2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan perkawinan di bawah umur serta menilai penerapan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kota Tarakan dalam kerangka prinsip perlindungan anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan wa-wancara dengan hakim Pengadilan Agama Kota Tarakan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak menikah di bawah umur terbagi menjadi preventif dan represif. Perlindungan pre-ventif mencakup kebijakan batas usia perkawinan, program Kota Layak Anak, PUS-PAGA, dan edukasi DP3A, namun implementasinya belum optimal karena angka dispensasi nikah di Kota Tarakan masih tinggi. Perlindungan represif diberikan me-lalui pendampingan psikologis, bantuan hukum, dan rehabilitasi sosial, termasuk perlindungan bagi anak dalam kandungan dengan memastikan kesehatan, gizi, dan dukungan psikologis. Penerapan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kota Tara-kan belum sepenuhnya sesuai prinsip perlindungan anak; meskipun prosedur hukum dijalankan, efektivitas terbatas karena dominasi faktor sosial, budaya, dan ketid-akjelasan kriteria alasan mendesak. Penolakan permohonan, termasuk pada kasus anak hamil, berisiko menimbulkan stigma dan ketidakpastian hukum bagi anak dan calon bayi, sehingga prinsip kepentingan terbaik bagi anak belum sepenuhnya ter-penuhi. Oleh karena itu, regulasi perlu diperkuat dan dispensasi nikah dievaluasi un-tuk memastikan hak, kesejahteraan, dan masa depan anak terlindungi.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan perkawinan di bawah umur serta menilai penerapan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kota Tarakan dalam kerangka prinsip perlindungan anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan wa-wancara dengan hakim Pengadilan Agama Kota Tarakan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak menikah di bawah umur terbagi menjadi preventif dan represif. Perlindungan pre-ventif mencakup kebijakan batas usia perkawinan, program Kota Layak Anak, PUS-PAGA, dan edukasi DP3A, namun implementasinya belum optimal karena angka dispensasi nikah di Kota Tarakan masih tinggi. Perlindungan represif diberikan me-lalui pendampingan psikologis, bantuan hukum, dan rehabilitasi sosial, termasuk perlindungan bagi anak dalam kandungan dengan memastikan kesehatan, gizi, dan dukungan psikologis. Penerapan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kota Tara-kan belum sepenuhnya sesuai prinsip perlindungan anak; meskipun prosedur hukum dijalankan, efektivitas terbatas karena dominasi faktor sosial, budaya, dan ketid-akjelasan kriteria alasan mendesak. Penolakan permohonan, termasuk pada kasus anak hamil, berisiko menimbulkan stigma dan ketidakpastian hukum bagi anak dan calon bayi, sehingga prinsip kepentingan terbaik bagi anak belum sepenuhnya ter-penuhi. Oleh karena itu, regulasi perlu diperkuat dan dispensasi nikah dievaluasi un-tuk memastikan hak, kesejahteraan, dan masa depan anak terlindungi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, lemak dan telur. Cookies memiliki karakteristik manis, kaya akan lemak dan gula yang dibuat dengan menggunakan cetakan. Cookies merupakan produk cookies yang beratektur renyah, lembut dan manis. Cookies terbuat dari tepung terigu, margarin, kuning telur, baking powder, vanilla dan gula halus. Kelebihan dari produk cookies adalah disukai banyak orang dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua, cookies dapat bertahan lama karena karena bahan yang digunakan banyak menggunakan bahan kering sehingga bias bertahan 1- 6 bulan. Sedangkan kekurangan dari produk cookies adalah karena cookies mempunyai rasa yang sangat manis bila dikonsumsi setiap hari akan mengakibatkan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies dan untuk memperoleh formula yang tepat pada produk cookies. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima (5) perlakuan yaitu P0 (300 gram tepung terigu), P1 (225 gram tepung terigu + 75 gram tepung sukun), P2 (150 gram tepung terigu + 150 gram tepung sukun), P3 (75 gram tepung terigu + 225 gram tepung sukun) dan P4 (300 gram tepung sukun) dengan lima (5) pengulangan sehingga terdapat 25 satuan uji percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu kadar air, kadar protein dan kadar karbohidrat. Sedangkan data kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap cookies yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan kadar air yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 9,792, kadar protein yang paling tinggi adalah P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 14 dan kadar karbohidrat yang memiliki nilai tertinggi yaitu P0 (300 gram tepung terigu) sebesar 71,526. Sedangkan cookies dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek rasa dan aroma namun kurang disukai pada aspek warna dan tekstur.