BUDIMAN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.
DEA USWATUN HASANAH
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat persepsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 347 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert 4 poin yang terdiri atas 15 butir pernyataan dan disebarkan melalui Google Form dengan teknik sampel jenuh. Dari 347 respons yang masuk, sebanyak 332 respons dinyatakan valid dan digunakan dalam analisis, sedangkan 15 respons tidak digunakan karena tidak memenuhi kriteria kelengkapan pengisian angket. Analisis data dilakukan melalui perhitungan skor rata-rata per indikator, pengkategorian tingkat persepsi berdasarkan interval skor rata-rata ke dalam tiga kategori yaitu Tinggi (3,01–4,00), Sedang (2,01–3,00), dan Rendah (1,00–2,00), serta interpretasi hasil secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi siswa terhadap pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori Tinggi dengan rata-rata skor sebesar 3,06. Sebanyak 161 siswa (48,5%) berada pada kategori Tinggi, 171 siswa (51,5%) berada pada kategori Sedang, dan tidak terdapat siswa yang berada pada kategori Rendah. Berdasarkan indikator penelitian, diferensiasi proses memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 3,18 (kategori Tinggi), diikuti diferensiasi konten sebesar 3,04 (kategori Tinggi), sedangkan diferensiasi produk memperoleh skor rata-rata terendah sebesar 2,97 (kategori Sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar siswa, sehingga pendekatan tersebut layak dipertahankan dan dikembangkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru matematika untuk meningkatkan kualitas diferensiasi produk yang masih berada pada kategori sedang, agar implementasi pembelajaran berdiferensiasi semakin merata dan optimal di seluruh kelas.
JAMALUDDIN
2026 · Thesis · Open Access
Latar belakang penelitian ini adalah hasil wawancara dengan guru matematika yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran masih terbatas dan belum digunakan secara konsisten dalam setiap pertemuan. Namun, ketika pembelajaran menggunakan media yang aktif dan interaktif, siswa terlihat lebih antusias dan lebih tertarik mengikuti proses belajar. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan game edukasi “Petualangan Ali di Labirin Matematika” sebagai media pembelajaran pada materi bilangan bulat kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa game edukasi berbasis komputer dengan konsep permainan labirin yang berisi materi bilangan bulat, latihan soal, kuis interaktif, tantangan, dan misi pembelajaran. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi, validasi ahli media, serta angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 87,50% dengan kategori sangat layak. Validasi ahli media memperoleh 90,63% dengan kategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil memperoleh 90,42% dan uji coba kelompok besar memperoleh 89,22%, keduanya juga termasuk kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, game edukasi “Petualangan Ali di Labirin Matematika” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi bilangan bulat kelas VII
YUYUN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada artefak yang terdapat di Museum Sejarah Kota Tarakan. Fokus penelitian meliputi identifikasi artefak yang mengandung unsur etnomatematika serta identifikasi konsep dan prinsip matematika yang terdapat pada artefak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPT Museum Sejarah Kota Tarakan dan petugas museum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh artefak yang mengandung unsur etnomatematika, yaitu Bebingon, Bubu Kanon, Bintul/Ambau, Telipos, Tempinak, Babun, dan Tar. Unsur etnomatematika pada artefak tersebut tercermin pada bentuk, pola, ukuran, dan struktur artefak. Konsep matematika yang ditemukan meliputi lingkaran, tabung, kerucut, kerucut terpancung, balok, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, garis lengkung, pola, dan simetri. Prinsip matematika yang ditemukan meliputi keteraturan pola, hubungan ukuran, kesebangunan, dan keseimbangan bentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa artefak Museum Sejarah Kota Tarakan tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung konsep dan prinsip matematika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Tidung. Artefak tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya.
NINA KARMELIA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan pengaruh yang signifikan dari intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap tingkat disiplin belajar matematika siswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam kajian ini meliputi seluruh siswa kelas delapan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Tanjung Palas Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh atau total sampling, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner atau angket, observasi, serta dokumentasi. Selanjutnya, analisis data diuji dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap disiplin belajar matematika siswa. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial (uji t), diperoleh nilai thitung sebesar 2,288 yang lebih besar dari nilai ttabel sebesar 0,218 pada taraf signifikansi 5% (0,05). Hal ini diperkuat dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.
RISWAN
2026 · Thesis · Open Access
Perairan Laut Tanjung Buka merupakan salah satu bagian dari delta Sungai kayan yang terletak di Kalimantan Utara. Perairan ini dipengaruhi oleh sirkulasi massa air estuari dan air laut yang menjadikan lokasi ini memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, kajian saintifik mengenai struktur komunitas ikan di perairan Tanjung Buka sejauh ini masih sangat minim. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan, kelimpahan jenis (KJ), Keanekaragaman (H’), Kemerataan (E), dan dominansi (D) yang terdapat di Perairan Laut Tanjung Buka dan sekitarnya. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode Catch Assessment Survey (CAS) dengan mengikuti langsung pengoperasian penangkapan nelayan di delapan stasiun penelitian. Penentuan lokasi stasiun serta pemilihan alat tangkap dilakukan secara purposive sampling berdasarkan keterwakilan zona penangkapan yang beroperasi di lokasi perairan tersebut. Alat tangkap berupa jaring trawl, pukat gondrong, pancing rawai, serta pukat kakap. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total jumlah individu seluruh stasiun mencapai 5.198 yang terdiri dari 112 spesies ,77 genus,53 Famili. komposisi spesies tertinggi pada ikan Gulamah (Johnius Borneensis) dengan nilai kelimpahan mencapai 15% dan ikan bilis (Thryssa mystax) dengan kelimpahan 11%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada seluruh stasiun berkisar dari tertinggi 3,09 dan terendah 1,99. Nilai indeks kemerataan (E) berkisar antara 0,41 hingga 0,60 dan indeks dominansi (D) berkisar antara 0,30 sampai dengan 0,45. Nilai indeks keanekaragaman pada seluruh stasiun masuk dalam kategori sedang, Kondisi ini diikuti dengan tingkat kemerataan yang tertekan serta tingkat dominansi yang rendah.
PUTRI ANGGRENI
2026 · Thesis · Open Access
Salah satu upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan Ikan Platy ialah memberikan pakan yang berkualitas. Salah satu pakan yang berkualitas dan memiliki nutrisi yang tinggi adalah Grindal Worm. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan Ikan Platy dalam pemberian pakan Grindal Worm. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, yaitu perlakuan A (pakan komersial F999 100%), perlakuan B (Grindal Worm 100%), dan perlakuan C (pakan komersial F999 50% + Grindal Worm 50%). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Data ini dianalisis menggunakan uji (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan C menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan rata-rata berat mutlak sebesar 0,53 gr dan panjang mutlak sebesar 1,30 cm, diikuti perlakuan B berat 0,46 gr, panjang 1,20 cm, dan perlakuan A berat 0,40 gr, panjang 1,10 cm. Tingkat kelangsungan hidup (SR) seluruh perlakuan mencapai 100%, sedangkan nilai FCR terbaik diperoleh pada Perlakuan C (1,16), diikuti perlakuan B (1,25) dan perlakuan A (1,35). Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa kombinasi pakan komersial F999 dan Grindal Worm (perlakuan C) merupakan perlakuan terbaik dalam mendukung pertumbuhan Ikan Platy secara optimal.
LENY FITRIYANI
2026 · Thesis · Open Access
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya bernilai ekonomi tinggi di pasar ekspor. Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memiliki lahan tambak tradisional terluas di Indonesia (±94.030,64 ha), namun produktivitasnya menurun drastis dari 300–400 kg/ha/siklus sebelum 2003 menjadi 25–70 kg/ha/siklus pada 2022, jauh di bawah standar Permen KP No. 75 Tahun 2016 (100–300 kg/ha/siklus). Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi aktual udang windu serta mengidentifikasi praktik manajemen budidaya pada sistem tambak tradisional di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2026 di tambak tradisional Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 350 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 2.596 pembudidaya tambak yang tercatat, mencakup aspek karakteristik responden, kepemilikan tambak, proses budidaya, produksi aktual, kualitas air dan tanah, pengelolaan mangrove, biaya produksi, serta kendala utama. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (52,3%) berusia 30–50 tahun dengan rata-rata pengalaman bertambak 21,2 tahun, seluruhnya (100%) mengelola lahan milik sendiri rata-rata seluas 12,1 hektar. Tingkat produksi aktual rata-rata 50–60 kg/ha/siklus dengan sistem bersifat ekstensif, mengandalkan pakan alami dan pasang surut tanpa aerasi maupun pakan buatan. Kualitas air dan tanah tambak, serangan penyakit terutama White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Monodon Baculovirus (MBV) serta pengelolaan mangrove merupakan faktor penentu produksi utama. Pembudidaya yang melakukan penanaman mangrove menunjukkan produktivitas lebih tinggi. Kendala utama meliputi degradasi kualitas tanah dan air, serangan penyakit, keterbatasan modal, dan rendahnya adopsi teknologi. Sistem budidaya tambak tradisional udang windu di Kabupaten Bulungan masih berproduktivitas rendah akibat ketergantungan penuh pada faktor alam dan minimnya penerapan teknologi. Peningkatan produktivitas memerlukan perbaikan manajemen kualitas tanah dan air, penguatan biosekuriti, integrasi silvofishery berbasis mangrove, serta dukungan penyuluhan dan akses teknologi yang berkelanjutan.
MESAROH
2026 · Thesis · Open Access
Tanaman Pangan (MANTAP) tahun 2024 pada kelompok produsen benih di Kabupaten Bulungan serta Merumuskan strategi pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan MANTAP telah berjalan sesuai dengan petunjuk operasional, khususnya pada komponen input dan produk. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian pada komponen konteks dan proses, terutama terkait mekanisme pengusulan calon penerima bantuan melalui aplikasi elektronik serta belum optimalnya sosialisasi program dari tingkat pusat kepada calon penerima manfaat. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi internal kelompok produsen benih berada pada kategori cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,75, sementara lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar dengan skor EFE sebesar 3,35. Posisi strategis berada pada kuadran “Grow and Build”, yang mengindikasikan perlunya strategi agresif melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan pasar, serta optimalisasi dukungan pemerintah guna meningkatkan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan.
AGNESIA PERMATASARI BORU SIMANJUNTAK
2026 · Thesis · Open Access
Tarakan telah menetapkan ekosistem ini sebagai area konservasi pada tahun 2006 dan memiliki luas sekitar 32 ha. Namun, ekosistem mangrove saat ini menghadapi ancaman besar, terutama penggunaan lahan untuk budidaya tambak. Organisme fauna makrobentos memiliki peran penting sebagai bioindikator kualitas lingkungan, penyeimbang rantai makanan, serta penyedia jasa ekosistem. Komposisi maupun kepadatan fauna makrobentos akan merespon modifikasi mutu habitat melalui penyesuaian diri, tergantung pada tingkat toleransi atau kepekaannya terhadap perubahan lingkungan. Komunitas fauna makrobentos tidak hanya berperan sebagai indikator pencemaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai tanda kembalinya fungsi vegetasi mangrove. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis struktur komunitas fauna makrobentos yang ada dalam lapisan vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas fauna makrobentos yang berasosiasi dengan hutan mangrove berdasarkan nilai indeks ekologisnya. Struktur komunitas fauna makrobentos dinilai berdasarkan Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan R = 0,79; H’ = 0,73; E = 0,81 dan C = 0,21. Indeks ekologi menunjukkan komunitas makrozoobenthos yang berasosiasi dengan hutan mangrove di Kelurahan Kampung Empat memiliki keterbatasan jenis organisme, berada dalam kondisi kurang stabil, distribusi individu antar spesies tergolong merata, tidak ada spesies tertentu yang mendominasi secara ekstrem, sehingga proporsi jumlah individu antar spesies berada dalam kondisi yang relatif seimbang. Tidak terdapat spesies tertentu yang mendominasi komunitas secara berlebihan, mengindikasikan bahwa distribusi kekuasaan antar spesies cenderung tersebar, yang secara otomatis memperkuat interpretasi terhadap rendahnya tekanan dominansi di kawasan tersebut. Secara umum, seluruh spesies yang ditemukan memiliki nilai INP 100%. Rendahnya nilai INP mengindikasikan bahwa tidak ada satu spesies pun yang mendominasi secara mutlak. Hal ini menunjukkan bahwa peran ekologis dan sumber daya makanan terdistribusi secara kompetitif diantara spesies-spesies yang ada.
MASNI
2026 · Thesis · Open Access
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan nilai matematika yang berada di bawah KKM, hasil pekerjaan siswa, serta rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes soal hasil pekerjaan siswa, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar terdiri atas kesulitan konsep dan kesulitan prinsip. Kesulitan konsep meliputi ketidakmampuan siswa dalam menentukan koefisien serta mengelompokkan suku sejenis dan suku tidak sejenis. Kesulitan prinsip meliputi kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, minat belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan teman sebaya. Dengan demikian, kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dan prinsip aljabar serta berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.
FRANSISKA DEVI RENHA ROSARI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan media layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang inovatif untuk mendukung pengembangan nilai-nilai sosial siswa SMP. Penelitian bertujuan mengembangkan serta mengetahui tingkat kelayakan media Big Book Legenda Busang Mayun Dayak Kenyah sebagai media pendukung layanan BK klasikal. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg & Gall yang dimodifikasi sampai tahap revisi desain, meliputi potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Subjek validasi terdiri atas ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Data dikumpulkan melalui angket validasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan sebesar 96,25% dari ahli materi, 91,25% dari ahli media, dan 87,5% dari ahli bahasa dengan kategori sangat layak. Media yang dikembangkan mengintegrasikan nilai empati, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab melalui cerita rakyat Dayak Kenyah, ilustrasi visual, serta fitur QR Code audio cerita. Oleh karena itu, media Big Book Legenda Busang Mayun Dayak Kenyah dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pendukung layanan BK klasikal dan dapat menjadi alternatif media berbasis kearifan lokal dalam pengembangan nilai-nilai sosial siswa.
AHMAD SHIDIQ
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis etnopedagogi pada materi kearifan lokal Kota Tarakan sebagai media pembelajaran yang valid, praktis, dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba terdiri atas 1 orang guru kelas dan 28 peserta didik kelas V-B SDN 006 Tarakan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan persentase rata-rata 96% pada aspek materi, 96% pada aspek media, dan 100% pada aspek bahasa, yang ketiganya termasuk kategori sangat valid. Uji coba lapangan menunjukkan respon yang sangat positif dengan perolehan rata-rata tingkat kepraktisan mencapai 95,71%, yang terdiri dari respon guru kelas sebesar 95% dan respon kelompok peserta didik sebesar 96%, sehingga masuk dalam kategori sangat praktis. Respons tersebut mengindikasikan bahwa video animasi ini mudah dipahami, menarik, serta efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar peserta didik terhadap identitas budaya lokalnya. Dengan demikian, video animasi berbasis etnopedagogi yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya pada materi kearifan lokal seperti Rumah Baloy Adat Tidung, Tari Jepen, Batik Tarakan, dan Festival Iraw Tengkayu, serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, aktif, dan bermakna.
MAINA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan karakter kurang baik, seperti mengejek teman, memotong pembicaraan guru saat pembelajaran, serta terbentuknya kelompok-kelompok tertentu yang menyebabkan kurangnya kebersamaan antar siswa di kelas V SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter siswa serta mengetahui bentuk-bentuk pembimbingan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter siswa kelas V di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 031 Tarakan. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V-A dan siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya dengan baik dalam pembentukan karakter siswa melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) menjadi teladan dengan menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, berpakaian rapi, serta mampu mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan siswa; (2) menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif melalui penerapan aturan kelas, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian motivasi kepada siswa; dan (3) melibatkan orang tua dan masyarakat melalui komunikasi yang baik terkait perkembangan perilaku dan karakter siswa. Peran guru tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
MUHAMMAD PIRDAUS
2026 · Thesis · Open Access
CLARA LYDIA KANSIL
2026 · Thesis · Open Access
IMPROVING THE TENTH GRADES HOSPITALITY SPEAKING SKILLS AT SMK SWASTA PAGUNTAKA TARAKAN USING STIMULER AI: ENGLISH SPEAKING APPLICATION ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Stimuler AI: English Speaking Application dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris serta mengurangi kecemasan berbicara pada siswa kelas X Perhotelan di SMKS Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 13 siswa kelas X Perhotelan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan satu tes berbicara. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes speaking performance, kuesioner speaking anxiety yang diadaptasi dari Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), dan lembar observasi. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan skor rata-rata, persentase, dan klasifikasi tingkat kecemasan serta keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Stimuler AI mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari siklus I sebesar 60,3 hingga mencapai ketuntasan klasikal 100% dengan nilai rata – rata 82.78 pada akhir siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek pronunciation, grammar, fluency, dan vocabulary. Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga membantu mengurangi kecemasan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri siswa karena menyediakan lingkungan belajar yang aman, interaktif, dan bebas dari tekanan sosial. Siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam konteks perhotelan. Dengan demikian, Stimuler AI terbukti efektif sebagai media pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kompetensi berbicara dan kesiapan psikologis siswa vokasi di bidang perhotelan. IMPROVING THE TENTH GRADES HOSPITALITY SPEAKING SKILLS AT SMK SWASTA PAGUNTAKA TARAKAN USING STIMULER AI: ENGLISH SPEAKING APPLICATION ABSTRACT This study aimed to determine the effectiveness of Stimuler AI: English Speaking Application in improving English speaking skills and reducing speaking anxiety among tenth-grade hospitality students at SMKS Paguntaka Tarakan. This study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model consisting of planning, acting, observing, and reflecting stages. The subjects of this research were 13 tenth-grade hospitality students. The study was conducted in two cycles, with each cycle consisting of three meetings and one speaking test. The research instruments included a speaking performance test, a speaking anxiety questionnaire adapted from the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), and observation sheets. The data were analyzed quantitatively using mean scores, percentages, and classifications of anxiety and student engagement levels. The findings revealed that the use of Stimuler AI significantly improved students’ speaking skills. The students’ mean score increased from 60.3 in the cycle I to 100% classical mastery at the end of Cycle II. Improvements were observed in pronunciation, grammar, fluency, and vocabulary. In addition, the application helped reduce speaking anxiety and increase students’ confidence by providing a safe, interactive, and low-pressure learning environment. Students became more active, independent, and confident in communicating in English within hospitality-related contexts. Therefore, Stimuler AI proved to be an effective AI-based learning medium for enhancing both speaking competence and psychological readiness among vocational hospitality students.
NUR SAHADA
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan lingkaran berdasarkan tahapan analisis Newman (Newman Error Analysis). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa kelas XI SMK Kesehatan Kaltara Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi soal tes materi persamaan lingkaran dan pedoman wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, yaitu membandingkan hasil pekerjaan tes siswa dengan hasil wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa mencakup lima tahapan Newman, yaitu: (1) Kesalahan membaca (Reading Error), (2) Kesalahan memahami masalah (Comprehension Error), (3) Kesalahan transformasi (Transformation Error), (4) Kesalahan keterampilan proses (Process Skill Error), dan (5) Kesalahan penulisan jawaban akhir (Encoding Error) dari kelima kesalahan tersebut kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa terjadi pada tahap memahami masalah (Comprehension Error) dan juga pada tahap penulisan jawaban akhir (Encoding Error. Kesalahan tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa tehadap langkah-langkah penyelesaiaan soal pemecahan masalah, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan soal dan juga faktor kebiasaan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah. Penyebab terjadinya kesalahan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk rajin melatih siswa mengerjakan soal pemecahan masalah dan tidak lupa menjelaskan ke siswa apa saja langkah-langkah dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis.
ANISA SAFBERINA
2026 · Thesis · Open Access
Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.
ALBERTIN
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada Tari Arang Anak Tengelayat Suku Dayak Abai serta mengetahui persepsi siswa terhadap pengintegrasiannya dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, dan SMP Negeri 4 Malinau Barat pada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis video. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari pembina budaya Dayak Abai, pelatih Tari Tengelayat, dan empat siswa dari latar belakang suku berbeda. Analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan untuk dianalisis, membaca ulang dan memahami semua data, melakukan pengkodean, mengelompokkan kode menjadi tema atau kategori, menghubungkan tema, menginterpretasikan makna tema dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika yang ditemukan pada gerakan tari, formasi tari, pengukuran jarak antar-penari dan susunan penari. Pada gerakan, terdapat konsep rotasi pada gerakan putaran abai dan refleksi pada gerakan menyilangkan tangan dengan pasangan, konsep sudut lebih dari 90 derajat pada rentangan tangan, dan garis sejajar pada gerakan kedua tangan yang direntangkan ke depan. Pada formasi tari menunjukkan adanya konsep lingkaran, persegi panjang, jajargenjang, garis lurus, garis paralel, sudut dan transformasi geometri pada setiap perpindahan formasi. Pada pengaturan jarak antarpenari terdapat konsep pengukuran melalui penerapan jarak dua rentang lengan. Pada susunan penari, penari diurutkan berdasarkan tinggi yang menunjukkan konsep pola urutan. Unsur-unsur tersebut dapat dipetakan ke dalam materi Transformasi Geometri (kelas IX), Bangun Datar, Garis dan Sudut, serta Pengukuran (kelas VII). Seluruh siswa memberikan persepsi positif yang dikelompokkan menjadi tiga tema utama, yaitu pembelajaran yang lebih menyenangkan, kemudahan memahami konsep melalui contoh nyata, serta tumbuhnya motivasi belajar dan apresiasi terhadap budaya lokal. Persepsi positif ini tidak hanya berasal dari siswa suku Dayak Abai, tetapi juga dari siswa suku lain, yang membuktikan bahwa Tari Tengelayat berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang inklusif dan lintas budaya.
MOHAMMAD MURDIANTO LARANTO
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.