2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The purpose of this study was to find out the students' problmes in speaking English This study used descriptive qualitative design. The subjects of this study were 22 students of eight grader at SMP Negeri 10 Tarakan. This study focuses on students' problem in speaking English. To collect the data, the researcher uses observation, interview and documentation as instrument of the data. The data was taken by using purposive sampling technique. Researcher interviewed 6 students form 22 students, and researcher took 2 students from the highest, medium, and low scores. Each student was interviewed with 13 questions. From the result of observation, interview and documentation the researcher found that most of the students have several difficulties in speaking English, there were lack of vocabulary, lack on pronunciation, fluency, poor in grammar, lack of interest or low motivation, unpleasant attitude, anxiety, and shyness. The most dominant problems were poor in grammar, lack of vocabulary, lack on pronunciation, and shyness.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to find out the students' problmes in speaking English This study used descriptive qualitative design. The subjects of this study were 22 students of eight grader at SMP Negeri 10 Tarakan. This study focuses on students' problem in speaking English. To collect the data, the researcher uses observation, interview and documentation as instrument of the data. The data was taken by using purposive sampling technique. Researcher interviewed 6 students form 22 students, and researcher took 2 students from the highest, medium, and low scores. Each student was interviewed with 13 questions. From the result of observation, interview and documentation the researcher found that most of the students have several difficulties in speaking English, there were lack of vocabulary, lack on pronunciation, fluency, poor in grammar, lack of interest or low motivation, unpleasant attitude, anxiety, and shyness. The most dominant problems were poor in grammar, lack of vocabulary, lack on pronunciation, and shyness.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Darlia. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan karier siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Sebatik. Perencanaan karier merupakan proses awal dari sebuah perjalanan karier, dimana diperlukan untuk mencapai kematangan maupun keputusan karier siswa. Perencanaan karier adalah kegiatan siswa untuk mengembangkan karier dengan memilih dan memutuskan karier yang akan dicapai..Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sebatik tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 181 siswa. Peneliti menggunakan skala perencanaan karier Sugiyono (2018). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan karier siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sebatik, dari jumlah subjek 90 siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 (11,11%) siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori tinggi sebanyak 29 (32,22%) siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori rendah sebanyak 40 (44,45%) siswa, dan perencanaan karier siswa yang berada pada kategori sangat rendah sebanyak 11 (12,22) siswa.
2021 · Thesis ·
Darlia. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan karier siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Sebatik. Perencanaan karier merupakan proses awal dari sebuah perjalanan karier, dimana diperlukan untuk mencapai kematangan maupun keputusan karier siswa. Perencanaan karier adalah kegiatan siswa untuk mengembangkan karier dengan memilih dan memutuskan karier yang akan dicapai..Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sebatik tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah 181 siswa. Peneliti menggunakan skala perencanaan karier Sugiyono (2018). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan karier siswa kelas XII SMA Negeri 1 Sebatik, dari jumlah subjek 90 siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 10 (11,11%) siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori tinggi sebanyak 29 (32,22%) siswa, perencanaan karier siswa yang berada pada kategori rendah sebanyak 40 (44,45%) siswa, dan perencanaan karier siswa yang berada pada kategori sangat rendah sebanyak 11 (12,22) siswa.
2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk ujaran bahasa anak usia 1 dan 2 tahun dilihat dari struktur fonologi (akibat pengaruh bunyi lingkungan dan akibat dari perkembangan sejarah). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata yang diujarkan oleh anak usia 1 dan 2 tahun di Taman Anak Sejahtera (TAS) Pelita Harapan. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat dengan menggunakan metode padan fonetik artikulatoris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat delapan puluh sembilan data yang diujarkan oleh tiga sumber data yaitu, NFI, HSC dan AAM. Pemerolehan bahasa berdasarkan struktur fonologi yang terbagi atas dua yaitu, akibat pengaruh bunyi lingkungan dan akibat dari perkembangan sejarah. Akibat pengaruh bunyi lingkungan terdiri dari sepuluh kata dengan perubahan fonem yang berbeda yaitu perubahan fonem konsonan /r/ menjadi /l/, perubahan fonem konsonan /r/ menjadi /y/, dan perubahan fonem konsonan /l/ menjadi /y/ serta akibat dari perkembangan sejarah terdiri dari lima puluh dua kata dengan penghilangan fonem yang berbeda yaitu, penghilangan fonem konsonan /s/, /p/, /e/, /j/, /b/, /r/, /t/, /k/, /u/, /l/, /a/, /m/, /o/, /g/, /n/, dan /h/. Serta dua puluh enam penambahan fonem yang terjadi yaitu, penambahan fonem /w/, /s/, /b/, /l/, /t/, /k/, /h/ dan /p/. Anak usia 1 tahun umumnya sudah mampu mengatakan satu kata yang mewakili arti dari kata atau kalimat yang diucapkan serta dapat meniru suara orang lain. Sementara itu anak usia 2 tahun di tahap ini anak sudah mampu mengucapkan dua kata dan mulai mengenal berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya.