2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Probiotik sangat penting untuk budidaya karena perannya dalam meningkatkan status kesehatan ikan, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit, dan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui penggunaan probiotik Cair terhadap laju pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dosis yang berbeda. Materi penelitian ini menggunakan ikan Nila (Oreochromis nilticus) dengan ukuran bibit ikan nila 4-7 gram sebanyak 60 ekor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengka (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A: Kontrol (pakan tanpa penambahan probiotik), B: pakan + 10 ml Probiotik, C: pakan + 15 ml probiotik, D: pakan + 20 ml probiotik. Parameter yang diamati dalam percobaan ini adalah pertumbuhan panjang dan berat, kelangsungan hidup, serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO dan amoniak. Perlakuan dengan berbagai macam dosis tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan (P>0.05), tetapi perlakuan C pakan pellet dengan dosis probiotik 15 ml/kg pakan mengalami pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang yang lebih tinggi yaitu 12 gram dan 9,3 cm jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan pemberian probiotik mampu menunjukkan hasil produksi yang lebih baik. Kata Kunci : Nila (Oreochromis niloticus), probiotik, pertumbuhan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Probiotik sangat penting untuk budidaya karena perannya dalam meningkatkan status kesehatan ikan, meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit, dan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui penggunaan probiotik Cair terhadap laju pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dosis yang berbeda. Materi penelitian ini menggunakan ikan Nila (Oreochromis nilticus) dengan ukuran bibit ikan nila 4-7 gram sebanyak 60 ekor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengka (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A: Kontrol (pakan tanpa penambahan probiotik), B: pakan + 10 ml Probiotik, C: pakan + 15 ml probiotik, D: pakan + 20 ml probiotik. Parameter yang diamati dalam percobaan ini adalah pertumbuhan panjang dan berat, kelangsungan hidup, serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO dan amoniak. Perlakuan dengan berbagai macam dosis tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan (P>0.05), tetapi perlakuan C pakan pellet dengan dosis probiotik 15 ml/kg pakan mengalami pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang yang lebih tinggi yaitu 12 gram dan 9,3 cm jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan pemberian probiotik mampu menunjukkan hasil produksi yang lebih baik. Kata Kunci : Nila (Oreochromis niloticus), probiotik, pertumbuhan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan uji analisis menggunakan korelasi product moment. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan manejemen diri pada kematanagan emosi siswa di Smp Negeri 1 Malinau Utara. Dengan nilai koefisien korelasi 0,029 lebih kecil dari 0,05dengan nilai r 0,287 yang berarti hubungan tersebut rendah atau lemah. Jika remaja sudah bisa memanajemen diri maka kematangan emosi siswa juga dapat berpengaruh pada perilaku remaja tersebut. Bagi remaja yang menghadapi suatu masalah sehingga membangkitkan emosinya dan tidak dapat mengendalikannya, maka remaja tersebut dikatakan belum memiliki emosi yang matang. Instrument penelitian menggunakan skala manajemen diri yang dibuat oleh Aris Setiawan(2013) dan skala kematangan emosi yang dibuat oleh peneliti sebelumya Maria Hendrika Knoba(2016). Teknik sampling yang digunakan adalah dengan jumblh 58 sabjek. Berdasarkan hasil penelitian Manajemen diri pada siswa dapat dikatakan tinggi terlihat dari hasil analisis keseluruhan sebanyak 23 siswa dari 58 responden dengan skor presentase sebesar 39,65% dan Kematangan emosi dapat dikatakan rendah terlihat dari hasil analisis keseluruhan sebanyak 25 siswa dari 58 responden dengan skor presentase 43,10%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan uji analisis menggunakan korelasi product moment. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan manejemen diri pada kematanagan emosi siswa di Smp Negeri 1 Malinau Utara. Dengan nilai koefisien korelasi 0,029 lebih kecil dari 0,05dengan nilai r 0,287 yang berarti hubungan tersebut rendah atau lemah. Jika remaja sudah bisa memanajemen diri maka kematangan emosi siswa juga dapat berpengaruh pada perilaku remaja tersebut. Bagi remaja yang menghadapi suatu masalah sehingga membangkitkan emosinya dan tidak dapat mengendalikannya, maka remaja tersebut dikatakan belum memiliki emosi yang matang. Instrument penelitian menggunakan skala manajemen diri yang dibuat oleh Aris Setiawan(2013) dan skala kematangan emosi yang dibuat oleh peneliti sebelumya Maria Hendrika Knoba(2016). Teknik sampling yang digunakan adalah dengan jumblh 58 sabjek. Berdasarkan hasil penelitian Manajemen diri pada siswa dapat dikatakan tinggi terlihat dari hasil analisis keseluruhan sebanyak 23 siswa dari 58 responden dengan skor presentase sebesar 39,65% dan Kematangan emosi dapat dikatakan rendah terlihat dari hasil analisis keseluruhan sebanyak 25 siswa dari 58 responden dengan skor presentase 43,10%.