Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 302 dari 338

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. N DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK Di RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

HESTI
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. N DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK Di RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit yang menyebabkan uremia. Penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pasien gagal ginjal kronik dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan, salah satu dampak gagal ginjal kronik adalah dengan melakukan hemodialisis. Hemodialisis adalah jenis dialisis dengan menggunakan mesin dialiser yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Pada proses ini, darah dipompa keluar dari tubuh, masuk kedalam mesin dialiser. Tujuan penulisan ini untuk melaksanakan proses keperawatan pada Ny N dengan gangguan ginjal kronik, membandingkan antara teori dan asuhan keperawatan pada Ny. N dengan gagal ginjal kronik, mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan proses keperawatan pada Ny. N dengan gagal ginjal kronik dan melaksanakan pemecahan masalah pada Ny. N dengan gagal ginjal kronik. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode diskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan menerapkan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian/pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny. N meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi,implementasi dan evaluasi. Pada pasien gagal ginjal kronik masalah yang muncul yaitu gangguan pertukaran gas, hipervolemia, deficit nutrisi, perfusi perifer tidak efektif, intoleransi aktivitas, gangguan integritas kulit/jaringan dan risiko infeksi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: Nyeri akut, Retensi urine, dan Gangguan pola tidur.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada KLIEN Ny. M DENGAN ANEMIA Di RUANGAN PERAWATAN DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

LAILY KADARIYAH
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. M DENGAN ANEMIA Di RUANGAN DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penderita anemia di perkirakan dua miliyar dengan prevelensi terbanyak di seluruh dunia. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. M dengan anemia. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. M dengan Anemia. Subjek laporan ini adalah Ny. M dengan anemia. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny. M meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien anemia yang masalah yang muncul yaitu, nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, keletihan, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. M di mulai dari pengkajian terdapat enam kesenjangan, pada diagnosis terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan dari lima diagnosis keperawatan yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Anemia, Keletihan, Asuhan Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN MASALAH UTAMA MENARIK DIRI: ISOLASI SOSIAL DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

DENDI KURNIAWAN
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak Skizofrenia merupakan penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten di sertai oleh variable disfungsi koknitif dan gangguan pisikososial yang mendalam. Isolasi sosial merupakan kondisi dimana pasien selalu merasa sendiri dengan merasa kehadiran orang lain sebagai ancaman. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalamn nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S, Metode penulisan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn, “S”, Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Isolasi sosial: menarik diri, Gangguan konsep diri: harga diri rendah, Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Gangguan memori jangka panjang dan Kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa. Kesimpulan penulis menemukan satu kesenjangan yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian isolasi sosial klien dikatakan tidak mampu berinteraksi sama sekali kepada orang lain teori tersebut idak sejalan dengan kasus Tn. S, klien mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang terdekat klien yaitu saudara kandung klien.dan pada saat pelaksanaan semua masalah dapat teratasi, proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan klien mampu melakukan dengan benar secara mandiri.

Asuhan Keperawatan Pada Tn.T Dengan Masalah Utama Isolasi sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan

HENDRA M MALIK
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN ABSTRAK Hendra: Asuhan Keperawatan Pada Tn.T Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.T dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.T penulis menegakkan 3 (tiga) diagnosa keperawatan yaitu, isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.T yaitu diagnosa harga diri rendah ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.T yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif dan jarang berada dirumah. Masalah belum teratasi disebabkan klien yang kurang kooperatif. Perlu adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien.

Asuhan Keperawatan Pada Ny. D Dengan Rheumathoid Arthritis Di Ruang Angsana Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

SYAHRUL GUNAWAN KIFLI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun dengan peradangan yang tersebar diseluruh tubuh, mencakup keterlibatan sendi dan berbagai organ di luar persendian. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. D metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “D”. Hasil pengkajian klien terdapat 6 masalah keperawatan yaitu: nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada tiga diagnosis yang intervensinya masih teratasi sebagian yaitu nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, gangguan mobilitas fisik. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn. T DENGAN DIAGNOSA MEDIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

MARIAM JUNI
2021 · Thesis · Open Access

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Adapun Tujuan Khusus dari penulisan Laporan Tugas Akhir ini, yaitu: Melakukan proses keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan menerapkan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi, melakukan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa medis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, membandingkan antara teori dan praktik Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, melaksanakan pemecahan masalah pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian asuhan keperawatan pada Tn. T dengan penyakit Diabetes Melitus dapat dilakukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan landasan teori dan tujuan yang telah ditetapkan. Penulis melakukan asuhan keperawatan melalui setiap tahap dari proses keperawatan yang terangkai mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan, pelaksanaan keperawatan dan evaluasi. Penulis melaksanakan seriap tahapan sesuai dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis.

Asuhan keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri di Puskesmas Sebengkok

LENNI
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKEMAS SEBENGKOK ABSTRAK Lenni: asuhan keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri di puskemas sebengkok Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Isolasi sosial merupakan ketidak mampuan pasien dalam mengungkapkan perasaannya dengan kekerasan. Pasien dengan isolasi sosial tidak mampunyai kemampuan untuk bersosialisasi dan sulit untuk mengungkapkan keinginan dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga pasien tidak mampu mengungkapkan marah dengan cara yang baik. Tujuan penulis: mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada Tn. R dengan didapatkan tiga masalah keperawatan yang muncul, yaitu isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, harga diri rendah. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus pada Tn. R. Pemecahan masalah pada Tn. R hanya di lakukan dengan tiga strategi untuk masing-masing diagnose. Hal ini di krenakan kondisi pasien dan keluarga sertanya ada keterbatasan waktu. Diharapkan adanya dukungan dari pihak perawat di puskesmas dan juga keluarga klien agar membantu proses penyembuhan klien agar lebih cepat. Kata kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Asuhan Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS HIPERTENSI DI RUANGAN DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

NUR PATASARI
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS HIPERTENSI DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmhg dengan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmhg. Tujuan penulisan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, meliputi observasi, wawawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mendapatkan hasil pengkajian klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu: nyeri akut berhubungan dengan pencederaan fisiologis (iskemia), bersihan jalan nafas tidak efekif berhubungan dengan penumpukan secret, gangguan pola tidur berhub- ungan kurang control tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpa- parnya infomasi mengenai penyakit (Hipertensi) dan penulis melakukan intervensi yang semuanya dapat teratasi. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Tn.A yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, defisit nutrisi, ketidakmampuan koping kluarga dan diagnosis yang tidak ada diteori namun ada pada kasus yaitu: nyeri (akut), berihan jalan nafas tidakefektif, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan (Hipertensi).

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.R DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DIRUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

MUCHAMMAD RIDHO CANDRA PRATAMA
2021 · Thesis · Open Access

Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah ulkus diabetic foot yang menjadi penyebab amputasi kaki pada penderita DM. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. R dengan Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 18 Maret 2021. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. R, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri. Dimana keempat diagnosis tersebut teratasi. Terdapat lima diagnosis yang ada pada teori namun tidak ditemukan pada kasus Tn. R dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. T DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 di RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

FITRI MELIANI
2021 · Thesis · Open Access

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan kepera pada klien Tn. T dengan diabetes melitus. penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan diagnosis dan kasus pada pasien Tn. T meliputi tanda dan gejala, daignosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien diabetes melitus masalah yang muncul yaitu diagnosis keperawatan Ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, Gangguan mobilitas fisik, Gangguan integritas kulit, Defisit perawatan diri. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat tujuh kesenjangan, pada diagnosis terdapat lima kesenjangan, intervensi harus disesuaikan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan lima diagnosis yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.A DENGAN DIAGNOSA MEDIK KEJANG DEMAM SEDERHANA DIRUANG ANGGREK B

JEFERSEN
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jeffersen, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Kejang demam merupakan serangan kejang yang sering terjadi pada anak berusia dibawah lima tahun yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh di atas 38ºC. Saat serangan kejang terjadi kebanyakan orang tua yang tidak menyadari tindakan segera yang perlu diambil untuk mencegah kejang demam atau komplikasinya. Kejang yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi anak, bahkan hingga menyebabkan kematian. Asuhan keperawatan terutama ditujukan pada tindakan pencegahan dan menghindarkan anak dari resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. A. Pendekatan asuhan keperawatan yang dilakukan mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan tidak signifikan pada semua tahap proses asuhan. Tahap pengkajian tidak semua prosedur diagnostik dilakukan pada An. A. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. A yaitu termoregulasi tidak efektif, resiko cedera jatuh, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan proses keperawatan dengan perbedaan yang tidak bermakna antara kasus denganteori.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.R DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

ARNI AMELIA
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN Abstrak Arni Amelia: Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Masalah Utama Isolasi sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Berdasarkan data rekam medik di Puskesmas Sebengkok Tarakan tahun 2021 yang mengalami isolasi sosial sebanyak 12 orang. Tujuan umum pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik Diri di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: studi kasus yang didapatkan adalah tiga diagnosa keperawatan yang dapat di tegakkan pada Tn.R yaitu isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan penulis mendapatkan proses pemecahan masalah pada Tn.R dengan tiga diagnosa isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: berpakaian, ada satu diagnosa yang dapat teratasi sehingga rencana tindak lanjut di pertahankan namun satu diagnosa yang belum teratasi, rencana tindak lanjut harus di lanjutkan oleh Tn.R sehingga indikator dapat tercapai. Saran: Dianjurkan pada perawat untuk menjadwalkan kegiatan terapi aktivitas pada pasien dengan masalah isolasi sosial agar dapat membantu proses penyembuhan. Kata Kunci: isolasi sosial: menarik diri, asuhan keperawatan, diagnosa.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 TARAKAN

SUREDA
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi penelian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian, yaitu kelas XI MIPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang seba gai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan tes kemampuan koneksi matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistik dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 83,24 dan pada kelas kontrol adalah 61,20. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan atau model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematika. Abstract This current research was a quasi-experimental research with a posttest only control design. The population was all students of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan. The simple random sampling technique was employed and was obtained class XI MIPA 1 with 30 students as the experimental class and class XI MIPA 2 with 29 students as the control class. The data were collected using mathematical connection ability test (posttest) and were then analyzed using statistical analysis with the help of SPSS software version 23.0 for windows. The results of the descriptive statistical analysis showed that the mean score of the students’ mathematical connection ability in the experimental class was 83.24 and that of in the control class was 61.20.The results of inferential statistical analysis for the students’ mathematical connection ability using in independent sample t-test at the level of significance 5% (α = 0.05) was obtained a p-value of 0.000, so that H0 was rejected. Thus, it was concluded that the students who were treated using the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model got significantly higher mean score of the mathematical connection ability than those who were taught using conventional learning model. In other words, the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending ( CORE ) learning model effected the mathematical connection ability for the student of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. L DENGAN DIAGNOSIS PPOK EKSASERBASI AKUT DI RUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TARAKAN

JUMEIRKY SAPAN TANDI LOLO
2021 · Thesis · Open Access

Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan aveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Prevelensi PPOK cukup tinggi dan selalu mengalami perkembangan pada setiap negara di dunia. Sementara prevelensi di kalimantan utara adalah 3,1%, hal ini juga berhubungan dengan terus meningkatnya prevelensi merokok pada remaja 10-18 tahun. Dalam menyusun laporan tugas akhir ini dengan menggunakan suatu metode studi kasus dengan pendekatan studi perpustakaan dan wawancara dimulai dengan tahapan pengkajian, diagnosis medis keperawatan, intervensi atau perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama 3 hari dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 20 November 2019, penulis mendapat pasien Tn. L dengan diagnosis medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. L yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, gangguan pola tidur. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana dalam memberikan asuhan keperawatan. Evaluasi yang didapatkan semua diagnosis teratasi dengan catatan memberikan intervensi kepada klien.

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK An. K DENGAN DIAGNOSIS MEDIK KEJANG DEMAM SEDERHANA RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

INDAH KUMALA PATI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Asuhan Keperawatan Anak An. K Dengan Diagnosis Medik Kejang Demam Sederhana Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Indah Kumala Pati, Alfianur, Nurman Hidaya Kejang demam merupakan kejang yang disertai demam yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >380C. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang sering dijumpai pada anak-anak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan risiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Terdapat empat diagnosis keperawatan pada An. K yaitu hipertermi, defisit nutrisi, gangguan pola tidur, dan resiko cedera. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjakan tiga diagnosis keperawatan dapat teratasi dan saru diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian. Dapat disimpulkan bahwa perawat mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

IDA AYU DWI RATNA PURI
2021 · Thesis · Open Access

Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL di RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

PUTRI GUSFIYATUN
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Asma adalah terjadinya peradangan atau penyempitan pada saluran pernapasan yang ditandai dengan mengi, batuk, dan sesak napas. Tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajan yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami, kesehatan sekarang dan pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosis keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, ansietas, gangguan pola tidur, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosis keperwatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosis tersebut terdapat lima masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan intervensi yang telah dilakukan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

MUHAMMAD IBNU MAS'UD
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Isolasi sosial menarik diri adalah keadaan di mana seseorang mengalami atau tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya dan seseorang merasa ditolak, tidak diterima, kesepian dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien Tn. T dengan masalah utama gangguan isolasi sosial menarik diri di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan memberikan gambaran keadaan yang berlangsung dan aktual pada kasus tertentu, dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Masalah keperawatan yang muncul ada 7 yaitu isolasi sosial, gangguan konsep diri hdr, gangguan persepsi sensori halusinasi, koping individu inefektif, kurang pengetahuan, regimen terapeutik inefektif, dan ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan diagnosa prioritas yang diangkat ada 3 yaitu isolasi sosial menarik diri, gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan harga diri rendah. Hasil didapatkan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran tidak ditemukan tanda-tanda klien mendengar suara-suara yang mengancam. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi untuk intervensi keluarga pada diagnosa harga diri rendah. Diharapkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.

Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

RIDWAN
2021 · Thesis · Open Access

Bronkopenumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan Hemofilus influenza. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “G” Dengan Bronkopneumonia. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulis Laporan Tugas Akhir ini didapat dengan cara. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. G, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. G dengan diagnosa utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

SONIA ANENDHITA NOVITASARI
2021 · Thesis · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Abstrak Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf dan bahkan ada kemungkinan penderitanya bisa di amputasi. Tujuan umum dari Laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai gambaran dalam melaksanakan proses asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan. Subjek pendekatan studi kasus adalah Tn. A di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 08 April 2021 sampai dengan 09 April 2021. Hasil yang didapatkan ada 7 masalah keperawatan pada Tn. A yaitu Ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan defisit perawatan diri. Penulis menyimpulkan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan 6 diagnosis teratasi dan 1 teratasi sebagian dengan catatan memberikan intervensi secara mandiri kepada klien. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Studi Kasus, Asuhan Keperawatan