2026 · Book ·
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu ketidaknyamanan yang paling sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan hormonal dan biomekanik yang menyebabkan peningkatan lordosis, ketegangan otot lumbal, dan penurunan stabilitas panggul. Data primer di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal menunjukkan bahwa dari 12 kunjungan antenatal dalam satu hari, 7–9 ibu melaporkan keluhan nyeri punggung, sehingga menunjukkan tingginya kebutuhan intervensi yang aman dan efektif. Salah satu terapi komplementer yang terbukti bermanfaat adalah prenatal massage, yang bekerja melalui mekanisme fisiologis stimulasi serabut saraf A-beta, peningkatan aliran darah, pelepasan endorfin, serta penurunan ketegangan otot. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komplementer berupa prenatal massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan proses manajemen kebidanan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil asuhan menunjukkan terjadi penurunan nyeri yang bermakna secara bertahap. Kesimpulannya, prenatal massage efektif sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan berbasis woman-centered care.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu ketidaknyamanan yang paling sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan hormonal dan biomekanik yang menyebabkan peningkatan lordosis, ketegangan otot lumbal, dan penurunan stabilitas panggul. Data primer di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal menunjukkan bahwa dari 12 kunjungan antenatal dalam satu hari, 7–9 ibu melaporkan keluhan nyeri punggung, sehingga menunjukkan tingginya kebutuhan intervensi yang aman dan efektif. Salah satu terapi komplementer yang terbukti bermanfaat adalah prenatal massage, yang bekerja melalui mekanisme fisiologis stimulasi serabut saraf A-beta, peningkatan aliran darah, pelepasan endorfin, serta penurunan ketegangan otot. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komplementer berupa prenatal massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan proses manajemen kebidanan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil asuhan menunjukkan terjadi penurunan nyeri yang bermakna secara bertahap. Kesimpulannya, prenatal massage efektif sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan berbasis woman-centered care.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tumbuh kembang merupakan perubahan yang terjadi pada setiap anak, dimana perubahan ini dapat diukur dan dilihat secara langsung, dan setiap anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Perkembangan pada anak terdiri dari beberapa aspek yaitu perkembangan personal sosial, adaptif-motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Perkembangan motorik halus akan berpengaruh pada kesiapan anak menulis terutama pada anak usia 5-6 tahun, bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak, bermain juga menjadi sarana anak untuk belajar dan dapat menstimulasi perkembangan anak, terutama bermain dengan menggunakan APE (Alat Permainan Edukatif) pasir kinetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pasir kinetik terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 Tahun di TK ABA I Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eskperiment, dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Intervensi diberikan selama 4 hari berturut-turut dengan durasi 15 menit pada setiap intervensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat skrining DDST II pada aspek perkembangan motorik halus. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan setelah intervensi dimana nilai p value =0,008 α0,05 yang mana terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulannya terdapat pengaruh bermain pasir kinetik terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK ABA I Kota Tarakan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuh kembang merupakan perubahan yang terjadi pada setiap anak, dimana perubahan ini dapat diukur dan dilihat secara langsung, dan setiap anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Perkembangan pada anak terdiri dari beberapa aspek yaitu perkembangan personal sosial, adaptif-motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Perkembangan motorik halus akan berpengaruh pada kesiapan anak menulis terutama pada anak usia 5-6 tahun, bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak, bermain juga menjadi sarana anak untuk belajar dan dapat menstimulasi perkembangan anak, terutama bermain dengan menggunakan APE (Alat Permainan Edukatif) pasir kinetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pasir kinetik terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 Tahun di TK ABA I Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eskperiment, dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Intervensi diberikan selama 4 hari berturut-turut dengan durasi 15 menit pada setiap intervensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat skrining DDST II pada aspek perkembangan motorik halus. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan setelah intervensi dimana nilai p value =0,008 α0,05 yang mana terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulannya terdapat pengaruh bermain pasir kinetik terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK ABA I Kota Tarakan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALYSIS OF LAND CARRYING CAPACITY BASED ON BIOPRODUCT BALANCE IN TARAKAN. Abstract Achievement of food security and food self-sufficiency is the goal of agricultural development. Food security is a condition of fulfilling food for the state to individuals, which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality. To achieve food security and self-sufficiency, land availability and land requirements are very important to consider. This study aimed to determine the availability and needs of land and the status of the carrying capacity of land in the city of Tarakan. This research used a descriptive qualitative method. It was conducted through primary data studies and field surveys. The data was in the form of calculation of land availability and needs, while the evaluation of the carrying capacity of the land was carried out by comparing the value of land availability and land requirements. The results showed that the total production value of all commodities reached Rp. 1,015,265.725,000, rice productivity was 4.1 tons/ha, so the value of land availability was 20,635,4822 ha. There were 24570 people living in Tarakan, and since each person required 0.24 ha of land to live decently, the total amount of land required was 5,896.8 ha. The status of the carrying capacity of the land was in surplus, meaning that the availability of land in Tarakan was still able to meet the needs of a decent living for the people in Tarakan. Based on the observation of the types of bioproducts, the land that was still available had the potential to be used for the cultivation of horticultural crops, especially vegetables.
2022 · Thesis ·
ANALYSIS OF LAND CARRYING CAPACITY BASED ON BIOPRODUCT BALANCE IN TARAKAN. Abstract Achievement of food security and food self-sufficiency is the goal of agricultural development. Food security is a condition of fulfilling food for the state to individuals, which is reflected in the availability of sufficient food, both in quantity and quality. To achieve food security and self-sufficiency, land availability and land requirements are very important to consider. This study aimed to determine the availability and needs of land and the status of the carrying capacity of land in the city of Tarakan. This research used a descriptive qualitative method. It was conducted through primary data studies and field surveys. The data was in the form of calculation of land availability and needs, while the evaluation of the carrying capacity of the land was carried out by comparing the value of land availability and land requirements. The results showed that the total production value of all commodities reached Rp. 1,015,265.725,000, rice productivity was 4.1 tons/ha, so the value of land availability was 20,635,4822 ha. There were 24570 people living in Tarakan, and since each person required 0.24 ha of land to live decently, the total amount of land required was 5,896.8 ha. The status of the carrying capacity of the land was in surplus, meaning that the availability of land in Tarakan was still able to meet the needs of a decent living for the people in Tarakan. Based on the observation of the types of bioproducts, the land that was still available had the potential to be used for the cultivation of horticultural crops, especially vegetables.