Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AULIA RAHMAN

4 karya publik ditemukan.

2022: 4

HAMA DAN GEJALA PENYAKIT BUDIDAYA TERNAK MAGGOTS Hermetia illucens MENGGUNAKAN WADAH EMBER PLASTIK PADA BEBERAPA LOKASI DI PULAU TARAKAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Budidaya maggots BSF (Black Soldier Fly) dikembangkan dengan menggunakan berbagai media wadah pertumbuhan, misalnya ember plastik, serta ditempatkan pada berbagai lokasi. Upaya pengembangan dalam upaya meningkatkan produksi BSF, berpotensi mengalami gangguan dari hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan; (1) menginventarisasi jenis hama dan penyakit, dan (2) membandingkan jenis hama dan penyakit pada budidaya BSF pada beberapa lokasi budidaya BSF di Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi pada 3 (tiga lokasi) yakni Mamburungan, Karungan, dan Gunung Amal di Pulau Tarakan dengan masing-masing lokasi sebanyak 10-unit pengambilan sampel. Jenis hama dan penyakit dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, dan untuk perbandingan populasi hama dan penyakit pada beberapa lokasi menggunakan Anova (Uji-F), dan uji Duncan (DMRT) untuk antar dua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) hama yakni jenis, semut merah, belatung, semut hitam, cicak, dan tikus. Selanjutnya, ditemukan 3 (tiga) gejala penyakit yakni berjamur, tubuh lembek, dan perubahan warna. Hama belatung Lucifera spp merupakan hama yang paling dominan dan populasi tertingginya di Lokasi Karungan, serta jumlah populasinya berbeda dengan lokasi lainnya pada fase budidaya larva. Sedangkan, pada fase pupa (panen) di lokasi Gunung Amal. Perubahan warna merupakan jenis gejala yang paling banyak ditemukan, khususnya pada fase pupa di lokasi budidaya Mamburungan. Namun, jumlah gejala yang ditemukan tidak berbeda dengan lokasi lainnya.

HAMA DAN GEJALA PENYAKIT BUDIDAYA TERNAK MAGGOTS Hermetia illucens MENGGUNAKAN WADAH EMBER PLASTIK PADA BEBERAPA LOKASI DI PULAU TARAKAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budidaya maggots BSF (Black Soldier Fly) dikembangkan dengan menggunakan berbagai media wadah pertumbuhan, misalnya ember plastik, serta ditempatkan pada berbagai lokasi. Upaya pengembangan dalam upaya meningkatkan produksi BSF, berpotensi mengalami gangguan dari hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan; (1) menginventarisasi jenis hama dan penyakit, dan (2) membandingkan jenis hama dan penyakit pada budidaya BSF pada beberapa lokasi budidaya BSF di Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi pada 3 (tiga lokasi) yakni Mamburungan, Karungan, dan Gunung Amal di Pulau Tarakan dengan masing-masing lokasi sebanyak 10-unit pengambilan sampel. Jenis hama dan penyakit dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, dan untuk perbandingan populasi hama dan penyakit pada beberapa lokasi menggunakan Anova (Uji-F), dan uji Duncan (DMRT) untuk antar dua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) hama yakni jenis, semut merah, belatung, semut hitam, cicak, dan tikus. Selanjutnya, ditemukan 3 (tiga) gejala penyakit yakni berjamur, tubuh lembek, dan perubahan warna. Hama belatung Lucifera spp merupakan hama yang paling dominan dan populasi tertingginya di Lokasi Karungan, serta jumlah populasinya berbeda dengan lokasi lainnya pada fase budidaya larva. Sedangkan, pada fase pupa (panen) di lokasi Gunung Amal. Perubahan warna merupakan jenis gejala yang paling banyak ditemukan, khususnya pada fase pupa di lokasi budidaya Mamburungan. Namun, jumlah gejala yang ditemukan tidak berbeda dengan lokasi lainnya.

partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan yang berkelanjutan di desa sekatak buji kecamatan sekatak kabupaten bulungan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERKELAJUTAN DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN Aulia Rahman Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui Intensitas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan desa di Desa Sekatak Buji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan fenomena dan gejala yang di hadapi, dengan tujuan untuk menjelaskan temuan dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah di siapkan, objek penelitian ini adalah seluruh msyarakat yang ada di desa sekatak buji. Data yang digunakan adalah data primer. Berdasarkah hasil penelitian maka bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa masih minim hal ini didukung dari rendahnya pengetahuan tentang pentingnya partisipasi masyarakat berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan dari 5 kelompok masyarakat antara lain : pemimpin, kelompok minat, rumah tangga, wanita, dan pemuda melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan. beberapa bentuk kegiatan pemerintah desa yang melibatkan masyarakat antara lain : Musyawarah desa (Intimung), perbaikan jalan semenisasi, pembangunan dermaga, dan pembangunan pasar rakyat. Fungsi partisipasi tertinggi yaitu pada “pelaksanaan” dengan angka indeks 3, dan pada intensitas tertinggi pada “informasi” dengan angka indeks 1, dan Pemuda dengan angka indeks 5. Skala penilaian tingkat partisipasi yaitu sangat tidak aktif dengan rentang nilai 1-25. Kata Kunci : Kelompok minat, Pemimpin, Pemuda, Rumah Tangga, Wanita.

partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan yang berkelanjutan di desa sekatak buji kecamatan sekatak kabupaten bulungan

2022 · Thesis ·

ABSTRAK PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERKELAJUTAN DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN Aulia Rahman Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui Intensitas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan desa di Desa Sekatak Buji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan fenomena dan gejala yang di hadapi, dengan tujuan untuk menjelaskan temuan dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah di siapkan, objek penelitian ini adalah seluruh msyarakat yang ada di desa sekatak buji. Data yang digunakan adalah data primer. Berdasarkah hasil penelitian maka bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa masih minim hal ini didukung dari rendahnya pengetahuan tentang pentingnya partisipasi masyarakat berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan dari 5 kelompok masyarakat antara lain : pemimpin, kelompok minat, rumah tangga, wanita, dan pemuda melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan. beberapa bentuk kegiatan pemerintah desa yang melibatkan masyarakat antara lain : Musyawarah desa (Intimung), perbaikan jalan semenisasi, pembangunan dermaga, dan pembangunan pasar rakyat. Fungsi partisipasi tertinggi yaitu pada “pelaksanaan” dengan angka indeks 3, dan pada intensitas tertinggi pada “informasi” dengan angka indeks 1, dan Pemuda dengan angka indeks 5. Skala penilaian tingkat partisipasi yaitu sangat tidak aktif dengan rentang nilai 1-25. Kata Kunci : Kelompok minat, Pemimpin, Pemuda, Rumah Tangga, Wanita.