Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

JUMSAN

2 karya publik ditemukan.

2020: 2

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG DICAMPUR TEPUNG RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nutrisi untuk pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon) yaitu protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Salah satu bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan ialah rumput laut (Kappaphycus alvarezii) sebagai bahan tambahan pembuatan pakan buatan. Rumput laut merupakan salah satu komoditas andalan Kota Tarakan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan non-pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan yang dicampur rumput laut terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan perlakuan A: Kontrol, perlakuan B: 10 gram (tepung rumput laut), perlakuan C: 30 gram (tepung rumput laut), perlakuan D: 50 gram (tepung rumput laut) dengan 5 ulangan. Perlakuan D menunjukkan laju pertumbuhan yang tertinggi yaitu berat rata-rata 0,169 gram dan panjang rata-rata 1,95 cm, SR dari setiap perlakuan tidak berbeda nyata. Penambahan tepung rumput laut memberikan nilai yang signifikan terhadap pertumbuhan udang windu

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG DICAMPUR TEPUNG RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nutrisi untuk pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon) yaitu protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Salah satu bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan ialah rumput laut (Kappaphycus alvarezii) sebagai bahan tambahan pembuatan pakan buatan. Rumput laut merupakan salah satu komoditas andalan Kota Tarakan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan non-pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan yang dicampur rumput laut terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan perlakuan A: Kontrol, perlakuan B: 10 gram (tepung rumput laut), perlakuan C: 30 gram (tepung rumput laut), perlakuan D: 50 gram (tepung rumput laut) dengan 5 ulangan. Perlakuan D menunjukkan laju pertumbuhan yang tertinggi yaitu berat rata-rata 0,169 gram dan panjang rata-rata 1,95 cm, SR dari setiap perlakuan tidak berbeda nyata. Penambahan tepung rumput laut memberikan nilai yang signifikan terhadap pertumbuhan udang windu