HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HERNIATED NUCLEUS PULPOSUS (HNP) DI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HERNIATED NUCLEUS PULPOSUS (HNP) DI RSUD DR. H. JUSUF SK TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Indonesia menetapkan target pada tahun 2030 mengurangi angka kematian dini akibat penyakit tidak menular. Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau yang sering disebut dengan sakit punggung bagian bawah (low back pain) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dijumpai pada seluruh masyarakat, baik secara global maupun nasional. Sekitar 90% HNP terjadi di area lumbosacral spine, 8% di area cervical spine dan 1% hingga 2% di area thoracic spine. Apabila seseorang terdiagnosis HNP maka perlu dilakukan perawatan secara profesional dengan durasi waktu yang cukup lama dan biaya yang mahal disertai resiko kejadian berulang. Hal ini tentu akan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan diantaranya kondisi ekonomi, keharmonisan keluarga, kualitas kehidupan dan kejiwaan seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus (HNP) di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi penampang analitis (analytic cross-sectional study). Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis HNP. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 51 responden. Hasil data variabel berdistribusi tidak normal setelah diuji menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Uji Spearman Rank menunjukkan hasil uji statistik bahwa nilai signifikansi 0,000 0,05 dengan coefficient correlation -0,75** sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup dengan kekuatan hubungan kuat dan arah hubungan negatif. Kesimpulan semakin tinggi tingkat depresi maka semakin rendah kualitas hidup pasien HNP atau semakin rendah tingkat depresi maka semakin tinggi kualitas hidup pasien