2024 · Book ·
PEDOFILIA SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK ABSTRAK Pedofilia merupakan masalah serius di Indonesia yang menyebabkan banyak anak menjadi korban kekerasan seksual. Sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Tuhan, manusia diberi tanggung jawab untuk melindungi dan mengasuh anak-anaknya, termasuk melindungi mereka dari kejahatan seperti pedofilia. Tindak pidana pedofilia terjadi ketika seseorang mendapatkan kepuasan seksual melalui hubungan yang melibatkan anak-anak, yang menyebabkan dampak negatif besar bagi kesehatan fisik dan mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap tindak pidana pedofilia di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan seseorang melakukan kejahatan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Penelitian ini juga mengkaji berbagai kasus nyata pedofilia di Indonesia, termasuk kasus di Kota Tarakan, di mana pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual berulang kali terhadap seorang anak. Kasus-kasus seperti ini menekankan pentingnya perlindungan hukum yang lebih kuat dan penanganan yang lebih serius terhadap kejahatan pedofilia. Faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan seseorang melakukan pedofilia mencakup faktor lingkungan, trauma masa kecil, dan gangguan psikologis. Dalam beberapa kasus, pelaku pedofilia adalah individu yang pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih anak-anak. Dampak dari kejahatan ini tidak hanya merugikan fisik korban, tetapi juga meninggalkan luka emosional dan psikologis yang dapat berlanjut hingga dewasa. Untuk mengatasi masalah pedofilia, beberapa langkah yang diusulkan antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye edukasi, memberikan pelatihan kepada aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak, memperkuat sistem pelaporan dan perlindungan, serta melakukan pengawasan ketat terhadap pelaku pedofilia.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEDOFILIA SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK ABSTRAK Pedofilia merupakan masalah serius di Indonesia yang menyebabkan banyak anak menjadi korban kekerasan seksual. Sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Tuhan, manusia diberi tanggung jawab untuk melindungi dan mengasuh anak-anaknya, termasuk melindungi mereka dari kejahatan seperti pedofilia. Tindak pidana pedofilia terjadi ketika seseorang mendapatkan kepuasan seksual melalui hubungan yang melibatkan anak-anak, yang menyebabkan dampak negatif besar bagi kesehatan fisik dan mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap tindak pidana pedofilia di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan seseorang melakukan kejahatan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Penelitian ini juga mengkaji berbagai kasus nyata pedofilia di Indonesia, termasuk kasus di Kota Tarakan, di mana pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual berulang kali terhadap seorang anak. Kasus-kasus seperti ini menekankan pentingnya perlindungan hukum yang lebih kuat dan penanganan yang lebih serius terhadap kejahatan pedofilia. Faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan seseorang melakukan pedofilia mencakup faktor lingkungan, trauma masa kecil, dan gangguan psikologis. Dalam beberapa kasus, pelaku pedofilia adalah individu yang pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih anak-anak. Dampak dari kejahatan ini tidak hanya merugikan fisik korban, tetapi juga meninggalkan luka emosional dan psikologis yang dapat berlanjut hingga dewasa. Untuk mengatasi masalah pedofilia, beberapa langkah yang diusulkan antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye edukasi, memberikan pelatihan kepada aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak, memperkuat sistem pelaporan dan perlindungan, serta melakukan pengawasan ketat terhadap pelaku pedofilia.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kongres Pancasila IV ini merupakan rangkaian dan kesinambungan dari Kongres Pancasila sebelumnya, yaitu Kongres Pancasila I tgl 1 Juni 2009 di Yogyakarta; Kongres Pancasila II tgl. 1 Juni 2010 di Denpasar; dan Kongres Pancasila III tgl.1 Juni 2011 di Surabaya. Dari tiga kali Kongres Pancasila tersebut telah banyak dihasilkan rumusan-rumusan deklarasi yang sangat berkualitas dan bermakna. Atas dasar hasil-hasil yang telah dicapai dari Kongres Pancasila sebelumnya itu, maka pada Kongres Pancasila IV kali ini dipilih dan ditetapkan tema “Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitusionalitas Indonesia”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: Saat ini tidak ada lembaga khusus pengawal Pancasila. Padahal, diakui atau tidak Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Keadaan ini dinilai jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan masa sebelum reformasi. Saat itu, MPR mempunyai berbagai wewenang, dan salah satunya “memelihara” Pancasila. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila itu menyebabkan Pancasila kehilangan dasar legitimasi kenegaraannya. Ketiadaan lembaga khusus pengawal Pancasila, berimplikasi pada tidak adanya mekanisme yang jelas dalam mensosialisasikan Pancasila. Peran tersebut saat ini nampaknya berusaha dimainkan oleh MPR dengan slogan kebanggaannya “4 Pilar Hidup Bernegara” yang mensejajarkan posisi Pancasila dengan NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Terlepas dari ketidaktepatan konsep dasar yang ada dalam slogan itu, kita mengakui bahwa MPR memiliki niat baik untuk membumikan Pancasila. Saat ini tidak ada rambu-rambu pengimplementasian Pancasila yang jelas dan baku. Padahal, rambu-rambu itu mutlak diperlukan agar dapat diperoleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, rambu-rambu itu perlu segera diadakan. Mempertimbangkan hal-hal diatas, kiranya perlu ada upaya serius untuk membentuk atau menunjuk lembaga khusus pengawal Pancasila, yang nantinya diberi wewenang, antara lain untuk menyusun rambu-rambu pengimplementasian Pancasila tersebut secara tepat, terstruktur, dinamis dankontekstual.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini disajikan sebagai bahan masukan dan evaluasi kepada bidang ketenagakerjaan yang ada di Indonesia saat ini. Khususnya masalah ketenagakerjaan di bidang pertambangan. Menarik melihat penyajian dalam buku ini mengkaji hukum ketenagakerjaan dalam pertambangan dikaji dalam perspektif hukum dan sosial. Penyelesaian yang ditawarkan melalui pendekatan pluralism hukum menjadi suatu solusi baru dalam penyelesaian konflik ketenagakerjaan. Di sisi lain monograf ini juga disajikan dengan teknik dan gaya penulisan agar dapat memperkuat pemahaman pembaca dengan gaya bahasa-bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Buku ini disusun menjadi 5 bab, mulai dari (1) Pendahuluan, (2) Teori Pluralisme Hukum (Legal Pluralism), (3) Keadilan Subtantif, (4) Persiapan dan Tata Laksana Studi, serta (5) Hasil Studi. Buku ini disusun dengan harapan dapat bermanfaat untuk referensi dalam bidang-bidang ilmu yang berkaitan.