Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

969 karya publik ditemukan.

2023: 132022: 12021: 4392020: 5142019: 2

MODEL STRUKTURAL PERAN LEMBAGA PADA SUBSISTEM AGRIBISNIS HILIR KELAPA SAWIT ( ELAEIS SP ) DI KABUPATEN NUNUKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Peran lembaga pada subsistem agribisnis hilir sangat penting mulai dari kegiatan pengolahan komoditas primer sampai pada pemasaran komoditas serta komoditas primer/produk olahan. adapun Permasalahan Subsistem Agribisnis Hilir kelapa sawit di kabupaten Nunukan dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu : (1). lembaga yang berpengaruh terhadap berjalannya subsistem agribisnis hilir. (2).Peran lembaga pada subsistem agribisnis hilir sangat penting mulai dari kegiatan pengolahan komoditas primer dan sampai pada pemasaran komoditas serta komoditas primer/produk olahan. (3). lembaga-lembaga terkait yang meningkatkan kualitas nilai dan ekonomi menggunakan pola pemilahan, pengemasan, pengolahan, distribusi dan pemasaran.Hasil yang diperoleh , terdapat 11 Lembaga yang memiliki peran penting terhadap Subsistem Agribisnis Hilir Kelapa Sawit di Kabupaten Nunukan dan masuk dalam sektor linkage atau memiliki daya dorongan yang besar, tetapi juga dibutuhkan dorongan oleh lembaga yang lain terhadap Subsistem Agribisnis Hilir Kelapa Sawit yakni : (1). Dinas Pertanian dan Perkebunan, (2). Penyuuh Pertanian, (3). PERBANKAN Bank Rakyat Indonesia Kabupten Nunukan, (4). GAPOKTAN/Kelompok Wanita Tani/Kelompok Tani, (5) Tengkulak, (6) Dinas Koperasi, (7). Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ( BPMD ), (8). Unit Usaha Koperasi, (9). Perusahaan Sawit, (10). Badan Pusat Statistik (11). Balai Karantina Pertanian. Sedangkan lembaga yang perlu diberdayakan adalah lembaga yang berada pada posisi dependent yakni lembaga yang kekuatan pendorong terhadap program lemah, dan sebaliknya ketergantungan terhadap program kuat yaitu : (1) Dinas Perhubungan Infokom, (2) Humas Pemerintah Nunukan. Kata Kunci : Peran Lembaga, Subsistem Agrbisnis Hilir, Kelapa Sawit

ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE TIME STUDY PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Produktivitas pekerja menentukan keberhasilan pelaksanaan jadwal proyek konstruksi, karena berdampak kepada kesesuaian antara perencanaan jadwal konstruksi dengan progres pekerjaan di lapangan. Oleh karena itu, pekerjaan struktur beton bertulang yang merupakan salah satu aktivitas kritis dalam perencanaan jadwal sebuah proyek perlu dianalisa produktivitas pekerjanya. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang dan mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produktivitas pekerja pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Perhitungan produktivitas dilakukan dengan metode Time Study. Metode time study adalah metode pengukuran produktivitas tenaga kerja di lapangan dengan cara menentukan standard time suatu pekerjaan. Standard time diperoleh dari pengamatan. Pada pengamatan akan diukur nilai basic time yang akan diolah menjadi standard time, dan digunakan untuk menghitung nilai produktivitas.Dari hasil perhitungan diperoleh nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pemasangan bekisting kolom, bekisting balok, dan bekisting pelat adalah 16.68 m2/OH, 20.16 m2/OH, dan 9.88 m2/OH. Untuk nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pemasangan tulangan kolom, tulangan balok, dan tulangan pelat adalah 318.08 kg/OH, 41.43 kg/OH, dan 1.103 kg/OH. Sedangkan nilai produktivitas pada pekerjaan pengecoran kolom, pengecoran balok, dan pengecoran pelat adalah 48.89 m3/OH, 22.55 m3/OH, dan 32.45 m3/OH. Dari hasil analisa produktivitas menunjukkan bahwa letak antara material dan tempat pengerjaan, jumlah pekerja, relaxation allowances, material yang digunakan, dan penggunaan alat dalam pekerjaan adalah faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang.

EVALUASI KONDISI JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN METODE BINA MARGA SERTA BIAYA PERBAIKANNYA (STUDI KASUS : JALAN BHAYANGKARA KOTA TARAKAN)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan menilai kondisi perkerasan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga dan mengetahui tebal lapis tambah (overlay) serta rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk biaya pemeliharaan. Untuk menganalisis kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (Bina Marga 2017), Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Hasil penilaian secara rata-rata menunjukan jalan dalam kondisi cukup (fair) dengan nilai PCI = 45 untuk metode PCI dan metode Bina Marga menghasilkan nilai 5 untuk sisi kanan dan kiri yang menyatakan bahwa ruas jalan tersebut perlu mendapatkan penanganan pemeliharaan berkala. Karena pada perhitungan tebal overlay menggunakan metode Bina Marga 2017 diperlukan data lendutan dan data tersebut tidak ada, maka dilakukan perhitungan dengan metode lain yaitu Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Pada pehitungan overlay dengan menggunakan Metode Analisa Komponen 1987 didapatkan hasil tebal perkerasan sebesar 4,9 cm ≈ 5 cm dan jika menggunakan metode Bina Marga 2002 tidak diperoleh kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) karena nilai SNol yang diperoleh bernilai negatif. Maka untuk tebal lapis tambah (overlay) digunakan tebal sebesar 5 cm untuk tebal HRS. Adapun Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tebal lapis tambahan (overlay) pada Jl.Bhayangkara Kota Tarakan adalah sebesar Rp. 3.434.342.000,00. This study aimed to assess road pavement conditions using the Pavement Condition Index (PCI) and Bina Marga methods and to determine the thickness of the overlay as well as the budget plan required for maintenance costs. To analyze the need for overlay thickness, the Road Pavement Design Manual Method 2017 (Bina Marga 2017), Component Analysis Method 1987 (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B ) were used. The results showed that the road was in fair condition with a PCI value of 45 for the PCI method and the Bina Marga method resulted in a value of 5 for the right and left sides, which stated that these roads needed to be subject to periodic maintenance. Because in calculating the thickness of the overlay using the 2017 Bina Marga method, deflection data was needed and the data was not available, calculations were then carried out using other methods, namely the 1987 Component Analysis Method (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01 -2002-B). In the calculation of the overlay using the 1987 Component Analysis Method, it was obtained that the pavement thickness was 4.9 cm = 5 cm and in using the Bina Marga 2002 method the need for overlay thickness was not obtained because the SNol value was negativ, so for the added layer thickness (overlay) was 5 cm for the HRS. The budget plan required in the implementation of the additional layer thickness (overlay) on the Jalan Bhayangkara, Tarakan City, was Rp. 3,434,342,000.00.

STUDI PERBANDINGAN PERKERASAN JALAN LENTUR METODE BINA MARGA DAN AASHTO DENGAN MENGGUNAKAN UJI DYNAMIC CONE PENETROMETER (STUDI KASUS: RUAS JALAN GN. SELATAN KOTA TARAKAN)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perencanaan perkerjaan perkerasan jalan lentur memerlukan metode yang tepat sehingga dapat menghasilkan nilai pakai yang baik. Banyaknya pedoman serta aturan dalam perencanaan perkerasan jalan lentur yang ada sekarang ini menjadi pertimbangan bagi para Engineer dalam memilih manakah manual yang dapat memberikan hasil dan manfaat yang lebih baik. Lingkungan serta kebutuhan konstruksi yang diinginkan juga menjadi pengaruh penting dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu, dilakukanlah analisa perbandingan dari perkerasan jalan lentur metode Bina Marga dan AASHTO dengan menggunakan DCP (Dynamic Cone Penetrometer) untuk mencari perbedaan yang dapat mempengaruhi hasil pekerjaan. Berdasarkan hasil sampling data lapangan dan analisis, nilai CBR (California Bearing Ratio) yang diperoleh sebesar 2,5% dan 3%. Proses perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan nilai ketebalan yang berbeda. Nilai CBR yang semakin besar akan dipengaruhi oleh nilai tebal perkerasan. Dimana, semakin besar nilai CBR maka akan semakin kecil nilai ITP (Bina Marga) dan SN (AASHTO). Hasil perbandingan yang dilakukan menyatakan bahwa adanya perbedaan pada metode Bina Marga dan AASHTO. Adapaun perbedaan terletak pada metode AASHTO diperoleh tebal perkerasan yang lebih tipis dikarenakan ada beberapa perbedaan parameter perhitungan, asumsi dalam perhitungan, batasan-batasan minimum tebal pekerasan masing-masing metode, serta kondisi lingkungan dan iklim setempat.

PERBAIKAN FAKTOR DAYA (COS Φ) MENGGUNAKAN KAPASITOR SECARA TERKENDALI BERBASIS DIMMER

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

.Energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat utama bagi masyarakat dan industri baik yang berada di pedesaan mau pun perkotaan. Oleh karena itu, penyediaan daya listrik menjadi suatu hal yang sangat penting. Penggunaan daya listrik baik untuk kebutuhan rumah tangga mau pun industri umumnya mempunyai beban bersifat induktif yang menyebabkan gelombang arus tertinggal (lagging) dari gelombang tegangan. Hal ini berdampak pada besarnya daya yang diserap dari sumber lebih besar dari daya yang dipakai oleh beban (faktor daya tidak maksimal) sehingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Untuk mengatasi atau mengurangi daya reaktif akibat dari penggunaan beban induktif tersebut adalah dengan melakukan pemasangan kapasitor dengan beban. Dalam tugas akhir ini dirancang suatu peralatan perbaikan faktor daya untuk beban induktif dengan kapasitor yang dihubungkan secara paralel sebanyak 6 buah dengan C = 2.5 μF per buah. Sebagai pengendali kapasitansi kapasitor digunakan dimmer. Keluaran dari sistem yang dirancang berupa nilai faktor daya sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan. Beban yang digunakan yakni beban induktif sebesar 1.7 H – 6.8 H. Ini merupakan simulasi skala kecil untuk perbaikan faktor daya sehingga data pada beban tidak mewakili beban yang ada pada rumah tinggal. Perbaikan faktor daya dengan menggunakan dimmer ini menunjukkan bahwa nilai kapasitor dengan range 0.6299 μF – 15 μF dapat memperbaiki faktor daya pada sistem dari 0.55 – 0.85. meningkatnya nilai daya aktif menunjukkan bahwa penggunaan kapasitor mampu meningkatkan faktor daya dan memaksimalkan penggunaan daya listrik.

RANCANG BANGUN PERANGKAT PENGISIAN BATERAI BERDAYA RENDAH DENGAN PENGATURAN MOTOR KECEPATAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian terhadap energi tebarukan merupakan focus dunia saat ini akibat energi fossil yang sudah hampir habis. Salah satu yang dapat digunakan saat ini adalah energi angin. Indonesia merupakan negara yang kecepatan angin nya rendah yaitu kisaran 3-5 m/s. Oleh karena itu pada perancangan turbin angin yang digunakan adalah tipe vertikal karena lebih cocok untuk kecepatan angin rendah dan dapat menangkap angin dari segala arah. Jumlah lilitan yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 300 lilitan dan jumlah coil yang digunakan sebanyak 18 buah. Magnet yang digunakan adalah magnet neodymium sebanyak 32 buah. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan tenaga angin sebagai alternatif panen energi listrik berdaya rendah. Turbin angin hasil perancangan ini diujicoba melalui kecepatan motor dari 500 rpm hingga 2000 rpm. Dari berbagai uji kecepatan motor ini dapat dilihat bahwa turbin angin hasil penelitian ini dapat digunakan untuk kecepatan putar sebesar 2000 rpm dengan stabil. Pengujian turbin angin dilakukan pada 3 kecepatan angin yaitu 3.3 m/s, 4.3 m/s dan 5.7 m/s. Dari hasil pengujian turbin angin pada 3 kecepatan tersebut diperoleh daya keluaran turbin berturut-turut sebagai berikut yaitu 160.919 mW, 234.740 mW dan 378.397 mW. Pada penelitian ini juga digunakan modul penguat arus sehingga arus keluaran yang dihasilkan turbin dapat dinaikkan menjadi lebih besar. Hal ini bertujuan untuk mempercepat waktu pengisian baterai. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas 3000 mAh. Dengan penambahan modul penguat arus maka daya yang dihasilkan turbin juga meningkat menjadi 846.12 mW. Proses pengisian baterai dilakukan selama 6 jam dengan pengukuran tegangan dan arus dilakukan setiap jam. Dari percobaan pengisian baterai selama 6 jam dapat diperoleh bahwa turbin angin dapat menghasilkan tegangan dan arus secara stabil. Hasil dari penelitian menunjukkan perbaikan konstruksi tubin angin dan penambahan modul penguat arus dapat mempecepat waktu pengisian sebesar 4.26 kali.

RENCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI AROMA URINE UNTUK FASILITAS UMUM PADA PANTI JOMPO

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

.Kesehatan lingkungan adalah salah satu komponen penting yang sangat berpengaruh bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Lingkungan yang bersih serta sehat akan membuat setiap individu disekitarnya nyaman dan meningkatkan kualitas kehidupannya. Toilet merupakan bagian dari lingkungan yang keberadaanya menjadi hal yang sangat penting. Buruknya kualitas toilet memudahkan penularan bakteri serta tempat berkembangan bibit penyakit, diimana untuk parameter bau terdiri dari gas amonia, karbon dioksida, serta karbon monoksida. Gas-gas tersebut merupakan gas yang sering dihasilkan pada aktivitas manusia saat berada pada toilet. Proses penentuan kualitas toilet melalui gas ammonia, karbonmonoksida, karbondioksida, serta suhu diperoleh dari pembacaan dua sensor MQ-135 dan sensor PIR oleh mikrokontroler Arduino Uno. apabila sensor di dekatkan dengan urine yang menghasilkan gas Amonia, pada penelitian ini sensor menghasilkan tegangan yang lebih besar yaitu 316 mV, 468 mV, dan 678 mV sehingga kadar gas yang terukur juga lebih besar yaitu 355 ppm, 1025 ppm dan 2900 ppm. Pada penelitian ini juga telah dibuat alat pemantau pada ammonia dengan pemanfaatan agar mempermudah masyarakat untuk menjaga kerbersian WC. Adapun hasil pengujian sebesar 104 ppm saat terdeteksi gas atau aroma urine.

TINGKAT KEBERHASILAN PENYULUH DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN PENYULUHAN (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI TUNGGUL BATU KOTA TARAKAN)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu upaya untuk meningkatkan sumberdaya petani, adalah melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah lama dilakukan di kelompok-kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Tarakan. Sampai saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kota Tarakan masih sangat terbatas, berdasarkan data yang diperoleh dari instansi terkait jumlah PPL yang ada berjumlah 10 orang (Disnaktan Kota Tarakan, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mendeskripsikan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Tarakan, 2) menganalisa tingkat keberhasilan penyuluh dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan di kelompok tani tunggul batu kota Tarakan. . Metode analisis yang digunakan pada peneltian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Terdapat beberap tugas pokok penyuluh pertanian di kelompok tani Tunggul batu Kota Tarakan yaitu Mengidentifikasi potensi wilayah dan agrosistem serta kebutuhan teknologi dibidang pertanian. Menyusun program penyuluhan pertanian, Menyusun Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian (RKPP), Menerapkan metode penyuluhan pertanian, Menyusun materi penyuluhan pertanian, Mengembangkan swadaya dan swakarsa petani, Mengevaluasi dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dan dampaknya. 2) Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan penyuluh dalam melakukan kegiatan penyuluhan di Kelompok Tani Tunggul Batu adalah sangat baik dengan skor sebesar 25.85.

ANALISA UMUR SISA JALAN TERHADAP BEBAN BERLEBIH (OVERLOADING) DAN METODE PERBAIKAN JALAN DI GUNUNG SELATAN KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar distribusi jasa dan barang dalam kegiatan perekonomian, dan memperlancar konektivitas antar kawasan. Jaringan jalan yang dilalui volume lalu lintas yang tinggi dan berulang-ulang, dapat menurunkan kualitas dari permukaan jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur sisa jalan terhadap beban berlebih (Overloading) serta metode perbaikan jalan. Pada perhitungan ini akan didapat perhitungan umur sisa (Remaining Life) pada ruas jalan, menganalisis umur rencana perkerasan berdasarkan hasil kumulatif ESAL pada masing-masing beban kendaraan serta perhitungan perbaikan jalan menggunakan metode Analisa Komponen dan ASSTHO 1993. Berdasarkan hasil perhitungan umur sisa (remaining life) menunjukkan bahwa setiap tahunnya mengalami penurunan umur rencana yang mana pada kondisi normal umur sisa perkerasan yang direncanakan sejak jalan dibuka hingga tahun ke 5 setelah jalan dibuka adalah sebesar 29,42%. Untuk kondisi alternatif penambahan beban 10%, umur sisa perkerasan mengalami penurunan dari kondisi normal terjadi pada tahun ke empat yang menunjukkan umur sisa bernilai negatif hasil yaitu sebesar – 4,01% . Dari kondisi tersebut diketahui bahwa kosntruksi perkerasan tidak mampu menampung beban berlebih (overloading) sampai dengan umur rencana perkerasan selama 10 tahun. Kebutuhan tebal perkerasan untuk perbaikan (overlay) pada jalan Gunung Selatan dengan menggunakan metode analisa komponen didapat hasil yaitu sebesar 3 cm sedangkan menggunakan AASHTO 1993 didapat hasil yaitu sebesar 3 cm untuk 10 tahun kedepan dengan menggunakan material Laston MS.744. Dari kedua hasil tersebut memperlihatkan bahwa tebal perkerasan yang direncanakan memberikan hasil yang relatif sama, hal ini disebabkan karena metode Analisa Komponen adalah metode AASHTO 1993 yang telah dimodifikasi.

STUDI KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV BERDASARKAN INDEKS KEANDALAN SAIDI DAN SAIFI PADA PT.PLN (PERSERO) TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

.ABSTRAK Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik yang ada di Kota Tarakan harus disertai dengan peningkatan kualitas penyaluran terhadap para pelanggan yakni mampu memberikan aliran energi listrik dengan daya yang mencukupi dan handal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keandalan sistem distribusi tenaga listrik berdasarkan SAIDI, SAIFI dan parameter keandalan di PT. PLN TARAKAN selama 2 Tahun dari 2018 - 2019. SAIDI Tahun 2018 tertinggi terdapat pada bulan Oktober yaitu sebesar 2,62 jam/plg/bln dan SAIDI terendah pada bulan Januari 0,07 jam/plg/bln. Sedangkan SAIFI pada Tahun 2018 nilai tertinggi pada bulan Februari sebesar 2,51 kali/plg/bln dan SAIFI terendah pada bulan Januari sebesar 0,11 kali/plg/bln. Pada Tahun 2019 SAIDI tertinggi pada bulan Maret yaitu sebesar 8,42 jam/plg/bln dan terendah pada bulan Februari sebesar 0,12 jam/plg/bln. Nilai SAIFI tertinggi juga terdapat pada bulan Maret yaitu sebesar 2,3 kali /plg/bln dan SAIFI terendah tpada bulan Februari sebesar 0,1 kali /plg/bln. Nilai SAIDI dan SAIFI pada Tahun 2018-2019 masih masuk dalam standar SPLN Tarakan Tahun 2018-2019 yaitu 10 jam/plg/bln dan 10 Kali/plg/bln. Tahun 2018 laju kegagalan tertinggi pada bulan Agustus sebesar 12,4 kegagalan dan nilai terendah pada bulan Januari sebanyak 4,1 kegagalan. Sedangkan Tahun 2019 laju kegagalan tertinggi pada bulan Mei sebanyak 10,2 kegagalan dan nilai terendah pada bulan Februari sebanyak 1,7 kegagalan. Laju perbaikan pertahun (U) Tahun 2018 nilai tertinggi pada bulan Agustus sebesar 4.268,80 jam/tahun dan nilai terendah pada bulan Januari sebanyak 412,5 jam/tahun. Sedangkan pada tahun 2019 laju perbaikan pertahun tertinggi pada bulan Maret sebanyak 4.804,90 jam/tahun dan terendah pada bulan Februari sebanyak 70,4 jam/tahun. Nilai laju perbaikan (r) Tahun 2018 tertinggi pada bulan Agustus sebesar 344,26 jam dan nilai terendah pada bulan Januari yaitu 100,61 jam. Sedangkan pada Tahun 2019 laju perbaikan (r) tertinggi pada bulan Maret yaitu 539,88 jam dan terendah pada bulan Februari yaitu 41,45 jam.

ANALISA KAPASITAS PARKIR PADA PELABUHAN TENGKAYU I KOTA TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kebutuhan lahan areal parkir dan kebutuhan ruang parkir kendaraan pada lahan parkir di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan. Kegiatan penelitian ini dimulai pada bulan Januari 2020 selama seminggu, lokasi penelitian di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil analisis karakteristik parkir maka didapatkan hasil seperti, Volume parkir tertinggi selama 10 jam pengamatan untuk kendaraan roda dua sebesar 1507 kendaraan, sedangkan kendaraan roda empat sebesar 843 kendaraan, Akumulasi parkir tertinggi kendaraan roda dua sebanyak 70 kendaraan yang terjadi pada rentang waktu 11.00 s/d 12.00, sedangkan kendaraan roda empat sebesar 38 kendaraan terjadi pada rentang waktu 13.00 s/d 14.00, durasi parkir rata-rata tertinggi untuk kendaraan roda dua sebesar 39,66 Jam/Kendaraan, sedangkan kendaraan roda empat sebesar 22,25 Jam/Kendaraan, Tingkat pergantian parkir untuk kendaraan roda dua adalah sebesar 1 dan kendaraan roda empat sebesar 4, Indeks parkir untuk kendaraan roda dua adalah sebesar 35% dan kendaraan roda empat sebesar 95%, Berdasarkan hasil analisis kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan roda dua adalah sebesar 119 petak, menunjukkan bahwa kapasitas ruang parkir kendaraan roda dua masih bisa menampung pengunjung untuk kendaraan roda empat adalah sebesar 39 menunjukkan bahwa kapasitas ruang parkir kendaraan roda empat masih bisa menampung pengunjung

PERANCANGAN SENSOR COS Φ UNTUK MONITORING SEGITIGA DAYA PADA JARINGAN 1 FASA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

.Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dan berperan penting di lingkungan masyarakat. Banyak peralatan yang membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan demikian, kualitas pasokan energi listrik sangat penting untuk diketahui. Pada segitiga daya, faktor yang mempengaruhi kualitas energi listrik itu adalah tegangan, arus dan faktor daya (cos phi). Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematik antara tipe-tipe daya yang berbeda yaitu daya aktif (Watt), daya reaktif (Var) dan daya semu (VA). Pada segitiga daya perbandingan antara daya aktif dan daya semu adalah faktor daya, disini faktor daya berpengaruh untuk mengetahui nilai segitiga daya. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan pengukuran nilai faktor daya. Dalam penelitian ini penulis merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memonitoring cos phi dan segitiga daya pada jaringan 1 fasa. Adapun metode yang dilakukan ialah melakukan perancangan program sensor cos phi dan melakukan perancangan sistem monitoring segitiga daya. Beban yang digunakan yakni beban induktif 1.7 H dengan variasi penambahan hingga 6 buah beban resistif 920 Ohm yang dihubung paralel. Sehingga pada rancangan sistem monitoring ini berhasil melakukan pengukuran dengan hasil error rata-rata daya semu 2.08%, daya aktif 2.44%, daya reaktif 0.64% dan cos φ 0.43%.

PERANCANGAN INSTALASI PENERANGAN PADA GEDUNG LABORATORIUM DAN PERKULIAHAN TERPADU UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

.Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin besar pula energi listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini bisa kita lihat dari kehidupan sehari-hari, hampir setiap bangunan membutuhkan energi listrik seperti sekolah atau kampus, perkantoran, rumah sakit, hotel, dan sebagainya. Dalam oprasionalnya, gedung-gedung bertingkat tersebut pasti memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik dan berkualitas. Instalasi penerangan merupakan suatu instalasi listrik yang bebannya merupakan komponen penerangan. Rangkaian instalasi penerangan terdiri dari beberapa komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada suatu tempat atau ruangan tertentu. Instalasi penerangan umumnya dirangkai dari beberapa titik cahaya sehingga dapat terbentuk suatu sistem yang mempunyai fungsi untuk menerangi suatu tempat. Untuk merancang suatu sistem rangkaian untuk instalasi penerangan, kita harus mempunyai rencana pemasangan sehingga mempunyai acuan dalam pemasangan instalasi tersebut. Selain itu suatu instalasi penerangan dapat berfungsi dengan baik dan aman apabila memenuhi syarat pemilihan pengaman dan juga penghantar. Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000.

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (DRY HEAT TREATMENT) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACLO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (Dry Heat Treatment) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaClO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI Abstrak Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu produk hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Produksi cabai di kota Tarakan pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Namun, kurangnya pengetahuan petani dalam upaya menjaga kualitas dan daya simpan benih cabai mandiri membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih dalam memenuhi kebutuhan bercocok tanam. Penerapan Dry Heat Treatment (DHT) dan Penggunaan Natrium Hipoklorit NaClO dapat meningkatkan vigor dan viabilitas benih sehingga memperkecil laju kemunduran mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan NaClO dan DHT yang dapat menghasilkan benih yang terlindungi mutu dan kualitasnya selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 sampai dengan juli 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 64 unit percobaan dan setiap unit terdiri dari 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter perkecambahan perlakuan NaClO control (N0), 1% (N1) tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan NaClO 1% (N1), 3% (N2), dan 5% (N3). Pareameter vegetatif benih menunjukan bahwa kombinasi perlakuan NaClO dan DHT menunjukan data tertinggi panjang akar yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter tinggi batang yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter jumlah daun yaitu N2D1 (kombinasi 1% NaClO dan 60�C selama 72 jam). data paling rendah ditunjukan pada kombinasi perlakuan D3 (70�C selama 72 jam) terhadap semua perlakuan NaClO semua taraf, sehingga di dapatkan beberapa kesimpulan yaitu, Perlakuan NaClO semua taraf menujukan tidak berbeda nyata untuk semua sampel, perlakuan DHT terbaik yaitu pada taraf 50�C selama 72 jam (D1), kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter perkecambahan yaitu N0D0 dan N0D1, kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter vegetatif panjang akar dan tinggi batang adalah pada perlakuan N1D1, sedangkan untuk Jumlah daun pada kombinasi perlakuan N2D1.