2024 · Thesis ·
KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
aaa
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Sengketa konstruksi merupakan bagian dari sengketa bisnis.Arbitrase merupakan salah satu model pilhan penyelesaian sengketa konstruksi. Dalam penelitian ini, digunakan tipe penelitian hukum normative, dengan menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menjelaskan kedudukan para pihak dalam kontrak kerja jasa konstruksi antara pemerintah daerah dengan pihak penyedia jasa Konstruksi serta menjelaskan model penyelesaian sengketa jasa konstruksi antara pemerintah daerah dengan penyedia jasa konstruksi. Setelah melakukan penelitian ditemukan bahwa dalam kontrak konstruksi keduduksn para pihak setara dan seimbang, dimana para pihak berupaya untuk menjaga agar hak dan kepentingannya dilindungi oleh hukum. Para pihak yang terlibat dalam kegiatan kontrak jasa konstruksi masing-masing diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuataan rancangan kontrak dan mempelajarinya untuk kemudian disepakati dan dilaksanakan. Namun dalam praktek, kedudukan pengguna barang jasa dengan penyedia jasa konstruksi sering dalam keadaan tidak seimbang, pengguna barang jasa konstruksi sering berada dalam kedudukan yang lebih kuat, sedangkan penyedia jasa konstruksi berada dalam kedudukan yang lemah sehingga cenderung menuruti syarat yang diajukan oleh pengguna jasa. Sedangkan model penyelesaian sengketa jasa konstruksi antara pemerintah daerah dengan penyedia jasa konstruksi salah satunya melalui arbitrase. Penyelesaian sengketa konstruksi melalui arbitrase didasarkan pada klausula arbitrase dan perjanjian arbitrase yang dibuat sebelum atau setelah timbulnya sengketa. Perjanjian arbitrase dan klausula arbitrase dalam kontrak kerja konstruksi merupakan perjanjian yang dibuat oleh pihak berdasarkan kesepakatan. Berdasarkan asas kebebasan berkontrak dan asas pacta sunt servanda serta asas itikad baik yang termuat dalam Pasal 1338 KUH Perdata dan syarat sahnya suatu perjanjian yang tertuang dalam Pasal 1320 KUH Perdata, perjanjian arbitrase tersebut mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
aaa
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Sengketa konstruksi merupakan bagian dari sengketa bisnis.Arbitrase merupakan salah satu model pilhan penyelesaian sengketa konstruksi. Dalam penelitian ini, digunakan tipe penelitian hukum normative, dengan menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menjelaskan kedudukan para pihak dalam kontrak kerja jasa konstruksi antara pemerintah daerah dengan pihak penyedia jasa Konstruksi serta menjelaskan model penyelesaian sengketa jasa konstruksi antara pemerintah daerah dengan penyedia jasa konstruksi. Setelah melakukan penelitian ditemukan bahwa dalam kontrak konstruksi keduduksn para pihak setara dan seimbang, dimana para pihak berupaya untuk menjaga agar hak dan kepentingannya dilindungi oleh hukum. Para pihak yang terlibat dalam kegiatan kontrak jasa konstruksi masing-masing diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuataan rancangan kontrak dan mempelajarinya untuk kemudian disepakati dan dilaksanakan. Namun dalam praktek, kedudukan pengguna barang jasa dengan penyedia jasa konstruksi sering dalam keadaan tidak seimbang, pengguna barang jasa konstruksi sering berada dalam kedudukan yang lebih kuat, sedangkan penyedia jasa konstruksi berada dalam kedudukan yang lemah sehingga cenderung menuruti syarat yang diajukan oleh pengguna jasa. Sedangkan model penyelesaian sengketa jasa konstruksi antara pemerintah daerah dengan penyedia jasa konstruksi salah satunya melalui arbitrase. Penyelesaian sengketa konstruksi melalui arbitrase didasarkan pada klausula arbitrase dan perjanjian arbitrase yang dibuat sebelum atau setelah timbulnya sengketa. Perjanjian arbitrase dan klausula arbitrase dalam kontrak kerja konstruksi merupakan perjanjian yang dibuat oleh pihak berdasarkan kesepakatan. Berdasarkan asas kebebasan berkontrak dan asas pacta sunt servanda serta asas itikad baik yang termuat dalam Pasal 1338 KUH Perdata dan syarat sahnya suatu perjanjian yang tertuang dalam Pasal 1320 KUH Perdata, perjanjian arbitrase tersebut mempunyai kekuatan mengikat dan berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan: Untuk mengatahui pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX SMPN 1 Malinau Utara. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas IX A dan B SMPN 1 Malinau Utara. Sampel pada penelitian ini berjumblah 60 siswa, pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Validasi instrumen dilakukan dengan validasi konstruk menggunakan persaman Product Moment dan Alpha Cronbach pada uji reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen lembar angket untuk mengukur penggunaan game online terhadap siswa dan dokumentasi untuk mengumpulkan data hasil belajar. teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Uji persyaratan berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data dan uji persyaratan dilakukan menggunakan bantuan SPSS. 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Malinau Utara berdasarkan tabel frekunsi berada pada katagori sedang dengan frekunsi 50 %. Hasil belajar siswa berdasarkan tabel frekunsi berada pada katagori kurang dengan persentase 35%. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan game online dengan hasil belajar siswa SMPN 1 Malinau Utara namun bersifat negatif dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rhitung lebih besar dari rtabel (-0,767 0,254).
2023 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan: Untuk mengatahui pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX SMPN 1 Malinau Utara. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas IX A dan B SMPN 1 Malinau Utara. Sampel pada penelitian ini berjumblah 60 siswa, pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Validasi instrumen dilakukan dengan validasi konstruk menggunakan persaman Product Moment dan Alpha Cronbach pada uji reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen lembar angket untuk mengukur penggunaan game online terhadap siswa dan dokumentasi untuk mengumpulkan data hasil belajar. teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Uji persyaratan berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data dan uji persyaratan dilakukan menggunakan bantuan SPSS. 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Malinau Utara berdasarkan tabel frekunsi berada pada katagori sedang dengan frekunsi 50 %. Hasil belajar siswa berdasarkan tabel frekunsi berada pada katagori kurang dengan persentase 35%. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan game online dengan hasil belajar siswa SMPN 1 Malinau Utara namun bersifat negatif dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rhitung lebih besar dari rtabel (-0,767 0,254).
2021 · Thesis ·
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Fungsi Tindak Tutur dan Implikatur di Channel YouTube CNN Indonesia Bertema Covid-19 (Kajian Pragmatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dan jenis implikatur yang terkandung di dalam percakapan antara pembawa acara dan narasumber. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, sumber data pada penelitian ini ialah bersumber dari tuturan para peserta diskusi yang bertema tentang Covid-19 melalui channel YouTube CNN Indonesia. Teknik pengumpulan pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik dasar yakni teknik sadap, Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan alat penentu yakni peserta diskusi dalam program berita CNN Indonesia, tahap selanjutnya menggunakan Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data dengan menerapkan teori Levinson dan Yule. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu; (1) tindak tutur Asertif/Representatif terdiri dari 32 data dengan fungsi menyatakan, 4 data dengan fungsi mengakui, 9 data dengan fungsi melaporkan, 9 data dengan fungsi menyebutkan, 3 data dengan fungsi memberikan kesaksian, 3 data dengan fungsi berspekulasi. (2) Tindak tutur Direktif terdiri dari 5 data dengan fungsi mengajak, 25 data dengan fungsi meminta, 4 data dengan fungsi menyarankan, 5 data dengan fungsi memberikan aba-aba. (3) Tindak tutur Komisif dengan fungsi berjanji terdiri dari 4 data. (4) Tindak tutur Ekspresif terdiri dari 2 dengan fungsi mengeluh, 7 data dengan fungsi mengkritik, 3 data dengan fungsi mengucapkan terima kasih, dan 1 data dengan fungsi menyanjung. Adapun jenis implikatur yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu; (1) implikatur percakapan umum, (2) implikatur beskala, (3) implikatur percakapan khusus. Implikatur-implikatur tersebut timbul dalam sebuah percakapan disebabkan adanya pelanggaran maksim. ABSTRACT This study was entitled “Functions of Speech Acts and Implicatures on the CNN Indonesia YouTube Channel with the Covid-19 Themed (Pragmatic Study)”. The purpose of this study was to describe the function of speech act and the resource person. It was expected to be useful for the readers. This descriptive qualitative research collected the data from the speeches of the discussion participants on the theme of Covid-19 through the CNN Indonesia YouTube channel. The data were collected through listening method using tapping, listening-free-participating-speaking technique, recording, and note-taking. The data were analysed using a pragmatic matching method with a determining tool of discussion participants in the CNN Indonesia news program and the determinant element sorting technique. The data that were classified was analyzed using Levinson and Yule’s theory. The results of data analysis showed that there were 4 types of speech acts based on their function. First, the assertive/representative speech acts that consisted of 32 data with the function of stating, 4 data with the function of admitting, 9 data with the function of reporting, 9 data with the function of mentioning, 3 data with the function of giving testimony, 3 data with the function of speculating. Second, the directive speech acts that consisted of 5 data with the function of inviting, 25 data with the function of giving cues. Third, the commissive speech acts with the promise function that consisted of 4 data. Fourth, the expressive speech acts that consisted of 2 data with complaining function, 7 data with critizing function, 3 data with thanking function, and 1 data with flattering function. The type of implicatures found in this study were: (1) general conversational implicature, (2) scale implicature, and (3) special conversational implicature. These implicature arouse in a conversation due to the violation of maxims.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Pengembangan Organisasi ini mengupas tentang bagaimana sebuah organisasi dapat menciptakan pengembangan SDM (sumber daya manusia) agar dapat berkompetisi. Sehingga mereka bisa menghadapi persaingan-persaingan yang ketat antara organisasi-organisasi perusahaan. Terlebih di era revolusi industri 4.0 sekarang ini, daur ulang hidup organisasi lebih cepat pertumbuhannya, terutama di bidang teknologi, internet dan artificial intelligent. Untuk itu, di dalam organisasi dibutuhkan SDM yang memiliki kompetisi tinggi. Di dalam buku ini memuat arahan agar kinerja karyawan-karyawan di dalam organisasi dapat bekerja lebih optimal dan dapat memberikan keuntungan bagi organisasi perusahaan tempat mereka bekerja.