10 levels and 3 replications, so 30 combinations are obtained treatment. The research design used was RAK with a factorial pattern, The data obtained were analyzed for variance and further tested if they were significantly different using the smallest significant difference (BNT) level 5%. The results showed that menunjukkan the composition of the growing media did not give a real effect on the plant growth and has no significant effect on several production variables such as number of fruit, fruit length, and fruit diameter. On the production variable weight fruit and total fruit weight had a significant effect. Based on the research results that P2 treatment (soil + 500 grams of chicken manure + 100 grams of cocopeat) was able to provide the best results, from growth parameters and production parameters. Further research is needed on media composition using cocopeat and husk charcoal to see the best treatment for growth and production on eggplants
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS HIPERTENSI DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmhg dengan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmhg. Tujuan penulisan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, meliputi observasi, wawawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mendapatkan hasil pengkajian klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu: nyeri akut berhubungan dengan pencederaan fisiologis (iskemia), bersihan jalan nafas tidak efekif berhubungan dengan penumpukan secret, gangguan pola tidur berhub- ungan kurang control tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpa- parnya infomasi mengenai penyakit (Hipertensi) dan penulis melakukan intervensi yang semuanya dapat teratasi. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Tn.A yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, defisit nutrisi, ketidakmampuan koping kluarga dan diagnosis yang tidak ada diteori namun ada pada kasus yaitu: nyeri (akut), berihan jalan nafas tidakefektif, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan (Hipertensi).
Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah ulkus diabetic foot yang menjadi penyebab amputasi kaki pada penderita DM. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. R dengan Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 18 Maret 2021. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. R, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri. Dimana keempat diagnosis tersebut teratasi. Terdapat lima diagnosis yang ada pada teori namun tidak ditemukan pada kasus Tn. R dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.
ABSTRAK Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikawasan pesisir salah satunya di pesisir Kota Tarakan diantaranya adalah Bruguiera parviflora dan Bruguiera cylindrica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari dua tumbuhan mangrove tersebut sebagai antibakteri dan antioksidan. Metode uji antioksidan menggunakan metode DPPH menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm, pada uji antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000, 1000, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tumbuhan mangrove B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak daun metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 86,66%, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antikosidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 78, 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 57, 6% terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 45% terhadap bakteri R. solanacearum. ABSTRACK Mangrove plants that thrive in coastal ares are of Tarakan city include Bruguiera parviflora and Bruguiera cylindrica. This study aimed to determine teh effective concentration of the two mangrove plants as antibacterial and antioxidant. The antioxidant test was carried out through the DPPH method using a spectrophotometer with a wavelength 0f 517 nm. The antibacterial test was carried out through the agar diffusion method with a concentration of 2000, 1000, and 500 ppm. The results showed that the highest antioxidant activity of mangrove B. parviflora was produced by methanol leaf extract with an anhibitory percentage value of 8.66%, while in B. cylindrica the highest antioxidant activity was produced by methanol stem extract with an inhibitory percentage value of 78.30%. the results of the antibacterial test showed that the highest antibactrial activity of B. parviflora was produced by ethyl acetate stem extract at a concentration of 2000 ppm with an inhibitory percentage value of 57.6% against the bacterium Ralstonia solanacearum, while in B. cylndrica the highest antibacterial activity was produced by ethyl acetate stem extract at concentration of 2000nppm with a percentage of inhibtion value of 45% against the bacteria R. solanacearum.
The utilization of traditional medicinal plants has been carried out by the Berusu Dayak tribe from generation to generation, among which they use Padaran (Z. montanum) and turmeric (C. longa), which are known to have antibacterial, antioxidant, and anticancer activities. The purpose of this study was to determine the percentage of antibacterial inhibition and antioxidant potential of the extracts of Padaran rhizome and turmeric. The plants were extracted with hexane, ethyl acetate, and methanol as solvents. Antibacterial activity was carried out against the bacteria Ralstonia solanacearum, Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Salmonella typhi, Propianibacterium acnes using the agar well diffusion method with concentrations of 500, 1000, and 2000 ppm. Antioxidant activity was tested by DPPH free radical activity mechanism. The results showed that the extracts of Padaran rhizome and turmeric did not have antibacterial activity in the absence of an inhibition zone formed. The highest antioxidant activity againts DPPH was shown by ethyl acetat extract of Padaran rhizome (Z. montanum) with an inhibition of 89.65%, and the extract of turmeric (C. longa) obtained the highest inhibitory value in ethyl solvent of 82.79%. This study showed the potential of the rhizome of Padaran (Z. montanum) and turmeric (C. longa) plants which were used by the Berusu Dayak tribe as natural antioxidants. Pemanfaatan tanaman obat tradisional dilakukan oleh suku Dayak Berusu secara turun temurun, diantara yang digunakannya adalah tanaman padaran (Z. montanum) dan kunyit (C. longa), yang dikenal memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase hambatan antibakteri dan potensi antioksidan ekstrak rimpang padaran dan kunyit. Tananam diekstrak dengan pelarut heksan, etil asetat, dan metanol. Aktivitas antibakteri dilakukan terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Salmonella typhi, Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 500, 1000, dan 2000 ppm. Aktivitas antioksidan diuji dengan mekanisme aktivitas radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang padaran dan kunyit tidak memiliki aktivitas antibakteri dengan tidak adanya zona hambat yang terbentuk. Aktivitas antioksidan tertinggi terhadap DPPH ditunjukkan oleh ekstrak etil asetat rimpang padaran (Z. montanum) dengan penghambatan sebesar 89,65%, dan pada ekstrak tanaman kunyit (C. longa) diperoleh nilai penghambatan tertinggi pada pelarut etil yaitu sebesar 82,79%. Penelitian ini menunjukkan potensi rimpang tanaman padaran (Z. montanum) dan kunyit (C. longa) yang dimanfaatkan suku Dayak Berusu sebagai antioksidan alami.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gagal Jantung kongestif di Ruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan ABSTRAK Gagal jantung menurut penulis adalah keadaan jantung yang tidak adekuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ada tiga provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Utara 2,2%, Daerah Istimewa Yogyakarta 2%, dan Gorontalo 2%. Selain itu 8 provinsi lain juga memliki prevalensi lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional, salah satunya Provinsi Kalimantan Timur yaitu 1,8%. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan dan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. A dengan diagnosis Gagal Jantung Kongestif, pada kasus klien menderita gagal jantung hampir 3 tahun lamanya, keluhan nyeri di bagian ulu hati dan kondisi ansietas klien timbulnya rasa tidak nyaman pada dirinya. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. A terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu penurunan curah jantung, pola nafas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur dan ansietas. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi dan empat diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian.
ABSTRAK GAMBARAN TATA LAKSANA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN OSTEOMIELITIS DI RSUKT KOTA TARAKAN TAHUN 2021 Osteomielitis merupakan peradangan pada tulang yang dapat disebabkan oleh adanya keterlibatan infeksi dari organisme-organisme tertentu umumnya organisme yang mengidentifikasi adalah bakteri Staphylococcus aureus. Penatalaksanaan osteomielitis harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengingat bahwa osteomielitis merupakan kasus kegawatdaruratan dalam ortopedi dimana penatalaksanaannya dipengaruhi oleh gambaran histologi dan durasi (akut dan kronis). Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan Osteomielitis dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. S dengan Post Op Osteomielitis di Ruang Cendana RSUKT Tarakan dari tanggal 15 Maret 2021-17 Maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. S, nyeri akut, gangguan integritas kulit, defisit pengetahuan. Saran untuk masyarakat umum diberikan pemahaman baik tentang pengertian, penyebab, pencegahan, faktor resiko serta gejala umum yang dapat terjadi. Selain itu perlu diedukasi pula mengenai bahaya dari osteomielitis termasuk komplikasinya.
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan kepera pada klien Tn. T dengan diabetes melitus. penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan diagnosis dan kasus pada pasien Tn. T meliputi tanda dan gejala, daignosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien diabetes melitus masalah yang muncul yaitu diagnosis keperawatan Ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, Gangguan mobilitas fisik, Gangguan integritas kulit, Defisit perawatan diri. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat tujuh kesenjangan, pada diagnosis terdapat lima kesenjangan, intervensi harus disesuaikan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan lima diagnosis yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN DIAGNOSA DEMAM TIFOID DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Anira Anggraini, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Demam tifoid merupakan masalah keseshatan yang penting di berbagai Negara yang sedang berkembang. Besarnya angka pasti demam tifoid di dunia ini sangat sukar ditentukan, sebab penyakit ini dikenal mempunyai gejala dengan spectrum klinisnya sangat luas. Tujuan penulis: Dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat memberikan penerapan asuhan keperawatan secara komperehensif pada An.A. dengan demam tifoid yang di rawat di ruang irna cemra di Rumah Sakit Kota Tarakan. Hasil Laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus disajikan dalam bentuk naratif, pada studi kasus pada An.A dengan demam tifoid yang dirawat di ruang perawatan cemara rumah sakit kota Tarakan didapat tiga masalah diagnosa keperawatan yaitu hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (keenganan untuk makan), konstipasi berhubungan dengan ketidak cukupan asupan serat. Berdasarkan intervensi yang dilakukan dan criteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka hasil evaluasi yang telah dicapai ke tiga diagnosa keperawatan. Kata kunci: Asuhan keperawatan, Demam Tifoid Mengetahui, Alfianur, S.Kep.,Ns.,M.Kep NIP. 197908232005021004
ABSTRAK Hipertensi Urgensi suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningktanya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri, keadaan tersebut mengakibatkan jantung bekrja lebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Tujuan penulis gambaran dan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada Ny.S. Metode penulisan deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evalusai. Sehingga dari hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur, perfusi perifer tidak efektif, resiko deficit nutrisi. Kesimpulan penulis menemukan 4 kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori dan dan pada saat pelaksanaan proses asuhan keperawatan semua intervensi telah dilakukan dan teratasi. Diharapkan perawat dapat memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan Hipertensi Urgensi dan pengobatan terhadap Hipertensi Urgensi. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Hipertensi Urgensi, Dipsnea.