AINUN SALSABILA
2026 · Thesis · Open Access
Pada penelitian ini mengkaji hubungan antara intellectual capital dan nilai perusahaan, mempertimbangkan kualitas audit sebagai variabel moderasi perusahaan farmasi di BEI 2020–2024. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel memakai teknik purposive sampling, diperoleh 11 perusahaan farmasi yang memenuhi kriteria penelitian ada 55 observasi data selama periode penelitian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan regresi data panel serta Moderated Regression Analysis (MRA) yang diolah dengan perangkat lunak EViews versi 12. Hasil analisis menunjukkan intellectual capital tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Tetapi intellectual capital terbukti berpengaruh terhadap kualitas audit. Selain itu, kualitas audit tidak mempengaruhi nilai perusahaan, dan juga tidak memoderasi hubungan antara intellectual capital dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan peningkatan intellectual capital belum secara langsung meningkatkan nilai perusahaan, meskipun pengelolaan intellectual capital bisa berkaitan dengan kualitas audit yang dimiliki perusahaan.
ADE YOGA SAPUTRA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini menyelidiki bagaimana faktor-faktor efikasi diri memengaruhi pembelajaran kosakata siswa kelas VIII dan menganalisis strategi pembelajaran kosakata yang dianggap efektif oleh siswa serta hubungan antara strategi tersebut dengan efikasi diri mereka. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui lembar analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. Peserta penelitian berasal dari kelas VIII-A yang berjumlah 32 siswa. Dari jumlah tersebut, enam siswa serta dua guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Tarakan pada tahun ajaran 2024/2025 dipilih sebagai informan penelitian melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat sumber efikasi diri yang diidentifikasi oleh Bandura, yaitu pengalaman penguasaan, pengalaman tidak langsung, persuasi verbal, dan kondisi fisiologis, sangat memengaruhi kepercayaan diri dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kosakata, dengan pengalaman penguasaan terbukti sebagai faktor yang paling berpengaruh. Siswa yang mengalami kegagalan berulang menunjukkan penurunan motivasi dan menghindari tugas-tugas yang berkaitan dengan kosakata, sementara dorongan guru secara konsisten memperkuat kepercayaan diri siswa. Ditinjau dari tiga dimensi efikasi diri, yaitu besaran, kekuatan, dan generalitas, siswa menunjukkan keyakinan yang terbatas yang sebagian besar hanya mencakup kosakata yang sudah familiar dan tugas pengenalan sederhana, dengan transfer yang minim ke berbagai jenis tugas dan konteks pembelajaran yang berbeda. Berkaitan dengan strategi pembelajaran kosakata, para siswa sebagian besar mengandalkan strategi determinasi seperti penggunaan kamus dan alat penerjemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri dan penggunaan strategi pembelajaran kosakata memiliki hubungan yang bersifat dua arah, di mana kepercayaan diri yang lebih tinggi mendorong penggunaan strategi yang lebih kompleks. Pada gilirannya, penggunaan strategi tersebut menghasilkan pengalaman keberhasilan yang semakin memperkuat perkembangan efikasi diri siswa.
JEMI BELLY
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perlindungan Hukum terhadap masyarakat Hukum adat dalam pengelolaan sumber daya alam kehutanan di wilayah kabupaten Malinau. Dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, bentuk perlindungan hukum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan terhadap masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah desa Kabupaten Malinau dan Problematika masyarakat hukum adat dalam memperoleh perlindungan hukum atas hak-haknya dalam pengelolaan sumber daya alam desa di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Perlindungan hukum masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Malinau diwujudkan melalui pengakuan konstitusional dan peraturan daerah yang mengakui keberadaan masyarakat adat, wilayah adat, serta hak-hak tradisionalnya. Masyarakat adat dilindungi dalam pengelolaan tanah ulayat dan hutan adat berdasarkan kearifan lokal, yang diperkuat oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 yang menegaskan bahwa hutan adat bukan hutan negara. Selain itu, pemerintah daerah melibatkan masyarakat adat dalam proses perizinan sumber daya alam dan mengakui peran lembaga adat dalam pengawasan serta penyelesaian sengketa, sehingga pengelolaan sumber daya alam dapat berlangsung secara adil dan berkelanjutan. Problematika utama masyarakat hukum adat di Kabupaten Malinau dalam memperoleh perlindungan hukum atas pengelolaan sumber daya alam desa meliputi; belum adanya pengakuan hukum formal terhadap masyarakat dan wilayah adat, tumpang tindih kebijakan dan perizinan sumber daya alam, lemahnya pelibatan masyarakat adat dalam proses perizinan, keterbatasan kapasitas hukum masyarakat adat, serta lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran hak-hak adat.
IWAN KURNIAWAN
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK POLITIK HUKUM PERPANJANGAN MASA JABATAN KEPALA DESA DALAM PERSPEKTIF PRINSIP DEMOKRASI Oleh Iwan Kurniawan 24674171005 Penelitian ini menganalisis secara yuridis perubahan masa jabatan kepala desa menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 sebagai perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dengan fokus pada apakah kebijakan perpanjangan masa jabatan kepala desa menjadi 8 tahun telah memenuhi prinsip negara hukum, demokrasi Pancasila, dan akuntabilitas pemerintahan desa. Penelitian ini bersifat normatif dengan pendekatan undang-undang, historis, dan konseptual, didukung analisis yurisprudensi terutama terhadap putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. Data yang digunakan adalah bahan hukum primer (perundang-undangan, putusan MK), sekunder (literatur hukum, jurnal), dan tersier (kamus, ensiklopedia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpanjangan masa jabatan kepala desa secara normatif dapat dipandang selaras dengan tujuan stabilitas pemerintahan dan efektivitas pembangunan desa sepanjang disertai batasan dua periode, mekanisme akuntabilitas yang kuat, dan pengawasan internal-eksternal yang efektif. Namun demikian, secara politik hukum, perubahan ini juga mengandung risiko pelemahan sirkulasi kekuasaan, serta potensi deviasi dari demokrasi substantif apabila proses pembentukannya minim partisipasi desa dan lebih didorong oleh kepentingan elite. Penelitian ini menegaskan bahwa desain masa jabatan kepala desa harus menyeimbangkan stabilitas kepemimpinan dengan prinsip pembatasan kekuasaan, partisipasi masyarakat, dan akuntabilitas publik agar sejalan dengan Negara Hukum Pancasila dan demokrasi konstitusional.
SULFIKAR
2026 · Thesis · Open Access
Limbah padat industri hasil pengolahan ikan bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola, namun memiliki kandungan bahan organik tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah padat industri pengolahan ikan bandeng sebagai substrat penghasil energi listrik serta pengaruh penambahan lumpur mangrove terhadap performa tegangan listrik yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan sistem MFC single chamber yang terdiri dari dua perlakuan dengan perlakuan pertama menggunakan substrat limbah bandeng tanpa penambahan lumpur mangrove dan perlakuan kedua dengan penambahan lumpur mangrove. Berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test dengan pendekatan two-tail, diperoleh nilai t hitung (t Stat) sebesar 0,49 yang lebih kecil dibandingkan t tabel (t critical two tail) sebesar 1,98 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan tanpa penambahan lumpur mangrove dan dengan penambahan lumpur mangrove terhadap rata-rata tegangan listrik yang dihasilkan. Meskipun demikian, secara deskriptif kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik selama 60 hari pengamatan, di mana perlakuan pertama (tanpa lumpur mangrove) menghasilkan rata-rata tegangan sebesar 0,67 V dengan standar deviasi (0,14) dan nilai maksimum mencapai 0,84 V, sedangkan perlakuan kedua (dengan lumpur mangrove) menghasilkan rata-rata tegangan sebesar 0,68 V dengan standar deviasi (0,19) dan nilai maksimum hingga 0,85 V. kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test, tidak terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan. meskipun demikian, hasil penelitian dari limbah padat hasil pengolahan ikan bandeng memiliki potensi yang efektif digunakan sebagai substrat pada sistem MFC untuk menghasilkan energi listrik.
ARDIAN MAULANA
2026 · Thesis · Open Access
Akses terhadap data publik merupakan amanat konstitusional dalam menjalankan roda pemerintahan yang berdaulat sekaligus instrumen demokrasi yang memberikan mandat kepada Media Pers serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk mendistribusikan berita sesuai koridor hukum. Kendati demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya diskrepansi antara regulasi dengan implementasi, ditandai dengan aksi birokrat yang menutup akses informasi serta adanya tekanan terhadap awak media yang menyimpangi prosedur baku. Studi ini dirancang untuk membedah tanggung jawab otoritas negara dalam mengelola informasi terbuka serta menganalisis sistem proteksi yuridis bagi jurnalis dan institusi media saat memublikasikan kabar kepada khalayak. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan studi kasus (case approach), analisis ini mengeksplorasi referensi hukum primer, sekunder, hingga materi nonhukum. Hasil penelitian menegaskan bahwa tanggung jawab negara dalam pemenuhan informasi adalah kewajiban mutlak aparatur negara demi mencegah praktik korupsi, sementara negara wajib menjamin keamanan ekosistem pers agar dapat bekerja secara profesional dalam menyajikan fakta objektif yang berfungsi sebagai fungsi kontrol sosial. Secara spesifik tanggung jawab negara dalam keterbukaan informasi public dan perlindungan hukum terhadap wartawan dan perusahaan pers yaitu memastikan informasi harus bersifat terbuka setiap dikelola badan publik pengecualian informasi harus berdasarkan uji konsenkuensi yang ketat dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku. Wartawan dan perusahaan pers harus juga dijamin perlindungannya oleh negara dengan setiap kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan dan penyampaian berita melalui perusahaan pers tidak boleh dikenakan hukum pidana dan perdata melainkan dengan dewan pers selagi menaati kode etik jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan pers dan keterbukaan informasi publik
SEPTINORAH
2026 · Thesis · Open Access
MERY ANGGELINA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi manajemen Puskesmas di UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2024. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Namun, berbagai temuan awal menunjukkan bahwa implementasi fungsi manajemen Puskesmas masih menghadapi sejumlah kendala, seperti perencanaan program yang belum sepenuhnya berbasis data, koordinasi lintas program yang belum optimal, pembagian tugas yang tidak merata, serta kegiatan pengawasan dan evaluasi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai instrumen perbaikan kinerja. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar manajemen Puskesmas sebagaimana diatur dalam kebijakan kesehatan dengan praktik implementasi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif evaluatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan, penanggung jawab program, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada fungsi manajemen klasik yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), serta pengawasan dan evaluasi (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen di UPTD Puskesmas Tanjung Selor secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Beberapa kendala utama meliputi perencanaan yang belum sepenuhnya berbasis data, distribusi beban kerja yang tidak merata, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan data dan sistem informasi, serta mekanisme pengawasan yang masih bersifat administratif. Faktor pendukung implementasi manajemen meliputi ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan, adanya pembinaan dari Dinas Kesehatan, serta komitmen sebagian tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas manajemen Puskesmas memerlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan sistem perencanaan berbasis data, peningkatan koordinasi lintas program, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
ZIKRIL HAKIM
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara. Secara spesifik, penelitian ini juga menguji peran lingkungan kerja sebagai variabel moderasi yang memengaruhi hubungan antara variabel independen terhadap kinerja pegawai. Kinerja ASN merupakan indikator utama keberhasilan organisasi publik. DKISP memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital, yang menuntut ASN dengan disiplin tinggi, motivasi kuat, dan kompetensi memadai. Meskipun demikian, berbagai faktor internal ini diyakini tidak bekerja secara terisolasi, melainkan dapat diperkuat atau diperlemah oleh kualitas lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatif. Populasi penelitian adalah seluruh Pegawai ASN di DKISP Provinsi Kalimantan Utara. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan adalah sampling jenuh atau sensus jika populasi memungkinkan, atau purposive sampling jika populasi besar. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program statistik (misalnya, SPSS atau SmartPLS). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya mengenai variabel moderasi dalam konteks kinerja ASN. Secara praktis, penelitian ini diharapkan menjadi masukan berharga bagi pimpinan DKISP Provinsi Kalimantan Utara dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja yang berfokus pada perbaikan disiplin, peningkatan motivasi dan kompetensi, serta optimalisasi lingkungan kerja.
BARDAN
2026 · Thesis · Open Access
Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi agenda global untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses layanan pemerintah. Di Indonesia, sistem Online Single Submission (OSS) dikembangkan untuk memfasilitasi birokrasi legalitas bisnis serta mengoptimalkan atmosfir penanaman modal, akan tetapi tingkat penerimaan sistem ini masih menunjukkan variasi yang cukup besar, terutama di wilayah Kabupaten Bulungan yang menghadapi keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, dan kendala akses jaringan. Situasi tersebut memaparkan yakni efektivitas transformasi digital jasa kemasyarakatan bukan sekadar dipicu oleh eksistensi perangkat, melainkan dipengaruhi pula olehsejauh mana masyarakat mampu dan bersedia menerima serta menggunakannya secara berkelanjutan. Penelitian ini berfokus guna mengkaji Model penerimaan Online Single Submission (OSS) Metodologi Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan melalui penyertaan pengalaman pengguna selaku faktor eksternal, sekaligus mengevaluasi kontribusi sikap sebagai variabel mediasi pada keterkaitan antarkomponen persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan niat menggunakan OSS di area Kabupaten Bulungan. Pada konstruksi TAM, pengalaman pengguna ditempatkan sebagai variabel eksternal yang menstimulasi munculnya persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan, sekaligus berkontribusi langsung terhadap sikap dan niat menggunakan sistem. Fokus ini penting untuk memahami mekanisme kognitif dan afektif yang mendasari adopsi teknologi pelayanan publik di daerah dengan karakteristik sosial dan geografis yang khas. Studi ini memakai perspektif kuantitatif lewat teknik survei lapangan kepada para pengakses OSS di teritorial Kabupaten Bulungan. Informasi yang terhimpun diproses via Structural Equation Modeling berlandaskan Partial Least Squares guna memverifikasi interaksi sebab-akibat antarvariabel pada skema penelitian serta mengidentifikasi peran mediasi sikap dalam kerangka TAM yang dikembangkan dengan memasukkan pengalaman pengguna sebagai factor eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap dan niat menggunakan OSS. Selain itu, pengalaman pengguna terbukti berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, serta secara langsung memperkuat sikap dan niat menggunakan sistem. Sikap juga terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan niat menggunakan OSS. Temuan ini menegaskan relevansi TAM yang diperluas dalam menjelaskan penerimaan layanan publik digital di wilayah Kabupaten Bulungan, sekaligus memberikan implikasi praktis bahwa peningkatan kualitas pengalaman pengguna melalui perbaikan antarmuka, stabilitas sistem, kemudahan navigasi, dan pendampingan yang responsive menjadi kunci untuk mendorong adopsi OSS yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.
FITRI AMIN
2026 · Thesis · Open Access
Kinerja pegawai sektor publik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat, pegawai pemerintah dihadapkan pada kompleksitas pekerjaan, keterbatasan sumber daya, serta tekanan administratif yang tinggi. Dalam konteks ini, kompetensi dan motivasi dipandang sebagai determinan utama kinerja, namun efektivitas keduanya sangat bergantung pada kondisi beban kerja yang dialami pegawai. Beban kerja yang terlalu tinggi berpotensi melemahkan kemampuan dan motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai sektor publik serta menguji peran beban kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada aparatur pemerintah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai sektor publik di Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel, dengan terlebih dahulu memastikan validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara beban kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara kompetensi dan kinerja serta antara motivasi dan kinerja ketika beban kerja berada pada tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang tidak proporsional dapat menghambat pemanfaatan kompetensi dan energi motivasional pegawai, sehingga secara praktis pemerintah daerah perlu menyeimbangkan distribusi beban kerja dengan pengembangan kompetensi dan sistem motivasi agar kinerja aparatur dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
KUSWARI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi tekanan ekonomi makro yang meliputi inflasi, BI Rate, dan nilai tukar Rupiah terhadap investasi saham yang diukur melalui volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mempertimbangkan peran moderasi kapabilitas perusahaan yang diproksikan oleh Return on Assets (ROA) serta teknologi digital yang diukur melalui frekuensi transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan memanfaatkan data panel perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode 2021–2025. Data sekunder diperoleh dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan laporan keuangan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan Model Random Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham, sedangkan BI Rate berpengaruh positif dan nilai tukar Rupiah berpengaruh negatif secara signifikan. Kapabilitas perusahaan (ROA) terbukti memoderasi pengaruh nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, namun tidak memoderasi pengaruh inflasi dan BI Rate secara konsisten. Di sisi lain, teknologi digital berperan sebagai variabel moderasi yang signifikan dalam hubungan antara BI Rate dan nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, yang mengindikasikan bahwa digitalisasi perdagangan memperkuat respons investor terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
DINI PUTRI HAPSARI PRATIWI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui reformasi sistem kesehatan nasional, salah satunya dengan penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas. Sistem BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Namun dalam implementasinya, berbagai kendala masih ditemui seperti keterbatasan sumber daya manusia, regulasi yang belum optimal, serta pengelolaan administrasi dan keuangan yang belum sepenuhnya efektif. Kondisi tersebut juga terjadi pada Puskesmas di Kabupaten Bulungan, di mana dari 12 Puskesmas yang ada baru sebagian yang telah menerapkan BLUD dan capaian implementasinya masih berada di bawah target pemerintah daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan BLUD pada Puskesmas dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Selor sebagai salah satu Puskesmas berstatus BLUD. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan yang terdiri dari pengelola Puskesmas, tenaga kesehatan, serta pihak terkait dari pemerintah daerah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam proses implementasi BLUD serta dampaknya terhadap kualitas layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BLUD memberikan peluang peningkatan fleksibilitas pengelolaan keuangan, pengadaan sarana prasarana, serta peningkatan responsivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun demikian, efektivitas penerapan BLUD masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kurangnya pelatihan pengelolaan BLUD, serta belum optimalnya dukungan regulasi dan pembinaan dari pemerintah daerah. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan BLUD berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan manajemen, kompetensi sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan dan pengawasan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah.
NUGRAHANINGSIH SUSILO
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan yang berjumlah 115 orang, dengan sampel sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik probability sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja ASN; (2) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja ASN; (3) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja; (4) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja; (5) Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN; (6) Disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja ASN; dan (7) Disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja ASN. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan variabel kunci yang mampu menjembatani beban kerja dan motivasi untuk menghasilkan kinerja optimal. Pimpinan disarankan untuk memperkuat sistem pengawasan waktu dan memberikan apresiasi yang transparan guna menjaga konsistensi disiplin pegawai.
NUR PILA DEWI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris peran disiplin kerja sebagai variabel mediasi dalah hubungan antara kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena rendahnya pengembangan kompetensi serta belum optimalnya kondisi lingkungan kerja yang sesuai dengan standar, yang pada akhirnya memengaruhi capaian kinerja pegawai. Kompetensi dipandang sebagai kemampuan dasar yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang berkontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan kenyamanan dan motivasi dalam bekerja. Namun penting untuk memahami sejauh mana disiplin kerja menjadi kunci pemediasi yang dapat menerjemahkan kedua pengaruh tersebut menjadi hasil kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, dengan teknik sampling jenuh sehingga semua anggota populasi dijadikan sampel sebanyak 112 orang pegawai. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert, sementara teknik analisis data yang digunakan adalah pengujian model struktural (inner model), pengujian hipotesis, uji R-square (R²), uji signifikansi jalur (path coefficients), uji T-statistik dan P-Value, uji effect size (f²), uji predictive relevance (Q²) dan uji medasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja dan kinerja pegawai. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja serta kinerja pegawai. Selain itu, disiplin kerja terbukti mampu memediasi pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif perlu diiringi dengan penguatan disiplin kerja agar kinerja pegawai dapat meningkat secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan instansi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia.
JONILIUS
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.
NENENG MASNUN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh lingkungan kerja dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada OPD Kabupaten Bulungan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dianalisis menggunakan WarpPLS 8.0. Sampel penelitian berjumlah 110 ASN pada tiga OPD di Kabupaten Bulungan yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja ASN. Kepuasan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan tersebut. Secara teoretis, temuan ini memperkuat relevansi teori AMO dan SET. Sementara itu, dari perspektif praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan bagi pimpinan OPD dalam merumuskan kebijakan pengelolaan ASN yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.
ROSNENI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompensasi, iklim organisasi, dan penempatan terhadap kinerja pegawai yang dimediasi oleh loyalitas kerja pada ASN Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, iklim organisasi, dan penempatan memiliki hubungan positif terhadap kinerja pegawai, namun pengaruhnya belum signifikan sebagai penentu utama peningkatan kinerja. Loyalitas kerja juga menunjukkan hubungan positif sebagai variabel mediasi, tetapi belum mampu memperkuat hubungan antara faktor manajemen SDM dan kinerja secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui perbaikan sistem organisasi, penguatan kepemimpinan, pengembangan budaya organisasi yang produktif, serta peningkatan komitmen dan loyalitas pegawai secara berkelanjutan.
HAIRUL BAHRI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran motivasi kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara digitalisasi, kompetensi, dan beban kerja terhadap kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bulungan. Dalam era transformasi digital dan reformasi birokrasi, peningkatan kinerja aparatur pemerintah menjadi tuntutan penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Faktor digitalisasi, kompetensi pegawai, serta beban kerja diduga memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja yang pada akhirnya berdampak pada kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian verifikatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada PPPK di Kabupaten Bulungan sebagai responden penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi, kompetensi, dan beban kerja memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja. Selain itu, motivasi kerja terbukti berperan dalam meningkatkan kinerja PPPK. Motivasi kerja juga berfungsi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara digitalisasi, kompetensi, dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja PPPK tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan motivasi kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik serta menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja aparatur melalui penguatan digitalisasi, pengembangan kompetensi, dan pengelolaan beban kerja yang efektif.
DINAR
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 103 pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Komitmen organisasi dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, namun mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas lebih efektif dilakukan melalui penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan peningkatan motivasi kerja pegawai.